BAHAN AJAR
Satuan Pendidikan : SMPN 43 Sijunjung Materi Pokok : Mobilitas Sosial
Mata Pelajaran : IPS Sub Materi : Bentuk-bentuk Mobilitas social
Kelas/ Semester : VIII/Ganjil Tahun Pelajaran : 2020/2021
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian
1 3.2 Menganalisis pengaruh interaksi sosial IPK Pendukung
dalam ruang yang berbeda terhadap kehidupan 3.2.1.Menjelaskan bentuk-bentuk mobilitas
sosial dan budaya serta pengembangan Sosial
kehidupan kebangsaan. IPK Kunci
3.2.2.Menganalisis bentuk-bentuk mobilitas
social
IPK Pengayaan
3.2.4.Membandingkan bentuk-bentuk
mobilitas social
2 4.2 Menyajikan hasil analisis tentang pengaruh 4.2.1.Menyajikan hasil diskusi kelompok
interaksi sosial dalam ruang yang berbeda tentang bentuk-bentuk mobilitas social
terhadap kehidupan sosial dan budaya serta dalam bentuk esay singkat
pengembangan kehidupan kebangsaan
BENTUK-BENTUK MOBILITAS SOSIAL
A. Pengertian Mobilitas Sosial
Secara epistomologis kata mobilitas sosial berasal dari kata mobilis (bahasa Latin) yang berarti
bergerak dan social (bahasa Inggris) yang berarti masyarakat. Jadi mobilitas sosial berarti
gerakan masyarakat.
Mobilitas sosial pada dasarnya adalah perubahan susunan status orang-orang dalam masyarakat
baik secara vertikal maupun secara horizontal. Mobilitas sosial menggambarkan gerakan
perubahan kedudukan dan peran dari orang-orang yang ada dalam masyarakat dari waktu ke
waktu.
Status yang lebih baik senatiasa diharapkan setiap orang, termasuk kita yang sekarang sedang
giat belajar untuk mencapai kondisi yang lebih baik di masa datang, secara sederhananya inilah
yang dimaksud dengan proses mobilitas sosial atau perpindahan status sosial.
B. Bentuk-Bentuk Mobilitas Sosial terbagi dalam 2 jenis
a. Mobilitas Sosial Horizontal
Mobilitas sosial horizontal merupakan peralihan individu atau objek-objek sosial dari suatu
kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Dalam mobilitas sosial ini, tidak
terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang, misalnya peralihan kewarganegaraan
atau pekerjaan. Contoh, pak ahmad pada awalnya adalah seorang guru matematika di SMK.
Oleh karena merasa tidak cocok di tempat kerjanya, ia memutuskan untuk pindah menjadi guru
matematika di SMA. Dari contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa pada diri pak Nano tidak
ada perubahan status. Ia tetap sebagai guru pengajar matematika di sekolah yang sederajat.
b. Mobilitas sosial Vertikal
Mobilitas sosial Vertikal adalah perpindahan individu atau objek-objek sosial dari suatu
kedudukan sosial tertentu ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat. Sesuai dengan
arahnya maka terdapat dua jenis mobilitas yaitu, mobilitas sosial vertikal ke atas (social
climbing) dan mobilitas sosial vertikal kebawah (social sinking).
Mobilitas sosial keatas (Sosial Climbing) memiliki dua bentuk yang utama.
1) Masuk dalam kedudukan yang lebih tinggi.
Hal ini ditandai dengan masuknya individu-individu yang berkedudukan rendah ke
dalam kedudukan yang lebih tinggi. Contoh, pak Ahmad adalah seorang guru Sosiologi
di salah satu SMA. Oleh karena memiliki persyarata dia diangkat menjadi kepala
sekolah. Jadi pak Ahmad telah memasuki kedudukan yang lebih tinggi.
2) Membentuk kelompok baru
Pada bentuk ini terjadi pembentukan suatu kelompok baru yang kemudian ditempatkan
pada derajat yang lebih tinggi dari pada kedudukan individu pembentuk kelompok
tersebut. Contoh pembentukan dewan pembina dalam struktur organisasi yang dulunya
tidak ada dalam struktur kepengurusan. Sebagai contoh, pak Ahmad adalah anggota
salah satu organisasi. Dia sangat aktif. Karena keaktifannya dia dan beberapa kawannya
yang sama-sama aktif diberi kehormatan oleh seluruh anggota organisasi tersebut untuk
diangkat menjadi dewan pembina.
Mobilitas sosial vertikal kebawah (Sosial Sinking) mempunyai dua bentuk utama.
a) Turunnya kedudukan
Pada bentuk ini, kedudukan individu turun ke kedudukan yang derajatnya lebih
rendah.
Contoh,
seorang pengusaha yang menggeluti bisnis perumahan tiba-tiba bangkrut.
Banyak pelanggan yang tidak bisa melunasi utangnya. Kemuian pengusaha itu
membuka warung kelontong dengan membeli kios di pasar inpres.
Seorang prajurit yang dipecat karena lari meninggalkan dinas ketentaraannya
Seorang karyawan salah satu perusahaan diberhentikan dengan tidak hormat
karena malakukan korupsi
b) Turunnya derajat kelompok
Pada bentuk ini, derajat sekelompok individu dan kelompok merupakan salah
satu kesatuan. Contoh, penurunan derajat kelompok adalah penurunan
masyarakat terhadap bangsawan, karena perubahan sistem pemerintahan dari
monarki ke republik.
c. Mobilitas antargenerasi
Secara umum, mobilitas antargenerasi berarti mobilitas dua generasi atau lebih, misalanya
generasi ayah-ibu, generasi anak, generasi cucu, dan seterusnya. Mobilitas ini ditandai dengan
perkembangan taraf hidup, baik naik maupun turun dalam suatu generasi. Penekanannya bukan
pada perkembangan keturunan itu sendiri, melainkan pada perpindahan status sosial suatu
generasi ke generasi lainnya. Sebagai contoh, Pak Parjo adalah seorang tukang becak. Ia hanya
menamatkan pendidikannya hingga Sekolah Dasar, tetapi ia berhasil mendidik anaknya menjadi
seorang pengacara. Contoh itu menunjukan telah terjadi mobilitas vertikal antar generasi.
d. Mobilitas intragenerasi
Mobilitas ini adalah peralihan status sosial yang terjadi dalam satu generasi yang sama.
Mobilitas intragenerasi adalah mobilitas yang terjadi dalam satu kelompok generasi yang sama.
Contohnya adalah gerak sosial yang terjadi pada masa kemerdekaan. Kemerdekaan memberikan
peluang yang besar bagi masyarakat untuk berpindah status.
contoh mobilitas intragenerasi.
Banyak mantan pejuang kemerdekaan yang beralih profesi menjadi pengusaha.
Pemuda angkatan 90-an memiliki kesempatan yang luas untuk mengembngkan iptek
karena hidup di tengah-tengah era globalisasi dan industrialisasi
e. Gerak sosial geografis
Gerak sosial geografis adalah perpindahan individu ataukelompok dari satu daerah ke daerah
lain, misalnya transmigrasi, urbanisasi, dan migrasi.
Contoh gerak sosial geografis adalah sebagai berikut
Banyak warga masyarakat desa yang dulunya petani mengadu nasib si kota-kota besar,
tetapi sekarang menjadi pedagang, sopir, dan pembantu rumah tangga
Banyak warga di sekitar gunung berpi pindah ke daerah pantai karena gunung itu akan
meletus
Referensi :
1) Iwan setiawan,dkk,2018. Buku siswa Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs kelas VIII.
Halaman 85-89. Jakarta:Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rebublik Indonesia.
2) https://www.youtube.com/watch?v=SAovHz5fPoU
3) https://www.gurupendidikan.co.id/mobilitas-sosial/
4) http://haryadi24.blogspot.com/2015/11/bentuk-bentuk-mobilitas-sosial.html
5) https://slideplayer.info/slide/11923456/