The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kurniamarniyati, 2023-09-03 08:58:55

Best Practice

Best Practice

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SENTRA SENI MARNIYATI KURNIA, S.Pd TK Nasional KPS Balikpapan Di susun Oleh BEST PRACTICE


DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan BAB II PROSEDUR KERJA BAB V KESIMPULAN BAB IV RENCANA TINDAK LANJUT BAB III HASIL DAN PERMASALAHAN ............................................................. 3 ...................................................... 3 ..................................................................... 5 ........................................................ 6 ...................................... 10 ......................................... 14 ............................................................... 15


BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum terbaru yang dibuat pada tahun 2022 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Kemendikburistek). Kurikulum Merdeka berupaya menciptakan kelas yang menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran yang bisa disebut pembelajaran paradigma baru (Sufyadi et al., 2021). Mempelajari paradigma baru dengan hasil pembelajaran terapan yang lebih sederhana, komprehensif dan terapan pembelajaran yang berbeda (Berdiferensiasi) dan pengajaran pada tingkat yang tepat (Theacing At The Right Level). Menurut Schöllhorn (2000) pembelajaran diferensiasi adalah model pembelajaran motorik yang dicangkokkan pada pentingnya variabilitas gerakan dan berakar pada teori sistem dinamis gerakan manusia. Dari beberapa penelitian menyebutkan pembelajaran diferensiasi diadopsi secara luas konteks pembelajaran motoric (Beckmann dan Schöllhorn, 2006; Wagner dan Muller, 2008; Reynoso, Solana, Vaillo dan Hernandez, 2013). Baru-baru ini Gray (2020) juga melaporkan pembelajaran berdiferensiasi bertujuan untuk mendorong pengorganisasian mandiri (self- organizing). Pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan filsafat gagasan pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, bahwa pendidikan (opvoeding) memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat alam yang dimiliki anak sehingga anak-anak dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan tertinggi sebagai pribadi. Pembelajaran berdiferensiasi mengedepankan konsep bahwa setiap individu memiliki minat, potensi dan bakat yang berbeda, untuk itu peran guru harus mampu mengkordinasikan dan mengkolaborasikan perbedaan tersebut dengan strategi yang tepat. Di TK Nasional KPS Balikpapan menggunakan model pembelajaran Beyond Center and Circle Time (BCCT) atau yang dikenal juga dengan pembelajaran sentra. Pendekatan Sentra dan Lingkaran adalah pendekatan penyelenggaraan PAUD berfokus pada anak yang dalam proses pembelajarannya berpusat di sentra main dan saat anak dalam lingkaran dengan menggunakan 4 jenis pijakan (scaffolding) untuk mendukung perkembangan anak yaitu (1) pijakan lingkungan main; (2) pijakan sebelum main; (3) pijakan selama main; dan (4) pijakan setelah main. Salah satu sentra yang ada di TK Nasional KPS yaitu sentra seni. Sentra seni memiliki fokus memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan berbagai keterampilannya., terutama keterampilan tangan dengan menggunakan berbagai bahan dan alat, seperti: melipat, menggunting, mewarnai, membuat prakarya, melukis dan masih banyak lagi. Di sentra ini, anak bermain sambil belajar mengasah rasa keindahan, membangun kemandirian, kerja sama, tanggung jawab, bersosialisasi, melatih koordinasi mata, tangan, kaki dan pikiran.


Penulisan Best Practice ini, diharapkan dapat membantu pembaca dan penulis pada khususnya untuk bisa dijadikan acuan dalam memunculkan ide anak untuk lebih kreatif lagi. Apa lagi saat ini pembelajaran berdiferensiasi memang sepatutnya perlu dilakukan terutama pada kurikulum merdeka. Sehingga dengan adanya penulisan ini dapat dijadikan sebagai sharing pengalaman penggunaan pembelajaran berdiferensiasi Di taman kanak-kanak. Maka penulis berpendapat bahwa pembelajaran berdiferensiasi di sentra seni di Tk Nasional KPS berpengaruh pada kreativitas anak, dan gaya belajar anak, oleh karena itu penulis tertarik membahas tentang “Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi di Sentra Seni” di TK Nasional KPS. Peran penulis dalam praktik ini tentunya sebegai seorang guru yang memiliki tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevalusi (menuntun). Tentunya dalam menjalankan tugas pada pembelajaran ini penulis gunakan pendekatan/strategi pembelajaran berdiferensiasi. Pada pembelajaran di kelas penulis menerapkan diferensasi proses, konten, dan produk. Pada kegiatan diferensiasi konten penulis menyiapkan media yang berbasis video untuk memfasilitasi anak visual dan audiotori. Untuk siswa kinestetik, guru menyiapkan media konkret. Tentunya dengan adanya perbedaan karakteristik siswa di kelas guru harus berperan sebagai motivator dan fasilitator yang mampu memaksimalkan potensi yang ada pada diri setiap anak. Dalam melaksanakan kegiatan ini ada beberapa masalah yang dihadapi baik dari penyiapan sampai pada pelaksanaan kegiatan praktik pembelajaran antara lain: 1. Sebelum melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi guru harus menyiapkan beberapa media yang berbeda dalam satu pembelajaran yang tentunya cukup memakan waktu untuk menyiapkannya. 2. Guru harus bisa mendesain kegiatan pembelajaran yang bervariasi di kelasnya. Disesuaikan dengan gaya belajar anak yang ada di kelas. Sehingga diharapkan anak memiliki pembelajaran yang bermakna dan memaksimalkan potensi yang dimilikinya. 3. Membuat alat evaluasi yang beragam anak yang berada pada tingkat High, Middle, dan Low. 4. Keterbatasan waktu pembelajaran yang mengakibatkan minimnya kesempatan anak didik melakukan praktik diskusi dan aktivitas keterampilan lainnya.


1.2 Tujuan Memperkenalkan Best Practice yang telah penulis implementasikan di TK Nasional KPS. Membantu semua anak didik dalam kegiatan pembelajaran agar guru bisa meningkatkan kesadaran terhadap kemampuan anak didik, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai oleh seluruh anak didik. Meningkatkan motivasi dan hasil belajar anak yang sesuai dengan bakat minat anak. Menjalin hubungan yang harmonis antara guru dan anak didik karena pembelajaran berdiferensiasi meningkatkan relasi yang kuat antar guru dan anak didik. Membantu anak didik menjadi anak yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, berkebinekaan global. Meningkatakan rasa lugu (puas) pada guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Merefleksikan dan melakukan tindak lanjut pada kegiatan pembelajaran berdiferensiasi yang sudah di lakukan. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.


Menentukan topik Menentukan Tujuan Pembelajaran yang akan dipakai Menentukan ide main sesuai topik yang di ambil (kegiatan anak) Menyiapkan alat dan bahan yang akan di pakai untuk kegiatan pembelajaran Membuat modul ajar (RPP) Jenis Kegiatan : Pembelajaran Berdiferensiasi Tujuan yang diharapkan dari kegiatan Ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran diferensiasi di sentra seni TK Nasional KPS Alat Dan Bahan yang di gunakan : kertas origami, gunting, lem, cetakan lingkaran, hvs, spidol/krayon, solatif, stik es krim. Metode yang di gunakan metode pembelajaran berdiferensiasi Melakukan Pemetaan Tujuan Pembelajaran (TP) Merumuskan Tujuan Kegiatan Menentukan Model Pembelajaran Menyusun Modul ajar / RPP Rangkaian kegiatan pembelajaran berdiferensiasi terdiri dari persiapan, pelaksanaan, hasil kegiatan. Tahapan pelaksanaan sebagai berikut : 1. Persiapan kegiatan meliputi : 2. Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan pembelajaran berdiferensiasi meliputi : Berdasarkan Pemetaan TP yang ada di TK elemen yang di gunakan ada 3 yaitu elemen Nilai Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, Dasar-dasar Literasi dan STEAM Terampil menggunakan tangan kiri dan tangan kanan dalam kegiatan menggambar, kreasi membuat wayang, membuat bagian-bagian tubuh (mata), mencetak jari tangan Model Pembelajaran yang di gunakan adalah model pembelajaran metode sentra BAB II PROSEDUR KERJA


Nilai Agama dan Budi Pekerti Jati Diri Dasar-dasar Literasi dan STEAM Kertas origami Kertas HVS Crayon/ spidol Lem Solatif Gunting stik es krim RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN Nama Sekolah : TK Nasional KPS Kelompok / Usia : TK B / 5 - 6 tahun Semester/Putaran : I /2 Topik/ sub topik : Aku/ Tubuhku (Bagian tubuh,panca indera, anggota gerak, organ dalam) Hari/Tanggal : Selasa - Selasa / 1– 8 Agustus 2023 Alokasi waktu : 900 Menit/ 180 menit Sentra : Sentra Seni A. Tujuan pembelajaran dan tujuan kegiatan TP : Mengenal dan menyebutkan Tuhan melalui ciptaanNya TK : Melalui kegiatan seni anak dapat menyebutkan ciptaan Tuhan TP : Mengenal dan menggunakan anggota tubuh, fungsi gerak dan gerakannya untuk pengembangan motorik kasar dan motorik halus untuk mengeksplorasi dan memanipulasi berbagai objek dan lingkungan sekitar sebagai bentuk pengembangan diri TK :Terampil menggunakan tangan kiri dan tangan kanan dalam kegiatan menggambar, berkreasi membuat bagian-bagian tubuh, menggunting, menempel kertas origami membuat wayang orang dari bentuk geometri, mencetak jari tangan TP : Membangun percakapan dengan teman/ guru TK : Dapat melakukan percakapan/tanya jawab dengan teman dan guru B. Metode : Menyanyi, Praktek langsung, Diskusi, Tanya jawab C. Alat dan bahan Sumber ide cerita : langsung mengamati diri sendiri dan temannya, melihat video Media : Laptop, internet, video tentang identitas diri Alat dan bahan:


Pijakan Lingkungan Main Guru mendesain lingkungan main sesuai topik yang dipilih anak Lingkungan main disesuaikan dengan densitas dan kualitas main anak Anak observasi tempat yang konkret tentang topik hari ini Anak duduk dalam lingkaran (circle time ) Apersepsi ( bertanya pembelajaran tentang topik hari ini) Menonton video tentang topik hari ini Diskusi tentang apa yang diamati dalam video Membuat peta konsep tentang topik/sub topik Mendiskusikan aturan, harapan dan rangkaian waktu main. Bermain sesuai dengan ide dan minatnya Kegiatan menggambar aku Kegiatan menggunting , menempel kertas origami membuat wayang orang Kegiatan mencetak jari tanganku Berkreasi membuat bagian-bagian tubuh Guru bergerak bebas di antara anak mengamati,mencatat, dan menjaga kapan “masuk” dan “keluar” dalam interaksi main anak sesuai kebutuhan main dan anak saat itu. Memberi dukungan yang dibutuhkan anak , mengamati kegiatan yang dilakukan anak-anak. Mendukung anak untuk mengikuti urutan kerja. Menjaga dan membantu anak konsisten dengan urutan kerja dan berusaha untuk mendukung keberhasilan anak dalam interaksi mainnya baik saat main sendiri maupun saat main dengan anak lainnya D. Kegiatan Pagi (30 Menit) E. Kegiatan Sentra (90 Menit) 1. 2. Pijakan Sebelum Main 3. Pijakan saat bermain Ide main : 1. 2. 3. 4. Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Upacara Pendidikan karakter Gerak dan Lagu Pendidikan karakter Gerak dan lagu Pendidikan Karakter Gerak dan lagu Pendidikan karakter Gerak dan Lagu Religius Day


Guru merefleksi perasaan anak setelah bermain: Kegiatan apa yang paling kamu sukai hari ini? Karya apa yang paling kamu sukai? Apakah kamu mengalami kesulitan saat berkarya? Apa yang kamu rasakan saat harus berbagi ide dengan temanmu saat Bagaimana perasaanmu jika ada yang merusak karyamu? Guru mengajak anak-anak untuk duduk bersama untuk recalling. Anak menceritakan kembali pengalaman mainnnya selama bermain di sentra seni. Mengajak anak lain untuk mendengarkan dengan perhatian pada saat Bagaimana bentuk,permainan yang ada di kelas? Apa saja yang kamu butuhkan saat membuat karya? Guru menunjukkan karya yang ingin dibahas Anak-anak memberikan komentar. Guru menghargai apapun yang sudah dilakukan oleh anak. Semua yang dilakukan oleh anak di apresiasi. Guru memberikan pujian berupa senyuman, tepuk tangan, tanda acungan jempol, dan sebagainya. Cuci Tangan, doa makan, makan bersama Do’a sebelum pulang Apa yang disukai anak-anak? Mengapa? Kegiatan bermain apa yang kurang diminati anak ? Mengapa? Kemampuan apa saja yang muncul pada anak? Alat atau bahan apa saja yang perlu saya tambahkan? Apakah proses pembelajaran membuat partisipasi yang tinggi pada anak anak? Kegiatan apa yang bisa dilakukan sebagai kelanjutan dari kegiatan main hari ini? Tantangan apa yang dialami guru dalam merencanakan pembelajaran hari ini? Tantangan apa yang dialami guru untuk memfasilitasi pembelajaran hari ini? 4. Pijakan setelah bermain Refleksi anak. bermain di sentra persiapan huruf? temannya bercerita dan sabar menunggu giliran. Guru menguatkan konsep yang telah dimainkan anak selama bermain. Memberikan pujian atas perilaku positif yang telah dilakukan anak 5. Penutup (30 menit) F. Refleksi Guru Guru memikirkan pembelajaran yang telah dilakukannya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Mengetahui, Balikpapan , Agustus 2023 Kepala TK Nasional KPS Guru Sentra Seni Laksmi, S.Pd, Marniyati Kurnia, S.Pd


Pada pembahasan ini, manfaat yang dapat di ambil yaitu, guru jadi lebih paham tentang peroses kegiatan pembelajaran berdiferensiasi, anak dapat mengembangkan ide dan imajinasinya menjadi lebih kreatif, imajinatif dan inovatif. Melalui pembelajaran berdiferensiasi, setiap anak difasilitasi untuk mengembangkan potensi terbaiknya, dapat memberi keleluasaan pada anak untuk meningkatkan potensi dirinya sesuai dengan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar anak tersebut. Wahyuni (2022), pembelajaran berdiferensiasi dilakukan menggunakan tiga strategi meliputi diferensiasi konten, proses, dan produk. Diferensiasi konten adalah apa yang diajarkan kepada anak didik (Yani et al., 2023). Konten dapat dibedakan sebagai tanggapan terhadap kesiapan, minat, dan profil belajar murid maupun kombinasi dari ketiganya. Diferensiasi konten yang dilakukan penulis yaitu menyiapkan berbagai sumber belajar untuk peserta didik yang meliputi buku bacaan, video, powerpoint, gambar, Diferensiasi proses yaitu proses yang mengacu pada bagaimana siswa akan memahami apa yang mereka kerjakan, seperti proses kegiatan menggambar, menggunting, dan berkreasi membuat wayang, serta membuat bagian-bagian tubuh (mata). Diferensiasi produk yakni hasil pekerjaan anak (hasil karya). Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, sehingga guru dituntut untuk mengajar sesuai dengan karakteristik siswa yang dihadapinya, perlu disadari bahwa tidak semua anak mempunyai gaya belajar yang sama. Pada praktik dikelas penulis mendapatkan berbagai macam gaya belajar yang dimiliki siswa yaitu visual, auditori, dan kinestetik Tabel 1. Kebutuhan Belajar Anak Sesuai Minat BAB III HASIL DAN PERMASALAHAN Minat Murid Menggambar Aku Menggunting, Menempel membuat wayang Berkreasi membuat bagian-bagian tubuh Mencetak telapak tangan Nama Anak Arleya Kanya Kenzi Raka Dimas Clairin Gada Rendra Raylin Mario Produk Dapat menggambar orang Dapat menempel bentuk-bentuk geometri menjadi satu kesatuan (tubuh) Dapat menggunting bentuk lingkaran membuat mata Dapat mencetak telapak tangan dan jari Proses Saat anak mulai menggoreskan crayon atau spidol untuk menggambar Saat anak mulai menggunting, menempel menjadi sebuah bentuk wayang Saat anak mulai mencetak lingkaran, menggunting dan berkreasi membuat bagian-bagian tubuh Saat anak mulai mencetak telapak tangan


Tabel 2. Kebutuhan Belajar Berdasarkan Gaya Belajar Minat Murid Visual Auditory Kinestesis Nama Anak Raylin Arleya Mario Kanya Dimas Kenzi Clairin Gada Rendra Raka Produk Dapat menggambar orang dan dapat mencetak jari tangan Dapat menggambar dam menempel bentuk-bentuk geometri menjadi bentuk wayang orang Dapat mengguting bentukbentuk geometri menjadi bentuk bagian-bagian tubuh, dapat meggambar Gambar 1.Aktivitas anak berkreasi membuat bagian-bagian Tubuh Gambar 2. Aktivitas anak membuat wayang dari bentuk-bentuk geometri


Gambar 3. Aktivitas anak mencetak jari tangan Gambar 4. Aktivitas anak menggambar


Dari pengamatan terhadap 10 anak kelompok A1, informasi disajikan dalam bentuk deskriptif di bawah ini : Tujuan Pembelajaran yang sudah muncul pada anak No Nama Anak Tujuan Pembelajaran Mengenal dan menyebutkan Tuhan melalui ciptaanNya Mengenal dan menggunakan anggota tubuh, fungsi gerak ddan gerakannya untuk pengembangan motorik kasar dan motorik halus untuk mengeksplorasi dan memanipulasi berbagai objek dan lingkungan sekitar sebagai bentuk pengembangan diri Membangun percakapan dengan teman/ guru 1 Arleya Muncul Pada saat kegiatan apersepsi Muncul Pada saat pijakan main Muncul Pada saat recalling 2 Kanya Muncul Pada saat kegiatan apersepsi Muncul pada saat pijakan main Muncul Pada saat pijakan main dan recalling 3 Raylin Belum muncul Muncul Pada saat pijakan main Muncul Pada saat recoling 4 Clairin Muncul Pada saat kegiatan apersepsi Muncul pada saat pijakan main Muncul Pada saat pijakan main dan recoling 5 Dimas Muncul Pada saat kegiatan apersepsi Muncul pada saat pijakan main Pada saat recalling 6 Kenzi Belum muncul Muncul Pada saat pijakan main Muncul pada saat recalling 7 Gada Belum muncul Muncul Pada saat pijakan main Muncul Pada saat recalling 8 Mario Muncul Pada saat kegiatan apersepsi Muncul Pada saat pijakan main Muncul Pada saat kegiatan main dan recalling 9 Raka Muncul Pada saat kegiatan apersepsi Muncul pada saat pijakan main Muncul Pada saat pijakan main dan recalling 10 Rendra Muncul Pada saat kegiatan apersepsi Muncul Pada saat pijakan main Muncul Pada saat pijakan main dan recalling


BAB IV RENCANA TINDAK LANJUT Dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi , terlihat anak lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Hasil belajar yang diharapkan dapat tercapai karena sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki anak. Hasilnya efektif, dilihat dari keaktifan dan antusias anak didik dalam mengikuti pembelajaram, serta ditunjukkan dari hasil karya yang telah dihasilkan anak. Rencana tindak lanjut dalam penerapan berdiferensiasi di sentra seni ini, penulis akan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi yang lebih menyenangkan, menggembirakan serta lebih berinovasi dan kreatif lagi dalam memilih kegiatan anak. Berdasarkan hal hal tersebut di atas, beberapa rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan setelah : 1. Membagikan pengalaman selama melaksanakan aksi kepada teman sejawat di sekolah yang mungkin dapat menginspirasi dalam mengajar dan agar memperoleh kritik serta masukan yang membangun. 2. Melakukan refleksi pembelajaran berkelanjutan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pembelajaran yang telah dilaksanakan. 3. Mencari referensi tentang model-model pembelajaran lain yang relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik siswa dan perkembangan zaman. 4. Mengembangkan pembelajaran berdiferensiasi yang terintegrasi dengan kurikulum merdeka 6. Konsisten dalam melakukan pembelajaran berdiferensiasi 7. Mencoba hal-hal lain yang mungkin dapat meningkatkan motivasi belajar anak didik Respon terkait penggunaan strategi pembelajaran berdiferensiasi sangat baik. Khususnya rekan sejawat guru, kepala sekolah, teman-teman semua sangat antusias untuk menerapkannya di sentra masing-masing. Demikian rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan kedepannya. Pelaksanaan rencana program tersebut tentunya akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di sekolah. Koordinasi dan kolabarosi bersama teman sejawat dan kepala sekolah juga diperlukan agar semua rencana program tindak lanjut dapat dilaksanakan dengan baik.


BAB V KESIMPULAN Dari Pembahasan di atas dapat di simpulkan berdasarkan dari kebutuhan belajar anak sesuai minat , 3 anak memilih kegiatan menggambar, berkreasi membuat bagian-bagian tubuh, dan 2 anak memilih kegiatan mencetak jari tangan dan berkreasi membuat wayang dari bentuk-bentuk geometri. Untuk kegiatan mencetak jari tangan dan berkreasi membentuk wayang lebih sedikit peminatnya dari kegiatan menggambar dan berkreasi membuat bagianbagian tubuh. Dilihat dari gaya belajar anak dikelompok A1 lebih banyak yang kinestetik di banding auditori dan visual. Pada Tujuan Pembelajaran dalam mengenal dan menyebutkan Tuhan melalui ciptaan Nya dari 10 anak yang belum muncul ada 3 anak, dan 7 anak sudah muncul dalam kegiatan apersepsi, dalam Tujuan Pembelajaran mengenal dan mengguakan fungsi tubuh anggota gerak dan membangun percakapan dengan teman rata-rata anak sudah muncul saat pijakan main berlangsung. Pembelajaran berdiferensiasi adalah cara atau upaya yang dilakukan guru untuk memenuhi kebutuhan dan harapan murid. Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap anak. Dengan menggunakan pembelajaran diperensiasi di TK Nasional KPS khususnya di sentra seni, anak didik merasa lebih senang, happy, karena mereka dapat mengembangkan kreatifitas dan imajinasinya lebih relevan dan efektif.


Click to View FlipBook Version