The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

7000103986_Rika Dwi Anggreini_UTS Assesmen fix pol

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by anggreinirika28, 2023-02-02 08:17:11

Modul Ajar

7000103986_Rika Dwi Anggreini_UTS Assesmen fix pol

UTS PRINSIP PENGAJARAN DAN ASSESMEN 1 Dosen Pengampu : Dhiah Fitrayati, S.Pd., M.E. Oleh: Rika Dwi Anggreini 7000103986 PENDIDKAN ILMU EKONOMI PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN LEMBAGA PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN DAN PENJAMINAN MUTUUNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2023


LEMBAR OBSERVASI MODUL AJAR Nama Mahasiswa PPG : Rika Dwi Anggreini NIM : 7000103986 Prodi/Bidang Studi : Pendidikan Ekonomi Penyusun Modul ajar/RPP : Cecep Suhendar, M.Pd. Mata Pelajaran : Ekonomi Kelas : X Capaian Pembelajaran/KD : * ) Modul ajar atau RPP yang disusun oleh Guru Pamong. Prinsip Aspek Observasi Catatan Kelengkapan komponen minimum Apakah sudah ada tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan asesmen pembelajaran yang jelas? Sudah ada tujuan pembelajaran, langkahlangkah pembelajaran jelas, dan beberapa asesmen Esensial dan bermakna Kejelasan perumusan tujuan pembelajaran memenuhi kriteria SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time) (tidak menimbulkan penafsiran ganda dan mengandung perilaku hasil belajar) Kompetensi awal dan tujuan pembelajaran kurang relevan Tujuan Apakah modul ajar memuat tujuan pembelajaran yang sesuai selaras dengan CP yang dituju? Tujuan pembelajaran sesuai selaras dengan CP yang dituju Apakah konsep utama yang akan dipelajari, pengetahuan inti, keterampilan, dan sikap yang akan dipelajari tertera secara jelas? konsep utama yang akan dipelajari, pengetahuan inti, keterampilan, dan sikap yang akan dipelajari tertera secara jelas Apakah konten yang dipelajari sudah bebas dari muatan SARA pornografi, pornoaksi, dan provokasi. Konten sudah bebas dari muatan SARA pornografi, pornoaksi, dan provokasi Apakah terdapat pertanyaan bermakna dan pertanyaan pemantik yang menyasar konsep inti? Ada, akan tetapi guru perlu mengembangkan pertanyaan pematik tersebut dan tidak langsung to the point


Kegiatan Apakah alur kegiatan disusun secara runtut, sistematis, sesuai dengan alokasi waktu? alur kegiatan sudah runtut, sistematis, sesuai dengan alokasi waktu Apakah rangkaian kegiatan berorientasi pada penguatan kompetensi dan kemampuan berpikir area tinggi? Iya, kegiatan berorientasi pada penguatan kompetensi dan kemampuan berpikir area tinggi Apakah modul ajar menyertakan berbagai kegiatan (termasuk remedial dan pengayaan) yang berpusat pada siswa/ menjadikan siswa peserta aktif? Sudah menyertakan remedial dan pengayaan Asesmen Apakah ada asesmen awal pembelajaran beserta cara penilaiannya untuk mengecek kesiapan siswa? Pada modul ajar belum ditampilkan asesmen diagnostik. Hal ini dikarenakan materi yang digunakan tidak terletak pada awal pembelajaran. Apakah asesmen yang termuat secara jelas mengukur ketercapaian Tujuan Pembelajaran? Assesmen yang digunakan kurang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Soal yang termuat di dalamnya masih kurang jelas. Apakah bentuk asesmen memberikan umpan balik pada proses belajar siswa? Iya. Asesmen memberikan umpan balik pada proses belajar siswa Apakah kriteria untuk mengukur ketercapaian Tujuan Pembelajaran tertera secara jelas? kriteria untuk mengukur ketercapaian Tujuan Pembelajaran belum tertera secara jelas Berkesinambungan Apakah urutan pembelajaran sistematis dan logis? Urutan pembelajaran sudah sistematis dan logis Apakah terdapat pertanyaan kunci yang membantu guru dan siswa untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran di kelas? Terdapat kegiatan refleksi pembelajaran, namun soal/pertanyaan belum ditampilkan secara langsung pada modul Apakah asesmen yang tertera di modul ajar selaras dengan kegiatan pembelajaran? Assesmen sudah selaras dengan kegiatan pembelajaran Kontekstual Apakah modul ajar memuat alternatif kegiatan untuk diimplementasikan pada lingkungan Modul ajar memungkinkan


sekolah yang berbeda? diimplementasikan pada lingkungan sekolah yang berbeda dengan catatan sekolah tersebut memiliki sarana prasarana dan kondisi siswa sama Apakah modul ajar dapat mengakomodir siswa dengan kebutuhan yang berbeda? Iya, modul ajar dapat mengakomodir siswa dengan kebutuhan yang berbeda melalui media pembelajaran yang digunakan oleh guru yaitu berupa video, power point, dan buku Apakah modul ajar memuat kearifan lokal daerah setempat? Modul ajar belum memuat kearifan lokal daerah setempat Sederhana Apakah modul ajar menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami? Iya. Modul ajar menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami Apakah bahasa/istilah yang digunakan mudah dipahami? Bahasa/istilah yang digunakan mudah dipahami Komponen pendukung Apakah pemilihan sumber/media pembelajaran sesuai dengan tujuan, materi, dan karakteristik peserta didik? Iya. Media dan sumber belajar terdapat beberapa macam, sehingga mampu menyesuaikan dengan tujuan, materi, dan berbagai karakteristik peserta didik Apakah ada kegiatan remedial atau pengayaan? Sudah terdapat kegiatan remedial atau pengayaan yaitu mengerjakan soal Pengayaan yang ada di QR Code Refleksi dari buku IPS Ekonomi SMA/MA Kelas X. Tetapi belum ada rubrik remidial dan pengayaan. Apakah ada daftar pustaka? Sudah terdapat daftar pustaka yang ditampilkan di halaman terakhir modul ajar


Kesimpulan: Secara umum modul ajar sudah baik dan memenuhi kriteria. Akan tetapi terdapat beberapa catatan yang perlu diperbaiki. Mengetahui, Dosen Pembimbing Lapangan Guru Pamong ……..…….., ……..……..……..…….. ……..……..……..……..……..…….. ……..…….., ……..……..……..…….. ……..……..……..……..……..……..


MODUL AJAR EKONOMI KELAS X SISTEM PEMBAYARAN DISUSUN OLEH CECEP SUHENDAR, S.M. SMA MUHAMMADIYAH PAMIJAHAN TAHUN PELAJARAN 2022/2023


INFORMASI UMUM 1. IDENTITAS MODUL a. Satuan Pendidikan : SMA Muhammadiyah Pamijahan b. Mata Pelajaran : Ekonomi c. Fase : E d. Kelas/Semester : X/Ganjil e. Alokasi Waktu : 2 JP (2 x45 Menit) f. Konten/Lingkup Materi : Sistem Pembayaran 2. KOMPETENSI AWAL Sebelum memulai kegiatan pembelajaran dalam modul ini, peserta didik memahami informasi terkait Bank Indonesia selaku bank sentral dalam sistem pembayaran. 3. PROFIL PELAJAR PANCASILA Penerapan Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran terdiri dari: a. Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berahlak Mulia (dimensi), akhlak beragama (elemen) b. Berkebinekaan Global (dimensi), berkeadilan sosial (elemen), berpartisipasi dalam pengambilan keputusan c. Bernalar Kritis (dimensi), memperoleh dan memproses informasi dan gagasan (elemen), mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan (sub elemen) d. Mandiri (dimensi), regulasi diri (elemen), menunjukkan insiatif dan bekerja secara mandiri (sub elemen) e. Bergotong royong (dimensi), kolaborasi (elemen), kerja sama dan komunikasi untuk mencapai tujuan bersama f. Kreatif (dimensi), menghasilkan gagasan yang orisinil (elemen) 4. SARANA DAN PRASARANA a. Laptop b. HP c. LCD/proyektor d. Jaringan internet e. Berbagai contoh kasus yang terkait materi f. Modul ajar


g. Buku IPS Kelas X IKM Penerbit Bumi Aksara h. Agenda guru dan alat tulis 5. TARGET PESERTA DIDIK Keseluruhan peserta didik mendapatkan pelayanan pendidikan dan pembelajaran a. Peserta didik regular b. Peserta didik dengan kesulitan belajar c. Peserta didik berkecapaian tinggi d. Peserta didik yang memiliki kreativitas/potensi diri 6. MODEL PEMBELAJARAN Problem Based Learning ( PBL ) 7. MATERI a. Pengertian sistem pembayaran b. Peran bank Indonesia dalam sistem pembayaran c. Penyelenggaraan sistem pembayaran oleh Bank Indonesia KOMPONEN INTI 1. TUJUAN PEMBELAJARAN Mendeskripsikan dan menyajikan sistem pembayaran dalam perekonomian Indonesia dengan sistematis dan tepat 2. PEMAHAMAN BERMAKNA a. Peserta didik setelah mengikuti pembelajaran ini bisa menerapkan kegiatan berkaitan dengan sistem pembayaran dalamkehidupan sehari-hari b. Meningkatkan kemampuan peserta didik tentang sistem pembayaran dalam perekonomian di Indonesia 3. PERTANYAAN PEMANTIK a. Apakah kalian pernah membeli barang menggunakan metode COD (Cash On Delivery)? b. Apakah diantara kalian ada yang pernah melewati jalan tol? Ketika melakukan pembayaran di pintu tol, kalian menggunakan apa? c. Apakah diantara kalian ada yang tahu siapa pihak yang bertugas untuk mencetak rupiah? d. Bagaimana menurut pendapat kalian tentang sistem pembayaran dalam perekonomian di Indonesia?


4. Kegiatan Pembelajaran Aktivitas Awal (15 menit) a. Guru membuka kegiatan dengan salam pembuka, berdoa, menyanyikan lagu Indonesia Raya memeriksa kehadiran, memeriksa kesiapan peserta didik, mengajukan pertanyaan, dan memotivasi peserta didik. b. Guru menjelaskan capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, teknik assesment, pembagian kelompok, menjelaskan mekanisme langkah-langkah kegiatan pembelajaran. Aktivitas Inti (60 Menit) a. Orientasi Siswa pada Masalah 1) Guru mengajak peserta didik untuk mengamati artikel (sebagai salah satu sumber belajar) mengenai sistem pembayaran yang pernah atau sedang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Guru dapat meminta peserta didik untuk mencari sumber belajar tersebut di website atau media sosial atau guru dapat langsung memberikan langsung sumber belajar tersebut dalam rangka membangun pembelajaran yang kontekstual. Contohnya adalah artikel dari sumber berikut ini. https://m.antaranews.com/amp/berita/3364275?bi-akselerasi-diditalisasisistem-pembayaran 2) Guru mengajukan pertanyaan dan mengidentifikasi masalah Bagaimana informasi yang tersaji dalam artikel tersebut? Apa latar belakang yang menyebabkan terjadinya kejadian tersebut? Berdasarkan indentifikasi masalah tersebut, apa yang dimaksud dengan sistempembayaran menurut peserta didik? b. Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mencari data/bahan/alat yang diperlukanuntuk menyelesaikan masalah c. Membimbing penyelidikan kelompok 1) Peserta didik secara berkelompok melakukan kegiatan mengumpulkan data dengan cara menggali data atau informasi dari berbagai sumber lainnya yang terpercaya 2) Peserta didik mengolah data atau informasi dari hasil pengamatan dan pengumpulan dengan cara sharing atau berdiskusi dalam kelompok.


3) Peserta didik menyusun data dan informasi yang diperoleh, menafsirkan, menganalisis,dan menilai relevansi informasi yang ditemukan. d. Mengembangkan dan menyajikan hasil Peserta didik memverifikasi untuk pembuktian hasil dari sumber literasi dengan memperdalam atau memperluas wawasan guna merencanakan dan mengembangkan ide untuk solusi. e. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 1) Peserta didik melakukan aksi nyata, masing-masing perwakilan kelompok diminta berdiridan menyampaikan hasil analisis mereka dengan bahasa yang singkat, padat, dan jelas (beri batasan waktu). 2) Guru bersama peserta didik menyimpulkan konsep secara klasikal. 3) Guru memberikan uji kompetensi lisan/tertulis. Aktivitas Akhir (15 Menit) a. Guru meminta peserta didik untuk membuat resume hal-hal penting yang peserta didik temukan terkait sistem pembayaran dalam perekonomian Indonesia. b. Guru menyampaikan bahwa topik yang telah dibahas hari ini sangat berhubungan dengan topik yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya. c. Pembelajaran diakhiri dengan doa 5. Asesmen a. Sikap : Observasi b. Pengetahuan : Tertulis (Pilihan Ganda dengan Mengunakan Aplikasi Quizizz) https://quizizz.com/quiz/creator/63db3116bb939b001dc82bfe/editor/63db3116bb 939b001dc82bff c. Keterampilan : Pengerjaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan presentasi 6. Remedial dan Pengayaan a. Pengayaan Peserta didik yang membutuhkan pengayaan diminta untuk mengerjakan soal Pengayaan yang ada di QR Code Refleksi dari buku IPS Ekonomi SMA/MA Kelas X dari PenerbitBumi Aksara halaman 164 b. Remedial Peserta didik yang membutuhkan remedial diminta untuk membaca kembali danmengerjakan Soal Remedial yang ada di QR Code Refleksi dari buku IPS


Ekonomi SMA/MA Kelas X dari Penerbit Bumi Aksara halaman 263 7. Refleksi Peserta Didik dan Guru a. Guru meberikan berefleksi kegiatan pembelajaran yang sudah dilaksnakan diantaranya guru mengulas kembali materi belajar yang telah dipelajari sebelumnya b. Guru memberi pertanyaan secara langsung kepada peserta didik untuk memintapendapat peserta didik tekait dengan pembelajaran. Mengetahui Pamijahan, 1 Juli 2022 Kepala SMA Muhammadiyah Pamijahan Guru Mata Pelajaran BELLA S FIKA, S.Pd CECEP SUHENDAR, S.M NUPTK. 9846768669230032 NUPTK. 4960770671130142


KOMPONEN LAMPIRAN Lampiran 1 Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Perhatikan gambar berikut dengan saksama Transaksi dengan menggunakan sistem pembayaran e-money semakin digemari oleh masyarakat, khususnya di kota-kota besar. Kepraktisan dan keamanan menjadi alasan utama penggunaan transaksi e-money. Anda tidak perlu repot membawa uang tunai dalam jumlah besar di dalam dompet juga tidak perlu mencari atm untuk mengambil uang tunai. Masyarakat harus terus mengupdate informasi seputar e-money, agar mampu megikuti perkembangan yang terjadi. Berdasarkan gambar dan narasi di atas diskusikanlah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di bawah ini kemudian presentasikan di depan kelas! 1. Selain alasan praktis dan aman, sebutkan hal lain yang menjadi alasan masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran e-money? 2. Jelaskan manfaaat yang dirasakan oleh masyarakat dengan hadirnya e-money dari segi konsumen, produsen barang/jasa maupun lembaga penyedia jasa keuangan non tunai! 3. Deskripsikan peran Bank Indonesia dalam penyelenggaraan sistem pembayaran non tunai melalui e-money dalam perekonomian Indonesia! 4. Analisislah dampak positif dan negatif sistem pembayaran menggunakan e-money dalam perekonomian di Indonesia!


Rubrik Penilaian Keterampilan Aspek Yang Dinilai Penilaian 1 2 3 Sistematika Penyampaian Penyampaian tidak sistematis Sistematika penyampaian sedang Sistematika penyampaian baik Penguasaan Materi Tidak menguasai materi Penguasaan materi sedang Penguasaan materi baik Keberanian Keberanian kurang Keberanian sedang Keberanian luas Argumen/Mempertahankan Pendapat Tidak ada kemampuan berargumen/mempertahanka n pendapat Kemampuan berargumen/mempertaha nkan pendapat sedang Kemampuan berargumen/mempertah ankan pendapat baik Kerja sama Tidak ada kerja sama Kerja sama sedang Kerja sama baik Percaya Diri Kurang percaya diri Percaya diri sedang Percaya diri baik Pedoman Penilaian Nilai = (Skor yang dicapai / 18) x 100


Lampiran 2 Materi Bahan Ajar A. Pengertian Sistem Pembyaran Salah satu tugas bank sentral adalah mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Tahukah Anda apa itu sistem pembayaran? Sistem pembayaran adalah sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga dan mekanisme yang digunakan untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi. Kelancaran sistem pembayaran dalam suatu perekonomian akan mendukung pelaksanaan kebijakan moneter yang ditetapkan Bank Indonesia. Berdasarkan alat yang digunakan dalam sistem pembayaran, secara umum alat pembayaran dapat terbagi atas: 1. Alat pembayaran tunai, yaitu pembayaran yang menggunakan uang kartal/uang tunai yang meliputi Uang Kertas (UK) dan Uang Logam (UL). 2. Alat pembayaran nontunai, yaitu pembayaran yang menggunakan berbagai media atau instrumen selain uang tunai, seperti kartu kredit, ATM, kartu debet, dan uang elektronik. B. Peran Bank Indonesia dalam Sistem Pembayaran Dalam rangka mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran sebagaimana diamanahkan oleh Undang-Undang Bank Indonesia bahwa Bank Indonesia berwenang untuk menetapkan kebijakan, mengatur, melaksanakan, memberi persetujuan, perizinan dan pengawasan atas penyelenggaraan jasa sistem pembayaran. Untuk lebih jelasnya perhatikan bagan berikut ini: Berdasarkan bagan di atas, dapat diketahui bahwa terdapat lima peranan Bank Indonesia dalam sistem pembayaran yaknisebagai berikut: a. Regulator


Bank Indonesia berperan dalam membuat peraturan-peraturan yang mendukung kelancaran sistem pembayaran. Contohnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 14/23/PBI/2012 tentang Transfer Dana dan Surat Edaran (SE) Nomor 15/23/DASP tanggal 27 Juni 2013 tentang Penyelenggaraan Transfer Dana yang diantaranya menegaskan bahwa penyelenggaraan transfer dana harus Badan HukumIndonesia. b. Perizinan Bank Indonesia berperan dalam memberikan izin terhadap pihakpihak yang terlibat dalam pelaksanaan sistem pembayaran. Seperti izin terhadap lembaga yang akan melakukan kegiatan transfer dana, Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), dan uang elektronik. c. Pengawasan Agar kegiatan pembayaran berjalan dengan baik, maka Bank Indonesia perlu melakukan pengawasan. Kegiatan pengawasan dilakukan terhadap proses pembayaran maupun terhadap aktivitas para pelaku yang terlibat dalam sistem pembayaran. Dalam menjalankan fungsi pengawasan sistem pembayaran, Bank Indonesia berwenang melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan sistem pembayaran, melalui kegiatan monitoring (pemantauan) penilaian dan melakukan upaya yang mendorong penyelenggaraan Sistem Pembayaran ke arah yang lebih baik. d. Operator Bank Indonesia menyediakan layanan sistem pembayaran yakni Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia, mulai 31 Mei 2013 batas nilai nominal transfer kredit yang dapat dikliringkan melalui kliring kredit dalam penyelenggaraan SKNBI mengalami peningkatan menjadi maksimal Rp500.000.000,00 Adapun untuk Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS), BI menyediakan layanan sarana penatausahaan dan setelmen surat berharga. e. Fasilitator Agar penyelenggaraan sistem pembayaran semakin aman dan efisien, maka Bank Indonesia memfasilitasi pengembangan sistem pembayaran oleh industri yang bergerak dalam bidang jasa keuangan. Selain melaksanakan peran sebagaimana digambarkan dalam bagan di atas, Bank Indonesia juga melakukan transaksitransaksi seperti operasi pasar terbuka, menyelesaikan tagihan-tagihan, serta transaksi yang terkait dengan rekening Pemerintah dan


lembaga keuangan internasional yang ada di Bank Indonesia. Bank Indonesia juga berperan sebagai pengguna dan sebagai anggota sistem pembayaran. C. Penyelenggaraan Sistem Pembayaran oleh Bank Indonesia Penyelenggaraan sistem pembayaran nontunai oleh Bank Indonesia dilakukan dengan dua cara, yakni; Pertama, transaksi yang bernilai besar (high value) diselenggarakan dengan menggunakan perangkat Bank Indonesia Real Times Gross Settlement (BIRTGS) dan Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System(BI-SSSS); Kedua, transaksi yang bernilai kecil (retail value) diselenggarakan dengan menggunakan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Untuk lebih jelasnya perhatikan bagan berikut: Berdasarkan bagan di atas, dapat diketahui bahwa penyelenggaraan transaksi oleh Bank Indonesia terdiri atas BI-RTGS, BI-SSSS dan SKNBI. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut: a. Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) Transaksi pembayaran bernilai besar merupakan urat nadi sistem pembayaran suatu negara. Berjalannya kegiatan pasar uang dan pasar modal yang aman dan efisien bergantung kepada kelancaran sistem pembayaran yang bernilai besar. Sistem pembayaran bernilai besar yang digunakan oleh banyak negara termasuk Indonesia adalah Real Time Gross Settlement (RTGS). Sistem BI-RTGS adalah suatu sistem transfer dana elektronik antar pesertadalam mata uang rupiah yang penyelesaiannya dilakukan secara seketika per transaksi. Sistem BI-RTGS pertama kali digunakan pada tanggal 17 November 2000. Sistem BIRTGS mampu menjadi sumber informasi yang sangat bermanfaat, baik dalam rangka pengawasan bank maupun pelaksanaan kebijakan moneter. Pengembangan


sistem BI-RTGS antara lain bertujuan: 1) Menyediakan sarana transfer dana antarbank yang lebih cepat, efisien, andal, dan aman kepada bank dan nasabahnya. 2) Memberikan kepastian setelmen dan penatausahaan dapat diperoleh dengan segera. 3) Menyediakan informasi rekening bank secara real time dan menyeluruh. 4) Meningkatkan disiplin dan profesionalisme bank dalammengelola likuiditasnya. 5) Mengurangi risiko-risiko setelmen dan penatausahaan. Tersedianya sistem BI-RTGS dapat mendorong bank untuk menjalankan manajemen likuiditas secara lebih baik. Dengan sistem setelmen/penatausahaan yang didasarkan pada kecukupan saldo rekening bank di Bank Indonesia, risiko kemungkinan kegagalan salah satu bank dalam memenuhi kewajibannya yang jatuh tempo dapat dihindari, sehingga tidak menimbulkan dampak sistemik terhadap bank lainnya. Dampak sistemik terjadi jika permasalahan yang terjadi dalam suatu bank mengakibatkan dampak buruk bagi bank lain yang memiliki keterkaitan usaha dengan bank tersebut. Contohnya jika bank X mengalami kepailitan usaha, maka bank Y, bank N, bank M dan bank- bank lainnya terhambat likuiditasnya sehubungan aktivitas usahanya memiliki keterkaitan dengan aktivitas usaha bank X yang mengalami masalah. Penyelenggara sistem BI-RTGS adalah Kantor Pusat Bank Indonesia (KPBI). Penyelenggara bertugas melakukan pengendalian sistem terhadap semua aktivitas kegiatan transfer dana yang dilakukan peserta, sedangkan peserta sistem BI-RTGS adalah seluruh bank umum di Indonesia. Lembagalembaga selain bank yang memiliki rekening giro di Bank Indonesia dapat menjadi peserta sistem BI-RTGS dengan persetujuan Bank Indonesia, untuk memperlancar sistem pembayaran nasional. Kantor Pusat Bank Indonesia dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri secara otomatis menjadi peserta sistem BI- RTGS. Secara sederhana, alur penyelenggaraan transaksi nontunai melalui BI-RTGS dapat dilihat dalam bagan 3 berikut:


BI-RTGS dapat membantu untuk melakukan cek saldo kecukupan pengirim. Jika cukup, dana langsung dipindahkan dari rekening peserta pengirim ke rekening peserta penerima. Jika tidak cukup, transaksi akan ditempatkan pada antrian dan tidak diproses sampai dananya mencukupi. b. Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System(BI-SSSS) Selain sistem BI-RTGS, Bank Indonesia memiliki sebuah sarana khusus untuk mencatat dan menatausahakan transaksi surat berharga secara elektronik yang dikenal dengan Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS). BISSSS adalah sarana transaksi Bank Indonesia untuk setelmen dan penatausahaan surat berharga secara elektronik yang terhubung langsung antara peserta, penyelenggara, dan sistem BI-RTGS. c. Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) Jika sistem pembayaran yang bernilai besar merupakan urat nadi sistem pembayaran, sistem pembayaran yang bernilai kecil diibaratkan sebagai jaringan pembuluh darah yang menghubungkan seluruh perekonomian suatu negara. Sistem kliring adalah pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antar peserta kliring, baik atas nama peserta maupun atas nama nasabah peserta, yang perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu. Transaksi kliring yangdapatdilakukan meliputi: 1) Transfer debet (menggunakan cek, bilyet giro, atau warkat debet lainnya). 2) Transfer kredit (mengisi formulir isian yang disediakan oleh bank) yang kemudian akan dikirim oleh bank melalui data keuangan elektronik yang disediakan dalam SKNBI.


Lampiran 3 Media Pembelajaran 1. Video pembelajaran Sistem pembayaran dalam perekonomian Indonesia yang bersumber dari youtube https://www.youtube.com/watch?v=5_-YIqy62Zg 2. Quiziz (evaluasi) : https://quizizz.com/quiz/creator/63db3116bb939b001dc82bfe/editor/63db3116bb939b00 1dc82bff 3. Media pembelajaran dengan PPT


Lampiran 4 Penilaian A. Penilaian Sikap Indikator Sikap Sosial : 1. Tanggung Jawab 2. Jujur 3. Peduli 4. Kerja Sama 5. Sopan Santun 6. Percaya Diri 7. Disiplin Kriteria Penilaian Kurang (K) : Tidak pernah melakukan sikap sesuai indikator Cukup (C) : Kadang-kadang/jarang melakukan sikap sesuai indikator Baik (B) : Sering melakukan sikap sesuai indikator Sangat Baik (SB): Selalu melakukan sikap sesuai indikator


B. Penilaian Pengetahuan Bentuk penilaian : Tes tulis ( pilihan ganda pada Quizizz) Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1. Alat pembayaran: (1) Uang kertas (2) Kartu ATM (3) Uang logam (4) Cek (5) Kartu elektronik (6) Kartu kredit Yang merupakan alat pembayaran non tunai adalah: A. (1), (2), dan (3) B. (2), (3), dan (4) C. (2), (5), dan (6) D. (3), (4), dan (5) E. (4), (5), dan (6) 2. Perhatikan cuplikan wacana dari Republika berikut ini: Bank Indonesia meminta dompet digital milik asing wajib tunduk pada aturan Indonesia. Hal ini menjawab munculnya rumor dompet digital seperti Whatsapp Pay yang ingin masuk ke Indonesia. Dari wacana tersebut tampak peran BI sebagai: A. Regulator B. Perizinan C. Pengawasan D. Operator E. Fasilitator 3. Perhatikan cuplikan wacana dari Republika berikut ini: Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meminta setiap perusahaan perniagaan daring (e-commerce) untuk mematuhi kewajiban perizinan dari Bank Indonesia sehingga memperoleh legalitas untuk menerbitkan uang elektronik sebagai alat pembayaran. Dari wacana tersebut tampak peran BI sebagai: A. Regulator B. Perizinan


C. Pengawasan D. Operator E. Fasilitator 4. Perhatikan cuplikan wacana dari Republika berikut ini: Bank Indonesia masih memproses perizinan akuisisi perusahaan layanan transportasi daring GoJek terhadap dua perusahaan teknologi finansial (tekfin), yakni Kartuku dan Midtrans. Proses perizinan tersebut meliputi, Kartuku dan Midtrans untuk menjadi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), serta proses akuisisi GoJek terhadap dua perusahaan tersebut. Dari wacana tersebut tampak peran BI dalam hal: A. Regulator B. Perizinan C. Pengawasan D. Operator E. Fasilitator 5. Perhatikan cuplikan wacana dari Republika berikut ini: Meski terpisah dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pihak Bank Indonesia (BI) masih bertindak mengawasi pembayaran uang elektronik atau e-money. Performa dari sistem pembayaran akan dipantau. Salah satunya dalam proses isi ulang atau top up. Dari wacana tersebut tampak peran BI dalam hal: A. Regulator B. Perizinan C. Pengawasan D. Operator E. Fasilitator Pedoman Penilaian Pengetahuan Nilai = (Jumlah benar / jumlah soal) x 100


C. Penilaian Keterampilan Kompetensi yang dinilai : Penilaian Tentang Sikap Ilmiah Tehnik Penilaian : Observasi Kelas/Semester : X /Ganjil Petunjuk Penilaian : 1. Berilah tanda √ pada kolom yang tersedia dengan ketentuan skor 4 (Sangat Baik/SB) jika memenuhi 4 kriteria, skor 3 (Baik/B) jika memenuhi 3 kriteria, skor 2 (Cukup/C) jika memenuhi 2 kriteria, skor 1 (Kurang/D) jika memenuhi 1 kriteria. 2. Kriteria sikap ilmiah meliputi: a. Melaporkan atau menyampaikan pendapat sesuai dengan apa yang diamati b. Menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas c. Menerima pendapat orang lain d. Mengambil bagian dalam kerja kelompok No Absen Nama Siswa Hasil Penilaian Sikap Ilmiah 1 2 3 4 1 Adinti Syanova Fridasari 2 Andara Nurul Azmi 3 Anisa Puri Habsari 4 Auliani Safana Azzahra 5 Dede Maulida Zahra 6 Dede Sofi 7 Dini Ramadani 8 Fani Kurniawan 9 Firda Rodiatul Falaq 10 Intan Nuraeni Putri 11 Jamaludin 12 Jili Cahya Ariansyah 13 Muhammad Alim Heriyanto 14 Neng Fitroh Fauziah 15 Ovi Andaresta 16 Raya Nurfauziah 17 Rikha Muhtar Ramadhani


18 Rizki ramdan 19 Sindi Alya Sari 20 Siti fatimah 21 Siti Nurjamilah 22 Sri Devi 23 Sri Nurcahya Ratna Ningsih 24 Zakiah Putri Salehah


Glosarium Uang Suatu barang yang merupakan alat tukar dandapat dijadikan sebagai alat pembayaran. Bank Lembaga keuangan yang berfungsi menghimpun dan menyalurkan danamasyarakat Kliring Bentuk penyelesaian transaksi dan juga pembukuan dengan cara memindahkan sejumlah saldo kepada puhak yang berhak menerimanya. Likuiditas Kemampuan bank untuk memenuhi kemungkinan ditariknya deposito atau simpanan oleh deposan atau penitip dana ataupun memenuhi kebutuhan masyarakat berupa kredit


Daftar Pustaka Alam S. 2022. IPS Ekonomi Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga Case, Karl E.and ray C. Fair.2007 Prinsip-prinsip ekonomi, edisi kedelapan.ditejemahkanoleh:Y.Andri Zaeimur. Jakarta: Erlangga Kepmendikbudristek No. 56 Tahun 2022. Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran (Kurikulum Merdeka) sebagaipenyempurna kurikulum sebelumnya. Jakarta : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi s Permendikbudristek No. 7 Tahun 2022. Standar Isi Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah 2022. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi


Click to View FlipBook Version