KKisuaphuS-ekmupuutdan
E-book story
Pada suatu hari, di
kisahkan didalam
hutan yang sangat
lebat, didalamnya
tinggal bermacam-
macam binatang, ada
semut, ada gajah,
harimau, burung,
kupu-kupu dan
sebagainya.
Satu malam datanglah
badai yang sangat
dahsyat, badai yang
membuat seluruh
penghuni hutan itu
menjadi panik. Semua
para binatang berlarian
ketakutan dan berusaha
berlindung dari badai
yang dahsyat itu.
Keesokan harinya
matahari muncul
dengan sangat cerah,
setelah semalam
diporak porandakan
oleh badai. Terdengar
suara kicauan-
kicauan burung yang
merdu. Akan tetapi
banyak sekali
pepohonan yang
tumbang dan terlihat
berantakan akibat
badai semalam.
Di salah satu dahan
pohon yang tumbang
tersebut menempel satu
kepompong. Ia tampak
sedih karena saat
semalam badai datang,
ia tidak bisa lari untuk
berlindung.
Tak lama kemudian keluar seekor semut
yang muncul dari balik tanah. Semut yang
mempunyai sifat sombong dan angkuh
seakan tidak perduli melihat keadaan
kepompong.
Dengan sombongnya si semut berkata
"Hey, kau kepompong. Coba kau lihat aku,
aku bisa berlindung dari serangan badai
semalam. Aku tidak seperti kau
kepompong, lihat tubuh mu yang hampir
rusak dan basah kuyup akibat badai,
ha..ha...ha.... " ucap si semut dengan
sombongnya.
Tak hanya sombong dihadapan
kepompong saja, ternyata si semut
pun menyombongkan dirinya kepada
binatang lain didalam hutan yang
sedang bersedih karena kerusakan
badai semalam.
Sampai ke esokan harinya, saat si semut berjalan-
jalan, si semut tidak sadar kalau dia telah menginjak
lumpur hidup. Tak lama semut pun terjebak dan
hampir terhisap oleh lumpur itu.
Toolooonggg...
toloooooongggg... aku
terjebak dilumpur ini... tolong
lah aku," teriak si semut.
Tak lama muncul lah seekor
kupu-kupu terbang diatas si
semut.
"Hey, kau kupu-kupu. tolong
lah aku," pinta si semut.
Kenapa aku harus menolong mu semut,
bukankah kau itu hebat bisa selamat dari
apapun," jawab kupu-kupu.
"aku masih ingat perkataan mu semut,
dengan sombongnya kau menghina dan
tertawa diatas penderitaan ku kemarin.
Apakah kau masih ingat aku semut? aku
kepompong yang kau tertawakan disaat aku
sedang sedih karena badai kemarin," lanjut
kata sikupu-kupu.
Si semut mendengar itu merasa malu sekali
atas kesombongannya dan atas sikapnya
yang mentertawakan binatang lain yang
sedang kesusahan.
"Maafkan aku kupu-kupu, memang
kemarin aku telah salah kepada mu. Tapi
jika kau jika kau mau menolongku, aku
sangat berhutang budi kepada mu. Dan jika
kau tidak mau menolong ku, aku tidak akan
menyalahkan mu, biar lah aku mati
bersama kesombongan ku terhisap oleh
lumpur ini," kata si semut.
Kupu-kupu yang melihat kejaKduipaun-kupu yang melihat kejadian itu
metelinhtsauedtsaajnagtikdeaskultietagna melihat semut yang
itu tentu saja tidak tega bertaruh nyawa
semut yang sedang kesulitdaenngan lumpur. Dan akhirnya si kupu-
bertaruh nyawa dengan lumpkuupru. menolong si semut keluar dari
lumpur itu.
Dan akhirnya si kupu-kupu
menolong si semut keluar dari
lumpur itu.
Si semut pun berjanji tidak akan
Smi esenmghuitnpaudnabnemrjeanntjei rtitdaawkaakkaann
binmaetnagnhgi-nbaindaatnanmgednitdearltaamwahkuatnan
binatyaanngg-bseindaatnagngkedsiudsaalahmanh. utan
yang sedang kesusahan.