The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by suciatikanurrahma, 2022-06-10 23:52:11

AIR SUMBER KEHIDUPAN

AIR SUMBER KEHIDUPAN

AKEIRHISDUUMPBAENR

Oleh :
NUR RAHMA SUCIATIKA

SD NEGERI SEMAWUNG
KECAMATAN PURWOREJO
KABUPATEN PURWOREJO

Air yaitu suatu zat yang tersusun dari unsur
kimia hidrogen dan oksigen dan berada dalam
bentuk gas, cair, dan padat. Air adalah salah satu
senyawa yang paling banyak dan penting. Cairan
yang tidak berasa dan tidak berbau pada suhu
kamar, memiliki kemampuan penting untuk
melarutkan banyak zat lainnya.

Air pada dasarnya bisa berasal dari air
permukaan maupun air tanah. Air permukaan ini
adalah sumber air yang letaknya berada di atas
permukaan tanah. Sedangkan air tanah adalah air
yang letaknya berada di bawah permukaan tanah.

Untuk air permukaan, sudah umum diketahui
beberapa tempat yang menjadi sumber air
permukaan. Misalnya saja sungai dan danau, yang
mana pada dasarnya kedua area ini adalah area
penampungan hujan. Ketika hujan turun, maka dua
tempat inilah yang akan menampung tetesan air
hujan yang jatuh ke bumi agar terkumpul dan
nantinya bisa dimanfaatkan oleh makhluk hidup.

Sedangkan air tanah juga berasal dari hujan,
namun tidak jatuh di area-area yang sudah
disebutkan di atas (sungai dan danau). Air hujan
akan jatuh ke atas permukaan tanah dan merembes
ke dalam tanah kemudian tersimpan sebagai air
tanah.

Manusia selalu membutuhkan air dalam
kehidupan sehari-hari. Kegunaan air antara lain
untuk keperluan rumah tangga, pertanian, industri,
dan untuk pembangkit listrik. Begitu besarnya
kebutuhan manusia akan air. Kita bersyukur, air
senantiasa tersedia di bumi. Oleh karena itu,
manusia seharusnya senantiasa bersyukur kepada
Tuhan pencipta alam.

Mengapa air selalu tersedia di bumi?Air selalu
tersedia di bumi karena air mengalami siklus.
Siklus air merupakan sirkulasi (perputaran) air

secara terus menNerOusWdaOriPbuEmNi ke atmosfer, lalu

kembali ke bumi. Siklus air ini terjadi melalui
empat tahap yaitu evaporasi, kondensasi,
prespitasi, dan infiltrasi

Perhatikan skema proses siklus air berikut ini!

Evaporasi adalah proses penguapan air
dari berbagai sumber air yang ada di Bumi,
misalnya dari danau, sungai, atau laut.
Selain dari sumber air, proses evaporasi
juga bisa terjadi pada tumbuhan, yang
disebut sebagai transpirasi.
Proses evaporasi ini dapat terjadi karena
adanya sinar Matahari yang menyebabkan
penguapan air.

Awan terbentuk dari proses evaporasi

Uap air yang berasasl dari proses
evaporasi dan transpirasi akan berubah
menjadi awan dan akan berada di tempat
yang tinggi karena terbawa angin.

Pada tahap ini, terjadi proses kondensasi
atau pengembunan, yang terjadi saat awan
berada di tempat yang semakin tinggi,
maka suhunya menjadi semakin rendah.
Nantinya awan akan mengalami
pengembunan yang membentuk titik-titik
air, terlebih karena awan sudah
mengandung banyak uap air.

Apakah teman-teman pernah mendengar
istilah presipitasi? Mungkin istilah ini
terdengar asing.

Sebutan lain dari presipitasi adalah hujan,
yaitu proses saat titik-titik air dari awan
jatuh ke Bumi. Hujan terjadi saat awan sudah
menampung terlalu banyak air dan awan
menjadi semakin besar. Saat awan tidak lagi
mampu menampung air atau uap air, maka
akan terjadi hujan, salju, atau hujan es.

Hujan adalah tahapan dari proses siklus air

Proses terakhir pada siklus air adalah
infiltrasi atau disebut juga sebagai
penyerapan. Air hujan yang turun akan
jatuh ke Bumi dan mengalir ke sungai, danau,
laut, hingga samudra.
Selain mengalir ke berbagai sumber air, air
yang turun ke Bumi lewat proses
presipitasi juga akan terserap ke tanah,
bahkan juga diserap oleh tumbuhan.

Dari proses siklus air, dapat disimpulkan
bahwa sebenarnya jumlah air di bumi secara
keseluruhan cenderung tetap. Hanya wujud
dan tempatnya yang berubah.

Beberapa faktor yang berpengaruh pada
kelangsungan daur air adalah cahaya
matahari, suhu udara, arah angin, dan
kelembapan udara.

Lalu, mengapa intensitas hujan di setiap
wilayah di dunia berbeda-beda? Pada
daerah gurun pasir hujan sangat jarang
terjadi, sehingga jumlah air sedikit. Hal ini
terjadi karena resapan yang diterima pada
daerah tersebut sedikit dan iklim cenderung
panas. Adapun di daerah hujan tropis, hujan
dapat berlangsung sepanjang tahun, maka
banyak air yang diserap.

Daur air merupakan proses yang terus-
menerus terjadi setelah ada lautan di bumi.
Jika manusia senantiasa menjaga
keseimbangan alam maka air tidak akan
pernah habis karena kelangsungan daur air
juga terkait dengan iklim.

Oleh karena itu, manusia perlu melakukan
upaya-upaya untuk mengurangi perbuatan
yang merugikan alam. Berikut adalah
kegiatan-kegiatan manusia yang dapat
berpengaruh buruk terhadap daur air :

1. Merusak alam
Manusia sering kali merasa berkuasa

terhadap alam sehingga mengekploitasinya
dengan semena-mena. Misalnya,
penebangan hutan berlangsung terus-
menerus dan berdampak buruk terhadap
kelangsungan daur air karena area resapan
air yang berkurang. Selain itu, pencemaran
air. Air sungai atau laut yang tercemar
akan berdampak buruk bagi siklus air.

Pencemaran udara juga dapat berdampak
pada daur air. Air hujan yang turun ke bumi
dan meresap ke tanah dan mengandung
asam, dapat mempengaruhi pertumbuhan
tanaman. Efek hujan asam dipengaruhi oleh
gas-gas di atmosfer.
Gas-gas lain yang menjadi polutan juga
dapat menghambat proses evaporasi atau
penguapan pada daur air.

2. Pembangunan yang berlebihan
Banyaknya bangunan dan jalan beraspal

menyebabkan berkurangnya area resapan air
yang dapat mengganggu kelangsungan daur air.
Maka itu, perlu ada usaha-usaha untuk
menyeimbangkan daur air. Contohnya pembuatan
bak-bak resapan air, waduk, bendungan, saluran
air, dan wilayah resapan air yang ditumbuhi
pepohonan.

3. Boros air
Kebiasaan menghemat air adalah sikap yang

bijaksana untuk menjaga keseimbangan alam dari
hal kecil. Beberapa cara menghemat air antara lain,
menutup kran dengan rapat setelah selesai
menggunakan; mandi dan mencuci pakaian dengan
air secukupya; juga menampung air hujan untuk
mencuci baju, menyiram tanaman, dan lainnya.
Maka dari itu, penting untuk diingat bahwa kita
harus menggunakan air seperlunya

DAFTAR REFERENSI
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 2017. Tema 8,
Lingkungan Sahabat Kita. Buku Siswa SD/MI Kelas V. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 2017. Tema 8,
Lingkungan Sahabat Kita. Buku Guri SD/MI Kelas V. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

https://bobo.grid.id/read/082568921/proses-siklus-air-
terjadi-dalam-4-tahap-penting-mulai-dari-penguapan-
sampai-penyerapan?page=all

https://tirto.id/gambar-siklus-air-dan-penjelasannya-
tahapan-serta-urutan-

https://www.geologinesia.com/2018/05/apa-itu-air.html


Click to View FlipBook Version
Previous Book
Bahan Tayang AGENDA 3(2)
Next Book
กฎหมายเกี่ยวกับครอบครัว