Akuntansi Keuangan
Aset Tetap
Disusun Oleh:
Arfina Eka Safitri, S.Pd
LKPD
Lembar Kerja Peserta Didik
Nama: Kelas
Kelas:
No. Absen: XII
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan
rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan Lemba Kerja Peserta Didik (LKPD) mengenai
aset tetap dengan baik. Dengan adanya LKPD ini diharapkan mampu memberikan
pengalaman belajar yang menyenangkan dan peserta didik mampu meningkatkan
pemahaman terkait materi dari segi pengetahuan maupun keterampilan
Penulis menyadari bahwa LKPD yang penulis buat masih jauh dari kata sempurna,
dan masih banyak kekurangan dari segi penjelasan materi dan juga soal latihannya. Maka dari
itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna menjadi acuan agar penulis
bisa lebih baik lagi kedepannya.
Penyusun
Kendal, 28 September 2022
KOMPETENSI INTI
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai
dengan bidang dan lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada
tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu
pengetahuan teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks
pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia
kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KI4: Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai
dengan bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di
bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan
standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah,
dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif,
komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.
KOMPETENSI DASAR
3.3. Menerapkan Aset Tetap
4.3. Melakukan Pencatatan Aset Tetap
INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI
3.3.1. Menjelaskan pengertian aset tetap
3.3.2. Menjelaskan karakteristik aset tetap
3.3.3. Mengidentifikasi jenis-jenis aset tetap
4.3.1. Menyusun daftar aset tetap
4.3.2. Menghitung perolehan aset tetap
4.3.3. Menyusun jurnal perolehan aset tetap
PETUNJUK PENGGUNAAN
1. Baca dan cermatilah Lembar Kerja Peserta Didik ini dengan teliti dan jelas
2. Jika Anda mengalami kesulitan dalam mempelajari suatu materi, diskusikan
dengan teman Anda atau berkonsultasilah dengan guru sebagai fasilitator
3. Kerjarkan semua latihan atau tugas-tugas yang ada sesuai instruksi guru
selama pembelajaran
4. Jika Anda merasa kesulitan dalam mengerjakan latihan atau tugas maka Anda
diperbolehkan untuk mendiskusikan dengan teman Anda.
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian aset tetap akuntansi dengan
benar dan percaya diri.
2. Peserta didik mampu menguraikan karakteristik aset tetap dengan benar.
3. Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis-jenis aset tetap dengan benar dan
tepat.
4. Peserta didik mampu menyusun daftar aset tetap dengan benar.
5. Peserta didik mampu menghitung perolehan aset tetap dengan benar
6. Peserta didik mampu menyusun jurnal perolehan aset tetap dengan tepat
PEMAPARAN MATERI
Pengertian Aset Tetap
Pernyataan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) No. 16 (2012 : 16.1) menyatakan bahwa :
“Aset tetap adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau
penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau tujuan
administratif dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode”.
Menurut Warren, et. al, (2010 : 2) aset tetap merupakan aset jangka panjang atau aset
yang relatif permanen, dimiliki dan digunakan oleh perusahaan serta tidak
dimaksudkan untuk dijual sebagai bagian dari operasi normal.
Menurut Soemarso (2010 : 20) aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang memiliki
kriteria sebagai berikut :
1. Masa manfaatnya lebih satu tahun
2. Digunakan untuk kegiatan perusahaan
3. Dimiliki tidak dijual kembali dalam kegiatan perusahaan
4. Nilainya cukup besar.
Dapat disimpulkan bahwa aset tetap adalah kekayaan perusahaan yang dapat
digunakan untuk menunjang proses usaha dengan memiliki umur ekonomis lebih dari
1 tahun.
Karakteristik Aset Tetap
Menurut Firdaus A Dunia (2005 : 151) menyatakan bahwa karakteristik aktiva tetap,
yaitu :
1. Maksud perolehannya adalah digunakan dalam kegiatan perusahaan, bukan
diperjualbelikan dalam kegiatan normal perusahaan
2. Jangka waktu pemakaian yang lebih dari satu tahun
3. Bahwa pengeluaran untuk aktiva tersebut harus merupakan pengeluaran
yang nilainya besar atau material bagi perusahaan tersebut
Sedangkan menurut Achmad Tjahjono, dkk (2009 : 112) mengungkapkan beberapa
karakteristik aktiva tetap, yaitu :
1. Dipergunakan untuk operasional perusahaan dan tidak untuk dijual
2. Memiliki manfaat satu periode akuntansi atau satu siklus operasi normal
3. Memiliki fisik, karakter untuk membedakan dengan aktiva tak berwujud
4. Mempunyai nilai material
Jenis-Jenis Aktiva Tetap
Suatu aktiva mungkin saja mempunyai masa guna lebih dari satu periode akuntansi,
mempunyai nilai relative besar, dan tidak untuk diperjualbelikan kembali. Tetapi bila
aktiva tersebut tidak digunakan dalam aktivitas usaha perusahaan sehari-hari, maka
aktiva tersebut tidak dapat diklasifikasikan sebagai aktiva tetap, mungkin lebih tepat
diklasifikasikan sebagai investasi jangka panjang atau aktiva lain-lain. Setelah dilihat
dari karakteristik dari aktiva tetap, selanjutnya penulis akan memaparkan tentang
beberapa pengelompokkan atau jenis-jenis aktiva tetap.
Menurut Arief Sugiono, dkk (2009 : 27) aktiva tidak lancar dapat dibagi menjadi 3
(tiga), yaitu :
1. Investasi Jangka Panjang
Investasi jangka panjang adalah penanaman modal jangka panjang untuk
mengontrol perusahaan lain dan memperoleh penghasilan melalui dividen.
2. Aktiva Tetap Berwujud
Aktiva tetap tidak berwujud adalah aktiva yang diperoleh dalam bentuk dibayar
terlebih dahulu, digunakan untuk operasi perusahaan dan tidak dijual serta
mempunyai manfaat lebih dari satu tahun, contoh : bangunan, mesin, kendaraan
dan sebagainya.
3. Aktiva Tidak Berwujud
Aktiva tidak berwujud adalah hak-hak yang dimiliki perusahaan yang diberikan
kepada penciptanya. Hak-hak ini dilindungi oleh undang-undang, contoh : hak
paten, merek dagang, franchise, dan sebagainya.
Menurut Kieso, et. al, (2002 : 271) mengelompokkan aset menjadi dua, yakni :
1. Aset tetap berwujud (tangible assets) merupakan aktiva-aktiva yang berwujud
yang sifatnya relatif permanen yang digunakan dalam kegiatan perusahaan yang
normal.
2. Aset tetap tidak berwujud (intangible assets) merupakan aktiva-aktiva
nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai bentuk fisik serta
dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan atau menyerahkan barang atau
jasa, disewakan pada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif.
Perolehan Aset Tetap
Prinsip Akuntansi => Aktiva Tetap harus dicatat sesuai dengan Harga
Perolehannya.
Harga perolehan meliputi semua pengeluaran yang diperlukan untuk
mendapatkan aktiva tetap dan pengeluaran-pengeluaran lain agar aktiva
siap untuk digunakan (Haryono Jusup, 2005; 155)
Harga perolehan adalah harga beli ditambah seluruh biaya yang
dikeluarkan untuk memperolehnya dan menyiapkan aktiva tetap tersebut
sampai siap digunakan (Wit & Erhans, 2000; 82).
Contoh perolehan Aset Tetap Secara Tunai :
Sebuah computer merk Dell dibeli dengan harga Rp. 7.500.000 dengan
potongan tunai 10 % biaya yang dikeluarkan untuk install komputer
dan pemasangan hingga siap digunakan sebesar Rp. 250.000. maka harga
perolehan komputer tersebut dapat dihitung sbb :
Terdapat berbagai cara dalam memperoleh aktiva tetap, yang akan
mempengaruhi penentuan harga perolehan. Berbagai cara tersebut antara
lain : pembelian secara tunai; pembelian kredit; pembelian gabungan
(dalam satu paket); membangun sendiri aktiva dan adanya sumbangan dari
pihaklain.
1. Pembelian Tunai
2. Pembelian Kredit
3. Pembelian Gabungan
4. Membangun sendiri
5. Sumbangan
Metode Perolehan Aset Tetap
1. Pembelian Tunai
Dalam pembelian secara tunai, harga perolehan adalah harga belibersih
setelah dikurangi potongan tunai ditambah dengan pengeluaran-
pengeluaran.
2. Pembelian Kredit
Pembelian secara kredit jangka panjang pada umumnya melibatkan bunga.
Bunga dapat ditetapkan secara eksplisit dan secara implisit. Bunga eksplisit
dalam pembelian kredit adalah bunga yang ditetapkan secara jelas/terus
terang. Bunga implisit : bunga yang ditetapkan tidak secara terus terang
sehingga harus mencari terlebih dahulu bunganya. Baik secara eksplisit
maupun secara implisit bunga tidak boleh dimasukkan dalam menghitung
harga perolehan karena bunga bukan merupakan pengorbanan untuk
memperoleh aktiva tetap, tetapi pengorbanan untuk menggunakan dana
pihak lain.
3. Pembelian Gabungan
Pembelian dalam satu paket (gabungan) sering disebut sebagai pembelian
secara lump-sum. Harga paket (borongan)didasarkan pada harga perolehan
masing-masing aktiva tetap yang ditentukan dengan harga pasar.
Misal:
PT LISA pada tanggal 1 januari 2010 membeli tanah, gedung dan peralatan
dengan harga total 100.000.000 dan harga pasar masing- masing sebesar
45.000.000 untuk tanah, 75.000.000 untuk gedungnya dan 30.000.000
untuk peralatan. Hitunglah alokasi harga perolehan masing-masing aktiva
tersebut dan buatlah jurnalnya.
Golongan Harga Pasar % dari HP & Perhitungan Alokasi
Tanah 45.000.000 30 % x 100.000.000 30.000.000
Gedung 75.000.000 50 % x 100.000.000 50.000.000
Peralatan 30.000.000 20 % x 100.000.000 20.000.000
150.000.000 100 % 100.000.000
Jurnal untuk mencatat pembelian aktiva tetap secara gabungan
Tanah, gedung & peralatan 100.000.000
Kas 100.000.000
Jurnal untuk mencatat alokasi harga perolehan masing-masing aktiva
Tanah 30.000.000
Gedung 50.000.000
Peralatan 20.000.000
Tanah, gedung & peralatan 100.000.000
4. Membangun Sendiri
Perusahaan terkadang membangun sendiri aktiva tetapnya. Harga perolehan
aktiva yag dibangun sendiri oleh perusahaan terdiri dari harga material atau
bahan bangunan yang dipakai, upah tenaga kerja, dan biaya lain-lain. Jika
harga perolehan aktiva dengan membangun sendiri lebih kecil dari (lebih
rendah) dari harga aktiva sejenis, perusahaan tidak diperkenankan
mengakui adanya keuntungan akibat membangun sendiri.
5. Sumbangan
Aktiva tetap dapat diperoleh dari sumbangan, misalnya sumbangan dari
pemerintah atau lembaga lain akuntansi tetep mencatatnya karena akuntansi
merupakan alat pertanggugjawaban. Aktiva tetap dari sumbangan didebit
dan akun lawannya adalah modal sumbangan. Nilainya adalah sebesar nilai
wajar pada saat sumbangan itu diterima.
Contoh:
Pada tanggal 27 januari 2010 PT Bejobanget menerima sumbangan dari
pemerintah daerah berupa tanah. Nilai wajar tanah dilokasi setempat adalah
75 juta. Hitunglah harga perolehan tanah dan buatlah jurnal yang
diperlukan.
Karena nilai wajar tanah sebesar 75 juta rupiah maka harga perolehan tanah
sumbangan tersebut sebesar 75 juta rupiah juga.
Jurnal : Tanah 75.000.000
27/1
Modal dari sumbangan 75.000.000
UJI KOMPETENSI
ASPEK PENGETAHUAN
Isilah pertanyaan berikut ini dengan benar!
1. Jelaskan pengertian aset tetap!
2. Jelaskan karakteristik aset tetap!
3. Identifikasikan dan jelaskan jenis-jenis aset tetap!
4. Amatilah bukti transaksi di bawah ini tentukan berapa harga perolehan aset tersebut dan
berikan penjelasannya!
5. Diketahui Bu Arfina membeli sebuah Handphone untuk kegiatan usahanya seharga Rp.
2.500.000 dimana pembelian tersebut dikenakan PPN dan dikenakan ongkir Rp. 200.000.
Berapa total perolehan aset (handphone) tersebut.
LEMBAR JAWABAN
ASPEK KETRAMPILAN (PRAKTIK 1 )
a. Setelah melakukan pembelajaran pada aset tetap, bersama kelompok masing-masing tentukan
salah satu bagian ruangan yang ada di sekolahmu yang didalamnya terdapat aset tetap.
b. Diskusikan dengan teman sekelompokmu mengenai apa saja yang tergolong kedalam jenis aset
tetap.
c. Tuangkan hasil observasi dan diskusi kalian kedalam lembar kerja berupa daftar inventaris aset
tetap yang sudah disediakan
d. Presentasikan hasil pembuatan daftar inventaris aset tetap di depan kelas
Contoh daftar inventaris aset tetap :
LEMBAR KERJA
DAFTAR INVENTARIS ASET TETAP . . . . . . . . . .
RUANG . . . . . . . . . . .
A. ASET TETAP BERWUJUD
No Nama Barang (Aset) Jumlah Satuan Harga Perolehan Keterangan
A. ASET TETAP TIDAK BERWUJUD
No Nama Barang (Aset) Jumlah Satuan Harga Perolehan Keterangan
ASPEK KETRAMPILAN (PRAKTIK 2)
a. Setelah melakukan pembelajaran pada aset tetap, bersama kelompok masing-masing
carilah informasi mengenai harga perolehan aset tetap yang sudah kalian tulis di dalam
inventaris aset tetap
b. Isikan hasil perolehan informasi kedalam kolom harga perolehan
c. Buatlah jurnal perolehan aset yang kalian temukan
d. Presentasikan hasil jurnal perolehan aset tetap di depan kelas
LEMBAR JAWAB JURNAL