The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-Book LKPD Kelas XII SMK Pencatatan Biaya Produksi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by silvijoe925, 2021-05-04 23:52:19

BAHAN AJAR LKPD

E-Book LKPD Kelas XII SMK Pencatatan Biaya Produksi

Keywords: Bahan Ajar,LKPD,Pencatatan Biaya Produksi

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
PENCATATAN BIAYA PRODUKSI

Bidang Keahlian Akuntansi
Keuangan dan Lembaga

SMK/MAK

Nama :..............
Kelas :..............

KELAS

XII

i

Oleh : Silvianita Inayah

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia
dan hidayahnya, kami dapat menyusun Lembar Kerja Peserta Didik untuk Mata
Pelajaran Akuntansi, yang dikhususkan untuk pencapaian Standar Kompetensi
Pengerjaan Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur.

LKPD ini disusun melalui beberapa tahapan ptoses, yakni mulai dari
analisis kebutuhan, penyiapan materi LKPD, penyusunan naskah secara tertulis,
kemudian dikombinasikan dengan alat-alat tertentu. Hal ini dilakukan dengan
harapan LKPD yang disusun ini dapat menjadi bahan dan sumber belajar yang
berkualitas untuk membekali peserta didik sesuai kompetensi dasar yang harus
dicapai. Namun karena dinamika perubahan dalam dunia industri semakin cepat
dan terus berkembang, maka LKPD ini masih memerlukan masukan untuk
dilakukan perbaikan ata revisi agar bahan ajar yang diberikan pada peseta didik
selalu relevan dengan kondisi kenyataan.

Dalam penyusunan bahan ajar ini tentunya melibatkan banyak dukungan
dan bantuan dari berbagai pihak. Olehkarena itu, dalam kesempatan ini kami
menyampaikan ucapan terima kasih setulus-tulusnya kepada berbagai pihak
terkait atas dedikasi, pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran untuk
menyelesaikan penyusunan LKPD ini.

Kami mengharapkan saran dan kritik dari pihak terkait agar dapat
dijadikan pembelajaran untuk senantiasa melakukan peningkatan kulitas LKPD.
Diharapkan LKPD ini dapat terus berkembang mengacu pada perkembangan
IPTEK pada dunia usaha dan industri serta potensi SMK untuk membekali peserta
didik yang sesuai kompetensi.

Demikian, semoga LKPD ini dapat bermanfaat bagi kita semua,
khususnya peserta didik atau praktisi yang sedang mengembangkan bahan ajar
SMK.

Surabaya , 18 April 2021

Penyusun

ii

Daftar Isi

Kata Pengantar ...........................................................................................................................ii
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)........................................................................iv

A. Petunjuk Belajar.............................................................................................................iv
B. KI ...................................................................................................................................iv
C. KD...................................................................................................................................v
D. Indikator Pencapaian Kompetensi ..................................................................................v
E. Tujuan pembelajaran.......................................................................................................v
F. Informasi Pendukung ......................................................................................................v
PETA KONSEP .........................................................................................................................1
RINGKASAN MATERI............................................................................................................2
1. Pembelian bahan .............................................................................................................2
2. Pemakaian Biaya Produksi .............................................................................................3
3. Pengalihan Produk Dalam Proses ke Produk Jadi ..........................................................5
4. Penjualan.........................................................................................................................5
5. Aliran Biaya ....................................................................................................................6
LEMBAR KERJA SISWA ......................................................................................................10
RINGKASAN ..........................................................................................................................14
EVALUASI SISWA ................................................................................................................15
Daftar Pustaka..........................................................................................................................22

iii

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Materi Pelajaran : Praktikum Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Materi Pokok : Pencatatan Biaya Produksi

Kelas/ Semester : XII / Ganjil

Alokasi waktu : 12 x 45 menit

A. Petunjuk Belajar
- Bagi Siswa

1) Sediakan alat dan bahan serta media yang akan digunakan dalam pengerjaan
LKPD

2) Setiap siswa harus membaca dan memahami dengan baik uraian materi yang
disajikan pada masing-masing kegiatan pembelajaran.

3) Analisis masalah yang diangkat dalam penyusunan LKPD
4) Kerjakan setiap soal latihan dengan baik untuk melatih kemampuan penguasaan

pengetahuan konseptual dan praktikum
5) Diskusikan dengan teman dan guru mengenai soal yang sulit dipahami

- Bagi Guru
1) Guru beperan memberikan motivasi siswa dalam pengerjaan soal-soal latihan
sebagai bentuk usaha melatih kemampuan penguasaan pengetahuan konseptual
dan literasi.
2) Mengarahkan siswa untuk menemukan konsep materi melalui kegiatan diskusi
dan praktikum
3) Membimbing siswa yang kesulitan dalam penyelesaian tugas
4) Mengembangkan sikap peduli lingkungan dengan menyampaikan sikap yang
patut diteladani dan mengingatkan siswa untuk senantiasa peduli serta
bertanggungjawab terhadap masalah sekitar

B. KI
KI 3 : Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
dan rasa prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah

KI 4 : Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung

iv

C. KD
3.3 Menjelaskan pencatatan terkait dengan pengakuan biaya bahan baku, biaya

tenagakerja, dan biaya overhead pabrik.

4.3 Mencatat pengakuan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead
pabrik.

D. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.3.1 Mengidentifikasi data transaksi pengakuan biaya bahan baku, biaya tenaga
kerja, dan biaya overhead pabrik
3.3.2 Menelaah akun-akun yang berkaitan dengan transaksi produksi
3.3.3 Menganalisis pencatatan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya
overhead pabrik
3.3.4 Menelaah trasaksi pembelian bahan, pemakaian bahan, dan penjualan produk
3.3.5 Mengidentifikasi aliran biaya produksi berdasarkan akun buku besar
4.3.1 Menyusun jurnal pengakuan biaya bahan baku-biaya tenaga kerja, dan biaya
overhead pabrik
4.3.2 Menyusun aliran biaya produksi

E. Tujuan pembelajaran
3.3.1.1 Siswa dapat mengidentifikasi data transaksi pengakuan biaya bahan baku,
biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik dengan benar.
3.3.2.1 Siswa dapat menelaah akun-akun yang berkaitan dengan transaksi produksi
dengan cermat.
3.3.3.1 Siswa dapat menganalisis pencatatan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja,
dan biaya overhead pabrik dengan teliti.
3.3.4.1 Siswa dapat menelaah trasaksi pembelian bahan, pemakaian bahan, dan
penjualan produk dengan benar.
3.3.5.1 Siswa dapat mengidentifikasi aliran biaya produksi berdasarkan akun buku
besar.
4.3.2.1 Siswa dapat menyusun jurnal pengakuan biaya bahan baku-biaya tenaga kerja,
dan biaya overhead pabrik dengan benar.
4.3.2.2 Siswa dapat menyusun aliran biaya produksi dengan rinci.

F. Informasi Pendukung

- Biaya produksi terdiri dari tiga elemen penting yakni Biaya Bahan
Baku, Biaya Tenaga Kerja Langsung, dan Biaya Overhead.

- Aliran biaya adalah jalur dimana biaya bahan baku, biaya tenaga kerja
, dan biaya overhead pabrik berproses menjadi persediaan bahan,
persediaan bahan dalam proses, hingga menjadi barang jadi yang
kemudian ditentukan harga pokok penjualan sebelum produk dijual.

v

PETA KONSEP

PENCATATAN
BIAYA PRODUKSI

Pembelian Biaya Bahan
Bahan Baku

Pemakaian Biaya Tenaga
Biaya Produksi Kerja Langsung

Biaya Overhead
Pabrik

Pengalihan Produk
Dalam Proses ke
Produk Jadi

Penjualan
Produk

1

RINGKASAN MATERI

1. Pembelian bahan
Dalam pembelian bahan produksi berkaitan dengan penambahan persediaan bahan
pada suatu perusahaan manufaktur. Terdapat dua metode pencatatan persediaan yakni
metode pencatatan persediaan secara periodik (fisik) dan metode pencatatan
persediaan secara prepetual.
A. Metode Pencatatan Periodik (Fisik)
Metode pencatatan periodik adalah metode dimana mutasi jumlah barang tidak
dicatat, baik saat melakukan pembelian mauapun saat digunakan untuk proses
produksi. Jurnal yang timbul dari transkasi pembelian bahan yakni sebagai
berikut.

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Pembelian Rp xxx Rp xxx

Utang Usaha/ Kas/ Bank

Jika pembelian disertai dengan beban angkut maka dicatat sebagai berikut :

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Beban Angkut Pembelian Rp xxx Rp xxx

Kas

Contoh :
Pada tanggal 3 Januari 2019 dibeli bahan baku sebesar Rp 8.000.000 dan bahan
pembantu Rp 5.000.000 termin 2/10, n/30, dengan biaya angkut sebesar Rp
750.000.
Maka dicatat dalam jurnal sebagai berikut :

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Rp 13.000.000
2019 3 Pembelian Rp 750.000 Rp
13.000.000
Januari Beban Angkut Pembelian Rp
750.000
Utang Usaha

Kas

B. Metode Prepetual

2

Metode pencatatan prepetual adalah metode pencatatan persediaan dimana mutasi
jumlah barang selalu dicatat, baik jumlah barang saat dilakukan pembelian
maupun saat digunakan untuk proses produksi. Pencatatan juga dilakukan per
jenis barang yang dibeli seperti bahan baku dan bahan pembantu atau bahan
penolong. Jurnal yang timbul dari transaksi pembelian bahan baku dan pembantu
yakni sebagai berikut :

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Persediaan Bahan Baku Rp xxx Rp xxx
Persediaan Bahan Pembantu Rp xxx

Utang Usaha/ Kas/ Bank

Contoh :
Pada tanggal 5 Januari 2019 PT Budi Mulya membeli bahan baku produk sebesar
Rp 12.000.000 dan bahan penolong Rp 8.600.000. Dibayar langsung 60% dari
total pembelian.
Maka dicatat dalam jurnal sebagai berikut :

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
2019 5 Persediaan Bahan Baku Rp 12.000.000
Januari Persediaan Bahan Pembantu Rp 8.600.000 Rp 12.360.000
Rp 8.240.000
Kas
Utang Usaha

2. Pemakaian Biaya Produksi
A. Pemakaian Biaya Bahan Baku
Bahan baku menjadi bahan utama dalam proses pembuatan produk. Bahan baku
yang menjadi persediaan bagi perusahaan akan dilakukan pemrosesan hingga
menghasilkan produk yang siap didistribusikan. Jurnal yang timbul dari transaksi
pemakaian bahan baku yakni sebagai berikut :

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Rp xxx Rp xxx
PDP-Biaya Bahan Baku

Persediaan Bahan Baku

Contoh :
Bahan baku sebesar Rp 4.500.000 digunakan oleh PT Makmur dalam proses
produksi. Maka jurnalnya sebagai berikut :

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit

PDP-Biaya Bahan Baku Rp 4.500.000

Persediaan Bahan Baku Rp 4.500.000

3

B. Pemakaian Biaya Tenaga Kerja
Tenaga kerja langsung merupakan salah satu faktor produksi yang penting dalam
terjadinya proses produksi dalam suatu perusahaan. Peran tenaga kerja sebagai
pelaku produksi yang mengolah bahan baku menjadi produk jadi tentunya
membutuhkan keahlian dan tenaga. Peran ini menimbulkan pembebanan biaya
terhadap proses produksi untuk menambah biaya produksi atas produk yang
diolah. Jurnal yang timbul dari transaksi pembebanan biaya tenaga kerja yakni
sebagai berikut :

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Kerja Rp xxx
PDP-Biaya Tenaga
Langsung Rp xxx

Gaji dan Upah

Contoh :
Dalam melakukan proses produksi, PT Makmur membebankan biaya tenaga kerja
langsung sebesar Rp 3.000.000 kedalam proses produksi. Maka jurnalnya sebagai
berikut :

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
PDP-Biaya Tenaga Rp 3.000.000 Rp 3.000.000
Langsung Kerja

Gaji dan Upah

C. Pemakaian Bahan Pembantu
Bahan pembantu atau sering juga disebut sebagai bahan penolong merupakan
bahan yang mendukung bahan baku dalam pembuatan produk. Bahan pembantu
selaku bahan sekunder cukup berperan dalam proses produksi. Jurnal yang timbul
dari pemakaian bahan pembantu yakni sebagai berikut :

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Rp xxx Rp xxx
BOP Sesungguhnya

Persediaan Bahan Pembantu

Contoh :
Pemakaian bahan penolong dalam proses produksi PT Jaya Raya sebesar Rp
800.000 dan tenaga kerja tidak langsung sebesar Rp 1.000.000. maka jurnalnya
yakni :

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
BOP Sesungguhnya Rp 1.800.000
Rp 800.000
Persediaan Bahan Pembantu Rp 1.000.000
Gaji dan Upah

4

D. Pembebanan BOP
Tarif biaya overhead pabrik yang telah ditentukan dimuka akan digunakan untuk
membebankan BOP pada produk yang diproduksi. Biasanya pembebanan ini
dilakukan pada perhitungan harga pokok metode pesanan. Apabila perusahaan
menggunakan metode full costing dalam penentuan harga pokok produksinya,
maka produk akan dibebani BOP dengan menggunakan tarif biaya overhead
variabel dan tetap. Namun jika perusahaan menggunakan metode variabel costing
dalam penentuan harga pokok produksinya, maka produk akan dibebankan biaya
overhead pabrik dengan tarif biaya overhead pabrik variabel saja. Kedua metode
ini berkaitan dengan perhitungan harga pokok produksi suatu produk.
Contoh :
BOP yang dibebankan ke produk A sebesar 45% dari biaya tenaga kerja langsung.
Dimana BTKL nilainya sebesar Rp 6.500.000

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Rp 2.925.000
PDP- Biaya Overhead Pabrik Rp 2.925.000

BOP Dibebankan

Perhitungan biaya overhead pabrik yang dibebankan pada produk :
= Rp 6.500.000 x 45%
= Rp 2.925.000

3. Pengalihan Produk Dalam Proses ke Produk Jadi
Bahan-bahan yang telah melalui proses produksi dengan tingkat dan waktu terntentu
kemudian berubah menjadi produk jadi yang siap dipasarkan. Produk dalam proses
baik dari bahan baku, biaya overhead, maupun tenaga kerja melebur menjadi satu
hingga membentuk nilai barang jadi.
Contoh :
Barang dalam proses dari biaya bahan baku sebesar Rp 3.500.000, biaya tenaga kerja
langsung sebesar Rp 1.200.000, dan BOP sebesar Rp 2.000.000 telah selesi diproses
dan akan dipindahkan ke gudang penyimpanan. Maka jurnal yang dibuat adalah
sebagai berikut :

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit

Persediaan Barang Jadi Rp 7.200.000

PDP-Biaya Bahan Baku Rp 3.500.000
PDP-Biaya Tenaga Kerja
Langsung Rp 1.200.000
Rp 2.500.000
PDP-Biaya Overhead Pabrik

4. Penjualan
Penjualan merupakan salah satu aktivitas yang penting bagi perusahaan. Dengan
dilakukannya penjualan maka dapat diperoleh laba serta sebagai usaha memikat

5

konsumen untuk mau membeli dan mengonsumsi poduk yang ditawarkan. Penjualan
juga dilakukan untuk mengetahui daya tarik konsumen sehingga dapat mengetahui
hasil produk diperjualbelikan memiliki kualitas seperti apa dan sejauh mana dapat
bersaing dengan produk sejenis lainnya. Produk jadi yang disimpan digudang
kemudian dijual kepada konsumen dengan tujuan memperoleh laba pada tingkat
prosentase.
Contoh :
PT Raja Dua menjual produknya secara tunai dengan memperhitungakn tingkat laba
sebesar 40% dari harga pokok produk jadi, dimana harga pokok produk yang dijual
sebesar Rp 7.200.000. Maka jurnal yang timbul dari transaksi tersebut yakni :

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Kas
Harga Pokok Penjualan Rp 10.080.000

Penjualan Rp 7.200.000
Persediaan Barang Jadi
Rp 10.080.000

Rp 7.200.000

5. Aliran Biaya

Aliran biaya manufaktur (manufacturing cost flow) adalah jalur atu jalan dimana

aliran biaya manufaktur yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja , dan

biaya overhead pabrik berproses menjadi persediaan bahan, persdiaan bahan dalam

proses, hingga menjadi persediaan barang jadi yang kemudian ditentukan harga pokok

penjualan sebelum produk diperjual belikan.

Contoh :

Transaksi pada PT Budi Luhur, Surabaya dalam bulan Mei 2020, sebagai berikut :

Tgl. Keterangan
2 Dibeli bahan baku sebesar Rp 3.400.000 dengan termin 2/10, n/30
4 Dibeli bahan pembantu dari Toko Ratna sebesar Rp 1.000.000 secara tunai
10 Bahan baku dan pembantu yang dibeli masing-masing digunakan 90% dan

100% untuk digunakan dalam proses produksi.
11 Dilunasi atas pembelian bahan tanggal 2
12 Dibebankan biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 1.200.000
13 Pemakaian tenaga kerja tidak langsung sebesar Rp 500.000
15 BOP yang dibebankan kedalam produk sebesar 60% dari BTKL
26 Produk yang diolah telah menjadi barang jadi dan pindahkan ke gudang

penyimpanan
30 Penutupan akun BOP-Dibebankan
30 Pencatatan selisih BOP
30 PT Budi Luhur menjual 80% produk jadinya secara tunai dengan

memperhitungan PPN 10% dan tingkat laba 40%.

6

Jurnal Umum

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit

2020 2 Persediaan Bahan Baku Rp 3.400.000

Mei Utang Usaha Rp 3.400.000

4 Persediaan Bahan Pembantu Rp 1.000.000
Kas Rp 1.000.000

10 PDP-Biaya Bahan Baku Rp 3.060.000
BOP Sesungguhnya Rp 1.000.000
Persediaan Bahan Baku
Persediaan Bahan Pembantu Rp 3.060.000
Rp 1.000.000

11 Utang Usaha Rp 3.400.000
Potongan Pembelian
Kas Rp 68.000
Rp 3.332.000
PDP-Biaya Tenaga Kerja
12 Langsung Rp 1.200.000
Rp 1.200.000
Gaji dan Upah
Rp
13 BOP Sesungguhnya 500.000
Gaji dan Upah
Rp 500.000
15 PDP-Biaya Overhead Pabrik
BOP-Dibebankan Rp
720.000

Rp 720.000

26 Persediaan Produk Jadi Rp 4.980.000
PDP-Biaya Bahan Baku Rp 3.060.000
PDP-Biaya Tenaga Kerja
Rp 1.200.000
Langsung Rp 720.000
PDP-Biaya Overhead Pabrik
Rp
30 BOP-Dibebankan 720.000
BOP Sesungguhnya
Rp 720.000
30 Selisih BOP
BOP Sesungguhnya Rp
780.000

Rp 780.000

30 Piutang Usaha Rp 6.135.360
Harga Pokok Penjualan Rp 3.984.000
PPN Keluaran
Rp 557.760

7

Penjualan Rp 5.577.600
Persediaan Barang Jadi Rp 3.984.000
Rp 30.879.360
Rp 30.879.360

Perhitungan dari transaksi :

a. Bahan baku yang digunakan untuk proses produksi Rp 1.500.000
= 90% x Rp 3.400.000
= Rp 3.060.000

b. BOP Dibebankan pada produk
= 60% x Rp 1.200.000
= Rp 720.000

c. Selisih BOP
o BOP Sesungguhnya

(Bahan Pembantu + Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung)

( Rp 1.000.000 + Rp 500.000) Rp 720.000 -
o BOP - Dibebankan Rp 780.000

d. Produk yang dijual
o Harga Pokok Penjualan
= 80% x Barang Jadi
= 80% x Rp 4.980.000
= Rp 3.984.000

o Penjualan
= (Harga Pokok Penjualan x 40%) + Harga Pokok Penjualan
= ( Rp 3.984.000 x 40% ) + Rp 3.984.000
= Rp 1.593.600 + Rp 3.984.000
= Rp 5.577.600

8

Peresdiaan Bahan Baku Aliran Biaya
2 Rp 3.400.000 Rp 3.060.000 10
PDP-Biaya Bahan Baku
10 Rp 3.060.000 Rp 3.060.000 26

Persediaan Bahan Pembantu
4 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000

Biaya Gaji dan Upah PDP- Biaya Tenaga Kerja Lgs
Rp 1.200.000 12 12 Rp 1.200.000 Rp 1.200.000 26
Rp 500.000 13

BOP Sesungguhnya BOP-Dibebankan PDP-Biaya Overhead Pabrik

10 Rp 1.000.000 Rp 720.000 30 Rp 720.000 Rp 720.000 15 Rp 720.000 Rp 720.000 26

13 Rp 500.000 Rp 780.000 (f)

Selisih BOP Persediaan Barang Jadi
30 Rp 780.000 Rp 4.980.000 Rp 3.984.000 30

Harga Pokok Penjualan
Rp 3.984.000

KETERANGAN :
Barang dari pengadaan masuk ke Proses Produksi
Barang jadi dijual
Barang selesai di produksi masuk ke Persediaan Barang Jadi
Selisih BOP

9

LEMBAR KERJA SISWA

1. Buatlah pencatatan jurnal untuk transaksi perusahaan manufaktur beserta aliran biaya
pada lembar kerja yang telah disediakan !

PT. Jayakarta , Sidoarjo bergerak dibidang konveksi selama kurang lebih 3
tahun. Setiap periode PT. Jayakarta berhasil menghasilkan produk yang tentunya melalui
proses produksi terlebih dahulu. Berikut ini transaksi-transaksi yang terjadi pada PT.
Jayakarta selama periode poduksi bulan Maret 2020 :

Tanggal Transaksi
2 Maret 2020 Dibeli bahan baku untuk proses produksi sebesar Rp 10.000.000
dengan termin 2/10, n/30
5 Maret 2020 Dibeli bahan baku sebesar Rp 7.500.000 dan bahan pembantu
sebesar Rp 3.600.000, dengan dibayar tunai 50%-nya, sisanya
10 Maret 2020 dibayar 2 minggu kedepan.
Untuk produksi melibatkan 90% dari total bahan baku dan 100%
10 Maret 2020 dari total bahan pembantu.
Proses produksi dilakukan dengan pembebanan biaya tenaga kerja
11 Maret 2020 langsung sebesar Rp 6.400.000
Pembebanan biaya tenaga kerja tidak langsung sebesar Rp
12 Maret 2020 1.200.000
17 Maret 2020 Dibayar atas pembelian bahan baku tanggal 2 Maret 2020.
Produk yang diolah disertakan BOP yang dibebankan kedalam
19 Maret 2020 produk sebesar 40% dari BTKL.
28 Maret 2020 Dibayar kekurangan pembelian bahan baku dan pembantu
Produk yang diolah sudah dapat didistribusikan ke konsumen
30 Maret 2020 sehingga dipindahkan ke gudang penyimpanan barang.
30Maret 2020 Penutupan akun BOP dibebankan ke BOP Sesungguhnya
31 Maret 2020 Dicatat selisih BOP setelah diperhitungkan
Produk yang sudah jadi dijual kepada CV Adib dengan tingkat
laba yang diinginkan sebesar 30%.

2. Isilah kolom aliran biaya dengan nominal sesuai pada jurnal transaksi serta berilah
tanda / garis yang berbeda warna untuk menggambarkan aliran biaya produksi !
Catatan :
Berikan 4 warna yang berbeda untuk garis aluran biaya produksi dengan ketentuan
atau keterangan sebagai berikut :
- Warna 1 : Pengadaan Barang
- Warna 2 : Pemakaian atau Pembebanan Biaya Produksi
- Warna 3 : Pengalihan ke Produk Jadi
- Warna 4 : Penjualan Produk

10

PT. Jayakarta, Sidoarjo

Jurnal Umum

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit

11

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit

12

Aliran biaya

Persediaaan Bahan Baku PDP-Biaya Bahan Baku

Persediaan Bahan Pembantu

Biaya Gaji dan Upah PDP-Biaya Tenaga Kerja Lgs

BOP Sesungguhnya BOP-Dibebankan PDP-Biaya Overhead Pabrik

Selisih BOP

Persediaan Barang Jadi

Harga Pokok Penjualan

Keterangan Warna Garis Aliran Biaya :

13

RINGKASAN

1. Biaya produksi terdiri dari 3 elemen utama yakni biaya bahan baku,
biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.

2. Proses produksi dimulai dari pengadaan bahan baku atau pembelian,
pemakaian atau pembebanan biaya, pengalihan produk dalam proses
ke produk jadi, dan akhirnya proses penjualan produk.

3. Selisih BOP lebih (laba) terjadi apabila BOP dibebankan lebih besar
maka dari BOP sesungguhnya dan sebaliknya jika BOP
sesungguhnya lebih besar dari BOP dibebankan maka menimbulkan
selisih kurang (rugi).

4. Aliran biaya adalah jalur dimana biaya bahan baku, biaya tenaga
kerja , dan biaya overhead pabrik berproses menjadi persediaan
bahan, persediaan bahan dalam proses, hingga menjadi persediaan
barang jadi yang kemudian ditentukan harga pokok penjualan
sebelum produk diperjual belikan.

14

EVALUASI SISWA

A. Soal Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban a, b, c, d, atau e yang dianggap paling tepat !
1. Pada tanggal 2 Maret dibeli bahan baku Rp 7.500.000 dan bahan penolong Rp
3.250.000 untuk dilakukan proses produksi. Pembelian dilakukan tunai sebesar
70%. Jurnal yang benar adalah . . .
a.

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Maret 2 Pembelian Rp 10.750.000 Rp 10.750.000

b. Utang Usaha

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Maret 2 Pembelian Rp 10.750.000
Rp 7.525.000
c. Utang Usaha Rp 3.225.000
Kas

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Maret 2 Pembelian Rp 10.750.000
Rp 3.225.000
d. Utang Usaha Rp 7.525.000
Kas

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Maret 2 Pembelian Rp 10.750.000 Rp 10.750.000

e. Kas

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Maret 5 Pembelian Rp 10.750.000
Rp 3.225.000
Utang Usaha Rp 7.525.000
Kas

2. PT Jaya Abadi bergerak dalam bidang manufaktur. Dalam kegiatan produksinya
ia menggunakan pencatatan jurnal. Bahan baku sebesar Rp 7.500.000 dan bahan
penolong sebesar Rp 4.500.000 digunakan untuk melakukan proses produksi.
Jurnal yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi pemakaian bahan diatas adalah .
..
a.

15

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
b. PDP-Biaya Bahan Baku Rp 7.500.000
BOP Sesungguhnya Rp 4.500.000 Rp 7.500.000
Rp 4.500.000
Persediaan Bahan Baku
BOP Dibebankan

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
c. PDP-Biaya Bahan Baku Rp 7.500.000
BOP Sesungguhnya Rp 4.500.000 Rp 7.500.000
Rp 4.500.000
Persediaan Bahan Baku
Persediaan Bahan Penolong

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
d. PDP-Biaya Bahan Baku Rp 7.500.000
BOP Dibebankan Rp 4.500.000 Rp 7.500.000
Rp 4.500.000
Persediaan Bahan Baku
Persediaan Bahan Penolong

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
e. PDP-Biaya Bahan Baku Rp 7.500.000
PDP-Biaya Overhead Pabrik Rp 4.500.000 Rp 7.500.000
Rp 4.500.000
Persediaan Bahan Baku
Gaji dan Upah

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
PDP-Biaya Bahan Baku Rp 7.500.000
PDP-Biaya Overhead Pabrik Rp 4.500.000 Rp 7.500.000
Rp 4.500.000
Persediaan Bahan Baku
BOP Sesungguhnya

3. Perhatikan akun-akun biaya produksi dibawah ini
1) Biaya Bahan Baku
2) Biaya tenaga kerja tidak langsung
3) Biaya tenaga kerja langsung
4) Biaya bahan pembantu
5) Gaji dan Upah
6) BOP Dibebankan
7) BOP Sesungguhnya.
Dalam proses produksi tentunya melibatkan beberapa biaya produksi. Akun-akun
yang terlibat jika terjadi transaksi pembebanan BOP dan pembebanan tenaga kerja
secara berturut-turut adalah . . .
a. BOP Dibebankan (D), PDP-BOP (K) dan PDP-BTKL (D), Gaji dan Upah (K)

16

b. PDP-BOP (D), BOP Dibebankan (K) dan PDP-BTKL (D), Gaji dan Upah (K)
c. BOP-Dibebankan (D), BOP Sesungguhnya (K) dan BOP Sesungguhnya (D),

Gaji dan Upah (K)
d. PDP-BOP (D), BOP Sesungguhnya dan PPD-BTKL (D), Gaji dan Upah (K)
e. PDP-BOP(D), Biaya bahan pembantu (K) dan BOP Sesungguhnya (D), Gaji

dan Upah (K)

4. Selain bahan baku, bahan pembantu juga menjadi pendukung untuk melakukan
proses produksi. PT Indah Perkasa bergerak dibidang furniture membeli bahan
pembantu berupa cat sebesar Rp 750.000 dan plitur sebesar Rp 950.000 secara
tunai. Berdasarkan ilustrasi tersebut maka pencatatan jurnal yang tepat adalah . . .
a.

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
b. Persediaan Bahan Penolong Rp 750 .000 Rp 750.000

Kas

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
c. Persediaan Bahan Penolong Rp 1.700.000 Rp 1.700.000

Kas

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
d. PDB-Biaya Bahan Penolong Rp 950 .000 Rp 950.000

Kas

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
e. PDP-Biaya Bahan Penolong Rp 1.700 .000 Rp 1.700.000

Kas

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Rp 950 .000 Rp 950.000
Persediaan Bahan Penolong

Kas

5. Untuk memproduksi suatu produk dilakukan pembebanan BOP sebesar 60% dari
biaya tenaga kerja langsung, dimana biaya tenaga kerja sebesar Rp 8.200.000 dan
30%-nya merupakan biaya tenaga kerja tidak langsung. Jurnal yang tepat untuk
mencatatat transaksi pembebanan BOP adalah . . .
a.

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Rp 3.444 .000
PDP-Biaya Overhead Pabrik

17

BOP-Dibebankan Rp 3.444 .000
b.

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
c. PDP-Biaya Overhead Pabrik
Rp 4.344 .000
BOP-Dibebankan
Rp 3.344 .000

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
d. PDP-Biaya Overhead Pabrik Rp 5.740.000 Rp 5.740.000

BOP-Dibebankan

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
e. PDP-Biaya Overhead Pabrik
Rp 1.476 .000
BOP-Dibebankan
Rp 1.476 .000

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Rp 4.920.000 Rp 4.920.000
PDP-Biaya Overhead Pabrik

BOP-Dibebankan

6. Tenaga kerja diperlukan agar proses produksi dapat terlaksana sesuai target. Biaya
yang melekat dalam proses produksi sala satunya yakni biaya tenaga kerja.
Pembebanan biaya tenaga kerja dalam proses produksi dapat menambah harga
pokok produk dari suatu barang hasil produksi. Berikut ini ilustrasi untuk
mencatat pembebanan biaya tenaga kerja adalah . . .
a. PDP-Biaya Tenaga Kerja Langsung (D) , Gaji dan Upah (K)
b. PDP-Biaya Tenaga Kerja Langsung (D), Kas (K)
c. Gaji dan Upah (D) , Utang Gaji dan Upah (K)
d. Gaji dan Upah (D) , Biaya Tenaga Kerja Langsung (K)
e. PDP-Biaya Tenaga Kerja Langsung (D), BOP Sesungguhnya

7. Pembebanan BOP sering kali berbeda dengan BOP yang sebenarnya terjadi. Hal
ini dapat disebabkan karena perbedaan biaya variabel yang dibebankan dengan
yang sesungguhnya terjadi sebab adanya perbedaan biaya tetap. Jika kondisi ini
terjadi pada suatu perusahaan maka dapat menimbulkan selisih BOP. Jurnal
apabila BOP yang dibebankan lebih besar dari BOP sesungguhnya adalah . . .
a. Selisih BOP (D), BOP-Dibebankan (K)
b. Selisih BOP (D), BOP Sesungguhnya (K)
c. BOP-Dibebankan (D), Selisih BOP (K)
d. BOP Sesungguhnya (D), Selisih BOP (K)
e. BOP-Dibebankan (D), BOP Sesungguhnya

18

8. Produk yang diolah dengan menghabiskan biaya bahan baku sebesar Rp
5.600.000, biaya tenaga kerja sebesar Rp 2.350.000, dan biya overhead pabrik Rp
4.700.000 telah diproses pemindahan kegudang penyimpanan. Jurnal yang tepat
untuk ilustrasi tersebut adalah . . .
a.

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
b. Persediaan Barang Jadi Rp 12.650.000
Rp 5.600.000
PDP-Biaya Bahan Baku Rp 2.350.000
PDP-BTKL Rp 4.700.000
PDP-Biaya Overhead Pabrik

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
c. Persediaan Barang Jadi Rp 12.650.000
Rp 2.350.000
PDP-Biaya Bahan Baku Rp 5.600.000
PDP-BTKL Rp 4.700.000
PDP-Biaya Overhead Pabrik

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
d. Persediaan Bahan Dalam Proses
Rp 12.650.000
PDP-Biaya Bahan Baku
PDP-BTKL Rp 2.350.000
PDP-Biaya Overhead Pabrik
Rp 5.600.000

Rp 4.700.000

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
e. Persediaan Bahan Dalam Proses
Rp 12.650.000
PDP-Biaya Bahan Baku
PDP-BTKL Rp 4.700.000
PDP-Biaya Overhead Pabrik
Rp 2.350.000

Rp 5.600.000

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Persediaan Barang Jadi
Rp 12.650.000
PDP-Biaya Bahan Baku
PDP-BTKL Rp 4.700.000
PDP-Biaya Overhead Pabrik
Rp 2.350.000

Rp 5.600.000

9. PT Uda Raya Baru menjual barang yang disimpan di gudang kepada CV Adib
sebesar Rp 15.000.000 dengan tingkat laba 20%. PT Uda Raya menerima atas
penjualan satu minggu kemudian. Nominal penjualan dan harga pokok produksi
yang tepat berdasarkan ilustrasi tersebut adalah . . .
a. Penjualan sebesar Rp 15.000.000 dengan harga pokok sebesar Rp 12.500.000
b. Penjualan sebesar Rp 15.000.000 dengan harga pokok sebesar Rp 13.000.000

19

c. Penjualan sebesar Rp 18.000.000 dengan harga pokok sebesar Rp 15.000.000
d. Penjualan sebesar Rp 18.000.000 dengan harga pokok sebesar Rp 12.500.000
e. Penjualan sebesar Rp 12.500.000 dengan harga pokok sebesar Rp 15.000.000

10. CV Gaya Baru merupakan usaha dibidang konveksi. Pada tanggal 2 Desember
2013 perusahaan menjual produk dengan harga Rp 18.750.000 dan harga pokok
sebesar 15.800.000, termin 2/10,n/30. Berdasarkan ilustrasi tersebut, jurnal yang
tepat adalah . . .
a.

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
b. Piutang Usaha
Harga Pokok Penjualan Rp 18.750.000

Penjualan Rp 15.800.000
Persediaan Barang Jadi
Rp 18.750.000

Rp 15.800.000

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
c. Kas
Harga Pokok Penjualan Rp 18.750.000

Penjualan Rp 15.800.000
Persediaan Barang Jadi
Rp 18.750.000

Rp 15.800.000

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
d. Utang Usaha
Harga Pokok Penjualan Rp 18.750.000

Penjualan Rp 15.800.000
Persediaan Barang Jadi
Rp 18.750.000

Rp 15.800.000

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
e. Piutang Usaha
Harga Pokok Penjualan Rp 15.800.000

Penjualan Rp 18.750.000
Persediaan Barang Jadi
Rp 15.800.000

Rp 18.750.000

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Kas
Harga Pokok Penjualan Rp 15.800.000

Penjualan Rp 18.750.000
Persediaan Barang Jadi
Rp 15.800.000

Rp 18.750.000

20

B. Soal Uraian
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan benar !
1. Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang mengolah abahn mentah menjadi
barang setengah jadi kemudian dilanjutkan hingga menjadi barang jadi.
Pembuatan produk dari awal hingga akhir itu tentunya memerlukan waktu dan
juga biaya. Analisislah biaya-biaya apa saja yang termasuk dalam proses produksi
dalam perusahaan manufaktur !
Jawab :

.....................................................................
.....................................................................
.....................................................................
.....................................................................
.....................................................................
.....................................................................
.....................................................................
.....................................................................
.....................................................................
....................................................................
.. . . . . . . . . . .

2. Bia.y.a. .t.e.n.a.g.a. .kerja dalam proses produksi dibedakan menjadi dua yakni biaya
tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung. Kedua biaya tersebut
sama-sama kategori tenaga kerja namun memiliki perbedaan pengertian dan
perlakuan serta pencatatan penjurnalan. Jelaskan secara rinci bagaimana
perbedaan yang dimaksud dalam ungkapan tersebut !
Jawab :

....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
. . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
...................................................................

3. Biay. .a. o. v. .e.rh. e. a. d. pabrik dalam metode pesanan terdapat BOP-Dibebankan dimana
berdasarkan tarif awal dimuka sesuai ketentuan. Namun dalam pelaksaan proses

21

produksi juga terdapat BOP sesungguhnya yang merupakan realisasi atau biaya
yang keluar secara real. Kedua hal ini terkadang terjadi ketidakseimbangan atau
salah satu lebih tinggi dari yang lain. Telaah dan jelaskan bagaimana hal tersebut
dicatat pada jurnal !
Jawab :

....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
. . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . .

4. Ali.r.a.n. .b.ia. y. a. .a.dalah alur dimana biaya bahan baku, biaya tenaga kerja , dan biaya
overhead pabrik berproses hingga sampai berupa produk jadi. Rincilah mekanisme
aliran biaya dari mualai pengadaan bahan sampai produk diperjualbelikan !
Jawab :

....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
. . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
....................................................................
....................................................................
....................................................................
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . .

Aturan Pensk.o.r.a.n.:. . . . . .

Soal pilihan ganda ( 5 x 10 ) = 50

Soal uraian ( 4 x 25 ) = 50

Total Skor . . . . . . . . . . . = 100

22

Daftar Pustaka

Baiti, Nur Isniah. 2019. PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA
DIDIK (LKPD) SEBAGAI PENDUKUNG KURIKULUM 2013 PADA
MATERI NERACA SALDO, JURNAL PENYESUAIAN, DAN NERACA
LAJUR PERUSAHAAN MANUFAKTUR KELAS XII AKUNTANSI SMK
NEGERI 1 SAMBENG.
https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jpak/article/view/29598,
diakses pada 8 April 2021.

Cerdasco. 2020. Aliran Biaya Manufaktur.
https://cerdasco.com/aliran-biaya-manufaktur/, diakses pada 14 April 2021.

Manajemen Keuangan. 2021. Mengenal Lebih Dekat Akuntansi Untuk Perusahaan
manufaktur. https://manajemenkeuangan.net/perusahaan-manufaktur-adalah/,
diakses pada 10 April 2021.

Repositori Kemendikbud. 2016. Akuntansi Perusahaan Manufaktur.
http://repositori.kemdikbud.go.id/12816/1/AKT-
I.Modul%20GP%20Akuntansi%20SMK%20-
%20Akuntansi%20Perusahaan%20Manufaktur.pdf, diakses pada 8 April
2021.

23


Click to View FlipBook Version