Rusa dan Anjing - Asal Usul Rusa Bertanduk
Al kisah... Konon dahulu sebenarnya Rusa tidak memiliki tanduk seperti yang bisa kita lihat sekarang. Melainkan Anjinglah yang memiliki tanduk. Anjing dan Rusa adalah sahabat karib, mereka telah bersahabat dari kecil. Tapi setelah mereka beranjak dewasa, mereka berpisah untuk mengembara ke tempat tujuan masing-masing. Bertahun-tahun telah berlalu. Waktu itu musim kemarau sangat panjang. Para hewan kesulitan untuk mencari makanan dan persediaan air. Sungai banyak yang kering, rerumputan serta pohon banyak yang mati, tanah menjadi sangat tandus.
Dan salah satu hewan yang mencari sumber makanan adalah si Rusa yang kini sudah mempunyai isteri. Dua pasangan itu berjalan ke banyak tempat hanya demi mencari rumput yang tersisa. Sudah banyak tempat yang mereka datangi, tapi mereka belum mendapat hasil, rumput segar yang mereka cari belum juga mereka temukan. Akhirnya mereka mendengar kabar dari kawanan kerbau yang lewat, bahwa di dekat telaga bawah bukit masih ada sumber makanan yang tersisa. Lalu pasangan itupun menuju telaga yang dimaksud kawanan kerbau, dan benar saja... mereka menemukan sebuah telaga yang luas dan di tepiannya ditumbuhi rerumputan nan hijau dan segar.
api ketika mereka sampai di sana, tempat itu sudah penuh oleh binatang-binatang lain yang juga memiliki tujuan yang sama. Pasangan itupun mulai menuruni bukit menuju tepi telaga. Tapi tiba-tiba isteri si rusa berhenti, dia mencolek punggung suaminya. "Hai suami ku..apakah kau tau siapa yang baru datang itu?" tanya isteri rusa. Si rusa pun melihat ke arah yang di tunjuk isterinya. Di lihatnya si Anjing sahabat lamanya sedang menuruni bukit menuju telaga. "Oh.. dia si Anjing sahabat lamaku. Kami sudah lama tidak bertemu. Memang ada apa isteri ku?" Tanya si Rusa. "Lihatlah..betapa gagahnya dia. Tanduknya sungguh indah dan mempesona. Tanduknya yang kokoh membuatnya terlihat sangat jantan" Jawab Rusa betina kagum.
Melihat si Rusa, si Anjing pun menghampiri sahabat lamanya itu. "Hai Rusa..lama sekali rasanya kita tidak berjumpa. Sedang apa kau di sini?" Tanya si Anjing menyapa. "Yah..kira-kira sudah hampir empat tahun kita tidak berjumpa kawan. Sama seperti kamu, aku dan isteriku kemari untuk mencari makanan. Kau kan tahu sendiri, sekarang ini makanan dan air menjadi barang langka yang susah di dapat." Jawab Rusa. Setelah bercakap-cakap untuk beberapa lama, mereka pun berjalan menuju telaga. Rusa ingin segera makan rumput hijau, sementara Anjing bermaksud untuk minum air. Setelah makan dan minum, mereka berpencar mencari tempat istirahat masing-masing.
"Hai suami ku, kemana temanmu tadi pergi?" Tanya isteri si Rusa. "Dia sedang istirahat di bawah pohon itu" Jawab si Rusa sambil menunjuk pohon tempat si Anjing istirahat. "Ayo kita kesana juga, kita istirahat bersama-sama dia" Pinta si Rusa betina. "Kau ini kenapa? Semenjak ketemu Anjing, tingkahmu jadi aneh. Apa kau suka dengan dia?" Rusa menggerutu karena mulai cemburu. "Bukan begitu suami ku.. aku cuma senang melihat tanduknya yang sangat indah. Membuatnya terlihat sangat gagah.." Jawab si Rusa betina. "Apakah menurutmu aku kurang gagah Apakah dia lebih gagah dari ku?" Tanya si Rusa mulai jengkel. "Bukan begitu suami ku...aku cuma membayangkan kalau kau punya tanduk seperti dia, pasti kau akan terlihat lebih gagah" Jawab Rusa betina merayu. "Baiklah kalau itu maumu..aku akan ke sana dan mencari siasat untuk mendapatkan tanduk itu" Kata si Rusa.
Akhirnya.. karena termakan rayuan isterinya, si Rusa pun berniat menghianati Anjing sahabatnya. Dia pun menghampiri Anjing yang sedang istirahat untuk menjalankan tipu muslihatnya. "Hai Anjing sahabatku.. isteriku ingin sekali melihat kita lomba lari, apakah kamu mau??" Tanya Rusa. Karena tak mau mengecewakan kawan lamanya, Anjing pun menyanggupi ajakan si Rusa. Dan akhirnya mereka pun berlomba dengan di saksikan oleh rusa betina. Tapi karena tanduknya yang berat, Anjing kalah dalam perlombaan itu. Dan tentu saja si Anjing agak kecewa dengan kekalahanya. "Anjing kawanku.. kau kalah karena tanduk yang kau bawa terlalu berat. Supaya adil... bagaimana jika aku yang gantian membawa tanduk itu dan kita ulangi perlombaan ini??" Kata si Rusa.
Tanpa rasa curiga sedikitpun, Anjing menyanggupi saran si Rusa. Anjing pun melepas tanduknya dan dipakaikan di kepala si Rusa. Dan perlombaan pun dilakukan ulang. Kali ini si Rusa betina yang memberi aba-aba. Dan pada hitungan ketiga, si Anjing pun berlari dan melesat dengan cepat. Begitu pula si Rusa, dia pun berlari dengan cepat. Tapi dia berlari ke arah yang sebaliknya. Anjing belum sadar akan siasat si Rusa. Merasa tak terkejar, Anjing pun semakin kencang berlari karena dia senang akan menang lomba. Tapi ketika dia menoleh ke belakang untuk melihat si Rusa, dia tak melihat Rusa ada disana. Sadar bahwa dia telah di tipu, Anjing pun berbalik arah untuk mengejar Rusa. Tapi Rusa sudah terlalu jauh berlari karena Rusa adalah binatang yang gesit dan lincah.
Ahirnya Anjing pun kehilangan tanduk indahnya karena di tipu oleh kawan baiknya sendiri. Dan perseteruan Anjing dan Rusa ini berlangsung hingga sekarang. Tiap Anjing melihat Rusa, pasti dia akan langsung mengejarnya. Untuk mengambil kembali tanduk yang menjadi hak miliknya. Pesan Moral : Jangan sesekali kita menghianati persahabatan. Jangan mengambil keuntungan dari menipu orang lain dan jangan mengambil yang bukan hak kita. Jangan mudah percaya kepada orang lain, meskipun dia terlihat baik di depan kita.