The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aloysius gonsaga thundang, 2024-05-31 12:00:06

SEKAPUR SIRIH

SEKAPUR SIRIH

Sekapur Sirih 1 Sekapur Sirih


Sekapur Sirih Dengan memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan yang Mahapengasih dan Penyayang saya dapat menghadiri undangan Ketua FKM FLOBAMORA, Bapak Donkers Mayorga, untuk bersilaturahmi pada Bapak, Ibu, saudara/I Diaspora NTT yang tergabung pada FKM Flobamora di Jakarta . Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk bisa menyampaikan beberapa hal dalam forum yang terhormat ini. Kesempatan yang berharga ini akan saya gunakan untuk berbagi pengalaman hidup, pengalaman bertugas dan pengalaman iman yang telah saya lalui dalam pengabdian di TNI dan Pemerintah Provinsi NTT sampai menjalani masa purna tugas. Tanpa bermaksud menggurui, saya berharap agar materi yang saya sampaikan memberi manfaat ganda kepada : • Para Diaspora NTT muda/yunior yang sedang menapak karier sebagai motivasi dan inspirasi dalam menjalankan tugas pada profesi masing-masing. • Para Perwira TNI Polri asal NTT sebagai tuntunan, penyemangat, pembinaan mental dan kedisplinan dalam menjalankan tugas di kesatuannya. • Para eksekutif sebagai referensi dalam strategi berpikir dan bertindak menghadapi kompetisi dan perjuangan di bidang profesinya. • Para calon pemimpin yang sedang berjuang untuk menjadi pemimpin, agar kelak bila terpilih menjadi pemimpin yang melayani (servant leader) yang dapat membawa rakyat NTT menjadi lebih sejahtera dan bermartabat. • Semoga pertemuan yang singkat ini dapat memberi manfaat kepada Bapak, Ibu, Saudara/I untuk lebih memberi kontibusi positif bagi Bumi Flobamora, Bangsa dan Negara tercinta. Terima kasih, Tuhan memberkati kita sekalian. 2 Sekapur Sirih


Jakarta, Juni 2024 Salam saya, He rman Musakabe ( Mayjen TNI Purn, Sesepuh Warga Diaspora NTT ) 3 Sekapur Sirih


Sumber foto: datatempo.co SEKILAS PERJALANAN HIDUP 4 Sekapur Sirih


Herman Musakabe, Mayor Jenderal TNI Purnawirawan dan Anggota Legiun Veteran RI, lahir di Padalarang , Jawa Barat, pada tanggal 18 Juli 1940. Masa kecilnya dilalui dengan hidup susah dan menderita dalam keluarga waktu pendudukan tentara Jepang. Menempuh pendidikan di Lagere School dan Sekolah Rakyat (SR) di Bandung sampai kelas 4. Kemudian mengikuti orang tua yang pensiun pulang kampung ke Bajawa (Flores) tahun 1950, pindah sekolah ke SR Tanalodu, Bajawa, sampai tamat kelas 6. Melanjutkan ke SMPK Ndao, Ende, dan kemudian SMPK Frater, Kupang. Kemudian melanjutkan ke SMAK, St Aloysius di Bandung (1956-1959) dan melanjutkan kuliah di ITB jurusan Farmasi/Apoteker sampai 1960. Mengikuti ujian masuk Akademi Militer Nasional dan lulus, masuk pendidikan AMN di Magelang tahun 1960-1963. Dilantik sebagai Letnan Dua Infanteri pada tahun 1963 oleh Presiden Soekarno. Mengikuti Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (sussarcabif) 1964. Karier militer dan penugasan dimulai sebagai Komandan Peleton di Kodam VI Diponegoro, Jawa Tengah, mengikuti Operasi Militer Kilat/Tumpas, di Majene, Sulawesi Selatan, menumpas gerombolan DI/TII Kahar Muzakkar, tahun 1964- 1965, kemudian pendidikan Kupaltu Infanteri 1965. Setelah Kupaltu mendapat penempatan di Kodam IX Mulawarman, Kaltim, sebagai Danki 3 Yonif 609. 5 Sekapur Sirih


menjadi Kabagdiklat Rindam IX Mulawarman, kemudian Danyonif 611 Awang Long, Samarinda, dan Komandan Kodim Samarinda. Mengikuti testing masuk Seskoad dan masuk Seskoad TA 1976/77 di Bandung. Setelah pendidikan Seskoad, ditugaskan sebagai Kepala Biro Pembinaan Aparatur Teritorial, Mabes TNI-AD di Jakarta (1977-1980), kemudian mendapat promosi sebagai Assiten Teritorial Kopur Linud Kostrad di Cilodong dan menjadi Didiklat Pusat Pengembangan Teritorial TNI-AD di Bandung. Mengikuti pendidikan Seskogab ABRI 1981. Mendapat penugasan sebagai Asisten Teritorial Kodam XVI Udayana di Denpasar, Bali, yang daerahnya meliputi Provinsi Bali, NTB, NTT dan Timtim. Setelah itu menjadi Komandan Korem 163 Bali dengan tugas-tugas pembinaan teritorial dan Komandan Satgas Pengamanan kunjungan 26 kepala negara asing yang mengunjungi Bali. Salah satu tugas penting adalah mengamankan kunjungan Presiden AS Ronald Reagan untuk menghadiri KTT G 7 dan pertemuan dengan Presiden Soeharto. Mendapat promosi jabatan menjadi Kasdam Udayana dengan pangkat Brigjen tahun 1988, kemudian Ditugaskan dalam Operasi Dwikora ke perbatasan RI dengan Malaysia, di daerah Long Nawang, Apo Kayan (sekarang Kalimantan Utara) 1966-1967. Selain tugas pengamanan perbatasan, sempat bekerja di Ladang Tuhan membimbing masyarakat Dayak Kenyah yang masih menganut kepercayaan lokal Bungan Malan, yang ingin menjadi pemeluk Kristen, Katolik dan KINGMI. Masyarakat Dayak Kenyah sekarang telah bermigrasi ke daerah Malinau, Tarakan dan Sungai Mahakam, Samarinda. Sekitar 17 ribuan warga telah meninggalkan kepercayaan Bungan Malan dan menganut agama Kristen. Melangsungkan pernikahan pada tahun 1968 di Gereja St Fransiscus Asisi, Bogor, dengan Agnes Yeanette Samuel, dikaruniai 4 anak dan 5 cucu. Dukungan keluarga dalam menjalankan tugas sangat penting, isteri selalu mendampingi dalam penugasan di berbagai daerah, aktif dalam organisasi Persit KCK, Dharma Pertiwi, Dharma Wanita serta PKK. Merayakan Pesta Emas Perkawinan 50 Tahun pada 2018 dan saat ini sudah memasuki 56 tahun pernikahan. Setelah kembali ke home base Balikpapan, menjabat Danki 3 Yonif 609, mendapat promosi 6 Sekapur Sirih


mengikuti pendidikan Lemhannas KRA XXII. Penugasan selajutnya, menjadi Wakil Komandan Seskoad di Bandung 1989, dipromosikan menjadi Komandan Pusbindik TNI-AD (sekarang Kodiklat) dengan pangkat Mayjen tahun 1990, kemudian menjadi Komandan Seskoad di Bandung (1992-1993). Pada Juli 1993 mendapat penugasan karya sebagai Gubernur NTT periode 1993-1998 di Kupang, NTT. Tokoh-tokoh militer yang berperan besar dalam pembinaan karier, antara lain Mayjen TNI Sukoco (Angk 45), Mayjen Rivai Harahap (Angk 45), Jenderal Beny Moerdani (PPAD), Jenderal Rudini (KMA Breda), Jenderal Try Soetrisno (Atekad 59), Jenderal Edi Sudrajat (AMN 60) Jenderal Feisal Tanjung (AMN 61), Jenderal Sahala Rajagukguk ( AMN 61), Jenderal Wismoyo Arismunandar (AMN 63) dan Irjenpol Hamdan Mansur. Mereka adalah Jenderal2 hebat yang berintegritas, membina bawahan, pengawal marwah TNI/ ABRI dan berperan sebagai komandan, guru dan bapak. 7 Sekapur Sirih


Pendidikan 1. Lagere School, Bandung (1946-50), SR Tanalodu Bajawa (1950-53), SMPK Ndao Ende, SMPK Frater Kupang (1953-56) dan SMA St Aloysius Bandung (1956-59), ITB (1959-60, tidak tamat). 2. Akademi Militer Nasional (1960-63) 3. Sussarcabif (1964), Kupaltuif (1965), Sussar Para (1966), Susjabif (1971), Susdanyonif (1974), Susgati Bintal ABRI (1975). 4. Seskoad (1976/77), Seskogab ABRI (1982) dan Lemhannas KRA XXII (1989). Tanda Jasa dan Penghargaan 1. Satya Lencana Kesetiaan VIII, 1982)XVI dan XXIV Tahun 2. Satya Lencana Penegak 3. Satya Lencana Wira Dharma 4. Bintang Kartika Eka Pakci Nararya 5. Bintang Kartika Eka Pakci Pratama 6. Satya Lencana Pembangunan 7. Tanda Kehormatan Veteran Kemerdekaan Republik Indonesia (Dwikora). 8. Penghargaan dari Uskup Agung Samarinda atas jasa, karya dan prestasi dalam perintisan Gereja Katolik di perbatasan Long Nawang, Apo Kayan, dalam rangka Seabad karya Misi Gereja Katolik di Kalimantan Timur. Penghargaan diterima dari Uskup Agung Samarinda dan Dubes Vatikan (2013) di Sendawar (Kaltim) bersama 24 Tokoh Masyarakat Dayak, Adat dan Agama. 9. Penghargaan khusus dari Presiden AS Ronald Reagan waktu berkunjung ke Bali (1986), sebagai Dan Satgas Pengamanan Kodam XVI Udayana. Operasi Milter 1. Mengikuti Operasi Militer Kilat/ Tumpas dalam rangka penumpasan gerombolan bersenjata DI/ TII Kahar Muzakkar di Majene, Sulawesi Selatan 1964. 2. Mengikuti Operasi Dwikora di Perbatasan RI dengan Malaysia di Long Nawang, Apo Kayan, Kalimantan Timur 1966-1967 Studi Perbandingan LN Melaksanakan penugasan Studi Banding Luar Negeri ke Amerika Serikat (2 kali), Australia (2 kali), Taiwan dan Thailand. 8 Sekapur Sirih


bertindak lokal.” Semua rencana strategis harus dijabarkan pada tindakan taktis dan teknis dengan memperhatikan potensi dan kemampuan yang ada pada masyarakat kabupaten/kota. Menerapkan kepemimpinan yang melayani (Servant Leadership) dan pemerintahan yang bersih (clean government) yang anti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), penugasan SDM staf ASN/PNS berdasarkan meryt system, kompetensi dan gabungan unsur Flobamora serta kesetaraan Gender. Karya-karya (fisik dan non fisik) selama bertugas di NTT, antara lain : Program dan Karya sebagai Gubernur NTT Pertama-tama mempelajari dulu program kerja dan apa yang sudah dilakukan para pendahulu mulai Bpk Lalamentik, El Tari, Ben Mboi sampai H Fernandez. Apa yang sudah baik dilanjutkan dan apa yang perlu ditingkatkan menyangkut bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Kemudian merencanakan program kerja 5 tahun sebagai kesinambungan pembangunan di NTT. Selama bertugas sebagai Gubernur NTT meluncurkan dan menjalankan 7 Program Strategis yaitu (1) Peningkatan sumber daya manusia (SDM), (2) Penanggulangan Kemiskinan ,(3) Pembangunan Ekonomi, (4) Pengembangan dan pemanfaatan IPTEK, (5) Penataan Ruang, (6) Pengembangan Sistem Perhubungan, dan (7) Pengembangan Pariwisata. Pelaksanaan program tersebut dilakukan secara komprehensif integral dengan melibatkan semua unsur pelaksana, baik pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota, unsur swasta, tokoh masyarakat, adat dan agama dengan berpedoman pada moto : “ Berpikir strategis, bertindak teknis“ dan “Berpikir global, 1. Menerapkan Budaya Kerja, Budaya Tertib, Disiplin, Budaya Malu, Budaya Bersih, Budaya Menghargai Waktu, Budaya Hidup sederhana dan hemat, Budaya produktif, mengurangi hal2 konsumtif, pesta-pesta berlebihan, sebagai upaya reformasi mental di kalangan PNS dan masyarakat. Menerapkan sistem “Reward and Punishment” dalam bekerja dan wajib berdoa bersama sebelum dan sesudah bekerja dengan teks yang telah ditentukan. 9 Sekapur Sirih


2. Peningkatan kualitas SDM dengan pelatihan keterampilan berbagai bidang wirausaha bagi masyarakat untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi , antara lain industri pembuatan tahu tempe (pelatihan di Sumedang Jabar), pembuatan tasbih bagi calon cemaah Haji dan Rosario dari bahan kayu cendana (pelatih dari Taiwan), perobotan rumah tangga berbahan bambu. Kordinator Kakanwil Deperindag Wim Therik. Peningkatan SDM Aparat dengan pendidikan beasiswa PNS untuk S1 sd S3, peningkatan kualitas pendidikan Badan Diklat NTT. 3. Penanggulangan kemiskinan dengan program IDT melalui bantuan modal bergulir pada pokmas-pokmas desa tertinggal ( 60 juta rp/desa secara bertahap) untuk pengembangan usaha-usaha mikro dan kecil bidang pertanian, peternakan ayam, kambing,babi,sapi, kerajinan tenun ikat dan suvenir khas NTT, serta membantu permodalan usaha mikro . 4. Pendampingan program IDT dengan pendamping IDT di desa-desa IDT dengan biaya APBD sebanyak 3000 pendamping lulusan SMA dan Sarjana, Kord Kadis PMD Bpk Dan Woda Pale 5. Perbaikan rumah dan sanitasi lingkungan, lantainisasi rumah, pembuatan jamban sehat, penyediaan air bersih dan perbaikan gizi. Kord Kadis Kes Dr Agus Berek. 6. Pelaksanaan program makanan tambahan untuk anak sekolah (PMTAS) dengan makanan lokal bekerja sama dengan PKK Provinsi, Kabupaten/kota. Kordinator Ibu Agnes Ketua PKK Prov dan Prof Mien Issu Ratu Udju DPRD NTT. 7. Pelaksanaan program Orang Tua Asuh (GNOTA) bagi anakanak keluarga kurang mampu, bekerja sama dengan pihak swasta lokal. Memberi bantuan alat sekolah tas ransel, sepatu, pakaian seragam dan alat tulis pada anak2 SD dan SMP yang kurang mampu /prasejahtera. Ketua GNOT Prov NTT Bpk Don Putra Gotama/swasta dan Kannis Passar. 8. Gerakan Cinta Alma Mater Sekolah dan renovasi sekolah2 pasca gempa tsunami Flores, sejumlah SMP dan SMA Syuradikara berupa pembangunan kelas2 yang rusak berat akibat 10 Sekapur Sirih


gempa tsunami oleh para Alumnus/sponsor, dan Seminari Kisol. Kord Bpk Alo Jong Joko. 9. Meningkatkan usaha-usaha mikro, kuliner jagung bakar bantuan modal dan gerobak dorong, Pembangunan Pasar Seribu. Kab Kupang yang diresmikan oleh Menteri UPW Ibu Mien Sugandhi, kuliner jajanan Airmata Kampung Solor, Kupang, yang semula untuk jajanan berbuka puasa dan kemudian berkembang. Kord Ketua PKK NTT dan tim. 10. Pembinaan Olah Raga dan pemberian bonus bagi atlit berprestasi pada PON XIII/1993 dan PON XIV/1996, berupa hadiah rumah bagi 4 peraih medali emas PON XIII dan 5 medali emas PON XIV serta uang tunai bagi peraih medali perak dan perunggu, official dan pelatih. Bonus untuk atlit PON XIII 1993 dari penggalangan dana para pengusaha. Membuka kesempatan bagi atlit berprestasi untuk menjadi PNS. Para atlit merasa termotivasi dan dihargai membela nama NTT. Tokoh yang berperan adalah Bpk Esthon Foenay dan Jack Wery Wanda. 11. Menginstruksikan wajib pakai baju tenun ikat untuk PNS setiap hari Kamis untuk meningkatkan rasa ciinta produk lokal tenun ikat NTT. Berdampak pada peningkatan omzet penjualan tenun ikat, pendapatan mama2 penenun di desa, pedagang papa lele, toko suvenir, penjahit dan gerakan cinta tenun ikat serta menjadi mode secara luas di masyarakat. 12. Menyelenggarakan pernikahan massal di Kabupaten/Kota sebanyak 13 ribu pasutri. Terbanyak di kabupaten TTS (5 ribu), Kab dan Kota Kupang serta Kab Alor. Selain itu menyelenggarakan khitanan massal dan pembuatan Akte Kelahiran, bekerja sama dengan PKK. Tokoh2 agama yang mendukung kegiatan sosial kemanusiaan ini adalah Uskup Agung Kupang, Mgr Gregorius Manteiro, Ketua Sinode GMIT Pdt Dr B Fobia dan H. Umar Said Badjideh, tokoh masyarakat Sumba Ibu Rambu Jukatana dan Ketua DPRD NTT Bapak Yan Yos Botha. 13. Pembangunan infrastruktur jalan-jalan dan embung-embung di Kabupaten/Kota. Peran 11 Sekapur Sirih


Kadis PU Ir Frankie Tayu. 14. Pembangunan GOR Flobamora kapasitas 7 ribu orang. Dikerjakan dengan dana multy years dan berfungsi sebagai sarana olahraga indoor, pertemuan skala besar dan acara keagamaan. Tokoh yang sangat berperan adalah Kadis PU NTT Bpk Frankie Tayu. 15. Arena Promosi Kerajinan Rakyat Fatululi Kupang dengan anjungan2 kabupaten/ kota se NTT, stand dinas2 serta lapangan beraspal yang luas. Digunakan untuk acara Expo Kupang dengan peserta Australia dan beberapa Provinsi, acara rohani KKR, perayaan tahbisan Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang dan Pameran Pembangunan 17 Agustus serta HUT NTT. Diresmikan oleh Presdien Soeharto bersama proyek2 lain. Tokoh yang berperan Esthon Foenay dan Frankie Tayu. Catatan, saat ini Arena Promosi tsb sudah tidak ada dan beralih fungsi ke pihak swasta. 16. Aula El Tari, dikerjakan secara multy years untuk kebutuhan pertemuan dan rapat skala besar karena Pemprov NTT belum memiliki gedung memadai. Berfungsi sebagai gedung serbaguna untuk rapat kedinasan, pertemuan dan acara hiburan. Kord Sekda NTT Sabinus Kantus 17. Jembatan Liliba I untuk mempersingkat akses jalan penghubung Kupang – Bandara El Tari, dikerjakan secara simultan dengan jalan dua poros, jl Frans Seda ke Bandara El Tari. Diresmikan oleh Menhub H Danutirto. 18. Pemanfaatan teknologi tepat guna pedesaan berupa bahan bakar gas dari kotoran sapi untuk kompor dapur rumah tangga, di Kabupaten Belu. 19. Penataan ruang untuk kawasan industri di daerah Bolok, Kupang, dengan penyediaan tanah seluas 600 HA menjadi Kawasan Industri Bolok (KIB). Sudah ada beberapa industri yang beroperasi seperti proyek listrik tenaga batu bara dan pembuatan kasur busa dll. 20. Bantuan pembangunan rumah ibadat Gereja dan Mesjid. Caranya, setiap memgikuti ibadat di gereja yang berbeda-beda para Kadis dan Ketua DPRD ikut serta dan pada akhir ibadat dikumpulkan sumbangan 12 Sekapur Sirih


berupa uang dan semen (PT Semen Kupang) untuk diserahkan. 21. Bantuan sarana kantor dan penyediaan lahan tanah untuk partai politik Golkar, PDI dan PPP, antara lain Kantor DPD Golkar NTT. Tokoh yang berperan Bpk JN Manafe dan Yan Yos Botha. 22. Merintis pembangunan Rumah Budaya dan menggalakkan sanggar2 kesenian budaya dalam rangka melestarikan seni budaya daerah serta mendukung kegiatan Pariwisata. Tokoh yang berperan Ibu Tuty de Rosari. 23. Pembentukan Kotamadya Kupang dari status Kota Adminstratif Kupang. Kotamadya Kupang diresmikan oleh Mendagri Bpk Yogie SM (1996). Menkeu Bpk Marii Mohamad menganggarkan dana pembangunan Kantor Walikota Kupang yang baru. 24. Budidaya peternakan Burung Onta dari Zimbabwe di Kabupaten Kupang oleh perusahaan swasta PT Royal Timor Ostrindo, semula berkembang dengan baik karena iklim di Timor sama dengan Zimbabwe. Namun, sayang tidak bisa berlanjut karena kurang bahan pakan kedelai lokal sebagai campuran jagung, dan akhirnya tidak bisa berlanjut. 25. Mengatasi krisis ekonomi dan krisis moneter (krismon) tahun 1998 pada akhir masa jabatan, mengadakan gerakan solidaritas berbagi dari warga mampu kepada yang kurang mampu. Pengumpulan sumbangan uang dan beras dari pengusaha melalui Dolog untuk pasar murah sembako, di Kabupaten/Kota dengan melibatkan PKK dan Organisasi Dharma Wanita. 26. Menulis dan menerbitkan buku “Perspektif Pembangunan, Dinamika dan Tantangan Pembangunan NTT”, berupa tulisan bersama Akademisi Prof Alo Liliweri, Dr Gregor Neonbasu. Menerbitkan buku Himpunan Lagulagu daerah Flobamora NTT ciptaan Bpk Apoly Balla. 13 Sekapur Sirih


Kegiatan dan Karya Masa Purnatugas Dengan moto hidup “Ora Et Labora” dan “Old soldiers never die, just fade away” , setelah memasuki masa pensiun Juli 1998 masih memberi ceramah sebagai Widyaiswara di Badan Diklat Prov NTT dan Lemhannas, kegiatan rohani berupa safari tour ke daerah-daerah dalam wadah Marian Center Indonesia (MCI), tim narasumber Ditjen Bimas Katolik Depag RI dan kegiatan menulis di media massa serta menulis bukubuku rohani dan kepemimpinan. Safari Rohani Nusantara Bersama Romo Yosef Tarong Pr, Moderator MCI dan beberapa awam Katolik melakukan safari rohani ke daerah-daerah Flores NTT, Jambi, Jakarta, Bogor, Banjarmasin untuk kegiatan Devosi Bunda Maria dan Doa Rosario Hidup (The living Rosary) pada umat paroki setempat. Memberi kesaksian iman dan melayani umat setempat dalam kegiatan devosi, dari tahun 2004 sd 2007. Bersama Romo Hadi Pr, pendiri THS THM dan beberapa awam Katolik serta mahasiswa Atma Jaya, mengadakan safari perarakan patung La Pieta dengan rute jalan darat dari Maumere, Ende, Bajawa, Ruteng, Labuan Bajo, NTB, Bali, Surabaya sd Jakarta. Banyak pengalaman iman yang didapat. Menjadi anggota Tim Narasumber Ditjen Bimas Katolik, dikordinir oleh Dirjen Bpk Stef Agus, dengan para senior Prof JB Sumarlin, Dr Cosmas Batubara, Dr Jan Riberu, Frans Parera mengadakan safari ke Keuskupan Medan, Palembang, Makassar, Maumere, Jayapura untuk membahas peran Gereja dalam Pembangunan dan Kebangsaan (ideologi, politik, ekonomi, pendidikan, sosbud, hankam). Ceramah Kepemimpinan Dengan berbekal pendidikan dan pengalaman selama bertugas di TNI dan Pemprov NTT, memberi ceramah tentang kepemimpinan dan etos kerja di Badan Diklat Provinsi NTT bagi para PNS yang mengikuti berbagai kursus penjenjangan karier. Menjadi dosen tamu di Lembaga Ketahanan Nasional yang mendidik calon-calon pemimpin tingkat nasional, pejabat pemerintah, Pati TNI Polri, swasta, partai politik, serta para bupati/walikota yang mengikuti Kursus Reguler (KRA) maupun Kursus Singkat (KSA) Lemhannas. Memberi ceramah tentang lead14 Sekapur Sirih


ership dan motivasi bekerja bagi PNS di Pemkot Bandung dan beberapa perusahaan di Bandung dan Cimahi. Memberi Ceramah dalam acara Musyawarah Besar Kerukunan Keluarga Dayak Kenyah Lepo Bakung di Desa Adat Metun Sajau, Kab Malinau pada Agustus 2013 yang dihadiri oleh ribuan warga Dayak Kenyah yang bermigrasi dari Apo Kayan. Musyawarah Besar diadakan secara rutin dua tahunan untuk menggalang persatuan suku Dayak Kenyah dan meningkatkan peran dalam pembangunan daerah. Kegiatan Outbound Training Menyelenggarakan kegiatan Outbound Training bersama Bpk Zulkifli Kemal, pimpinan PT Kaboa Bandung untuk para eksekutif dan staf perusahaan/bank di Lembang, Cikole, Bandung dan Bedugul, Bali. Pelatihan di lapangan bertujuan untuk meningkatkan kerja sama pemimpin dan staf/anak buah, pelatihan fisik, melatih keberanian, meningkatkan kinerja serta masalah leadership. Selain itu merupakan refreshing yang sehat di alam bebas bagi pimpinan dan karyawan serta menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas bekerja. Kegiatan Menulis Buku Menulis artikel opini di beberapa media massa dan majalah, antara lain Kompas, Suara Pembaruan, Pikiran Rakyat (PR), Pos Kupang, Majalah Komunikasi Keuskupan Bandung, Majalah Karya Via Jati Seskoad. Kegiatan ini untuk memelihara daya ingat sekaligus penyaluran hobi. Berbagai pengalaman hidup, penugasan dan pengalaman iman telah dituangkan dalam tulisan buku yang bertema rohani, pengalaman hidup dan iman serta masalah kepemimpinan. Buku-buku yang sudah diterbitkan : (1)Tantangan Pembangunan, Dinamika Pemikiran Seskoad 1992-1993, (2) Perspektif Pembangunan, Dinamika dan Tantangan Pembangunan NTT (tulisan bersama 1994) (3) Nuansa Kehidupan I dan II (1996-1997), (4) Pemimpin dan Krisis Multidimensi (2001), (5) Berkarya Dalam Kasih dan Iman (2003), (6) Roh Kepemimpinan Sejati (2004), (7) Mencari Kepemimpinan Sejati (2004), (8) Bunda Maria Pengantara Rahmat Allah (2005), (9) Mengembangkan Talenta Untuk Sesama (2007), 10) Menuju Hidup Yang Lebih Ekaristis (2008). (11) Bunda Maria Pengantara, Penolong dan Pembela Kita (2009), (12) Menjadi Manusia Kaya Arti (2010), (13) Hidup 15 Sekapur Sirih


Adalah Anugerah (2013) (14) Membangun Karakter Unggul (2017). (15) Ziarah kehidupan (2018). Buku-buku tersebut sebagian diterbitkan oleh Ditjen Bimas Katolik dan sebagian secara swadaya. Pada usia senja (84) sedang menyelesaikan sebuah buku memoar “Napak Tilas Perjalanan Hidupku”, yang mudah-mudahan dapat diselesaikan dan diterbitkan pada waktunya. Buku ini diharapkan dapat menjadi warisan berharga bagi generasi yang lebih muda. Refleksi dan Pelajaran Hidup Ijinkan saya pada kesempatan yang baik ini untuk menyampaikan sebuah refleksi dan renungan atas perjalanan hidup yang sudah dilalui sampai usia lanjut ini. Refleksi ini mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi saudara-saudara yang lebih muda yang masih berjuang menghadapi pergumulan hidup dalam profesi masing-masing. Sebagai orang yang termasuk dalam “the fading away generation” yang sudah mengalami banyak pengalaman dalam sekolah kehidupan saya ingin berbagi beberapa tuntunan hidup sebagai berikut. 1. Integritas pribadi sangat penting dan menentukan dalam perjalanan karier seseorang, yaitu satunya kata dan perbuatan. Berpikir dulu baru bicara, bukan berbicara dulu baru berpikir. Kejujuran, rendah hati, setia pada panggilan hidup dan profesi, baik sebagai ASN, TNI, Polri, Anggota Legislatif, Swasta dll. Integritas pribadi yang baik akan menghasilkan kepercayaan pimpinan yang merupakan modal utama. Kepercayaan itu diperoleh dengan susah payah maka harus dijaga dengan baik, ia bisa hilang dengan mudah dan akan sulit mengembalikannya. 2. Dalam setiap penugasan berbuatlah yang terbaik ( do your best) , tidak usah memikirkan imbalan, penghargaan atau pamrih tertentu. Itu semua bukan urusan atau hak Anda, melainkan hak atasan atau pimpinan dalam menilai kita. Sebagai hamba Tuhan, lakukan saja pekerjaanmu dengan baik dan serahkan segala hasilnya pada Tuhan Sang Sutradara Agung. 3. Selalu bersyukur dan berpikir positif menghadapi masalah-masalah dalam kehidupan. Pikiran adalah asal 16 Sekapur Sirih


usul atau “nenek moyangnya” perbuatan. Bersyukur dan berpikir positif adalah bagian dari iman dan bersifat konstruktif, sebaliknya sering mengeluh dan berpikir negatif bersifat destruktif menuju kegagalan. Berpikir negatif dan pesimis adalah jalan menuju kehancuran, baik secara fisik maupun psikis (stres, stroke dan stop) pada usia relatif muda. 4. Materi, uang, pangkat, jabatan hanya sarana (alat) bersifat sementara, bukan tujuan hidup. Jangan menjadikannya sebagai tujuan hidup. Jadilah manusia kaya arti yang berguna bagi sesama dan masyarakat (garam dan terang), bukan yang miskin arti atau berlawanan arti. 5. Kesehatan jasmani penting dalam mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari, maka jagalah pola hidup, pola makan, olahraga dan istirahat yang cukup. Periksa kesehatan secara teratur dan kenali sakit penyakit yang diderita serta berobat. Sangat disayangkan bahwa teman-teman yang punya potensi, talenta dan pintar tetapi tidak dapat maksimal berkarya karena hambatan kesehatannya. Jauhi miras, narkoba, judi dalam segala bentuknya dan kebiasaan mete-mete /begadang karena bisa memperpendek umurmu. 6. Kesehatan rohani tidak kalah penting dalam hidup karena memberi kekuatan, meneguhkan iman dan meningkatkan kualitas hidup kita. Berdoa harian, membaca Kitab Suci, Alkitab, beribadat, merayakan Ekaristi, doa devosi dll akan membantu perawatan kesehatan rohani kita. Berusaha menjadi manusia beriman bukan dengan kata-kata tapi dengan perbuatan, berbuat kebaikan, menolong sesama yang memerlukan, kerelaan berkorban tanpa pamrih. 7. Hindari tiga Ta yaitu Harta (korupsi/rasuah), Tahta (mengejar kekuasaan secara tidak wajar) dan Wanita (WIL/ PIL, selingkuh diluar perkawinan). Biasanya tiga Ta dilakukan berkaitan satu sama lain dan hanya menunggu kejatuhan saja. 8. Menjadikan komunikasi sebagai sarana pendukung keberhasilan tugas. Komunikasi langsung tatap muka maupun tidak langsung melalui alat komunikasi (Hp) secara vertikal dan horisontal memudahkan 17 Sekapur Sirih


pelaksanaan tugas serta menghindari kesalahpahaman yang bisa terjadi. Biasakan mengucapkan kata-kata “terima kasih, mohon maaf, mohon ijin, tolong, siap” dalam berkomunikasi, yang membuat orang lain respek padamu. Hormati orang tua atau yang lebih tua/senior dan guru/ mantan guru, jauhkan sikap arogan/sombong dan selalu menjaga sopan santun, etika dalam pergaulan termasuk dalam bermedsos. 9. Kalau mendapat penugasan atau terpilih menjadi pemimpin, jadilah pemimpin yang melayani bukan pemimpin yang hanya mengandalkan kekuasaan (power). Menjadi pemimpin itu adalah kesempatan emas untuk melayani, berbuat kebaikan bagi banyak orang, membuat masyarakat lebih sejahtera, bukan menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan diri sendiri atau golongan. Jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari karena gagal sebagai pemimpin. Kesempatan itu biasanya hanya datang sekali dan tidak akan berulang kembali. 10. Bekerja dan berdoa, Ora et Labora. Manusia itu tidak sempurna dan punya banyak kelemahan, maka kita perlu berdoa agar upaya dan pekerjaan kita berhasil. Berdoa itu berkomunikasi dengan Tuhan, karena itu penting untuk berkomunikasi dengan baik dan benar. Dalam berdoa, mintalah hikmat kebijaksanaan, kekuatan, kesehatan agar bisa menjalankan tugas pekerjaan dengan baik, bukan semata-mata hal-hal yang bersifat duniawi. 11. Sebagai anak bangsa dan Putera/I Flobamora yang baik, tolong jagalah warisan paling berharga bangsa yakni PANCASILA dan NKRI yang sudah diperjuangkan para pendahulu kita dengan pengorbanan jiwa raganya. Jagalah dari ancaman faham Ekstrim Kanan (Ekka) yakni khilafah, sifat intoleran, radikalisme, yang ingin mengganti Pancasila dengan faham dan negara agama, serta Ekstrim Kiri (Ekki) dengan faham dan negara komunis. Pancasila dan NKRI adalah harga mati yang harus dipertahankan sepanjang masa. Demikanlah sekilas perjalanan hidup dan pengabdian, tuntunan serta beberapa refleksi dan renungan yang saya bagikan kepada Bapak, Ibu, Saudara-saudari Dias18 Sekapur Sirih


pora NTT yang tergabung dalam FKM Flobamora. Terima kasih atas perhatiannya. Semoga bermanfaat, Tuhan memberkati. Cimahi Juni 2024 19 Sekapur Sirih


PEMIMPIN YANG MELAYANI Herman Musakabe 20 Sekapur Sirih


Pemimpin dan kepemimpinan tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan umat manusia. Disebut dengan ungkapan sine qua non, atau conditio sine qua non, yaitu tindakan, kondisi atau unsur yang sangat diperlukan dan penting. Istilah hukum Latin untuk kondisi yang “tanpanya tidak mungkin”, atau “tanpanya akan tidak ada apa-apa”. Pemimpin dan kepemimpinan diperlukan dalam menjalankan roda organisasi dan menentukan kemajuan atau kemunduran suatu organisasi, baik dalam bidang pemerintahan, politik, militer, bisnis perusahaan maupun bidang rohani atau agama. Ketika terjadi kekosongan pemimpin karena berhalangan sementara, berhalangan tetap atau habis masa kepemimpinannya, maka harus segera diisi oleh seorang pemimpin baru melalui prosedur atau aturan yang ditentukan. Setelah perhelatan pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) tahun 2024, rakyat Indonesia kini bersiap-siap menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) yaitu pemilihan 37 gubernur (pilgub), 415 bupati dan 93 walikota serentak pada 27 Nopember 2024 mendatang. Termasuk pligub NTT dan 21 pilbup serta pilwalkot Kupang. Pilkada serentak ini tidak kalah penting dari pilpres. Di media sosial dan media massa mulai ramai bermunculan sejumlah nama yang digadang-gadang akan maju dalam pilkada. Selain untuk memperkenalkan bakal calon kepada masyarakat juga untuk menjajagi elektabilitas dan popularitas kandidat. Elektabilitas adalah tingkat keterpilihan seseorang atau partai politik sedangkan popularitas adalah tingkat keterkenalan seseorang. Elektabilitas dipakai sebagai instrumen untuk mengukur apakah seseorang dianggap layak atau tidak layak maju di pilkada. Biasanya dilakukan oleh Lembaga survey untuk mengetahui elektablitas seseorang calon. Seorang calon perlu memiliki modal sosial, politik dan finansial untuk bertarung di pilkada. Dukungan masyarakat, partai poliitik atau gabungan parpol serta dukungan dana diperlukan untuk mengikuti semua proses pemilihan, sampai kampanye dan pencoblosan surat suara di TPS pada hari H pilkada. Para kandidat menyiapkan tim pemenangan atau tim sukses untuk membantu dalam sosialisasi dan kampanye. 21 Sekapur Sirih


Tidak ketinggalan pula diselenggarakan debat para pasangan calon agar masyarakat dapat mengenali dan menilai visi misi dan program para paslon untuk kemudian menentukan pilihannya. Masa kampanye adalah masa untuk menarik hati dan simpati pemilih dengan janji-janji untuk meningkatkan kesejehteraan masyarakat, kemudahan pendidikan sampai sekolah gratis, penyediaan lapangan kerja, fasilitas kesehatan dan sebagainya. Namun, ternyata banyak janji-janji kampanye yang tidak selalu ditepati setelah sang kandidat terpilih. Yang terjadi justru sebaliknya, yaitu munculnya “raja-raja kecil” dan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme . Masyarakat kecewa dengan pemimpin yang telah dipilihnya, daerah tidak bertambah maju dan sejahtera tapi makin miskin dan terpuruk. Sang pemimpin tidak bekerja untuk kepentingan rakyat tapi untuk kepentingan diri sendiri dan golongan. Bahkan sebagian harus berurusan dengan aparat penegak hukum atau KPK. Menurut catatan KPK selama tahun 2004 sd 2022 sediktnya ada 22 gubernur dan 154 bupati/walikota yang terjerat kasus rasuah. Keadaan yang sangat memprihatinkan. Penyebabnya adalah biaya politik yang mahal, politik transaksional, hutang yang harus dibayar, nafsu keserakahan untuk memperkaya diri, penyalahgunaan wewenang dan hukuman yang relatif ringan untuk koruptor. Kita sedang mengalami krisis kepemimpinan. Hanya sebagian pemimpin yang bisa menjalankan amanat dengan baik dan berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Pemimpin Seperti Apa Yang Diperlukan Pemimpin seperti apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan bagaimana mengatasi krisis kepemimpinan? Ternyata elektabilitas dan popularitas seseorang calon pemimpin tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas pemimpin dan kepemimpinannya. Elektabilitas dan popularitas adalah ciptaan manusia dan teknologi sedangkan pemimpin sejati lahir dan tumbuh berkembang dari karakter pribadi, integritas (jujur, rendah hati dan sifat melayani) serta rekam jejak (track record) yang sudah teruji dari seorang calon pemimpin. Firman Tuhan tentang pemimpin dan kepemimpinan mengingatkan kita. “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, 22 Sekapur Sirih


hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu.” (Matius 20 : 26-27). “Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.” (Lukas 22 -26). Tuntunan ini lebih akurat dan aktual dari teori dan ilmu kepemimpinan yang ada dan bersifat universal bagi para calon pemimpin. Apa pemimpin yang melayani dan bagaimana ciri kepemimpinan yang melayani (servant leadership) itu ? Kepemimpinan yang melayani adalah tipe atau model kepemimpinan yang dikembangkan untuk mengatasi krisis kepemimpinan yang sedang dialami suatu masyarakat dan bangsa. Para pemimpin pelayan (servant leader) tidak mengutamakan kekuasaan (power) tetapi cenderung mengutamakan kebutuhan, kepentingan dan aspirasi orang-orang yang dipimpinnya diatas kepentingan dirinya. Orientasnya adalah melayani, cara pandangnya holistik dan beroperasi dengan standar moral spiritual. Beberapa karakterristik atau sifat-sifat pemimpin dan kepemimpinan yang melayani adalah sebagai berikut. 1. Berorientasi pada pelayanan, hubungan antara pemimpin dengan orang-orang yang dipimpin berorientasi pada sifat melayani untuk kepentingan rakyatnya. 2. Memiliki Visi yang kuat. Visi identik dengan pemimpin itu sendiri. Visi pemimpin untuk membangun daerah dan mengatasi kemiskinan, harus menjadi ciri pemimpin dan menginspirasi tindakan bawahannya. 3. Membangun kepengikutan (followership). Pemimpin harus menciptakan kepengikutan karena keberhasilan tugas lebih banyak ditentukan oleh para pengikut atau pemimpin dibawahnya (80 persen) sedangkan pemimpin 20 persen. Kepengikutan bukan hanya segi kuantitatif/ jumlah tapi juga kualitatif yaitu sifat melayani itu sendiri. 4. Bekerja dengan Tim, bukan tipe “one man show”. Pemimpin harus membentuk tim kerja dan bekerja dengan tim/ staf yang merupakan orang-orang pilihannya yang berkualitas dan berkompeten, bersifat lintas suku dan agama. 23 Sekapur Sirih


5. Keteladanan. Keteladanan pemimpin sangat penting, melebihi kata-kata atau instruksi. Pemimpin menjadi teladan dalam bekerja keras, anti korupsi, kolusi dan nepotisme. 6. Piawai berkomunikasi, pemimpin harus membangun komunikasi yang baik dengan pengikutnya. Komunikasi pemimpin dan pengikutnya sangat penting dan menentukan efektivitas kepemimpinan. Sebaliknya, miskomunikasi bisa menghambat dan menggagalkan misi. 7. Berani mengambil keputusan. Ada ungkapan : the power to manage is the power to make decisian. Pemimpin harus berani mengambil keputusan yang berpihak kepada kepentingan rakyat dan kemajuan daerah (bidang ekonomi,sosbud, pendidikan, hukum) 8. Kesetaraan Gender. Pemimpin menggunakan manajemen “Omega” yaitu gaya kepemimpinan Alpha yang maskulin dan Betha yang feminin untuk mendapatkan energi spiritual gender mendukung kepemimpinannya yang melayani. 9. Kerelaan berkorban. Pemimpin yang melayani harus berani dan rela berkorban untuk kepentingan rakyat yang dipimpinnya. Pengorbanan berupa waktu, tenaga, pikiran, bahkan jiwa raganya bagi rakyat tanpa pamrih. 10. Menghasikan karya-karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Karya-karya fisik dan non fisik yang bermanfaat bagi masyarakat akan selalu dikenang sebagai warisan yang berharga. Semoga lebih banyak muncul calon pemimpin yang berjiwa melayani untuk mengatasi krisis kepemimpinan dan semoga rakyat lebih cerdas menentukan pilihannya dengan hati nurani yang jernih. Karena pilihan rakyat menentukan nasib dan masa depan daerahnya lima tahun ke depan. 24 Sekapur Sirih


Click to View FlipBook Version