The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bahan Ajar kelas X SMA materi konfigurasi elektron menurut teori model atom Bohr

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by safiraminkhatus82, 2024-02-22 00:31:02

Bahan Ajar Konfigurasi Atom Bohr

Bahan Ajar kelas X SMA materi konfigurasi elektron menurut teori model atom Bohr

BAHAN AJAR Konfigurasi Elektron Menurut Model Atom Bohr Dibuat Oleh: Minkhatus Safira Kelas X / Fase E


Ilmu kimia merupakan ilmu yang berkaitan dengan sifat-sifat zat, struktur zat, perubahan zat, hukum-hukum dan prinsipprinsip yang menggambarkan perubahan zat, serta konsep-konsep dan teori-teori yang menjelaskan terjadinya perubahan zat. Ilmu kimia memiliki objek dasar yaitu unsur yang terdiri dari atom-atom. Atom-atom dari unsur-unsur yang berbeda dapat berikatan satu dengan yang lain membentuk suatu senyawa. Pendahuluan IPA Kelas X


Aspek Teori model atom Bohr Teori model atom mekanika kauntum Pencetus Niels Bohr (1885-1962) Louis de Broglie Heisenberg Erwin Schrodinger Tahun 1913 Dimulai tahun 1900 Keberadaan elektron Elektron berada pada kulit atom/ orbit/lintasan yang merupakan tingkat energi elektron. Lintasan elektron diasumsikan mirip sistem tata surya Kulit atom yang paling dekat nukleus (kulit K) mempunyai energi electron paling rendah. Makin jauh dari nukleus tingkat energi membesar. Elektron yang bermuatan negatif bergerak mengelilingi nukleus yang bermuatan positif. Selama bergerak pada lintasannya maka elektron tidak menyerap/ memancarkan energi. Elektron berada dalam daerah paling memungkinkan terdapat elektron (disebut orbital). Posisi elektron lebih akurat. Konfigurasi Elektron Menurut Model Atom Bohr IPA Kelas X Percobaan-percobaan selanjutnya mengenai model atom bertujuan untuk mengetahui bagaimana partikel-partikel penyusun atom tersebut tersusun dalam suatu atom. Menurut model atom mekanika kuantum, elektron berada dalam orbital. orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama membentuk kulit atom. Susunan kulit-kulit atom ini mirip dengan model atom Bohr. Bohr melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen berhasil memberikan gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah sekitar inti atom. Menurut model atom Bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit atom atau tingkat energi. Kulit yang ditempati elektron bergantung pada energinya. Tingkat energi paling rendah ialah kulit atom yang terletak paling dalam atau paing dekat dengan inti, makin ke luar makin besar nomor kulitnya dan makin besar tingkat energinya. Adapun perbedaan dari teori model atom Bohr dan teori model atom mekanika kuantum sebagai berikut : Tabel 1. Perbedaan teori model atom Bohr terhadap teori model atom mekanika kuaantum


Elektron yang berpindah dari tingkat energi tinggi ke tingkat energi rendah akan memancarkan energi dari gelombang elektromagnetik. Demikian pula hal sebaliknya. Posisi elektron tidak akurat Bentuk orbit/ lintasan elektron Dikemukakan berbentuk elips namun tidak dideskripsikan dengan jelas. Selain berbentuk bola ada juga bentuk spesifik lainnya yang dapat dideskripsikan dengan jelas. Perilaku elektron Sebagai partikel saja Sebagai partikel sekaligus gelombang (dualisme gelombangpartikel). Efek elektromagnetik Tidak dapat menjelaskan efek medan magnet (Zeeman effect) maupun efek medan listrik (Stark effect). Mampu menjelaskan kedua efek tersebut dengan teliti Bilangan kuantum Tidak dapat menjelaskan bilangan kuantum. Bisa menjelaskan ke-4 bilangan kuantum sebagai ciri-ciri elektron yang spesifik. Aplikasi Hanya pada atom Hidrogen namun tidak pada atom berukuran besar. Pada semua ukuran atom baik kecil, besar, maupun kompleks Konfigurasi Elektron Menurut Model Atom Bohr IPA Kelas X


Konfigurasi Elektron Menurut Model Atom Bohr IPA Kelas X Bohr dan Burry secara bersamaan mengusulkan aturan konfigurasi elektron pada kulit atom, yaitu: (1) Elektron menempati kulit atom dimulai dari kulit yang paling dekat nukleus yaitu kulit K, (2) Jumlah maksimal elektron yang menempati tiap kulit mengikuti aturan 2n² (n adalah nomor kulit), dan (3) Pada kulit terluar tidak dapat memiliki lebih dari 8 elektron dan kulit terluar sebelumnya tidak dapat memiliki lebih dari 18 elektron. Hal ini akan mengacu pada aturan oktet saat unsur-unsur bergabung membentuk senyawa. Adapun jumlah elektron pada kulit terluar disebut elektron valensi. Tabel 2. Konfigurasi elektron model atom Bohr Adapun pengisian elektron sisa pada kulit atom sesuai dengan aturan setengah penuh, sebagai berikut : Jika sisa elektron > 32, kulit atom selanjutnya diisi 32 elektron Jika sisa elektron < 32, kulit atom selanjutnya diisi 18 elektron Jika sisa elektron < 18, kulit atom selanjutnya diisi 8 elektron Jika sisa elektron < 8, tempatkan seluruh elektron sisa pada kulit atom selanjutnya Mengetahui konfigurasi elektron dari atom suatu unsur akan memberikan informasi letak unsur pada periode dan golongan dalam tabel sistem periodik. Jumlah kulit yang dimiliki atom merupakan letak unsur pada periode sementara jumlah elektron valensi adalah letak unsur pada golongan utama maupun transisi.


Konfigurasi Elektron Menurut Model Atom Bohr IPA Kelas X Contoh : Tampilan tabel periodik bentuk panjang terdiri dari golongan dan periode. Dalam tabel periodik modern, atom dengan konfigurasi elektron yang serupa ditempatkan dalam satu kolom yang sama. Kolom ini dinamakan golongan yang dibaca dari atas ke bawah. Golongan menyatakan jumlah elektron kulit terluar (elektron valensi) suatu atom dari unsur tersebut. Sedangkan periode merupakan deretan unsur-unsur yang disusun berdasarkan peningkatan nomor atom berurutan dari kiri ke kanan. Periode mendeskripsikan jumlah kulit atom yang dimiliki oleh atom unsur tersebut.


Click to View FlipBook Version