Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT Alhamdulillah, penulisan modul pembelajaran dengan materi
Akuntansi Piutang dapat diselesaikan sebaik-baiknya. Modul pembelajaran ini berisi materi yang
berkaitan dengan Akuntansi Piutang sesuai dengan MBKM.
Modul ini merupakan salah satu pengembangan desain model pembelajaran berbasis peserta
didik, meliputi kemampuan awal peserta didik, pembelajaran abad 21, diferensiasi pembelajaran.
Modul pemelajaran ini merupakan instrument untuk meningkatkan kualitas interaksi dan proses
pemelajaran berbasis luaran yang berkelanjutan sesuai dengan situasi pandemic Covid 19 yang
merupakan berkah bagi setiap upaya memajukan Pendidikan nasional.
TIM penulis modul pemelajaran Akuntansi Piutang berpendapat bahwa modul ini merupakan
salah satu upaya meningkatkan kualitas pemelajaran, upaya ini dilakukan secara terus menerus
dengan mempertimbangkan ubahan-ubahan situasional, sehingga modul ini bukanlah usaha
terakhir dalam upaya meningkatkan pemelajaran.
Disampaikan Terimakasih kepada keluarga besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pihak-pihak lain yang telah berkenan memberikan
masukan-masukan untuk penyelesaian penulisan modul ini.
Surakarta, 03 Maret 2022
Team Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman Judul……………………………………………………..……1
Sampul…………………………………………………………………..1
Kata Pengantar…………………………………………….…………….2
Daftar Isi………………………………………………....…………..….3
Abstrak………………………………………………………………….4
Rencana Perencanaan Pembelajaran……………………………...……..5
Penduluan…………………………………………………….………..14
Definisi Akuntansi Piutang………………………….…………………16
Kartu Piutang…………………………………………………………..20
Media Pembelajaran……………………………………………………25
Instrument Penilaian…………………………………………………....30
Pembelajaran Remedial dan Pengayaan………………..………………34
Biodata Diri…………………………………………………………….35
Laporan hasil praktik mengajar………………………………………...36
Daftar Pustaka………………………………………………………….37
Abstrak
Penulisan modul ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada para pemangku
pemelajaran Dasar Akuntansi Keuangan tentang bagaimana menyiapkan pemelajaran materi
Akuntansi Keuangan pada KD. 3.2. Model berfikir yang dipakai adalah memadukan materi
Akuntansi Piutang dari berbagai sumber untuk dianalisis dan diambil pola materi yang sama
kemudian dimatchingkan dengan model interaksi pembelajaran dengan mempertimbangkan
diferensiasi siswa, ragam kemampuan awal siswa dan pemelajaran abad 21 sehingga pada
hematnya model pemelajaran berbasis individu dipandang paling tepat. Serangkaian materi yang
direncanakan untuk diajarkan meliputi: 1) definisi perbedaan antara hutang dan piutang, serta
pengertian Akuntansi Piutang 2) jenis-jenis Akuntansi Piutang berdasarkan ruang lingkup,
aktivitasnya, dan sumbernya, 3) menguraikan, mengklasifikan dan mengelompokkan ciri-ciri
Akuntansi Piutang dan 4) mengelompokkan, dan mendemonstrasikan data mutasi piutang ke
kartu piutang (pelanggan). Model pembelajaran yang diajarkan adalah Discovery Learning.
Materi modul ini adalah Definisi Akuntansi Piutang untuk Kelas XI Akuntansi Keuangan
Semester Ganjil. Dari modul ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dalam proses
pembelajaran bagi siswa, dan sebagai media pendukung yang berisi tentang materi
kompetensinya. Modul ini memberikan pengetahuan mengenai materi pembelajaran Penerapan
Akuntansi Piutang dalam Akuntansi Keuangan dan Lembaga.
Kata Kunci: Modul Pemelajaran Penerapan Akuntansi Piutang dalam Akuntansi Keuangan dan
Lembaga.
Pendahuluan
A. Identitas Modul : Akuntansi dan Keuangan Lembaga
Materi Pelajaran : XI ( Sebelas )
Kelas : 3 x 3 JP
Alokasi Waktu : Definisi Akuntansi Piutang dalam Akuntansi Keuangan dan
Judul Modul
Lembaga
B. Kompetensi Dasar
3.2 Menerapkan Pengukuran dan Pengakuan Piutag
C. Deskripsi Singkat Materi
Modul ini disusun untuk0memudahkan Anda mempelajari bahan ajar Akuntansi
dan Keuangan Lembaga materi Akuntansi0Piutang. Lama waktu yang diperlukan untuk
menyelesaikan modul ini adalah tiga kali tatap muka sama dengan sembilan jam
pelajaran. Modul0memuat subkompentensi Penerapan Pengukuran dan Pengakuan
Piutang dilengkapi dengan soal.
Apa itu piutang? Istilah ini sering kita dengar sehari-hari. Sebagian orang bahkan sering
mengaburkan istilah satu ini dengan hutang, padahal keduanya memiliki pengertian yang jauh
berbeda, bahkan bertolak belakang.
Sederhananya, piutang adalah kebalikan dari hutang. Piutang artinya adalah sebuah klaim
atau tagihan yang dapat kita peroleh dari pihak lain. Dalam pembukuan, piutang dicatatkan dalam
laporan keuangan jika kita belum mendapatkan pembayaran dari penjualan, pinjaman, atau
transaksi lain.Karena bersifat kewajiban, pada umumnya, piutang biasanya memiliki jangka
waktu tertentu untuk dilunasi oleh debitur yang bersangkutan. Namun, ketentuan dalam
pelunasannya akan berbeda-beda berdasarkan ciri-ciri dan jenis-jenisnya.
D. Petunjuk Belajar
Modul adalah bahan ajar yang dipergunakan sendiri untuk membantu Anda
memahami materi. Perhatikan petunjuk berikut ini:
a. Berdoalah sebelum mempelajari modul ini
b. Siapkan alat tulis yang dibutuhkan berupa pinsil, pulpen, dan buku tulis
c. Bacalah dan pahami materi yang ada pada setiap kegiatan pembelajaran pada
modul ini dengan baik dan berurutan.
d. Ikuti ketentuan yang berlaku dalam setiap modul, khususnya waktu yang
disediakan untuk bagian tertentu.
e. Kerjakan tugas-tugas dan soal-soal formatif maupun evaluasi dengan cermat dan
jujur.
f. Jangan melihat kunci jawaban sebelum waktunya.
g. Usahakan meyelesaikan setiap modul lebih cepat dari waktu yang telah
ditetapkan.
h. Tingkatkan terus pemahaman Anda.
i. Anda diperbolehkan bertanya kepada guru jika dirasa perlu.
j. Laporkan kemajuan Anda kepada guru sebelum melanjutkan ke modul
berikutnya.
Target minimal skor nilai uji kemahiran adalah 75 (skala 100)
1. Jika target 75% belum tercapai, mintalah saran guru.
2. Jika skor nilai Anda ≥ 75%, Anda diperbolehkan melanjutkan ke modul
berikutnya.
1 Definis Akuntansi
Piutang
A. Capaian Pembelajaran
Capaian pembelajaran yang akan di dapatkan setelah memperlajari materi pada modul ini
ialah peserta didik mampu memahami dan mengerti pengertian piutang, ciri-ciri, dan
jenis piutang.
B. Sub-Capaian Pembelajaran
Setelah Anda mempelajari modul ini secara mandiri, maka Anda akan memiliki
kemampuan:
1. Mampu memahami pengertian piutang, perbedaan antara piutang dengan hutang,
serta mampu memahami ciri-ciri piutang.
2. Mampu mengelompokkan jenis-jenis piutang dengan benar.
C. Pokok-pokok Materi
Pengertian Piutang
Perbedaan antar Piutang dan Hutang
Ciri-ciri Piutang
Jenis-jenis Piutang
D. Uraian Materi
Pengertian Piutang
Piutang adalah suatu 0hak0 pembayaran0milik0perusahaan terhadap
suatu pihak karena telah0menerima produk/jasa0tapi belum
membayarnya0dengan lunas (accounts0receivable). Di dunia akuntansi,
pengertian piutang adalah hak pembayaran0yang legal ditagih0atas produk/jasa
dengan 0pembayaran tidak tuntas di periode tutup buku.
Piutang adalah0jenis aktiva termasuk0dalam aset lancar. Oleh karena0itu,
proses pembayarannya0harus jelas dan0sesuai0tempo. Jika sebuah perusahaan
dengan sangat terpaksa tidak dapat mengklaim0piutangnya, maka0pihak
keuangan berkewajiban0 memasukkan piutang0tersebut ke0dalam 0jurnal
tersendiri, yaitu0jurnal piutang0tak tertagih.
Piutang usaha atau dagang (account Pada umumnya piutang usaha atau
receivables) adalah salah satu unsur dari dagang timbul akibat dari transaksi
penjualan barang dan jasa perusahaan,
aktiva lancar dalam neraca di mana pembayaran oleh pihak yang
perusahaan yang timbul akibat adanya bersangkutan baru akan dilakukan
penjualan barang, jasa atau pemberian setelah tanggal transaksi jual beli.
kredit terhadap debitur yang pembayaran
pada umumnya diberikan dalam tempo
Pengertian Piutang menurut para ahli yaitu :
Yang pertama0menurut Hery, (2015:29) mendefinisikan0Istilah piutang
adalah “mengacu pada sejumlah0 tagihan yang akan diterima0oleh perusahaan
(umumnya dalam bentuk kas) dari0pihak lain, baik sebagai0akibat penyerahan
barang dan jasa0secara kredit”.
Sedangkan menurut Dwi Martani, (2014:193), Pengertian piutang dijabarkan oleh
beberapa pakar0akuntansi, yang “mendefinisikan 0piutang merupakan klaim
suatu0 perusahaan pada0pihak lain”.
Mardiasmo (2016) mengatakan, piutang0 adalah “Tagihan yang timbul dari
penjualan barang dagangan dan jasa secara kredit”.
Sedangkan menurut Giri (2017), piutang adalah tuntutan kepada pelanggan
dan pihak lain untuk memperoleh uang, barang, dan jasa tertentu pada masa yang
akan datang, sebagai akibat0 penyerahan barang0atau jasa yang dilakukan saat
ini.
Perbedaan antara Piutang dengan Hutang
Secara Bahasa Indonesia, perbedaan 0hutang dan piutang sangatlah0jelas.
Hutang merupakan 0kewajiban pembayaran atas0jasa yang telah diterima,
sedangkan piutang berarti sebaliknya. Akan tetapi dalam proses pelaporan
keuangan, perbedaan0hutang dan piutang perlu dilihat dari0berbagai aspek.
Hutang (accounts payable) termasuk dalam akun kredit saat dibayar, dan akun
debit saat diterima.
Selain itu, hutang juga termasuk liabilitas. Jika hutang tersebut perlu
dibayar dalam waktu0kurang dari 1 tahun, maka0disebut liabilitas0 jangka
pendek. Sebaliknya, jika jatuh0tempo0hutang lebih0dari 1 tahun, maka
sebutannya adalah0liabilitas jangka0panjang.
Sementara itu, piutang adalah hak pembayaran atas jasa yang sudah dilakukan
perusahaan. Saat perusahaan mengeluarkan0piutang, pencatatannya0masuk dalam
akun kredit. Sedangkan0saat piutang dibayar, akunnya pun dipindah menjadi
debit. Dari segi laporan neraca, piutang 0termasuk0 dalam aset lancar.
Ciri-ciri Piutang
Setelah membahas pengertian piutang dan perbedaannya dengan hutang, kali ini
kita akan membahas karakteristik piutang. Adapun ciri-ciri piutang adalah sebagai
berikut.
1) Punya Tanggal Jatuh Tempo
Piutang adalah transaksi dengan jatuh tempo tertentu berdasarkan kesepakatan
pihak debitur (yang berhutang) dan kreditur (pemberi hutang). Tanggal jatuh
tempo penting guna menjaga stabilitas arus kas perusahaan. Selain itu, penentuan
jatuh tempo juga akan memudahkan akuntan dalam menyusun jurnal keuangan
periodik.
2) Dapat Memiliki Bunga
Ciri - ciri piutang berikutnya adalah perusahaan selaku pihak kreditur dapat
menentukan apakah piutang yang dikeluarkannya memiliki bunga atau tidak. Jika
perusahaan mewajibkan piutang dengan bunga, maka pelaporannya dalam jurnal
wajib disendirikan.
3) Memiliki Konsekuensi Telat Pembayaran
Ciri - ciri piutang yang terakhir adalah menimbulkan risiko saat telat dibayar.
Piutang adalah salah satu komponen aset penentu lancar tidaknya operasional
perusahaan. Sehingga perusahaan perlu memberikan konsekuensi tegas bagi
pihak-pihak debitur yang telat melakukan pembayaran. Konsekuensi ini bisa
berbentuk blacklist atau bahkan pelaporan ke pihak berwajib.
Jenis-jenis Piutang
Setelah membahas0ciri - ciri piutang, kali ini kita akan0membahas jenis - jenis
piutang. Berdasarkan 0model transaksinya, piutang0memiliki beberapa
klasifikasi. Selengkapnya0tentang jenis - jenis piutang adalah sebagai berikut :
1) Piutang Usaha/Dagang
Piutang usaha0adalah piutang karena penundaan0pembayaran oleh
konsumen yang telah menerima produk/jasa. Piutang usaha juga sering dikenal
dengan istilah piutang0dagang, karena terjadinya disebabkan 0transaksi jual beli
antara produsen dan konsumen.
Meski demikian, piutang0dagang/usaha tidak selalu terjadi karena
konsumen membeli secara kredit. Beberapa faktor lain penyebab terjadinya
piutang usaha adalah pre-order barang, sistem distribusi stok ritel, dan cicilan
menggunakan0pihak ketiga. Piutang usaha adalah piutang0tanpa mensyaratkan
bunga, dan proses0pengembaliannya bervariasi antara0beberapa hari sampai
beberapa bulan.
2) Piutang Wesel
Berbeda dengan piutang dagang, piutang wesel adalah0piutang yang terjadi
dengan kesepakatan0antar kreditur dan debitur. Proses terjadinya piutang wesel
adalah suatu pihak mengajukan pinjaman kepada pihak lain, dan0menjanjikan
pembayaran di waktu tertentu.
Saat memberikan0piutang wesel, umumnya perusahaan akan
0mengeluarkan surat kontrak di atas0materai, dengan0tanggal jatuh tempo dan
bunga tertera. Apabila pihak0penerima hutang melanggar, maka perusahaan
berhak melakukan konsekuensi sesuai kesepakatan0dalam surat kontrak tersebut.
3) Piutang Lain-Lain
Sementara itu, piutang lain-lain adalah piutang di luar piutang dagang
dan wesel. Beberapa hal yang termasuk dalam piutang lain-lain misalnya gaji
karyawan di bayar di depan, piutang restitusi pajak, piutang bunga, dan
sebagainya.
E. Rangkuman
1. Pengertian Piutang
Piutang adalah jenis0aktiva termasuk0dalam0aset lancar. Oleh karena itu, proses
pembayarannya harus jelas dan sesuai tempo. Jika sebuah0perusahaan dengan sangat
terpaksa tidak dapat0mengklaim piutangnya, maka pihak keuangan berkewajiban
memasukkan piutang tersebut ke dalam jurnal tersendiri, yaitu jurnal piutang tak
tertagih.
Sedangkan pengertian menurut para0ahli sendiri ada berbagai0pengertian salah
satunya ialah menurut0Mardiasmo (2016) mengatakan, piutang adalah “Tagihan yang
timbul dari penjualan barang dagangan dan jasa secara kredit”.
2. Perbedaan antara Piutang dengan Hutang
Perbedaan0hutang dan piutang sangatlah0jelas. Hutang merupakan0kewajiban
pembayaran atas jasa yang telah0diterima, sedangkan piutang0berarti sebaliknya.
Akan tetapi dalam 0proses pelaporan0keuangan, perbedaan hutang dan piutang perlu
dilihat dari berbagai aspek.
3. Ciri-ciri Piutang
a. Punya tanggal jatuh tempo
b. Dapat memiliki bunga
c. Memiliki kosekuensi telat pembayaran
4. Jenis-jenis Piutang
a. Piutang usaha/dagang
b. Piutang wesel
c. Piutang lain-lain
2 Kartu Piutang
A. Capaian Pembelajaran
Capaian0pembelajaran yang akan di dapatkan0setelah memperlajari materi pada
modul ini0ialah peserta didik mampu memahami0dan mengerti definisi kartu
piutang0serta pencatatan data mutasi0 piutang ke kartu piutang (kartu pelanggan).
B. Sub-Capaian Pembelajaran
Setelah Anda mempelajari0modul ini secara mandiri, maka0Anda akan memiliki
kemampuan:
1. Mampu memahami definisi kartu piutang (kartu pelanggan).
2. Mampu mengelompokkan pencatatan data mutasi piutang ke kartu piutang (kartu
pelanggan).
C. Pokok-pokok Materi
Definisi Kartu Piutang
Pencatatan data mutasi piutang ke kartu piutang (kartu pelanggan)
D. Uraian Materi
Definisi Kartu Piutang
Kartu piutang0adalah buku besar pembantu0yang berisi informasi0mutasi
piutang0perusahaan kepada setiap customernya.
Tujuan dibuatnya kartu piutang:
Kartu piutang0dibuat sebagai rekening kontrol akun piutang dalam
perusahaan.
Memudahka perusahaan untuk0menghitung mutasi piutang0pelanggan
sehingga perusahaan0mengetahui saldo piutang0masing-masing
pelanggan.
Memudahan perusahaan untuk0mengkonfirmasi jumlah0piutang kepada
pelanggan
Menurut Narko (2000, 106-107),menyatakan bahwa fungsi – fungsi yang
terakait dengan piutang adalah memelihara buku pembantu piutang pada
masingmasing langganan. Fungsi ini sangat penting karenaalasan-alasan
berikut:
a. Dengan adanya buku pembantu piutang tiap langganan yang memuat
identitas Iengkap pelanggan, dan besamya tagihan, maka mudah bagi
perusahaan untuk melakukan penagihan piutang kepada pelanggan
tertentu.
b. Dengan adanya buku pembantu piutang yang baik, maka dapat diketahui
kredibilitas pelanggan, dan hal ini 'bermanfaat untuk kebijakan pemberian
kredit di masa yang akan datang.
Prosedur pencatatan0yang baik akan menjamin data0yang direkam
dalam formulir dicatat0akuntansi dengan tingkat ketelitian dan
kehandalannya yang tinggi. Menurut Mulyadi (1997,260-262), dokumen
pokok yang0digunakan sebagai dasar0pencatatan ke dalam0kartu piutang
adalah :
1) Faktur Penjualan
Apabila0diterbitkan faktur (penjualan kredit), berarti timbul piutang
dagang. Dalam pencatatan piutang, dokumen0ini digunakan sebagai dasar
pencatatan timbulnya piutang dari transaksi penjualan kredit. Dokumen ini
dilampiri dengan surat0muat (bill of lading) dan surat pesanan0pengiriman
sebagai dokumen0pendukung untuk mencatat transaksi penjualan kredit.
Transaksi tersebut selain dicatat pada rekening buku besar piutang
dagang (di sisi debit), dan rekening0penjualan (di sisi kredit) juga harus
dicatat di sisi debit dalam0rekening pembantu piutang0kepada pelanggan
tertentu.
2) Bukti Kas Masuk
Dalam pencatatan piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar
pencatatan berkurangnya piutang dari transaksi pelunasan piutang oleh
debitur. Jika cancelled check dikembalikan kepada check issuer
melalui sistem0 perbankan, bukti kas0masuk tidak perlu dibuat oleh
perusahaan yang menerima pembayaran, karena0cancelled check
dapat berfungsi sebagai0tanda terima uang bagi0pembayar. Sebagai
dasar pencatatan ke dalam kartu piutang digunakan surat
pemberitahuan (remittance advice) sebagai dokumen sumber.
Transaksi ini0selain dicatat0rekening kas (disisi debit), dan
rekening piutang dagang (di sisi kredit) juga dibukukan (di sisi kredit)
rekening piutang pada pelanggan tertentu.
3) Memo Kredit
Dokumen ini dikeluarkan oleh bagian order penjualan, dan jika
dilampiri dengan laporan penerimaan barang yang dibuat oleh bagian
penerimaan, merupakan dokumen sumber untuk mencatat transaksi
retur penjualan.
4) Buku Memorial
Bukti memorial digunakan untuk mencatat mencatat
penghapusan piutang dan retur penjualan. Dokumen ini dikeluarkan
oleh fungsi kredit yang memberikan otorisasi penghapusan pada
piutang yang sudah tidak dapat ditagih lagi.
Bila terjadi retur penjualan, maka selain dibukukan pada
rekening buku besar Retur penjualan (disisi debit) dan rekening
piutang dagang (di sisi kredit) juga dibukukan (di sisi kredit) rekening
pembantu piutang pada pelanggan tertentu.
Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi yang
berkaitan dengan piutang yaitu :
1. Jurnal penjualan Digunakan untuk mencatat timbulnya piutang dari
transaksi penjualan kredit.
2. Jurnal retur penjualan Digunakan untuk mencatat berkurangnya
piutang dari transaksi retur penjualan.
3. Jurnal umum Digunakan untuk mencatat berkurangya piutang dari
transaksi retur penjualan.
4. Jurnal penerimaan kas Digunakan untuk mencatat berkurangnya
piutang dari transaksi penerimaan kas dari debitur.
5. Kartu piutang Digunakan untuk mencatat mutasi dan saldo piutang
kepada setiap debitur.
Pencatatan Data0Mutasi Piutang ke Kartu0Piutang (Kartu0Pelanggan)
Mutasi harus di dukung dan di lengkapi yang menjadi dokumen sumber
transaksi dan menjadi sumber pencatatan dalam buku-buku yang terkait dengan
piutang antara lain :
a. Faktur penjualan kredit sebagai dokumen transaksi terjadinya piutang. Pada
umumnya rangkap 3 lembar, warna merah muda di berikan pembeli saat
penyerahan barang, warna putih (asli) diberikan kepada pembeli pada saat
pelunasan piutang, warna kuning digunakan sebagai dasar pencatatan bagian
jurnal dengan mendebit piutang dagang dan mengkredit penjualan.
Selanjutnya dicatat oleh bagian piutang kendalam kartu piutang tiap debitur
sebagai mutasi piutang sebesar harga faktor.
b. Bukti penerimaan kas sebagai dokumen penerimaan piutang. Ini digunakan
bagian jurnal untuk mencatat transaksi dengan mendebit piutang dagang.
Selanjutnya dicatat oleh bagian piutang ke dalam kartu piutang tiap debitur
sebagai mutasi kredit sebesar penerimaan kas.
c. Nota debit/kredit sebagai bukti penerimaan kembali barang yang dijual. Bukti
retribusi digunakan bagian jurnal untuk mencatat transaksi dengan mendebit
retribusi penjualan dan mengkritik piutang dagang. Selanjutnya dicatat oleh
bagian piutang ke dalam kartu piutang tiap debitur sebagai mutasi kredit
sebesar harga retur penjualan.
d. Memo kredit dari bank sebagai bukti penerimaan tagihan dari debitur melalui
bank. Selanjutnya dicatat oleh bagian piutang ke dalam kartu piutang tiap
debitur sebagai mutasi kredit sebesar penerimaan dari debitur melalui bank.
e. Bukti memorial sebagai bukti transaksi penghapusan piutang. Bukti memorial
yang di terima dari bagian kredit di catat oleh bagian jurnal dengan mendebit
beban penghapusan piutang dan mengkredit piutang dagang. Selanjutnya
dicatat oleh bagian piutang ke dalam kartu piutang tiap debitur sebesar
piutang yang di hapuskan.
Bagan alur mutasi piutang :
Pencatatan Data Mutasi Piutang ke Kartu Pelanggan yakni :
Piutang usaha biasa0juga disebut0piutang dagang karena0piutang yang
berasal dari penjualan barang dagang0atau jasa secara kredit. Piutang
usaha0biasanya disertai dengan syarat-syarat yang telah di tentukan oleh
perusahaan seperti : 2/10, n/30 yang artinya piutang0yang timbul
diharapkan dapat ditagih dalam jangka waktu maksimal 30 hari sejak
tanggal penjualan dan jika membayar lebih awal dalam jangka waktu 10
hari atau kurang diberikan0potongan 2% kepada debitur.
Kartu piutang merupakan catatan akuntansi berupa buku pembantu yang
berisi rician mutasi piutang perusahaan kepada tiap-tiap pelanggannya
Selain kartu piutang ada beberapa catatan akuntansi lainyang menjadi
sumber pencatatan kartu piutang yaitu :
1) Jurnal Penjualan
Digunakan untuk mencatat timbulnya piutang karena adanya penjualan
kredit.
2) Jurnal Umum
Digunakan untuk mencatat pengurangan piutang karena adanya retur
penjualan dan piutang yang dihapus
3) Jurnal Penerimaan Kas
Digunakan untuk mencatat pengurangan piutang karena adanya
pelunasan piutang.
Konfirmasi Saldo Piutang dan Laporan Rekapitulasi Piutang
Konfirmasi saldo0piutang adalah surat0pernyataan yang berasal0dari
perusahaan kepada debitur yang menyajikan jumlah kewajiban debitur pada
tanggal tertentu dan0disertai dengan rinciannya mengenai benar atau tidaknya
saldo piutang pada tanggal tertentu seperti yang disebutkan dalam surat tertentu.
Konfirmasi yaitu pernyataan yang berasal dari perusahaan kepada debitur,
untuk memberitahukan secara langsung kepada akuntan publik yang memeriksa
iktisar keuangannya, mengenai benar atau tidaknya saldo piutang pada tanggal
tertentu seperti yang disebutkan dalam surat tersebut.
Terdapat dua surat konfirmasi yaitu :
1) Konfirmasi Positif
Yaitu konfirmasi yang0meminta debitur untuk memberi jawaban, baik jika
jumlah yang tercantum dalam0konfirmasi itu disetujui0atau tidak disetujui
oleh debitur.
2) Konfirmasi Negatif
Yaitu konfirmasi yang meminta debitur untuk memberi jawaban, hanya
apabila yang tercantum dalam konfirmasi tidak disetujui.
E. Rangkuman
1. Definisi Kartu Piutang
Kartu piutang adalah buku besar pembantu yang berisi informasi mutasi
piutang perusahaan kepada setiap customernya.
Dokumen pokok yang digunakan sebagai dasar pencatatan ke dalam kartu
piutang adalah :
- Faktur Penjualan
- Bukti Kas Masuk
- Memo Kredit
- Buku Memorial
Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi yang
berkaitan dengan piutang yaitu :
1. Jurnal penjualan Digunakan untuk mencatat timbulnya
piutang dari transaksi penjualan kredit.
2. Jurnal retur penjualan Digunakan untuk mencatat
berkurangnya piutang dari transaksi retur penjualan.
3. Jurnal umum Digunakan untuk mencatat berkurangya
piutang dari transaksi retur penjualan.
4. Jurnal penerimaan kas Digunakan untuk mencatat debitur
piutang dari transaksi penerimaan kas dari debitur.
5. Kartu piutang Digunakan untuk mencatat mutasi dan saldo
piutang kepada setiap debitur.
2. Pencatatan data mutasi piutang ke kartu piutang (kartu pelanggan)
Piutang usaha biasa juga disebut piutang dagang karena piutang yang
berasal dari penjualan barang dagang atau jasa secara kredit. Piutang
usaha biasanya disertai dengan syarat-syarat yang telah di tentukan oleh
perusahaan seperti : 2/10, n/30 yang artinya piutang yang timbul
diharapkan dapat ditagih dalam jangka waktu maksimal 30 hari sejak
tanggal penjualan dan jika membayar lebih awal dalam jangka waktu 10
hari atau kurang diberikan potongan 2% kepada debitur.
Kartu piutang merupakan catatan akuntansi berupa buku pembantu yang
berisi rician mutasi piutang perusahaan kepada tiap-tiap pelanggannya
Selain kartu piutang ada beberapa catatan akuntansi lainyang menjadi
sumber pencatatan kartu piutang yaitu :
a. Jurnal Penjualan
b. Jurnal Umum
c. Jurnal Penerimaan Kas
Instrumen Penilaian
Kisi-kisi soal
Kisi-kisi
Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal No Bentuk
Soal Soal
3.2 menerapkan Pengertian piutang Menjelaskan pengertian 1
pengukuran dan Perbedaan piutang Essay
pengakuan piutang
Ciri-ciri piutang Menjelaskan perbedaan 2 Essay
antara piutang dengan
Jenis-jenis piutang hutang 3 Essay
Menjelaskan ciri-ciri 4 Essay
Kartu piutang piutang 5 Essay
Menjelaskan jenis-jenis 6 Essay
Pencatatan data piutang
mutasi Menjelaskan pengertian 7 Essay
kartu piutang
Pencatatan data Menjelaskan pencatatan 8 Essay
mutasi data mutasi piutang ke kartu 9 Essay
piutang 10 Essay
Kartu piutang Menjelaskan dokumen yang
digunakan sebagai dasar
Konfirmasi saldo pecatatan
Menjelaskan jurnal di kartu
Konfirmasi saldo piutang
Menjelaskan konfirmasi
saldo
Menjelaskan surat
konfirmasi saldo
Soal
1. Jelaskan pengertian piutang?
2. Jelaskan perbedaan antara piutang dengan hutang?
3. Jelaskan ciri-ciri piutang?
4. Jelaskan jeni-jenis piutang?
5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kartu piutang?
6. Apa yang dimaksud dengan pencatatan data mutasi piutang ke kartu
piutang?
7. Jelaskan dokumen apa saja yang digunakan sebagai dasar pencatatan
di kartu piutang?
8. Jurnal apa saja yang masuk ke dalam kartu piutang?
9. Jelaskan apa yang di maksud dengan konfirmasi saldo?
10. Sebutkan dan jelaskan surat konfirmasi saldo?
Kunci Jawaban
1. Piutang adalah 0jenis aktiva0termasuk dalam aset0lancar. Oleh karena itu, proses
pembayarannya0harus jelas dan0sesuai tempo. Jika sebuah perusahaan dengan sangat
terpaksa0tidak dapat0mengklaim piutangnya, maka pihak0keuangan berkewajiban
memasukkan0piutang tersebut ke dalam jurnal0tersendiri, yaitu jurnal piutang tak
tertagih.
2. perbedaan hutang0dan piutang0sangatlah0jelas. Hutang0merupakan0kewajiban
pembayaran atas jasa yang telah diterima, sedangkan piutang berarti0sebaliknya. Akan
tetapi dalam proses0pelaporan keuangan, perbedaan0hutang dan0piutang0perlu dilihat
dari berbagai aspek. Hutang (accounts payable) termasuk dalam akun kredit saat dibayar,
dan akun debit saat diterima.
3. Ciri-ciri piutang adalah sebagai berikut.
1) Punya Tanggal Jatuh Tempo
Piutang adalah0transaksi dengan jatuh tempo0tertentu berdasarkan kesepakatan pihak
debitur (yang berhutang) dan kreditur (pemberi hutang). Tanggal jatuh tempo penting
guna menjaga stabilitas arus kas perusahaan. Selain itu, penentuan jatuh tempo juga
akan memudahkan akuntan dalam menyusun jurnal keuangan periodik.
2) Dapat Memiliki Bunga
Ciri - ciri piutang berikutnya adalah perusahaan selaku pihak kreditur dapat
menentukan apakah piutang yang dikeluarkannya0memiliki bunga atau tidak. Jika
perusahaan mewajibkan0piutang dengan0bunga, maka pelaporannya0dalam
jurnal wajib disendirikan.
3) Memiliki Konsekuensi Telat Pembayaran
Ciri - ciri piutang yang0terakhir adalah menimbulkan risiko saat telat dibayar.
Piutang adalah salah satu komponen aset penentu0lancar tidaknya operasional
perusahaan. Sehingga0perusahaan perlu0memberikan konsekuensi tegas bagi
pihak-pihak0debitur yang telat melakukan0pembayaran. Konsekuensi ini bisa
berbentuk0blacklist0atau bahkan0pelaporan ke pihak berwajib.
4. Jenis-jenis Piutang
Setelah membahas ciri - ciri piutang0kali ini kita akan 0membahas jenis - jenis piutang.
Berdasarkan model transaksinya, piutang memiliki beberapa klasifikasi. Selengkapnya
tentang jenis - jenis piutang adalah sebagai berikut :
1) Piutang Usaha/Dagang
Piutang usaha adalah piutang karena penundaan pembayaran oleh
konsumen yang telah menerima produk/jasa. Piutang usaha juga sering dikenal
dengan istilah piutang dagang, karena terjadinya disebabkan transaksi jual beli
antara produsen dan konsumen.
2) Piutang Wesel
Berbeda dengan piutang dagang, piutang wesel adalah piutang yang terjadi
dengan kesepakatan antar kreditur dan debitur. Proses terjadinya piutang wesel
adalah suatu0pihak mengajukan pinjaman0kepada pihak lain, dan0menjanjikan
pembayaran di waktu tertentu.
3) Piutang Lain-Lain
Sementara itu, piutang0lain-lain adalah piutang0di luar piutang dagang
dan wesel. Beberapa hal yang0termasuk dalam0piutang0lain-lain misalnya
gaji karyawan di bayar0di depan, piutang restitusi pajak, piutang bunga, dan
sebagainya.
5. Kartu piutang adalah buku besar pembantu yang berisi informasi mutasi piutang
perusahaan kepada setiap customernya.
6. Mutasi harus di dukung dan di lengkapi yang menjadi dokumen sumber transaksi dan
menjadi sumber pencatatan dalam buku-buku yang terkait dengan piutang antara lain :
a. Faktur penjualan kredit sebagai dokumen transaksi terjadinya piutang.
b. Bukti penerimaan kas sebagai dokumen penerimaan piutang.
c. Nota debit/kredit sebagai bukti penerimaan kembali barang yang dijual.
d. Memo kredit dari bank sebagai bukti penerimaan tagihan dari debitur melalui bank.
e. Bukti memorial sebagai bukti transaksi penghapusan piutang.
7. Dokumen pokok yang digunakan sebagai dasar pencatatan ke dalam kartu piutang
adalah:
Faktur Penjualan
Apabila diterbitkan faktur (penjualan kredit), berarti timbul piutang dagang.
Dalam pencatatan piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan
timbulnya piutang dari transaksi penjualan kredit. Dokumen ini dilampiri dengan
surat muat (bill of lading) dan surat pesanan pengiriman sebagai dokumen
pendukung untuk mencatat transaksi penjualan kredit.
Bukti Kas Masuk
Dalam pencatatan piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan
berkurangnya piutang dari transaksi pelunasan piutang oleh debitur. Jika
cancelled check dikembalikan kepada check issuer melalui sistem perbankan,
bukti kas masuk tidak perlu dibuat oleh perusahaan yang menerima pembayaran,
karena cancelled check dapat berfungsi sebagai tanda terima uang bagi pembayar.
Sebagai dasar pencatatan ke dalam kartu piutang digunakan surat pemberitahuan
(remittance advice) sebagai dokumen sumber.
Memo Kredit
Dokumen ini dikeluarkan oleh bagian order penjualan, dan jika dilampiri dengan
laporan penerimaan barang yang dibuat oleh bagian penerimaan, merupakan
dokumen sumber untuk mencatat transaksi retur penjualan.
Buku Memorial
Bukti memorial digunakan untuk mencatat mencatat penghapusan piutang dan
retur penjualan. Dokumen ini dikeluarkan oleh fungsi kredit yang memberikan
otorisasi penghapusan pada piutang yang sudah tidak dapat ditagih lagi.
8. Jurnal untuk mencatat kartu piutang
1) Jurnal Penjualan
Digunakan untuk mencatat timbulnya piutang karena adanya penjualan kredit.
2) Jurnal Umum
Digunakan untuk mencatat pengurangan piutang karena adanya retur penjualan dan
piutang yang dihapus.
3) Jurnal Penerimaan Kas
Digunakan untuk mencatat pengurangan piutang karena adanya pelunasan piutang.
9. Konfirmasi saldo piutang adalah surat pernyataan yang berasal dari perusahaan kepada
debitur yang menyajikan jumlah kewajiban debitur pada tanggal tertentu dan disertai
dengan rinciannya mengenai benar atau tidaknya saldo piutang pada tanggal tertentu
seperti yang disebutkan dalam surat tertentu.
10. Terdapat dua surat konfirmasi yaitu :
Konfirmasi Positif
Yaitu konfirmasi yang meminta debitur untuk memberi jawaban, baik jika jumlah
yang tercantum dalam konfirmasi itu disetujui atau tidak disetujui oleh debitur.
Konfirmasi Negatif
Yaitu konfirmasi yang meminta debitur untuk memberi jawaban, hanya apabila yang
tercantum dalam konfirmasi tidak disetujui.
PEDOMAN PENILAIAN
Nilai Pengetahuan = Jumlah skor yang diperoleh
Jumlah butir soal
Nilai = 100 x 10 = 100
10
PEMBELAJARAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN
a) Remedial
1. Remedial dapat diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai KKM
maupun kepada peserta didik yang sudah melampui KKM. Remidial terdiri atas
dua bagian: remedial karena belum mencapai KKM dan remedial karena belum
mencapai Kompetensi Dasar.
2. Guru memberi semangat kepada peserta didik yang belum mencapai KKM
(Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru akan0memberikan tugas bagi peserta didik
yang belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), misalnya sebagai
berikut.
1) Meminta siswa untuk mempelajari kembali bagian yang belum tuntas.
2) Meminta siswa untuk membuat rangkuman materi yang belum tuntas.
3) Meminta siswa untuk bertanya kepada teman yang sudah tuntas tentang
materi yang belum tuntas.
4) Memberikan lembar kerja untuk dikerjakan oleh siswa yang belum tuntas.
b) Pengayaan
Pengayaan diberikan0untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi
pembelajaran yang dapat0diberikan kepada peserta didik0yang telah tuntas mencapai
KKM atau0mencapai Kompetensi Dasar. Pengayaan dapat ditagihkan atau tidak
ditagihkan, sesuai kesepakatan0dengan peserta didik. Direncanakan berdasarkan IPK atau
materi pembelajaran yang membutuhkan pengembangan lebih luas misalnya:
a. Belajar kelompok, yaitu sekelompok siswa diberi tugas pengayaan untuk
dikerjakan bersama pada dan/atau di luar jam pelajaran;
b. Belajar mandiri, yaitu siswa diberi tugas pengayaan untuk dikerjakan sendiri/
individual, Pembelajaran berbasis tema, yaitu memadukan beberapa konten pada
tema tertentu sehingga siswa dapat mempelajari hubungan antara berbagai
disiplin ilmu.
Biodata Penulis
Nama lengkap : Nahdiatul Inayah
NIM : A210190001
Ponsel : +62 85664836613
E-mail : [email protected]
Alamat Rumah : Jl.Gunung Beluruh Rt024/Rw012, Desa Membalong, Kec.Membalong,
Kab.Belitung, Kepulauan Bangka Belitung
Bidang keahlian : Pendidikan Akuntansi
Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Institut : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Background Pendidikan :
1. Universitas Muhammadiyah Surakarta (2019 – Sekarang)
2. SMA Negeri 1 Membalong (2016 – 2019)
3. SMP Negeri 1 Membalong (2013 – 2016)
Informasi Lain:
Lahir di Badau, 22 Mei 2001. Masih aktif berkuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Program Studi Pendidikan Akuntansi. Saat ini berdomisili di Wisma Ari Jl. Pabelan I No.3 Rt
02, Gatak, Pabelan, Kec. Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57169.
DAFTAR PUSTAKA
Akidna Rahma. 2021. Piutang : Pengertian, Ciri-ciri, dan Jenis-jenis Piutang. Jakarta.
majoo.id
Gamal Thabroni. 2021. Metode Pembelajaran Discovery Learning : Pembahasan
Lengkap. Serupa.id
Daniel Nugraha. 2019. Piutang dalam Akuntansi beserta contohnya. Paper.id/blog
Redaksi OCBC NISP. 2021. Piutang : Pengertian, Ciri-ciri, Jenis serta bedanya dengan
Hutang. https://www.ocbcnisp.com/id/article/2021/06/22/piutang-
Junitha8813, Onnyfathi. 2017. Mengenal Apa itu Kartu Piutang.
https://brainly.co.id/tugas/12530672