BIBLIOGRAFI
BERANOTASI
ARTIKEL MINANGKABAU SUMBER INTERNET
OLEH: MATRILINEAL
VIONA YOLANDA
Prodi Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan
21026083
ADAIK BASANDI SYARAK,
SYARAK BASANDI KITABULLAH
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala nikmat dan hidayah yang tidak henti-
hentinya Allah SWT berikan kepada kita semua. Salawat beserta salam tidak lupa pula saya sampaikan
kepada junjungan umat yakni nabi Muhammad SAW yang telah memberikan contoh kepada kita
bagaimana cara mengamalkan ilmu itu dengan baik, kemudian semoga terlimpahkan pula keselamatan
bagi keluarga dan sahabat nabi Muhammad SAW.
Pada kesempatan kali ini penulis akan membuat bibliografi beranotasi Minangkabau yang
berjumlah kurang lebih 20 buah. Banyaknya koleksi minangkabau membuat artikel tersebut kadang
terlupakan, dan artikel minangkabau kadang juga sulit untuk ditemukan. Untuk itu tujuan penulisan
dalam bibliografi beranotasi ini adalah agar artikel tentang minangkabau tersebut bisa terus dilestarikan,
selanjutnya agar koeksi tersebut bisa diketahui penjelasan singkatnya melalui anotasi yang sudah
dijabarkan.
Susunan penulisan pada laporan ini penulis mengelompokkan sesuai dengan subjek yang sama
sehihngga pembaca mudah menemukan referensi yang dibutuhkan. Harapan penulis, meskipun masih
banyak kekurangan dalam pembuatan bibliografi ini, semoga laporan ini bermanfaat bagi yang
membutuhkan.
Bukittinggi, Desember 2021
Viona Yolanda
1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ......................................................................................................... 1
DAFTAR ISI ........................................................................................................................ 2
PETUNJUK PENGGUNAAN ................................................................................................ 3
BIBLIOGRAFI BERANOTASI ARTIKEL MINANGKABAU
A. Bahasa .................................................................................................................. 4
B. Kesenian ............................................................................................................... 6
C. Makanan khas ...................................................................................................... 9
D. Permainan Tradisional ....................................................................................... 12
E. Rumah Adat ........................................................................................................ 13
F. Sistem Kekerabatan ........................................................................................... 15
G. Tradisi ................................................................................................................. 17
INDEKS PENGARANG ...................................................................................................... 26
INDEKS SUBJEK ............................................................................................................... 27
2
PETUNJUK PENGGUNAAN BIBLIOGRAFI
12
001
Ikhvan, Alifia. “Kato Nan Ampek”. https://www.kompasiana.com
/605c666d8ede480466312a72/kato-nan-ampek. 25 Maret
2021.artikel ini menjelaskan
…………………………………………………………………………... gambar artikel 4
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
Kata kunci : judul;revisi,skripsi
35 Keterangan:
1. Nomor entry
2. Bibliografi (MLA), baris kedua
dijorokkan kedalam sesuai dengan
aturan MLA.
3. Anotasi, terdiri dari penjelasan
singkat dari artikel yang dibuat.
4. Gambar artikel, berguna untuk
memberi penjelasan tentang artikel.
5. Kata kunci, terdiri dari kata/istilah
penting dalam artikel yang dibuat,
setiap kata kunci diberi tanda ; (titik
koma) sebagai pemisah dan minimal
kata kunci 3 kata.
3
BAHASA
001
Ikhvan, Alifia. “Kato Nan Ampek”. https://www.kompasiana.com/alifiaikhvan/605c666d8ede
480466312a72/kato-nan-ampek. 25 Maret 2021. 8 Desember 2021. Artikel ini menjelaskan
tentang tata Krama berbicara dalam minangkabau yang
terbagi atas empat kelompok, yang dikenal dengan dengan
kato nan ampek, yaitu: mandaki (mendaki), manurun
(menurun), mandata (mendatar), dan malereang
(melereng). Kato mandaki merupakan etika berbicara
kepada seseorang yang posisinya lebih tinggi daripada kita
seperti orang tua, guru, ulama, tokoh masyarakat, dan
orang yang lebih tua daripada kita. Kato manurun adalah
tata cara berkomunikasi dengan orang yang posisinya
dibawah kita, seperti orang-orang yang lebih muda / remaja
dan anak-anak kecil. Kato mandata adalah etika cara berbicara kepada teman sebaya / orang
yang sama besar dengan kita. Kato malereang merupakan tata cara kita berinteraksi dengan
orang yang dituakan secara adat / orang-orang tang terhormat.
Kata kunci: kato nan ampek; malereang; mandaki; mandata;manurun
4
002
Suri, G.L.P. “Indahnya Saling Menghargai”. https://www.kompasiana.com/gustilaras
permatasuri4009/60627990d541df7c9b5942a2/indahnya-saling-menghargai.30
maret 2021.8 Desember 2021. Artikel ini menjelaskan
tentang didalam budaya minangkabau, ada yang namanya
sopan santun didalam berbicara yaitu, cara
menggunakan 4 tata cara bahasa. Yang pertama kata
mendaki yang biasa digunakan saat berbicara dengan orang
yang lebih tua dari kita. Yang kedua kata menurun yang
digunakan dalam berbicara kepada yang lebih kecil. Yang
ketiga kata mendatar yang digunakan saat berbicara dengan teman sebaya. Dan yang
terakhir ada kata melereng yang digunakan kepada mertua / orang yang lebih
dihormati.
Kata kunci: kato nan ampek; saling menghargai
5
KESENIAN
003
Humaira, A.A. “Kesenian Randai”. https://www.kompasiana.com/alya81486/60b645e28ede
4841d92ff313/kesenian-randai. 1 Juni 2021. 8 Desember 2021. Artikel ini
menceritakan tentang randai menurut saya adalah salah
satu kebudayaan minangkabau yang sangat unik,
bagaimana tidak dalam satu pertunjukan kita dapat
menyaksikan adanya seni tari, silat, peran, serta seni
musik. Randai dapat dideskripsikan sebagai suatu
permainan tradisional di minangkabau yang dimainkan
secara berkelompok dengan membentuk lingkaran.
Fungsi dari randai tidak hanya untuk menghibur atau
bersenang-senang, lebih dari itu randai adalah sebuah
media untuk menyampaikan nasihat. Mulanya randai
digunakan sebagai alat untuk menyampaikan kaba (cerita rakyat) melalui gurindam
(syair) yang didendangkan dan gelombang (tari) yang bersumber dari gerakan silat
minangkabau. Randai juga dapat kita kenalkan kepada siswa maupun mahasiswa
dengan cara mengadakan kegiatan minat bakat seperti mengadakan ukm randai di
universitas maupun disekolah. Jika bukan kita yang melestarikan kebudayaan kita
sendiri terus siapa lagi yang akan melestarikannya.
Kata kunci: kesenian randai; minangkabau
6
004
Rahmadhani, Putri. “Estetika dan Fungsi Silek Bagi Masyarakat Minangkabau”. https://www.
kompasiana.com/putrirhmd162002/61b16be506310e5b112dae72/estetika-dan-
fungsi-silek-dalam-masyarakat-minangkabau. 09 Desember 2021. Artikel ini
menjelaskan tentang kebudayaan silek yang
merupakan warisan turun temurun yang telah
menjadi kebiasaan masayarakat suku minang yang
berfungsi untuk bela diri. Dalam silek terdapat
beberapa gaya diantaranya: silek kumango, silek
pauh, silek lintau, silek gadang, silek gunuang, silek
ulu tareh, silek kuntau, silek sacabiak kain, sakayu
basah. Silek mempunyai dua peranan pertama
sebagai bela diri dan dinamakan dengan silek,
yang kedua silek sebagai permainan yang
dinamakan pancak.
Kata kunci: fungsi silek; minangkabau
7
005
Sonia, Gina. “ Makna di Balik Keindahan Tarian Minangkabau”. https://www.kompasiana.
com/ginasonia/61a8ccdf06310e2e9b7e8612/makna-dibalik-keindahan-tarian-
minangkabau. 02 Desember 2021.8 Desember 2021. Artikel ini menjelaskan tentang
masyarakat minangkabau memiliki kebudayaan yang sangat
indah, salah satunya adalah tari. Tari merupakan suatu media
ekspresi ataupun sebagai sarana komunikasi seorang seniman
yang ingin ditampilkan kepada penonton maupun penikmatnya.
Salah satu tarian yang memiliki makna diminangkabau adalah
tari piring. Tari piring adalah salah satu tarian yang berasal dari
Solok, Sumatera Barat. awal mulanya tari piring ini merupakan
tarian yang bertujuan untuk memberikan rasa syukur
terimakasih atas musim panen yang datang melimpah. Beberapa makna dari gerakan
tari piring diantaranya: pertama, gerak pasambahan yang bermakna sebagai bentuk
rasa syukur kepada Allah SWT. Kedua, gerak singajuo lalai bermakna pesan bahwa
sebagai manusia jika ingin mendapatkan suatu rezeki yang baik maka awali dengan
bekerja keras. Ketiga, gerak mencangkua bermakna sebagai manusia jika ingin
mendapatkan sesuatu maka harus diiringi dengan doa dan usaha yang keras. Keempat,
gerak mengantar juadah bermakna bahwa dalam suatu kehidupan harus mempererat
sifat kebersamaan satu sama lain. Kelima, gerak gotong royong bermakna akan sifat
saling bergotong royong satu sama lain pada masyarakat minangkabau. Keenam, injak
piring bermakna keberanian bahwa masyarakat minangkabau merupakan masyarakat
yang berani serta demokratis dan orang yang bisa diandalkan.
Kata kunci: keindahan tarian minangkabau; makna
8
MAKANAN KHAS
006
Atila, Vania. “Makanan Khas Sumatera Barat Pedes Semua? Hmm, Udah Kenalan Sama Bubur
Kampiun?”. https://www.kompasiana.com/vaniaatila/60f13eec152510239730f363
/makanan-khas-sumatera-barat-pedes-semua-hmm-udah-kenalan-sama-bubur-
kampiun. 16 Juni 2021. Artikel ini menjelaskan tentang makanan manis khas Sumatera
Barat yang dikenal dengan nama bubur kampiun.
Dulu sekali di Sumatera Barat pernah ada
perlombaan membuat bubur yang unik. Dari peserta
yang datang terakhir inilah, bubur kampiun tercipta.
Namanya amai Zona, seorang nenek yang ikut lomba
tanpa persiapan. Tampilan pada bubur kampiun ini
terdiri dari beberapa gabungan bubur seperti bubur
sumsum, ketan putih, hitam, biji salak, sagu mutiara,
srikaya terkadang ada juga kacang hijau dan pisang
seperti dalam kolak.
Kata kunci: bubur kampiun; makanan
9
007
Wahyudi, H.R. “Sate Padang, Jenis Sate Khas Suku Minangkabau”. https://www.kompasiana.
com/habibrizkiwahyudi7678/60d5e5961c6ab618534ddb22/sate-padang-jenis-sate-
khas-suku-minangkabau. 25 Juni 2021. 8 Desember 2021. Artikel ini menjelaskan
tentang makanan khas dari Sumatera Barat yaitu
sate. Sate adalah makanan yang sering disajikan
dipernikahan, dan saat hari raya idul fitri dan hari
raya idul adha. Sate juga ada dalam beberapa
jenis yaitu sate ayam, sate kambing, sate
bandeng, dll. Sate padang adalah sate khas
minangkabau yang terbuat dari daging sapi yang
dipotong kecil-kecil dengan saus pedas diatasnya.
Karakteristik utamanya adalah saus kuning. Sate
padang memiliki tiga jenis yaitu sate padang, sate
pariaman, dan sate padang panjang. Sate
pariaman memiliki kuah yang berwarna merah
sedangkan sate padang panjang memiliki kuah yang berwarna kuning.
Kata kunci: makanan khas; sate padang
10
008
Wahyudi, H.R. “Mengenal Kalio Baluik, Masakan Khas Minangkabau dari Solok”.
https://www.kompasiana.com/habibrizkiwahyudi7678/60d5da2fbb44866d3b4da363
/mengenal-kalio-baluik-masakan-khas-minangkabau-dari-solok-selatan. 25 Juni
2021.8 Desember 2021. Artikel ini menjelaskan tentang kalio baluik yang berasal dari
Solok Selatan, Sumatera Barat. kalio merupakan
sebutan rending setengah jadi, sedangkan baluik
artinya belut dalam bahasa minang. Cara membuat
kalio baluik yang pertama panggang belut selama
4-5 jam hingga tekstur belut kering. Hal ini
dilakukan agar belut tahan lama. Bumbu yang
dipakai merupakan bumbu khas minang. Tumis
bumbunya sampai halus, dan ditambahkan cabe
yang sudah digiling hingga warnanya merah
merona. Kemudian tuang santan dan belutnya
kedalam wajan yang sudah diisikan bumbu.
Dilanjutkan dengan menuangkan daun mangkokan
agar bau belut yang amis dapat dihilangkan.setelah
itu masak selama 1 setengah jam.
Kata kunci: kalio baluik; makanan khas
11
PERMAINAN TRADISIONAL
009
Hanisya, D.N. “Permainan Tradisional Anak-Anak Suku Minangkabau”. https://www.
kompasiana.com/dearosi/609e87a88ede4832a6488442/permainan-tradisional-anak-
anak-suku-minangkabau. 14 Mei 2021. 8 Desember 2021. Artikel ini menjelaskan
tentang setiap daerah yang pasti memiliki
permainan tradisional yang memiliki ciri khas
tersendiri. Permainan rakyat tradisional
minangkabau yang terpenting pada dasarnya
bertolak dari kaba sebagai tema dari pencak silat
sebagai gerakan denan karawita sebagai alat
bantu. Berikut adalah beberapa permainan
tradisional rakyat minangkabau, yang pertama cak
bur, memiliki arti lain yaitu galah panjang. Kedua,
sipak tekong merupakan permainan petak umpat
yang terdiri dari dua suku kata yang berarti sepak
dan kaleng. Ketiga sipak rago, yang berarti sepak
raga merupakan permainan yang mirip dengan
sepak takraw. Permainan tradisional ini juga
merupakan cerminan dari kebudayaan dari suku
minangkabau.
Kata kunci: permainan tradisional minangkabau
12
RUMAH ADAT
010
Khalbi, Riyadhatul. “ Makna Atap Gonjong Rumah Gadang”. https://www.kompasiana.com
/riyadhatul41698/60d09ca906310e59b207bbc2/makna-atap-gonjong-rumah-gadang
21 Juni 2021. 8 Desember 2021. Artikel ini menjelaskan tentang makna atap rumah
gadang yang memiliki makna sebagai sebuah simbol
bentuk penghormatan terhadap kerbau yang telah
membantu masyarakat minangkabau dalam
memenangkan pertandingan adu kerbau. Selain itu
atap gonjong yang berbentuk seperti tanduk kerbau
pada saat itu sering digunakan masyarakat
minangkabau dalam membajak sawah untuk
membantu kelangsungan hidup mereka.
Kata kunci: atap gonjong; rumah gadang
13
011
Ulhusna, Asma. “Mengenal Istana Basa Pagaruyung Sumatera Barat yang Terkenal Unik”.
https://www.kompasiana.com/husnaasmaul/60de932b349d1d5aa210e152/mengena
l-istana-basa-pagarayung-sumatera-barat-yang-terkenal-dan-unik. 4 Juli 2021.8
Desember 2021. Artikel ini menjelaskan tentang objek wisata yang terkenal di
Sumatera Barat yaitu istana basa pagaruyung. Istana basa
pagaruyung, terletak di Nagari Pagaruyung, kecamatan
Tanjung Emas kabupaten Tanah Datar, yang berjarak 5
kilometer dari kota Batusangkar, Sumatera Barat. istana basa
pagaruyung ini dibangun pada abad ke-17 dan dulunya istana
ini merupakan kediaman raja pagaruyung. Istana basa
pagaruyung memiliki fungsi sebagai lambang kebanggaan dan
kebesaran adat minangkabau dan sebagai pusat informasi
adat dan kebudayaan alam minangkabau. Untuk saat sekarang
ini istana basa pagaruyung menjadi destinasi utama pariwisata
di Sumatera Barat, dijadikan sebagai museum terbuka, sebagai pusat informasi dan
dokumentasi, sebagai edukasi dan rekreasi, sebagai sarana pemersatu bangsa, tempat
upacara/seremonial adat.
Kata kunci: istana basa pagaruyung; rumah adat
14
SISTEM KEKERABATAN
012
Asri, Nurul. “Sistem Kekerabatan Minangkabau”. https://www.kompasiana.com
/nurulasri4421/60b0fdb6d541df5bd522c642/sistem-kekerabatan-minangkabau. 28
Mei 2021. 9 Desember 2021. Masyarakat minangkabau menganut sistem kekerabatan
menurut pada garis keturunan ibu atau disebut juga dengan
sistem matrilineal. Jadi suku seorang anak akan mengikuti
dari ibu. Dalam minangkabau tidak dianjurkan untuk
menikah sesuku, karena jika menikah seseuku itu dianggap
menikah dengan keluarga sendiri dan itu juga dianggap
melanggar hukum adat. Selanjutnya pada sistem
kekrabatan minangkabau itu terdapat satuan keluarga
terkecil yang dinamai dengan samande atau sainduak
(seibu). Keluarga samande ini terdiri atas tiga generasi,
yakni seorang nenek, para ibu, dan anak-anak mereka.
Dalam sebuah keluarga dipimpin oleh saudara laki-laki ibu
yang dipanggil dengan sebutan mamak.
Kata kunci: matrilineal; sistem kekerabatan
15
013
Juwita, Tiara. “ Struktur Komunal Keluarga Minangkabau sebagai Suku Bangsa Matrilineal
Terbesar”. https://www.kompasiana.com/tiara79675/605a0ceed541df6f151c8732
/struktur-komunal-keluarga-minangkabau-sebagai-suku-bangsa-matrilineal-terbesar-
di-dunia. 23 Maret 2021.9 Desember 2021. Artikel ini menjelaskan tentang
minangkabau yang merupakan suku matrilineal terbesar
didunia. Gambaran / strukturkomunal keluarga matrilineal
sebagai berikut, satuan struktur komunal terkecil keluarga
minangkabau disebut dengan samande. Dalam struktur ini
orang yang mengurus disebut dengan sebutan mamak.
Struktur komunal kedua disebut dengan saparuik, saparuik
berarti struktur komunal yang terdiri dari empat tingkat
keturunan, yaitu ninik, nenek, ibu dan anak. Dalam struktur
ini orang yang mengurusnya dipanggil dengan sebutan
tungganai/ mamak tertua. Selanjutnya struktur komunal
ketiga disebut sakaum, sakaum berarti tediri dari 5 tingkat
keturunan, yakni kuam, ninik, nenek, ibu, dan anak. Keluarga sakaum dipimpin oleh
seorang mamak kaum, mamak kaum sendiri dapat dipiih dari tungganai tertua atau
mamak tertua. Yang terakhir adalah sasuku, yang terdiri dari 6 tingkatan keturunan atau
dapat dikatakan kumpulan kaum, sakaum yang dipimpin oleh pangulu pucuak.
Kata kunci: struktur komunal keluarga minangkabau
16
TRADISI
014
Humaira, A.S. “ Adat Batimbang Tando Minangkabau” . https://www.kompasiana.com
/azahrash/60d2d7b5bb448642b45dc733/adat-batimbang-tando-minangkabau. 23
Juni 2021.9 Desember 2021. Kajian mengenai upacara pernikahan melalui adat
batimbang tando. Batimbang tando merupakan adat yang
dilakukan oleh suku minangkabau dalam memingta restu
terhadap pihak keluarga untuk memperlancar adanya
proses upacara pernikahan dengan restu yang diberikan
oleh pihak keluarga kedua belah pihak. Simbol yang tercipta
pada saat kegiatan batimbang tando salah satunya simbol
dari carano yang seringkali dimanfaatkan sebagai proses
pelaksanaan upacara pernikahan maupun upacara alinnya
yang dilakukan oleh masyarakat minangkabau. Makna kata
tando yang berarti bahwa telah direstui suatu hubungan
yang dijalin oleh kedua belah pihak untuk melaksanakan adanya sebuah pernikahan.
Tando memiliki arti mengenai suatu sikap etika maupun kesopanan yang dimiliki
sehingga dalam hal tersebut terdapat suatu jalinan komunikasi pada proses pelaksanaan
batimbang tando.
Kata kunci: adat batimbang tando
17
015
Humaira, A.S.” Tradisi Maresek di Minangkabau dan Kaitannya dengan Etnografi
Komunikasi”. https://www.kompasiana.com/azahrash/60d229f9bb44861a422a51e2/
tradisi-maresek-di-minangkabau-dan-kaitannya-dengan-etnografi-komunikasi. 23 Juni
2021. 9 Desember 2021. Tradisi maresek merupakan sebuah ilustrasi yang
menggambarkan adanya suatu proses pencarian kesepakatan, tradisi ini dipercaya
berlaku bagi seluruh masyarakat minangkabau yang
memiliki tempat tinggal di wilayah Sumatera Barat
maupun di luar Sumatera Barat. maresek merupakan
suatu tradisi yang berasal dari minangkabau yang
meliputi proses kegiatan dengan mendatangi pihak
lelaki yang akan dipilih sebagai mempelai pria untuk
dijodohkan terhadap anak perempuannya. Kegiatan
maresek bersifat rahasia karena prosesnya hanya
diketahui oleh pihak keluarga wanita dengan ibu dari
mempelai pria saja. Tradisi maresek mengharuskan
pihak keluarga mempelai wanita untuk mendatang
pihak pria untuk menanyakan kebenaran perjodohan.
Kata kunci: maresek; tradisi minangkabau
18
016
Idris , Budi. “Belajar ke Negeri Minang, Hikmah “ Merantau” Pemuda Minangkabau”.
https://www.kompasiana.com/salsabillafurqanizalma1214/61af393f75ead60d1a2904
52/praktik-merantau-bagi-masyarakat-minangkabau. 1 Agustus 2021.9 Desember
2021. Artikel ini menjelaskan tentang salah satu tradisi yang
sering dilakukan para pemuda minangkabau yaitu kebiasaan
merantau. Seseorang menuju tempat tertentu dengan
maksud tertentu, biasanya orang pergi merantau karena
alasan pekerjaan dan mencari uang. Merantau dalam budaya
minangkabau merupakan keharusan, khususnya kepada para
pemuda jika ia ingin dipandang dewasa dalam masayarakat
minangkabau. Kebiasaan merantau menjadi tolak ukur bagi
masyarakat minang apabila ingin dikatakan dewasa dan bisa
hidup mandiri merantau menjadi standar penilaian tersebut.
Hikmah yang bisa diambil dari kebiasaan merantau yang menjadi tradisi orang-orang
minangkabau antara lain mengurangi angka kemiskinan, merantau menguatkan mental,
merantau menambah wawasan.
Kata kunci: negeri minang; merantau
19
017
Izzaturraihan. “Upacara Turun Mandi”. https://www.kompasiana.com/izzaturraihan1605
/60d31111bb448622f350d5f2/upacara-turun-mandi. 23 Juni 2021.9 Desember 2021.
artikel ini menjelaskan tentang tradisi turun mandi
merupakan sebuah tradisi yang dilaksanakan sebagai
bentuk ucapan syukur atas lahirnya seorang anak
kedunia. Selain itu, tradisi turun mandi juga sebagai
media untuk memberitahukan kepada masyarakat
benyak jika telah lahir seorang bayi dari seorang
pasangan. Dulunya , dalam menjalankan tradisi ini
dilakukan di pincuran namun seiring berkembangnya
zaman proses tersebut kiini banyak dilaksanakan
dirumah masing-masing. Prosesi turun mandi
seyoganya memiliki beberapa syarat seperti adanya
batiah badulang atau beras yang digoreng, sigi kain
buruak dan beberapa syarat lainnya. Dalam prosesi ini juga juga dilaksanakan arak-
arakan yang dilakukan pihak bako dengan menjunjung talam.
Kata kunci: upacara turun mandi
20
018
Izzaturraihan. “Tradisi Mandi Balimau Masyarakat Minangkabau”. https://www.kompasiana.
com/izzaturraihan1605/60d2f6fa06310e7246732082/tradisi-mandi-balimau-
masyarakat-minangkabau. 23 Juni 2021. 9 Desember 2021. Balimau sudah menjadi
tradisi tersendiri bagi masyarakat minangkabau dari
tahun ketahun. Balimau bagi masyarakat minangkabau
memiliki makna khusus, seperti penyucian diri untuk
menyambut bulan suci ramadhan. Mandi balimau
merupakan tradisi yang menggunakan jeruk nipis, daun
pandan, bunga kenanga, and akar tanaman gambelu.
Bahan alami dimasukkan secara bersamaan kedalam air
hangat dan menjaddi satu kesatuan yang disebut dengan
balimau. Menyucikan diri merupakan makna awal dari
adanya tradisi mandi balimau ini, yang sekarang juga
dijadikan bagi masyarakat minangkabau sebagai wadah
untuk liburan, dan rekreasi.
Kata kunci: mandi balimau; tradisi masyarakat
21
019
Kurnia, Adinda. “Tradisi Makan Bajamba Masyarakat Minangkabau”. https://www.
kompasiana.com/adindakurnia/60d2e61306310e39d52c06f2/tradisi-makan-bajamba-
masyarakat-minangkabau. 23 Juni 2021.9 Desember 2021. Artikel ini menjelaskan
tentang salah satu tradisi yang ada di Sumatera Barat adalah
Makan Bajamba.makan secara umum adalah proses atau
kegiatan mengonsumsi sesuatu yang dapat menambah energy,
sedangkan jamba adalah sebuah dulang yang di dalamnya
berisi nasi uduk dan lauk pauk yang tersusun rapi. Pada
umumnya makan bajamba memiliki beberapa jenis tergantung
dari daerahnya masing-masing, dimana dalam pelaksanaannya
menggunakan piring besar (sepiring nasi biasanya dapat
dikonsumsi oleh 4 hingga 7 orang), daun pisang (semua nasi
dan lauk akan dituangkan pada daun pisang tersebut),
menggunakan bungkus nasi plastic da nada juga yang
menggunakan piring kecil (1 orang 1 piring) kemudian dihidangkan pada sebuah tikar.
Makan bajamba biasanya dilakaukan pada hari-hari tertentu yang memiliki arti yang
sangat dalam bagi masyarakat minangkabau, seperti acara adat, acara agama,acara
niniak mamak, dan acara penting lainnya.
Kata kunci: makan bajamba; tradisi masyarakat
22
020
Oktaviana,Dea. “Tradisi Hoyak Tabuik Pariaman”. https://www.kompasiana.com
/dea40759/60b5e7318ede4821d27d77a6/tradisi-hoyak-tabuik-pariaman. 1 Juni
2021.9 Desember 2021. Artikel ini menjelaskan tentang salah satu adat yang masih
dilakukan dan diadakan diminangkabau ini adalah oyak
tabuik. Oyak tabuik merupakan perayaan yang diadakan
setiap tanggal 10 muharram untuk memperingati Asyura,
gugurnya Imam Husain, cucu Nabi Muhammad SAW.
Perayaa ini diadakan didaerah pantai, khususnya di kota
Pariaman. Oyak tabuik diadakan setiap sepuluh tahun
dan telah diadakan sejak puuhan tahun lalu dan
diperkirakan telah ada sejak abad ke-19 masehi. Nama
oyak tabuik ini mengacu pada legenda tentang
munculnya makhluk berwujud kuda bersayap dan
berkepala manusia yang disebut buraq. Legenda ini
mengisahkan bahwa setelah wafatnya cucu nabi, koptak
kayu yang berisi potongan jenazah Husain diterbangkan ke langit. Rangkaian tradisi ini
antara lain yaitu mengambil tanah, menebang batang pisang, mataam, mengarak jari-
jari, mengarak sorban, tabuik naik pangkek, membuang tabuik ke laut.
Kata kunci: hoyak tabuik, pariaman
23
021
Raudhatul, M.S. “Tradisi Batagak Pangulu di Minangkabau”. https://www.kompasiana.com/
masayu26787/60d45e9dbb44865d022ab052/tradisi-batagak-pangulu-di-minangkabau.
24 Juni 2021.9 Desember 2021. Panghulu merupakan sosok pemimpin di Minangkabau,
panghulu memimpin anak kemenakan dan merupakan
seorang yang sangat dihormati. Panghulu memiliki gelar
Datuak dan gelar tersebut diwarisi secara turun temurun.
Panghulu memiliki tugas untuk memimpin suku atau
kaumnya, sedangkan untuk ditingkat yang lebih tinggi
panghulu bersama-sama untuk memimpin nagari. Tradisi
batagak pangulu dapat terjadi karena beberapa alasan
berikut: pertama, hal ini disebabkan oleh pangulu yang lama
sudah tidak sanggup lagi mengemban amanah kepemimpinan.
Kedua, mati batungkek budi pangulu yang lama telah meninggal dunia dengan sako atau
gelar masih melekat padanya. Ketiga, mamabangkik batang tarandam diangkatnya
seorang pangulu karena hal ini sudah lama tidak dilakukan karena kekurangannya alat
untuk pelaksanaannya. Keempat, malakekkan baju talipek berbeda denga batang
tarandam, hal ini terjadi karena orang yang akan dipakaikan gelar tersebut belum ada,
sehingga ketika telah ada maka batagak pangulu pun diadakan. Kelima menurunkan nan
tagantuang diadakannya karena sebelumnya belum mendapat kesepakatan dari anak
kemenakan, sehingga digantung terlebih dahulu. Keenam, babalah siba baju menambah
pangulu karena kaumnya semakin berkembang sehingga dibutuhkan kaum dan pangulu
yang baru. Ketujuh, mangguntiang siba baju karena ada persengketaan di antara
beberapa kaum dalam menentukan calon pangulu. Kedelapan, menyimpang mendirikan
pangulu karena ingin memisahkan diri dari kaum yang telah ada. Berikut adalah syarat-
syarat seprang pangulu di Minangkabau, laki-laki, latar belakang keluarga yang baik,
baligh dan berakal, berilmu, memiliki pribadi yang mumpunni sebaga pemimpin, cukup
secara finansial. Selanjutnya adalah tahapan-tahapan dalam pengangkatan seorang
pangulu pertama menentukan baniah, kedua dituah dicilakoi, ketiga panyarahan baniah,
keempat manakkok hari, kelima upacara batagak pengulu atau melewakan gala.
Kata kunci: batagak panghulu, tradisi minangkabau
24
022
Zalma, S.F. “Praktik Merantau bagi Masyarakat Minangkabau”. https://www.kompasiana.
com/salsabillafurqanizalma1214/61af393f75ead60d1a290452/praktik-merantau-bagi-
masyarakat-minangkabau. 7 Desember 2021. 9 Desember 2021. Artikel ini
menjelaskan tentang salah satu tradisi merantau.
Merantau merupakan tradisi dimana para pemuda di
Minangkabau mencari pekerjaaan dan tinggal di
daerah lain. Hal ini bertujuan untuk mencari pekerjaan
demi menghidupi keluarga, hingga bertujuan untuk
meningkatkan kualitas dan harga diri. Tradisi ini
didasarkan pada beberapa konsep yaitu: pertama,
konsep perbedaan dan eksistensi. Kedua, yaitu konsep
kemandirian, dan ketiga konsep kesetaraan dan harga
diri.
Kata kunci: merantau ; tradisi masyarakat
25
INDEKS PENGARANG
A 12 U 11
Asri, Nasrul 6 ulhusna, Asma
Atila, Vania 7,8
W 22
H 3 Wahyudi, H.R.
Hanisya, D.N. 9 Z
Humaira, A.A. 14,15 Zalma, S.F.
Humaira, A.S.
I 16
Idris, Budi 1
Ikhva, Aufia 17,18
Izzaturraihan
J 13
Juwita, Tiara
K
Khalbi, Riyadhatu 10
Kurnia, Adinda 19
O 20
Oktaviana, Dea
R
Rahmadhani, Putri 4
Raudhatul, M.S. 21
S 5
Sonia, Gina 2
Suri, G.L.P.
26
INDEKS SUBJEK
B 4
Bahasa
K 6
Kesenian
M 9
Makanan Khas
P
Permainan Tradisional 12
R 13
Rumah Adat
S
Sistem Kekerabatan 15
T
Tradisi Minangkabau 17
27