CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
i
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
CIPTA KREATIF
KARYA TULIS GURU
SDN UJUNG XIII/38 SURABAYA
Seri 1
Dalam Program SaSek SaBu (Satu Sekolah Satu Buku)
Dinas Pendidikan Kota Surabaya
Buku ini berisi kumpulan karya tulis guru
SDN Ujung XIII/38 Surabaya sebagai persembahan
Untuk menyambut Hari guru Nasional
ii
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU
SDN UJUNG XIII/38 SURABAYA
Seri 1
Editor: Yogga Agus Wahyudi
Abdul Aziz
Rizal Fahlevi
Endang Puspita
Desain Sampul: Abdul Aziz
Cetakan Pertama, SDN Ujung XIII/38 Press, September 2020
SDN Ujung XIII/38
Jl. Rawa Baru No. 57 Surabaya
NPSN 20532278
(031) 3298572
[email protected]
Hak Cipta dilindungi oleh undang-undang
Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini
Tanpa izin dari pihak terkait
iii
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat, taufik,
dan hidayah-Nya yang tiada terhingga, sehingga buku dengan judul “Cipta Kreatif Karya
Tulis Guru SDN Ujung XIII/38 Surabaya” dapat terselesaikan dengan baik. Buku ini
merupakan kumpulan karya tulis guru SDN Ujung XIII/38 Surabaya dalam Program
SaSek SaBu (Satu Sekolah Satu Buku) Dinas Pendidikan Kota Surabaya sebagai
persembahan dalam menyambut Hari Guru Nasional 2020.
Penulisan buku ini dapat terselesaikan berkat dukungan dan bantuan dari
berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas bantuan, bimbingan, dan arahan kepada pihak-pihak antara lain sebagai berikut.
1. Ibu Kusniyanti, S. Pd, M. Pd selaku Kepala Sekolah SDN Ujung XIII/38
2. Bapak/ibu dewan guru dan staf SDN Ujung XIII/39
3. Tim koordinator SaSek SaBu (Satu Sekolah Satu Buku) SDN Ujung XIII/38
4. Semua pihak yang telah membantu terselesaikan nya buku ini.
Kami menyadari terdapat kekurangan dalam penyusunan buku kumpulan karya tulis
guru SDN Ujung XIII/38 ini. Untuk itu, demi kesempurnaan buku ini, kami mengharapkan
kritik dan saran yang membangun dari semua pihak. Akhirnya, kami berharap semoga
buku ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.
Surabaya, September 2020
Tim penulis
iv
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38 Halaman
DAFTAR ISI ii
iv
Halaman Judul v
Kata Pengantar
Daftar Isi
Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid–19 Siswa SDN Ujung XIII/ 38 1
(Mariati, S. Pd, M. Pd) 5
Metode Pembelajaran Paling Efektif di Saat Pandemi Covid 19 9
(Atik Julikah S. Pd) 16
Hikmah Dibalik Musibah
(Risma Oktafiyanti, S. Pd) 21
Pengaruh Pembelajaran Daring Saat Pandemi Covid-19 terhadap Pendidikan 30
Karakter Siswa SDN Ujung XIII/38 Surabaya
(Maksum, S. Pd) 35
Pandemi Covid-19 Sebagai Katalis Transformasi Pendidikan 4.0
(Yogga Agus Wahyudi, M. Pd) 43
Penggunaan Microsoft Office 365 untuk Pembelajaran Dalam Jaringan Selama 47
Pandemi Covid-19 di Kelas 5A SDN Ujung XIII/38 Surabaya
(Halim Soegeng Prayitno, S.Pd.) 55
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar pada
Pembelajaran Online Akibat Pandemi Covid-19 60
(Rizal Fahlevi, M.Pd.)
Pembelajaran di Era Pandemi
(Diana Wira Rezkyawati, S.Pd)
Pembelajaran blended Learning untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa
Kelas V Sekolah Dasar Akibat Pandemi Covid-19
(Endang Puspita, S.Pd)
Dampak Sistem Pembelajaran Daring Saat Pandemi Covid-19
Terhadap Belajar Siswa SDN Ujung XIII/38 Surabaya
(Jenny Eliati, S.Pd.)
Peran Guru dan Orang Tua Dalam BRD (Belajar dari Rumah)
(Khalimatus Sa’diyah, S. Pd)
v
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Dampak Pelaksanaan Belajar dari Rumah Selama Masa Pandemi Covid-19 65
Rizki Ilmiyati, S.Pd SD 71
Kendala Belajar Daring Siswa SDN Ujung XIII/38 Surabaya Akibat Pandemi
Covid-19 76
(Ira Puspitasari, S.Pd.)
Efektivitas Penggunaan Office Sway untuk Pembelajaran Daring Seni Budaya 82
dan Keterampilan (SBK) Selama Pandemi Covid-19 Di SDN Ujung XIII/38 87
Surabaya
(Abdul Aziz, S.Pd.) 92
Rahasia Agar Anak Semangat Dalam Beribadah 96
(Julaikah, S.Pd. I)
Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Dunia Pendidikan di SDN Ujung XIII/38 100
Surabaya 104
(Pipik Eko Sasmito, S. Pd) 108
COVID (Creative Of Home is Very Importan Daily)
(Dyah Nur Hidayah, S. Pd) 116
Adaptasi Baru Pembelajaran Online Bagi Ekstrakurikuler Silat Perisai Diri di 120
Masa Pandemi Covid 19 SDN Ujung XIII Surabaya 124
(Diah Luckyta Ningrum)
Ketika Kreativitas Diuji Oleh Pandemi
(Sunaryo, S. Pd.)
Tantangan Pendidikan di Kala Pandemi
(Diki Darmawan)
Intervensi Vaksin Sosial dan Konsep Bias Kognitif Sebagai Strategi Mencegah
Penyebaran Covid-19 serta Menjaga Kesejahteraan Jiwa Bagi Tenaga Pendidik
(I Putu Aditya Rastra Wiratama)
Seni Tari Tradisional di Era Modern
(Mungil Handini)
Hikmah Pandemi Covid-19 Bagi Dunia Pendidikan di Indonesia
(Mega Tri Subekti, S. Pd)
Pembelajaranaring untuk Guru Dan Siswa di Masa Pandemi Covid 19
Extra Drumband 25 Cemara SDN. Ujung XIII / 38 Surabaya
(Moch. Sholichin)
vi
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
vii
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid – 19
Siswa SDN Ujung XIII/ 38
OLEH:
Mariati, S. Pd, M. Pd
Pendahuluan
Saat ini semua negara di dunia termasuk Indonesia menghadapi pandemi Covid-
19. Semua kegiatan telah dibatasi demi menghindari pencegahan penyebaran virus.
Dengan adanya wabah Covid-19 ini memberikan dampak yang luar biasa hampir pada
semua bidang, salah satunya dunia pendidikan.
Untuk menghindari pencegahan penyebaran virus yang lebih luas, maka
pemerintah tanggap dengan berbagai cara dalam mengatasi wabah ini, yaitu telah
menerapkan berbagai kebijakan, misal: PSBB, WFH, penyemprotan, menggunakan
masker, tidak keluar rumah, bahkan protokol kesehatan diterapkan.
khususnya dunia pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SLTA hingga
Perguruan Tinggi, di masa pandemi tidak memungkinkan belajar secara tatap muka
dengan gurunya. Mengingat belajar tidak boleh berhenti dan tetap jalan, maka harus
disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. secara maksimal,
Kita tahu bahwa masa pandemi sudah berjalan hampir 7 bulan, di mana siswa
sudah belajar dari rumah masing – masing tanpa perlu datang ke sekolah atau bertemu
dengan guru secara langsung. Hal ini lah yang menyebabkan pembelajaran dilakukan
dengan cara daring (PJJ).
Berbicara tentang PJJ (daring) tentunya banyak sekali yang diperhatikan baik dari
segi guru, siswa, orang tua, dan sarananya. Saat kondisi seperti ini pentingnya
penguasaan ilmu pengetahuan di bidang teknologi bagi seorang guru, siswa, bahkan
orang tua, agar pembelajaran jarak jauh tetap berjalan dengan baik dan efektif .
Dalam keadaan seperti ini pun guru tetap melaksanakan tugasnya sebagai
pengajar walaupun dari rumah, begitu pula siswa yang belajarnya di rumah. Guru pun
juga harus memastikan bahwa siswanya telah memperoleh informasi / ilmu pengetahuan
yang disampaikan oleh guru pada siswanya yang ada di rumah.
1
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid - 19
Guru harus melakukan inovasi dan mendesain dalam pembelajaran jarak jauh
(daring) diantaranya dengan memanfaatkan teknologi. Semenjak pembelajaran
dilakukan di rumah, guru telah melakukan pembelajaran melalui media online seperti
pengiriman lewat WhatsApp, google meet, google form, video, X – Recorder, Zoom, office
365, sway, quizziz, YouTube dll.
Guru dalam berinovasi menyampaikan ilmu pengetahuan atau informasi kepada
siswa dengan menggunakan berbagai alat media tersebut salah satu tujuannya adalah
agar siswa tetap memperoleh ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh guru, yang
mana guru sebelumnya telah membuat persiapan membuat video, link , atau lainnya
kemudian mengirim tugas lewat WhatsApp group orang tua atau group siswa, yang mana
tugas tersebut nantinya dikerjakan oleh siswa.
Pemerintah dalam hal ini Kementerian pendidikan dan kebudayaan tidak tinggal
diam dengan adanya Pembelajaran Jarak Jauh, tetapi memfasilitasi program belajar dari
rumah dengan di tayang akan TVRI, juga SBO TV yang di pandu oleh guru-guru hebat
Surabaya. Ini semua bentuk upaya agar tetap terselenggaranya pendidikan bagi semua
siswa di Surabaya masa pandemi ini.
Dengan keterbatasan akses internet baik secara ekonomi atau lokasi tempat
tinggal siswa pembelajaran daring, belajar dari TVRI atau SBO TV lewat Hp kurang
maksimal karena sinyal yang kurang bagus, channel TV yang tidak ada, atau tidak ada
uang untuk membeli kuota (paket data), Handphone di bawa orang tua bekerja,. Maka
pemerintah memberikan kebijakan dengan membuka layanan gratis aplikasi bekerja
sama dengan provider internet untuk membantu dalam proses pembelajaran daring,
yang telah menyubsidi kuota gratis baik untuk guru atau siswa.
Kita tahu bahwa pembelajaran dapat dikatakan sebagai proses interaksi antara
siswa dan guru atau peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar dalam suatu
lingkungan belajar. Dalam hal ini perlu interaksi dua arah sehingga tidak terjadi
miskonsepsi, dengan demikian pembelajaran akan berjalan sesuai harapan. Guru akan
mengetahui keberhasilan atau mungkin kekurangan siswa, sehingga guru akan mencari
solusi (tindak lanjut) terhadap murid yang mengalami kesulitan, masalah. Di sinilah peran
guru yang bisa dirasakan langsung oleh siswa
Pembelajaran jarak jauh (daring) tentunya guru tetap maksimal dalam
penyampaian materi pada siswa dan tetap memberikan motivasi pada siswa untuk tetap
2
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
semangat belajar dari rumah bersama orang tua dan memanfaatkan teknologi dalam
proses belajar mengajar.
Terlepas dari semua itu, tentunya perlu diperhatikan hal–hal yang yang
berhubungan nya dengan pembelajaran daring, mulai dari gurunya, siswa, orang tua,
serta masalah sarana dan prasarana antara lain:
1. Kurangnya Kemampuan guru saat mengoperasikan Gawai Digital
Perubahan sistem belajar secara daring (online) menuntut semua pihak untuk cepat
beradaptasi dengan teknologi . Hal ini sangat dirasakan oleh kalangan guru. Jika
sebelumnya guru bertahun – tahun mengajar atau mentransfer ilmu dengan cara
bertatap muka di kelas, kini guru di tuntut harus cepat beradaptasi dengan penggunaan
teknologi digital agar aktivitas belajar ( sekolah ) di rumah tetap berjalan, karena
pembelajaran siswa di rumah harus tetap berjalan, tidak boleh berhenti apapun
kondisinya. Namun masih banyak ditemukan guru yang kesulitan dalam mengoperasikan
gawai digital, bahkan merasa terbebani jika harus menggunakan secara terus menerus.
2. Kuota internet yang tidak mencukupi atau tidak mendukung
Dalam Pembelajaran Jarak Jauh menyadarkan kita akan potensi internet yang begitu
diperlukan kapan pun, di mana pun dan menjadi kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi
bagi semua masyarakat di masa pandemi ini. akan tetapi ketersediaan kuota yang
membutuhkan biaya cukup tinggi bagi siswa atau guru guna memfasilitasi kebutuhan
pembelajaran daring. Awalnya ini menjadi permasalahan yang sangat penting mengingat
orang tua yang berpenghasilan rendah bahkan mungkin dirumahkan..Akan solusi atas
masalah ini pemerintah memberikan kebijakan dengan membuka layanan gratis aplikasi
bekerja sama dengan provider internet untuk membantu dalam proses pembelajaran
daring yang telah menyubsidi kuota gratis baik untuk guru atau siswa.
3. Jaringan yang tidak stabil atau sinyal yang kurang mendukung
Jaringan internet pun menjadi salah satu kendala yang dihadapi guru dan siswa,
jaringan yang kurang stabil mengakibatkan pembelajaran daring kurang optimal. Hal ini
bisa menghambat proses pembelajaran, terutama saat guru menyampaikan materi
melalui aplikasi zoom atau video yang tidak didukung oleh sinyal yang kuat, maka materi
tidak sampai pada siswa. Apalagi di daerah yang masih tidak ada jaringan
3
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
4. Sekolah atau belajar di rumah Gawai yang kurang memadai
Untuk aktivitas sekolah di rumah Handphone termasuk salah satu sarana dalam
pembelajaran daring. Permasalahan yang terjadi apabila dalam satu rumah hanya ada
satu (1) Hp yang mana sarana itu dibutuhkan oleh orang untuk bekerja hingga malam
dan di rumah ada beberapa anak yang bersekolah, otomatis anak akan mengerjakan
tugas apabila orang tua sudah pulang kerja ,hal ini menjadi kendala tersendiri dalam
pembelajaran baik mengerjakan atau mengumpulkan tugas dari gurunya. Selain itu
Keterbatasan orang tua dalam membantu anak dalam belajar di rumah pun masih sangat
minim.
Itulah pembelajaran daring di masa pandemi dalam menerapkan proses belajar atau
sekolah dari rumah siswa SDN UJUNG XIII/38 SURABAYA
Kesimpulan
Ada sebuah pelajaran yang bisa dipetik dari dunia pendidikan di tengah pandemi
Covid -19 yaitu kegiatan belajar tatap muka secara langsung dengan guru terbukti lebih
efektif ketimbang secara daring ( online ) karena dalam pembelajaran daring hanya efektif
untuk pemberian tugas . Sementara penjelasan materi secara menyeluruh dari guru
sangat di perlukan, hal ini untuk membantu pemahaman dan keberhasilan belajar siswa.
Terlepas dari itu semua pendidikan karakter siswa pun perlu mendapat perhatian.
Mudah – mudahan di masa pandemi Covid -19 cepat berakhir , sehingga siswa ,
guru bisa belajar bersama - sama di sekolah seperti sedia kala, Tetap semangat untuk
meraih masa depan yang CERIA dan tetap jaga “PROTOKOL KESEHATAN :
Sumber Rujukan:
Khodijah,Nyanyu. (2014).Psikologi Pendidikan.Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada
https://gor.wikipedia.org/wiki/COVID-19
http:kelaspintar.id/blog/edutech/5-kendala-di-rumah-6125/
http://kompas.tv.article
https://www.jpnn.com/news/prof-ojat-guru-tidak-akan-tergantikan-dengan-teknologi
edukasi.kompas.com/read/2019/01/19/20001041/3-hal-ini-jadikan-guru-tidak-
Tergantikan-teknologi
4
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Metode Pembelajaran Paling Efektif di Saat Pandemi Covid 19
Oleh:
Atik Julikah S. Pd
Pendahuluan
Covid-19 merupakan wabah yang mengejutkan bagi seluruh penduduk dunia.
Virus yang menyebabkan covid 19 diyakini bermula pada hewan sebelum menular ke
manusia, pertama kali muncul di pasar grosir yang sudah ditutup di pusat kota Wuhan si
China pada akhir tahun 2019. Seluruh aspek kehidupan manusia di dunia terganggu,
termasuk aspek pendidikan. Banyak negara memutuskan untuk memberhentikan
kegiatan di sekolah dan di perguruan tinggi, termasuk Indonesia. Krisis datang secara
tiba-tiba, pemerintah di Indonesia harus mengambil keputusan menutup kegiatan belajar
di sekolah untuk mengurangi kontak antar sesame secara masif dan untuk
menyelamatkan hidup rakyatnya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud) menerbitkan beberapa surat edaran terkait pencegahan dan penanganan
covid-19. Pertama, Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan
Penanganan Covid-19 di Lingkungan Kemendikbud. Kedua, Surat Edaran Nomor 3
Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan. Ketiga, Surat
Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa
Darurat Penyebaran Covid-19 antara lain memuat arahan tentang proses belajar dari
rumah. Kebijakan belajar di rumah dilaksanakan dengan tetap melibatkan pendidik dan
peserta didik melalui pembelajaran jarak jauh. Tulisan ini mengkaji pelaksanaan
kebijakan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran covid-19.
Inti
Setelah munculnya wabah Covid -19 di belahan bumi, sistem pendidikan pun
mulai mencari inovasi untuk proses kegiatan belajar mengajar. Setiap institusi pun
dituntut untuk memberikan inovasi terbaru untuk membentuk proses pembelajaran yang
sangat efektif ini. Sayangnya, tak semua institusi pendidikan rupanya paham betul
mengenai inovasi terbaru yang harus dipakai untuk melakukan pembelajaran selama
pandemic. Kebanyakan dari mereka masih belum bisa menyesuaikannya karena
terkendala sarana dan prasarana.
5
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Jangan khawatir dulu, bagi anda yang bingung menemukan model pembelajaran
terbaru yang pas untuk peserta didik anda. Beberapa ahli sudah menggodok tentang
metode pembelajaran yang cocok selama pandemic ini. Apa saja metode pembelajaran
tersebut? Berikut ulasannya.
1. Project Based Learning
Metode project based learning ini diprakarsai oleh hasil implikasi dari Surat Edaran
Mendikbud no. 4 tahun 2020. Project based learning ini memiliki tujuan utama untuk
memberikan pelatihan kepada pelajar untuk lebih bisa berkolaborasi, gotong royong, dan
empati dengan sesama.
Menurut Mendikbud, metode project based learning ini sangat efektif diterapkan
untuk para pelajar dengan membentuk kelompok belajar kecil dalam mengerjakan
proyek, eksperimen, dan inovasi. Metode pembelajaran ini sangatlah cocok bagi pelajar
yang berada pada zona kuning atau hijau. Dengan menjalankan metode pembelajaran
yang satu ini, tentunya juga harus memperhatikan protocol kesehatan yang berlaku.
2. Daring Method
Untuk menyiasati ketidak kondusif di situasi seperti ini, metode daring bisa
dijadikan salah satu pilihan yang efektif untuk mengatasinya. Dilansir dari kumparan,
kemendikbud mengungkapkan bahwa metode daring bisa mengatasi permasalahan
yang terjadi selama pandemic ini berlangsung.
Metode ini rupanya bisa membuat para siswa untuk memanfaatkan fasilitas yang
ada di rumah dengan baik. Seperti halnya membuat konten dengan memanfaatkan
barang-barang di sekitar rumah maupun mengerjakan seluruh kegiatan belajar melalui
sistem online.
Nah, metode daring ini sangatlah cocok diterapkan bagi pelajar yang berada pada
kawasan zona merah. Dengan menggunakan metode full daring seperti ini, sistem
pembelajaran yang disampaikan akan tetap berlangsung dan seluruh pelajar tetap
berada di rumah masing – masing dalam keadaan aman.
3. Luring Method
Luring yang dimaksud pada model pembelajaran yang dilakukan di luar jaringan.
Dalam artian, pembelajaran yang satu ini dilakukan secara tatap muka dengan
memperhatikan zonasi dan protocol kesehatan yang berlaku. Metode ini sangat pas buat
6
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
pelajar yang ada di wilayah zona kuning atau hijau terutama dengan protokol ketat new
normal.
Dalam metode satu ini, siswa akan diajar bergiliran (shift model) agar menghindari
kerumunan. Dikutip dari kumparan, model pembelajaran luring ini disarankan oleh
Kemendikbud untuk memenuhi penyederhanaan kurikulum selama masa darurat
pandemic ini.
Metode ini dirancang untuk menyiasati penyampaian kurikulum agar tidak berbelit
saat disampaikan kepada siswa. Selain itu, pembelajaran yang satu ini juga dinilai cukup
baik bagi mereka yang kurang memiliki sarana dan prasarana pendukung untuk sistem
daring.
4. Home Visit Method
Seperti halnya metode yang lain, home visit merupakan salah satu opsi pada
metode pembelajaran saat pandemic ini. Metode ini mirip seperti kegiatan belajar
mengajar yang disampaikan saat home schooling. Jadi, pengajar mengadakan home visit
di rumah pelajar dalam waktu tertentu.
Dilansir dari kumparan, metode ini disarankan oleh Kepala Bidang Kemitraan
Fullday Daarul Qur”an, Dr . Mahfud Fauzi, M.Pd yang mana sangat pas untuk pelajar
yang kurang memiliki kesempatan untuk mendapatkan seperangkat teknologi yang
memadai. Dengan demikian, materi yang akan diberikan kepada siswa bisa
tersampaikan dengan baik. Karena materi pelajaran dan adanya tugas yang diberikan
bisa terlaksana dengan baik.
5. Integrated Curriculum
Metode pembelajaran ini disampaikan oleh anggota komisi X DPR RI Prof.
Zainuddin Maliki. Dikutip dari JPNN. Com, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah
Surabaya ini menyampaikan bahwa pembelajaran akan lebih efektif bila merujuk pada
project base. Yang mana, setiap kelas akan diberikan proyek yang relevan degan mata
pelajaran terkait.
Metode pembelajaran yang satu ini tidak hanya melibatkan satu mata pelajaran
saja, namun juga mengaitkan metode pembelajaran lainnya. Dengan menerapkan
metode ini, selain pelajar yang melakukan kerja sama dalam mengerjakan proyek, guru
juga diberi kesempatan untuk mengadakan team teaching dengan guru lainnya.
Integated curriculum bisa diaplikasikan untuk seluruh pelajar yang berada di semua
7
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
wilayah, karena metode ini akan diterapkan dengan sistem daring. Jadi pelaksanaan
integrated curriculum ini dinilai sangat aman bagi pelajar.
6. Blended Learning
Metode blended learning adalah metode yang menggunakan dua pendekatan
sekaligus, Dalam artian, metode ini menggunakan sistem daring sekaligus tatap muka
melalui video conference. Jadi, meskipun pelajar dan pengajar melalukan pembelajaran
dari jarak jauh, keduanya masih bisa berinteraksi satu sama lain. Dikutip dari.
Kemendikbud.go.id, Yane Henadrita mengungkapkan metode blended learning adalah
salah satu metode yang dinilai efektif untuk meningkatkan kemampuan kognitif para
pelajar.
Penutup
Mengingat wabah pandemic covid 19 tidak tahu pasti kapan berakhirnya, Metode
pembelajaran tersebut mungkin bisa dijadikan opsi untuk pendidik. Dengan adanya
metode – metode tersebut, diharapkan agar pendidikan di Indonesia tetap berjalan
dengan baik dan berjalan lancar
8
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Hikmah Dibalik Musibah
Oleh
Risma Oktafiyanti, S. Pd
Disela – sela kegiatan saya sebagai seorang guru di SDN Ujung XIII/38 Surabaya,
saya ingin membagikan sedikit cerita tentang apa saja yang saya alami selama menjadi
seorang guru di musim pandemi Cov-19 yang tak kunjung berakhir ini. Pandemi ini
memaksa kita semua untuk melakukan banyak hal dari rumah, antara lain: bekerja dari
rumah, sekolah dari rumah, dan banyak lagi.
Selain seorang guru, saya juga seorang ibu dari kedua anak saya dan juga seorang
istri, dalam hal ini selain saya di tuntut menyelesaikan kewajiban saya sebagai guru, saya
juga harus dan wajib menyelesaikan kewajiban saya sebagai seorang ibu dan seorang
istri. Semua harus saya lakukan dengan seimbang, di awal pandemi mungkin semua
masih berjalan lancar, tanpa keluhan dan tanpa kendala. Namun, seiring berjalannya
waktu dan tidak tahu kapan pandemi ini berakhir, kendala-kendala mulai bermunculan,
apa lagi suami adalah seorang Abdi Negara yang tidak selalu ada di rumah, jadi semua
harus saya lakukan sendiri.
Saat awal pandemi, kami mengajar dari rumah atau yang biasa di kenal dengan
WFH (Work From Home). Dengan adanya WFH, saya bisa membagi waktu saya dengan
baik, antara pekerjaan, rumah, dan mengurus anak-anak. Kebetulan, kedua anak saya
semua sudah bersekolah, anak pertama saya duduk di Kelas 3 SD dan anak kedua saya
masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak. Namun, ketika Tahun Ajaran Baru
2020/2021 seluruh guru harus melaksanakan kegiatan dengan pergi kesekolah atau
bekerja dari kantor yang biasa di kenal dengan WFO (Work From Office), disini saya
mulai kesulitan untuk membagi waktu saya, karena saya harus berada di sekolah sejak
pagi hingga waktu kami pulang menjelang sore hari. Kenapa ini menjadi salah satu
kendala atau masalah buat saya? Karena, dengan bekerja dari sekolah saya tidak dapat
melihat dan memantau anak-anak saya di rumah. Mereka hanya bersama asisten rumah
tangga yang tidak mungkin akan memperhatikan tentang kewajiban mereka yang harus
tetap belajar dan mengikuti kegiatan sekolah dari rumah. Namun, sebagai pegawai
pemerintahan saya harus tetap taat dengan setiap aturan yang berlaku.
Dimulai di hari pertama mengajar secara online di tahun ajaran baru, saya memulai
dengan mengadakan conference melalui aplikasi Zoom yang sering di gunakan banyak
9
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
orang di musim pandemic ini sebagai salah satu cara untuk bertatap muka. Mengajar
secara online membuat saya mengerti bahwa di sini guru di tuntut untuk lebih kreatif dan
inovatif dengan menggunakan segala cara, agar ilmu yang diinginkan dapat di sampaikan
dan terima degan baik. Menggunakan aplikasi zoom di awal pelajaran adalah untuk saling
mengenal satu dengan lainnya, guru dengan siswanya. Selanjutnya, setelah saya
pertimbangkan, ternyata aplikasi ini memiliki beberapa kendala yaitu : kendala waktu
yang tidak bisa di lakukan kapan saja, kendala signal yang kadang terputus-putus,
kendala kuota yang terambil sangat besar, dan kendala siswa tidak bisa mengulang
materi jika kurang paham, atau jika ada siswa yang tidak mengikuti tidak dapat memutar
kembali.
Akhirnya, saya memutuskan untuk menggunakan media lain dalam penyampaian
pembelajaran atau materi yang akan saya berikan. Media yang saya pilih adalah media
YouTube, Google Form, dan Office 365. Terkadang, saya juga menggunakan aplikasi
lain yang mendukung untuk penyampaian materi yang akan saya berikan. Tidak jarang,
aplikasi yang saya gunakan adalah aplikasi berbayar atau harus online selama
pembelajaran, namun agar siswa tetap bisa mengakses materi yang saya sampaikan
dengan mudah, maka saya bisa melakukan apa saja yang terbaik yang bisa saya
lakukan.
Hari – hari saya jalani di sekolah dengan menyiapkan materi-materi yang akan saya
berikan, mengambil video, membuat soal, dan sebagainya. Dari sini, bukan berarti tidak
muncul kendala lain, ya… ada kendala yang lain muncul saat pembelajaran berlangsung.
Setelah di beri kemudahan materi dapat di akses kapan saja dan dimana saja, tetapi
siswa banyak yang tidak mengambil hak nya untuk belajar dan menimba ilmu sebanyak-
banyaknya dari semua media yang bisa di gunakan. Tidak jarang, siswa tidak
mengerjakan setiap tugas yang di berikan, jangankan untuk mengerjakan, bahkan
terkadang video pembelajaran yang sudah di buat dengan susah payah pun tidak di lihat
dan di simak dengan baik. Namun kami sebagai guru tidak boleh menyerah, harus tetap
berjuang dan berfikir dengan berbagai cara, agar masalah seperti ini bisa di selesaikan.
Dimasa pendemi ini, kerja sama yang baik antara orang tua dan siswa serta guru adalah
yang terpenting, ketiganya harus bersinergi dengan baik. Jika salah satu nya tidak bisa
mendukung dalam proses pelajaran jarak jauh yang di lakukan selama pandemic, maka
yang terjadi adalah pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik, dan pasti akan
terhambat. Setiap hari dalam pantauan kami sebagai guru, siswa yang menyimak atau
mengerjakan tugas dengan baik tidak lebih dari separuh jumlah siswa dalam kelas.
10
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Kebanyakan mereka terhambat karena hanya memiliki satu handphone atau mereka
tidak memiliki kuota internet untuk mengakses pelajaran yang sudah di berikan.
Tidak kalah penting, selain menjadi guru saya adalah seorang ibu di rumah dengan
dua orang anak yang semuanya sudah bersekolah, selama saya mengajar atau bekerja
dari kantor atau sekolah, yang terjadi di rumah adalah hal – hal yang tidak saya inginkan.
Apa yang terjadi di rumah? Karena saya tidak berada di rumah, yang terjadi adalah, anak
– anak saya di rumah tidak melakukan kewajiban mereka untuk bersekolah dari rumah.
Mereka lebih memilih bermain di luar dengan teman-teman hingga siang bahkan hingga
saya pulang bekerja. Pekerjaan sekolah mereka terbengkalai, tak ada satu pun yang di
kerjakan, sehingga pada malam hari saya harus segera membantu mereka untuk
mengerjakan semua pekerjaan atau tugas – tugas yang sudah di berikan oleh guru dari
sekolah. Sejak pagi bekerja dan di tambah dengan tugas-tugas yang menumpuk, tidak
jarang memicu emosi yang tidak stabil ketika sedang bersama anak-anak untuk
mengerjakan tugas sekolah, yang akan berujung dengan penyesalan. Kesabaran ekstra
benar – benar di butuhkan dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh di musim
pandemic ini. Strategi dan metode yang baik dan benar sangat di butuhkan, baik strategi
mengajar di sekolah untuk siswa saya, maupun strategi mengajar di rumah untuk anak –
anak saya. Disini saya dapat merasakan dua profesi sekaligus, yaitu sebagai ibu dan
sebagai guru, sehingga saya merasa saya juga bisa memahami kondisi dari wali murid
saya. Banyak hal yang saya alami, saya jadikan pelajaran agar tidak terjadi kepada wali
murid saya jika itu sekiranya kurang nyaman.
Belajar jarak jauh seperti ini saya rasakan benar-benar kurang efisien. Sebagai
pendidik, kita bukan hanya sekadar mengajar, tapi juga mendidik. Dan menurut saya,
mendidik dengan karakter dan budi pekerti bisa kita lakukan dengan baik jika kita bertatap
muka dan berhadapan secara langsung, karena dengan cara seperti itu, kita juga
langsung dapat memberikan contoh. Dengan pembelajaran jarak jauh, guru tidak dapat
mengenal dengan baik siswanya, dan siswa tidak mengenal dengan baik bagaimana
gurunya. Pendidikan jarak jauh tidak bisa membangun kekuatan hati antara peserta didik
dengan gurunya, siswa juga tidak banyak bisa mencontoh hal – hal positif yang bisa di
ambil langsung dari seorang guru. Seperti semboyan pendidikan “TUT WURI
HANDAYANI ING MADYA MANGUN KARSA ING NGARSA SUNG TULADA” yang
artinya Dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan,
di tengah atau di antara murid guru harus menciptakan prakarsa dan ide, di depan
seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh.
11
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Di pertengahan bulan agustus setelah kira – kira satu bulan setengah kami
melaksanakan bekerja dari kantor atau sekolah, pemerintah kota mengadakan swab bagi
seluruh guru untuk persiapan masuk sekolah di tengah wabah yang belum juga berakhir
setelah 5 bulan telah berjalan. Semua melaksanakan tes swab tanpa terkecuali termasuk
saya dan ada hampir 50 personil di sekolah saya. Setelah menunggu selama 6 hari hasil
swab telah keluar, ternyata di sekolah saya ada 8 orang guru yang di nyatakan positif
cov-19, dan diantaranya termasuk saya. Sejak saat itu sekolah kami mengadakan WFH,
ternyata banyak sekolah yang juga guru-gurunya terpapar virus cov – 19 ini. Ya, awal
saya mengetahui bahwa saya salah satu dari beberapa personil yang positif, seperti
hancur semuanya, seperti semuanya akan berakhir dalam waktu singkat, tidak ada yang
bisa di salahkan, semua sudah kehendak Allah. Akhirnya saya dan seluruh keluarga saya
melakukan isolasi mandiri, saat itu suami saya sedang melaksanakan tugas di
perbatasan Ambalat. Setelah mendengar kondisi saya, akhirnya suami saya langsung
diizinkan pulang untuk merawat dan mengurus saya juga anak-anak kami. Kami
memutuskan untuk melaksanakan isolasi mandiri di rumah, dengan di pantau oleh dokter
dari dua kedinasan, yaitu dari Puskesmas dan juga dari RS AL dr. Idris Lantamal V.
Selama saya isolasi, suami pun ikut melaksanakan WFH. Saya di izinkan melaksanakan
isolasi di rumah karena beberapa pertimbangan dan harus tetap menjaga protocol isolasi
mandiri untuk menjaga anak-anak dan suami saya agar tetap sehat. Selama isolasi,
banyak sekali yang saya rasakan terutama dari warga di sekeliling saya, belum lagi
selama isolasi saya juga tetap harus melaksanakan tugas-tugas saya sebagai guru,
menambah rasa depresi yang sedang saya alami. Hari-hari saya jalani dengan penuh
semangat meskipun berat, yang jelas rasa syukur tak pernah berhenti, karena saya
masih di kelilingi orang-orang yang menyayangi saya. Akhirnya saya perlahan mencoba
untuk ikhlas dan menerima semuanya, meski tekanan masih saya dapatkan dari
sekeliling saya. Saya akui, selama saya dalam masa isolasi, sulit rasanya saya focus ke
tugas saya sebagai pendidik, yang terpikir saat ini adalah bagaimana bisa sehat dan
menghilangkan virus dari tubuh saya. Saya salah seorang yang ter konfirmasi tanpa
gejala, karena saya tanpa gejala dan masih muda, saya berharap Allah memberikan
kesempatan untuk tetap sehat dan bisa melewati ini semua dengan baik. Karena suami
ikut isolasi mandiri di rumah, akhirnya suami pun gagal dalam mengikuti tes sekolah di
kedinasan nya, namun semua kami terima, kami yakin ini adalah yang terbaik yang sudah
Allah berikan kepada kami. Dukungan besar dari suami dan anak-anak benar-benar
sangat membantu saya untuk tetap semangat dan segera pulih dari kondisi ini. Setelah
12
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
2 minggu kami melaksanakan isolasi mandiri, akhirnya kami mendapatkan surat
keterangan sehat dari Diskes RS dr.Idris, namun di Puskesmas, saya masih harus
menjalani tes swab yang ke 2. 4 hari telah berlalu, hasil tes swab ke 2 muncul, dan
ternyata saya masih di nyatakan positif. Lemas rasanya tubuh ini, lelah, sesak, semua
terasa seperti dating bersamaan. Karena hasil swab yang ke 2 menunjukkan hasil positif,
saya masih harus melakukan isolasi mandiri dirumah selama 2 minggu lagi. Namun, di
hari ke 5 isolasi mandiri saya mendapatkan informasi dari puskesmas, bahwa
berdasarkan dari peraturan penangan cov-19 yang terbaru, karena hasil swab ke 2 saya
memiliki nilai 33.45, maka saya dinyatakan positif namun yang terbaca positif adalah
fragmen/partikel virus nya. Menurut peraturan terbaru hasil CT Value yang melebihi
angka 30 dan kurang dari 40 masih dinyatakan positif, namun yang terbaca adalah
fragmen atau partikel virusnya saja, sehingga sudah tidak bisa menularkan atau
kemungkinan untuk menularkan sangat lah kecil. Saat itu saya di beri informasi bisa
melanjutkan isoman atau beraktivitas namun tetap menjaga protocol kesehatan. Yang
jelas, saya masih sangat menjaga jarak karena saya ingin melindungi diri saya, dan juga
melindungi orang-orang yang ada di sekeliling saya agar tetap sehat. Sungguh, ter
konfirmasi positif cov 19 sangatlah tidak nyaman dan tidak menyenangkan, namun ketika
kita menjalani dengan ikhlas dan baik, inshaAllah semua bisa terlewati dengan baik. Dari
sini saya belajar banyak tentang virus ini dan bagaimana menyikapi nya, menyikapi
orang-orang yang juga positif, dan bagaimana menangani ini semua di musim pandemic
yang tak kunjung berakhir. Dari semuanya, Imun tubuh lah yang sangat berperan penting,
karena ketika imun tubuh kita baik, imun tubuh kita kuat, maka meski positif pun In shaa
Allah kita akan baik-baik saja, kita akan sehat-sehat saja. Bagaimana menjaga imun
tubuh? Hanya dengan memakan makanan yang bergizi dan berprotein tinggi. Kita
perbanyak memakan buah-buahan, sayur-sayuran dan daging-dagingan baik ikan laut,
telur, daging ayam atau daging sapi. Menambah imun dengan meminum suplemen
kesehatan dan juga madu. Jaga pola hidup dengan makan teratur, istirahat yang cukup,
olah raga, serta menjaga hati dan pikiran agar tetap sehat. Yang paling penting adalah
memperbaiki hubungan kita dengan Sang Pencipta Allah Azza Wa Jalla. Karena apapun
semua berasal dari Allah dan Allah lah yang akan menghilangkan segalanya.
Saat menjalani isolasi, Allah adalah tempat mengadu paling baik. Mengintrospeksi
diri adalah yang terbaik yang bisa kita lakukan, karena semua yang terjadi pasti memiliki
sebab akibat yang saat ini sedang kita jalani. Guru terbaik adalah pengalaman, dan guru
13
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
yang terbaik diantara yang lainnya adalah belajar dari pengalaman orang lain. Pandemic
ini bukan main, virus ini tidak nampak, namun bukan berarti virus ini tidak ada.
Dari pandemic covid 19 ini mungkin ada banyak hal yang bisa kita pelajari, ada
banyak hal yang bisa kita petik, da nada banyak hikmah yang terbaik, yang sedang Allah
siapkan untuk kita semua dimasa depan.
Dari sisi pendidikan, pandemic ini mengajarkan tanggung jawab untuk semua
komponen, baik guru, siswa maupun orang tua, karena tanpa tanggung jawab, maka
pembelajaran secara jarak jauh tidak akan terlaksana dengan baik. Guru bisa banyak
belajar untuk terus berinovasi dan mencari hal-hal baik yang bisa di ajarkan melalui
pembelajaran jarak jauh, agar siswa tetap mendapatkan hak-hak mereka dalam bidang
pendidikan, karena pandemic bukan alasan untuk kita berhenti belajar. Bagi orang tua,
pandemic ini bisa mengajarkan bahwa tugas menjadi guru, bukan semata-mata
kewajiban guru di sekolah, tapi lebih dari itu, orang tua memiliki peran utama dalam
mendidik dan membentuk karakter serta budi perkerti anak agar lebih baik, sesuai
dengan keinginan orang tua, karena di sadari atau tidak rumah adalah sekolah pertama
bagi anak-anak, dan guru pertama siswa adalah orang tuanya, terutama seorang ibu, jadi
di balik pandemic ini, hubungan yang terbentuk antara orang tua dan siswa harus bisa
seimbang dan sejalan, agar semua bisa merasakan manfaat dan hikmah dibalik adanya
pandemic ini, hubungan orang tua juga bisa semakin erat dengan anak-anaknya. Dan
orang tua juga bisa lebih memahami bagaimana kondisi dan situasi sebagai seorang
guru, beban penting di pundak seorang guru adalah mencerdaskan kehidupan bangsa,
dimana masa depan cerdas akan bisa didapatkan hanya dari generasi-generasi cerdas
yang mau belajar, yang mau mencoba, dan tidak mudah menyerah. Bagi siswa pandemic
ini bisa dijadikan pembelajaran, bahwa kenyamanan berada di rumah tidak selamanya
benar-benar kita rasakan nyaman, sesungguhnya berada di sekolah adalah yang terbaik
yang bisa mereka dapatkan, mengapa? Karena di sekolah lah mereka bisa bermain, bisa
belajar, dan bisa memiliki banyak teman serta kenangan-kenangan indah yang bisa di
kenang di masa depan. Di sekolah lah mereka bisa mendapatkan hak pendidikan mereka
dengan baik. Rasa rindu untuk sekolah yang muncul di jiwa anak-anak, di harapkan akan
lebih memicu rasa syukur kepada anak-anak agar tetap semangat dan tetap belajar untuk
meraih cita-cita. Untuk masyarakat, pandemic ini bisa membentuk rasa empati dan
solidaritas dengan saling membantu bagi yang membutuhkan, saling menolong sesama
yang kesulitan, tidak melakukan diskriminasi kepada yang lain yang sedang dalam
musibah. Yang pasti, setiap musibah yang terjadi telah Allah sediakan hikmah terbaik
14
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
yang bisa kita ambil dan kita pelajari. Saat ini yang bisa kita lakukan adalah berdoa, agar
pandemic ini segera berakhir, dan kita dapat melakukan aktivitas sebaik mungkin seperti
sediakala. Aamiin Yaa Robbal Alamin.
15
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Pengaruh Pembelajaran Daring Saat Pandemi Covid-19 terhadap Pendidikan Karakter
Siswa SDN Ujung XIII/38 Surabaya
Oleh:
Maksum, S. Pd
Pendahuluan
Negara-negara di dunia saat ini sedang menghadapi pandemi virus Korona. Virus
ganas yang bernama coronavirus disease 2019, disingkat dari Covid-19 ini telah
menyebar luas dan menginfeksi hampir di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan
oleh Korona virus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2 yang pertama kali dideteksi
di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada 1 Desember 2019 ini telah ditetapkan
sebagai pandemi dunia oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 11 Maret
2020.
Tidak terkecuali di Indonesia, wabah virus Korona (Covid-19) oleh pemerintah juga
telah ditetapkan sebagai bencana nasional yang perlu ditangani secara serius karena
telah menimbulkan korban jiwa cukup banyak. Semua aktivitas dibatasi untuk mencegah
penyebaran virus Corona, termasuk aktivitas di dunia pendidikan. Di Indonesia semua
aktivitas pendidikan, mulai dari tingkat dasar, menengah hingga perguruan tinggi
dilakukan secara daring (dalam jaringan). Kegiatan pembelajaran hanya boleh dilakukan
tanpa tatap muka antara pengajar dan siswa yang lebih dikenal dengan nama
Pembelajaran Jarak Jauh (PPJ) atau Belajar dari Rumah (BDR).
Hakikat Pendidikan Karakter
Menurut Mulyasa (2006: 255) pembelajaran pada hakikatnya adalah proses
interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan ke arah
yang lebih baik. Banyak sekali faktor yang memengaruhi di dalam interaksi tersebut, baik
faktor internal yang datang dari dalam diri individu maupun faktor eksternal yang datang
dari lingkungan.
Dalam kurikulum 2013, Mulyasa (2013:73) juga mengemukakan bahwa Kurikulum
2013 berbasis kompetensi dan karakter. Hal ini melanjutkan kurikulum sebelumnya yaitu
Kurikulum Berbasis Kompetensi yang populer dengan sebutan KBK.
Kurikulum 2013 memuat pendidikan karakter yang disesuaikan dengan karakter
siswa Indonesia. Pendidikan karakter memiliki makna lebih tinggi dari pendidikan moral
16
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
karena pendidikan karakter tidak hanya berkaitan dengan benar atau salah, akan tetapi
bagaimana menanamkan kebiasaan tentang hal-hal yang baik dalam kehidupan,
sehingga anak memiliki kesadaran dan pemahaman yang tinggi serta kepedulian serta
komitmen untuk menetapkan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
Wynne (Mulyasa (2011:3) mengemukakan bahwa karakter berasal dari Bahasa
Yunani yang berarti to mark ‘menandai’ dan memfokuskan pada bagaimana menerapkan
nilai-nilai kebaikan dalam tindakan nyata atau perilaku sehari-hari. Pendidikan karakter
merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada peserta didik yang
meliputi komponen-komponen kesadaran, pemahaman, kepedulian, dan komitmen yang
tinggi untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut.
Segala sesuatu mempunyai ciri dasar yang dapat membedakan sesuatu dengan
yang lain. Foerster (Muslich 2011:127) mengemukakan empat ciri dasar pendidikan
karakter. Yaitu keteraturan interior, dimana setiap tindakan diukur berdasarkan hierarki
nilai. Nilai menjadi pedoman normatif setiap tindakan.
Pendidikan karakter adalah suatu upaya baru yang dicanangkan pemerintah guna
meraih dan menghasilkan generasi-generasi masa depan yang prestasi dan berbudi
luhur. Pendidikan karakter berasal dari dua suku kata , pendidikan dan karakter.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pendidikan adalah suatu proses
pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha
mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan dan didikan.
Sedangkan istilah karakter secara harfiah berasal dari bahasa Latin “charakter”, ialah
sifat batin manusia yang memengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku, seperti watak,
tabiat, sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, kepribadian atau akhlak yang menjadi ciri khas
seseorang.
Menerapkan Pendidikan Karakter saat Pembelajaran Daring
Faktor yang sangat menentukan dalam pelaksanaan kurikulum adalah tenaga
kependidikan/guru. Menurut UU No. 14 Tahun 2005 pasal 1 ayat 1, guru adalah pendidik
profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,
melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur
pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional saat ini
sarat dengan tuntutan yang cukup mendasar karena harus mampu menjamin
pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi, dan efisiensi
17
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan
kehidupan lokal, nasional, dan global. Salah satu komponen penting dari Sistem
Pendidikan Nasional adalah kurikulum karena kurikulum merupakan komponen
pendidikan yang dijadikan acuan oleh setiap satuan pendidikan, baik oleh pengelola
maupun penyelenggara khususnya guru. Pendidikan menurut Undang-undang No. 20
Tahun 2003 pasal 1 ayat 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.
Penerapan pendidikan karakter juga perlu diterapkan saat masa pandemi Covid-
19. Siswa tetap belajar dari rumah, guru dapat menanamkan pendidikan karakter melalui
aplikasi-aplikasi pembelajaran daring seperti WhatsApp, zoom, video, google form, office
365, office sway, google classroom, YouTube, website, kinemaster, x-recorder, dan lain-
lain.
Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Karakter Siswa SDN Ujung XIII/38
Surabaya
Pembelajaran daring atau sistem online telah memberikan pelajaran kepada kita
akan potensi luar biasa dari penggunaan internet dalam berbagai bidang, termasuk
bidang pendidikan tanpa batas ruang dan waktu. Termasuk yang terjadi pada siswa SDN
Ujung XIII/38 Surabaya. Dengan internet kegiatan pendidikan bisa dilakukan kapan pun
dan dimana pun. Apalagi disaat pandemi Covid-19 ini penggunaan internet sangat
penting dan merupakan keharusan untuk pembelajaran daring.
Dibalik penggunaan internet, tentu ada sisi positif dan sisi negatifnya. atau
setidaknya kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Meskipun secara formal kegiatan
pembelajaran masih bisa dilakukan secara daring (belajar dari rumah), pendidikan
karakter selama masa pandemi ini, rasanya menjadi sedikit terabaikan. Dapat dikatakan
pendidikan karakter sangat penting bagi siswa.
Sebelum adanya pandemi Covid-19, pendidikan karakter dilakukan di sekolah,
dengan pengawasan langsung dari guru yang bersangkutan. Kegiatan-kegiatan yang
mendukung pendidikan karakter juga bisa dilakukan langsung, secara intensif dan bisa
diukur tingkat keberhasilannya.
18
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Akan tetapi saat ini, ketika kegiatan pendidikan dilakukan secara daring, dimana
yang terjadi lebih banyak hanyalah proses pembelajaran, atau transfer pengetahuan
saja, tak ada yang bisa menjamin siswa bisa mendapatkan pendidikan karakter dari
kedua orang tua mereka sesuai dengan nilai-nilai yang selama ini diajarkan oleh institusi
pendidikan. Mungkin saja beberapa sekolah telah membuat mekanisme pelaporan
kegiatan pendidikan karakter siswa di rumah, namun tetap saja kehadiran guru dan
pendidik serta interaksi mereka dengan para siswa secara langsung diperlukan untuk
pelaksanaan pendidikan karakter yang komprehensif.
Keteladanan para guru akan dilihat dan dirasakan langsung oleh siswa, karena
salah satu kunci utama pendidikan karakter di lembaga pendidikan adalah keteladanan.
Apa yang dilakukan guru biasanya akan menjadi teladan/contoh bagi siswanya. Apalagi
banyak orang tua yang sibuk bekerja, khususnya di waktu-waktu pembelajaran daring.
Mereka tak bisa mengawasi langsung semua aktivitas yang dilakukan anak-anak
mereka.
Banyak guru mengeluhkan partisipasi siswa ketika pembelajaran daring
berlangsung. Guru merasa kesulitan untuk memastikan apakah siswanya mengikuti
pembelajaran dengan serius. Karena sering terjadi, dalam pembelajaran daring, ada
siswa yang sengaja memasang video yang sudah direkam, agar seolah-olah mengikuti
proses pembelajaran, namun ternyata mereka melakukan hal lain. Juga saat melakukan
proses evaluasi pun guru mengalami banyak kesulitan. Apabila sebelumnya guru bisa
melakukan pengawasan langsung, sehingga siswa bisa dididik untuk jujur dalam
mengerjakan soal, sekarang keadaannya berubah, tak ada yang bisa mengawasi dan
memastikan apakah soal-soal yang diberikan, dikerjakan sendiri atau tidak. Para pendidik
juga dibuat khawatir jika pandemi Covid-19 ini berlangsung lama, dan pembelajaran
daring dilakukan selama setahun penuh atau mungkin lebih, generasi muda bangsa ini
akan terbiasa dengan berbagai kemudahan-kemudahan yang tak mendidik dan
mendewasakan. Mereka bisa jadi akan kehilangan setahun penuh dengan pendidikan
karakter yang nilainya sangat berharga sebagai bekal menjalani kehidupan.
Kesimpulan
Dari pemaparan di atas penulis bisa menyimpulkan bahwa tidak mudah
menerapkan pendidikan karakter pada siswa di saat pandemi Covid-19. Pendidikan
karakter sangat penting bagi bangsa ini. Kita tidak lagi menghadapi ancaman kekurangan
orang-orang pintar di era digital seperti sekarang ini. Akses informasi yang nyaris tanpa
19
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
batas memudahkan setiap orang untuk belajar apapun. Perlu diingat bahwa
pembelajaran berbeda dengan pendidikan, apalagi pendidikan karakter.
Bangsa Indonesia butuh generasi muda yang berkarakter positif, dan itu hanya
bisa diraih dengan pendidikan karakter dengan mengedepankan keteladanan para
gurunya yang akan disaksikan dan ditiru langsung oleh para siswa. Oleh karena itu,
sudah saatnya Pemerintah dan segenap elemen pendidikan di Indonesia memikirkan
bagaimana cara mengganti pendidikan karakter yang selama masa pandemi ini terpaksa
harus terabaikan. Jangan sampai hilangnya nilai-nilai pendidikan karakter juga menjadi
bagian dari “new normal”. Kita sebagai pendidik tentu tidak mau melihat generasi muda
yang kehilangan karakter positif akibat didominasi pembelajaran daring yang hanya
mengedepankan transfer pengetahuan tanpa penanaman nilai-nilai akhlak yang mulia.
Daftar Pustaka
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Jakarta:
Fokusmedia
Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Mulyasa. (2012). Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: PT. Bumi Aksara Mulyasa. (
2013).
Mulyasa, E. 2013. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja
Rosdakarya
Muslich, Mansur. 2011. Pendidikan Karakter: Menjawab Tantangan Krisis
Multidimensional. Jakarta: Bumi Aksara
20
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Pandemi Covid-19 Sebagai Katalis Transformasi Pendidikan 4.0
Oleh:
Yogga Agus Wahyudi, M. Pd
Masa Pandemi Covid-19
Dunia dikejutkan dengan wabah Corona Virus Diseases 19 (Covid-19) sebagai
salah satu Pandemi terparah dalam sejarah kesehatan umat manusia. Covid-19
merupakan virus jenis baru yang belum pernah teridentifikasi pada manusia. Tanda dan
gejala umum infeksi Covid-19 antara lain gejala gangguan pernapasan akut, seperti
demam, batuk, dan sesak napas. Masa inkubasi sekitar 5-6 hari dengan masa inkubasi
terpanjang hingga 14 hari. Virus yang disinyalir mulai mewabah pada bulan Desember
2019 di Kota Wuhan Provinsi Hubai Tiongkok ini menyebar hampir ke seluruh penjuru
dunia dengan sangat cepat. Hingga masuk ke Indonesia dan diumumkan secara resmi
pada awal maret oleh pemerintah. Hingga saat ini Covid-19 telah menjangkiti ratusan ribu
orang di indonesia dan jutaan orang di seluruh dunia.
Dengan adanya virus Covid-19 di Indonesia saat ini telah memberikan dampak
pada seluruh aspek kehidupan masyarakat. Harian online Kompas, (28/03/2020) dampak
virus Covid-19 terjadi di berbagai bidang seperti sosial, ekonomi, pariwisata terutama
pada bidang pendidikan. Untuk itu pemerintah mengeluarkan Surat Edaran (SE) pada
Maret 2020 tentang pengaturan segala kegiatan di dalam dan diluar ruangan pada
berbagai sektor sementara waktu ditunda demi mengurangi penyebaran Covid-19,
dengan bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah. Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB) bergerak cepat memberikan himbauan ke seluruh negara-negara
di dunia tentang dampak Covid-19 termasuk dalam bidang pendidikan yang terjadi dalam
waktu yang cepat dan skala yang luas. Berdasarkan data UNESCO, setidaknya ada
290,5 juta siswa di seluruh dunia yang aktivitas belajarnya menjadi terganggu akibat
sekolah yang ditutup (Purwanto et al., 2020).
Kebijakan yang diambil oleh banyak negara termasuk Indonesia dengan
meliburkan seluruh aktivitas pendidikan, membuat pemerintah dalam hal ini Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan (MENDIKBUD) menghadirkan alternatif proses pendidikan
bagi siswa yang tidak bisa melaksanakan proses pendidikan secara tatap muka pada
lembaga pendidikan. Untuk itu MENDIKBUD mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4
Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat dengan
21
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
melaksanakan kegiatan belajar dilakukan secara online/daring (dalam jaringan) dalam
rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Dalam surat edaran tersebut dijelaskan
mengenai pertimbangan utama dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan yaitu:
meniadakan Ujian Nasional (UN), pelaksanaan pembelajaran dari rumah menggunakan
daring/Pembelajaran daring(PJJ), penyesuaian kelulusan dan kenaikan kelas,
pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), dan penyesuaian dana Bantuan
Operasional Sekolah (BOS) (Mendikbud, 2020). Untuk itu para guru yang selama
bertahun-tahun telah terbiasa mengajar secara tatap muka, menyiapkan bahan ajar, alat
peraga, evaluasi, dan berbagai administrasi kelas tentunya akan menyesuaikan berbagai
hal tersebut untuk menyiapkan, mengolah dalam bentuk pembelajaran daring.
Tantangan Pembelajaran Daring
Penerapan pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19 menuntut
penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bagi guru, siswa, bahkan orang
tua karena sangat berdampak pada efektifitas kegiatan pembelajaran. Fasilitas daring
berupa hp, laptop, dan jaringan internet yang memadai, merupakan salah satu hal utama
yang sangat menunjang pembelajaran daring, kondisi ini tentu sangat beragam dirasakan
oleh para guru maupun siswa.
Purwanto et al.,(2020) memaparkan dari hasil dari penelitiannya terdapat
beberapa kendala yang dialami oleh siswa, guru, dan orang tua dalam kegiatan belajar
mengajar secara daring antara lain: penguasaan teknologi masih kurang, penambahan
biaya kuota internet, adanya pekerjaan tambahan bagi orang tua dalam mendampingi
anak belajar, komunikasi dan sosialisasi antar siswa, guru dan orang tua menjadi
berkurang dan Jam kerja yang menjadi tidak terbatas bagi guru karena harus
berkomunikasi dan berkoordinasi dengan orang tua, guru lain, dan kepala sekolah.
Selain itu, tidak semua materi pelajaran yang selama ini dipelajari secara tatap
muka, bisa dilaksanakan secara daring. Pembiasaan pendidikan karakter, budi pekerti,
dan pendidikan kewarganegaraan, dan sosial perlu kolaborasi pengawasan antara guru
dan orang tua untuk diterapkan selama pandemi. Untuk itu sinergi antara guru dan orang
tua siswa mutlak dilaksanakan untuk menjamin dan mengawasi siswa selama belajar.
Transformasi Pendidikan 4.0
Pandemi Covid-19 memberikan kekhawatiran, kecemasan, sekaligus tantangan
yang harus dihadapi. Tantangan ini justru dapat menciptakan peluang baru dalam
22
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
mengatasi berbagai persoalan dalam pendidikan. Dengan adanya pandemi menjadikan
katalis hebat yang mendorong dan mengakselerasi pendidikan 4.0. dimana para guru
dipacu untuk memanfaatkan teknologi informasi guna mempercepat transformasi
pendidikan.
Transformasi pendidikan merupakan perubahan pola pikir pada sistem pendidikan
sebagai akibat dari tantangan dan kondisi interaksi pada lingkungan masyarakat (Gusty,
Nurmiati, Muliana, & Sulaiman, 2020). Berkaitan dengan pendidikan 4.0. pada tahap ini
dituntut keselarasan antara sumber daya manusia dengan teknologi informasi dalam
rangka menemukan solusi yang efektif untuk memecahkan berbagai persoalan dan
tantangan yang timbul, serta menciptakan peluang-peluang baru secara kreatif dan
inovatif sebagai respons adanya revolusi industri 4.0.
Perkembangan arus informasi, media komunikasi, serta ilmu pengetahuan dan
teknologi yang pesat menopang peradaban manusia di abad ke-21. Masa ini ditandai
dengan perkembangan masyarakat digital era revolusi industri 4.0 yang didukung oleh
berbagai teknologi canggih berupa artificial intelligent, big data, perangkat elektronik,
robot, hingga teknologi finansial. Berbagai kemajuan teknologi tersebut tentunya
memberikan dampak pada berbagai aspek kehidupan manusia, sehingga menuntut
dimilikinya berbagai keterampilan dan kompetensi hidup untuk dapat berpartisipasi,
berkompetisi, dan menjawab tuntutan yang ada (Haryono, 2017). Hal tersebut
berimplikasi pada konteks keterbukaan dunia, dimana manusia hidup dalam masyarakat
kompetisi yang secara terus menerus mengharuskan peningkatan penguasaan
kemampuan dan keterampilan dalam kehidupan.
Dalam mempersiapkan sumber daya manusia abad ke-21 pada sebuah ekosistem
masyarakat yang penuh kompetisi dengan gelombang perubahan yang sedemikian
cepat, dibutuhkan keterampilan penguasaan teknologi, media informasi, serta
keterampilan inovasi dalam belajar. Lebih lanjut Hudha, Amin, Bambang, & Akbar (2016)
menjelaskan dalam menghadapi era abad ke-21 diperlukan sumber daya manusia
profesional yang memiliki kemampuan dalam inovasi, berkompetisi, berkolaborasi, dan
bekerja sama dalam berbagai hal. Kemampuan tersebut diperlukan dalam menyerap
informasi baru dan beradaptasi menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat.
Untuk mendukung tercapainya kompetensi kualitas pendidikan abad ke-21,
diperlukan guru yang berkualitas dan profesional dalam melaksanakan pembelajaran
dengan baik. Untuk itu Ristekdikti (2018) menjelaskan bahwa karakteristik yang harus
dimiliki guru abad ke-21 yaitu; (1) guru diharuskan mampu menjadi motivator, fasilitator,
23
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
dan inspirator dalam pembelajaran; (2) guru harus mempunyai minat baca untuk mampu
mentrasformasikan diri dalam era digital; (3) guru abad ke-21 diharuskan mempunyai
keterampilan untuk menulis dan menuangkan hasil pemikiran inovatif nya dalam format
buku maupun karya tulis ilmiah; (4) guru diharuskan kreatif dan inovatif dalam menggali
solusi dari berbagai permasalahan pembelajaran, mampu mengembangkan metode
pembelajaran yang mengacu pada penggunaan teknologi informasi; dan (5) guru harus
melakukan transformasi kultural menjadi sesuatu yang lebih terdepan melalui berbagai
pengondisian perilaku dalam kegiatan pembelajaran.
Suteki (2020) memaparkan dengan adanya pandemi Covid-19 memicu
percepatan proses transformasi digital pendidikan. Adapun beberapa indikator tersebut
antara lain yaitu: (1) pembelajaran tatap muka digantikan dengan pembelajaran
online/daring dengan berbagai kendala dan keterbatasan yang ada; (2) maraknya
kegiatan webinar berkualitas untuk transfer ilmu pengetahuan secara daring; (3)
dilaksanakannya kegiatan belajar dan mengajar dari rumah memanfaatkan teknologi
informasi dan komunikasi yang tersedia; (4) penerimaan siswa baru secara online; dan
(5) menyadarkan pentingnya sistem informasi manajemen pendidikan secara online di
satuan pendidikan.
Pada akhirnya transformasi tersebut menjadi nyata dan menjadi keharusan,
dimana pelajaran yang biasanya on-site menjadi online, pembelajaran tatap muka
menjadi tatap layar, hingga semua interaksi menjadi serba digital. Untuk itu dituntut guru
untuk dapat mengkreasikan pembelajaran daring menjadi menyenangkan, penuh makna,
membangkitkan kreativitas, daya kritis, dan mampu membuat siswa lebih mandiri dalam
belajar.
Solusi Pembelajaran Daring
Pada dasarnya kehadiran pandemi Covid-19 mempercepat implementasi model
pembelajaran di era 4.0 yang dikenal dengan pembelajaran daring (Gusty et al., 2020).
Untuk itu sebagai pendidik yang memiliki tanggung jawab untuk mendidik para siswa
tidak dapat berhenti, diharapkan guru terus beradaptasi menemukan, menyesuaikan, dan
memperbarui cara mengajar secara akademis dan sosial-emosional melalui dunia digital
yang menawarkan kemudahan akses aplikasi yang mendukung media pembelajaran
daring. Pembelajaran daring merupakan peluang bagi seluruh stakeholder pendidikan
untuk mengembangkan secara berkelanjutan setelah pandemi berakhir untuk terus
24
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
dilakukan kajian dan evaluasi secara bertahap untuk mewujudkan efektivitas hasil
pembelajaran.
Untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran yang dilakukan secara daring, guru
maupun siswa perlu menguasai berbagai situs penyedia pembelajaran daring seperti
Rumah belajar, google classroom, dan Edmodo. Penyedia soal daring seperti google
form, Microsoft 565, kahoot, quiiziz, dan word wall. Penyedia aplikasi video conference
zoom, google meet, WebEx, team dll, serta aplikasi streaming video pembelajaran seperti
YouTube. Kemampuan tersebut sangat diperlukan untuk mengaktifkan siswa dalam
proses pembelajaran, merangsang siswa untuk dapat mengembangkan pemikiran yang
aktif untuk terlibat dalam proses berfikir. Selain itu pemilihan model, metode, dan strategi
pembelajaran dalam penerapan pembelajaran daring sangat diperlukan untuk
meningkatkan hasil pembelajaran.
Berdasarkan hasil penelitian Setyorini (2020), sistem pembelajaran daring dengan
memanfaatkan platform digital pada jenjang sekolah dasar dan menengah cenderung
mengubah wajah pendidikan ke arah yang lebih baik, lebih efektif, dan lebih
menyenangkan Guru menjadi semakin inovatif dalam mengemas bahan ajar dan
semakin kreatif mengembangkan metode pembelajaran untuk menarik antusiasme
siswa. Meski demikian, perlu dilakukan penyesuaian kembali dengan beragam
kemampuan masing-masing guru, siswa, dan orang tua siswa dalam memberikan
fasilitas pembelajaran daring ini, sehingga kendala yang dialami dapat diminimalisir.
Sementara Praherdhiono, Adi, & Prihatmoko (2020) memaparkan dalam kondisi darurat
Pandemi Covid-19 seperti ini penerapan perangkat dan metode pembelajaran berbasis
TIK terbukti mendukung pengembangan dalam merencanakan dan
mengimplementasikan pada sistem pembelajaran.
Dampak Positif Pandemi Covid-19 dalam Bidang Pendidikan
Dampak Pademi Covid -19 selain memberikan tantangan baru bagi pendidikan,
juga banyak memberikan dampak positif dalam pembelajaran, dampak tersebut
dijelaskan oleh Gusty et al., (2020) antara lain yaitu: (1) mempercepat akselerasi
transformasi pendidikan di era revolusi industri 4.0 dari pembelajaran konvensional
menjadi teknologi digital; (2) meningkatnya minat penelitian, dengan adanya pandemi
banyak bermunculan hasil-hasil penelitian baru untuk meningkatkan kemampuan hidup
dalam menghadapi pandemi; (3) proses pembelajaran lebih efektif dan efisien melali
berbagai macam platform online yang menyediakan layanan secara gratis dan mudah;
25
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
(4) hubungan emosional antara anak dan orang tua lebih terbangun saat belajar di rumah;
(5) banyak orang tua yang akhirnya melek teknologi dalam mendampingi anak dalam
belajar di rumah
Firman & Rahayu, (2020) menjelaskan bahwa pembelajaran online di tengah
pandemi Covid-19 mempunyai beberapa dampak positif bagi pendidikan yaitu: (1)
pembelajaran online memiliki fleksibilitas dalam pelaksanaannya dan mampu mendorong
munculnya kemandirian belajar dan motivasi untuk lebih aktif dalam belajar; (2)
membiasakan siswa untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk mengikuti
pembelajaran online; dan (3) pembelajaran daring mendorong munculnya perilaku social
distancing dan meminimalisir munculnya keramaian mahasiswa sehingga dianggap
dapat
mengurangi potensi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.
Sementara Suteki, (2020) menjelaskan dampak positif pandemi bagi pendidikan
yaitu: (1) memicu percepatan transformasi pendidikan dimana mengharuskan guru,
siswa, bahkan orang tua cakap teknologi selaras dengan revolusi industri 4.0 yang terus
maju; (2) munculnya berbagai aplikasi belajar online; (3) banyaknya kursus online gratis;
(4) munculnya banyak kreativitas baru; (5) mengoptimalkan kolaborasi antara siswa
dengan orang tua selama belajar di rumah; (6) penerapan ilmu yang diperoleh dalam
keluarga; dan (7) membangun mental positif dengan masalah yang dihadapi.
Secara lebih terperinci Edukasi, (2020) memaparkan dampak positif dari Covid-19
bagi guru, siswa, dan orang tua antara lain yaitu: (1) Bagi guru, melahirkan guru yang
melek akan literasi digital dalam memanfaatkan teknologi informasi, melahirkan guru-
guru kreatif untuk menyajikan materi dengan cara-cara baru yang mudah dipelajari siswa
di rumah, dan melahirkan guru yang inovatif dalam mengembangkan media-media
pembelajaran yang baru yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa dalam pembelajaran
daring; (2) Bagi siswa, menuntut siswa untuk dapat memanfaatkan berbagai teknologi
informasi untuk memanfaatkannya dalam pembelajaran seperti video pembelajaran,
searching materi pelajaran, mengerjakan soal online dll. Selanjutnya berfokus pada
siswa, karena menuntut untuk aktif dalam mencari informasi pembelajaran; dan (3) Bagi
orang tua siswa, akan menumbuhkan komunikasi yang baik dengan siswa dan akan lebih
peduli terhadap pendidikan siswa, serta menyadarkan orang tua akan pentingnya bekerja
sama dalam mendidik siswa terutama berkonsultasi dengan guru saat anak belajar di
rumah.
26
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Kerjasama antara guru, siswa, dan orang tua yang baik dalam pembelajaran
daring sangat berpengaruh terhadap implementasi keberhasilan pembelajaran daring
yang efektif (Dewi, 2020). Untuk itu kreativitas guru dalam menyajikan materi
pembelajaran dan soal latihan menjadi kunci dalam pembelajaran daring dapat berjalan
dengan baik dan efektif.
Hikmah Pandemi Covid-19
Maha besar Allah SWT, Tuhan semesta alam yang berkuasa atas apa yang ada
di langit dan di bumi. Tiada sesuatu apapun diluar takdir Nya, karena semua yang terjadi
pasti atas kehendak dan rahasia Nya. Manusia hanya merencanakan dan berikhtiar,
karena apa yang menurut kita baik belum tentu baik menurut Allah, sebaliknya, apa yang
menurut kita buruk mungkin itu yang terbaik menurut Allah. Jika dikutip dari dakwah K.H
Abdullah Gymnastiar (2020) ada beberapa hikmah dari Covid-19 ini yaitu: (1) semakin
yakin bahwa Allah maha Kuasa atas dunia dan seisinya; (2) semakin sadar bahwa
manusia itu makhluk yang lemah dan tidak berdaya saat didatangkan suatu wabah atas
kehendak Allah; (3) semua masalah tentu akan teratasi jika kita mau saling mendukung,
membantu, dan bekerja sama dengan semangat kebersamaan; (4) semakin yakin jika
sedekah itu sangat penting untuk peduli terhadap sesama; dan (5) disiplin merupakan
kunci dalam berperilaku di era pandemi sesuai ajaran Islam untuk menjadi bangsa yang
kuat.
Untuk itu semua yang terjadi dan digariskan di dunia ini termasuk pandemi Covid-
19 tidaklah sia-sia, karena pasti banyak manfaat jika disadari terutama dalam bidang
pendidikan. Semakin banyak siswa dan orang tua yang sadar akan pentingnya tatap
muka dengan guru di sekolah, menyadari akan pentingnya kebersihan dan kesehatan,
menyadari perlunya interaksi sosial, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, dan
kebersamaan untuk saling bergotong royong melawan pandemi agar segera berakhir
dengan segala daya dan upaya yang bisa dilakukan manusia untuk mengubah musibah
menjadi berkah.
Penutup
Pandemi Covid-19 memberikan kekhawatiran maupun tantangan dalam berbagai
aspek kehidupan. Tantangan ini justru dapat menciptakan peluang baru dalam mengatasi
berbagai persoalan dalam pendidikan. Dengan adanya pandemi menjadikan katalis yang
mendorong dan mengakselerasikan pendidikan di era industri 4.0, dimana para guru
27
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
dipacu untuk memanfaatkan teknologi informasi guna mempercepat transformasi
pendidikan. Transformasi tersebut menjadi nyata dan menjadi keharusan, dimana
pelajaran yang biasanya on-site menjadi online, pembelajaran tatap muka menjadi tatap
layar, hingga semua interaksi menjadi serba digital. Untuk itu guru dituntut untuk dapat
mengkreasikan pembelajaran daring menjadi lebih menyenangkan, penuh makna,
membangkitkan kreativitas, daya kritis, dan mampu membuat siswa lebih mandiri dalam
belajar. Untuk itu diperlukan kesiapan mental bagi para guru, siswa, dan orang tua dalam
pelaksanaannya. Tentunya akan banyak tantangan pembelajaran dalam menghadapi
masa pandemi, namun dengan kemampuan manusia untuk beradaptasi, tantangan
tersebut akan bisa teratasi dengan selalu berinovasi melakukan sesuatu yang baru dalam
pembelajaran.
Pada akhirnya pendidikan sebagai ekosistem utuh memerlukan dukungan dari
berbagi pihak yang tak lepas dari daya dukung teknologi, infrastruktur yang memadai,
serta sumber daya manusia yang tangguh untuk melahirkan manusia-manusia yang
unggul sesuai kebutuhan abad 21. Kerjasama antara guru, siswa, dan orang tua yang
baik dalam pembelajaran daring sangat berpengaruh terhadap implementasi
keberhasilan pembelajaran daring yang efektif. Untuk itu kreativitas guru dalam
menyajikan materi pembelajaran dan soal latihan menjadi kunci dalam pembelajaran
daring dapat berjalan dengan baik dan efektif. Akhirnya kita dapat mengambil sebuah
hikmah pada setiap kejadian untuk berubah menjadi lebih baik, “inilah saatnya kita belajar
dari Covid-19 agar kita menjadi masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan”
(Makarim, 2020) “Virus Bermutasi, Manusia Beradaptasi”.
Daftar Rujukan
Dewi, W. A. F. (2020). Dampak COVID-19 terhadap Implementasi Pembelajaran Daring
di Sekolah Dasar. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 55–61.
https://doi.org/10.31004/edukatif.v2i1.89
Edukasi, S. (2020). Hikmah Covid-19 Bagi Dunia Pendidikan. indonesia: Youtube.
Retrieved from https://youtu.be/uNwjbFKXfr4
Firman, F., & Rahayu, S. (2020). Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19.
Indonesian Journal of Educational Science (IJES), 2(2), 81–89.
https://doi.org/10.31605/ijes.v2i2.659
Gusty, S., Nurmiati, Muliana, & Sulaiman, O. K. (2020). Belajar Mandiri Pembalajarn
Daring di Tengah Pandemi Covid-19. Yayasan Kita Menulis.
Haryono. (2017). Teknologi pendidikan dan pembelajaran abad 21. Seminar Nasional
Teknologi Pendidikan, 425–436.
28
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Hudha, A. M., Amin, M., Bambang, S., & Akbar, S. (2016). Telaah model-model
pembelajaran dan sintaksnya sebagai upaya pengembangan model pembelajaran
‘OIDDE.’ JPBI: Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 2(2), 109–124.
https://doi.org/10.22219/JPBI.V2I2.3448.G4169
Makarim, N. (2020). Sambutan Mendikbud pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional
2020. Indonesia. Retrieved from https://youtu.be/sF98twVy69A
Mendikbud. Surat Edaran No 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebiajakan
Pendidikan Pada Masa Darurat Penyebaran Covid-19 (2020).
Praherdhiono, H., Adi, E. P., & Prihatmoko, Y. (2020). Implementasi Pembelajaran di Era
& pasca Pendemi Covid-19. Malang: CV Seribu Bintang.
Purwanto, A., Pramono, R., Asbari, M., Santoso, P. B., Wijayanti, L. M., Choi, C. H., &
Putri, R. S. (2020). Studi Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses
Pembelajaran Online di Sekolah Dasar. EduPsyCouns: Journal of Education,
Psychology and Counseling, 2(1), 1–12. Retrieved from https://ummaspul.e-
journal.id/Edupsycouns/article/view/397
Ristekdikti. (2018). Modul PPG: karakteristik guru dan siswa abad 21 capaian
pembelajaran.
Setyorini, I. (2020). Pandemi Covid-19 Dan Online Learning : Apakah Berpengaruh
Terhadap Proses Pembelajaran Pada Kurukulum 13. Journal of Industrial
Engineering & Management Research ( JIEMAR ), 01(Juni), 95–102.
Suteki. (2020). 7 Dampak Positif Pandemi Covid-19 Bagi Dunia Pendidikan. Retrieved
from suteki.co.id
29
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Penggunaan Microsoft Office 365 untuk Pembelajaran Dalam Jaringan Selama
Pandemi Covid-19 di Kelas 5A SDN Ujung XIII/38 Surabaya
Oleh:
Halim Soegeng Prayitno, S.Pd.
Pendahuluan
Masa pandemic COVID-19 telah berjalan sejak bulan April 2020 di Indonesia.
Dampaknya telah kita rasakan dalam semua bidang dan sendi kehidupan. Salah satunya
terdampak pada dunia pendidikan di Indonesia. Kebijakan pimpinan diambil sesuai
dengan perkembangan yang ada, salah satunya adanya penerapan salah satu media
belajar dalam jaringan yang telah tersedia untuk menghadapi tantangan pendidikan yang
selalu dinamik, kompleks, dan berubah sesuai perkembangan zaman harus kita ikuti.
Begitu juga dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Salah satu kebijakan Pemerintah yang sudah diterapkan saat ini adalah
pembelajaran jarak jauh bagi siswa. Siswa dilarang untuk datang ke sekolah demi
terputusnya mata rantai penularan virus COVID-19. Untuk memenuhi kebutuhan siswa
akan pendidikan dan sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat, maka guru diberi
kewenangan untuk memilih media pembelajaran yang dapat menunjang pendidikan jarak
jauh. Salah satu yang dapat dipergunakan adalah Microsoft 365 yang telah
disosialisasikan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya kepada seluruh guru di wilayah
Kota Surabaya.
Agar tujuan pendidikan dapat terwujud dengan baik, maka tidak cukup hanya
dengan media yang memadahi, tetapi juga peran guru sebagai kunci utama keberhasilan
tujuan pendidikan harus memahami apa saja kelebihan dan kekurangan Microsoft Office
365 sebagai media pendidikan di masa Pandemi COVID-19 saat ini.
Menggunakan Media Pembelajaran yang Tepat
Agar pembelajaran dapat berjalan dengan efektif, baik, mudah, dan lancar, guru
harus bisa menggunakan media pembelajaran yang tepat dan cocok untuk diajarkan ke
siswanya. Guru juga dituntut mampu merancang dan mendesain pembelajaran daring
yang ringan dan efektif dengan memanfaatkan perangkat atau aplikasi yang sesuai
dengan karakter siswa. Jangan sampai ketika memberikan materi pelajaran guru tidak
30
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan kondisi anak didiknya.
Penggunaan media pembelajaran bisa menggunakan berbagai cara baik secara
konvensional maupun digital. Penggunaan media pembelajaran secara konvensional
misalnya dengan memanfaatkan bahan-bahan alam/buatan atau peralatan non digital.
Sedangkan penggunaan media pembelajaran secara digital misalnya dengan
memanfaatkan teknologi berbagai aplikasi seperti: Sway, Office 365, Google Form,
Google Classroom, Zoom, Duo, Video Recorder, Pdf, X-recorder, Kinemaster, Youtube,
Blogger, Website, dan lain-lain.
Guru bisa memilih media yang tepat untuk menyampaikan materi pembelajaran
kepada siswa. Jangan sampai siswa mengeluh, bingung, dan merasa kesulitan dalam
menerima materi pelajaran yang diberikan gurunya, karena setiap siswa memiliki
karakter yang berbeda.
Penggunaan Media Pembelajaran dengan Microsoft Office 365 Dalam
Pembelajaran Dalam Jaringan
Dalam masa pandemi ini solusi pembelajaran daring sangat efektif untuk
memberikan materi tanpa harus bertatap muka secara langsung. Pilihan aplikasi
Microsoft Office 365 untuk pembelajaran dalam jaringan ini selain untuk memudahkan
penyampaian materi kepada siswa juga lebih praktis. Walaupun ada juga aplikasi-aplikasi
lain yang bisa diterapkan oleh guru berdasarkan kebutuhannya masing-masing. Microsoft
Office 365 merupakan salah satu aplikasi yang dikembangkan oleh Microsoft ini dirasa
sangat cocok untuk presentasi secara daring. Kelebihan aplikasi Microsoft Office 365
antara lain pengguna bisa membuat materi pembelajaran yang bervariasi, sehingga
pembelajaran yang disampaikan ke siswa dapat diterima dan dipahami lebih mudah serta
cukup menarik. Selain itu, melalui aplikasi Microsoft Office 365, guru bisa langsung
mengetahui siapa saja yang mengerjakan, berapa kali dikerjakan, bahkan nilai siswa
dapat langsung diketahui dengan membuka laman tanggapan/respon siswa. Dengan
demikian, guru bisa langsung memberikan assessment terhadap siswa dalam mengukur
kemamuan dan pengetahuan yang telah disampaikan guru. Berdasarkan pengalaman
penulis, respon siswa terhadap penggunaan media pembelajaran Microsoft Office 365
cukup baik. Pilihan aplikasi pembelajaran daring ini bukan berarti guru tidak mau
menggunakan aplikasi yang lain, tapi hanya sekadar salah satu sarana untuk
memudahkan kegiatan pembelajaran.
31
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Apa itu Microsoft Office 365 ?
Microsoft office 365 adalah aplikasi besutan Microsoft yang diciptakan satu paket
program lengkap. Program paket lengkap ini bertujuan untuk memberikan segala
kemudahan para pengguna dalam mengakses informasi secara fleksibel dimanapun
kapanpun. Bahkan penggunanya juga dapat menyimpan hasil kerjanya di cloud dan
dapat juga di share ke pengguna lainnya. Bisa dibilang paket program lengkap pada
office 365 mirip dengan media sosial antar pengguna office 365 dan mengerjakan tugas
secara bersamaan.
Kelebihan Microsoft Office 365
Microsoft office 365 memiliki beberapa keunggulan yang dapat dipahami sehingga
memudahkan pengguna Microsoft office 365 dalam mengoperasikan aplikasi ini.
Kelebihan dari Microsoft office 365, antara lain :
1. Berguna untuk melakukan kolaborasi dengan mudah antar pengguna yang sudah
menjadi teman mulai dari mengerjakan tugas bersama sama atau melakukan
komunikasi membahas suatu pekerjaan.
2. Berguna untuk melakukan penyimpanan dokumen dengan mudah dengan dukungan
layanan cloud sehingga dokumen yang disimpan dapat diakses dimanapun tanpa
takut dokumen hilang meski tanpa media penyimpanan
3. Meski programnya sudah upgrade namun tombol atau tools nya masih sama seperti
Microsoft versi sebelumnya sehingga pengguna tidak sulit menggukan Microsoft
office 365 bahkan terkesan program ini mudah diakses
4. Solusi perangkat keras yang hemat biaya, hemat energi dan mudah dikembangkan
secara relevan
Kekurangan Microsoft Office 365
Satu-satunya kelemahan yang ada dalam Microsoft Office 365 adalah kita
membutuhkan jaringan internet untuk mengakses dan dapat menggunakan aplikasi ini.
Termasuk dalam hal distribusi kepada rekan atau siswa yang sedang berada di rumah
untuk belajar di rumah. Karena itu, diharapkan sebelum menggunakan Microsoft Office
365, pengguna harus memastikan jaringan internet yang ada di sekitarnya.
32
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Hambatan Pembelajaran Daring
Pembelajaran daring memang tidak akan lepas dari jaringan internet. Koneksi
jaringan internet menjadi hambatan/kendala yang dihadapi guru dan siswa. Salah satu
kendala/hambatan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran secara daring terutama
siswa yang tempat tinggalnya sulit untuk mengakses internet, misalnya di daerah
terpencil dan tertinggal. Kalau pun ada yang menggunakan jaringan seluler terkadang
tidak stabil karena letak georafisnya yang jauh dari jangkauan sinyal seluler. Hal ini juga
menjadi permasalahan yang banyak terjadi pada siswa yang mengikuti pelajaran daring
sehingga kurang optimal pelaksanaannya.
Menanggapi persoalan pembelajaran daring ini, Akademisi yang juga Pakar
Pendidikan Universitas Brawijaya (UB) Aulia Luqman Aziz yang dikutip dari laman resmi
UB, Sabtu (2/5/2020), menyatakan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan selama
pandemi Covid-19 ini memberikan sebuah pelajaran. Pelajarannya ialah kegiatan belajar
mengajar (KBM) secara tatap muka lebih efektif dibandingkan yang dilakukan secara
online.
Penutup
Secanggih apa pun teknologi tidak akan bisa menggantikan peran guru dalam
proses pembelajaran. Teknologi hanyalah alat untuk membantu memudahkan
penyampaian materi pembelajaran kepada siswa, tapi peran guru tak akan tergantikan
sampai kapan pun. Perubahan sosial yang tiba-tiba terjadi sebagai akibat merebaknya
Covid-19 telah menyebabkan kegagapan dalam proses penyesuaian kegiatan belajar
mengajar. Tidak mungkin jika sebuah pembelajaran ideal dicapai saat pandemi. Oleh
karena itu guru harus cepat menyesuaikan diri dengan mengubah target pencapaian
kompetensi, dan juga metode pembelajarannya. Peran orang tua yang turut membantu
dalam proses pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 ini merupakan kembalinya
peran orang tua sebagai madrasah belajar anak. Namun fondasi penting dari segala
pendidikan adalah waktu yang berkualitas, dimana orangtua bisa menghabiskan waktu
bersama anaknya di rumah.
Di akhir tulisan ini, penulis tetap berharap pandemi Covid-19 segera berakhir, dan
kegiatan pembelajaran bisa berlangsung normal kembali.
Daftar Pustaka
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
33
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
Nur, Muh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya: University Press.
Universitas Negeri Surabaya.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan
Dosen.
https://edukasi.kompas.com/read/2020/05/04/135657971/akademisi-ub-profesi-guru-
tak-bisa-diganti-teknologi-di-masa-covid-19?page=all.
https://gagastekno.com/pengertian-office-365-beserta-kelebihan-kekurangannya/
34
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar pada Pembelajaran
Online Akibat Pandemi Covid-19
Oleh:
Rizal Fahlevi, M.Pd.
A. Latar Belakang Masalah
Pada awal tahun 2020, dunia sedang waspada dengan sebuah virus yang
disebut dengan corona virus yang menyebabkan penyakit COVID-19. COVID-19
menimbulkan penyakit mulai dari flu hingga dapat menimbulkan penyakit yang berat
seperti Middle East Respiratory Syndrome atau yang disebut dengan MERS-CoV
dan penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome atau yang disebut dengan SARS-
CoV.
COVID-19 diakibatkan oleh jenis coronavirus yang baru. Virus ini adalah jenis
virus yang baru sehingga penyakit ini belum dikenal hingga terjadinya wabah
COVID19 di Wuhan, China pada bulan Desember 2019. Kasus penyakit COVID-19
muncul dan menginfeksi manusia pertama kali di provinsi Wuhan, China.
Pada awal kemunculan COVID-19, COVID-19 awalnya diduga adalah penyakit
pneumonia, yang memiliki gejala seperti flu pada umumnya. Gejalanya adalah
antaranya demam, batuk, letih, tidak nafsu makan dan sesak napas. Namun ternyata
COVID-19 berbeda dengan flu biasa dan bahkan COVID-19 dapat berkembang
dengan amat cepat sampai dapat mengakibatkan infeksi lebih parah dan gagal
organ. Kondisi darurat ini terutama terjadi pada pasien dengan masalah kesehatan
sebelumnya.
COVID-19 adalah penyakit yang menular. COVID-19 dapat menular dengan
mudah melalui batuk atau napas yang dikeluarkan oleh penderita COVID-19.
Percikan batuk dan napas oleh penderita COVID-10 yang jatuh ke permukaan benda
akan dapat menularkan penyakitnya melalui benda tersebut. Apabila seseorang
menyentuh benda atau menghirup percikan tersebut kemudian Ia menyentuh hidung
mata atau mulutnya maka Ia dapat tertular COVID-19. Oleh karena itu, organisasi
kesehatan dunia yaitu World Health Organization (WHO) menghimbau untuk
menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang lain untuk meminimalisir penularan
COVID-19.
35
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Penularan COVID-19 sangatlah cepat sehingga Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO) menetapkan virus corona atau COVID-19 ini sebagai pandemi pada tanggal
11 Maret 2020. Status epidemi global atau pandemi ini menandakan penyebaran
COVID19 berlangsung sangatlah cepat hingga hampir tak ada negara di dunia yang
dapat terhindar dari virus corona.
COVID-19 telah menjadi pademi, sehingga pemerintah di bebagai negara telah
menerapkan lockdown atau karantina. Pengertian karantina menurut UU Republik
Indonesia Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan adalah
pembatasan kegiatan dan/atau pemisahan seseorang yang terpapar penyakit
menular sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan meskipun
belum menunjukkan gejala apapun untuk mencegah kemungkinan penyebaran ke
orang di sekitarnya (UU No 6 tahun 2018).
Pemerintah Indonesia telah menghimbau untuk tetap di dalam rumah dan
mengisolasi diri. Pemerintah Indonesia menerapkan aturan PSBB yang merupakan
singkatan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar yang dibuat dalam rangka
Penanganan COVID-19. Hal ini dilakukan dengan harapan virus tidak menyebar lebih
luas dan upaya penyembuhan dapat berjalan maksimal. Dalam usaha pembatasan
sosial ini pemerintah indonesia telah membatas kegiatan diluar rumah seperti
kegiatan pendidikan yang telah dilakukan secara online melalui pembelajaran online.
Pembelajaran online dilakukan dengan memanfaatkan teknologi khususnya
internet. Pemvelajaran online dilakukan dengan sistem belajar jarak jauh, dimana
Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) tidak dilakukan secara tatap muka.
Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan media, baik media cetak (modul)
maupun non cetak (audio/video), komputer/internet, siaran radio dan televisi.
Pada pembelajaran online, peserta didik dapat menjadi kurang aktif dalam
menyampaikan aspirasi dan pemikirannya, sehingga dapat mengakibatkan
pembelajaran yang menjenuhkan. Seorang siswa yang mengalami kejenuhan dalam
belajar akan memperoleh ketidakmajuan dalam hasil belajar. Oleh karena itu,
diperlukan pendorong untuk menggerakkan menggerakan siswa agar semangat
belajar sehingga dapat memiliki prestasi belajar.
Semangat belajar dapat dimiliki dengan meningkatkan motivasi belajar.
Motivasi belajar adalah sebuah penggerak atau pendorong yang membuat
seseorang akan tertarik kepada belajar sehingga akan belajar secara terus-menerus.
Motivasi yang rendah dapat menybabkan rendahnya keberhasilan dalam belajar
36
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
sehingga akan merendahkan prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, dalam makalah
kali ini akan membahas mengenai bagaimana cara meningkatkan motivasi belajar
siswa pada pembelajaran online akibat pandemi COVID-19.
B. Landasan Teori
a. Pembelajaran Online
a) Pengertian Pembelajaran Online
Dewasa ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah
berkembang sangat pesat sehingga mendorong berkembangnya berbagai
lembaga pendidikan yang memanfaatkan pembelajaran online untuk
meningkatkan efektivitas dan fleksibilitas belajar. Melalui pembelajaran online
materi belajar dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Disamping itu, materi
belajar dapat diperkaya dengan berbagai sumber pembelajaran termasuk
multimedia.
Pembelajaran online dilakukan dengan memanfaatkan teknologi khususnya
internet. Pemvelajaran online dilakukan dengan sistem belajar jarak jauh, dimana
Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) tidak dilakukan secara tatap muka.
Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan media, baik media cetak (modul)
maupun non cetak (audio/video), komputer/internet, siaran radio dan televisi.
b) Dampak Pembelajaran Online
Melakukan pembelajaran online memiliki beberapa dampak positif dalam
pembelajaran online, antara lain:
1. Meningkatkan interaksi belajar antara pembelajar dengan pengajar (enhance
interactivity).
2. Memungkinkan belajar dimana saja dan kapan saja (time and place flexibility).
3. Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to reach a
global audience).
4. Mempermudah penyimpanan dan penyempurnaan dalam belajar (easy
updating of content as well as archivable capabilities).
5. Membangun Komunitas.
c) Komponen Pembelajaran
Online Pembelajaran Online memiliki tiga komponen yang membentuk
Pembelajaran Online, antara lain;
1. Fasilitas Pembelajaran Online
37
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Fasilitas yang menunjang pembelajaran online dapat berupa internet,
smartphone, personal computer (PC), jaringan computer dan perlengkapan
multimedia lainnya.
2. Sistem dan Aplikasi Pembelajaran Online
Sistem perangkat lunak yang menunjang untuk proses pembelaharan
online, seperti bagaimana membuat materi belajar atau konten belajar, forum
diskusi dan segala fitur yang berhubungan dengan mempermudah proses
belajar mengajar.
3. Materi Pembelajaran Online
Konten dan bahan belajar pada pembelajaran online dapat berupa
Multimedia-based Content atau konten berbentuk multimedia interaktif seperti
video pembelajaran atau Text-based Content atau konten berbentuk teks
seperti pada buku pelajaran biasa.
b. Motivasi Belajar
a) Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi berasal Bahasa latin yaitu kata movere yang memiliki arti
dorongan di dalam diri seseorang untuk dapat bertindak sehingga mencapai
tujuan tertentu. Motivasi adalah hasrat, dorongan dan kebutuhan seseorang
untuk dapat melakukan aktivitas tertentu. Sehingga motivasi diartikan sebagai
kekuatan yang mendorong tindakan menuju suatu tujuan.
Motivasi belajar dalam diri seseorang akan menimbulkan gairah atau
meningkatkan semangat dalam belajar. Motivasi belajar mengandung usaha
untuk mencapai tujuan belajar yaitu pemahaman materi dan pengembangan
belajar. Selain itu, motivasi belajar adalah sebuah penggerak atau pendorong
yang membuat seseorang akan tertarik kepada belajar sehingga akan belajar
secara terus-menerus.
Motivasi belajar yang rendah dapat menimbulkan dampak negatif bagi
siswa, Motivasi belajar yang rendah dapat menyebabkan rendahnya
keberhasilan dalam belajar sehingga akan merendahkan prestasi belajar siswa.
Motivasi belajar dalam diri siswa satu dengan siswa yang lain berbeda, ada
siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan ada juga siswa yang memiliki
motivasi belajar rendah.
b) Dampak Motivasi Belajar yang Rendah
38
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Motivasi belajar yang rendah dapat menyebabkan rendahnya keberhasilan
belajar siswa. Lemahnya motivasi belajar akan melemahkan prestasi belajar dan
melemahnya kegiatan belajar. Peserta didik yang kurang memiliki motivasi
belajar ditandai dengan:
1. Tidak antusias dalam belajar.
2. Lebih senang berada diluar kelas atau membolos
3. Cepat merasa bosan
4. Mengantuk
5. Pasif.
c) Indikator Tingkat Motivasi Belajar pada Siswa
Dalam mengetahui tingkat motivasi belajar pada siswa terdapat beberapa
indikator motivasi belajar siswa meliputi:
1. Ketekunan dalam belajar
2. Minat dan ketajaman perhatian dalam belajar
3. Ulet dalam menghadapi kesulitan
4. Mandiri dalam belajar
5. Keinginan berhasil dalam belajar
6. Reward/pujian/penghargaan.
d) Komponen Motivasi Belajar
Ada tiga komponen pada motivasi belajar, yaitu:
1. Komponen Harapan
Harapan dengan keyakinan diri siswa mengenai kemampuan siswa
dalam memahami materi belajar dan dalam mengerjakan tugas.
2. Komponen Nilai
Komponen nilai mencakup tujuan belajar siswa dan kepercayaan
tentang arti belajar dan arti mengerjakan tugas.
3. Komponen Afektif
Komponen afektif berhubungan terhadap reaksi emosional siswa
ketika siswa menghadapi tugas dan pembelajaran.
C. Solusi
Dalam meminimalisir penyebaran COVID-19, pemerintah Indonesia
menerapkan aturan PSBB. PSBB merupakan singkatan dari Pembatasan Sosial
Berskala Besar. Pemerintah Indonesia melakukan usaha pembatasan sosial ini
39
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
dengan membatasi kegiatan diluar rumah seperti kegiatan pendidikan yang telah
dilakukan secara online melalui pembelajaran online.
Pembelajaran Online memiliki beberapa dampak postif bagi siswa karena siswa
dapat belajar dimana saja dan kapan saja. Akan tetapi, ada permasalahan yang dapat
mengganggu proses pembelajaran online yaitu siswa memiliki motivasi belajar yang
kurang ketika menjalankan pembelajaran online, padahal Motivasi belajar adalah hal
penting dalam proses belajar. Motivasi dalam belajar memimiliki peran untuk
menumbuhkan rasa senang, gairah, dan semangat untuk belajar.
Kurangnya motivasi belajar pada pembelajaran online disebabkan pada proses
pembelajaran online, siswa dapat menjadi kurang aktif dalam penyampaian pendapat
dan pemikirannya, sehingga menyebabkan proses belajar yang membosankan.
Apabila siswa mengalami kebosanan dalam belajar maka akan memperoleh
ketidakmajuan dalam hasil belajar. Oleh karena itu, diperlukan pendorong untuk
menggerakkan menggerakan siswa agar semangat belajar sehingga dapat memiliki
prestasi belajar.
Berikut adalah cara mencapai motivasi belajar:
a) Meningkatkan Kualitas Guru untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran online, guru adalah faktor penentu
keberhasilan pembelajaran online. Guru adalah faktor dominan dalam
penentuan kualitas pembelajaran. Pembelajaran yang memiliki kualitas yang
baik, akan menghasilkan hasil belajar yang baik juga.
b) Memilih Metode Pembelajaran yang Tepat
Guru dituntut untuk dapat memilih metode belajar yang tepat untuk
mengajar. Jika guru dapat memilih metode pembelajaran dengan tepat maka
tujuan belajar akan tercapai dengan lebih mudah. Pemilihan metode belajar
yang tepat juga akan meningkatkan motivasi belajar siswa dan minat belajar
siswa sehingga akan tercipta suasana belajar yang menyenangkan.
c) Memaksimalkan Fasilitas Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran, pemanfaatan falitas belajar yang baik juga
menentukan motivasi belajar dalam proses pembelajaran online.
Pembelajaran online memerlukan fasilitas yang menunjang pembelajaran
seperti internet, computer atau gawai. Pemanfaatan fasilitas yang baik akan
memaksimalkan materi yang akan di sampaikan dengan memaksimalkan
fungsi fasilitas yang ada. Pihak sekolah diharapkan memberikan dukungan
40
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
yang optimal untuk mendukung pembelajaran online yang dilaksanakan oleh
para gurunya. seperti penggadaan sumber belajar, komputer yang
tersambung dengan internet, dan alatalat yang mendukung kegiatan
pembelajaran bagi para guru. Sarana prasarana tersebut digunakan untuk
mencari pengetahuan dan informasi dari berbagai sumber.
d) Memanfaatkan Penggunaan Media
Motivasi belajar siswa pada pembelajaran online dapat ditingkatkan
dengan memanfaatkan penggunaan media yang menarik, sehingga akan
membuat siswa tertarik kepada pembelajaran. Dalam hal ini, guru bisa
membuat atau menggunakan media animasi untuk mendukung
pembelajaran online.
Contohnya, guru bisa membuat atau menggunakan media animasi
untuk mendukung proses pembelajaran, yaitu dalam proses penyampaian
materi pelajaran yang bersifat abstrak, sehingga dapat lebih mudah
dimengerti dan lebih menarik. Media animasi yang digunakan dapat
menggunakan powerpoint yang menarik, membuat bagan yang menarik,
membuat poster, atau membuat animasi video.
e) Melakukan Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi pada pembelajaran online penting untuk dilakukan. Hal ini
dikarenakan dengan melakukan evaluasi pada kembelajaran online maka
dapat diketahui apakah pembelajaran dapat berjalan efektif atau tidak. Jika
dirasa tidak efektif maka dapat melakukan modifikasi pada system
pembelajaran yang sesuai dengan siswa.
D. Kesimpulan
Pada pembelajaran online, peserta didik dapat menjadi kurang aktif dalam
menyampaikan aspirasi dan pemikirannya, sehingga dapat mengakibatkan
pembelajaran yang menjenuhkan. Seorang siswa yang mengalami kejenuhan dalam
belajar akan memperoleh ketidakmajuan dalam hasil belajar. Oleh karena itu,
diperlukan pendorong untuk menggerakkan menggerakan siswa agar semangat
belajar sehingga dapat memiliki prestasi belajar29 . Di dalam kondisi yang serba
terbatas saat ini, dibutuhkan pemahaman dan kreatifitas guru dalam mengemas
pembelajaran onlinenya agar menarik perhataian dan motivasi siswa dalam mengikuti
tahapan pembelajaran online. Pemilihan pendekatan dan model pendekatan yang
41
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
tepat, serta dukungan berbagai pihak menentukan keberhasilan pembelajaran online.
Evaluasi pada pembelajaran online penting untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan
dengan melakukan evaluasi pada kembelajaran online maka dapat diketahui apakah
pembelajaran dapat berjalan efektif atau tidak. Jika dirasa tidak efektif maka dapat
melakukan modifikasi pada system pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan
siswa.
42
CIPTA KREATIF KARYA TULIS GURU SDN UJUNG XIII/38
Pembelajaran di Era Pandemi
Oleh:
Diana Wira Rezkyawati, S.Pd
Belajar merupakan kebutuhan primer bagi semua orang karena kita tidak dapat
hidup tanpa ilmu. Ada pepatah mengatakan “Kejarlah ilmu walau sampai ke negeri
China”, pepatah ini membuktikan bahwa kita dituntut untuk mencari ilmu sebanyak
mungkin tanpa mengenal jarak dan usia. Untuk menunjang pendidikan yang baik
dibutuhkan beberapa sarana pendidikan yang memadai. Saat ini telah diciptakan
beberapa gadget edukasi yang bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses
pembelajaran. Gadget dilihat dari istilah, berasal dari bahasa Inggris, yang artinya
perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Seperti telepon pintar
(smartphone) seperti iPhone dan blackberry, netbook, PC, iPad, internet dll.
Manfaat Gadget dalam Pembelajaran Gadget mempunyai beberapa manfaat: 1.
Siswa dapat bertanya kepada guru melalui media sosial. 2. Guru dapat memberikan
konsultasi pada siswa mengenali pelajaran. 3. Siswa terbantu dengan mudahnya
informasi di internet. 4. Guru dapat menghemat waktu saat kegiatan pembelajaran
berlangsung. 5. Gadget sangat interaktif.
Adanya virus covid-19 pada tahun 2020 memberikan dampak yang luar biasa
hampir pada semua bidang, salah satunya pada bidang pendidikan. Dengan
adanya virus covid-19 ini membuat proses pembelajaran menjadi berubah dari
yang tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh, tetapi dalam keadaan seperti
ini pun guru masih tetap harus melaksanakan kewajibannya sebagai pengajar,
dimana guru harus memastikan siswa dapat memperoleh informasi / ilmu
pengetahuan untuk diberikan kepada siswa.
Pembelajaran jarak jauh atau daring ini dimulai, dimana anak mulai belajar
dari rumahnya masing-masing tanpa perlu pergi ke sekolah. Berbicara mengenai
pembelajaran jarak jauh atau daring maka pentingnya penguasaan ilmu teknologi
bagi seorang guru agar pembelajaran jarak jauh tetap berjalan dengan efektif di
saat pandemi seperti ini.
Guru harus melakukan inovasi dalam pembelajaran diantaranya dengan
memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Semenjak pembelajaran
43