The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

pengembangan bimbingan konseling

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nevythalia.20011, 2021-04-30 23:25:55

FLIPBOOK NEVYTHALIA

pengembangan bimbingan konseling

Keywords: BK

MAKALAH BIMBINGAN KONSELING PERKEMBANGAN
MEMAHAMI PERBEDAAN DAN IMPLEMENTASI BK DI AS DAN INDONESIA

Dosen Pengampu : Dr. Budi Purwoko, S.Pd, M.Pd

Disusun oleh : (20010014011)
1. Nevythalia Maheswari (20010014079)
2. Bella Chyndi Meilani (20010014075)
3. Daema Rizky Aulia

KELAS 2020 A
JURUSAN BIMBINGAN KONSELING

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Tahun Ajaran 2020/2021

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat tepat waktu dalam menyelesaikan
tugas makalah kami yang berjudul “Memahami Perbedaan Dan Implementasi Bk Di
As Dan Indonesia”. Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu guna memenuhi tugas
kelompok pada mata kuliah BK Perkembangan. Selain itu, makalah ini juga
bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca dan juga bagi penulis terkait
topik yang dibicarakan.

Kami ucapkan terima kasih setulus-tulusnya kepada bapak Budi Purwoko,
selaku dosen mata kuliah BK Perkembangan yang telah memberikan tugas ini,
sehingga dapat menambah wawasan kami terkait topik yang diberikan. Kami juga
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian
pengetahuannya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari
bahwa makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu,
kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan demi kesempurnaan makalah
ini.

Sidoarjo, 28 April 2021

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................................. 2
BAB I............................................................................................................................................................ 4
PENDAHULUAN ....................................................................................................................................... 4

1.1 latar Belakang ............................................................................................................................. 4
1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................................................... 4
1.3 Tujuan Penulisan ........................................................................................................................ 4
BAB II .......................................................................................................................................................... 5
PEMBAHASAN .......................................................................................................................................... 5
2.1 Sejarah BK di AS dan Indonesia..................................................................................................... 5
2.2 Tujuan Bk Perkembangan Di AS Dan Indonesia .......................................................................... 6
2.3 Perbedaan BK di AS dan Indonesia................................................................................................ 7
2.4 Implementasi BK .............................................................................................................................. 8
BAB III......................................................................................................................................................... 9
PENUTUP.................................................................................................................................................... 9
2.1 Kesimpulan.................................................................................................................................. 9
3.2 Saran ............................................................................................................................................ 9

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 latar Belakang

Bimbingan dan konseling berasal dari Amerika Serikat berawal dari tahun 1980
oleh Frank Person dengan Bironya (Sutarno, tanpa tahun: 1). Saat ini bimbingan dan
konseling sudah menyebar di seluruh dunia dengan berbagai pengembangan program.
Tujuan dari bimbingan dan konseling tersebut yang membuat program bimbingan dan
konseling selalu di kembangkan. Sejalan dengan Sugiyo (2011:15) menjelaskan bahwa
“bimbingan dan konseling merupakan serangkaian kagiatan atau aktivitas yang di
rancang oleh konselor untuk membantu klien dalam upaya mengembangkan dirinya
seoptimal mungkin”. Klien dalam bimbingan dan konseling adalah manusia yang akan
selalu berkembang dan mengikuti arus jaman.

Potensi yang dimaksud adalah potensi yang baik, yang bermanfaat bagi anak dan
masyarakatnya. Pandangan itu bersumber dari aliran humanistik, yang menganggap
bahwa manusia adalah unggul dan mempunyai kemampuan untuk mengatasi segala
persoalan kehidupan di dunia. Manusia menjadi sentral kekuatan melalui otaknya. Karena
itu pendidikan harus mengutamakan otak ( kognitif dan daya nalar). Akibatnya, manusia
itu amat sekuler, hanya mengutamakan duniawi saja, dan mengabaikan kekuasaan Allah.
Terjadilah apa yang disebut 2 kesombongan intelektual (intellectual arrogance). Namun
aspek lain yang dianggap positif adalah paham demokratis, dimana manusia dihargai
harkat kemanusiaan, mengembangkan sikap empati, terbuka, memahami, dan sebagainya.
Sikap-sikap tersebut amat mendukung bagi kegiatan bimbingan dan konseling.

1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana sejarah BK di AS dan Indonesia?
2. Bagaimana tujuan BK di AS dan Indonesia?
3. Apakah ada perbedaan antara BK di AS dan Indonesia?
4. Bagaimana implementasi BK di AS dan Indonesia?

1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk menambah wawasan para pembaca dan juga

bagi penulis terkait topik BK perkembangan di AS dan Indonesia.

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Sejarah BK di AS dan Indonesia

Sejarah BK Perkembangan bimbingan dan konseling di Indonesia tidak terlepas
dari perkembangan di Negara asalnya Amerika Serikat. Bimbingan dan Konseling sebagai
profesi pertama kali lahir di Amerika pada awal abad XX, yaitu ketika Frank Person
membuka klinik di Boston untuk memberi pengarahan kepada para pemuda untuk
memperoleh pekerjaan yang sesuai. Di Indonesia mengenai pandangan terhadap anak
didik, menganggap bahwa anak didik mempunyai potensi untuk berkembang karena itu
pendidikan harus memberikan situasi kondusif bagi perkembangan potensi tersebut secara
optimal yaitu berupa potensi baik yang bermanfaat bagi anak dan masyarakat. Menurut Dr
Sofyan S. Willis dalam bukunya Konseling Individual mengatakan bahwa untuk kondisi
di Indonesia sebaiknya di terapkan paham humanistik religius. Artinya menghargai
manusia atau potensinya, namun ketaatan kepada Tuhan tetap tidak terabaikan. Sehingga
bimbingan dan konseling menjurus pada pengembangaan potensi dan penyerahan diri
kepada Allah SWT. Perkembangan layanan bimbingan konseling di Indonesia berbeda
dengan di Amerika.Jika di Amerika dimulai usaha perorangan dan pihak swasta,kemudian
berangsur-angsur menjadi usaha pemerintah. Sedangkan Indonesia perkembangannya
dimulai dengan kegiatan di sekolah dan usaha-usaha pemerintah.

Mengenai pengertian bimbingan banyak dikemukakakan pakar-pakar bimbingan
dan konseling terutama yang berasal dari Amerika Serikat, Negara asal bimbingan dan
konseling itu. Pada mulanya bimbingan dimaksudkan sebagai usaha membantu para
pemuda agar mendapat pekerjaan. Hal ini berguna untuk mengatasi kenakalan remaja,
dengan asusmsi bahwa memberikan pekerjaan diharapkan ketegangan emosional dan
keliaran remaja dapat berkurang. Karena pengertian secara umum dari bimbingan
konseling itu ialah proses interaksi antara konselor dengan konseli baik secara langsung
maupun tidak langsung dalam rangka untuk membantu konseli agar dapat mengembangkan
potensi dirinya ataupun memecahkan permasalahan yang dialaminya sebagai upaya
sistematis, objektif, logis, dan berkelanjutan serta terprogram yang dilakukan oleh konselor
untuk memfasilitasi perkembangan konseli untuk mencapai kemandirian dalam
kehidupannya.

2.2 Tujuan Bk Perkembangan Di AS Dan Indonesia
1. Tujuan imppementasi bk perkembangam di As

Program bimbingan di amerika pada mulannya merupakan bagian dari gerakan moral.
Sekolah mengembangkan program bimbingan untuk membantu pesertadidik agar memiliki
pemahaman yang lebih baik tentangkeadaan dirinya dan berkembang menjadi orang atau
pekerja yang bertanggung jawab. Pada masa abad ke-20 belum ada konselor di sekolah,
semua perkerjaan konselor masih ditangani oleh guru seperti dalam memberikan layanan
informasi, layanan bimbingan pribadi, social, belajar dan karir. Berdasarkan keaneragaman
para siswa yang masuk pada sekolah-sekolah negeri dan sebagai dampak revolusi maka
gerakan bimbingan di sekolah mulai berkembang. Jasse B. Davis mulai memberikan
layanan konseling pendidikan di SMA pada tahun 1898. Dan pada tahun 1907 dia di angkat
menjadi kepala SMA di Grand Rapids, Michigan. Tujuan dari program bimbingan yang
dia buat adalah membantu siswa agar mampu

(a) mengembangkan karakternya yang baik (memiliki nilai mural, ambisi, bekerja keras,
dan kejujuran) sebagai aset yang sangat penting bagi setiap siswa (orang) dalam rangka
merencanakan, mempersiapkan dan memasuki dunia kerja (bisnis).

(b) mencegah dirinya dari prilaku bermasalah,

(c) menghubungkan minat pekerjaan dengan kurikulum (mata pelajaran).

2. Tujuan implementasi bk perkmebangan di indonesia

Istilah bimbingan menurut Shertzer dan Stone (dalam Winkel, 1997: 1) diartikan sebagai
proses membantu orang-perorangan untuk memahami diri dan lingkungan hidupnya. Dasar
pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah bukan semata-mata
terletak pada ada atau tidaknya landasan hukum perundang-undangan namun yang lebih
penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik yang selanjutnya disebut
konseli agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas
perkembangannya (menyangkut aspek fisik, emosi, intelektual, sosial dan moral spiritual).

Implementasi bimbingan dan konseling di sekolah di Indonesia diorientasikan kepada
upaya memfasilitasi perkembangan potensi siswa sebagai konseli dalam mencapai tugas-
tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi, sosial, belajar dan karier. Tujuan
bimbingan dan konseling ialah agar konseli dapat:

(1) merencanakan kehidupannya di masa mendatang

(2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin

(3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, masyarakat serta lingkungan
kerjanya

(4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan
lingkungan pendidikan, masyarakat maupun lingkungan kerja.

2.3 Perbedaan BK di AS dan Indonesia
Perbedaan BK perkembangan di Amerika serikat dan Indonesia terlihat sangat jelas

perbedaan nya hal ini didasari oleh norma agama dan pandangan negaranya Amerika
serikat liberal dan Indonesia sistem dari rakyat kembali ke rakyat yang artinya
perkembangan bimbingan dan konseling di Amerika lebih terbuka dan bebas karena tidak
berpaku pada agama di Amerika serikat masyarakat yang melakukan hal hal yang berbau
seks di depan umum tidak apa apa asal tidak menggangu masyarakat lain di Indonesia hal
itu merupakan hal tabu karena bertentangan dengan agama dan pandangan masyarakat, hal
ini juga berpengaruh pada BK perkembangan di Amerika serikat disana biasanya para
konselor lebih mengarahkan pilihan pada kata hati konseling karena disana menganut
sistem liberal yang lebih pada pilihan masyarakat itu sendiri bebas berkarya dan hal itu
juga akan lebih leluasa pada masyarakat nya dalam bertindak tanpa perlu izin dari
pemerintah

Perbedaan Indonesia Amerika
1. Bersifat lebih tertutup Liberal, bersifat lebih terbuka dan bebas
2. Milik usaha pemerintah Tidak digunakan di sekolah melainkan
ada instansi khusus yang dibuat untuk
seperti sekolah, masalah bimbingan dan konseling

2.4 Implementasi BK
Penelitian dilakukan untuk menemukan pola implementasi dari pelayanan

bimbingan dan konseling di Indonesia, khususnya dalam mengembangkan kemandirian
anak. Metode yang digunakan adalah collaborative action research , yaitu peneliti beserta
guru berkolaborasi dalam pelaksanaan laynan BK yang terintegrasi dengan PBM.

Hasil penelitian menunjukkan

1). layanan bimbingan dapat dilakukan dengan melakukan berbagai bentuk
permainan yang dilakukan sebelum / sesudah pembelajaran,

2). Jurnal harian siswa (mencatat dan menilai kegiatan harian siswa) dilakukan
sebagai strategi manajemen kelas dalam mengembangkan kemandirian,

3). Layanan Konseling tetap harus dilakukan oleh Konselor profesional.

Setelah implementasi, taraf kemandirian berada pada kategori inisiatif. Kunci
keberhasilan dari layanan bimbingan ialah kemampuan guru dalam membangun dialog
interaktif selama permaianan maupun evaluasi jurnal harian (catatan kegiatan siswa).

Implementasi bimbingan dan konseling di sekolah diorientasikan kepada upaya
memfasilitasi perkembangan potensi siswa sebagai konseli dalam mencapai tugas-tugas
perkembangannya yang meliputi aspek pribadi, sosial, belajar dan karier. Tujuan
bimbingan dan konseling ialah agar konseli dapat: (1) merencanakan kehidupannya di
masa mendatang; (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya
seoptimal mungkin; (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, masyarakat
serta lingkungan kerjanya; (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam
studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat maupun lingkungan kerja

BAB III

PENUTUP
2.1 Kesimpulan

Dari penjelasan yang telah di paparkan, dapat disimpulkan bahwa Bimbingan dimulai pada
abad 20 di amerika dengan didirikannya suatu vocational bureau tahun 1908 oleh Frank Parsons
yang utuk selanjutnya dikenal dengan nama the father of guidance yang menekankan pentingnya
setiap individu diberikan pertolongan agar mereka dapat mengenal atau memahami berbagai
perbuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya dengan tujuan agar dapat dipergunakan secara
intelijensi denga memilih pekerjaan yang terbaik yang tepat bagi dirinya.

Pelayanan Konseling dalam sistem pendidikan Indonesia mengalami beberapa perubahan
nama. Pada kurikulum 1984 semula disebut Bimbingan dan Penyuluhan (BP), kemudian pada
Kurikulum 1994 berganti nama menjadi Bimbingan dan Konseling (BK) sampai dengan sekarang.
Layanan BK sudah mulai dibicarakan di Indonesia sejak tahun 1962. Namun BK baru diresmikan
di sekolah di Indonesia sejak diberlakukan kurikulum 1975. Kemudian disempurnakan ke dalam
kurikulum 1984 dengan memasukkan bimbingan karir didalamnya. Perkembangan BK semakin
mantap pada tahun 2001.

3.2 Saran
Mengingat keterbatasan sumber literatur penulis, maka untuk keakuratan data sejarah yang

diperoleh, disarankan kepada pembaca juga memiliki sumber literatur lain yang lebih valid, di luar
sumber bacaan dari internet yang belum dapat divalidasi seluruhnya. Akhirnya dengan segala
kerendahan hati, penulis berharap semoga makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya, bagi
para pembaca dan semua pihak yang berkepentingan pada umumnya. Kritik dan saran yang
membangun akan kami terima untuk kesempurnaan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.journalpapers.org/2020/06/bimbingan-dan-konseling-perkembangan.html 11.45

BS Sambodho “Bimbingan konseling AS dan Indonesia” sumber rujukan
http://eprints.walisongo.ac.id/6029/2/BAB%20I-V.pdf

Ulfah Nurul Wahdah “Persamaan dan Perbedaan BK AS dan Indonesia”
http://ulfahnurulwahdah.blogspot.com/2015/11/makalah-persamaan-dan-perbedaan.html


Click to View FlipBook Version