TUGAS PENDIDIKAN BUDAYA ANTI KORUPSI
“CONTOH DARI JENIS KORUPSI”
DOSEN PENGAMPU: SITI CHOIRUL DWI ASTUTI, M. Tr. Keb
DISUSUN OLEH:
DEFINA ADELIA TRIPUTRI
1A KEBIDANAN
POLTEKKES KEMENKES GORONTALO
TAHUN AJARAN 2021
Kerugian uang negara
1. Seorang PNS menggunakan fasilitas kendaraan operasional pemerintah
untuk disewakan kepada pihak luar dan uang sewanya tidak disetorkan
ke kas negara.
2. Seorang pegawai pencatat retribusi pelayanan di Puskesmas memani-
pulasi data kunjungan pasien sebenarnya dan membuat data fiktif yang
lebih kecil sehingga uang yang disetorkan tidak sesuai dengan jumlah
pengunjung/pasien sebenarnya.
3. Seorang pegawai negeri mengikuti tugas belajar dan dibiayai oleh
pemerintah, setelah selesai tugas belajar ternyata bekerja di sektor
swasta dengan memanfaatkan ijazah hasil belajarnya.
4. Seorang mahasiwa yang mengikuti pendidikan kedinasan dan dibiayai
oleh negara, tetapi yang bersangkutan drop out dengan alasan tidak jelas
dan tidak mengembalikan uang yang dipakai selama pendidikan.
Suap menyuap
1. Pada saat penerimaan siswa baru ditingkat SMA favorit bahkan ada
seorang melakukan suap yang diberikan kepada pihak sekolah
tersebut dengan tujuan agar anak dari orang yang memberi suap itu
bisa sekolah di sekolah yang diharapkanya untuk melanjutkan
pendidikanya ditingkat yang lebih tinggi.
2. Sebuah perusahaan penyedia barang menjanjikan fee berupa uang
dengan persentase tertentu dari nilai proyek kepada panitia lelang
pengadaan barang dengan penunjukan langsung. Maksud
perusahaan tersebut agar ditunjuk menangani proyek tersebut.
3. Keluarga pasien memberikan sesuatu kepada petugas penerima
pasien baru supaya mendapatkan prioritas tempat rawat inap di ICU
suatu rumah sakit di mana tempat tidur pasien tersebut selalu penuh.
Penggelapan dalam
jabatan
1. Seorang pejabat dengan kekuasaannya menerbitkan surat
pengalihan balik nama barang atas namanya sendiri atau
orang lain, padahal menyalahi prosedur.
2. Seorang pejabat yang berwenang menerbitkan surat
penghapusan ganti rugi kehilangan mobil dinas di luar
jam kerja oleh seorang pegawai, padahal seharusnya yang
bersangkutan harus mengganti kehilangan mobil tersebut.
Pemerasan
1. Sebuah institusi sekolah pemerintah dalam ketentuan tidak
boleh menarik uang kepada mahasiswa selain yang sudah
tercantum dalam PNBP. Ternyata karena alasan tertentu seperti
kegiatan PKL, institusi tersebut mewajibkan mahasiswa untuk
membayar kegiatan tersebut.
2. Seorang petugas imunisasi menggunakan alat suntik untuk
kegiatan imunisasi di posyandu. Petugas tersebut membebankan
warga untuk mengganti biaya alat suntik tersebut, padahal alat
suntik tersebut sudah dialokasikan anggarannya dari
pemerintah.
3. Seorang ketua panitia pengadaan barang meminta fee 15% dari
keuntungan pemenang tender barang.
Perbuatan curang
1. Seorang mahasiswa membuat laporan kegiatan praktik
klinik dengan menggunakan data yang tidak sebenarnya
hasil manipulasi buatan sendiri.
2. Seorang mahasiswa menyontek pada saat ujian
menggunakan catatan kecil yang ia buat
3. Seorang pasien harus mengantre urutan dalam pemeriksaan
dokter, seharusnya yang bersangkutan urutan ke-50, tetapi
karena ada keluarganya bekerja di rumah sakit, ia
mendapatkan kemudahan menempati urutan ke-10
Benturan Kepentingan
dalam Pengadaan
1. Panitia lelang barang ingin memutuskan pemenang lelang,
ternyata ada anggota keluarga atasannya yang mengikuti tender.
Akhirnya, panitia memutuskan keluarga atasan yang
dimenangkan karena ada tekanan atau titipan dari sang atasan
2. RAC (Ratu Atut Chosiyah), mantan Gubernur Banten, diperiksa
sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi pengadaan alkes
di Pemprov Banten. Kasus korupsi pengadaan alkes ini terjadi di
Banten pada tahun anggaran 2011-2013. Diketahui, Atut bersama
adik kandungnya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, sudah
ditetapkan sebagai tersangka sejak 2014.
Gratifikasi
1. Pemberian kepada penyelenggara negara atau pegawai negeri
diberikan secara tidak langsung dengan menggunakan perantara
pihak lain (melalui istri atau anak), ini dilakukan oleh pemberi
sebagai kamuflase untuk menutupi motif yang bernilai negatif.
pemberian dilakukan untuk mempengaruhi penilaian penyelenggara
negara atau pegawai negeri terhadap pekerjaan rekanan tersebut,
atau pemberian tersebut juga dapat dilihat sebagai maksud untuk
mempengaruhi keputusan dalam proyek-proyek selanjutnya yang
mungkin diikuti oleh perusahaan tersebut.
2. Pemberian hadiah/uang sebagai ucapan terima kasih atas jasa yang
diberikan oleh instansi pelayanan publik
Sekian &
terima kasih