The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by anajahanisah, 2022-12-31 17:43:18

LIBURAN KE RUMAH NENEK

Membuat karya sastra anak

Keywords: Cerpen

CERPEN

LIBURAN KE RUMAH NENEK

Disusun oleh :

Nama : Aprilia Najah Anisah

Kelas : 1F

NIM : 22108244137

No. Absen : 49

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN PENDIDIKAN DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2022/2022

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmatnya dan hidayah-Nya
saya dapat menyelesaikan tugas membuat karya sastra anak dengan tepat waktu. Tanpa
pertolonganya saya tidak akan sanggup menyelesaikan laporan ini dengan baik.
Sebelumnya saya berterima kasih kepada Bapak Dr. Setiawan Edi Wibowo
S.Pd., M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Konsep Dasar Bahasa dan Sastra
Indonesia yang telah membantu saya baik secara moral maupun materi sehingga saya
bisa menyelesaikan tugas ini dengan tepat waktu. E-book ini bertujuan untuk
meningkatkan literasi anak yang masih kurang maksimal.
Saya menyadari, bahwa e-book yang saya buat ini masih jauh dari kata
sempurna baik dari segi penyusunan, bahasa, maupun penuisannya. Oleh karena itu,
saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pembaca guna
menjadi acuan agar penulis bisa menjadi lebih baik lagi di masa mendatang. Atas
perhatian pembaca, penulis mengucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yogyakarta, 20 Desember 2022

Penyusun

ii

Hari ini adalah hari terakhir Manda melakukan Ulangan Akhir Semester.
Sekarang Manda telah duduk di bangku kelas 2 SD. Selama melakukan UAS, Manda
selalu belajar dengan sungguh-sungguh agar selalu mendapatkan nilai terbaik di kelas.
Manda memang anak yang pintar, dia selalu menjadi bintang kelas dan menjadi
kesayangan para guru. Selain pintar, Manda juga seorang gadis kecil yang sangat cantik
dan sopan. Tak heran jika dia mempunyai banyak teman di kelasnya.

Ketika bel sekolah berbunyi, itu menandakan waktunya pulang. Manda senang
sekali akhirnya dia telah selesai melakukan UAS. Dia akhirnya pulang jalan kaki
menuju rumahnya yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sekolah. Dia selalu berangkat
dan pulang bersama sahabatnya yang bernama Amel. Amel adalah sahabat dekat Manda
di kelas dan telah berteman dari TK. Kebetulan rumah mereka juga bersampingan. Jadi
mereka berdua sangat akrab.

“Yeay…. akhirnya kita kita selesai juga ya UAS nya Mel,” kata Manda.
“Iya ya Man, aku lega banget deh. Aku berencana mau liburan ke Pantai
Parangtritis. Kalau kamu ada acara mau liburan kemana besok?” tanya Amel.
“Aku ingin banget ke rumah nenek sama ayah dan ibu. Sudah lama aku tidak ke
rumah nenek. Aku rindu banget suasana di desa nenek,” ucap Manda.
“Okedeh. Selamat liburan ya Man, jangan lupa buah tangannya ya!” gurau
Amel.
Akhirnya mereka berdua berpisah ke rumah masing-masing.
Ketika sampai di rumah, Manda langsung mengucapkan salam dan langsung
ganti baju. Di rumah, dia menjadi seorang gadis kecil yang ceria. Dia adalah anak
tunggal, jadi tidak wajar jika orang tuanya sangat menyayanginya. Ayahnya bernama
Hendra yang bekerja sebagai arsitek, sedangkan ibunya bernama Ratri yang bekerja
sebagai ibu rumah tangga. Ayahnya akan pulang ketika hari sudah sore.
Mencium aroma pisang goreng yang enak, Manda langsung menuju ke dapur
dan membantu ibunya yang sedang menggoreng pisang. Manda mengambilkan piring
sebagai wadah untuk menaruh pisang goreng. Kebetulan pisang goreng adalah makanan
kesukaan Manda. Apalagi jika ibunya yang masak, dia bisa menghabiskan pisang
goreng dalam waktu sekejap. Memang ibunya sangat pandai memasak, jadi apapun
makanan yang dimasak pasti Manda akan memakannya.

1

Setelah selesai makan pisang goreng, Manda segera menceritakan keinginannya
untuk liburan ke rumah neneknya yang berada di desa. Kebetulan liburan sekolah ini
selama dua minggu. Jadi Manda ingin satu minggu di rumah nenek.

Ibunya pun mengiyakan keinginan Manda untuk pergi ke rumah neneknya yang
ada di desa. Lagi pula Manda sudah lama tidak bertemu dengan neneknya. Tapi harus
menunggu ayahnya pulang dulu. Karena ayah juga masih bekerja, jadi harus menunggu
hari libur kerja ayahnya.

“Asik…. Akhirnya manda bertemu nenek juga. Manda sangat senang sekali bu,”
kata Manda.

Ibunya pun mengangguk senang melihat anaknya terlihat bahagia.
Sambil menunggu ayahnya pulang, Manda membaca buku. Manda memang
mempunyai hobi membaca, tetapi buku yang paling dia suka adalah buku fabel. Setelah
satu jam Manda membaca buku fabel tersebut, tiba-tiba ada suara mobil di depan
rumahnya. Manda langsung menuju ke jendela. Dan ternyata ayahnya pulang ke rumah
lebih awal.
Ayahnya masuk ke rumah lalu mengganti baju dan menaruh tas kantornya di
kamar. Setelah itu ayah menemui Manda dan ibunya di ruang keluarga. Manda
mengutarakan keinginannya berlibur ke rumah nenek yang ada di desa.
“Ayah, liburan sekolah aku ingin ke rumah nenek ya, ayah mau kan?” tanya
Manda.
Ayah menjawab “Tentu ayah mau sekali nak, apa si yang engga buat anak
kesayangan ayah ini. Hari minggu besok kita pergi ke rumah nenek ya.”
“Ya sudah, besok ibu akan siapkan oleh-oleh buat nenek dan barang yang akan
kita bawa ya,” jawab ibu.
Manda langsung menghubungi nenek menggunakan handphone milik ibunya
untuk memberi tahu bahwa dia akan pergi ke rumah neneknya. Neneknya pun sangat
senang ketika tau jika Manda akan ke rumahnya. Rumah nenek akan menjadi ramai
dengan kehadiran Manda.
Malam harinya, Manda menyiapkan kado sendiri buat neneknya. Manda
menggambar dirinya dan neneknya kemudian mewarnainya dengan sangat rapi. Manda
akan membawanya ketika ke rumah nenek.

2

Hari minggu telah tiba. Manda bangun pagi untuk bersiap-siap ke rumah
neneknya. Sebelum berangkat, mereka sarapan pagi terlebih dahulu. Karena jarak ke
rumah nenek membutuhkan waktu selama enam jam.

Setelah itu mereka langsung masuk ke mobil dan mulai berangkat. jalan menuju
rumah nenek yang ada di desa sangat menyenangkan. Manda duduk di tengah,
sedangkan ayah dan ibunya duduk di depan. Barang-barang yang dibawa ditaruh di
bagasi mobil.

Mereka sangat menikmati perjalanan menuju ke desa. Banyak sekali
pemandangan yang indah. Suara burung berkicauan, sawah-sawah hijau, pohon-pohon
melambai mertiup angin, dan air sungai yang mengalir jernih.

Udara di desa masih sangat sejuk karena belum banyak kendaraan bermotor, dan
kebanyakan orang pergi menggunakan sepeda. Ada pula yang masih berjalan kaki.

Setelah empat jam perjalanan, Manda tertidur. Tetapi, dia bermimpi bahwa kado
yang dia buat untuk neneknya tidak dibawa. Kemudian Manda bangun dan segera
memeriksanya di dalam tas.

Ternyata memang benar, kado yang dia persiapkan untuk neneknya tertinggal di
rumah. Manda sedikit kecewa. Tapi ibunya menghibur Manda supaya tidak sedih.

“Nak, kita kan juga sudah membawa oleh-oleh buat nenek. Nenek pasti akan
sangat senang,” kata ibu.

“Iya nak, nanti kan kamu bisa membuatnya lagi di rumah nenek,” tambah ayah.
Akhirnya Manda tidak lagi bersedih akan kadonya yang tertinngal di rumah
tersebut.
Tapi tiba-tiba mobil yang dikendarai mereka berhenti seketika. Ayah segera
mengecek keadaan mobil. Ternyata, ban mobil bagian belakang bocor terkena paku.
Mereka bertiga turun sejenak dan menghubungi bengkel terdekat.
Sembari menunggu tukang bengkel datang dan mengganti ban yang bocor,
Manda dan ibunya meneduh di sebuah gubuk kecil yang tak jauh dari tempat mobilnya
bocor. Manda melihat sawah yang dipenuhi oleh orang-orang sawah. Lalu dia bertanya
pada ibunya, “Bu, untuk apa orang-orang sawah dipasang di tengah-tengah sawah?”
Ibu menjawab “orang sawah dibuat untuk menjaga agar sawah yang mereka
punya tidak dimakan burung. Burung akan takut jika ada orang-orang sawah. Karena

3

jika tidak ada orang sawah tersebut, padi yang ditanam petani akan habis dimakan
burung.”

Manda mengangguk.
“Oh iya bu, kenapa suasana di kota dan di desa sangat berbeda?” Tanya Manda.
“Kita lihat di sekeliling kita sekarang nak, banyak sekali pohon hijau di pinggir
jalan, orang-orang masih menggunakan sepeda, dan masih banyak lahan tanah yang
kosong. Orang desa masih jarang menggunakan kendaraan bermotor, jadi sangat sedikit
mengeluarkan asap. Apalagi di desa masih jarang adanya pabrik yang bisa
mengeluarkan asap dalam cukup besar. Kita bandingkan suasana di kota. Banyk sekali
kendaraan berkeliaran di jalanan, tanah kosong sudah berubah menjadi pemukiman dan
menyebabkan sulitnya air meresap ke dalam tanah. Itu juga bisa menyebabkan banjir,”
jawab ibu.
Manda pun mengerti dengan apa yang dikatakan ibu.
Manda ingin memfoto pemandangan yang ada di desa. Manda meminjam
telepon ibunya untuk memfoto pemandangan indah yang tidak ditemui di kota. Tiba-
tiba, Manda melihat sebuat pelangi. Manda sangat senang dan segera memfotonya.
Setelah itu manda kembali ke gubuk sambil menuggu ban mobilnya jadi.
Sepuluh menit kemudian, ban mobilnya sudah selesai diganti. Mereka
melanjutkan perjalanannya ke rumah nenek. Karena sudah mulai siang, Manda sudah
mulai lapar lagi. Untungnya dia membawa makanan untuk jaga-jaga. Manda makan
jajan di dalam mobil.
Setelah enam jam perjalanan, mereka akhirnya sampai juga di rumah nenek.
Mereka turun dari mobil dan membawa buah tangan untuk neneknya yang telah
disiapkan.
Akhirnya Manda bertemu dengan neneknya. Neneknya pun sangat senang
Manda sudah tiba di rumahnya. Mereka semua masuk ke dalam rumah. Ternyata nenek
sudah memasak banyak sekali maknan setelah tau bahwa anak dan cucunya akan datang
ke rumahnya. Nenek memasak opor ayam, sayur kangkung, tempe goreng, sayur sop,
dan ikan goreng.
Karena mereka semua sudah lapar, mereka makan terlebih dahulu masakan yang
telah nenek siapkan. Mereka juga sangat suka masakan nenek. Karena memang ibunya

4

Manda bisa masak enak karena keturunan bahwa neneknya juga sangat pandai
memasak. Jadi tidak heran jika masakan nenek habis dimakan.

Setelah makan selesai, mereka beres-beres dan menata barang bawaan mereka
ke dalam kamar. Manda menceritakan apa yang terjadi ketika di perjalanan kepada
nenek. Selain itu, Manda juga menceritakan jika dirinya telah mempersiapkan kado
buatannya untuk neneknya, tetapi tertinggal di rumah.

“Kamu tidak perlu membawa kado untuk nenek, nenek sudah sangat senang jika
kamu mau ke rumah nenek. Rumah nenek menjadi ramai jika kamu ke sini sayang,”
jawab nenek.

Akhirnya Manda pun tersenyum lega mendengar ucapan nenek.
Kebetulan di balai desa dekat rumah nenek sedang ada acara pagelaran wayang.
Manda mengajak nenek, ayah, dan ibunya untuk menyaksikan pagelaran wayang.
Tetapi, ayah dan ibunya tidak ikut pergi melihat karena masih kelelahan karena tadi
siang.
Akhirnya Manda dan nenek pergi menyaksikan pagelaran wayang. “Oh iya nek,
di kota tidak pernah ada pagelaran wayang,” ungkap Manda.
“Iya Manda, karena orang di kota tidak tertarik dengan pertunjukan wayang
seperti ini. Mereka lebih memilih pergi ke mall atau menonton bioskop,” jawab nenek.
“Padahal menonton wayang bukannya termasuk kesenian Indonesia ya?” tanya
Manda.
“Benar sekali, dalam cerita wayang ada beberapa pelajaran yang terkandung di
dalamnya. Banyak pelajaran untuk kita tanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain
itu kita akan menambah wawasan budaya Indonesia dan melestarikannya agar tidak
punah,” jawab nenek.
Karena hari sudah larut malam, kelihatannya Manda sudah mulai capek dan
ngantuk. Nenek mengajaknya pulang ke rumah. Akhirnya mereka berdua pulang ke
rumah dan segera tidur.
Pagi pun telah tiba. Suara ayam jago berkokok. Matahari mulai muncul dengan
menyinarkan cahaya ke arah jendela kamar Manda. Serta burung-burung berkicauan di
dahan pohon.
Manda membuka jendela kamarnya. Dia merasakan kesejukan udara yang
dihirup. Itu yang selalu Manda rasakan ketika bangun pagi di rumah neneknya. Manda

5

pun keluar dari kamar tidurnya dan menuju ke dapur karena mencium bau masakan
yang sangat enak. Ternyata ibu dan neneknya sedang memasak untuk sarapan pagi.

Setelah itu Manda keluar rumahnya dan menuju halaman depan. Di depan rumah
Manda melihat ada kolam ikan nila yang sangat bagus. Manda menghampiri kolam ikan
tersebut dan memberi makan ikan tersebut.

Kemudian ibunya memanggil Manda untuk sarapan pagi bersama. Manda pun
segera cuci tangan dan menuju ruang makan. Pagi ini mereka makan nasi goreng yang
dihiasi oleh sosis dan timun, serta segelas teh hangat.

Setelah itu Manda ikut ibunya untuk pergi ke pasar terdekat. Mereka ingin
membeli bahan-bahan untuk membuat brownis coklat. Mereka pergi ke pasar jalan kaki
sekaligus olahraga, karena jarak rumah neneknya dengan pasar sangat dekat. Hanya
memerlukan waktu sekitar 5 menit.

Karena semua bahan yang dibutuhkan sudah dibeli, mereka akhirnya pulang ke
rumah. Setelah sampai rumah, mereka langsung mulai membuat brownis coklat. Ibu
mulai mencampurkan adonan yang diperlukan. Sedangkan Manda hanya melihat ibunya
dan membantu mengambilkan bahan-bahan yang dibutuhkan.

Setelah brownis coklat tersebut matang, mereka menyajikan ke dalam piring dan
memakannya secara bersama-sama. Rasa dari brownis coklat yang dibuat ibunya tidak
kalah jauh dengan yang dijual di toko-toko. Rasa coklat yang begitu manis, ditaburi
dengan parutan keju membuat Manda ketagihan.

Tiba-tiba… telepon ayah berbunyi. Kemudian ayah menangkat teleponnya.
Ternyata yang memanggilnya adalah rekan kerjanya. Dan ternyata ayah harus masuk ke
kantor hari besok karena ada tugas mendadak.

“Yah, padahal aku masih ingin menginap di rumah nenek,”kata Manda.
Tapi karena ayahnya harus segera balik ke kota, Manda dan ibunya juga akan
pulang besok pagi.
Tetapi Manda mengajak neneknya untuk berkeliling desanya terlebih dahulu.
Manda melewati sawah dan jambatan. Ketika di sawah, Manda melihat banyak sekali
petani yang sedang memanen padinya. Dan ketika di jembatan Manda melihat banyak
ibu-ibu yang mencuci bajunya di sungai. Karena sungai di desa masih sangat bersih, dan
belum ada sampah. Jadi airnya masih sering digunakan oleh orang desa untuk keperluan
hidup sehari-hari, seperti untuk mandi dan mencuci baju.

6

Setelah selesai mengelilingi desa, Manda melihat penjual es dawet. Lalu Manda
membeli es dawet. Dan ternyata rasanya sangat enak. Manda pun menghabiskan es
dawet yang dibelinya.

Karena hari sudah sore dan matahari sudah berada di arah barat, kemudian
Manda dan nenek pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, mereka segera mandi.

Setelah mandi, Manda menonton televisi. Sedangkan ibunya sedang berada di
dapur untuk masak makan malamnya. Mereka akhirnya makan malam bersama. Setelah
makan malam selesai, kemudian mereka menyiapkan barang-barang yang akan dibawa
besok. Karena besok pagi Manda, ibu, dan ayahnya harus segera balik ke kota. Sesudah
selesai beres-beres mereka tidur.

Pagi pun telah tiba. Ayah dan ibunya membangunkan Manda. Manda segera
mandi dan sarapan pagi. Setelah selesai sarapan Manda pamit kepada neneknya untuk
pulang ke rumahnya.

“Sebenarnya Manda masih betah tinggal di rumah nenek, tapi karena ayah harus
segera pulang ke rumah Manda juga harus pulang,” ucap Manda.

“Iya tidak apa-apa cucuku, lain kali kamu ke rumah nenek lagi ya kalau kamu
libur sekolah. Sebenarnya nenek juga masih kangen banget sama Manda,” ucap nenek.

Mereka pun segera berpamitan dan menuju mobil untuk pulang ke kota.

7


Click to View FlipBook Version