Piutang Negara merupakan
hal yang relatif baru, karena
sebelumnya Margono lebih
dikenal sebagai orang yang
berkecimpung di bidang
lelang.
Menurut Margono,
di tahun 2020 Direktorat
kehidupannya, Kepala Seksi Piutang PNKNL menorehkan capaian yang luar
Negara I B ini mengaku bahwa pandemi
ini memberikan tantangan dan inspirasi biasa. Direktorat PNKNL bisa menyelesaikan
baru dalam bekerja. Salah satunya pegawai
diharuskanuntukmeng-updatekemampuan beberapa regulasi setingkat PMK. Di
dalam menggunakan aplikasi daring. Selain
itu, pandemi ini juga memungkinkan bidang Piutang Negara, Direktorat PNKNL
instansi untuk melaksanakan rapat,
sosialisasi, rakertas, workshop dengan berhasil menggulirkan terbitnya PMK 163/
cara online. Bagi Margono secara pribadi,
tantangan terbesar yang dihadapi adalah PMK.06/2020 tentang Pengelolaan Piutang
ketika dirinya diharuskan naik kendaraan
umum kurang lebih 4 jam (pulang-pergi) Negara pada Kementerian Negara/Lembaga,
setiap hari mengingat dirinya berdomisili
di Bogor. Bendahara Umum Negara dan Pengurusan
Margono, yang pernah bertugas di Sederhana pada Panitia Urusan Piutang
Direktorat Lelang pada tahun 2014 hingga
2019, berpandangan bahwa Direktorat Negara. PMK ini menurutnya merupakan
PNKNL merupakan direktorat yang menarik
karena bidang tugasnya beragam dan milestone di bidang Piutang Negara.
hampir tidak memiliki hubungan antara
satu tusi dengan lainnya. Hal tersebut Margono melanjutkan bahwa sepanjang
membuatnya belajar banyak hal yang
berbeda. Apalagi diakuinya tugas dan fungsi tahun 2019 - 2020 ada setidaknya 6
regulasi di bidang Piutang Negara yang
telah berhasil diselesaikan, 3 diantaranya
adalah PMK Nomor 163/PMK.06/2020
tentang Pengelolaan Piutang Negara Pada
Kementerian Negara/Lembaga, Bendahara
Umum Negara dan Pengurusan Sederhana
oleh Panitia Urusan Piutang Negara, Surat
Edaran Dirjen KN Nomor SE-01/KN/2020
tentang Percepatan Pengurusan Piutang
Negara, dan Perdirjen KN Nomor 07/
DIREKTORAT PIUTANG NEGARA DAN KEKAYAAN NEGARA LAIN-LAIN 51
KN/2020 tentang Panduan Pemberian piutang negara, Margono menjelaskan
Layanan Pengurusan Piutang Negara Pada bahwa secara garis besar setidaknya ada 6 hal
KPKNL Dalam Status Bencana Nasional yang diatur dalam PMK tersebut. Pertama,
Nonalam Penyebaran Corona Virus Disease mengatur rincian tugas dan kewenangan
2019 (Covid-19). Selanjutnya sesuai arahan K/L dan PPA BUN dalam mengelola
pimpinan, masih ada beberapa regulasi Piutang Negara, sehingga K/L dan BUN
lain terkait Piutang Negara yang harus lebih aktif dalam melakukan pengelolaan
diselesaikan di tahun 2021, diantaranya: Piutang Negara dan mengoptimalkan
upaya penyelesaian piutangnya sebelum
a. PMK tentang Crash Program diserahkan/diurus PUPN/DJKN. Kedua,
Penyelesaian Piutang Negara; memperbaiki tata kelola Piutang Negara
dan menurunkan jumlah piutang macet
b. Revisi PMK Penghapusan Piutang secara signifikan dengan cara memperjelas
LPEI; dan memperluas upaya-upaya penagihan
sebelum penyerahan ke PUPN termasuk
c. PMK tentang Juru Sita; upaya optimalisasi. Ketiga, memperkuat
d. Perdirjen tentang Tata Cara proses pengurusan Piutang Negara oleh
Rekonsiliasi dan Pemutakhiran Data PN PUPN dengan mengatur norma tentang
pada K/L dan BUN; Pengurusan Sederhana. Keempat, mengatur
e. Perdirjen tentang Pemeriksaan tata cara penyelesaian Piutang Negara yang
dan Penelitian Lapangan Dalam Rangka tidak dapat diserahkan pengurusannya
Pengurusan Piutang Negara; kepada PUPN. Kelima, mengatur kembali
f. Perdirjen tentang Prosedur Kerja level of playing field antara PUPN dan K/L,
dan Bentuk Surat Yang Digunakan Dalam misalnya dengan mengatur Piutang Negara
Penelitian dan Penyampaian Penetapan sampai dengan Rp8 juta atau yang dokumen
Penghapusan Piutang Negara/Daerah Yang sumber tidak lengkap akan diselesaikan
Tidak Diserahkan Pengurusannya Kepada sendiri oleh K/L tanpa perlu melakukan
PUPN; penyerahan ke PUPN. Keenam, merintis
g. PMK sebagai pengganti PMK 240/ pementukan database Piutang Negara
PMK.06/2016 tentang Pengurusan Piutang secara nasional yang terintegrasi dalam
Negara; sistem elektronik dengan cara mewajibkan
Ketika lebih spesifik ditanya terkait PMK
163 tahun 2020 yang merupakan salah satu
regulasi yang cukup revolusioner di bidang
52 JEJAK LANGKAH
kegiatan rekonsiliasi dan pemutakhiran kesejahteraan masyarakat.
data piutang oleh semua Kementerian/ Di akhir wawancara, Margono berharap
Lembaga dan PPA BUN kepada DJKN.
Dengan adanya PMK 163 tahun 2020, target agar Direktorat PNKNL semakin solid
yang diharapkan akan tercapai adalah dan mewujudkan kesanggupan untuk
terciptanya database Piutang Negara mengeksekusi tugas-tugas yang diberikan
yang akurat dan handal yang terintegrasi oleh pimpinan. “Saya berharap PNKNL
secara elektronik. Selain itu diharapkan semakin solid di tahun 2021. Sanggup
perbaikan postur Piutang Negara pada mengeksekusi target yang ditugaskan
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat oleh pimpinan. Pimpinan sudah memberi
(LKPP), serta dengan digulirkannya PMK ini arahan dan tugas yang jelas, tinggal kini
diharapkan menjadi alat bagi peningkatan kita selaku bawahan yang harus membantu
pimpinan mengeksekusinya”, pungkasnya.
Ambar Fitriani sekaligus menjadi unit penempatan pertama
Ambar, begitu dirinya biasa dipanggil, dirinya dalam mengawali karir di Direktorat
mengawali tugasnya di Direktorat PNKNL Jenderal Kekayaan Negara hingga saat
pada tahun 2014. Direktorat PNKNL ini. Ambar mengaku dirinya telah melalui
DIREKTORAT PIUTANG NEGARA DAN KEKAYAAN NEGARA LAIN-LAIN 53
banyak pengalaman suka dan duka selama ada di unit ini dengan segala keberagaman
menjalani karir di Direktorat PNKNL. “Hal dan kompleksitasnya. Berbicara mengenai
yang menyenangkan bagi saya adalah ketika Piutang Negara yang sangat berbeda dengan
saya bisa mengenal dan berinteraksi hampir KNL. Padahal kita tahu, KNL itu sendiri juga
ke seluruh pejabat atau pegawai disini,” jelas terdiri dari banyak jenisnya, ditambah lagi
Ambar. Bagi dirinya, bekerja tidak hanya peran kita sebagai koordinator pelaporan
sekedar menyelesaikan tugas pada saat jam LKBUN Transaksi Khusus,” terang Ambar
kerja, tapi juga bagaimana mendapatkan ketika ditanya tentang hal apa yang menjadi
keluarga baru di Direktorat PNKNL. Untuk pembeda dari Direktorat PNKNL.
itu, dapat berinteraksi dengan baik dengan
semua orang, mendapat kepercayaan untuk Lebih lanjut ketika ditanya tentang
dapat aktif menyelesaikan suatu masalah/ pandangan terkait Direktorat PNKNL
pekerjaan, adalah hal yang menyenangkan di tahun 2020, ibu dari 2 orang anak ini
bagi dirinya selama bertugas di Direktorat
PNKNL. Sebaliknya, Ambar mengaku
bahwa hal yang membuatnya sedih adalah
ketika mutasi pegawai membuat sosok
panutannya berpisah tempat kerja dengan
dirinya. “Salah satu hal yang membuat saya
sedih adalah ketika “ditinggal” mutasi oleh
orang-orang yang bagi saya mereka adalah
sosok panutan yang amat menyenangkan.
Walau saya tahu, mutasi adalah suatu
keniscayaan.”
Menurut Ambar, Direktorat PNKNL
adalah unit yang cukup berbeda dengan unit
lain yang ada di Kantor Pusat DJKN karena
tugas dan fungsinya yang sangat beragam.
“Saya selalu berpikir dan kagum bagaimana
Direktur PNKNL dapat menyelesaikan
berbagai permasalahan atau pekerjaan yang
54 JEJAK LANGKAH
mengungkapkan bahwa menurutnya rumah. Bagi Ambar, kuncinya terletak
Kementerian Keuangan termasuk instansi pada komunikasi, time management
yang cepat tanggap terhadap perubahan yang baik, dan disiplin. Ambar bersyukur
kondisi, terlebih saat pandemi Covid-19. anak-anaknya mudah diberi pengertian.
Berbagai kebijakan termasuk perubahan Perlahan mereka tahu, ketika ibunya
cara bekerja diterapkan. Pegawai yang bekerja, mereka tidak akan merengek
semula harus mengerjakan tugas ke kantor, minta bermain. Mereka percaya, ketika
dapat mengerjakan tugas-tugasnya di ibu mereka selesai bekerja, tanpa diminta
rumah dengan memanfaatkan teknologi pasti akan menemani mereka bermain.
informasi yang ada. Direktorat PNKNL Ambar bersyukur memiliki pasangan
menurut Ambar termasuk unit yang yang dapat diajak bekerja sama dengan
mampu bertahan dan tetap produktif di baik dan selalu sigap ketika dibutuhkan.
tengah keterbatasan dan situasi yang tidak Di tengah tantangan yang harus dihadapi,
menentu. Terbukti di tahun 2020, beberapa dirinya percaya bahwa sesuatu yang sulit
regulasi yang direncanakan dapat terbit pasti akan mudah jika Tuhan membuatnya
tepat waktu dan memberi dampak besar mudah dan pertolonganNya akan selalu
terhadap negara. datang kepada mereka yang mau berikhtiar
dengan sungguh-sungguh.
Melanjutkan pembicaraan terkait
pandemi Covid-19, Ambar merasakan Di tengah tantangan menghadapi
tantangan terbesar hadir pada saat masa pandemic dan era new normal, Ambar
awal pemberlakuan WFH. Tantangannya biasa mengisi kegiatan sehari-hari di luar
adalah harus membagi waktu dan peran pekerjaan dengan berkebun, khususnya
sebagai seorang ibu dan pegawai Direktorat menanam sayuran. Adanya kebijakan
PNKNL. Secara fisik, dirinya berada di WFH diakuinya memberi keleluasaan utk
rumah. Hal tersebut menimbulkan persepsi mengatur waktu dalam mengerjakan hal-hal
pada anak-anaknya (usia 5 tahun dan yang disenanginya. Bagi Ambar, berkebun
2 tahun), bahwa ibunya libur bekerja. tidak hanya tentang menanam, merawat,
Ambar diharuskan untuk tetap profesional dan memanen. Berkebun membuat dirinya
dengan pekerjaan, menyelesaikan setiap mendapat banyak pengalaman seperti
pekerjaan tepat waktu, dan siap dihubungi bagaimana cara menganalisis tanaman
kapanpun di tengah “crowded”nya suasana yang sehat dan sakit , serta mencari solusi
DIREKTORAT PIUTANG NEGARA DAN KEKAYAAN NEGARA LAIN-LAIN 55
agar tanaman tersebut menjadi sehat kembali. Selain itu, Ambar pun belajar tentang arti
ikhlas. Ikhlas dalam menanam dan merawat, karena merawat belum tentu memanen, dan
memanen belum tentu mengkonsumsi. “Saat berkebun, kita hanya ikhtiar merawat namun
Yang Maha Menumbuhkan, Allah-lah, yang berkehendak apakah tanaman tersebut tumbuh
atau tidak. Termasuk memanen, bisa jadi tanaman tersebut sudah bisa dipanen tapi bukan saya
yang mengkonsumsi, terkadang belalang, kucing, siput, atau tikus yang mengkonsumsinya,”
tambahnya.
Selanjutnya, ketika ditanya terkait harapan dirinya terhadap PNKNL di masa mendatang,
Ambar berharap Direktorat PNKNL terus menjadi instansi yang dapat mengambil posisi
penting dan berkontribusi bagi negara dengan segala program kerjanya, semakin concern
terhadap peningkatan kualitas SDM dengan mengadakan berbagai pelatihan atau IHT yang
tidak terbatas pada tema-tema yang dapat menunjang pekerjaan/tusi namun juga yang
mampu meningkatkan kapasitas kita sebagai seorang manusia. “Terima kasih PNKNL atas
segala yang telah diberikan. PNKNL, BISA!” imbuh Ambar di akhir wawancara.
Evan Widyatama
Tim Redaksi
Jejak Langkah juga
berkesempatan untuk
mewawancarai Evan
Widyatama, Kepala
Seksi KNL I D tentang
tugas dan fungsi serta
inovasi di bidang
Kekayaan Negara Lain-
lain. Subdirektorat
KNL I, tempat Evan
bertugas saat ini tetap
mengharuskan para
pegawainya untuk
bekerja di lapangan.
56 JEJAK LANGKAH
Evan menjelaskan bahwa di tahun 2020, prosedur karantina 1-2 minggu. Di samping
Direktorat PNKNL diminta BPK untuk itu, rekonsiliasi data harus dijalankan secara
memperbaiki kembali catatan BMN tanah virtual. Transisi pelaksanaan rekonsiliasi
KKKS sebesar total Rp12,588 triliun. Upaya dari yang sebelumnya dilakukan dengan
penyelesaian perbaikan catatan ini menjadi pembahasan tatap muka, menjadi tantangan
tantangan selama masa pandemi Covid-19. tersendiri saat permasalahan intrinsik dan
Di samping permasalahan intrinsik dari penyandingan data antar banyak pihak
tanah itu sendiri, koordinasi dengan banyak dibahas melalui virtual meeting dengan
pihak menjadi tantangan yang mau tidak waktu yang terbatas. Di awal memang tidak
mau harus dijalankan. mudah untuk melaksanakannya, namun
Menurut Evan, Inventarisasi dan saat ini dirinya diharuskan untuk terbiasa
dengan transformasi prosedur karena
Penilaian (IP) yang menjadi salah satu pandemi Covid-19 ini.
strategi perbaikan catatan tanah KKKS tidak
dapat dilaksanakan dengan kecepatan yang Saat ini, inventarisasi data sebaran
sama saat sebelum pandemi. Misalnya ketika BMN tanah KKKS dilakukan dengan
IP BMN tanah di KKKS PT Chevron Pacific memanfaatkan teknologi informasi.
Indonesia, dirinya diharuskan menjalani Evan mengungkapkan bahwa BMN KKKS
DIREKTORAT PIUTANG NEGARA DAN KEKAYAAN NEGARA LAIN-LAIN 57
saat ini dikuasai oleh 148 wilayah kerja di aplikasi IP dan sertipikasi. Aplikasi ini
seluruh Indonesia. Khusus tanah, terdapat membantu memproses hasil IP, rekonsiliasi
sebanyak 15.589 line tanah yang dikuasai dan pelaporannya, diintegrasikan dengan
dan digunakan oleh KKKS, dengan total luas Modul KNL yang saat ini dalam tahap
418.675,65 Ha dan nilai tercatat di LKPP 2019 pengembangan, mengupdate informasi
Rp10 triliun. Peta sebaran BMN tanah KKKS sertipikasi, membangun database sertipikat
saat ini dikembangkan dengan alat bantu tanah KKKS, dan mengimplementasikan
aplikasi My Maps dan google earth. Peta ini kode BMN tanah KKKS yang seragam.
secara sederhana dapat melihat sebaran Pengembangan alat bantu aplikasi ini
BMN tanah yang dikuasai dan digunakan diharapkan dapat menjadi data awal untuk
oleh kontraktor, dengan informasi penarikan database tanah dari SKK Migas
lokasi, luas dan nama KKKS, termasuk melalui sistem interkoneksi sebagaimana
permasalahan tanah yang di-capture dari direkomendasikan BPK.
hasil IP. Untuk keperluan sertipikasi, data
ini dibutuhkan sebagai informasi awal
potensi permasalahan tumpang tindih
aset, pemetaan awal potensi irisan dengan
proyek-proyek infrastuktur pemerintah
dan lainnya. Ditambahkan Evan bahwa
ke depan, peta sebaran BMN tanah KKKS
diharapkan dapat diintegrasikan dengan
sistem informasi pengelolaan kekayaan
negara (SIPKN) yang dikembangkan oleh
Direktorat PKNSI, kebijakan satu peta,
informasi/data kawasan hutan di KLHK,
peta citra bidang tanah di Kementerian
ATR/BPN, data kawasan pertambangan di
Ditjen Minerba, dan data geospasial di BIG.
Selanjutnya, Evan menambahkan bahwa
untuk pembangunan database BMN tanah
KKKS, ke depan akan dibangun alat bantu
58 JEJAK LANGKAH
DIREKTORAT PIUTANG NEGARA DAN KEKAYAAN NEGARA LAIN-LAIN 59
Glowing
Ditta
Puspita
Ariesdewi
Oleh: Nadia Amal, Claudya Revina, dan Atika Puspa M.
“I have not failed. I’ve just found 10.000 ways that won’t work”
merupakan kutipan Thomas Alva Edison, sang inventor bola lampu, yang akan meng-
gambarkan sosok Ditta dalam meraih citanya mendapatkan beasiswa Australia Awards
Scholarships (AAS). Ditta Puspita Ariesdewi telah bergabung dengan Direktorat PNKNL sejak
tahun 2014 dan kini sedang menjalani tugas belajar di Australian National University (ANU).
Ditta merupakan lulusan DIII PPLN untuk government official yang memiliki
STAN (2006) dan S1 Manajemen Universitas core business teknis seperti job description
Muhammadiyah (2012), dengan latar pada DJKN. Sedangkan public policy lebih ke
belakang pendidikan tersebut serta arah think tank, bukan eksekutor kebijakan.
penempatan tugas pada Subdirektorat Maka dari itu saya memutuskan untuk
Kekayaan Negara Lain-lain II, menjadikan transfer program dari Master of Public Policy
Ditta yakin untuk mengambil program studi ke Master of Public Administration. Hal
Master of Public Administration. ini sangat diperbolehkan dan diakomodir
oleh AAS, asalkan seluruh prosedur dan
“Awalnya saya tertarik dan sudah mantap requirement terpenuhi.”
untuk mengambil jurusan public policy
(Master of Public Policy-red), tapi setelah Lebih lanjut Ditta menjelaskan pada
sampai di Australia dan mengikuti program jurusan Master of Public Administration
pendahuluan dari Crawford School of Public mempelajari tentang strategi-strategi
Policy ANU, saya jadi berubah pikiran. Saya dalam membuat kebijakan, dari mulai latar
rasa ilmu public administration (Master belakang dibuatnya kebijakan sampai ke
of Public Administration-red) lebih sesuai strategi pengimplementasian kebijakan,
60 JEJAK LANGKAH
sehingga besar harapan Ditta ilmu yang salah satu penguji merupakan kolega dari
didapatkan akan dapat diimplementasikan
langsung saat kembali bekerja. Isa Rachmatarwata, Direktur Jenderal
Perkuliahan telah dimulai sejak awal Kekayaan Negara, yang sudah memiliki
tahun 2020, namun perjuangan Ditta untuk
mendapatkan beasiswa AAS telah dilakukan pengalaman bekerjasama dengan
sejak beberapa tahun lalu. Terhitung sudah
7 kali Ditta mencoba berbagai program Kementerian Keuangan dan tentu saja
beasiswa, mulai dari FETA (Financial
Education and Training Agency, Program mengetahui proses bisnis DJKN secara
Beasiswa Pascasarjana Kementerian
Keuangan), LPDP (Lembaga Pengelola Dana umum. Adrenaline pasti terpacu namun
Pendidikan) dan ADB (Asian Development
Bank, Program Beasiswa Jepang), namun kapasitas Ditta sebagai bagian dari DJKN
semuanya gagal. Setelah melakukan
evaluasi, Ditta menyadari bahwa dirinya berhasil teruji dengan baik.
kurang menguasai Tes Potensi Akademik
(TPA), yang mana akan selalu ada TPA dalam 2020 vs Corona
setiap tahapan seleksi program beasiswa. Seperti yang diketahui, seluruh dunia
Tidak berhenti sampai disitu, Ditta kembali menghadapi pandemi COVID-19, awal
menggali potensi menonjol dalam dirinya, perkuliahan di bulan Januari 2020 Ditta
yaitu Bahasa Inggris, tak ayal Ditta sempat mengikuti kuliah tatap muka sekitar
kemudian memutuskan untuk mengikuti 2 bulan. Akan tetapi sejak bulan Maret
kursus hingga akhirnya memperoleh perkuliahan dilakukan secara daring.
score band IELTS yang memuaskan dan “Keduanya memiliki plus-minus masing-
memenuhi syarat beasiswa. Ditta pun masing. Bedanya kalau tatap muka
kembali mencoba peruntungannya, kali ini penjelasan akan lebih efektif dan banyak
pada AAS dan seperti yang kita tahu usaha bertemu dengan teman juga. Kalau online
tidak menghianati hasil.
Ada satu kisah yang cukup menegangkan
pada saat Ditta seleksi wawancara AAS,
DIREKTORAT PIUTANG NEGARA DAN KEKAYAAN NEGARA LAIN-LAIN 61
cepat dari Indonesia yaitu kurang
lebih 11 sampai 12 jam.
Tips and Trick
Belajar dari pengalaman, Ditta
memberikan beberapa saran bagi
teman-teman yang akan mengikuti
program beasiswa, berikut poin-
poinnya:
1) persiapkan diri dengan baik
karena mengikuti beasiswa butuh
(perkuliahan secara daring-red) penjelasan persiapan yang panjang minimal 1 tahun;
sudah direkam terlebih dahulu, jadi sebelum
mulai kuliah kita sudah bisa mempelajari 2) sebelum mendaftar harus sudah
materi yang akan disampaikan. Tetapi ketika
online tugas yang diberikan lebih banyak.” mengetahui beasiswa apa yang akan diambil,
Selain fokus dalam menempuh kuliah di universitas mana, jurusan apa,
Pendidikan formal, Ditta turut bergabung
dalam executive committee PPIA ANU bagaimana kebijakan/syarat dari kampus/
(Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia
ANU), salah satu tempat berkumpul dan beasiswa;
berinteraksi dengan sesama pelajar dari
Indonesia. 3) melatih diri/meningkatkan
Beberapa kali Ditta menyampaikan kisah kemampuan dalam TPA, bahasa inggris, atau
menarik salah satunya yaitu pengalaman
puasa sebagai seorang muslim di Australia. essay;
Puasa tahun 2020 jatuh pada bulan April
yang bertepatan dengan musim gugur 4) jangan menyerah selama masih bisa,
menuju musim dingin di Australia, tak
hanya itu Australia yang posisinya lebih coba berjuang terus, lakukan yang terbaik
condong ke belahan bumi selatan praktis
menyebabkan waktu puasa berjalan lebih untuk mencapai apa yang kita mau.
62 JEJAK LANGKAH Sebagai penutup Ditta menyampaikan,
apabila saat itu menyerah maka Ditta tidak
akan mengetahui titik kelemahannya di
mana dan tentu tidak akan bisa mendapat
beasiswa yang diharapkannya. Karena kita
tidak akan pernah tau usaha keberapa yang
akan berhasil, seperti lampu ke 10.000 dalam
percobaan Thomas Alva Edison.
Terlena
Waktu berlalu begitu pantas menipu kita
yang terlena. Belum sempat berzikir di waktu
pagi, hari sudah menjelang siang,
Belum sempat bersedekah pagi, matahari
sudah meninggi.
Niat pukul 9.00 pagi hendak solat Dhuha,
tiba-tiba azan Zuhur sudah terdengar.
Teringin setiap pagi membaca 1 juz Al-Quran,
menambah hafalan satu hari satu ayat,
itu pun tidak dilakukan.
.............................................................
Kita tidak pernah merasa
kehilangan waktu dan
kesempatan untuk
menghasilkan pahala, maka
1000 tahun pun tidak akan
pernah cukup bagi orang-orang
yang terlena.
Puisi Buya Hamka 63
DIREKTORAT PIUTANG NEGARA DAN KEKAYAAN NEGARA LAIN-LAIN
End Cover
Poster WBK
(KNL 1)
64 JEJAK LANGKAH