The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-Book ini adalah cara untuk mempelajari atau mengetahui masuknya agama dan kebudayaan Hindu Budha di Indonesia pada pelajaran sejarah di kelas x

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by puri irawanti, 2024-03-07 05:08:50

Materi Masuknya Agama dan Kebudayaan Hindu Budha di Indonesia

E-Book ini adalah cara untuk mempelajari atau mengetahui masuknya agama dan kebudayaan Hindu Budha di Indonesia pada pelajaran sejarah di kelas x

Keywords: Pelajaran Sejarah SMK Kelas X x

PURI IRAWANTI, S.Pd GURU SEJARAH SMK NEGERI 2 INDRAMAYU


gambar yang ada pada gambar tersebut merupakan foto relief candi Borobudur. Relief yang terdapat dibagian dinding candi borobudur ini mengilustrasikan mengenai aktivitas perdagangan pada awal masehi, para ahli memperkirakan sejak awal abad masehi pedagang dari India telah melakukan aktivitas perdagangan di Indonesia. Selain berdagang,pedagang dari India juga menyebarkan agama Hindu maupun Budha, perkembangan agama Hindu maupun Budha semakin pesat, ditandai dengan adanya keberadaan kerajaan Hindu Budha yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Dengan adanya atau masuknya kebudayaan Hindu Budha ini mempengaruhi kehidupan masyarakat di Indonesia. Relief candi Borobudur seperti tampak pada gambar ini merupakan salah satu bentuk pengaruh budaya Hindu Budha dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Candi Borobudur merupakan salah satu peninggalan kerajaan Hindu Budha di Indonesia yaitu kerajaan Mataram Kuno. Keberadaan Kerajaan Mataram Kuno turut membuktikan kebudayaan Hindu Budha telah mempengaruhi kehidupan masyarakat.


gambar tersebut atau arca tersebut menunjukan mengenai benda arkeologis hasil budaya manusia yang berkaitan dengan media keagamaan. Keberadaan arca ini menunjukan tingkat kemajuan teknologi pada masa lalu, keberadaan arca seperti gambar tersebut ini dapat menjadi sumber sejarah untuk mengkaji proses masuknya kebudayaan Hindu Budha di Indonesia. Proses masuknya agama Hindu Budha di Indonesia ini masih menjadi perdepatan para ahli hingga saat ini, kehadiran pedagang-pedagang India di Indonesia pada awal abad Masehi memiliki pengaruh besar pada proses hinduisasi, istilah dari hinduisasi dapat berarti masuknya agama Hindu dan Budha. Terdapat 5 teori yang menjelaskan proses masuknya Hindu Budha di Indonesia, kelima teori tersebut yaitu ada Teori Ksatria, Teori Waisya, Teori Brahmana, Teori Sudra dan Teori Arus Balik.


Teori Ksatria Teori ksatria ini beranggapan bahwa mereka yang datang ini yang membawa pengaruh hindu budha adalah dilakukan oleh para ksatria atau orang-orang yang berkasta ksatria, orang- orang berkasta ksatria ini biasanya orang-orang seperti raja, bangsawan dan prajurit. Di dalam teori ksatria ini menyatakan bahwa kaum ksatria mengalami kekalahan perang pada abad ke-4 hingga ke-6. Kekalahan tersebut membuat kaum ksatria melarikan diri ke Nusantara kemudian melakukan kolonisasi atau penjajahan yang disertai dengan penaklukan oleh orang-orang India yaitu orang-orang dari kasta ksatria tadi, selain itu pun mereka menyebarkan agama Hindu maupun Budha. Sementara itu kelemahannya adalah kaum ksatria tidak dapat menghindukan seseorang dan tidak mungkin pelarian ksatria dari india mendapatkan kedudukan mulia sebagai raja di wilayah lain. Sisi kekuatan lain juga seperti para ksatria ini melakukan perkawinan dari putri keluarga kerajaan ini yang menyebabkan atau mendorong agama dan budaya hindu itu bisa tersebar Sedangkan dari sisi kelemahannya golongan ksatria itu tidak menguasai bahasa sansekerta dan huruf palawa yang terdapat pada kitab weda jadi tidak memungkinkan meraka ini menikahi para putri dari keluarga kerajaan. Tokoh yang mendukung teori ksatria ini adalah F.D.K Bosch, Mookerji, J.L Moens


Teori Waisya Teori Waisya ini dikemukakan oleh N.J Krom Menurut N.J Krom kaum pedagang atau waisya ini sangat berperan terhadap penyebaran budaya India di Indonesia karena mereka ini menetap di Indonesia dan menjalin hubungan dengan para penguasa Indonesia untuk menyebarkan pengaruh budaya India. Selain itu juga perkawinan antara pedagang India dan wanita lokal menjadi salah satu cara penyebaran budayanya. Akan tetapi Kasta Waisya cenderung kesulitan untuk mempelajari ajaran agama Hindu dan Budha, karena menggunakan bahasa sansekerta dan huruf pallawa yang membutuhkan kemampuan khusus. Biasanya bahasa ini bisa dibaca oleh kaum Brahmana. Kasta ksatria juga datang hanya untuk tujuan berdagang, sehingga kemungkinan untuk menyebarkan agama cenderung rendah.


Teori Brahmana Teori Brahmana dikemukakan oleh J.C van Leur, Ia berpendapat bahwa agama hindu masuk di Indonesia itu dibawa oleh golongan Brahmana kenapa? karena mereka tergolong kaum terdidik dan hanya golongan Brahmanalah yang berhak mempelajari dan mengerti isi kitab suci Weda, kedatangan golongan Brahmana ini diduga karena undangan para penguasa lokal di Indonesia yang tertarik dengan agama Hindu atau sengaja datang untuk menyebarkan agama hindu di Indonesia. Pendapat dari J.C Van Leur ini mematahkan teori-teori sebelumnya akan tetapi menurut ajaran Hindu kuno bahwa seorang Brahmana itu dilarang menyeberangi lautan apalagi meninggalkan tanah airnya, jika ia melakukan tindakan tersebut maka ia akan kehilangan hak atas kastanya, dengan demikian mendatangkan para brahmana ke Indonesia bukan merupakan tindakan yang wajar


Teori Sudra Teori Sudra ini hanya sedikit ahli yang setuju terhadap teori sudra salah satunya adalah Von Van Feber inti teori ini adalah masuknya agama hindu di Indonesia itu dibawa oleh orang-orang India yang berkasta Sudra. Golongan Sudra ini karena sering dianggap orang buangan oleh karena itu golongan ini meninggalkan daerahnya dan pergi ke daerah lain bahkan keluar dari India termasuk Indonesia untuk mendapatkan kedudukan lebih baik dan dihargai. Sebenarnya teori ini menimbulkan kontroversi, Karena golongan Sudra ini dianggap tidak layak menyebarkan agama Hindu. golongan ini merupakan kelompok bawah seperti kaum budak dan memiliki derajat terendah, oleh karena itu dalam urusan keagamaan kaum Sudra tidak mungkin menyebarkan agama Hindu.


Teori Arus Balik Teori Arus Balik ini di kemukakan oleh F.D.K Bosch setelah lahirnya teori Brahmana, berdasarkan sifat dan unsur-unsur budaya India yang diamatinya dalam budaya Indonesia menurut teori ini masyarakat Indonesia memiliki peran tersendiri dalam penyebaran dan pengembangan agama hindu budha. Penyebaran agama Hindu Budha di Indonesia dilakukan oleh kaum terdidik akibat interaksi dengan orang-orang India. Banyak penduduk di kepulauan Indonesia tertarik untuk belajar agama Hindu Budha, meraka giat mempelajari bahasa sansekerta, kitab suci, sastra dan budaya tulis. Orang-orang Indonesia tersebut kemudian belajar mendalami agama dan kebudayaan Hindu Budha di India, setelah belajar di India meraka kembali ke Indonesia serta mengembangkan agama dan kebudayaan Hindu Budha kepada masyarakat Indonesia. Teori ini cenderung lebih efektif, karena rakyat berinisiatif sendiri datang ke India untuk mempelajari agama Hindu Budha.Oleh karena itu agama Hindu Budha yang berkembang di Indonesia memiliki perbadaan dengan agama Hindu Budha yang berkembang di Indonesia.


Arca Budha membuktikan mengenai adanya misi penyebaran agama Budha di Indonesia . Misi penyebaran agama Budha ini disebut dengan Darmaduta. Menurut para ahli, misi Darma Duta di Indonesia dilakukan pada abad 2 masehi, untuk menjalankan misinya para pendeta Budha menggunakan jalur pelayaran dan perdagangan menuju Indonesia, setibanya di Indonesia mereka menemui raja atau penguasa lokal setempat guna meminta izin penyebaran agama budha , selanjutnya mereka mulai mengajarkan dan menyebarkan agama budha , mereka juga mendirikan perkumpulan umat atau jemaat budha yang disebut dengan sangga. Sayangnya,orang Indonesia kala itu tergolong pasif untuk memiliki inisiatif dalam mempelajari agama sendiri Itu dia penjelasan mengenai teori –teori kedatangan hindu budha di Indonesia yang menyatakan bagaimana proses kedatangan atau penyebaran agama hindu budha tersebut.


Sumber-sumber sejarah mengenai kedatangan agama hindu budha di Indonesia dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu: sumber dari dalam negeri dan sumber dari luar negeri. Untuk mengetahui kedua jenis sumber sejarah tersebut perhatikanlah pembahasan berikut ini: Yang pertama adalah sumber dari Dalam Negeri Sumber dari dalam negeri merupakan sumber sejarah yang berasal dari berbagai daerah yang berasal dari berbagai daerah di wilayah kepulauan Indonesia, sumber tersebut dapat menjelaskan bukti awal kedatangan agama Hindu Budha di Indonesia. Beberapa sumber tersebut yang pertama adalah Prasasti Prasasti ini merupakan sumber sejarah yang berisi informasi tentang masa lampau, prasasti biasanya dipahatkan diatas batu,lempengan logam seperti emas, perak dan tembaga, kemudian ada juga yang ada di kayu gerabah, kayu, lontar. Sebagian besar Prasasti itu biasanya ditulis dengan huruf Palawa dan bahasa Sansekerta. Penggunaan huruf Palawa dan bahasa Sansekerta ini menunjukan mengenai bagaimana pengaruh agama Hindu Budha di Indonesia itu berasal dari India .


Sumber selanjutnya yaitu Kitab kesastraan Jawa Kuno Kitab kesastraan ini Biasa di gunakan sebagai sumber data dalam melacak jejak sejarah pada masa tertentu. Beberapa kitab kesastraan antara lain seperti: Pararaton, Babad Tanah Jawi, Negarakertagama, Ramayana, dan Arjuna Wiwaha. Akan tetapi terdapat beberapa kendala dalam penggunaan kitab kesastraan jawa kuno sebagai sumber sejarah. Kitab-kitab tersebut biasanya sering menggunakan bahasa yang berbunga-bunga dan cerita-cerita berbau mitos sehingga diperlukan data pembanding baik berupa prasasti, berita asing maupun bentuk data lainnya. Sumber sejarah yang ketiga yaitu benda-benda arkeologis: Benda-benda arkeologis ini bisa dicontohkan seperti relief, tadi di depan sudah diperlihatkan contoh relief yang ada di candi Borobudur Relief ini dapat digunakan menjadi sumber sejarah, karena dapat merepresenstasikan gagasan dan tindakan dari pembuat benda budaya tersebut, benda arkeologis lainnya juga seperti arca juga dapat digunakan untuk menunjukan sifat keagamaan dalam tingkat kemajuan teknologi pembuatan Arca. Selanjutnya yaitu adalah Sumber dari Luar Negeri Sumber dari luar negeri ini Merupakan sumber sejarah yang berasal dari catatan perjalanan bangsa asing. catatan tersebut memuat berita-berita mengenai kepulauan Indonesia. Adapun Sumber-sumber kedatangan agama hindu budha di indonesia dari luar negeri itu seperti: 1. Sumber dari Tiongkok : Sumber dari Tiongkok ini contohnya adanya catatan FaHsein, kemudian ada juga catatan perjalanan I-Tsing. 2. Sumber dari Arab : Ada tulisan Raihan Al-Beruni tentang Zabaq atau Sribuza atau bahasanya lebih gampangnya adalah kerajaan yang menceritakan tentang kerajaan Sriwijaya. 3. Sumber dari Vietnam : Catatan dari Champa 4. Sumber dari Yunani


Jalur masuknya agama Hindu Budha ke Indonesia Para ahli ini memperkirakan agama Budha lebih dahulu masuk ke Indonesia darpada agama Hindu. Agama budha masuk ke Indonesia yaitu kurang lebih sekitar pada abad 2 masehi, sedangkan agama hindu masuk ke indonesia itu pada abad ke 3- 4 masehi. Masuknya agama Hindu Budha di Indonesia dibawa oleh para pedagang dan pendeta dari India dan Tiongkok yaitu melalu 2 jalur , kedua jalur tersebut yang pertama ada jalur darat dan yang keduanya yaitu jalur laut. 1. Jalur Darat: Penyebaran pengaruh Hindu Budha di Indonesia melalui jalurdarat itu dikenal dengan sebutan Jalur Sutra adapun rute Jalur Sutra ini terbagi menjadi 2 : 1. Jalur Sutra Utara yang mana ini membentang dari India menuju Tibet, Tiongkok, Korea dan Jepang 2. Jalur Sutra Selatan: membentang dari India Utara menuju Bagladesh,Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaya kemudian menuju ke wilayah Indonesia 2. Jalur Laut : Jalur laut ini penyebaran Hindu Budha dilakukan dengan mengikuti rombongan kapal pedagang yang biasa beraktivitas pada Jalur India, Tiongkok.


Rute perjalanan ini biasanya dimulai dari India menuju Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaya dan berakhir di Indonesia. Itulah jalur yang digunakan oleh pembawa agama dan budaya Hindu Budha di Indonesia , meskipun masih menjadi perdebatan, tidak dapat dipungkiri perdagangan berperan besar dalam proses penyebaran agama dan kebudayaan Hindu Budha di Indonesia.


Click to View FlipBook Version