The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by agungkimiacokro1bna, 2021-08-18 05:41:54

modul ikatan kimia

modul ikatan kimia

MODUL
IKATAN KIMIA

DI SUSUN OLEH: X
NURUL BADRIYAH, S.Pd
Page 1
SMK COKROAMINOTO WANADADI

JL. HOS COKROAMINOTO NO 2 WANADADI

BANJARNEGARA

Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Kata Pengantar

Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena modul
kimia kelas X semester satu materi ikatan kimia jurusan teknologi dan rekayasa ini telah selesai
disusun. Buku ini disusun agar dapat membantu para siswa dalam mempelajari konsep-konsep kimia
beserta mempermudah mempelajari materi kimia kelas X semester 1 terutama pada masa pandemic,
karena siswa dituntut untuk bisa belajar mandiri.
Penulis pun menyadari jika didalam penyusunan buku ini mempunyai kekurangan, namun penulis
meyakini sepenuhnya bahwa sekecil apapun buku ini tetap akan memberikan sebuah manfaat bagi
pembaca.
Akhir kata untuk penyempurnaan buku ini, maka kritik dan saran dari pembaca sangatlah berguna
untuk penulis kedepannya.

Banjarnegara, Oktober 2020
Penulis

Nurul Badriyah, S.Pd

Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 2

Daftar Isi

Halaman Judul……………………………………………………………………………………………………………………………. 1
Kata pengantar………………………………………………………………………………………………………………………….. 2
Daftar isi……………………………………………………………………………………………………………………………………. 3
Daftar gambar…………………………………………………………………………………………………………………………… 4
Daftar table………………………………………………………………………………………………………………………………. 5
Pendahuluan ……………………………………………………………………………………………………………………………. 6

Identitas………………………………………………………………………………………………………………………… 6
Kompetensi dasar…………………………………………………………………………………………………………. 6
Indicator pencapaian kompetensi…………………………………………………………………………………. 6
Tujuan pembelajaran……………………………………………………………………………………………………. 6
Peta konsep……………………………………………………………………………………………………………………………… 7
Bagian isi………………………………………………………………………………………………………………………………….. 8
Kecenderungan unsur mencapai kestabilan………………………………………………………………….. 8
Struktur lewis……………………………………………………………………………………………………………….. 11
Ikatan ion…………………………………………………………………………………………………………………….. 12
Ikatan kovalen……………………………………………………………………………………………………………… 13
Sifat senyawa ion…………………………………………………………………………………………………………. 15
Sifat senyawa kovalen………………………………………………………………………………………………….. 15
Ikatan logam………………………………………………………………………………………………………………… 16
Sifat senyawa logam……………………………………………………………………………………………………. 17
Soal postes……………………………………………………………………………………………………………………………… 18
Kunci jawaban………………………………………………………………………………………………………………………… 22
Rangkuman……………………………………………………………………………………………………………………………. 23
Daftar pustaka……………………………………………………………………………………………………………………….. 24

Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 3

Daftar Gambar

Gambar 1.1 kapal udara…………………………………………………………………………………………………………… 8
Gambar 1.2 pembentukan ion positif………………………………………………………………………………………. 10
Gambar 1.3 pembentukan ion negative…………………………………………………………………………………… 11
Gambar 1.4 proses pembentukan ikatan ion…………………………………………………………………………… 13
Gambar 1.5 proses pembentukan ikatan kovalen tunggal………………………………………………………. 13
Gambar 1.6 proses pembentukan ikatan kovalen rangkap dua………………………………………………. 14
Gambar 1.7 proses pembentukan ikatan kovalen rangkap tiga………………………………………………. 14
Gambar 1.8 ikatan kovalen koordinasi……………………………………………………………………………………. 16

Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 4

Daftar Tabel

Table 1.1 konfigurasi electron gas mulia……………………………………………………………………………………… 9

Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 5

PENDAHULUAN

INDENTITAS : KIMIA
Nama Mata Pelajaran : X / 1 (GANJIL) / 4 JP
Kelas / Semester / Alokasi Waktu : IKATAN KIMIA
Judul Modul

KOMPETENSI DASAR
3.3. Menganalisis proses pementukan ikatan ion, ikatan kovalen dan ikatan logam serta interaksi

antar partikel (atom, ion, molekul) materi dan hubungannya dengan sifat fisik materi

4.3 Menganalisis proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen dan ikatan logam yang terjadi pada
beberapa senyawa dalam kehidupan sehari-hari

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
3.3.1 Menjelaskan konsep ikatan kimia berdasarkan electron valensi dan konsep kestabilan unsur

(teori duplet dan octet)
3.3.2 Menganalisis proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen da ikatan kolam
4.3.1 Menganalisis proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen yang terjadi pada beberapa

senyawa dalam kehidupan sehari-hari

TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui model pembelajaran discovery learning peserta didik dapat Menjelaskan konsep ikatan
kimia berdasarkan electron valensi dan konsep kestabilan unsur (teori duplet dan octet) serta
menganalisis proses pembentukan ikatan ion dan ikatan kovalen serta ikatan logam pada beberapa
senyawa dalam kehidupan sehari-hari dengan benar dan memiliki sikap disiplin, komunikatif, serta
menghargai pendapat teman dalam berdiskusi.

Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 6

Peta Konsep

Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 7

BAGIAN ISI

Kecenderungan Unsur untuk mencapai kestabilan

Gambar 1.1 kapal udara
Gambar 1.1 adalah gambar kapal udara yang diisi dengan gas hidrogen. Pernahkah kalian mendengar
mengenai peristiwa kapal udara yang terbakar? Dari sebuah artikel pada
(https://id.wikipedia.org/wiki/Musibah_Hindenburg), Pada tanggal 6 Mei 1937 pukul 19.25, kapal
udara Zeppelin Jerman Hindenburg musnah terbakar dalam tempo beberapa menit saja ketika
sedang mencoba untuk berlabuh dengan tiang pengikat di Stasiun Angkatan Udara Lakehurst di New
Jersey, Amerika Serikat. Dalam kejadian yang terkenal itu, dari keseluruhan 97 penumpang yang
menaiki Hindenburg, sebanyak 36 jiwa tewas. Dari peristiwa tersebut mengapa kapal udara dengan
gas hidrogen terjadi peristiwa kebakaran? Gas hidrogen merupakan unsur yang tidak stabil dan
mudah bereaksi atau mudah terbakar, sehingga gas hidrogen bisa diganti dengan ga helium yang
lebih stabil. Mengapa demikian. Nah pada modul kalian akan di belajar mengenail kestabilan atom-
atom yang ada di alam.

Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 8

Konfigurasi electron gas mulia

a. Teori Lewis

Bila kita mencermati berbagai unsur dalam kehidupan sehari-hari, kita akan menemukan

perbedaan kereaktifan diantara unsur –unsur tersebut. Besi tergolong unsur yang cukup

reaktif, sedangkan emas bersifat stabil (tidak reakstif). Namun yang paling tidak reaktif

adalah unsur-unsur gas mulia, yaitu: helium, neon, argon, krypton, xenon, dan radon.

Itulah sebabnya gas helium digunakan dalam balon udara. Sehingga muncul pertanyaan,

mengapa gas mulia tergolong stabil? Sedangkan unsur yang lain tidak?

G.N. Lewis dan W. Kossel mengkaitkan kestabilan gas mulia dengan konfigurasi

elektronnya sebagai berikut:

 Gas mulia bersifat stabil karena memiliki konfigusari electron penuh, yaitu octet

(mempunyai 8 elektron pada kulit terluar), kecuali helium dengan konfigurasi duplet

(dua electron pada kulit terluar). (lihat table 1.1)

 Unsur-unsur lain dapat mencapai konfigurasi electron octet atau duplet dengan

membentuk ikatan kimia.

Tabel 1.1 Konfigurasi electron gas mulia

Unsur NA K L MN O P

Helium 2 2

Neon 10 2 8

Argon 18 2 8 8

Krypton 36 2 8 18 8

Xenon 54 2 8 18 18 8

Radon 86 2 8 18 32 18 8

Kecenderungan unsur-unsur menjadikan konfigurasi elektronnya sama seperti

gas mulia terdekat dikenal dengan aturan octet.

Gambar 1.4 perubahan atom fluorin menjadi ion fluoride dan perubahan atom

natrium menjadi ion natrium (sumber: buku kimia SMK

Erlangga)

Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 9

b. Pembentukan ion positif
Ion positif dapat terbentuk karena suatu atom melepaskan electron terluar yang dimilikinya
sehingga atom tersebut mencapai keadaan stabil seperti gas mulia. Atom yang cenderung
mudah melepas electron valensinya adalah atom logam yang memiliki electron valensi rendah
(electron valensi 1, 2, atau 3). Electron valensi sesuai dengan golongan unsur dalam system
periodic, yaitu golongan I A memiliki electron valensi 1, golongan IIA memiliki elekron valensi 2
dan unsur golongan IIIA memiliki electron valensi 3. Jumlah ion positif yang terbentuk sama
dengan jumlah electron valensi yang dilapaskan .
Contoh:

Gambar 1.2 pembentukan ion positif
Unsur golongan IA melepaskan 1 elektron
Na dengan nomor atom 11 memiliki konfigusasi electron 2 8 1 atau 1S2 2S2 2P6 3S1
c. Pembentukan ion negative
Ion negative terbentuk karena suatu atom menangkap electron dari atom lain sehingga atom
tersebut mencapai keadaan stabil seperti gas mulia. Atom yang cenderung menangkap electron
adalah atom non logam dengan electron valensi tinggi (electron valensi 4, 6, dan 7). Atom
dengan electron valensi 4 cenderung menggunakan pasangan electron bersama untuk
mencapai kestabilan.

Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 10

Contoh:

Gambar 1.3 pembentukan ion negatif
Unsur golongan VII A memiliki electron valensi 7, sehingga cenderung menangkap 1 elektron.
Fluorin memiliki nomor atom 9 sehingga konfigurasi elektronnya adalah 2 7 atau 1S2 2S2
2P5
d. Struktur Lewis
Pembentukan ikatan kimia menyangkut pada perubahan konfigurasi electron, khususnya pada
kulit valensi. Oleh karena itu, untuk penyederhanaan, atom-atom cukup digambarkan electron
valensinya. Lambang atom yang disertai electron valensi disebut lambang lewis. Contoh
lambang atau rumus lewis unsur berikut:
1) Unsur Be memiliki nomor atom 4 dengan konfigurasi electron 2 2 atau 1S2 2S2, oleh

karena itu Be memiliki 2 elektron valensi, sehingga rumus lewisnya:

2) Neon memiliki nomor atom 10 dengan konfigurasi electron 2 8 atau 1S2 2S2 2P6,
sehingga memiliki electron valensi 8, dengan lambing lewis sebagai berikut:

3) Fluorin memiiki nomor atom 9, dengan konfigurasi electron 2 7 atau 1S2 2S2 2P5,
Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi Page 11

sehingga memiliki electron valensi 7, dengan lambing lewis sebagai barikut:

Ikatan Ion

Sebelum kita mengenal lebih jauh mengenai ikatan ion, silahkan bisa lihat tayangan video pada link
berikut: https://www.youtube.com/watch?v=iRP7bEZBTNs

Pada ikatan ionik, terjadi transfer elektron dari satu atom ke atom lainnya. Oleh karena berpindahnya
elektron, maka atom yang mendapatkan elektron menjadi bermuatan negatif, sedangkan atom yang
kehilangan elektron akan bermuatan positif. Jika atom ketambahan elektron, maka atom tersebut
menjadi ion negatif atau dikenal dengan istilah anion. Sedangkan jika atom kehilangan elektron, maka
atom tersebut menjadi ion positif atau kation. Karena adanya perbedaan muatan antar ion (ion positif
dan ion negatif), maka ion positif dan negatif akan saling tarik menarik oleh gaya elektrostatik.
Kejadian inilah yang merupakan dasar dari ikatan ionik
Contoh:
Pembentukan ikatan ion pada senyawa NaF
Atom Na dengan nomor atom 11 dan Fluorin dengan nomor atom 9, sehingga Na memiliki electron
valensi 1 dan F memiliki electron valensi 7

Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 12

Gambar 1.4 proses pembentukan ikatan ion

Ikatan Kovalen
Proses pembentukan ikatan kovalen tunggal
Ikatan kovalen terjadi karena pemakaian bersama pasangan elektron oleh atom-atom yang berikatan.
Pasangan elektron yang dipakai bersama disebut pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan
elektron valensi yang tidak terlibat dalam pembentukan ikatan kovalen disebut pasangan elektron
bebas (PEB). Ikatan kovalen umumnya terjadi antara atom-atom unsur nonlogam, bisa sejenis
(contoh: H2, N2, O2, Cl2, F2, Br2, I2) dan berbeda jenis (contoh: H2O, CO2, dan lain-lain). Senyawa
yang hanya mengandung ikatan kovalen disebut senyawa kovalen. Berdasarkan lambang titik Lewis
dapat dibuat struktur Lewis atau rumus Lewis. Struktur Lewis adalah penggambaran ikatan kovalen
yang menggunakan lambang titik Lewis di mana PEI dinyatakan dengan satu garis atau sepasang titik
yang diletakkan di antara kedua atom dan PEB dinyatakan dengan titik-titik pada masing-masing
atom.

Gambar 1.5 proses pembentukan ikatan kovalen tunggal
Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 13

Proses pembentukan ikatan kovalen rangkap 2
Ikatan kovalen yang melibatkan dua pasang electron bersama disebut ikatan kovalen rangkap 2.
Ikatan kovalen ini dapat digambarkan dengan dua garis. Contohnya pada molekul 02, oksigen dengan
nomor atom 8, mempunyai konfigurasi electron 2 6, dengan electron valensi 6. Perhatikan
pembentukan ikatan pada O2 berikut:

Gambar 1.6 proses pembentukan ikatan O2

Proses pembentukan ikatan kovalen rangkap 3
Ikatan kovalen yang melibatkan tiga pasang electron bersama disebut ikatan kovalen rangkap 3.
Ikatan ini digambarkan dengan garis tiga. Contohnya pada senyawa N2, nitrogen dengan nomor atom
7, memiliki electron terakhir 5. Pehatikan gambar pembentukan ikatan pada senyaa N2 berikut:

Gambar 1.7 proses pembentukan ikatan N2
Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 14

Sifat senyawa ion
Beberapa sifat senyawa ion, antara lain:

1. Memiliki Titik Didih dan Titik Leleh yang Tinggi
Ion positif dan negatif dalam kristal senyawa ion tidak bebas bergerak karena terikat oleh gaya
elektrostatik yang kuat. Diperlukan suhu yang tinggi agar ion-ion memperoleh energi kinetik
yang cukup untuk mengatasi gaya elektrostatik.

2. Keras Tetapi Rapuh
Bersifat keras karena ion-ion positif dan negatif terkait kuat ke segala arah oleh gaya
elektrostatik. Bersifat rapuh dikarenakan lapisan-lapisan dapat bergeser jika dikenakan gaya
luar. Ion sejenis dapat berada satu di atas yang lainnya, sehingga timbul tolak-menolak yang
sangat kuat yang menyebabkan terjadinya pemisahan.

3. Berupa Padatan pada Suhu Ruang
4. Larut Dalam Pelarut Air, Tetapi Umumnya Tidak Larut Dalam Pelarut Organik
5. Tidak Menghantarkan Listrik Dalam Fasa Padat, Tetapi Menghantarkan Listrik Pada Fasa Cair

Zat dikatakan dapat menghantarkan listrik apabila terdapat ion-ion yang dapat bergerak bebas
membawa muatan listrik.

Sifat senyawa kovalen
Beberapa sifat fisis senyawa kovalen, antara lain:

1. Berupa Gas, Cairan atau Padatan Lunak Pada Suhu Ruang
Dalam senyawa kovalen, molekul-molekulnya terikat oleh gaya antarmolekul yang lemah
sehingga molekul-molekul tersebut dapat bergerak relatif bebas.

2. Bersifat Lunak Dan Tidak Rapuh
3. Mempunyai Titik Leleh dan Titik Didih Yang Rendah
4. Umumnya Tidak Larut Dalam Air, Tetapi larut Dalam Pelarut Organik
5. Pada Umumnya Tidak Menghantarkan Listrik
Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 15

Senyawa Kovalen tidak memiliki ion atau elektron yang dapat bergerak bebas untuk membawa
muatan listrik, sehingga pada umumnya tidak menghantarkan listrik. Kecuali beberapa senyawa
kovalen polar yang larut dalam air, karena dapat terhidrolisis membentuk ion-ion.

Ikatan kovalen koordinasi
Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan yang terbentuk dari pemakaian pasangan elektron bersama
yang berasal dari salah satu atom yang memiliki pasangan elektron bebas. Contoh senyawa yang
memiliki ikatan kovalen koordinasi adalah HNO3, NH4Cl, SO3, dan H2SO4.

Ciri dari ikatan kovalen koordinasi adalah pasangan elektron bebas dari salah satu atom yang dipakai
secara bersama-sama seperti pada contoh senyawa HNO3 berikut ini. Tanda panah ( --->)
menunjukkan pemakaian elektron dari atom N yang digunakan secara bersama oleh atom N dan O.

Gambar 1.8 ikatan kovalen koordinasi

Jadi, senyawa HNO3 memiliki satu ikatan kovalen koordinasi dan dua ikatan kovalen

Ikatan logam
Ikatan logam merupakan ikatan kimia antara atom-atom logam, bukan merupakan ikatan ion maupun
ikatan kovalen. Dalam suatu logam terdapat atom-atom sesamanya yang berikatan satu sama lain
sehingga suatu logam akan bersifat kuat, keras, dan dapat ditempa.

Elektron-elektron valensi dari atom-atom logam bergerak dengan cepat (membentuk lautan elektron)
mengelilingi inti atom (neutron dan proton). Ikatan yang terbentuk sangat kuat sehingga
menyebabkan ikatan antaratom logam sukar dilepaskan.

Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 16

Unsur-unsur logam pada umumnya merupakan zat padat pada suhu kamar dan kebanyakan logam
adalah penghantar listrik yang baik. Anda dapat menguji sifat logam suatu benda dengan cara
mengalirkan arus listrik kepada benda tersebut.

Sifat senyawa logam
Beberapa sifat fisis logam, antara lain:

1. Berupa Padatan Pada Suhu Ruang
Atom-atom logam tergabung oleh ikatan logam yang sangat kuat membentuk struktur kristal
yang rapat, sehingga tidak memiliki kebebasan untuk bergerak. Pada umumnya logam pada
suhu kamar berwujud padat, kecuali raksa (Hg) berwujud cair.

2. Bersifat Keras, Tetapi Lentur / Tidak Mudah Patah Jika Ditempa
Adanya elektron-elektron bebas menyebabkan logam bersifat lentur. Hal ini dikarenakan
elektron-elektron bebas akan berpindah mengikuti ion-ion positif yang bergeser sewaktu
dikenakan gaya luar.

3. Mempunya Titik Leleh dan Titik Didih Yang Tinggi
Diperlukan energi dalam jumlah besar untuk memutuskan ikatan logam yang sangat kuat
antar atom-atom logam.

4. Penghantar Listrik yang Baik
Adanya elektron-elektron bebas yang dapat membawa muatan listrik, menyebabkan logam
menghantarkan listrik jika diberi suatu beda potensial.

5. Mempunyai Permukaan Yang Mengkilap
6. Memberi Efek Foto Listrik dan Efek Termionik
Kedua efek tersebut merupakan suatu peristiwa lepasnya elektron dari logam apabila elektron bebas
pada ikatan logam memperoleh energi yang cukup dari luar. Jika energi yang datang berasal dari
berkas cahata maka disebut efek foto listrik, tetapi jika dari pemanasan maka disebut efek termionik.

Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 17

Soal Post tes

Kerjaka soal di bawah ini dengan baik dan benar!
1. Perhatikan data berikut:

1) 11Na
2) 8O
3) 10Ne
4) 20Ca
5) 18Ar

Dari data di atas manakah unsur yang stabil….
A. 1 dan 3
B. 2 dan 4
C. 3 dan 5
D. 2 dan 5
E. 1 dan 5
2. Helium dengan nomor atom 2 digunakan sebagai pengisi balon udara, salah satu alasannya
adalah karena helium bersifat stabil. Unsur helium tersebut stabil karena….
A. Memiliki electron valensi 2
B. Memiliki electron valensi 3
C. Memiliki electron valensi 4
D. Memiliki susunan octet
E. Bersifat ringan
3. Kalsium menurapakan unsur logam golongan alkali tanah yang memiliki nomor atom 20. Agar
tercapai kestabilan seperti gas mulia, maka unsur tersebut….
A. Melepas 1 elektron menjadi ion Ca+
B. Melepas 2 elektron menjadi ion Ca2+
C. Melepaskan 3 elektron menjadi ion Ca2+

Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 18

D. Menangkap 1 elektron menjadi ion Ca-
E. Menangkap 2 elektron menjadi ion Ca2-

4. Perhatikan data berikut:
1. 8O
2. 9F
3. 12Mg
4. 14Si
5. 16S

Dari data di atas unsur yang memiliki kecenderungan menangkap 2 elektron agar memperoleh
konfigurasi electron stabil adalah ….
A. 1 dan 3
B. 2 dan 5
C. 3 dan 5
D. 2 dan 4
E. 1 dan 5

5. Perhatikan data berikut:

NNo Atom /unsur Nomor atom

1 Boron 5

2 Aluminium 13

Dari data di atas bandinngkan kedua unsur tersebut, kedua unsur tersebut memiliki cara untuk

mencapai keadaan yang stabil dengan….

A. Sama-sama menangkap 2 elektron membentuk ion negatif

B. Sama-sama menangkap 1 elektron membentuk ion negatif

C. Sama-sama melepas 3 elektron membentuk ion positif

D. Sama-sama melepas 2 elektron membentuk ion positif

E. Sama-sama melepas 1 elektron membentuk ion positif

Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 19

6. Suatu jenis ikatan dapat ditentukan berdasarkan konfigurasi electron yaitu dari electron valensi
unsur-unsur yang berikatan. Apabila unsur Litium dengan nomoratom 3 dan klorin dengan nomor
atom 17 berikatan, maka ikatan yang terbentuk adalah….
A. Ikatan ion
B. Ikatan kovalen polar
C. Ikatan kovalen rangkap 2
D. Ikatan logam
E. Ikatan kovalen koordinasi

7. Unsur A, B, C, dan D berturut-turut mempunyai nomor atom 6, 11, 17, dan 18. Ikatan kovalen
terbentuk antara pasangan atom dari unsur ….
A. A dan B
B. A dan C
C. B dan C
D. B dan D
E. C dan D

8. Diketahui nomor atom unsur X dan Y berturut-turut adalah 4 dan 17. Rumus senyawa yang
tebentuk dan jenis ikatan yang terjadi adalah….
A. XY dan kovalen
B. X2Y dan kovalen
C. XY2 dan kovalen
D. X2Y dan ionik
E. XY2 dan ionic

9. Metana adalah salah satu bahan bakar yang penting dalam pembangkitan listrik, dengan cara
membakarnya dalam gas turbin atau pemanas uap. Jika dibandingkan dengan bahan bakar fosil
lainnya, pembakaran metana menghasilkan gas karbon dioksida yang lebih sedikit untuk setiap
satuan panas yang dihasilkan, metana terbentuk dari ikatan antara atom C yang memiliki nomor
atom 6 dan atom H yang memiliki nomor atom1, jenis ikatan dan rumus kimia yang terbentuk
adalah.….
A. CH2 , ikatan ion

Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 20

B. CH2, ikatan kovalen
C. CH2, ikatan logam
D. CH4, ikatan kovalen
E. CH4, ikatan logam
10. Asam klorida (HCl) merupakan senyawa kimia yang biasa dimanfaatkan dalam dunia industry,
selain itu, asam klorida juga biasa dimanfaatkan untuk membersihkan karat atau kerak pada
logam, asam klorida juga dimanfaatkan dalam pembuatan gelatin. Apabila atom atom H memiliki
nomor atom 1 dan klorin (Cl) memiliki nomor atom 17, maka jenis ikatan yang terbentuk
adalah….

A. Ikatan ion
B. Ikatan kovalen
C. Ikatan kovalen rangkap 2
D. Ikatan kovalen koordinasi
E. Ikatan logam

Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 21

Kunci Jawaban

1. C
2. A
3. B
4. E
5. C
6. A
7. B
8. E
9. D
10. B

Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 22

Rangkuman

 Menurut Lewis dan kosel, kestabilan gas mulia berkaitan dengan konfigurasi
elektronnya, yaitu konfigurasi octet (duplet untuk helium).

 Unsur-unsur di luar gas mulia dapat mencapai keadaan yang stabil dengan
membentuk ikatan kimia

 Unsur-unsur dengan electron valensi kecil mencapai kestabilan dengan
membentuk ion positif

 Unsur –unsur dengan electron valensi besar atau tinggi mencapai kestabilan
dengan membentuk ion negatif

 Lambang lewis adalah lambang atom yang disertai dengan electron valensinya
 Ikatan ion adalah ikatan antara unsur logam dengan no logam
 Ikatan kovalen adalah ikatan antara unsur non logam dengan non logam
 Ikatan kovalen terdiri dari ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, rangkap tiga dan

ikatan kovalen koordinasi

Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 23

DAFTAR PUSTAKA

Purba, Michael. Kimia SMK kelas X. 2010. Jakarta. Erlangga

Purba, Michael. Kimia Untuk SMK Kelas XI. 1994. Jakarta.Erlangga

Siti naqiyah dan Suswanto DP. Kimia SMK.2018. Jakarta:Erlangga

https://m.facebook.com/sainskanghasan/photos/a.675258969342415/676155662586
079/?type=3

https://www.google.com/search?source=univ&tbm=isch&q=gambar+ikatan+struktur+
lewis+antara+Na+dan+Cl&safe=strict&sa=X&ved=2ahUKEwicq5XrnITsAhWHYisKHfYcD
CsQjJkEegQIChAB&biw=1093&bih=486#imgrc=JGFmeHuwVTZtnM

https://www.google.com/search?source=univ&tbm=isch&q=gambar+lewis+periode+2
+dan+3&safe=strict&sa=X&ved=2ahUKEwiGlciVnITsAhVWH7cAHW23AVQQjJkEegQICh
AB&biw=1093&bih=486

https://id.wikipedia.org/wiki/Musibah_Hindenburg

https://www.google.com/search?q=gambar+kapal+udara+yang+diisi+gas+hidrogen&o
q=gambar+kapal+&aqs=chrome.0.69i59l3j69i57j0l4.6144j0j15&sourceid=chrome&ie=
UTF-8

https://www.google.com/search?q=gambar+garam+dapur&oq=gambar+garam+dapur
&aqs=chrome.0.69i59j0l4.5263j0j15&sourceid=chrome&ie=UTF-8

Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 24

https://www.google.com/search?q=PETA+KONSEP+IKATAN+KIMIA&tbm=isch&ved=2a
hUKEwiiidC-qIPsAhWAkEsFHcVIAo8Q2-
cCegQIABAA&oq=PETA+KONSEP+IKATAN+KIMIA&gs_lcp=CgNpbWcQAzICCAAyBAgAEB
4yBAgAEB4yBggAEAUQHjIGCAAQCBAeMgYIABAIEB46BQgAELEDOggIABCxAxCDAToECC
MQJ1DfgVxY69NcYNvhXGgAcAB4AIAB6AGIAYcZkgEGMC4yMS4zmAEAoAEBqgELZ3dzL
Xdpei1pbWfAAQE&sclient=img&ei=fl1tX6JSgKGu2g_FkYn4CA&bih=486&biw=1093&sa
fe=strict#imgrc=suF_PuygEVMxLM

https://www.google.com/search?q=PETA+KONSEP+IKATAN+KIMIA+SMK&tbm=isch&v
ed=2ahUKEwjNkOWp2MDsAhX-6jgGHbcgC3IQ2-
cCegQIABAA&oq=PETA+KONSEP+IKATAN+KIMIA+SMK&gs_lcp=CgNpbWcQAzoCCAA6B
AgAEB46BggAEAUQHjoGCAAQCBAeUN0rWJs0YO86aABwAHgAgAGgAogBjAWSAQUwLj
MuMZgBAKABAaoBC2d3cy13aXotaW1nwAEB&sclient=img&ei=74qNX43dD_7V4-
EPt8GskAc&bih=481&biw=1093&safe=strict#imgrc=Tk-r2gwWJlrO2M
https://www.youtube.com/watch?v=iRP7bEZBTNs

Modul kimia kelas x ikatan kimia SMK Cokroaminoto Wanadadi

Page 25


Click to View FlipBook Version