MAKALAH PETUNJUK-PETUNJUK TEORI EVOLUSI Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Biologi Disusun oleh : KELOMPOK 3 1. Alexander Rosyad (03) 2. Khalisha Najwa Kamila (19) 3. Khosiyah (20) 4. M. Fahmi Ihsan Maulud (23) 5. Naya Maharani (25) 6. Sevariana (32) XII MIPA 7 SMA NEGERI 1 PALIMANAN Jalan Kyai Haji Agus Salim Nomor 128, Pegagan, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Cirebon 45160 Telepon (0231)8825140
KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan bimbingan dan pertolongannya sehingga dalam penulisan Laporan Praktikum Biologi ini bisa berjalan dengan lancar. Penulisan Makalah Tugas Akhir Biologi ini dimaksudkan kami untuk memenuhi tugas akhir mata pelajaran Biologi Kelas 12 MIPA 7 semester 2 tahun ajaran 2023/2024. Selain itu penulisan Laporan Praktikum Biologi ini dimaksudkan sebagai penambah wawasan pembaca serta sumbang saran kepada pelajar dan masyarakat Indonesia,khususnya pelajar dan masyarakat Desa dalam memahami tentang Petunjuk-petunjuk mengenai Teori Evolusi. Disisi lain, penulis mengajak kepada para pembaca agar dapat memahami dan mendalami masalah topik di atas, sekaligus menerapkan hasil Laporan Praktikum Biologi ini dalam kehidupan sehari-hari. Tidak lupa kami ucapkanterima kasih atas kontribusi berbagai pihak, yaitu: 1. Ibu Ratna selaku Guru Biologi kami 2. Orang tua kami yang telah memberi dorongan, baik secara moril maupun material sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Praktikum Biologi ini 3. Sahabat-sahabat kami yang telah memberi dukungan dan telah membantu pelaksanaan penelitian hingga karya ini selesai 4. Dan semua pihak terkait yang mendukung penyelesaian Makalah Tugas Akhir Biologi ini. Dalam penyusunan Makalah Tugas Akhir Biologi ini, kami menyadari akan segala kekurangannya, untuk itu kritik dan saran dari pembaca sangat diperlukan demi perbaikan Makalah Tugas Akhir Biologi ini. Akhir kata, semoga Makalah Tugas Akhir Biologi ini bermanfaat bagi penulis dan juga teman-teman yang membutuhkan. Cirebon, 28 Februari 2024 Penulis 1
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR............................................................................................................................1 DAFTAR ISI..........................................................................................................................................2 BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................................................3 1.1 Latar Belakang.......................................................................................................................3 1.2 Maksud Dan Tujuan..............................................................................................................3 BAB II PEMBAHASAN........................................................................................................................4 A. PENGERTIAN EVOLUSI ....................................................................................................... 5 B. LATAR BELAKANG CHARLES DARWIN MENEMUKAN PETUNJUK-PETUNJUK TEORI EVOLUSI .....................................................................................................................7 C. PETUNJUK-PETUNJUK TEORI EVOLUSI .....................................................................10 BAB III PENUTUP..............................................................................................................................23 1.1 Saran .....................................................................................................................................23 DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................................24 2
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dari perkembangan pemikiran, sejak lama evolusi menjadi bahasan yang menarik untuk dipelajari. Pemikiran para ilmuan tentang adanya perubahan yang berangsur-angsur menuju ke arah yang sesuai dengan masa dan tempat yang dikenal dengan evolusi menghasilkan teori-teori tentang evolusi. Misalnya teori fixisme berpendapat bahwa setiap jenis makhluk hidup atau species yang sempurna adalah stabil tidak lagi mengalami perubahan, JB.Lamarck berpendapat bahwa suatu organisme berubah sesuai dengan aktivitas ataupun kebiasaan sewaktu masih hidup dan perubahan/ sifat perolehan tersebut diwariskan kepada generasi berikutnya (Anonymous, 2011). Pada masa Darwin evolusi organik (mekanisme evolusi) terjadi karena akibat peristiwa seleksi alam, organisme yang memiliki ciri-ciri yang cocok dengan lingkungan lebih berhasil dalam perjuangan hidup, masa teori genetika (Mendel) berpendapat bahwa menerangkan bahwa persamaan dan variasi diturunkan dan dari mana keanekaragaman timbul. Masa NeoDarwin berpendapat bahwa peristiwa seleksi alam bukanlah sebab utama evolusi organik, tetapi hanya berperan sebagai faktor yang menentukan arah perubahan juga sebagai faktor penuntun, pada masa ini juga menyampaikan bahwa ilmu genetika sangat perlu untuk menerangkan proses evolusi. Sedangkan masa evolusi modern pemikiran terhadap terjadinya evolusi menggunakan pendekatan molekuler, fisiologis, perkembangan maupun pendekatan yang lain yang akan dipikirkan oleh pemikir-pemikir dimasa-masa yang akan datang (Anonymous, 2011). Perkembangan pemikiran atau teori evolusi tersebut diatas diperoleh dari adanya pembuktian secara teoritis yang mendukung pendapatnya, bukti yang disampaikan itu menggunakan beberapa pendekatan dan diperlukan pembuktian lebih lanjut untuk kebenarannya. Petunjuk yang digunakan merupakan fakta yang ada disekitar kita dan mengarah bahwa evolusi memang terjadi (Anonymous, 2011). Makhluk hidup yang berada dimuka bumi ini sangatlah beragam dan berjuta- juta spesiesnya. Beberapa para ahli berpikir bahwa keanekaragaman makhluk hidup tersebut tidak ada hubungannya sama sekali. Hal ini akibat perubahan secara evolusi. Evolusi sendiri merupakan kata umum yang dipakai orang untuk menunjukkan adanya suatu perubahan, perkembangan, atau pertumbuhan secara berangsur-angsur. Perubahan tersebut terjadi dikarenakan pengaruh alam atau rekayasa manusia. Jadi, dapat kita simpulkan bahwa kata evolusi mempunyai arti suatu proses perubahan dan perkembangan secara bertahap atau perlahan-lahan. Dalam pengertian biologi, evolusi berarti perubahan yang progresif artinya suatu perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit dan memakan waktu yang lama dan perubahanya menuju kearah semakin kompleksnya struktur dan fungsi makhluk dan semakin banyak ragam jenis yang ada. Selain itu, evolusi juga bisa mengarah perubahan yang regresif, dimana makhluk hidup cenderung menuju ke arah kepunahan yang terjadi bukan hanya karena semakin mundumya struktur dan fungsi tetapi dapat juga karena perkambangan struktur yang melebihi porsinya (Imamfauzi, 2013). 3
Teori evolusi Darwin melandasi setiap aktivitas mereka. Sebagai ilmuan, mereka berusaha mencari data-data yang dapat mendukung ataupun dapat membuktikan bahwa teori-teori terdahulu itu mungkin saja tidak benar. Bukti-bukti ilmiah tertentu yang lebih dari 100 tahun terakhir mendukung pemikiran Darwin, dan merupakan bagian-bagian khusus dari ilmu biologi. (Imamfauzi, 2013). Teori yang dicetuskan oleh Darwin menimbulkan kegemaran yang luar biasa di dunia barat seabad yang lalu karena teoti tersebut bertentangan sama sekali dengan kisah penciptaan manusia dan alam semesta yang dianut oleh masyarakat pada saat itu (Ferry, 2020). Beberapa prinsip yang digunakan Darwin yang dianggap dapat memberikan petunjuk adanya evolusi antara lain adanya variasi di antara individu-individu dalam satu keturunan, adanya pengaruh penyebaran geografi, ditemukannya fosil-fosil di berbagai lapisan batuan bumi adanya homologi antara organ sistem pada makhluk hidup, adanya data sebagai hasil studi mengenai komparatif perkembangan embrio yang menunjukkan adanya perubahan secara berangsur-angsur (Imamfauzi, 2013). 1.2 Maksud Dan Tujuan Adapun pembuatan makalah ini memiliki sebuah Maksud dan Tujuan sebagai berikut. • Untuk mengetahui Petunjuk-petunjuk mengenai Teori Evolusi • Untuk mengetahui sejarah kehidupan di bumi. • Untuk mengetahui teori-teori yang berkaitan dengan Petunjuk Evolusi 4
BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIAN EVOLUSI Sejarah munculnya teori-teori evolusi sebenarnya baru dimulai pada tahun 1859, diuraikan oleh Darwin dalam bukunya On The Origin Of Spesies By Means Of Natural Selection pada tahun 1859, disusul kemudian dengan The Descent Of Man And Selection In Relation Sex yang terdiri dari dua jilid pada tahun 1871. Jangka waktu dua belas tahun sejak terbitnya The Origin Of Spesies, (Ferry, 2020). Meskipun kebanyakkan ide-ide Darwin kenyataannya telah ada sejak masa lampau. Jadi teori evolusi sendiri merupakan teori yang didasarkan atas fakta-fakta hasil observasi baik dari lingkungan sekitarnya maupun dari peristiwa alam yang sesungguhnya kenyataan bahwa makhluk hidup beraneka ragam dan mengalami perubahan sudah teramati sejak lama, namun hal ini tidak melahirkan konsepkonsep evolusi sebagaimana yang terjadi pada masa Darwin. Yang dimaksud evolusi adalah merupakan ilmu yang mempelajari perubahan yang berangsur-angsur menuju ke arah yang sesuai dengan masa dan tempat. Perubahan itu terjadi pada makhluk hidup dan teori ini terus berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi serta zaman. Sehingga teori evolusi selalu mengalami perkembangan pemikiran (Cambell, 2003). Mayr (dalam Ferry, 2019) menyatakan bahwa "Evolusi adalah salah satu cabang ilmu dalam biologi yang mempelajari perubahan sifat populasi organisme di atas waktu. Dengan kata lain, populasi adalah unit evolusi. Gen, individu, dan spesies juga berperan, tetapi itu adalah perubahan populasi yang menjadi ciri evolusi". Konsep-konsep evolusi seharusnya disajikan secara utuh dan hubungan antar konsep disajikan secara jelas. Faktanya, materi evolusi dipandang bersifat abstrak sehingga sulit untuk dipahami. Konsep evolusi yang satu dengan yang lain disajikan terpisah-pisah. Konsep tidak disajikan dari yang bersifat umum menuju khusus sehingga tidak terbentuk hirarki konsep yang mudah dipahami (Ferry, 2019). Hassan (dalam Ferry, 2020) juga menyatakan bahwa evolusi biologi adalah perubahan dari waktu ke waktu pada satu atau lebih sifat terwariskan yang dijumpai pada popilasi organisme. Evolusi hanya bisa terjadi bila ada variasi sifat yang diwariskan dalam populasi. Sumber utama variasi adalah mutasi, rekombinasi genetic, dan aliran gen (gene flow). Evolusi telah membentuk keanekaragaman makhluk hidup dari nenek moyang yang sama. Kita dapat mendefinisikan evolusi sebagai keturunan dengan memodifikasi, istilah yang digunakan Darwin dalam menjelaskan bahwa dari kejadian yang terjadi di bumi ini, banyak spesies keturunan dari spesies leluhur yang dulu berbeda dari spesies masa kini. Evolusi juga bisa didefinisikan sebagai perubahan komposisi genetic suatu populasi turuntemurun Cambell (dalam Ferry, 2020). Dapat disimpulkan bahwa Evolusi pada makhluk hidup adalah perubahan yang dialami makhluk hidup secara berangsur-angsur dalam waktu yang lama sehingga sehingga terbentuk spesies baru. Kajian yang membahas tentang kejadian makhluk hidup yang bisa beraneka ragam di bumi ini disebut dengan Teori Evolusi 5
B. LATAR BELAKANG CHARLES DARWIN MENEMUKAN PETUNJUK-PETUNJUK EVOLUSI Charles Darwin mampu menemukan petunjuk-petunjuk yang mendukung teori evolusi karena ia sendiri telah melakukan pengamatan yang cermat dan sistematis terhadap keanekaragaman hayati selama perjalanannya dengan kapal HMS Beagle. Selama perjalanannya, ia menyadari bahwa spesies-spesies yang ditemuinya memiliki variasi yang signifikan di antara individuindividunya. Darwin juga mempelajari fosil-fosil yang ditemukan di berbagai tempat, yang menunjukkan bahwa spesies-spesies yang sudah punah memiliki karakteristik yang mirip dengan spesies yang masih hidup saat ini. Ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara spesies-spesies yang ada pada masa lalu dan masa kini. Selain itu, Darwin juga mengamati adanya seleksi alam, di mana individu-individu dengan karakteristik yang lebih cocok untuk bertahan hidup dan berkembang biak memiliki peluang lebih besar untuk bertahan hidup dan mewariskan karakteristik tersebut kepada keturunannya. Ini memungkinkan perubahan bertahap dalam populasi dari generasi ke generasi, yang merupakan salah satu dasar dari teori evolusi Darwin. Dengan menggabungkan pengamatan-pengamatan ini dan hasil penelitian ilmiah lainnya, Darwin kemudian mengembangkan teori evolusi melalui seleksi alam yang diterbitkan dalam bukunya yang terkenal yaitu "On the Origin of Species” 6
C. PETUNJUK-PETUNJUK TEORI EVOLUSI 1. Adanya Variasi Antar Individu Di dunia ini tidak pernah dijumpai dua individu yang identik sama, bahkan anak kembar sekalipun pasti punya suatu perbedaan. Demikian pula individu yang termasuk dalam satu spesies terdapat variasi. Gambar : Variasi Genetik pada Kelompok Kumbang Misalnya adanya variasi atau perbedaan warna, ukuran, berat, kefaalan, kebiasaan dan lain sebagainya. Jadi antar individu dalam satu spesies pun terdapat variasi. Variasi adalah segala macam perbedaan yang terdapat antar individu dalam satu spesies. Hal ini dapat terjadi karena pengaruh berbagai faktor seperti suhu, tanah, makanan, dan habitat (Emayulia, 2014). Variasivariasi satu species dalam perkembangan berikutnya akan menurunkan keturunan yang berbeda. Bila variasi di dalam species itu menghuni daerah yang berbeda, maka dalam perkembangannya akan menghasilkan varian yang berbeda. Proses seleksi terhadap berbagai jenis hewan dan tumbuh-tumbuhan selama bertahun-tahun akan menghasilkan varian yang makin jauh berbeda dengan moyangnya. Pemuliaan berbagai species liar secara berangsur-angsur akan menghasilkan species baru yang menguntungkan manusia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya variasi merupakan petunjuk adanya evolusi yang menuju ke arah terbentuknya speciesspecies baru. 7
2. Pengaruh Penyebaran Geografis Makhluk hidup yang berasal dari satu spesies yang hidup pada satu tempat setelah mengalami penyebaran ke tempat lain sifatnya dapat berubah. Perubahan itu terjadi karena di tempat yang baru makhluk hidup tersebut harus beradaptasi demi kelestariannya. Selanjutnya, adaptasi bertahun-tahun yang dilakukan akan menyebabkan semakin banyaknya penyimpangan sifat bila dibandingkan dengan makhluk hidup semula. Dua tempat yang dipisahkan oleh pegunungan yang tinggi atau samudera yang luas mempunyai flora dan fauna yang berbeda sama sekali. Perbedaan susunan flora dan fauna di kedua tempat itu antara lain disebabkan adanya isolasi geografis. Contohnya adalah mengenai bentuk paruh burung Finch yang ditemukan Darwin di kepulauan Galapagos. Dari pengamatannya tampak burung-burung Finch tersebut memiliki bentuk paruh dan ukuran yang berbeda, dan menunjukkan mempunyai hubungan dengan burung Finch yang ada di Amerika Selatan. Mungkin karena sesuatu hal burung itu bermigrasi ke Galapagos. Mereka menemukan lingkungan yang baru yang berbeda dengan lingkungan hidup moyangnya. Burung itu kemudian berkembangbiak dan keturunannya yang mempunyai sifat sesuai dengan lingkungan akan bertahan hidup, sedang yang tidak akan mati. Karena lingkungan yang berbeda, burung-burung itu menyesuaikan diri dengan jenis makanan yang ada di Galapagos. Akhirnya terbentuklah 14 spesies burung Finch yang berbeda dalam bentuk dan ukuran paruhnya (Ucu, 2012). 3. Analogi dan Homologi Alat Tubuh • Analogi adalah menunjukkan fungsi yang sama, tetapi mempunyai struktur dasar yang berbeda. Misalnya sayap burung dengan sayap serangga mempunyai fungsi yang sama tetapi struktur dasarnya berbeda. Burung mempunyai kerangka tulang sayap sedangkan serangga mempunyai sayap yang tersusun dari lapisan kitin yang keras, tetapi keduanya berfungsi untuk terbang. Anggota gerak depan cecak dan kadal untuk berjalan, sayap burung dan sayap kelelawar untuk terbang, keseluruhan anggota gerak tersebut homolog dengan kaki depan kuda atau tangan manusia. Sayap burung dan sayap kelelawar berbeda dengan sayap serangga maupun sayap kupu-kupu, meskipun fungsinya sama. Hal ini disebabkan karena asal usul organ atau bentuk dasarnya berbeda tetapi berkembang sehingga mempunyai fungsi yang sama. 8
• homologi merupakan merupakan keadaan dimana. Contoh: homologi anggota tubuh bagian depan Vertebrata (humerus, radius, ulna, carpal, metal carpal): manusia, burung. lumba-lumba, gajah). Analogi, secara anatomik organ yang mengemban fungsi yang sama tidak memiliki bentuk dasar yang sama. Contohnya saja analogi antara sayap insekta dengan sayap burung. Lebih jelasnya dapat di lihat pada gambar berikut : 9
4. Persamaan Embrio Embriologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio. Perkembangan embrio menunjukkan adanya kesamaan pada fase-fase perkembangannya. Haeckel (1834-1919) mengemukakan Teori Rekapitulasi yang menyatakan bahwa suatu organisme atau individu dalam perkembangannya (ontogeri) cenderung untuk merekapitulasi tahap-takap perkembangan yang telah dilalui nenek moyannya (filogeni) (Emayulia, 2014) Dalam banyak kasus, sejarah evolusi suatu organisme dapat dilibat terungkap dalam perkembar gannya, dengan embrio menunjukkan karakteristik embrio dari nenek moyangnya, seperti pada gambar dibawah ini. Sebagai contol, di awal perkembangan, embrio manusia memiliki celah insang, seperti ikan, pada tahap berikutnya, setiap embrio manusia memiliki ekor tulang panjang, sisasisa yang dibawa sampai dewasa sebagai tulang ekor di ujung tulang belakang (Ibana, 2019). Janin manusia bahkan memiliki bulu halus (disebut lanugo) selama bulan kelima pembangunan. Embrio tersebut menunjukkan sejarah evolusi dimana embrio dari berbagai kelompok hewan vertebrata menunjukkan fitur mereka semua sebagai awal pembangunan, seperti celah insang (ungu) dan ekor. Pengamatan bahwa organisme yang tampaknya berbeda mungkin menunjukkan bentuk embriologis yang sama memberikan bukti tidak langsung tetapi meyakinkan dari hubungan evolusi masa lalu (Ibana, 2019). Siput dan cumi-cumi laut raksasa, misalnya, tidak memiliki kemiripan superfisial banyak satu sama lain, tetapi kesamaan bentuk embriologis memberikan bukti yang meyakinkan bahwa mereka berdua moluska (Ibana, 2019). 10
5. Alat Tubuh Sisa Pada morfologi beberapa hewan vertebrata dan manusia dapat ditemukan adanya struktur vestigial, yaitu suatu bentuk anatomi yang berkembang dan berfungsi sempurna dan akan tereduksi. Alat-alat tubuh yang tersisa ini dianggap sebagai suatu perjalanan dari evolusi makhluk hidup tersebut.. Struktur vestigial antara lain: a. umbai cacing, tulang ekor, buah dada pada pria; b. sisa-sisa kaki pada ular: c. sisa sayap pada burung yang tidak berfungsi untuk terbang seperti burung pinguin, kasuari, dan burung onta. Alat Tubuh yang Tersisa / Organ Vestigial, Rudimentasi Organ tubuh yang tidak digunakan semakin lama akan semakin menyusut atau mengalami reduksi. Namun, beberapa sisa organ tersebut kadang masih dapat ditemukan. Struktur yang mengalami rudimentasi (mengecil)/ reduksi tersebut disebut organ vestigial. Struktur vestigial pada mulanya adalah struktur yang memiliki fungsi penting pada nenek moyang tetapi tidak selamanya digunakan. Alat-alat tubuh yang tersisa tersebut dianggap sebagai bukti adanya proses evolusi. Contoh: 1. Pada manusia terdapat apendiks (usus buntu) yang merupakan sisa- sisa rudimenter sebagaian usus besar yang benar-benar buntu, selaput mata pada sudut mata sebelah dalam, tulang ekor, gigi taring yang runcing. 2. Rangka ular dari beberapa jenis memiliki organ vestigial yang berupa tulang pelvis dan kaki yang diduga berasal dari nenek moyang. 3. Bukti Alat Tubuh yang Tersisa Alat tubuh yang tersisa merupakan alat tubuh yang sudah tidak berfungsi lagi, biasanya mengalamai penyusutan ukuran. Alat tubuh yang tersisa dianggap sebagai bukti bahwa makhluk hidup telah berevolusi. Asumsi yang digunakan adalah pada mulanya organ-organ tubuh tersebut berukuran lebih besar dan mempunyai fungsi tertentu. Terjadinya perubahan fungsi organ menyebabkan perubahan pada organ-organ tertentu sehingga menjadi tidak berfungsi kembali seperti semula dan ukurannya mengecil. Organ-organ yang tersisa dapat ditemukan pada manusia, antara lain umbai cacing, tulang ekor, rambut pada dada, otot penggerak telinga, selaput mata pada sudut mata bagian dalam, buah dada pada laki-laki, dan gigi taring. 11
6. Kemiripan Biokimia Pada petunjuk biokimia ini itu tujuanya untuk menegetes atau menguji jauh atau dekatnya hubungan kekerabatan antara organisme satu dengan yang lainya. Yaitu dapat di uji dengan biokimia atau biasa disebut (uji prespitin) seperti pada gambar di bawah ini : 7. Domestikasi Domestikasi bisa disebut sebagai bentuk evolusi akibat proses adaptasi dari lingkungan liar ke lingkup kehidupan sehari-hari manusia. Merupakan usaha manusia untuk mengubah atau menjadikan hewan dan tumbuhan liar menjadi hewan peliharaan dan tumbuhan budidaya. Dengan begitu, manusia telah menciptakan bentuk-bentuk baru yang sangat berbeda dari moyangnya. - Contoh dari domestikasi = keanekaragaman anjing Mulanya, moyang anjing adalah sama namun dengan cara perkawinan selektif yang dilakukan oleh manusia telah menghasilkan banyak macam anjing didunia. 12
BAB III PENUTUP 1.1 Saran Bahwa mahluk hidup berasal dari mahluk hidup sebelumnya. Maka saran kami bagi para pambaca, agar terus berpikir secara kritis tentang asal-usul kehidupan. Dan untuk para ilmuan, agar terus melakukan penelitian-penalitian yang mengupas habis tentang asal-usul kehidupan di muka bumi ini. 13
DAFTAR PUSTAKA Arbi, Ucu Yanu. 2012. Sejarah dan Bukti Evolusi Pada Gastropoda. ISSN 0216-1877. Oseana XXXVII (2): 45 Anonymous. 2011. Petunjuk Pendukung Terjadinya Evolusi. (Online). http://idkf.bogor.net/ SMA/Biologi/Evolusi/Materi01.html (Diakses tanggal 13 Juni 2020). Campbell, Neli A. 2003. Biologi Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta: Erlangga. Ferry, D. (2019). Peningkatan Hasil Belajar dan Kretifan Mahasiswa Melalui Strategi Pembelajaran Peta Konsep Pada Mata Kuliah Evolusi. Journal On Education. 1(4): 810. Ferry.D., Santosa, T., & Kamil,D. 2020. PENGETAHUAN MAHASISWA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KERINCI TENTANG TEORI ASAL USUL MANUSIA. Bioduca: Journal Of Biologi, Ediucation,1(1): 12. Ibana.L.. Dwijayanti, RS. 2019. Pengaruh Mengajarkan Nature Of Science (NOS) Terhadap Penerimaan dan Pemahaman Konsep Evolusi Manusia Universitas Islam Madura. Jurnal Pendidikan Biologi, 11(1): 23. Jannah, U.D.A & Setiadi, A.E. 2018. Miskon Epsi Siswa Pada Materi Evolusi Kelas XII IPA Madrasah Aliyah Di Kabupaten Kuburaya. Jurnal Bioducation,1(1): 8-10 14