KOMIK MINI SEBUAH STRATEGI DALAM MEWUJUDKAN PEMIKIRAN KHD - ‘PENDIDIKAN YANG BERPIHAK PADA MURID’ CGP ANGKATAN 8 KABUPATEN WONOSOBO Nurwanto, S.Pd.
Iya pak, saya bingung besok mengajar anakanak dengan cara apa? Saya belum paham bu, susah!! Tidak lama kemudian datanglah Pak Nurwanto FILOSOFI KHD Bagaimana anak-anak, apakah kalian sudah paham? Saya merasa sudah maksimal dalam menjelaskan materi ke anak, tapi mengapa anak-anak susah untuk memahami materi. Bagaimana cara agar anak paham? Saya tidak bisa Assalamualaikum. Bu Vita kelihatannya lagi bingung?
Saya belum paham bu, susah!! Begini pak, ternyata di kelas IV itu ada siswa yang pintar dan ada sebagian yang lambat dalam belajarnya, padahal saya merasa sudah maksimal. Apa yang menyebabkan ibu bingung begitu? Selain itu, ada juga anak yang terlalu aktif di kelas, sehingga ia selalu berbicara dan bergerak kesana kemari Ooo...begitu Kalau begitu, Bu Vita masih ingat dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara? Hmmm...yang mana ya pak?
Saya belum paham bu, susah!! Tolong jelaskan Pak Nur, saya belum paham. Baik Bu Vita. Kita sebagai guru hanya bisa menuntun anak. Anak sudah memiliki kodratnya masing-masing. Muridmurid ibarat padi dan kita sebagai petani, Guru hanya menuntun berarti guru hanya mengarahkan anak sesuai bakat dan minatnya, begitu Pak Nur? Betul sekali Bu Umi. Guru ibarat petani, murid sebagai benihnya, yang harus dirawat, dipupuk, dan disirami agar mereka tumbuh menjadi padi yang berkualitas. Berikan berbagai media pembelajaran, beri mereka kebebasan dalam belajar, agar tercipta merdeka belajar. Apa itu merdeka belajar pak?
Saya belum paham bu, susah!! Oh ya pak Nur, saya ingat sesuai dengan semboyan " Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani" Merdeka belajar adalah salah satu pemikiran Ki Hajar Dewantara yang memberikan kebebasan guru dan murid untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan tetap mempertahankan kaidah budaya Bu Vita. Benar Pak Nur Betul Bu, ketiga asas itu mengamanatkan kita menjadi teladan, memberikan semangat dan dorongan kepada murid Kita harus menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid. Mewujudkan suasana kelas yang aman, nyaman, menyenangkan, dan mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan berkolaborasi. Bagaimana kita dalam menerapkan di dalam kelas Pak Nur?
Web Blog juga bisa ya pak? Apa saja tantangannya Pak Nur? Selain itu apalagi Pak Nur? Wah keren pak, saya paham sekarang. Tapi pak, dalam menerapkan pemikiran Ki Hajar Dewantara tersebut pasti ada tantangannya kan? Kita bisa memanfaatkan teknologi informasi sebagai pendukung pembelajaran agar sesuai dengan kodrat zaman seperti game, kuis, video, dan animasi. Iya, bisa juga bu Tentu saja ada bu Pastilah dalam menerapkan pemikiran Ki Hajar Dewantara masih ada beberapa tantangan, antara lain: Kurangnya kompetensi guru, faktor dari murid itu sendiri, serta minimnya fasilitas pendukung kita dalam mengembangkan pembelajaran yang berkualitas.
Saya belum paham bu, susah!! Lalu bagaimana pak solusinya ? Kita sebagai guru harus bisa secara dan mandiri terus mengupdate kompetensi kita agar sesuai dengan perkembangan zaman, belajar dari berbagai sumber mengenai pembelajaran yang inovatif, serta berkolaborasi dengan rekan sejawat dan memaksimalkan sarana prasarana yang ada. Wah, terimakasih banyak Pak Nur sudah banyak berbagi pengalaman dan penerapan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara. Sekarang saya semakin mantap dalam merancang pembelajaran di kelas saya. Sama - sama bu, Bu Umi. Semangat ya Saya sudah siap sekarang untuk memfasilitasi murid-murid untuk merdeka belajar. Menuju Profil Pelajar Pancasila
Sekian dan Terima kasih