The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Najwafelirazetti, 2021-06-14 23:48:04

Portofolio Biologi Najwa Felira Z. (XI IPA 1)

PORTOFOLIO DAN AKTIVITAS BELAJAR

BAB VI
MAKANAN DAN SISTEM PENCERNAAN MAKANAN
A. JURNAL BELAJAR
JURNAL BELAJAR 1
Pada pertemuan pertama setelah libur akhir tahun dan akhir semester 3 saya tidak
menghadiri kegiatan belajar daring karena saya kesiangan. Namun saya tetap bertanya
tentang apa yang dibahas pada pertemuan tadi. Bu Puspa dan kawan kawan membahas
mengenai makanan dan sistem pencernaan. Makanan juga merupakan sesuai yang sangat
penting dalam kehidupan dan untuk tubuh. Ada bermacam zat yang terkandung didalam
makanan itu sendiri. Ada zat yang sangat baik untuk tubuh dan ada pula zat yang tidak baik
dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Kita harus menyusun keseimbangan makanan
yang akan kita konsumsi agar baik bagi tubuh kita.

JURNAL BELAJAR 2
Pagi ini kami membahas tentang organ organ sistem pencernaan. Banyak organ yang
bekerja didalam sistem pencernaan ini, ada mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus
besar, dan anus. Organ organ tersebut harus selalu bersih dengan cara minum air utih yang
banyak atau sesuai takaran kebutuhan sehari harinya.

JURNAL BELAJAR 3
Kami diberi tugas oleh Bu Puspa, tugas tersebut adalah menyelesaikan jurnal belajar 1,2 dan
3. Lalu kami mendapatkan tugas portofolio mengenai bab makana dan sistem organ
pencernaan. Lalu kami membahas tentang pengertian, ciri ciri, fungsi dari lambung.

JURNAL BELAJAR 4 (KAMIS 14 JANUARI 2021)
Hari ini Bu Puspa membahas lagi tentang materi sistem pencernaan lalu mengadakan sesi
tanya jawab untuk kelas ipa 1 dan ipa 2.
JURNAL BELAJAR 5 (SELASA 19 JANUARI 2021)

51

Pagi ini Bu Puspa mengawali hari dengan membahas betapa pentingnya tanggung jawab
dari tugas tugas yang diberikan oleh Bu Puspa termasuk guru lainnya. Lalu Bu Puspa
melanjutkannya dengan memberikan materi praktek tentang uji bahan makanan yang
maksud dari paktek ini adalah mengetahui kandungan zat apa saja yang ada di dalam
sebuah makanan yang kita makan sehari hari. Bu Puspa menyebutkan banyak contoh
makanan yang akan diuji seperti gandum, kentang, ubi, jagung, minya goreng, tempe tahu,
mentega, dan susu. Alat yang dibutuhkan juga beragam seperti lumpang, mortal, spatula,
pipet, cawan petri an alat yang lainnya lagi. Selanjutnya bu puspa menjelaskan cara
pengerjaannya.
JURNAL BELAJAR 6 (KAMIS 21 JANUARI 2021)

Kelas dimulai seperti biasa pagi ini. Bu Puspa menunjuk 1 orang anak dari kelas 11 ipa 2
untuk membacakan hasil laporan uji bahan makanan yang sudah dia kerjakan. Setelah
selesai membacakan hasil laporan bu puspa memberi apresiasi kepada murid tersebut.
Setelah itu sesi tanya jawab dimulai, kelas 11 ipa 1 di persilahkan untuk memberi
pertanyaaan kepada kelas 11 ipa 2. Bu puspa juga mengingatkan bahwa akan ada ulanga
harian pada hari senin.

52

B. TUGAS - TUGAS

PORTOPOLIO 1A

Syarat Makanan

1. Makanan harus mudah dicerna
Sebagian makanan harus dimasak terlebih cahulu, meski ada beberapa yang tidak
perlu dimasak seperti buah dan sayuran lalapan.
2. Higienis
Makanan tidak mengandung bibit penyakit dan zat aditif berbahaya.
3. Mengandung nutrisi dengan jumlah mencukupi sesuai yang diperlukan tubuh
Makanan yang mencukupi kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral,
dan air.
4. Mengandung kalori dengan jumlah yang mencukupi kebutuhan tubuh
Makanan yang sesuai kebutuhan tubuh yang juga ikut dipengaruhi faktor jenis
kelamin, usia, berat /tinggi, aktivitas, dan kondisi kesehatan.

Fungsi Makanan

1. Sumber energi
Makanan yang mengandung lemak, protein, dan karbohidrat.
2.Pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh
Makanan yang mengandung protein, mineral, air.
3. Mengatur proses tubuh
Makanan yang mengandung protein, mineral, air, dan vitamin.
4. Pelindung tubuh
Melindungi tubuh terhadap lingkungan dan bibit penyakit.

Komponen Zat Makanan

53

No Nama Zat Fungsi Sumber

1. Karbohidrat Sumber energi, pengatur metabolisme, Glukosa, pati, kacang-

membantu pencernaan. kacangan, umbi-umbian.

2. Lemak Tempat penyimpanan energi, perlindungan, Daging, susu, keju, minyak

pelarut vitamin, penyedia asam lemak. kelapa, minyak sawit.

3. Protein Penghasil energi, pertumbuhan, mengganti sel- Daging, ikan, telur, susu,

sel yang rusak, pembuat enzim dan hormon. keju, kacang-kacangan.

4. Vitamin Mengatur fungsi tubuh, mencegah penyakit, Buah-buahan dan sayur-

biokatalistator yang mengatur metabolisme sayuran.

sebagai koenzim.

5. Mineral Menjaga kestabilan asam basa pada tubuh, Buah-buahan, sayur-

membantu proses pembangunan dalam tubuh, sayuran, telur, kacang,

membantu reaksi kimia tubuh. daging.

6. Air Sebagai pembentuk sel dan cairan tubuh, Air mineral.

pengatur suhu tubuh, pelarut zat gizi lain dan

membantu dalam proses pencernaan makanan,

sebagai pelumas, dan bantalan, media

transportasi, dan media pengeluaran sisa

metabolisme.

54

PORTOPOLIO 1B

Organ Pencernaan Makanan

No Nama Fungsi Gambar
1. Gigi Pemotong
makanan,
pengoyak
makanan,
penggiling
makanan.

2. Lidah Pengatur letak

makanan,

pengecap,

pencampur

makanan serta

membantu proses

penelanan

makanan.

3. Kelenjar ludah Menghasilkan

ludah, dan enzim-

enzim, menjadi

pelumas dari

rongga mulut yang

akan mencerna

karbohidrat

menjadi

disakarida.

Menjaga mulut

agar tidak kering.

4. Kerongkongan Menyalurkan

makanan antara

mulut dan

lambung,

berfungsi

juga

menghaluskan dan

mendorong

makanan dengan

gerakan peristaltic

untuk sampai

ke lambung.

55

5. Lambung Sebagai penggerus
6. Usus halus makanan,
memecah
makanan dan
mencampur
makanan dengan
getah lambung,
serta terjadi
proses
pencernaan secara
kimiawi
maupun mekanin
yang akan
menghasilkan
bubur kimus.
Berfungsi
menyerap nutrisi
pada
makanan secara
kimiawi di bantu
oleh enzim-enzim.

7. Usus 12 jari Berfungsi sebagai
8. Usus besar tempat
menyalurnya
enzim enzim dari
pancreas, hati
untuk mengurai
kembali makanan
yang dicerna.

Terjadi
pembusukan
makanan
yang dibantu oleh
bakteri bernama
Escheichia coli,
dan menyerap lagi
sisa makanan yang
berupa air dan
garam mineral.

56

9. Anus Alat pembuangan
feses.

57

UJI BAHAN ATAU ZAT MAKANAN

DISUSUN OLEH :
NAJWA FELIRA ZETTI
SMA Negeri 1 Balikpapan

Kelas XI-IPA 3
Tahun Ajaran 2020/2021

58

Tujuan

1. Menguji zat yang terkandung pada bahan makanan seperti karbohidrat, lemak dan protein.

Dasar Teori

Bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari umumnya adalah karbohidrat, protein, lemak, dan gula.
Karbohidrat banyak ditemukan pada bahan pokok makanan seperti nasi, roti, atau singkong. Protein
dibedakan menjadi dua jenis, yaitu protein nabati dan protein hewani. Bahan makanan yang sering
dikonsumsi lainnya adalah lemak, gula, vitamin, mineral, dan air.

Alat dan Bahan: 11. Larutan Benedict
12. Larutan Biuret
1. Tabung reaksi 13. Kertas Koran
2. Rak tabung reaksi 14. Nasi, roti, kentang, jagung, ubi
3. Gelas ukur 15. Tahu, tempe, telur, susu, kacang
4. Penjepit 16. Minyak goreng, mentega
5. Kaki tiga 17. Alat tulis menulis (kertas, pulpen,
6. Kawat kassa pensil, spidol, isolasi)
7. Pembakar Spiritus
8. Korek api
9. Pipet
10. Lempengan mortal

Cara Kerja:

A. Uji Benedict (uji glukosa/karbohidrat monosakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 5 ml larutan benedict ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan 0,5 ml larutan hasil penggerusan nasi tersebut di atas.
5. Beri label “uji benedict: nasi” pada tabung reaksinya.
6. Amati warna sebelum dipanaskan.
7. Panaskan tabung reaksi yang berisi larutan benedict dan larutan nasi tersebut di atas selama 5
menit dan dinginkan .
8. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila dalam
makanan terdapat karbohidrat/gula monosakarida, larutan akan berwarna kuning kehijauan dan
terbentuk endapan merah bata.
9. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
10.Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti, kentang, dan
jagung)

B. Uji Iodin/Lugol (uji amilum/karbohidrat polisakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan dan tambahkan
air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
2. Masukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan ke dalam tabung reaksi.
3. Beri label “uji iodin: nasi” pada tabung reaksi.
4. Amati warna larutan.
5. Tambahkan 2 tetes larutan iodin.

59

6. Amati perubahan warna yang terjadi setelah ditetesi larutan iodin (apabila warna menjadi hitam
atau kebiruan, bahan makanan yang diuji mengandung amilum karbohidrat) dan catat pada
tabel hasil pengamatan.

7. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
8. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti, kentang, ubi, dan

jagung)
C. Uji Biuret (uji protein)

1. Haluskan tempe dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 1 ml larutan hasil penggerusan tempe tersebut ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan setetes demi setetes larutan biuret sambil dikocok hingga tercapai warna maksimum

(tidak terjadi perubahan warna lagi).
5. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Jika warna berubah

ungu berarti bahan makanan mengandung protein.
6. Lakukan hal yang sama pada tahu, telur, dan susu.
7. Bandingkan hasil percobaan untuk tiap bahan makanan yang diuji.

D. Uji Lemak
1. Bentuklah kotak 5x5 cm pada kertas koran.
2. Teteskan larutan bahan makanan yang akan diuji pada kotak-kotak kertas koran tersebut.
3. Perhatikan perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila kertas
koran menjadi buram/transparan, berarti bahan makanan mengandung lemak.

Tabel Hasil Pengamatan

1. Uji Benedict

Bahan Makanan Reagen Warna setelah dicampur
yang diuji/warna penguji/warna
No. Sebelum Setelah dipanaskan

dipanaskan

1. Nasi Benedict/ Biru muda Merah bata
2. Sukrosa Benedict/
3. Kentang Benedict/ Biru Biru kehitaman
4. Roti Benedict/
5. Jagung Benedict/ Biru Biru kehitaman

Biru Oranye

Biru Merah bata

2. Uji Iodin/Lugol Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
No. Bahan Makanan penguji/warna
Iodin/ Biru kehitaman
yang diuji/warna Iodin/ Putih
1. Roti Iodin/
2. Kentang Iodin/ Putih keruh
3. Pisang Iodin/ Abu abu
4. Ubi jalar
5. Jagung Kuning gelap

60

3. Uji Biuret Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
No. Bahan Makanan penguji/warna
Biuret/ Ungu
yang diuji/warna Biuret/ Ungu
1. Putih telur Biuret/ Putih keruh
2. Susu Biuret/ Ungu
3. Roti Biuret/ Ungu
4. Tempe
5. Kuning telur

4. Uji Lemak Warna kertas koran Perubahan warna setelah
No. Bahan Makanan ditetesi pada kertas koran
Sampul coklat
yang diuji/warna Sampul coklat transparant
1. Minyak goreng Sampul coklat transparant
Sampul coklat transparant
2. Santan Sampul coklat Tidak transparant
Tidak transparant
3. Kacang tanah

4. Susu

5. Pepaya

Pembahasan

Lugol digunakan untuk menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat (amilum). Bahan
makanan yang mengandung amilum (karbohidrat) bila ditetesi lugol akan berubah warna menjadi biru
hitam. Semakin gelap warnyanya berarti makanan tersebut banyak kandungan karbohidratnya. Biuret
(campuran NaOH dan CUSO4) adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan protein. Bahan
makanan yang mengandung protein akan berubah menjadi ungu setelah ditetesi biuret. Hal itu terjadi
karena ada ikatan protein dengan biuret yang menghasilkan dasar reaksi kompleks koordinasi antara
Cu2+ dengan gugus – C = O dan NH ikatan peptida dalam larutan alkalis. Menghasilkan perubahan warna
menjadi ungu atau lembayung. Benedict adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan
glokusa pada bahan makanan. Bahan makanan yang mengandung glukosa akan berubah menjadi warna
merah bata setelah ditetesi benedict dan kemudian dipanaskan. Kertas buram digunakan sebagai uji
lemak. Bahan makanan yang mengandung lemak akan membuat kertas buram menjadi transparan jika
dioleskan pada kertas buram.

Kesimpulan

Beberapa kesimpulan diberikan dengan menjawab pertanyaan – pertanyaan berikut.

1. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat setelah diuji
dengan: a) Larutan benedict?b) Larutan iodin/lugol?

Yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat jika di uji dengan larutan
Banedict,Larutan Iodin/Lugol adalah :

61

• Larutan benedict untuk menguji bahan makanan mengandung karbohidrat,pada saat diuji dengan
Laruta Benedict akan mengalami perubahan warna menjadi merah bata.
• larutan Iodin/lugol untuk menguji Amilum jika saat diuji makanan tersebut dan akan berwarna Biru
kehitaman maka kandungan dari makanan tersebut mengandung Amilum.

2. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung protein setelah diuji
dengan biuret?

Yang terjadi adalah jika diuji adalah akan berwarna Ungu/biru tua karna biuret berfungsi menguji bahan
makanan mengandung Protein.

3. Jelaskan perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan yang diuji!

Perbandingkan karbohidrat dari kelima makanan diuji adalah tergantung bahan makanan tersebut,jika
saat diuji berwarna merah bata atau menjadi sangat Transparan maka makanan tersebut mengandung
karbohidrat tinggi.

4. Jelaskan perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji!

Perbandingannya adalah tergantung makanan tersebut yang diuji karna akan berubah warna yang Pekat
atau menjadi Transparan.

5. Jelaskan proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak!

Karbohidrat : Ada di mulut oleh enzim ptialin atau amilase, Amilum diubah menjadi disakarida.
Usus halus oleh enzim disakarase, disakarida diubah menjadi monosakarida.

Protein : Lambung, protein diubah menjadi pepton oleh pepsin.
Usus halus, pepton dipecah menjadi asam amino oleh erepsin dan tripsin.

Lemak : Usus halus, lemak diemulsi oleh bilus, lalu emulsi lemak. dipecah menjadi asam
lemak dan gliserol oleh lipase pankreas dan lipase usus.

Jika menguji kandungan makanan dengan Larutan Banedict,Iodin,Biuret,kertas buram maka makanan
tersebut atau larutan tersebut akan berubah di karenakan kandungan dari masing masing bahan
makanan tersebut seperti :
• Larutan Benedict jika dipanaskan akan berwarna Merah Bata jika mengandung Glukosa.
• Larutan Iodin akan berwarna Biru kehitaman jika mengandung Amilum
• Biuret akan berwarna Ungu/Biru tua jika makanan mengandung Protein
• Kertas buram/Koran,kertas akan semakin Transparan jika kandungan makanan
mengandung lemak yang tinggi.

62

Daftar Pusaka :
Sumber: Aryulina, Dyah. dkk. 2007. Biologi 1untuk SMA/MA. Jakarta: Esis. (162-163) Pratiwi, D, A. dkk.
2007. Biologi untuk SMA
Lampiran :
https://idschool.net/smp/uji-makanan-amilum-glukosa-protein-dan-lemak/

63

BAB VIII
SISTEM EKSRESI
B. TUGAS - TUGAS

SISTEM EKSRESI MANUSIA

Najwa Felira Zetti (XI IPA 1)
Guru Puspani, M.Pd

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN 2020

64

GINJAL

1. Pengertian
Ginjal adalah organ tubuh yang terletak di bawah tulang rusuk bagian belakang,

dan dekat bagian tengah punggung pada kedua sisi tulang belakang. Ginjal sendiri adalah
salah satu organ dengan fungsi vital dalam kehidupan. Ginjal terdiri dari dua bagian,
yaitu kiri dan kanan, hal tersebut menunjukan bahwa ginjal merupakan organ yang
sepasang. Ukurannya kira-kira berkisar 10–12 sentimeter atau sebesar kepalan tangan.
Organ ini mengandung sekitar satu juta nefron, yaitu saringan darah yang sangat kecil.
Organ yang relatif kecil ini memiliki berbagai macam peran penting bagi kesehatan
tubuh.

2. Fungsi
Ginjal setiap harinya menyaring sekitar 200 liter darah. Selain menyaring darah,

konverter vitamin D dalam tubuh, dan mengatur keseimbangan asam-basa tubuh, ginjal
juga memiliki beberapa fungsi lain, yaitu:
Menyaring dan Membuang Limbah

Ginjal memiliki peran penting dalam pembuangan racun, kadar garam yang
berlebihan, dan urea (limbah mengandung nitrogen hasil dari metabolisme protein).
Dengan terbentuknya urea tersebut, maka darah akan mengalirkan urea tersebut menujua
ginjal untuk dibuang. Tanpa organ ini, limbah dan racun akan menumpuk dalam darah.
Mengendalikan Keseimbangan Air

Salah satu fungsi ginjal adalah mengendalikan dan memantau keseimbangan air
dalam tubuh. Melalui organ ini, seluruh jaringan tubuh dipastikan menerima air agar
dapat bekerja dengan baik. Ginjal akan bereaksi terhadap perubahan kadar air dalam
tubuh. Ginjal akan menahan air, bukan membuangnya ketika tubuh sedang mengalami
dehidrasi.
Mengatur Sel Darah Merah

65

Oksigen merupakan unsur penting dalam peredaran darah. Ketika tubuh tak
mendapatkan cukup oksigen, maka ginjal akan mengeluarkan hormon eritropoietin.
Hormon eritropoietin berfungsi untuk merangsang produksi sel darah merah lebih banyak
yang berguna untuk membawa oksigen. Jika sel darah merah atau kadar oksigen sudah
normal, hormon tersebut akan berhenti diproduksi oleh ginjal.
Mengatur Tekanan Darah dan Kadar Garam

Mengatur tekanan darah dan kadar garam dalam darah juga merupakan fungsi
ginjal. Ginjal akan memproduksi enzim renin sebagai prosesnya. Ketika menyaring
darah, aliran dan tekanan darah yang stabil dibutuhkan oleh ginjal.

3. Struktur Ginjal
Ginjal dilindungi oleh lapisan jaringan ikat, yaitu fasis renal (pembungkus terluar),

lemak perirenal dan lemak pararenal (bantalan ginjal), serta kapsul fibrosa (membran
halus transparan yang membungkus ginjal.

- Ginjal memiliki beberapa bagian :

1. lobus ginjal yaitu bagian yang menyusun ginjal, kedua adalah hilus atau hilum
yaitu cekungan pada sisi medial yang membentuk bukaan pada ginjal, sinus ginjal
yaitu rongga yang berisi lemak yang membuka pada hilus, dan juga parenkim
ginjal yaitu jaringan yang menyelubungi struktur sinus ginjal.

2. Di parenkim ginjal terbagi menjadi dua, yaitu korteks dan medula.
Korteks terdiri oleh nefron. Nefron adalah unit struktural fungsional terkecil ginjal
yang berjumlah sangat banyak. Di dalam nefron terdapat dua komponen yaitu
komponen vaskuler dan komponen tubuler.

3. Komponen vaskuler terdiri dari glomerulus yaitu gulungan kapiler berbentuk
bundar yang bersamaan dengan kapsul bowman. Selanjutnya ada arteriola aferen.
Arteriola aferen membawa darah ke glomerulus, sedangkan yang membawa darah
dari glomerulus adalah arteriola eferen.

4. Komponen tubuler. Yang pertama adalah kapsul bowman. Kapsul bowman
bersama dengan glomerulus disebut korpuskel renalis. Fungsinya untuk filtrasi
plasma darah. Di dekatnya ada tubulus kontortus proksimal, yaitu saluran berliku
yang berfungsi untuk reabsorpsi tidak terkontrol. Dilanjut ke lengkung henle.
Lengkung henle ada dua yaitu desenden dan asenden. Dari tubulus kontortus
proksimal ke lengkung henle desenden kemudian asenden. Setelahnya adalah
tubulus kontortus distal berupa saluran berliku yang menjauhi kapsul bowman.
Fungsinya untuk reabsorpi terkontrol dan sekresi. Dari situ menuju ke duktus
kolektibitus yang nantinya akan ke pelvis ginjal.

66

5. Setelahnya adalah medula, terdiri atas 15-16 massa tringular yang disebut
peramida ginjal, yang tersusun dari sistem tubulus berukuran mikroskopis.

6. Bagian terakhir dari ginjal adalah pelvis ginjal.

4. Proses Pembentukan Urine
Pembentukan urine biasanya terdiri dari tiga tahap, yaitu filtrasi (penyaringan),

reabsorpsi (penyerapan kembali), dan augmentasi atau sekresi (pengumpulan).

Filtrasi (penyaringan)
Proses pembentukan urine yang satu ini dilakukan dengan bantuan dari ginjal.
Setiap ginjal mempunyai sekitar satu juta nefron ,yaitu tempat pembentukan urine. Pada
waktu tertentu, sekitar 20 persen dari darah akan melewati ginjal untuk disaring. Hal ini
dilakukan agar tubuh dapat menghilangkan zat-zat sisa metabolisme (limbah) dan
menjaga keseimbangan cairan, pH darah, dan kadar darah. Proses penyaringan darah pun
dimulai di ginjal. Darah yang mengandung zat sisa metabolisme akan disaring karena
dapat menjadi racun untuk tubuh. Tahapan ini terjadi di badan malphigi yang terdiri dari
glomerulus dan kapsul Bowman. Glomerulus bertugas menyaring air, garam, glukosa,
asam amino, urea, dan limbah lainnya agar dapat melewati kapsul Bowman. Hasil
penyaringan ini kemudian disebut sebagai urine primer. Urine primer termasuk urea di
dalamnya, adalah hasil dari amonia yang sudah terakumulasi. Hal ini terjadi ketika hati
memproses asam amino dan disaring oleh glomerulus.

Reabsorpsi
Setelah filtrasi, proses pembentukan urine selanjutnya adalah reabsorpsi, yakni
penyaringan ulang. Sekitar 43 galon cairan melewati proses filtrasi. Namun, sebagian
besar akan diserap kembali sebelum dikeluarkan dari tubuh. Penyerapan cairan tersebut
dilakukan di tubulus proksimal nefron, tubulus distal, dan tubulus pengumpul. Air,
glukosa, asam amino, natrium dan nutrisi lainnya diserap kembali ke aliran darah di
kapiler yang mengelilingi tubulus. Setelah itu, air bergerak melalui proses osmosis, yaitu
pergerakan air dari area yang terkonsentrasi tinggi ke konsentrasi lebih rendah. Hasil dari
proses ini adalah urine sekunder. Pada umumnya, semua glukosa akan diserap kembali.
Namun, hal ini tidak berlaku pada penyandang diabetes karena glukosa berlebih akan
tetap dalam filtrat. Natrium dan ion-ion lainnya akan diserap kembali secara tidak
lengkap dan tertinggal dalam filtrat dalam jumlah yang besar. Kondisi ini dapat terjadi
ketika seseorang mengonsumsi lebih banyak makanan, sehingga menghasilkan
konsentrasi darah yang lebih tinggi. Hormon mengatur proses transpor aktif, yaitu ion
seperti natrium dan fosfor, diserap kembali.

Sekresi atau augmentasi
Sekresi adalah tahap terakhir dari proses pembentukan urine. Beberapa zat
mengalir langsung dari darah di sekitar tubulus distal dan tubulus pengumpul ke tubulus
tersebut. Tahapan ini juga menjadi bagian dari mekanisme tubuh untuk menjaga

67

keseimbangan pH asam-basa dalam tubuh. Ion kalium, ion kalsium, dan amonia juga
melewati proses sekresi, seperti beberapa obat. Hal ini dilakukan agar senyawa kimia
dalam darah juga tetap seimbang. Proses ini dilakukan dengan meningkatkan sekresi zat,
seperti kalium dan kalsium, ketika konsentrasinya tinggi. Selain itu, penyerapan kembali
(reabsorpsi) juga ditingkatkan dan mengurangi sekresi ketika konsentrasinya rendah.
Urine yang dibuat oleh proses ini kemudian mengalir ke bagian tengah ginjal yang
disebut panggul, di mana ia mengalir ke ureter dan kemudian tersimpan di kandung
kemih. Selanjutnya, urine mengalir ke uretra dan akan keluar saat buang air kecil.

5. Penyimpanan Eksternal Urine dan Berkemih
Bentuk kandung kemih itu seperti buah pir terbalik dengan bentuk berlipat-

lipat serta struktur otot yang dapat meregang untuk meningkatkan kapasitas
penyimpanan urine.
Keinginan buang air kecil disebabkan isi urine dalam kandung kemih sudah
mencapai 170 – 230 mL. Urine dari kandung kemih mengalir ke uretra kemudian
melalui lubang luar dibuang keluar tubuh. Peristiwa pembuangan urine ini
disebut mikturisi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses Pembentukan Urine

Terdapat dua faktor yaitu:

Faktor internal dipengaruhi oleh
1. Sistem renin-angiotensin-aldosteron

2. Hormon insulin yang berfungsi menurunkan kadar glukosa darah.

3. Hormon ADH yang berfungsimengontrol pengeluaran urine.

Faktor eksternal dipengaruhi oleh:
1. Alkohol dapat menghambat pembebasan ADH

2. Suhu lingkungan

3. Jumlah air yang diminum

4. Alkohol dapat menghambat pembebasan ADH

6. Karakteristik Urine
1. Sifat fisik urine adalah volume normal 800 – 2500 mL/hari, warna kuning
pucat sampai kuning tua, berat jenis 1,003 – 1,035 g/cm3, pH 4,7 – 8

68

2. Komposisi urine adalah zat buangan nitrogen (urea, asam urat, dan
kreatinin), benda keton, asm hipurat, toksin, zat kimia asing, pigmen,
enzim, vitamin, hormon, dan elektrolit.
3. urine tidak normal adalah albumin, glukosa, sel darah merah, zat kapur,
batu ginjal, dan badan keton dengan jumlah berlebihan.

KULIT

Kulit merupakan organ terbesar, yang menutupi area tubuh seluas sckitar 1,67 m' dan
berat sekitar 4.5 kg pada laki-laki dengan berat badan 75 kg.

1. Fungsi Kulit
Kulit memiliki beberapa fungsi, yaitu:

a.) Ekskresi, mengeluarkan lemak dan keringat yang mengandung air, garam, urea,
serta ion-ion seperti Na .
b.) Perlindungan, melindungi tubuh dari mikroorganisme, radiasi sinar matahari,
iritasi kimia, dan gangguan mekanik.
c.) Pengaturan suhu badan, kelenjar keringat dan pembuluh darah berfungsi
mengatur dan mempertahankan suhu badan.

69

d.) Metabolisme, menyintesis vitamin D dengan bantuan sinar matahari dan
menyimpan lemak sebagai sumber energi cadangan.

e.) Komunikasi, stimulus lingkungan diterima olch reseptor kulit, misalnya
perubahan suhu, sentuhan, dan tekanan. Kulit merupakan media ekspresi wajah
yang penting untuk komunikasi.

2. Struktur Kulit

Kulit terdiri atas beberapa lapisan, yaitu epidermis, dermis, dan hipodermis
(subkutaneus).

a.) Epidermis adalah bagian terluar kulit yang tersusun dari sel- sel epitel pipih
(skuamosa) berlapis banyak dengan susunan yang sangat rapat, dan mengalami
keratinasi. Keracin adalah protein keras, anti air, yang berfungsi melindungi permukaan
kulit. Jaringan ini tidak memiliki pembuluh darah. Epidermis yang sangat tebal terdapat
pada telapak kaki dan tangan.

Epidermis terdiri atas lima lapisan, yaitu:

1. Stratum korneum, lapisan epidermis paling aras, terdiri atas 25 - 30 lapisan sisik
dari sel-sel yang tidak hidup. Lapisan ini akan diganti oleh sel-sel dari dasar ke
atas sctiap 15 - 30 hari.

2. Stratum lusidum, lapisan jernih dan transparan, terdiri atas 4 - 7 lapisan sel-sel
pipih tidak berinti yang mati atau hampir mati.

3. Stratum granulosum, terdiri atas 3 - 5 lapisan sel-sel bergranula keratohialin
yang merupakan prekursor dalam pembentukan keratin.

4. Stratum spinosum, lapisan sel-sel spina (randuk) yang memiliki tonjolan
penghubung intraseluler (desmosom).

5. Stratum basalis (germinativum), lapisan sel-sel melekat pada jaringan ikat dari
lapisan kulit di bawahnya (dermis). Pembelahan sel-sel ini berlangsung sangat
cepat dan sel-sel baru didorong masuk ke lapisan berikutnya. Di bawah dan di
antara sel-sel stratum basalis terdapat melanosit yang menghasilkan pigmen
melanin. Melanin berfungsi dalam pewarnaan kulit dan melindungi kulit dari
bahaya radiasi sinar ultraviolet matahari. Produksi melanin akan meningkat jika
kulit terpapar cahaya matahari.

b.) Dermis, dipisahkan oleh membran dasar (lamina) yang tersusun dari dua lapisan
jaringan ikat.

- Lapisan papilar, jaringan ikat arcolar renggang dengan fibroblas, sel mast, dan
makrofag. Papila kulit ada yang menyerupai jari menonjol ke dalam lapisan

70

epidermis, mengandung banyak pembuluh darah, dan reseptor sensor taktil
(sentuhan).

- Lapisan retikuler, tersusun dari jaringan ikat ireguler yang rapat, kolagen, dan
serat elastik. Sejalan dengan bertambahnya usia, deteriorasi (penurunan mutu)
simpul kolagen dan serat elastik menyebabkan pengeriputan kuli.

c. Hipodermis (subkutaneus), lapisan yang mengikat kulit secara longgar dengan organ-
organ yang terdapat di bawahnya. Lapisan ini banyak mengandung sel lemak, pembuluh
darah, dan ujung saraf.

3. Kelenjar pada Kulit

a.) Kelenjar keringat (sudorifera), terdapat di lapisan dermis. Kelenjar keringat dapat
dibedakan menjadi dua macam, yairu ekrin dan apokrin.

- Ekrin, kelenjar keringat tubuler sederhana dan berpilin, tidak berhubungan
dengan folikel rambut, serta tersebar meluas ke seluruh rubuh terutama pada dahi,
telapak tangan, dan kaki. Sekresi keringat dari kelenjar ini mengandung air yang
membantu pendinginan melalui penguapan untuk mempertahankan suhu tubuh.

- Apokrin, kelenjar keringat yang besar dan bercabang dengan penyebaran yang
terbatas pada bagian tubuh tertentu, misalnya pada aksila (ketiak), areola
payudara, dan area genital. Sekresi dari kelenjar ini pada awalnya tidak berbau,
yang kemudian akan berbau karena bakteri.

b.) Kelenjar sebaseus, mengeluarkan sebum yang biasanya dialirkan ke folikel rambut.
Sebum adalah campuran lemak, zat lilin, minyak, dan pecahan-pecahan sel. Scbum
berfungsi sebagai pelembut kulit, bakterisida, dan sebagai perrahanan terhadap evaporasi.

4. Kulit sebagai Pengatur Panas (Termoregulasi)

Panas tubuh dihasilkan dari aktivitas metabolisme dan pergerakan otot. Panas
dapat dikeluarkan atau dibuang melalui paru-paru dan kulit, atau bersama feses dan urine.

Panas yang dikeluarkan oleh kulit dapat melalui beberapa cara, yaitu:

ㆍ Pemancaran, panas dilepas ke udara di sekitarnya.

ㆍPengaliran (konveksi), mengalirnya udara yang telah panas karena menyentuh
permukaan tubuh, kemudian digantikan oleh udara yang lebih dingin.

ㆍKonduksi, panas dialihkan ke benda yang disentuh kulit, misalnya pakaian.

ㆍPenguapan (evaporasi), panas dikeluarkan bersama keringat kemudian keringat
menguap. Keringat yang dikeluarkan bisa mencapai 2.000 mL per hari,

71

bergantung pada kebutuhan tubuh dalam pengaturan suhu. Jika subu lingkungan
tinggi (panas), kelenjar keringat menjadi aktif dan pembuluh kapiler melebar
schingga memudahkan proses pembuangan air dan sisa metabolisme. Aktifnya
kelenjar keringat mengakibatkan keluarnya keringat ke permukaan kulit melalui
penguapan. Penguapan mengakibatkan suhu di permukaan kulit menjadi turun.
Sebaliknya, jika suhu lingkungan rendah, kelenjar keringat tidak aktif dan
pembuluh kapiler pada kulit menyempit, maka darah tidak membuang air dan sisa
metabolisme, akibatnya penguapan sangat berkurang dan suhu tubuh tetap panas.
5. Kontrol Pengeluaran Keringat

Proses pengeluaran keringat diatur olch hipotalamus di orak. Hipocalamus
menghasikan enzim bradikinin yang berfungsi sebagai vasodilator yang memengaruhi
pelebaran pembuluh darah dan kelenjar keringat. Jika darah yang melalui hipotalamus
melebihi batas normal (panas), rangsangan suhu panas tersebut diteruskan oleh saraf
simpatis ke kulit. Pembuluh darah berdilatasi (melebar), aliran darah ke permukaan kulit
meningkat, sehingga terjadi konduksi panas di bagian permukaan dan membuang panas.
Kelenjar keringat juga menjadi aktif untuk menyerap air, garam mineral, serta sedikit
urea dari kapiler darah yang kemudian mengirimkannya ke permukaan kulit dalam
bentuk keringat, schingga evaporasi (penguapan) meningkat,dan suhu badan menurun.

72

Sebaliknya, jika darah yang melalui hipotalamus lebih rendah dari batas normal
(dingin), pembuluh darah berkonstriksi (menyempit) yang akan mengurangi aliran darah
ke permukaan kulit untuk mempertahankan suhu tubuh dan kelenjar keringat menjadi
tidak aktif dalam pembentukan keringat.

Pengeluaran keringat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaicu suhu lingkungan,
aktivitas tubuh, emosi, dan kondisi psikis. Seseorang yang bekerja keras dan terkena
pancaran sinar matahari yang sangat terik akan mengeluarkan keringat yang banyak.
Marah menyebabkan pembuluh darah melebar sehingga meningkatkan pengeluaran
keringat. Rasa takut akan menyempickan pembuluh darah, sehingga wajah tampak pucat
dan pengeluaran keringat menjadi sedikit.

6. Gangguan Kulit

1. Biang keringat (miliaria) adalah ruam berbentuk bintik-bintik merah yang
gatal, akibat tersumbatnya pori-pori kelenjar keringat yang dapat disebabkan oleh sel-sel
kulit mati atau bakteri, biasanya muncul saat udara panas dan lembap.

2. Hiperhidrosis adalah keluar keringat berlebihan yang terjadi pada seluruh
badan atau bagian rubuh tertentu (misalnya, telapak tangan atau kaki). Hiperhidrosis
discbabkan oleh suatu penyakit atau faktor psikis.

3. Anhidrosis adalah kulit tidak dapac berkeringat. Anhidrosis disebabkan olch
luka bakar, penyakit, pengaruh obat-obatan, atau kelenjar keringat yang tidak mampu
berfungsi lagi.

4. Bromhidrosis keringat berbau atau bau badan, bisa discbabkan oleh bakteri
atau kelenjar keringat apokrin bekeria lebih akeif.

5. Eksem (dermatitis) adalah radang kulit yang hebat, terasa gatal, kulit dapat
melepuh atau bergelembung keeil (vesikel) yang akhirnya pecah mengeluarkan cairan.
Eksem disebabkan olch faktor keturunan, stres dan emosi, atau kontak dengan senyawa
alergenik (misalnya, logam, zat pewarna, kosmetik, parfum, debu, dan sabun).

6. Kadas atau kurap adalah berak-bercak kemerahan pada kulit, terkadang
berbentuk bundar dan jernih di bagian tengahnya, kadas terjadi akibat infeksi jamur.

7. Kudis adalah gatal akibat infeksi tungau dan kutu air

8. Athelete's foot adalah infeksi jamur di sela-sela jari kaki.

9. Vitiligo adalah gangguan pigmentasi schingga kulie kchilangan melanin,
tampak bercak-bercak putih yang bisa melebar pada kulit.

73

10. Jerawat adalah kulit yang meradang, pori-pori tersumbat, terkadang
menimbulkan kantung nanah. Jerawat terjadi akibat infeksi bakteri, perubahan hormonal,
atau kotoran.

11. Pruvitus kutanea adalah gatal yang dipicu olch iritasi saraf sensoris perifer,
dapat terjadi pada penderita kencing manis, penyakit kelenjar tiroid dan hati.

74

HATI

A. Definisi Hati

Hati adalah sebuah kelenjar terbesar dan kompleks dalam tubuh,
berwarna merah kecoklatan, yang mempunyai berbagai macam fungsi, termasuk
perannya dalam membantu pencernaan makanan dan metabolisme zat gizi
dalam sistem pencernaan.

B. Struktur Hati
Hati terdiri atas dua lobus besar yang dibatasi oleh jaringan ikat ligamen

falsiformis yaitu lobus kanan dan kiri. Lobus kanan terbagi lagi menjadi tiga lobus
yang lebih kecil. Hati dibungkus oleh jaringan ikat padat kapsula hepatika.

Lobus kanan dan lobus kiri dibatasi oleh suatu struktur yang dinamakan
ligamen falsiformis. Lebih lanjut, berikut ini penjelasan seputar ligamen pada
organ hati .
1. Ligamen falsiformis. Ligamen yang berbentuk seperti bulan sabit ini terletak
di hati bagian depan, serta berperan untuk memisahkan lobus kanan dan
lobus kiri. Ligamen ini menyangga hati bagian depan karena terhubung ke
dinding perut bagian depan.
2. Ligamen koroner. Ligamen ini berada di bagian atas hati dan berlanjut
hingga ke bagian bawah diafragma dan berfungsi menyangga bagian atas hati.
3. Ligamen triangular. Ligamen triangular terbagi menjadi dua bagian, kiri dan
kanan.
Ligamen triangular kiri merupakan gabungan dari ligamen koroner yang ada di
puncak hati sebelah depan maupun belakang.

75

4. Lesser omentum. Lesser omentum menyangga hati dengan dua jenis
ligamen, yaitu ligamen hepatoduodenal yang menghubungkan hati dengan usus
dua belas jari atau duodenum, serta ligamen hepaogastric yang menghubungkan
hati dengan lambung.

Ada struktur lain yaitu:

1. Lobulus

2. Saluran empedu

3. Pembuluh darah

C. Proses Ekskresi pada Hati

a) Proses perombakan eritrosit (sel darah merah)
Di dalam hati, hemoglobin pada sel darah merah yang sudah rusak akan
diuraikan. Sel – sel hati yang bertugas merombak eritrosit disebut sel histiosit.

b) Proses Siklus Ornitin

1.) Hati merubah zat amoniak (NH3) yang beracun menjadi urea (CO(NH₂)₂).
Urea ini adalah produk akhir metabolisme dari protein dan akan diekskresikan
dalam urin.

2.)Bila hati telah memecah zat berbahaya dari darah, maka produk
sampingannya akan dikeluarkan atau diekskresikan ke dalam cairan empedu
atau darah. Produk sampingan berupa cairan empedu akan masuk ke dalam
usus dan akan dibuang dari tubuh dalam bentuk kotoran (feses).

D. Fungsi Hati
Sebagai kelenjar, hati berfungsi menghasilkan :

1. Empedu,
berupa cairan berwarna hijau, terasa pahit, berjumlah sekitar 0,5 liter

setiap hari berasal dari perombakan hemoglobin sel-sel darah merah yang sudah
tua yang disimpam di dalam kantong emepedu atau disekresikan ke duodenum
(usus 12 jari). Sekresi empedu berfungsi untuk membantu pencernaan lemak
dengan cara mengemulsikan lemak, mengaktifkan lipase, membantu absorpsi
lemak di usus, dan mengubah zat yang tidak dapat larut di dalam air menjadi
larut. Empedu mengandung kolesterol, garam empedu,

2. Trombopoietin,

76

hormon glikoprotein yang mengendalikan langsung produksi keping darah
oleh sumsum tulang belakang.

3. Albumin
yang merupakan komponen plasma darah.

4. Angiotensinogen,
hormon yang akan diaktifkan oleh enzim renin ginjal dan berperan dalam
peningkatan tekanan darah.
5. Enzim arginase
yang mengubah arginin menjadi ornitin dan urea
7. Enzim glutamat-oksaloasetat transferase, glutamat-piruvat transferase,
dan laktat dehydrogenase
Fungsi hati lainnya, yaitu:
1. Menyimpan glikogen, lemak, zat besi, zat tembaga, serta vitamin A, D, K, dan
B12.
2. Mengaktifkan vitamin D, yang dilakukan bersama-sama dengan ginjal
3. Fagosit bakteri yang dilakukan oleh makrofag sel Kupffer.
4. Degradasi hormon insulin dan beberapa hormon lainnya.
5. Degradasi ammonia menjadi urea.

77

E. Gangguan pada Hati
Berbagai macam kondisi dan penyakit dapat menyebabkan gangguan pada
fungsi hati. Jenis-jenis gangguan hati tersebut meliputi:
1. Penyakit hati (liver), paling sering disebabkan oleh infeksi virus, Amoeba
penyebab disentri, cacing, plasmodium penyebab malaria, dan Toxoplasma sp.

2. Sirosis hati (cirrhosis) Sirosis dapat disebabkan oleh minuman keras, serta
hepatitis B dan hepatitis C.

3. Hemokromatosis adalah kelainan secara genetik yang menyebabkan tubuh
terlalu banyak menyerap zat besi dari makanan sehingga zat besi banyak
tersimpan di dalam organ-organ tertentu, seperti hati, jantung, dan pankreas.

4. Kanker hati, terjadi ketika sel hati mengalami mutasi sehingga tumbuh secara
tidak terkendali. Selain beberapa penyebab yang telah disebutkan di atas,
gangguan hati juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, toksin atau racun, dan
kelainan genetik.

5. Perlemakan hati (fatty liver), penyakit ini ditandai dengan terlalu banyak
lemak yang tersimpan dalam hati. Perlemakan hati bisa dipicu oleh konsumsi
minuman keras (alcoholic fatty liver) atau sebab lain (non-alcoholic fatty liver
disease/NAFLD), seperti diabetes dan obesitas.

6. Penyakit kuning, penyakit ini disebabkan oleh kadar bilirubin (pigmen
empedu) dalam aliran darah yang melebihi batas normal. Tingkat bilirubin
menjadi tinggi karena adanya kelainan sel atau peradangan pada hati.

7. Kolestasis, terjadi ketika aliran cairan empedu dari hati berkurang atau
tersumbat. Aliran empedu yang terhambat ini dapat menyebabkan penumpukan
bilirubin dan memicu penyakit kuning.

8. Hepatitis A penyakit ini disebabkan oleh virus Hepatitis A yang dapat
menyebabkan peradangan hati. Cara penularannya adalah melalui feses, air,
dan makanan yang terkontaminasi virus tersebut.

9. Hepatitis B, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B dan
dapat ditularkan melalui darah, cairan tubuh, atau luka yang terbuka. Hati yang
terinfeksi virus hepatitis B akan mengalami luka bahkan kanker jika tidak
ditangani secepatnya.

10. Hepatitis C, disebabkan oleh virus hepatitis C yang dapat menyebabkan
organ hati mengalami pembengkakan. Hepatitis C yang bersifat kronis bisa
mengakibatkan sirosis, kegagalan hati, dan kanker hati.

78

F. Pengobatan Gangguan pada Hati
Pengobatan gangguan hati tergantung pada jenis penyakitnya. Beberapa
gangguan hati dapat diatasi dengan mengubah gaya hidup, seperti berhenti
mengonsumsi minuman beralkohol, menurunkan berat badan, serta menerapkan
kebiasaan hidup bersih dan sehat.

- Konsumsi obat antivirus diperlukan jika gangguan hati disebabkan oleh
infeksi virus. Namun, jika sudah mengalami sirosis, hati yang rusak tidak dapat
disembuhkan. Upaya pengobatan tetap bisa dilakukan dengan memantau
perjalanan penyakit dan menekan risiko komplikasi.

- Pengobatan untuk penderita gagal hati kronis dilakukan dengan operasi
untuk menyelamatkan bagian hati yang masih berfungsi. Jika upaya ini ternyata
tidak memungkinkan, diperlukan transplantasi hati untuk menyelamatkan nyawa
penderita.

- Gangguan hati bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat.
Selain itu, hindari kontak langsung dengan darah maupun cairan tubuh penderita
hepatitis.
Pastikan juga Anda dan keluarga mendapatkan vaksinasi hepatitis sebagai
langkah efektif mencegah penyakit ini.

79

Pengertian Sistem Endokrin
terdapat sejumlah hormon di dalam tubuh manusia. Sistem endokrin lah yang menghasilkan dan
mengatur hormon-hormon tersebut. Tidak hanya itu, dalam melakukan tugasnya, sistem endokrin
berhubungan erat dengan sistem saraf. Kedua sistem ini akan saling mengontrol serta memadukan satu
sama lain sekaligus menjaga homeostatis dalam tubuh manusia. Sistem endokrin yang bekerja dengan
sistem saraf lazim disebut sebagai neuroendokrin.

Fungsi Sistem Endokrin
Kelenjar endokrin yang disebut juga sebagai kelenjar buntu karena bermuara langsung ke dalam
pembuluh darah ini akan mengekskresikan senyawa protein atau senyawa steroid dalam bentuk getah
yang disebut hormon. Hormon bersama dengan sistem saraf amatlah penting dalam mengatur
pertumbuhan, keseimbangan internal reproduksi, bahkan tingkah laku manusia.

Kelenjar dalam Sistem Endokrin
Ada beberapa kelenjar dalam sistem endokrin yang terbagi berdasarkan letaknya.

1. Kelenjar hipofisis (Pituitari)

Terletak di dasar otak besar, kelenjar satu ini ialah yang terbesar dan dapat memengaruhi aktivitas
kelenjar lainnya.Kelenjar hipofisis terbagi menjadi tiga lobus dan masing-masingnya menghasilkan
hormon yang berbeda-beda, yaitu:

• Lobus anterior, menghasilkan hormon:
- Tiroksin (TSH), merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi tiroksin.
- Adenokortikotropin (ACTH), merangsang korteks adrenal untuk memproduksi kortikosteroid.
- Focille Stimulating Hormone (FSH), memacu perkembangan tubulus seminiferus dan
spermatogenesis.
- Luteinizing Hormone (LH), menstimulasi estrogen.
- Interstitial Cell Stimulating Hormone (ICSH), menstimulasi testis dalam menghasilkan
testosteron.
- Prolaktin (TH), menstimulasi sekresi air susu.

• Lobus intermedia, menghasilkan hormon:
- Somatotrof (STH), merangsang tumbuhnya tulang.
- Melanosit Stimulating Hormone (MSH), mengatur penyuburan pigmen dalam perubahan warna
kulit.

• Lobus posterior, menghasilkan hormon:

80

- Oksitosin, merangsang kontraksi otot di uterus.
- Antidiuretik Hormone (ADH), mencegah pembentukan urin dalam jumlah banyak.

2. Kelenjar tiroid (Gondok)
Terletak di daerah leher, dekat jakun, kelenjar ini adalah yang paling kaya pembuluh darah.Kelenjar
tiroid menghasilkan tiga hormon, yaitu:

- Tiroksin, untuk membantu dalam proses metabolisme, pertumbuhan fisik, perkembangan
mental, dan kematangan seks.

- Triidotironin, untuk mengatur distribusi air dan garam dalam tubuh.
- Kalsitonin, untuk menjaga keseimbangan kalsium dalam darah.

3. Kelenjar paratiroid (Anak gondok)
Terletak di daerah kelenjar gondok, kelenjar ini dapat mengendalikan kadar kalsium dalam
darah.Kelenjar paratiroid menghasilkan satu hormon, yaitu:

- Parathormon, untuk mengendalikan kadar kalsium dalam darah.

4. Kelenjar adrenal (Suprarenalis)
Terletak di atas ginjal, kelenjar ini terdiri dari dua bagian, yaitu:

• Korteks, menghasilkan hormon:
- Korteks mineral, untuk menyerap natrium darah dan mengatur reabsorpsi air di ginjal.
- Glukokortikoid, untuk mengubah protein menjadi glikogen, mengubah glikogen menjadi
glukosa, dan menaikkan kadar glukosa pada darah.
- Androgen, untuk membentuk sifat kelamin sekunder laki-laki.

• Medula, menghasilkan hormon:
- Adrenalin, untuk mengubah glikogen dalam otot menjadi glukosa dalam darah.

5. Kelenjar pankreas (Pulau-pulau Langerhans)
Terletak di dekat ventrikulus atau lambung, kelenjar ini menghasilkan dua hormon, yaitu:

- Insulin, untuk mengubah glukosa menjadi glikogen pada hati. Karenanya, kadar gula darah akan
turun.

- Glukogen, untuk mengubah glikogen menjadi glukosa. Karenanya, kadar gula darah akan naik.

6. Kelenjar gonad (Kelamin)

81

Terletak di daerah perut (wanita) atau buah zakar dalam skrotum (laki-laki), kelenjar ini juga
menghasilkan hormon berbeda bagi wanita dan laki-laki.

Pada wanita, kelenjar gonad menghasilkan dua hormon:
- Estrogen, untuk menentukan ciri pertumbuhan kelamin sekunder.
- Progesteron, untuk menebalkan dan memperbaiki dinding uterus.

Pada laki-laki, menghasilkan satu hormon:
- Testosteron, untuk menentukan ciri pertumbuhan kelamin sekunder.

7. Kelenjar timus (kacangan)
Terletak di daerah dada, kelenjar ini menghasilkan satu hormon:

- Thymosin, untuk membantu sistem kekebalan tubuh.

Penyakit yang Dapat Menyerang Sistem Endokrin
Kelainan hormon dapat terjadi pada manusia karena adanya hipersekresi ataupun hiposekresi pada
kelenjar-kelenjar dalam sistem endokrin.

Kelainan karena hipersekresi pada:

•Kelenjar hipofisis: gigantisme.
•Kelenjar tiroid: kemunduran fisik dan mental.
•Kelenjar paratiroid: kelainan tulang (rapuh).
•Kelenjar adrenal: virilisme.

Kelainan karena hiposekresi pada:

•Kelenjar hipofisis: kekerdilan.
•Kelenjar tiroid: obesitas.
•Kelenjar paratiroid: kejang-kejang otot.
•Kelenjar adrenal: penyakit addison.

82

•Kelenjar pankreas, hormon insulin: penyakit kencing manis (diabetes mellitus).
•Kelenjar gonad pada wanita: gangguan menstruasi.

83

Sistem indra

Sistem indra adalah bagian dari sistem saraf yang berfungsi untuk proses informasi indra. Sistem indra
terdiri dari reseptor indra, jalur saraf, dan sel otak yang ikut memberi respon terhadap indra.

Manusia memiliki 5 indra yaitu mata, telinga, kulit, lidah, dan hidung.

1. Mata

Mata tersusun dari 3 lapisan yaitu sklera, koroid, dan retina.
- Sklera adalah lapisan luar yang sangat kuat berwarna putih. Di sklera ada kornea yang
transparan dan disusun oleh kolagen.
- Koroid adalah lapisan tengah, tipis, berwarna gelap dan mengandung pigmen serta pembuluh
darah. Terdapat bagian bernama iris di tengahnya. Iris berfungsi mengatur jumlah cahaya yang
masuk ke mata dengan mengatur pupil (celah dibagian tengah iris). Di belakang iris ada lensa
mata yang bening dan cembung.
- Retina adalah lapisan terdalam yang mengandung fotoreseptor dan selsel saraf yang sensitif
terhadap cahaya. Retina tersusun dari beberapa lapisan sel yakni sel reseptor, sel ganglion, dan
serabut saraf.

2. Telinga

Struktur telinga manusia ada tiga bagian utama: telinga bagian luar, tengah dan bagian dalam.
- Telinga luar terdiri dari daun telinga (aurikel) dan saluran pendengaran.
- Telinga tengah dimulai dari gendang telinga (membran timpani) hingga tingkat oval. Dalam
ruangan tersebut terdapat tiga tulang yang menyatu disebut osikel. Osikel berfungsi sebagai
pengungkit dalam menyampaikan getaran ke telinga bagian dalam. Didalam gendang telinga
terdapat saluran Eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga mulut.
- Telinga dalam, tersusun dari dua bagian utama, yaitu koklea (rumah siput) dan saluran setengah
lingkaran. Koklea terbagi menjadi tiga bagian, yaitu vestibuli, saluran koklea, dan skala timpani.
Diantara pipa tengah dan timpani terdapat selaput basilar. Pada selaput basilar terdapat organ
Corti. Pada ujung organ tersebut terdapat sel-sel serabut yang berhubungan dengan serabut
saraf yang menuju ke otak.

3. Kulit

84

Kulit mengandung lima macam reseptor, yaitu: reseptor terhadap sentuhan (saraf meissner dan diskus
merkel), tekanan (saraf paccini), sakit/nyeri (saraf tanpa selaput), panas (saraf ruffi ni atau golgi
mazzoni), dan dingin (saraf krause).
4. Lidah
Lidah bertugas mengecap rasa. Rasa dihasilkan dari hasil rangsang kimia berupa larutan. Ujung saraf
pengecap terdapat pada papil pengecap (gemma gustatoria). Papil pengecap berbentuk seperti botol
(labu) terdapat disebelah depan, belakang, dan sepanjang tepi lidah. Papil tersebut tersusun atas sel
pendukung dan sel pengecap yang mempunyai mikrovili. Mikrovili berfungsi mendeteksi rasa manis,
pahit, asin, dan masam.
5, Hidung
Indra pembau disusun oleh jaringan epitel olfaktori dan sel-sel reseptor olfaktori yang terdapat di
rongga hidung bagian atas. Bau dihasilkan dari rangsang kimia yang berupa gas. Gas masuk kedalam
rongga hidung, berdifusi kedalam lapisan mukus lalu berikatan dengan reseptor pada dendrit. Gas
tersebut akan merangsang sel-sel olfaktori sehingga impuls dari saraf olfaktori bergerak menuju ke otak.
Impuls tersebut akan diinterpretasikan sebagai bau.

85

Neuron.

Neuron (jaras) adalah jenis tertentu dari sel yang khusus untuk menyimpan dan mengirimkan informasi.
Neuron berfungsi untuk menerima, meneruskan, dan memproses stimulus; memicu aktivitas sel
tertentu dan pelepasan neurotransmiter dan molekul informasi lainnya

▪ Dendrit adalah cabang dari neuron (sel – sel saraf), berperan dalam menerima dan
mengantarkan rangsangan ke badan sel.

▪ Badan sel bertugas untuk meneruskan impuls dari badan sel saraf ke kelenjar dan serabut –
serabut otot.

▪ Inti Sel (nukleus) berfungsi dalam mengontrol seluruh kegiatan sel saraf.

▪ Akson atau neurit adalah sel yang panjang dan tipis, fungsinya adalah mengirimkan impuls dari
badan sel ke jaringan lain.

▪ Selubung Mielin adalah lapisan fosfolipid yang membungkus akson, fungsinya adalah untuk
melindungi akson dan memberi nutrisi.

▪ Sel Schwann adalah selubung lemak di seluruh serabut saraf mielin dari susunan sel glia (sel
saraf yang berperan dalam menyokong kebutuhan dari sel neuron), fungsinya adalah untuk
melindungi dan mengarahkan impuls saraf.

▪ Nodus Ranvier adalah bagian dari akson yang tidak terbungkus mielin, berfungsi dalam
mempercepat penghantaran impuls.

▪ Ujung – ujung Akson (Akson Terminal) berfungsi untuk menghubungkan sel saraf satu dengan
lainnya.

Jenis – jenis saraf berdsarkan fungsinya dibedakan menjadi 3 yaitu sel saraf sensorik, interneuron, dan
motorik.

▪ Sel sarafsensorik berperan dala mmenghantar impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat, yaitu
otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). Ujung akson dari saraf sensori
berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet).

▪ Sel sarafmotorik berfungsi dalam mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau
kelenjar. Hasil yang diterima sel saraf motorik dari sistem saraf pusat berupa tanggapan tubuh
terhadap rangsangan.

▪ Sel saraf ineterneuorn atau yang biasa diebut juga sebagai sel saraf penghubung berfungsi
menghubungkan sel saraf motorik dengan sel saraf sensorik atau berhubungan dengan sel saraf
lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. Letak sel saraf interneuron banyak ditemukan di
dalam sistem saraf pusat.

86

Sel Saraf Pusat.

Sistem saraf pusat (SSP) meliputi otak dan sumsum tulang belakang. Keduanya merupakan organ yang
sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. Selain tengkorak dan ruas-
ruas tulang belakang, otak juga dilindungi 3 lapisan selaput meninges. Bila membran ini terkena infeksi
maka akan terjadi radang yang disebut meningitis. Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam
adalah sebagai berikut:

▪ Durameter; terdiri dari dua lapisan, yang terluar bersatu dengan tengkorak sebagai endostium,
dan lapisan lain sebagai duramater yang mudah dilepaskan dari tulang kepala. Di antara tulang
kepala dengan duramater terdapat rongga epidural.

▪ Arachnoidea mater; disebut demikian karena bentuknya seperti sarang labah-labah. Di
dalamnya terdapat cairan yang disebut liquor cerebrospinalis; semacam cairan limfa yang
mengisi sela sela membran araknoid. Fungsi selaput arachnoidea adalah sebagai bantalan untuk
melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik.

▪ Piameter. Lapisan terdalam yang mempunyai bentuk disesuaikan dengan lipatan-lipatan
permukaan otak.

Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu:

▪ badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea)

▪ serabut saraf yang membentuk bagian materi putih (substansi alba)

▪ sel-sel neuroglia, yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di dalam sistem saraf
pusat.

Sel Saraf Tepi

Sistem saraf tepi atau sistem saraf perifer adalah bagian dari sistem saraf yang di dalam sarafnya terdiri
dari sel-sel yang membawa informasi ke (sel saraf sensorik) dan dari (sel saraf motorik) sistem saraf
pusat (SSP), yang terletak di luar otak dan sumsum tulang belakang.

Susunan saraf tidak sadar

Susunan saraf tidak sadar berperan sangat penting dalam kehidupan manusia. Karena mengatur
kegiatan tubuh seperti denyut jantung, gerak otot polos pada organ-organ dalam.Kemudian perubahan
pupil dan mengerutkan serta melebarkan pembuluh darah.Pada susunan saraf tidak sadar dibedakan
menjadi dua, yakni:

1. Saraf simpatis

Saraf simpatis terdiri atas serangkaian serabut saraf berpasangan berupa ganglion-ganglion yang
tersebar pada beberapa daerah, seperti daerah leher, daerah dada, daerah pinggang, dan
daerah pelvis (panggul). Serabut saraf simpatik berfungsi merangsang kerja otot jantung, otot-

87

otot tak sadar semua pembuluh darah, dan semua alat-alat dalam, seperti usus, lambung,
pankreas dan hati.
2. Saraf Parasimpatik
Susunan saraf parasimpatik berupa jaringan susunan saraf yang berhubungan dengan ganglion-
ganglion yang tersebar di seluruh tubuh.Pada Sistem saraf parasimpatis memiliki fungsi
kebalikan dari saraf simpatik.

88

REFLEKSI

Peristiwa
→ Di setiap pertemuan daring pelajaran biologi bersama bu Puspa, para siswa diwajibkan untuk
menulis jurnal dan mengerjakan tugas atau portopolio jika diberi arahan oleh bu Puspa. Dengan
adanya jurnal itu memudahkan kami untuk mereview pelajaran dan kegiatan yang sudah terjadi
selama pembelajaran daring. Jurnal dikerjakan dengan mengetik atau menulis kejadian atau
kegiatan dan materi penting yang ada selama pembelajaran biologi diadakan. Untukk portopolio
dikerjakan sesuai dengan apa yang sudah bu Puspa sampaikan.

Perasaan
→ Menulis jurnal dan portopolio seperti ini tidaklah mudah, butuh konsentrasi tinggi dan
ketelatenan serta niat untuk mengerjakannya. Karna penulis jarang mengetik seperi ini dan tidak
dilakukan sehari hari oleh sebab itu awalnya terasa berat. Namun semakin penulis sering
mengetik untuk mengerjakan jurnal penulis mulai terbiasa. Kergiatan pembelajaran daring juga
membawa banyak emosi. Terkadang penulis mersasakan ketegangan, bingung, senang, dan
terkadang merasa bangga.

Pembelajaran
→ tentunya pembelajaran yang didapat dalam membuat jurnal dan portopolio sanga banyak. Di
kelas 11 dan selama 2 semester ini penulis menjadi terlatih mengerjakan tugas karya tulis yang
tentunya akan mempermudah penulis dalam mengerjakan sesuatu kedepannya. Penulis juga lebih
bebas mengungkapkan perasaannya selama pembelajaran di dalam karya tulis ini.

Perubahan
→ Menulis jurnal dan portopolio melatih kepribadian penulis menjadi lebih teliti dan disiplin.
Mulai dari belajar merangkai kata agar mudah dimengerti, belajar menggunakan tata bahasa
indonesia yang sesuai standar kebahasaan dan juga belajar menanggung tanggung jawab.

89


Click to View FlipBook Version