The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Diktat ini untuk Layanan Bimbingan klasikal kelas IX sem 1

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Rini Yuliani, 2020-11-04 23:46:50

Diktat BK kelas IX

Diktat ini untuk Layanan Bimbingan klasikal kelas IX sem 1

Keywords: Diktat BK

Rini Yuliani, S.Pd

Diktat

Bimbingan dan Konseling

Untuk kelas IX semester 1

MTs Negeri 5 Sleman
2020

DIKTAT
BIMBINGAN DAN KONSELING

KELAS IX SEMESTER 1
TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Disusun :
Rini Yuliani, S.Pd
NIP 197507132005012004

KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN SLEMAN
MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 5 SLEMAN

2020

i

LEMBAR PENGESAHAN
No :……………………………….

Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala MTS Negeri 5 Sleman, Menerangkan bahwa :

Nama : Rini Yuliani, S. Pd

NIP : 197507132005012004

Jabatan : Guru Bimbingan dan Konseling

Unit Kerja : MTs Negeri 5 Sleman

Benar-benar adalah sebagai penyusun Diktat Bimbingan Konseling Kelas IX Semester 1
MTs Negeri 5 Sleman tahun pelajaran 2020/2021 dan agar dapat digunakan pada satuan
pendidikannya.

Godean, Oktober 2020

Kepala MTs Negeri 5 Sleman

Etyk Nurhayati, S. Pd, M. Pd
NIP.198009302005012007

ii

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena dengan rahmat dan hidayah-
Nya dapat menghadirkan bahan ajar dalam bentuk diktat sebagai bahan pengayaan materi
bimbingan dan konseling kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Sleman semester ganjil.

Modul ini disusun dengan maksud untuk menjadi pedoman dan arahan kepada peserta
didik kelas IX dalam mempelajari bimbingan dan konseling secara mudah untuk
dipahaminya. Beberapa contoh dan latihan yang ada pada buku ajar ini disesuaikan dengan
konteks pembelajaran. Diktat ini mengacu pada Materi Bimbingan dan Konseling

Akhirnya penulis tak lupa mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang
telah membantu penulis dalam menyusun buku ajar ini. Mengingat ketidaksempurnaan buku
ajar ini, penulis juga akan berterima kasih atas berbagai masukan dan kritikan demi
kesempurnaan buku ajar ini di masa datang.

Godean, Oktober 2020
Penulis

Rini Yuliani, S. Pd

iii

DAFTAR ISI

KETERANGAN PENGESAHAN……………………………………………….. ii
KATA PENGANTAR …………………………………………………………… iii
DAFTAR ISI …………………………………………………………………….. iv
BAB I MINAT DAN KELANJUTAN STUDY…………………….…………. 1
1
URAIAN MATERI ………………………………………………….. 1
1. Minat …………………… ………………………………………. 4
2. Kelanjutan Study setelah SMP/MTs …………..………………… 6
3. Peta Konsep ……………………………………………………… 7
LEMBAR KERJA SISWA .……………………………………… 10
BAB II MENGENALI GAYA BELAJAR …………………………………… 10
URAIAN MATERI ……………………………………….………… 16
LEMBAR KERJA SISWA ………………………………………… 19
BAB III TIPS BELAJAR EFEKTIF …………………………………………… 19
URAIAN MATERI ……..…………………….…………………… 19
1. Pengertian Belejar Efektif ……………………………………….. 20
2. Prinsip Belajar ……………………………………………………. 20
3. Hambatan Belajar ………………………………………………… 21
4. Tips Belajar Efaktif ……………………………………………… 23
LEMBAR KERJA SISWA ………………………………………….. 27
BAB IV KONSEP DIRI ………………………………………………………… 27
URAIAN MATERI ………………………………………………… 27
1. Pengertian …………………………………………………………

iv

2. Dimensi Konsep Diri …………………………………………… 28
3. Tanda-tanda individu yang memiliki konsep diri positif ………. 29
4. Tanda – tanda individu yang memiliki konsep diri negatif ……. 30
LEMBAR KERJA SISWA ………………………………………. 32

BAB V PENGEMBANGAN SIKAP BELAJAR SECARA OPTIMAL ……. 35

URAIAN MATERI ……………………………………………….. 35

1. Pengertian ……………………………………………………… 35
2. Catatan yang baik ……………………………………………… 36

LEMBAR KERJA SISWA ………………………………………. 39

BAB VI TIPS MENUMBUHKAN SIFAT OPTIMIS ………………………. 41

A. URAIAN MATERI ……………………………………………. 41
B. Cara menumbuhkan optimisme dalam diri ……………………… 43
LEMBAR KERJA SISWA ………………………………………… 46

BAB VII POLA HIDUP SEHAT ……………………………………………… 48
URAIAN MATERI ………………………………………………… 48
1. Pengertian ……………………………………………………… 48
2. Keuntungan bergaya hidup sehat ………………………………. 48
3. Langkah Hidup sehat …………………………………………… 48
4. Tips Hidup sehat ……………………………………………….. 50
5. Manfaat Pola Hidup Sehat …………………………………….. 51

LEMBAR KERJA SISWA ……………………………………….. 52

BAB VIII PERAN GENDER DALAM INTERAKSI SOSIAL ……………… 55
URAIAN MATERI ……………………………………………….. 55
1. Pengertian ……………………………………………………… 55
2. Konsep Kesetaraan Gender ……………………………………. 55
3. Peran Gender Dalam Interaksi Sosial …………………………… 56

LEMBAR KERJA SISWA ……………………………………….. 58

v

BAB IX TANGGUNG JAWAB REMAJA ……………………………………. 61

URAIAN MATERI …………………………………………………. 61

1. Pengertian ……………………………………………………….. 61
2. Tanggung Jawab diri sendiri ……………………………………. 65
3. Tanggung Jawab sebagai anggota Keluarga ……………………. 65
4. Tanggung Jawab Sebagai Siswa ………………………………… 68
5. Tanggung Jawab Sebagai Anggota Masyarakat ………………… 70
6. Tanggung jawab Sebagai Umat Baragama ………………………. 70

LEMBAR KERJA SISWA ………………………………………….. 75

BAB X MENGISI WAKTU LUANG …………………………………………… 78

URAIAN MATERI …………………………………………………... 78

1. Definisi Waktu Luang …………………………………………….. 78
2. Manfaat Waktu Luang ……………………………………………. 79
3. Kiat Mengisi Waktu Luang ……………………………………….. 80

LEMBAR KERJA SISWA …………………………………………… 83

BAB XI TIPS UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI ………………….. 86

URAIAN MATERI ……………………………………………………. 86

LEMBAR KERJA SISWA ……………………………………………. 91

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………. 93

vi

BAB I

MINAT DAN KELANJUTAN STUDI

Tugas Perkembangan : Mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai
dengan kebutuhan untuk mengikuti dan melanjutkan
pelajaran dan/atau mempersiapkan karier serta berperan
dalam kehidupan masyarakat

Rumusan Kompetensi : Siswa memahami pentingnya merencanakan masa depan
untuk kesejahteraan hidupnya

A. URAIAN MATERI
1. Minat
Minat merupakan salah satu aspek psikis yang dapat mendorong
manusia mencapai tujuan. Seseorang yang memiliki minat terhadap suatu
objek, cenderung memberikan perhatian atau merasa senang yang lebih
besar kepada objek tersebut. Namun, apabila objek tersebut tidak
menimbulkan rasa senang, maka orang itu tidak akan memiliki minat atas
objek tersebut. Oleh karena itu, tinggi rendahnya perhatian atau rasa
senang seseorang terhadap objek dipengaruhi oleh tinggi rendahnya minat
seseorang tersebut

Minat adalah kecenderungan yang menetap dalam subjek untuk
merasa tertarik pada bidang atau hal tertentu dan merasa senang
berkecimpung dalam bidang itu (Winkel, 1984: 30). Adanya suatu
ketertarikan yang sifatnya tetap di dalam diri subjek atau seseorang yang
sedang mengalaminya atas suatu bidang atau hal tertentu dan adanya rasa
senang terhadap bidang atau hal tersebut, sehingga seseorang
mendalaminya.

Minat adalah kesadaran seseorang, bahwa suatu objek, seseorang,
1

suatu soal atau suatu situasi mengandung sangkut-paut dengan dirinya
(Witherington,1983: 135), merupakan suatu kesadaran yang ada pada diri
seseorang tentang hubungan dirinya dengan segala sesuatu yang ada di
luar dirinya. Hal-hal yang ada diluar diri seseorang, meskipun tidak
menjadi satu, tetapi dapat berhubungan satu dengan yang lain karena
adanya kepentingan atau kebutuhan yang bersifat mengikat.

Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan
merupakan dorongan bagi perbuatan tersebut. Dalam diri manusia
terdapat dorongan-dorongan (motif-motif) yang mendorong manusia
untuk berinteraksi dengan dunia luar, motif menggunakan dan
menyelidiki dunia luar (manipulate and exploring motives). Dari
manipulasi dan eksplorasi yang dilakukan terhadap dunia luar itu, lama-
kelamaan timbullah minat terhadap sesuatu tersebut. Apa yang menarik
minat seseorang mendorongnya untuk berbuat lebih giat dan lebih baik
(Purwanto, 2007: 56). Minat, mampu memberikan dorongan kepada
seseorang untuk berinteraksi dengan dunia luar yang sekiranya menarik
untuk diketahui, menjadikannya memiliki semangat tinggi untuk
mengetahui sesuatu yang telah menarik hatinya.

Minat bukanlah merupakan sesuatu yang dimiliki oleh seseorang
begitu saja, melainkan merupakan sesuatu yang dapat dikembangkan
(Singer, 1991: 93). Minat yang telah ada dalam diri seseorang bukanlah
ada dengan sendirinya, namun ada karena adanya pengalaman dan usaha
untuk mengembangkannya.

Minat dapat timbul karena daya tarik dari luar dan juga datang
dari hati sanubari. Minat yang besar terhadap sesuatu merupakan modal
yang besar artinya untuk mencapai atau memperoleh benda atau tujuan
yang diminati itu. Minat belajar yang besar cenderung menghasilkan
prestasi yang tinggi, sebaliknya minat belajar yang kurang akan

2

menghasilkan prestasi yang rendah (Dalyono, 1996: 56-57). Dalam usaha
untuk memperoleh sesuatu, diperlukan adanya minat. Besar kecilnya
minat yang dimiliki akan sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan
diperoleh.

Secara sederhana, minat (interest) berarti kecenderungan dan
kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu
(Muhibbin, 2011: 152). Minat merupakan suatu dorongan yang kuat
dalam diri seseorang terhadap sesuatu. Minat adalah rasa lebih suka dan
rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh
(Slameto, 2007: 121). Minat dapat timbul dengan sendirinya, yang
ditengarai dengan adanya rasa suka terhadap sesuatu.

Dari beberapa pendapat tersebut maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa pengertian minat adalah sesuatukeadaan dimana seseorang
menaruh perhatian pada sesuatu dan disertai keinginan untuk
mengetahui, memiliki, mempelajari dan membuktikan. Minat terbentuk
setelah diperoleh informasi tentang objek atau kemampuan dan
keterlibatanperasaan, diiringi perasaan senang, terarah pada objek atau
kegiatan tertentu dan terbentuk oleh lingkungan.

Ada beberapa karakteristik minat, antara lain;
a. Minat menimbulkan sikap positif terhadap suatu objek
b. Adanya sesuatu yang menyenangkan yang timbul dari suatu objek
c. Mengandung suatu penghargaan yang menimbulkan keinginan atau

gairah untuk meraih atau mendapatkan sesuatu.
Adapun minat dapat dibentuk melalui;

a. Informasi yang seluasluasnya baik dari keuntunganya maupun sampai
kerugianya.

b. Adanya stimulant atau rangsangan.
c. Mendekatkan individu dengan objek
d. Belajar dari pengalaman.

3

2. Kelanjutan Studi Setelah SMP/MTS

Setelah menyelesaikan sekoah menengah pertama (SMP-MTS), kamu

bercita-cita melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu

sekolah menengah. Apakah kamu merasa bingung untuk menentukan

sekolah menengah yang akan kamu masuki ? Untuk itu kamu

memerlukan informasi tentang lanjutan sekolah.

Mengenal Jenis Sekolah Menengah.

Ada dua jenis sekolah menengah yang dapat dimasuki setelah sekolah

menengah pertama (SMP-MTS), yaitu Sekolah Menengah Umum

(SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

2.2. Cara Mempersiapkan Diri Memasuki Sekolah Menengah.

Kamu tentu ingin berhasil dalam mengikuti pendidikan di sekolah

menengah. Oleh karena itu, kamu perlu mempersiapkan diri untuk

memilih sekolah menengah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan

dalam memilih sekolah menengah antara lain sebagai berikut :

1. Menentukan tujuan setelah lulus sekolah menengah.

Jika setelah lulus pendidikan kamu ingin melanjutkan ke jenjang

yang lebih tinggi maka sebaiknya kamu memilih sekolah

menengah umum (SMA). Sebaliknya, jika setelah lulus

pendidikan menengah kamu ingin langsung bekerja, sebaiknya

kamu memilih sekolah menengah kejuruan.

2. Mempersiapkan diri sedini mungkin.

Persiapan yang dimaksud disini berhubungan dengan prestasi

akademik. Prestasi akademik selama kamu belajar di sekolah

menengah pertama dapat diketahui melalui nilai hasil Ujian

Nasional maupun Ujian Sekolah yang tertera dalam

STTB/SKHU. STTB/SKHU sangat mempengaruhi proses

pemilihan sekolah lanjutan. Beberapa sekolah lanjutan menengah

ada yang menggunakan stkamur nilai mata pelajaran tertentu

sebagai syarat yang harus dipenuhi oleh calon siswa. Misalnya

nilai mata pelajaran Matematika minimal 7. Atau mungkin ada

4

sekolah yang mengharuskan calon siswa memiliki nilai rata-rata
UN minimal 8 atau jumlah NUM 32 dan lain-lain.
3. Pertimbangkan bakat yang kamu miliki. Bakat yang dimiliki
seseorang tidak sama antara satu dengan lainnya. Ada yang
berbakat pada ilmu alam, tetapi tidak berbakat pada ilmu sosial,
ada yang berbakat di bidang olahraga, tetaapi tidak berbakat di
kesenian, ada yang berbakat dibidang kesenian tetapi tidak
berbakat pada keterampilan. Bakat yang dimiliki seseorang
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan
belajar. Seseorang yang mengikuti pendidikan di sekolah
menengah jika didukung dengan bakat yang dimiliki, akan lebih
berhasil dibanding yang tidak didukung dengan bakat.
4. Pertimbangkan sifat-sifat yang kamu miliki. Setiap orang memilki
sifat yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Ada
yang sabar, teliti, suka bekerja menghadapi benda, tabah, suka
bekerja menghadapi orang, mampu menciptakan alat, dan lain-
lain. Sifat-sifat orang merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi keberhasilan belajar seseorang. Oleh karena itu,
untuk memilih sekolah, sebaiknya seseorang juga harus
mempertimbangkan sifat-sifat yang dimiliki.
Contoh : Bambang tidak memiliki sifat sabar dan lebih senang
bekerja menghadapi benda. Bambang memilih Sekolah Perawat
Kesehatan. Pada saat praktik di rumah sakit, bambang tidak bisa
menghadapi pasien dengan sabar dan selalu marah. Akibatnya
nilai praktik yang diperoleh tidak baik.
Hengki mempunyai sifat teliti dan lebih suka bekerja menghadapi
benda. Hengki memilih Sekolah Menengah Ekonomi. Pelajaran
yang diberikan di Sekolah Menengah Ekonomi banyak yang
membutuhkan sifat teliti, seperti hitung dagang, akuntansi dan
ekonomi. Pada saat praktek tidak mengalami kesulitan.

5

Oleh karena itu, agar kamu tidak mengalami kesulitan dalam
mengikuti kegiatan belajar di sekolah menengah sebaiknya dalam
memilih sekolah menengah, sesuaikan dengan sifat-sifat yang
kamu miliki.
2.3.Kesimpulan.
1. Sekolah Menengah Umum (SMA) adalah sekolah yang
mempunyai tujuan
mempersiapkan siswa memasuki jenjang pendidikan tinggi.
2. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah sekolah menengah
yang
mempunyai tujuan menyiapkan siswa memasuki lapangan kerja.
3. Sekolah Menengah Kejuruan antara lain SMK Rumpun
Ekonomi/Bisnis
(SMEA), Sekolah Kejuruan Rumpun Teknologi (STM), Sekolah
Menengah Kesejahteraan Keluarga (SMKK), Sekolah Farmasi,
Sekolah Menengah Kerawitan, Sekolah Menengah Perkebutan
Atas (SPBMA), Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA),
Sekolah Asisten Apoteker (SAA) dan Sekolah Analis Kimia.

PETA KONSEP

6

LEMBAR KERJA SISWA

A. Jawablah pertanyaan dibawah ini

1. Sebutkan 2 jenis pendidikan setelah MTs?
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………

2. Sebutkan jurusan yang ada di SMA?
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………

3. Sebutkan 3 contoh rumpun di SMK dan jurusannya
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………….

B. Berikan tanda silang (x) pada pernyataan dibawah ini yang sesuai

dengan keadaanmu!

1. Memiliki pengetahuan kelanjutan studi menurut saya :

a. Bermanfaat b. tidak bermanfaat

2. Memiliki cita – cita yang pasti tentang kelanjutan studi

menuurt saya :

a. Perlu b. tidak perlu

3. Kelanjutan studi perlu dirancang sejak dini

a. Setuju b. tidak setuju

7

C. Isilah table dibawah ini, sesuai dengan kondisimu

SMA SMK

Alasan Persiapan untuk Alasan Persiapan untuk
Mencapainya Mencapainya

8

DAFTAR PUSTAKA
Nurbowo dan Slamet, 2011. Pengembangan Materi Bimbingan Konseling
Berbasis Multi Media, Paramitha Publising, Yogyakarta
Yulita Riantyastini, Suzy Yulia Charlotte, 2006. Bimbingan dan Konseling SMP
untuk kelas IX, Erlangga, Jakarta
http://konsling.blogspot.com/2012/07/memilihsekolah-lanjutan-setelah smp.html
Drs.H. Mastur, M.Pd. 2014. Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling.
PT. Paramitra. Yogyakarta

9

BAB II
MENGENALI GAYA BELAJAR

Tugas Perkembangan : Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan untuk
mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan/atau
mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan di
masyarakat

Rumusan Kompetensi : Mampu belajar secara optimal untuk menguasai bekal
bagi program pelajara lebih lanjut

A. URAIAN MATERI
Apa itu Gaya Belajar ?
Gaya pembelajaran merupakan stail atau cara belajar seseorang individu
yang bertindak dengan persekitarannya supaya memproses, mentafsir dan
memperoleh ilmu pengetahuan atau kemahiran yang diingini.
1. Menyerap informasi (modalitas)
2. Mengatur dan mengolah informasi (dominasi otak)
Kombinasi bagaimana seseorang menyerap, mengatur dan mengolah
informasi yang diterimanya

Rangsangan
Persekitaran

Rangsangan Faktor yang Rangsan
Psikologi mempengaru Emosi

hi gaya
pembelajaran

Rangsanga Rangsangan
n Fisiologi Sosial

10

1. Rangsangan Persekitaran
Rangsangan persekitaran merangkumi empat unsur yang utama, yaitu cahaya,
bunyi, suhu, dan reka bentuk tempat belajar.

2. Rangsangan Emosi
Emosi berkaitan rapat dengan perasaan jiwa seseorang. Unsur-unsur

emosi merangkumi motivasi, keazaman, sikap tanggung jawab dan struktur.
3. Rangsangan Sosial

Meliputi Belajar sendiri, Belajar dengan pasangan karib, Belajar
secara kelompok/Kumpulan, dan belajar dengan orang dewasa. Terdapat
pelajar yang suka bersendiri, jadi gaya pembelajarannya juga perseorangan
yiaitu dia suka belajar sendiri dan tidak berharap orang lain berdamping dan
ganggunya semasa belajar.
4. Rangsangan Fisiologi
Meliputi Presepsi, Pemakanan, Waktu belajar dan Mobility
5. Rangsangan Psikologi

Rangsangan psikologi merangkumi unsur-unsur analitik atau global,
gerak hati, refleksi dan pemprosesan otak kiri atau otak kanan

Rangsangan Psikologi Analitik atau Global Ialah pelajar yang suka belajar
sesuatu dengan secara teliti

Gerak Hati siswa belajar bergantung
kepadaangin atau moodnya
Reflektif
Gaya pembelajaran bersifat
reflektif merujuk kepada pelajar
yang suka belajar dengan cara

berfikir

Pemrosesan Otak kanan Otak kiri manusia mempunyai kemahiran
dan kirii berfikir dalam bidang logik, analitis, urutan,
bahasa, fakta, matematik dan ingatan, otak
11 kanan manusia pula mempunyai kemahiran
berfikir dalam bidang kreatif, sintesis, warna,
reka bentuk, perasaan, irama, muzik dan
imaginasi

Jenis Aktifis
Pembelajaran Reflektif
Murnford dan
Teoris
Honey Pragmatis

Jenis Gaya
Pembelajaran

Gaya Pembelajaran VAK Jenis Pembelajaran
(Visual, Auditori & Visual
Kinestetik)
Gaya Pembelajaran Auditori

Gaya Pembelajaaran
Kinestetik

Jenis Gaya Pembelajaran Mengikut Murnford dan Honey (1986)

a. Aktifis , mempunyai ciri
 Tidak tergesa-gesa

 Mempunyai perasaan ingin tahu yang tinggi terhadap perkara-

perkara baru di alam sekitar

 Bergerak pantas dan cepat membalas
 Gemar mencari pengalaman baru dengan cuba jaya diri sendiri.
 Penuh semangat, fleksibel dan berfikiran terbuka.
 Mempunyai motivasi intrinsik yang kuat dan sentiasa mengambil

inisiatif untuk menyelesaikan masalah sendiri.
 Mempunyai kemahiran berfikir secara kritis dan kreatif.

b. Reflektif, Mempunyai ciri :
 Suka memikir perkara-perkara dalam alam sekitar diri sendiri.
 Mempunyai kemahiran berfikir secara kirits dan kreatif.serta membuat

refleksi kendiri.

12

 Suka mencari hakikat yang sebenar.
 Sikap berhati-hati, berwaspada dan sentiasa memikirkan pelbagai

pilihan dengan teliti.
 Seseorang pendengar yang baik tetapi lambat bertindak balas.
 Belajar dan membuat kerja secara sistematik.
 Tidak terburu-buru membuat keputusan atau kesimpulan.
c. Teoris, Mempunyai ciri :
 Memiliki fikiran rasional dan logikal.
 Mempunyai sikap berdisiplin serta bersifat objektif.
 Kurang kreatif dan menitikberatkan penggunaan pemprosesan otak

kiri.
 Suka membentuk hipotesis, menguji hipotesis dan membuat

kesimpulan berdasarkan bukti.
 Suka mengesan sebab dan akibat sesuatu perkara yang berlaku.
 Berminat mengkaji fenomena-fenomena yang berlaku dalam alam

sekitar.
d. Pragmatis, Mempunyai CIri

 Bersifat praktikal dan berpijak di bumi nyata.
 Mementingkan bukti dan hakikat yang sebenar sebagai objektif

pembelajaran.
 Percaya perkara yang dapat dilihat daripada mendengar.
 Mengutamakan kegunaan dan penggunaan sesuatu perkara.
 Lebih bersifat ekspresif daripada kreatif.
 Suka membuat perbandingan.

Modalitas Belajar
 VISUAL yaitu belajar dengan cara melihat
 AUDITORIAL yaitu belajar dengan cara mendengar
 KINESTETIK yaitu belajar dengan cara bergerak dan memegang/praktek

Gaya Pembelajaran Visual, Auditori, Kinestetik (VAK)
a. Gaya Pembelajaran Visual, Mempunyai ciri
1. Mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar
13

2. Tidak pandai memilih kata-kata dalam bicara
3. Tidak terganggu dengan keributan
4. Sulit mengingat instruksi/perintah dalam bahasa lisan
5. Pembaca cepat dan tekun
6. Lebih suka baca daripada dibacakan
7. Rapi, teratur, teliti, perencana yang baik
Cara Belajar Tipe Visual
 Belajar dengan gambar, diagram dan peta
 Membuat coretan, simbol, tanda2 penting
 Gunakan video, gambar2 berwarna
 Membuat pengelompokan
b. Gaya Pembelajaran Auditori, Ciri-Ciri :
1. Suka bicara kepada diri sendiri waktu belajar
2. Mudah terganggu oleh keributan waktu belajar
3. Mempunyai kesulitan menulis yang banyak, tetapi hebat dalam

bercerita
4. Dapat mengingat dengan baik apa yang dipelajari dari diskusi daripada

yang dilihat
5. Suka menjelaskan dengan panjang lebar
Cara Belajar Tipe Auditori
 Membaca dengan suara/bercerita
 Menulis ulang yang dipelajari/ringkasan
 Diskusi, berdebat, wawancara
 Mendengar melalui kaset, seminar, lokakarya
c. Gaya Pembelajaran Kinestetik
1. Bicara dengan pelan
2. Banyak bergerak, sulit duduk diam waktu belajar dalam jangka waktu

lama
3. Menghafal dengan berjalan bolak balik
4. Ketika bicara banyak menggunakan isyarat tubuh
5. Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika sedang membaca

14

Cara Belajar Tipe Kinestetik
 Melakukan praktek
 Mengamati demo/contoh konkret
 Drama, permainan, aktifitas lapangan
 Menggunakan model, lego, alat-alat praktek, kerajinan tangan, puzzle
 Menggunakan gerak dalam belajar

15

LEMBAR KERJA SISWA

A. Jawablah dengan singkat pertanyaan dibawah ini.!
1. Apa yang anda ketahui tantang gaya belajar..!
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
2. Sebutkan tipe- tipe gaya belajar yang anda ketahui..!
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
3. Tipe gaya belajar yang seperti apa yang kamu terapkan dalam belajarmu!
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
4. Hal-hal apa sajakah yang berpengaruh terhadap gaya belajar seseorang!
Jelaskan !
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
5. Tipe gaya belajar yang manakah yang paling banyak berhasil! Jelaskan
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………

16

B. Berilah tanda cek (V) pada kolom S (setuju) jika pernyataan sesuai dengan
kondisi Anda dan berilah tanda cek (V) pada kolom TS (tidak setuju) jika
pernyataan tidak sesuai deng an kondisi Anda

NO PERNYATAAN SETUJU TIDAK
SETUJU

Saya merasa senang menerima layanan Bimbingan
1. dan Konseling tentang tipe gaya belajar

Saya merasa belum sepenuhnya mengetahui tipe
2.

gaya belajar saya

Setelah mengikuti layanan BK tentang tipe gaya
3. belajar saya menyadari bahwa tipe gaya belajar

setiap orang itu berbeda beda

Dengan mengetahui tipe gaya belajar saya, saya
4. dapat merencanakan pola belajar yang harus saya

lakukan

Saya merasa puas mendapat materi layanan BK
5. tentang tipe gaya belajar

C. Setelah mendapatkan layanan BK tentang tipe gaya belajar , buatlah rencana
pola belajarmu sesuai dengan tipe gaya belajarmu!

No. Waktu Jenis Kegiatan Keterangan

17

DAFTAR PUSTAKA
Yulita Riantyastini, Suzy Yulia Charlotte, 2006. Bimbingan dan Konseling SMP
untuk kelas IX, Erlangga, Jakarta

18

BAB III

“TIPS BELAJAR EFEKTIF”

Tugas Perkembangan : Mengembangkan penguasaan ilmu, teknologi dan seni
sesuai dengan program kurikulum dan persiapan karir
atau melanjutkan pendidikan tinggi, serta berperan dalam
kehidupan masyarakat yang lebih luas

Rumusan Kompetensi : Peserta didik mampu belajar yang efektif dan efisien

A. URAIAN MATERI
1. Pengertian Belajar Efektif
Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang dilakukan secara
sengaja untuk mendapatkan perubahan yang lebih baik, misalnya : dari tidak
tahu menjadi tahu, dari tidak terampil menjadi terampil, dari belum dapat
melakukan sesuatu menjadi dapat melakukan sesuatu dan lain sebagainya.
Belajar efektif adalahcarabelajar yang teratur, tuntas,
secaraberkesinambungan dan produkti yaknimenghasilkan kepandaian,
pengetahuan, keterampilan, pembentukansikap mental danintelektual yang
baiksertabertanggungjawab.
Tujuan dari belajarefektif ini adalah untuk mencapai hasil belajar yang
memuaskan, jika siswa belajarnya tidak teratur, tidak tuntas, tidak
terusmenerus dan tida sungguh-sungguh baik di sekolah maupun di rumah
maka bias menyebabkan tidak tercapainya sasaran belajar yang diharapkan
dan bahkan sebaliknya.
Belajar dikatakan efektif&efisien apabila hasil yang dicapai/diperoleh
seimbang dengan usaha yang dilakukan. Dalam belajar terdapat unsure
rencana, ketepatan kegunaan,pendekatan dan metode belajar yang digunakan.

19

2. Prinsip Belajar
Landasan utama dalam mencapai keberhasilan belajar adalah kesiapan

mental. Tanpa kesiapan mental, maka tidak akan dapat bertahan terhadap
berbagai kesukaran (kesulitan) yang dihadapi selama belajar.

Setiap peserta didik hendaknya mempunyai minat yang besar terhadap
semua mata diklat yang diterima di sekolah. Suka atau tidak suka semua mata
diklat harus ditempuh. Sikap membenci mata diklat tidak ada manfaatnya,
yang terbaik adalah mengambil sikap positif dengan berusaha menyukai
semua mata diklat yang diajarkan. Karena suka tidak suka mata diklat tersebut
harus ditempuh pada jenjang pendidikan yang mereka ikuti.
3. Hambatan Belajar

Setiap proses pasti ada hambatannya, termasuk dalam belajar. Hambata
muncul dari dalam diri maupun dari luar diri.
1. Hambatan dari dalam diri

a. Kesehatan fisik yang kurang baik mengakibatkan tidak dapat
berkonsentrasi (penglihatan kabur pendengaran yang kurang,
gagap dll )

b. Intelegensi kurang/rendah (kemampuan belajaryang rendah).
c. Kebiasaan buruk (malas, suka menunda –nunda )
d. Persepsi negatif (perasaan pesimis, rendah diri, tertekan, takut dan

cemas).
e. Sikap yang negatif terhadap diri, lingkungan sekolah, keluarga dan

masyarakat.
f. Kelelahan psikologis (kepenatan saraf) sebagai akibat ketegangan

emosi (emosi yang tidak stabil)
2. Hambatan dari luar diri

a. Keadaan lingkungan yang kurang nyaman dan tenang, misal :
gaduh, terlalu panas/dingin, kacau dan kurang tertib.

b. Sarana dan prasarana yang kurang memadai seperti : alat peraga,
pustaka(buku acuan), kertas, alat tulis dll.

20

c. Meja tulis yang kurang bersih dan penuh dengan barang-barang
yang tidak diperlukan.

d. Pengaruh teman yang kurang baik.
e. Keluarga, guru atau orang lain yang kurang memberi dorongan

4. Tips BelajarEfektif
Berikut ini merupakan cara belajar efektif yang dapat diterapkan dalam
kegiatan sehari-hari :
1. Rangkumlah materi inti sehingga menjadi sebuah ringkasan

Dalam semua materi pelajaran, pasti ada materi pokok.Nah, ringkaslah
materi pokok sehingga memudahkan dalam memahami setiap detail
pelajaran.Denganbegitu, anda mampu memegang kuat apa yang
sebenarnya harus dikuasai.
2. Aktif dan kreatif dalam mengikuti pelajaran
Jangan menunggu bapak atau ibu guru mengajukan sebuah pertanyaan
kepada anda.Mulai sekarang, mulailah bertindak aktif ketika sedang dalam
proses car abelaja refektif di kelas. Jangan pasif.Dengan begitu, hal-hal
yang sekiranya benar-benar belum andafaham imempunyai peluang besar
untuk langsung dijelaskan oleh guru anda.
3. BelajarKelompok
Cara belajar efektif yang satu ini juga banyak memberikan manfaat yang
sangat besar bagi anda.Dengan menerapkan belajar bersama , nantinya
akan bis saling sharing dengan teman-teman yang lain mengenai pokok-
pokok materipelajaran yang mungkin sulit dipecahkan atau dipahami.
4. Mengembangkan materi pelajaran yang ada
Carilahsegalahal / pertanyaan yang belum ada dalamsoal-soallatihan, dan
nantiny abisa andatanyakan langsung kepada parabapak/ibu guru
matapelajaran tersebut.Mulaisekarang, kembangkan lahmateri sebanyak
mungkin agar bisalebihmendalamimateripelajaran.

21

5. Disiplin dalam segala hal termasuk belajar
Tanpaa danya sebuah kedisiplinan, sepertinya mustahil untuk mencapai
hasil yang maksimal.Aturlah belajar anda dan jalankanlah apa yang sudah
anda rencanakan dengan disiplin tinggi.

6. Selingi dengan istirahat
Jika mulai merasa jenuh atau bosan belajar terus menerus, adabaiknya
diselingi dengan istirahat.Misalnya setiap belajar 1 jam, istirahatnya
sekitar 10 menit.Kita bisamelakukannya samba lkeluar dulu dari ruang
belajar, ambil minum atau makanan kecil, tapi jangan lupa untuk balik lagi
buat belajar.

7. Atur ruang belajar
Kenyamanan ruang belajar juga biasa membuat suasana belajar kita
menjadi enak.Jangan sampai ruang belajar tersebut berantakan, rapikan
dulu barang-barang yang acak-acakan.Jika sudah rapi akan keliatan lebih
luas dan segar. Ini merupakan bentuk cara belajar efektif yang
mempunyai pengaruh besar.

8. Belajar dengan praktik
Jika belajar hanya dengan membaca (teori) saja, bias menyebabkan jenuh,
coba untuk melakukan apa yang telah dipelajari (praktik). Misalnya
pelajaran IPA,kita biasa belajar sambil mengamati tumbuh-tumbuhan,
hewan atau apapun, denga demikian kita biasa membuat sebuah cara
belajar yang menyenangkan.

9. Memperkaya referensi pendukung
Perpustakaan sekolah sudah tersedia dengan sangat lengkap.Memperkaya
referensi juga bisa melalui internet dengan sangat leluasa.Gunakanlah
teknologi internet secara bijak untuk mendukung belajar anda.

22

LEMBAR KERJA SISWA

A. Berilah tanda centang pada kotak pilihan Anda!
1. Apakah proses pembelajaran ini menarik bagi Anda?
 Sangat menarik
 Menarik
 Kurang menarik
 Tidak menarik

2. Apakah Anda senang dengan proses pembelajaran ini?
 Sangat senang
 Senang
 Kurang senang
 Tidak senang

3. Apakah guru menerangkan materi dengan jelas?
 Sangat jelas
 Jelas
 Kurang jelas
 Tidak jelas

4. Apakah Anda memahami apa yang diterangkan guru?
 Sangat paham
 Paham
 Kurang paham
 Tidak paham

5. Apakah materi pembelajaran ini bermanfaat untuk Anda?
 Sangat bermanfaat
 Bermanfaat
 Kurang bermanfaat
 Tidak bermanfaat

23

B. JAWABLAH PERTANYAAN DI BAWAH INI!
1. Apa yang dimaksud dengan belajar efektif?
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................

2. Sebutkan tips belajar efektif! (3 saja)
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
3. Sebutkan usaha anda untuk meningkatkan hasil belajar agar lebih baik?
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………….
4. Jelaskan masalah yang sering mengganggu dalam belajar anda.
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………................
5. Identifikasikan masalah-masalah yang dapat mengganggu kegiatan belajar

efektif.
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………............
6. Tentukan langkah-langkah untuk melakukan 10 tips kiat belajar efektif dan

smart.
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………….

24

C. Berilah tanda chek ( V ) pada pernyataan yang sesuai
NO PERNYATAAN YA TIDAK
1 Saya senang belajar dengan berkelompok
2 Saya selalu mengulang pelajaran sepulang sekolah
3 Saya belajar berdasarkan mood saja
4 Saya suka belajar dimana saja
5 Saya belajar ketika aka nada ulangan
6 Saya ketika belajar lebih senang sambil mendengarkan
musik
7 Saya selalu bertanya jika tidak jelas pelajaran yang
disampaikan guru
8 Saya selalu mencatat pelajaran yang penting yang sudah
diterangkan
9 Saya senang mengerjakan soal-soal latihan
10 Saya takut jawaban soal-soal banyak yang salah

25

DAFTAR PUSTAKA
Nurbowo Budi & Slamet Windarto, S. Pd . Pengembangan Pengembangan BK
Berbassis Multimedia. Paramitra Publishing, Yogyakarta 2010
http://www.pemimpinremaja.com/index.php/component/Content/article/1latest-
news/196-cara-belajar-efektif-dan-mudah-paham

26

BAB IV
KONSEP DIRI

Tugas Perkembangan : Mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta
dinamis terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi
pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat.

Rumusan Kompetensi : Peserta didik mampu mempraktekkan cara
mengembangkan konsep diri yang positif

A. URAIAN MATERI
1. Pengertian

Konsep diri (self consept) merupakan suatu bagian yang penting dalam
setiap pembicaraan tentang kepribadian manusia. Konsep diri merupakan sifat
yang unik pada manusia, sehingga dapat digunakan untuk membedakan manusia
dari makhluk hidup lainnya

Hurlock (1990:58) memberikan pengertian tentang konsep diri sebagai
gambaran yang dimiliki orang tentang dirinya. Konsep diri ini merupakan
gabungan dari keyakinan yang dimiliki individu tentang mereka sendiri yang
meliputi karakteristik fisik, psikologis, sosial, emosional, aspirasi dan prestasi.

Konsep diri merupakan penentu sikap individu dalam bertingkah laku,
artinya apabila individu cenderung berpikir akan berhasil, maka hal ini merupakan
kekuatan atau dorongan yang akan membuat individu menuju kesuksesan.
Sebaliknya jika individu berpikir akan gagal, maka hal ini sama saja
mempersiapkan kegagalan bagi dirinya.

27

2. Ada 3 dimensi konsep diri, yakni :

a. Pengetahuan tentang diri sendiri

Dalam benak pikiran seseorang telah memiliki data tentang siapa dirinya.
Semakin banyak tahu tentang deskripsi diri akan semakin baik konsep dirinya.
Contoh : “Saya Hartini kelas I SMK, pendiam, mudah tersinggung, pintar, jago
matematika, hemat, setia, kurang pede, taat beribadah”.

Wawasan tentang diri ini semakin lama semakin luas sesuai dengan dinamika
konsep dirinya.

b. Pengharapan terhadap diri.

Disebut juga dengan Diri Ideal, yakni harapan dan kemungkinan dirinya menjadi
apa kelak sesuai dengan idealismenya. “Diri Ideal” setiap orang berbeda-beda, ada
yang mengharap dirinya menjadi pengusaha yang sukses, akuntan yang jujur,
psikolog yang takwa, sebaliknya ada pula orang yang ingin meraih popularitas
dalam bermasyarakat. Contohnya : Politikus yang adil, pengusaha yang
dermawan, dan lain-lain.

c. Penilaian terhadap diri sendiri.

Disadari atau tidak setiap saat kita selalu menilai diri sendiri. Khususnya menilai
setiap tingkah laku kita. Contoh : tingkah laku belajar saya menghasilkan nilai
rapor 5,5 ini berarti gagal. Mengapa bisa terjadi ?

Hasil penilaian, antara harapan yang dibentangkan dengan fakta yang ada di
dalam diri akan menghasilkan “Rasa Harga Diri ”. Semakin lebar
ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan diri sendiri maka “semakin rendah
rasa harga dirinya”. Sebaliknya orang yang hidupnya mendekati standar harapan
hidupnya, menyukai apa yang dikerjakannya maka akan “semakin tinggi rasa
harga dirinya”.

28

Konsep diri bukanlah bawaan lahir, melainkan hasil belajar. Semenjak
manusia mengenal lingkungan hidupnya, sejak itu pula ia belajar banyak hal
tentang kehidupan. Berdasarkan pengalaman hidupnya, seseorang akan
menetapkan konsep dirinya berdasarkan berbagai faktor. Menurut E.B.
Hurlock,seorang psikolog, faktor-faktor itu adalah bentuk tubuh, cacat tubuh,
pakaian, nama dan julukan, inteligensi kecerdasan, taraf aspirasi/ cita-cita, emosi,
jenis/gengsi sekolah, status sosial, ekonomi keluarga, teman-teman, dan
tokoh/orang yang berpengaruh.

Menurut William D.Brooks (dalam Rahkmat, 2005:105) bahwa dalam
menilai dirinya seseorang ada yang menilai positif dan ada yang menilai negatif.
Maksudnya individu tersebut ada yang mempunyai konsep diri yang positif dan
ada yang mempunyai konsep diri yang negatif.

3.Tanda-tanda individu yang memiliki konsep diri yang positif adalah
:
1. Yakin akan kemampuan dalam mengatasi masalah. Orang ini mempunyai
rasa percaya diri sehingga merasa mampu dan yakin untuk mengatasi
masalah yang dihadapi, tidak lari dari masalah, dan percaya bahwa setiap
masalah pasti ada jalan keluarnya.
2. Merasa setara dengan orang lain.Ia selalu merendah diri, tidak sombong,
mencela atau meremehkan siapapun, selalu menghargai orang lain.
3. Menerima pujian tanpa rasa malu.Ia menerima pujian tanpa rasa malu
tanpa menghilangkan rasa merendah diri, jadi meskipun ia menerima
pujian ia tidak membanggakan dirinya apalagi meremehkan orang lain.
4. Menyadari bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan dan
keinginan serta perilaku yang tidak seharusnya disetujui oleh
masyarakat.Ia peka terhadap perasaan orang lain sehingga akan
menghargai perasaan orang lain meskipun kadang tidak di setujui oleh
masyarakat.

29

5. Mampu memperbaiki karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek
kepribadian tidak disenangi dan berusaha mengubahnya.Ia mampu untuk
mengintrospeksi dirinya sendiri sebelum menginstrospeksi orang lain, dan
mampu untuk mengubahnya menjadilebih baik agar diterima di
lingkungannya.

Dasar konsep diri positif adalah penerimaan diri. Kualitas ini lebih mengarah
kekerendahan hati dan kekedermawanan dari pada keangkuhan dan keegoisan.
Orang yang mengenal dirinya dengan baik merupakan orang yang mempunyai
konsep diri yang positif.

4.Tanda-Tanda individu yang memiliki konsep diri negatif adalah :
1. Peka terhadap kritik. Orang ini sangat tidak tahan kritik yang diterimanya

dan mudah marah atau naik pitam, hal ini berarti dilihat dari faktor yang
mempengaruhi dari individu tersebut belum dapat mengendalikan
emosinya, sehingga kritikan dianggap sebagai hal yang salah. Bagi orang
seperti ini koreksi sering dipersepsi sebagai usaha untuk menjatuhkan
harga dirinya. Dalam berkomunikasi orang yang memiliki konsep diri
negatif cenderung menghindari dialog yang terbuka, dan bersikeras
mempertahankan pendapatnya dengan berbagai logika yang keliru.
2. Responsif sekali terhadap pujian.Walaupun ia mungkin berpura-pura
menghindari pujian, ia tidak dapat menyembunyikan antusias menyapa
diwaktu menerima pujian. Buat orang sepertiini, segala macam embel-
embel yang menjunjung harga dirinya menjadi pusat perhatian. Bersamaan
dengan kesenangannya terhadap pujian, mereka pun hiper kritis terhadap
orang lain.
3. Cenderung bersikap hiperkritis. Ia selalu mengeluh, mencela
Atau meremehkan apapun dan siapapun. Mereka tidak pandai dan tidak
sanggup mengungkapkan penghargaan atau pengakuan pada kelebihan
orang lain.
4. Cenderung merasa tidak disenangi oleh orang lain.Ia merasa tidak
diperhatikan, karena itulah ia bereaksi pada orang lain sebagai musuh,

30

sehingga tidak dapa tmelahirkan kehangatan dan keakraban persahabatan,
berarti individu tersebut merasa rendah diri atau bahkan berperilaku yang
tidak disenangi, misalkan membenci, mencela atau bahkan yang
melibatkan fisik yaitu mengajak berkelahi (bermusuhan).
5. Bersikap pesimis terhadap kompetisi. Hal ini terungkap dalam
keengganannya untuk bersaing dengan orang lain dalam membuat prestasi.
Ia akan menganggap tidak akan berdaya melawan persaingan yang
merugikan dirinya..
Untuk mengembangkan konsep diri yang sehat dan positif, kita sebaiknya:

1.Belajar tentang diri sendiri. Pekalah terhadap setiap informasi, umpan balik,
baik yang positif maupun negatif tentang diri kita, baik melalui pengalaman
maupun yang diberikan langsung oleh orang yang berarti penting bagi diri kita
sendiri. Ujilah informasi itu dan jangan cepat termakan olehnya karena siapa tahu
informasi tersebut salah.

2.Mengembangkan kemampuan untuk menemukan unsur-unsur positif yang kita
miliki dan segi-segi negatif yang kita miliki.

3.Menerima dan mengakui diri sebagai manusia biasa dengan segala kelebihan
dan kekurangannya, yang dapat berhasil tetapi bisa juga mengalami kegagalan.
Terimalah diri kita apa adanya dengan terus berusaha utuk memperbaiki,
mengembangkan dan menyempurnakan diri.

4.Memandang diri sebagai manusia yang berharga, yang mempunyai tujuan dan
cita-cita menjadi manusia bermutu dan mampu memberikan sumbangan bagi
kehidupan. Kita berusaha menjadi aktif dan mengarahkan diri menuju ke tujuan
dan sasaran hidup kita. Dengan kegiatan dan usaha kita pada suatu saat kita akan
mampu mencapai apa yang harus dan dapat kita capai. Karena berkat kegiatan
dan usaha itu diri dan kemampuan serta potensi kita berkembang.

31

LEMBAR KERJA SISWA

!

A. Jawablah pertanyaan dibawah ini
1. Hal –hal yang paling saya syukuri atas diri saya adalah

...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................

Alasannya,.............................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................

2. Jika diberi kemampuan untuk melakukan, saya akan mengubah diri saya
khususnya
...............................................................................................................................
..............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................

Alasannya,
...............................................................................................................................
..............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................

3. Seandainya saya menjadi tokoh / bintang, saya ingin menjadi
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................

Alasannya,
.............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................

32

4. Menurut orang lain, saya adalah orang yang
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
Alasannya,

..............................................................................................................................

...............................................................................................................................

...............................................................................................................................
..................................…………….………………………………………………

5. Menurut saya, saya adalah
...................................................................................................…………………
...............................................................................................................................

...............................................................................................................................

...............................................................................................................................

...............................................................................................................................

...............................................................................................................................

6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan konsep diri !
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………….

7. Apa tanda-tanda individu yang mempunyai konsep diri positif
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………….

8. Apa yang dilakukan untuk mengembangkan konsep diri
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………….

9. Sebutkan 3 dimensi konsep diri
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………

10. uliskan hal yang akan kamu ubah sesuai dengan kemampuan diri sendiri.
.…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………

33

DAFTAR PUSTAKA
Kumpulan Lengkap materi Bimbingan dan Konseling, Paramitra Publishing.
http://belajarpsikologi.com/pengertian-konsep-diri/
Mengenal dan Menemukan konsep diri .pkbi-diy.info/?page_id=3558

34

BAB V
PENGEMBANGAN SIKAP BELAJAR SECARA OPTIMAL

Tugas Perkembangan : Mengenal gambaran dan mengembangkan sikap tentang
kehidupan mandiri secara emosional dan ekonomi.

Rumusan Konpetensi : Peserta didik mampu memilih tehnik belajar yang tepat
dan mampu menyebutkan pedoman yang tepat
mempermudah mendalami pelajaran

A. UARAIN MATERI
1. PENGERTIAN

Kalian sebagai siswa atau pelajar, tugas utama kalian adalah belajar.
Untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal, diperlukan teknik belajar yang
baik. Cara belajar pun perlu dilakukan dengan berbagai cara yang sesuai dan
cepat dimengerti oleh kalian.

Teknik belajar adalah cara-cara yang digunakan dalam belajar.
Tidak sebatas itu juga, teknik belajar disini juga dapat diartikan cara kita
menerima ilmu serta cara mengolah ilmu. Jika cara belajar kalian dilandasi
dengan cara belajar yang tepat maka kalian tidak akan memerlukan waktu yang
lama untuk memahami bahan pelajaran. Waktu yang tidak lama dalam
belajar ini otomatis akan dapat menghemat waktu dan tenaga kalian dan
hasilnya akan tercapai secara optimal.

Antara kalian dengan teman yang lain akan mempunyai cara belajar
yang berbeda. Karena cara yang kalian gunakan dalam belajar belum tentu
sesuai dengan orang lain. Ada yang belajar dengan cara mendengar saja sudah
dapat menguasai pelajaran, ada yang harus mendengarkan musik ketika belajar,
tetapi ada juga yang lebih memahami pelajaran dengan belajar di tempat yang
sunyi.

Ada beberapa hal yang perlu dikuasai dalam teknik belajar, yaitu :
1. Teknik mendengar
2. Teknik mencatat
3. Teknik mengamati
4. Teknik menghafal
5. Teknik memahami

35

6. Teknik menyimpulkan
Semua teknik diatas haruslah kalian praktikan dan latih terus menerus,

untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam belajar.

Teknik mendengar haruslah dikuasai dengan baik. Seorang pelajar harus dapat
memfungsikanalat pendengaran sebaik mungkin. Mendengarkan

secara seksama dan penuh perhatian semua uraian dan keterangan bapak ibu
guru kalian yang sedang mengajar. Hal-hal yang diuraikan bapak ibu guru di
depan kelas, biasanya adalah hal-hal yang dinilai penting oleh bapak ibu
guru yang nantinya akan menjadi bahan ulangan atau tes.

Mencatat pelajaran pun juga diperlukan teknik, supaya nanti ketika
kita belajar/mengulangi membaca catatan tidak akan bingung, dan tidak
memahami catatannya sendiri. Dengan catatan, ilmu yang kita dapatkan dari
guru tidak akan hilang begitu saja. Jadi ada dokumen pelajaran yang dapat kita
simpan dan sewaktu-waktu dapat kita buka, kita baca dan pelajari lagi.

2. Catatan dapat kita anggap baik, apabila :
1. Catatan lengkap
2. Bersih
3. Rapi, teratur dan jelas
4. Mudah dibaca oleh kita sendiri dan orang lain.

Konsentrasi saat menerima pelajaran dan saat belajar haruslah
ditimbulkan. Pusatkan pikiran kalian (fokus) pada pelajaran yang kalian terima.
Jauhkanlah pikiran-pikiran lain yang tidak berhubungan dengan pelajaran yang
sedang berlangsung. Ketika konsentrasi sudah dapat kalian kuasai saat
pelajaran, kalian akan dengan mudah memahami suatu pelajaran. Hubungkan
pelajaran yang telah diberikan bapak ibu guru kalian dengan hal-hal di luar
atau di lingkungan sekitar kalian. Amatilah, dan kalian akan lebih mudah
lagi untuk memahami dan menyimpulkan suatu masalah/pelajaran tertentu.

Menghafal materi pelajaran pun diperlukan strategi, agar lebih
mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama.
1. Mempunyai niat dan perhatian penuh pada materi yang akan

dihafalkan
2. Lakukan secara teratur dan terus menerus
3. Gunakan teknik yang sesuai dengan diri kalian. Misalnya, menghafal

melalui membaca dalam hati dengan penuh perhatian, diingat kemudian
dikeluarkan lagi melalui kata-kata. Menghafal dengan teknik lainpun
bisa dilakukan, misalnya dengan cara membaca terlebih dahulu,
kemudian dengan cara menuliskan kembali bahan yang diingat di atas

36

kertas.
4. Aturlah waktu. Jangan terlalu lama waktunya, karena otak

mempunyai keterbatasan untuk bekerja, atau menghafal semalam suntuk
(mendadak) hanya karena akan ada ulangan saja.

Materi yang memerlukan pengertian yang dalam hendaklah
dihafal melalui penglihatan. Bahan itu dipandang dengan seksama, kalimat yang
satu dihubungkan dengan yang lain dalam otak sambil pikiran terus bekerja
untuk menghafal apa yang dilihat itu.

Untuk bahan yang berupa bagan, grafik, peta, gambar demikian pula
rumus-rumus, yang wujudnya ruwet atau apapun yang tidak dinyatakan dengan
perkataan lebih tepat dihafalkan dengan gerak tangan. Sebaiknya hal ini
dilakukan dengan memakai pensil dan kertas sehingga kalau ada kesalahan
dapat diketahui. Dengan proses ini hafalan akan lebih mudah masuk ke dalam
otak karena gerakan-gerakan tangan dapat membantu usaha tersebut.

Bahan pelajaran yang berupa definisi atau pokok-pokok pikiran yang
memerlukan perumusan kata demi kata dengan sangat tepat sebaiknya dibaca
dan dihafal dengan bersuara. Suara yang ditangkap oleh telinga akan
berkumandang dalam pikiran sehingga kelak dapat diucapkan kembali dengan
tepat. Jika setiap pelajaran dapat menggunakan ketiga metode tersebut
menurut kebutuhan dan perlu dilakukan secara kombinasi pasti ia dapat
menghafal setiap mata pelajaran dengan efisien.

Untuk dapat mengulangi pelajaran dengan baik diperlukan cara atau
pedoman yang tepat untuk belajar. Ada beberapa cara/pedoman yang perlu
diperhatikan untuk selanjutnya dipraktikkan dan dibiasakan :
1. Berdoa, memohon kepada Tuhan sebelum dan sesudah belajar agar selalu

diberi ilmu yang bermanfaat didunia dan akherat
2. Disiplin waktu untuk mengulangi pelajaran sesuai dengan jadwal yang

telah ditentukan
3. Bersikap gembira dan optimis bahwa belajar merupakan suatu

kebutuhan pribadi bukan merupakan beban kehidupan

4. Mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan niat yang mantap untuk
menambah ilmu pengetahuan

5. Ulangi pelajaran dengan tekun, bersemangat, penuh konsentrasi dan
bersungguh-sungguh

6. Menggunakan metode belajar yang efisien, metode menghafal yang sesuai
dan mudah menguasai

7. Carilah suasana yang mendukung (tidak terlalu bising)

37

8. Berusaha mengerti dan hafal semua pokok-pokok materi sampai pada
perincian-perinciannya

9. Menjaga kesehatan jasmani dan rohani
10. Membuat ringkasan untuk semua mata pelajaran
11. Mencatat hal-hal yang tidak/kurang mengerti kemudian

menanyakannya kepada yang ahli
12. Berusaha memecahkan/mengerjakan masalah-masalah atau soal-soal yang

ada di buku pelajaran dan selalu berlatih soal-soal
13. Membuat pertanyaan-pertanyaan sendiri dan mencari jawabannya
14. Mengadakan tanya jawab dan berdiskusi dengan teman
15. Memperluas materi pelajaran dengan membaca buku-buku yang ada

hubungannya dengan pelajaran tersebut diperpustakaan
sekolah/perpustakaan umum

38

LEMBER KERJA SISWA

A. JAWABLAH PERTANYAAN DIBAWAH INI

1. Jelaskan pengertian tehnik belajar.
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………

2. Sebutkan tehnik-tehnik belajar.
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………….

3. Sebutkan beberapa hal yang dapat mempermudah dalam memahami
pelajaran.
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………….

4. Jelaskan cara mempermudah untuk belajar.
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………….

5. Jelaskan pedoman yang tepat untuk mempermudah dalam belajar.
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………

39

DAFTAR PUSTAKA
Nurbowo Budi & Slamet Windarto, S. Pd . Pengembangan Pengembangan BK
Berbassis Multimedia. Paramitra Publishing Yogyakarta 2010

40

BAB VI
Tips Menumbuhkan Sifat Optimis Untuk Menghindari Depresi

Tugas Perkembangan : Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup
sebagai pribadi, anggota masyarakat, dan minat manusia

Rumusan Kompetensi : Peserta didik dapat menjelaskan cara menumbuhkan rasa
optimis Dan mampu mempraktekan langkah-langkah
menumbuhkan sikap optimis

A. Uraian Materi
Frustrasi banyak dirasakan orang karena adanya tekanan hidup yang dialami.
Orang yang memiliki beban pekerjaan yang berat akan merasakan stres pekerjaan.
Masalah lain seperti kehilangan orang yang disayangi akibat bencana juga dapat
mendatangkan depresi dan frustrasi. Rasa frustrasi tersebut memungkinkan siapa
saja akan memandang hidup dengan pesimis, tidak bersemangat dan pasrah akan
kehidupannya. Namun, walau Anda memiliki banyak tekanan hidup, sebaiknya
tetaplah berpikir optimis, karena berpikir optimis memiliki manfaat yang baik
bagi kesehatan.

Cobalah untuk memiliki harapan yang baik dalam segala hal, jangan mudah putus
asa dan menyerah begitu saja. settinglah cara berpikir Anda menjadi lebih
menyenangkan. Ketika mengalami kegagalan atau kehilangan dalam hidup
tentunya akan membuat Anda menjadi pesimis, tapi cobalah untuk memandang
kegagalan itu menjadi batu loncatan untuk menuju kesuksesan.

Sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu, para ilmuwan telah melakukan penelitian
dan membuat kesimpulan akan manfaat rasa optimisme bagi kesehatan seseorang.
Dan hasil riset tersebut menunjukkan bahwa orang yang selalu berrasa optimis
ternyata memiliki tubuh yang lebih sehat dan umur yang lebih panjang dibanding

41

orang yang berpikir pesimis akan hidup. Orang yang berrasa optimis akan lebih
mampu mengatasi stres dan kurangnya risiko terkena depresi.

Manfaat optimisme bagi kesehatan:

– memiliki umur yang lebih panjang
– kecil kemungkinan mengalami depresi
– tingkat stres akan lebih kecil.
– memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik
– mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

Jika sedang mengalami masalah dan situasi yang berat, bukan berarti Anda tidak
mampu berpikir positif atau menjadi seorang yang optimis. Cobalah untuk
mengubah rasa pesimis itu menjadi lebih optimis. Tidak sulit untuk
melakukannya, hanya saja butuh sedikit waktu. Berikut adalah beberapa tips
mengubah cara berpikir Anda menjadi lebih optimis:

Segera Alihkan Pikiran Anda. Ketika Anda merasa tidak akan sukses melakukan
sesuatu atau merasa sedang menghadapi hari yang buruk, segeralah singkirkan
pikiran-pikiran itu. Berfokuslah pada hal positif dan alihkan pikiran-pikiran
negatif.

Terapkan Pola Hidup Sehat

Berolahraga tiga kali sehari secara rutin dapat mengurangi depresi dan mampu
mengubah suasana hati Anda menjadi lebih bahagia. Selain itu Anda juga harus
menjada pola makan Anda, karena pola makan dapat mempengaruhi pikiran dan
tubuh Anda.

42

Nikmati Hidup

Nikmatilah hidup yang Anda punya, termasuk dalam hal pekerjaan. Cobalah
untuk mencintai pekerjaan Anda, carilah aspek-aspek yang bisa menyenangkan
Anda.

Bergaul Dengan Orang Optimis

Carilah teman yang selalu berpikir positif, karena mereka akan selalu mendukung
Anda dan memberi saran-saran yang baik ketika Anda sedang menghadapi
masalah.

Pupuk Rasa Humor Dalam Diri Anda

Tersenyum dan tertawalah saat sedang menghadapi masa yang sulit. Carilah
sesuatu yang bisa menghibur dan membuat Anda tertawa. Dengan memiliki rasa
humor yang baik, maka pikiran, emosi dan perilaku Anda juga akan menjadi lebih
positif.

B. Cara Menumbuhkan Optimisme Dalam Diri
Optimisme adalah hal terbaik yang dapat anda berikan kepada diri anda, untuk
member diri anda dukungan dan semangat untuk jangka panjang.
Para dokter dan psikiater kini sependapat bawa rasa lelah berasal dari pikiran,
bukanlah dari masalah jasmani. Perasaan bosan, mudah marah, kesal, frustasi,
merasa dikejar-kejar, ketegangan dan kekhawatiran, semuanya merupakan emosi
yang membuat anda merasa kehabisan energy.
Obat kuat, tidur seharian, tidak akan menolong kehidupan anda,. Untuk
mendapatkan energy, anda harus membentuk Optimisme. Disini ada beberapa hal
yang anda bisa lakukan untuk menumbuhkan rasa optimisme dalam diri anda :
1. Lebih banyak senyum
Para ilmuwan menemukan bahwa senyum dengan sungguh-sungguh akan
mengurangi ketegangan wajah dan menimbulkan perubahan susunan kimia ringan
dalam jasmani anda.

43


Click to View FlipBook Version