The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sainaanugerahni28, 2021-12-01 08:17:09

Modul Ajar Sistem Sirkulasi Darah

Modul Ajar Sistem Sirkulasi Darah

Keywords: Biologi

MODUL BAHAN AJAR
SISTEM PEREDARAN DARAH KELAS XI

Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan
Tengah

SMA Negeri 1 Jenamas
Tahun 2020

SISTEM PEREDARAN DARAH PADA
MANUSIA
KELAS X

PENYUSUN
SAINA ANUGERAHNI ITA BIMI, S. Pd

SMA NEGERI 1 JENAMAS
2020

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas

segala rahmat yang diberikan sehingga penyusunan materi ajar dapat diselesaikan

dengan baik. Materi ajar ini berisi tentang kata dan proses pembentukannya.

Dengan adanya materi ajar ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada

peserta didik mengenai kata, proses pembentukan kata, dan kategorisasi kata yang

dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan baik dan benar dalam kehidupan

sehari-hari.

Penyusunan materi ajar ini tentu tidak luput dari bantuan berbagai pihak.

Sekali lagi, sesungguhnya materi ajar ini pastinya mempunyai keterbatasan

mengingat luasnya cakupan keilmuan yang seharusnya dimasukkan dan durasi

pengerjaan yang tergolong sangat singkat. Untuk itu, demi penyempurnaan, kritik

dan saran masih diperlukan dari berbagai pihak. Oleh karenanya, diharapkan

peserta dapat menggunakan materi ajar ini sebagai sumber belajar dan tidak hanya

itu peserta didik dapat pula menggunakan sumber materi ajar lainnya dengan

mengakses berbagai sumber pendukung lainnya.

Jenamas, September 2020

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI............................................................................................................................i

GLOSARIUM.......................................................................................................................... 3

PETA KONSEP ....................................................................................................................... 3

PENDAHULUAN.................................................................................................................... 5

A. Identitas Modul............................................................................................................ 5

B. Capaian Pembelajaran .................................................................................................. 5

C. Deskrpisi Singkat Materi ........................................................................................... 5

D. Petunjuk Penggunaan Modul ....................................................................................... 6

E. Materi Pembelajaran.................................................................................................... 7

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 ........................................................................................ 7

A. Tujuan Pembelajaran ................................................................................................... 7

B. Uraian Materi ................................................................................................................ 7

RANGKUMAN .......................................................................................................................13

PENUGASAN MANDIRI....................................................................................................14

LATIHAN SOAL FORMATIF...........................................................................................15

KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN ......................................................................16

PENILAIAN DIRI ...............................................................................................................18

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2.......................................................................................18

A. Tujuan Pembelajaran ..................................................................................................19

B. Uraian Materi ...............................................................................................................19

RANGKUMAN ...................................................................................................................... 25

PENUGASAN MANDIRI................................................................................................... 26

LATIHAN SOAL FORMATIF.......................................................................................... 27

KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN ..................................................................... 29

PENILAIAN DIRI....................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 2

GLOSARIUM DAN PETA KONSEP

Aglutinasi : Proses penggumpalan darah
Aglutinin :
Aglutinogen : Antibodi plasma yang menggumpalkan aglutinogen
Agranulosit : Protein dalam eritrosit yang dapat digumpalkan oleh aglutinin
Anemia : Leukosit yang plasmanya tidak bergranuler
Antigen : Keadaan kurang eritrosit
Aorta : Antigen Protein asing yang menggerakkan pembentukan
Pembuluh arteri utama yang keluar dari atrium kiri ke bagian-
bagian

Arteri : tubuh selain paru-paru
Arteriol : Pembuluh yang membawa darah keluar dari jantung
Atrium : Pembuluh darah yang membawa darah dari arteri ke kapiler.
Salah dari dua ruang jantung bagian atas yang menerima darah
dari

Fagosit : vena.

Sistem imun bawaan dari keluarga sel darah putih, berada sangat
dekat

Fibrin : dengan lapisan sel epitel yang melapisi banyak permukaan tubuh

Protein berbentuk benang yang tak dapat larut dalam plasma.
berasal

Granulosit : dari fibrinogen yang berubah karena aktivitas enzim trombin.
Hemofilia Leukosit yang memiliki plasma bergranula

Penyakit keturunan berupa darah yang keluar dari pembuluh
darah sukar

Hemoglobin : membeku
Protein respirasi yang mengandung besi. Pada manusia,

Hipertensi : hemoglobin terdapat pada sel darah merah dan membawa
Kapiler : oksigen

Kelainan tekanan darah tinggi

Pembuluh darah terkecil darah bertukar zat dengan cairan
interestial

Katup bikuspidalis : menembus dinding pembuluh yang tebal ini
Katup di antara atrium kiri dengan ventrikel kiri

3

Katup : Katup di antara atrium kanan dan ventrikel kanan
trikuspidalis
Leukemia : Penyakit karena jumlah leukosit yang lebih dari normal.
Plasma : Sel darah putih fagositik yang bersirkulasi.
Trombin : Enzim yang mengubah fibrinogen menjadi fibrin
Ventrikel : Ruang jantung yang menerima darah dari atrium dan

memompanya ke arteri.

4

5

PENDAHULUAN

A. Identitas Modul : SMA Negeri 1 Jenamas
Identiats Sekolah

Mata Pelajaran : Biologi

Kelas :X

Alokasi Waktu : 6 JP

Judul Modul : Sistem Peredaran Darah Pada Manusia

B. Capaian Pembelajaran
Di akhir fase E, peserta didik menjelaskan fenomena-fenomena yang

terjadi di lingkungan sekitarnya dilihat dari berbagai aspek makhluk

hidup dan lingkungannya, mendesain, dan mengevaluasi penyelidikan

ilmiah serta menerjemahkan data dan bukti-bukti secara ilmiah.

C. Deskrpisi Singkat Materi

Mungkin diantara kalian ada yang mudah mengantuk, lemas, kurang
bergairah, bisa jadi kalian sedang menderita anemia atau kurang darah. Hal ini
dapat ditangani dengan m a k a n makanan bergizi dan suplemen penambah darah.
Namun, anemia hanyalah sakit ringan. Untuk yang sakit berat seperti demam
berdarah atau bahkan kecelakaan yang menimbulkan luka parah, bisa jadi korban
sampai membutuhkan transfusi darah. Transfusi darah dilakukan dengan
menyuplai darah ke dalam tubuh korban. Lalu, bagaimana aturan untuk melakukan

6

transfusi darah? Zat apakah yang terkandung dalam darah? Modul ini memberikan
penjelasan terkait dengan sistem peredaran darah manusia.

Sistem peredaran darah manusia meliputi darah, jantung, dan pembuluh
darah. Darah adalah jaringan terspesialisasi yang mencakup cairan kekuningan
atau plasma darah

7

yang didalam nya terkandung sel-sel darah. Sel-sel darah terdiri dari sel darah
merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping darah (trombosit).
Jantung merupakan organ muscular berbentuk seperti kerucut yang sedikit
lebih besar dari kepalan tangan, terletak miring lebih ke kiri dari bidang tengah
di dalam rongga dada. Jantung berfungsi sebagai pompa yang memberi tekanan
pada darah sehingga menghasilkan gradien tekanan yang dibutuhkan untuk
mengalirkan darah sampai ke jaringan. Pembuluh darah adalah saluran tertutup
yang berfungsi mengarahkan dan menyebarkan darah dari jantung ke seluruh
tubuh yang kemudian dikembalikan ke jantung.

Materi ini penting untuk dipelajari oleh peserta didik karena kedepannya
dapat dimplementasikan dalam kehidupan. Dengan pengetahuan tentang
golongan darah yang dimiliki, peserta didik dapat mencegah respon berbahaya
apabila melakukan tranfsusi darah serta dapat memudahkan dokter dan tenaga
medis lain apabila kamu mengalami keadaan gawat darurat. Dengan demikian,
diharapkan modul ini dapat sebagai bahan referensi untuk pemahaman mengenai
sistem peredaran darah.
D. Petunjuk Penggunaan Modul

Sebelum mempelajari modul ini, perhatikanlah petunjuk penggunaan modul
di bawah ini:

1. Keberhasilan belajar dengan modul ini tergantung dari kedisiplinan dan
ketekunan kalian dalam memahami dan mematuhi langkah-langkah belajar
dalam modul ini

2. Belajar dengan modul ini dapat dilakukan secara mandiri atau kelompok,
baik di dalam atau di luar sekolah. Untuk pendalaman materi dan
penyelesaian penugasan dapat dilakukan secara mandiri atau kelompok di
luar atau di dalam sekolah.

3. Sebagian informasi mengenai sistem sirkulasi pada manusia terdapat
dalam modul ini, namun kalian dapat memperkaya pengetahuan dan
memperdalam materi modul dengan mencari informasi di luar modul ini
8

seperti buku atau website yang disarankan dalam modul ini.
4. Berikut ini merupakan langkah-langkah yang harus kalian lakukan selama

mempelajari modul ini:
a. Baca dan pahami kompetensi yang akan dipelajari dalam modul ini,

cermati pula tujuan pembelajaran dari masing-masing kegiatan belajar
b. Baca dan pahami materi yang ada dalam modul ini dengan baik, jika

menemukan kesulitan, kalian dapat mendiskusikannya dengan teman-
teman, dan apabila belum terpecahkan, sebaiknya tanyakan kepada
guru.
c. Jika modul ini dirasa belum cukup memberikan informasi, carilah
referensi yang menunjang kalian dalam menyelesaikan kegiatan belajar
dan tugas.

9

d. Modul ini dilengkapi dengan glosarium, jadi apabila dalam mempelajari
modul menemukan beberapa kata sulit, kalian dapat mencari makna
kata tersebut dalam glosarium.

e. Rangkuman materi akan mempermudah kalian untuk menemukan poin
penting materi dan menyimpulkan materi dalam setiap kegiatan belajar

f. Kerjakan secara mandiri soal latihan dalam setiap kegiatan belajar dan
soal tes penilaian akhir guna evaluasi keberhasilan belajar kalian.

g. Periksalah hasil kegiatan belajar, tugas, dan latihan soal kalian dengan
kunci jawaban dalam modul ini. Apabila hasil pekerjaan kalian belum
benar, maka pelajari kembali materi yang berkaitan dengan hal
tersebut dan perbaiki kesalahan kalian. Khusus untuk jawaban soal
latihan dan tes penilaian akhir, perhatikan umpan balik di setiap akhir
kegiatan dalam modul ini. Apabila hasil soal evaluasi mencapai 75%
benar maka kalian dapat melanjutkan kegiatan belajar selanjutnya.

h. Untuk keberhasilan belajar kalian, dalam mempelajari modul ini, urutan
kegiatan harus diikuti dengan benar.

E. Materi Pembelajaran
Modul ini terbagi menjadi 2 kegiatan pembelajaran dan di dalamnya terdapat
uraian materi, contoh soal, soal latihan dan soal evaluasi.

1. Komponen penyusun darah, golongan darah, dan transfusi darah
2. Alat peredaran darah, proses sistem peredaran darah, dan gangguan pada

sistem peredaran darah

10

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
KOMPONEN DARAH PADA MANUSIA
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pemebelajaran 1 ini diharapkan peserta didik mampu:
1. Menjelaskan komponen penyusun darah
2. Menjelaskan golongan darah pada manusia
3. Menganalisis transfusi darah pada manusia
B. Uraian Materi
Darah merupakan jaringan ikat khusus yang mengandung sel-sel dan berada
dalam matriks yang berbentuk larutan. Darah merupakan suspensi berwarna
merah yang terdapat

11

di dalam pembuluh darah. Warna merah ini terkadang bisa berubah menjadi
warna merah tua. Akan tetapi, warna merah juga bisa menjadi warna merah muda.
Perubahan warna ini tergantung pada kadar oksigen (O2) dan kadar karbon
dioksida (CO2) yang terkandung di dalam darah. Di dalam tubuh, darah memiliki
karakteristik, antara lain suhu darah antara 370C - 380C, dan pH darah antara
7,35 - 7,45 atau rata-rata 7,4.

I. Komponen Darah
Darah tersusun oleh dua komponen. Dua komponen tersebut adalah plasma
darah dan sel-sel darah.

1. Plasma Darah
Bagian darah yang cair disebut plasma darah. Komponen utamanya adalah
air. Di dalam plasma darah terlarut molekulmolekul ber bagai ion, yang
meliputi glukosa sebagai sumberenergi utama untuk sel-sel tubuh dan
asam-asam amino. Ionion ini terdapat banyak dalam plasma darah, misalnya
natrium (Na+) dan klor (Cl-). Sekitar 7% plasma darah berupa berbagai
molekul protein. Molekul protein yang dimaksud misalnya 4% serum
albumin, 2,7% serum glubolin, dan 0,3% fi brinogen (lihat Tabel 5.1).
12

Setelah darah membeku oleh fi brinogen, yakni komponen untuk proses
pembekuan darah, bekuan tersebut akan mengkerut secara lambat.
Sehingga keluarlah suatu cairan bening yang disebut serum. Serum
merupakan cairan darah yang tidak mengandung fibrinogen

13

2. Sel Darah
1) Sel Darah Merah
Sel darah disebut juga sebagai eritrosit. Sel darah merah berfungsi
mengangkut atau mengedarkan oksigen dan karbon dioksida. Kemampuan
mengikat oksigen dan karbon dioksida oleh sel darah merah adalah karena
adanya hemoglobin. Hemoglobin adalah suatu protein yang memiliki daya
ikat kuat terhadap O2 dan CO2. Hemoglobin memiliki dua komponen
penyusun, yaitu heme dan globin. Heme adalah suatu pigmen yang
mengandung zat besi (Fe). Heme inilah yang menyebabkan darah berwarna
merah. Adapun globin adalah sejenis protein yang tersusun atas dua pasang
rantai (alfa dan beta). Rantai tersebut berikatan dengan heme yang
mengandung zat besi. Hemoglobin yang berikatan dengan oksigen disebut
oksihemoglobin, sedangkan hemoglobin yang berkaitan dengan karbon
dioksida disebut karbomino hemoglobin.

14

15

Eritrosit memiliki bentuk bulat pipih dengan cekungan di kedua
permukaannya (bikonkaf). Jumlah eritrosit di dalam tubuh manusia
bervariasi, sesuai dengan jenis kelamin, usia, dan ketinggian tempat orang
tersebut tinggal. Eritrosit diproduksi pada bagian sumsum tulang.
Pembentukan eritrosit disebut eritropoesis. Di dalam peredaran darah,
eritrosit dapat hidup sekitar empat bulan (120 hari). Eritrosit yang sudah
tua atau rusak akan diuraikan di dalam hati. Hemoglobinnya dipecah
menjadi zat besi, bilirubin, dan globin. Zat besi dan globin dapat digunakan
kembali oleh tubuh, sedangkan bilirubin dikeluarkan menjadi cairan
empedu.
2) Sel Darah Putih
Sel darah putih (leukosit) berfungsi dalam pertahanan dan kekebalan
tubuh. Leukosit akan mempertahankan tubuh dari serangan penyakit.
Fungsi tersebut didukung oleh kemampuan leukosit untuk bergerak
amoeboid (seperti Amoeba) dan sifat fagositosis (memangsa atau
memakan). Berdasarkan ada atau tidaknya granula di dalam sitoplasmanya,
leukosit dibagi menjadi leukosit tidak bergranula (agranulosit) dan leukosit
bergranula (granulosit).

16

3) Keping Darah
Keping darah disebut juga dengan trombosit. Trombosit berbentuk bulat, lonjong,
bahkan berbentuk tidak beraturan. Trombosit tidak memiliki inti dan berukuran lebih
kecil dibandingkan eritrosit. Jumlah trombosit sekitar 250.000–400.000 dalam setiap
milimeter kubik darah. Trombosit dapat hidup selama delapan hari. Trombosit berfungsi
dalam proses penggumpalan darah.

17

Mekanisme pembekuan darah

1) Terjadi luka, 2) Darah keluar, 3) Keping darah (trombosit pecah), 4)
Menghasilkan enzim trombokinase, 5) Bersama ion kalsium dan vitamin K
mengubah protrombin menjadi trombin, 6) Memengaruhi fibrinogen
membentuk benang-benang fibrin, 7) Membendung darah dan membeku,
8) Menutup luka
II. Golongan Darah
a) Sistem ABO
Darah manusia dapat dikelompokkan (digolongkan) berdasarkan atas ada
tidaknya antigen yang terdapat pada permukaan luar membran sel darah
merah (eritrosit). Antigen yang dimaksud dinamakan aglutinogen. Antigen
sel darah merah merupakan suatu bagian berupa glikoprotein atau
glikolipid yang bersifat genetis.

18

Antigen yang telah dikenali pada sel darah merah yaitu antigen A dan
antigen B. Di dalam plasma darah terdapat antibodi yang disebut aglutinin.
Aglutinin merupakan antibodi yang bereaksi dengan antigen dan terdapat
pada permukaan sel darah merah. Sesuai jenis aglutinogen, ada dua jenis
aglutinin yaitu aglutinin (anti-A) dan aglutinin (anti-B). Jika kedua aglutinin
ini bereaksi dengan antigen, sel darah merah akan menggumpal satu sama
lain atau mengalami lisis. Proses yang demikian dinamakan aglutinasi
(penggumpalan darah).
b) Sistem Rhesus
Selain sistem ABO, dalam penentuan golongan darah manusia dapat pula
menggunakan sistem Rhesus (Rh). Reshus atau Rh merupakan antigen lain
yang terdapat pada sel darah merah. Istilah Rh berasal dari “rhesus”,
karena antigen ini pertama kali ditemukan
tahun 1940 oleh Landsteiner dan A.S. Wenner di dalam darah kera
Mocacus rhesus. Sel darah yang memiliki antigen Rh disebut Rh+ (Rhesus
positif ), sedangkan yang tidak memiliki antigen Rh disebut Rh- (Rhesus
negatif ).

III. Transfusi Darah

19

Pada proses transfusi darah, orang yang memberikan darah kepada orang
lain dinamakan donor. Sedangkan orang yang menerima darah dari orang
lain dinamakan resipien. Sebelum dilakukan transfusi darah kepada
resipien, golongan darah dari donor dan resipien perlu diketahui. Sebab,
untuk melakukan transfusi darah, darah yang akan ditranfusikan tidak asal
saja, namun harus sesuai dengan tipe darah si resipien.

20

RANGKUMAN

1. Darah terdiri atas plasma darah dan sel darah. Sebagian plasma darah
terdiri atas air dan bahan-bahan yang terlarut, seperti protein,
karbohidrat, lemak, hormon, dan garam-garam mineral

2. Fungsi plasma darah adalah:
a) Mengangkut limbah
b) Menjaga keseimbangan cairan tubuh
c) Membantu proses pembekuan darah
d) Menjaga suhu tubuh
e) Membantu melawan infeksi
f) Menjaga keseimbangan asam dan basa

3. Sel darah merah (eritrosit) merupakan komponen sel darah yang
berperan dalam pengangkutan O2 ke sel-sel tubuh/sel-sel jaringan tubuh
dan mengikat kembali gas CO2 menuju paru-paru untuk dikeluarkan dari
tubuh.

4. Sel darah putih (leukosit) adalah komponen sel darah yang berfungsi
melacak kemudian melawan mikroorganisme atau molekul asing penyebab
penyakit atau infeksi, seperti bakteri, virus, jamur, atau parasite. Sel
darah putih secara garis besar dikelompokkan menjadi dua, yaitu
21

granulosit dan agranulosit
5. Keping-keping darah (trombosit) adalah bagian sel-sel darah yang

berperan dalam proses pembekuan darah (aglutinasi)
6. Penggolongan darah sistem AB disusun berdasarkan ada tidaknya molekul

aglutinogen dan aglutinin dalam sel darah. Darah manusia memiliki
golongan darah

22

A, B, AB dan O. Golongan darah O disebut donor universal, sedangkan
golongan darah AB disebut resipien universal.

PENUGASAN MANDIRI
1. Perhatikan gambar berikut!

Seorang ibu mengalami pendarahan saat melakukan operasi caesar sehingga
transfusi darah perlu dilakukan untuk menyelamatkan hidupnya. Ibu
tersebut memiliki golongan darah B.
a. Identifikasi golongan darah yang sesuai dan tidak sesusai untuk ibu tersebut?
b. Mengapa golongan tersebut bisa diterima oleh tubuh ibu tersebut?
c. Analisislah hal yang terjadi pada ibu tersebut jika golongan darah

yang tidak sesuai!

23

LATIHAN SOAL FORMATIF

1. Berikut ini yang merupakan fungsi dari plasma adalah …
a. Mengedarkan sari makanan
b. Mengangkut oksigen
c. Mengedarkan karbon dioksiada
d. Menyerang kuman dan bakteri
e. Menyembuhkan luka

2. Coba perhatikan gambar berikut

Label 1, 2, dan 3 pada gambar menunjukan…
a. Sel darah merah, sel darah putih, trombosit
b. Sel darah putih, trombosit sel darah merah
c. Sel darah putih, sel darah merah, trombosit
d. Trombosit, sel darah merah, sel darah putih
e. Trombosit, sel darah putih, sel darah merah
3. Darah putih bersifat fagosit artinya ….
a. Membawa CO2 ke seluruh tubuh
b. Membawa O2 ke seluruh tubuh

24

c. Memakan benda asing terutama bakteri yang masuk ke tubuh
d. Menghasilkan antibody

25

e. Mampu bergerak

4. Golongan darah jenis AB, dapat pula dikatakan sebagai resivien universal.
Hal tersebut dikarenakan golongan darah tersebut …
a. Hanya dapat menolong golongan sejenis saja
b. Dapat menolong setiap golongan darah
c. Dapat ditolong oleh setiap golongan darah
d. Hanya mampu menolong golongan darah B
e. Tidak dapat menolong setiap golongan darah

5. Berikut ini yang merupakan ciri-ciri sel darah merah:
1) Berbentuk bulat pipih yang bagian tengahnya cekung atau bikonkaf
2) Mengandung hemoglobin
3) Tidak memiliki inti sel
4) Bergerak / ameboid
5) Berumur 8 hari
Fungsi eritrosit ditunjukkan oleh nomor …
a. 1, 2 dan 3
b. 2, 4 dan 5
c. 2, 3 dan 4
d. 1, 3 dan 4
e. 1, 4 dan 5

26

Nomo Kunci Pembahasa
r Jawaban n
Soal
1 A  Mengedarkan sari makanan: Plasma darah

 Mengangkut oksigen: Sel darah merah

 Mengedarkan karbondioksida: Sel darah merah

 Menyerang kuman dan bakteri: Sel darah putih
 Menyembuhkan luka makanan ke seluruh tubuh:

plasma darah

27

2B

1 = Sel darah putih, 2 = trombosit, 3 = sel darah merah
3 C Fagositosit adalah memakan benda asing terutama

bakteri yang masuk ke tubuh

4C

5 A  Berbentuk bulat pipih yang bagian tengahnya
cekung atau bikonkaf: sel darah merah

 Mengandung hemoglobin: sel darah merah
 Tidak memiliki inti sel sel darah merah
 Bergerak / ameboid: sel darah putih
 Berumur 8 hari: trombosit

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban yang terdapat di bagian akhir
modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk
mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Konversi tingkat

28

penguasaan: 90 -
100% = baik sekali

80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang
Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan
dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus
mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.

PENILAIAN DIRI

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggungjawab!

No. Pertanyaa Jawaban

n Ya Tidak

1. Apakah Anda telah mampu mengidentifikasi komponen
darah pada manusia?

2. Apakah Anda telah mampu menjelaskan mekanisme proses

pembekuan darah?

3. Apakah Anda telah mampu mengidentifikasi golongan
darah?

4. Apakah Anda telah mampu menjelaskan proses tranfusi
darah?

29

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
ALAT PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pemebelajaran 2 ini diharapkan peserta didik mampu:
1. Memahami struktur dan fungsi jantung
2. Membedakan macam-macam pembuluh darah pada manusia
3. Menguraikan proses peredaran darah pada manusia
4. Mengidentifikasi gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem sirkulasi manusia

B. Uraian Materi
Di dalam tubuh manusia, ada berbagai organ yang terkait dengan sistem
peredaran darah. Organ yang menunjang dalam sistem peredaran darah adalah
jantung (cor) dan pembuluh darah, seperti pembuluh darah balik (vena), pembuluh
darah besar (arteri), dan pembuluh darah kecil (kapiler).

I. Jantung (Cor)
Jantung merupakan salah satu organ tubuh manusia yang sangat penting. Sebab,
jantung berfungsi sebagai alat pemompa darah sehingga dapat tersalurkan ke
seluruh tubuh. Jantung terletak di dalam rongga dada, di antara kedua paru-paru
dan agak di sebelah kiri. Ukurannya sebesar kepalan tangan pemiliknya dengan
berat sekitar 300 gram.

a) Struktur Jantung
Pada jantung terdapat tiga lapisan yakni :
1. Endokardium adalah suatu lapisan yang berupa selaput dengan peran
pembatas ruangan jantung. Di dalamnya terdapat lapisan pembuluh, saraf,
dan berbagai kapiler yang berasal dari sistem peredaran darah.
2. Miokardium merupakan lapisan dalam jantung yang tersusun atas otot jantung.
3. Perikardium merupakan lapisan yang berupa selaput dengan fungsi
30

sebagai pembungkus jantung. Perikardium terbagi lagi dalam dua

lapisan. Lapisan luar embali ium dinamakan lamina panistalis, kemudian

lapisan dalam embali ium dinamakan lamina viseralis. Di antara

kedua lapisan tersebut terdapat suatu cairan yang mencegah terjadinya

gesekan antara permukaan luar jantung dengan organ-

organ lainnya, yang disebut cairan perikardi.

31

1. Atrium/serambi kanan berfungsi meneriama darah dari seluruh
tubuh mengandung CO2 (darah kotor).

2. Atrium/serambi kiri berfungsi menerima darah dari paru-paru
banyak mengandung 02 (darah bersih).

3. Ventrikel/bilik kanan berfungs menerima darah dari serambi
kanan kemudian dipompa ke paru-paru

4. Ventrikel/bilik kiri berfungsi menerima darah dari serambi kiri
kemudian dipompa ke seluruh tubuh

Antara bilik kanan dan serambi kanan terdapat katup valvula trikupidalis,
yang berfungsi Mencegah agar darah dari bilik kanan tidak embali ke
serambi kanan. Antara bilik kiri dan serambi kiri terdapat katup valvula
bikuspidalis, yang berfungsi mencegah agar darah dari bilik kiri tidak
embali ke serambi kiri.
b) Mekanisme Kerja Jantung
Jika Serambi jantung mengembang, darah dari seluruh tubuh dan paru-
paru masuk ke serambi. Kemudian darah dari serambi jantung menguncup
dan darah masuk ke dalam bilik. Apabila bilik menguncup maka darah

32

dipompa menuju seluruh tubuh dan paru-paru.
33

II. Pembuluh Darah

1. Pembuluh Darah Nadi (Arteri)
Pembuluh darah arteri adalah pembuluh darah yang membawa darah
meninggalkan atau keluar jantung. Arteri condong terdapat agak lebih
dalam di jaringan badan. Pembuluh arteri banyak mengandung oksigen (02)
kecuali arteri pulmonalis yang membawa darah dari jatung ke paru-paru
mengandung karbon dioksida (C02).

2. Pembuluh Darah Balik (Vena)
Pembuluh darah balik (vena) adalah pembuluh darah yang mengangkut
darah menuju ke jantung. Pembuluh balik terdiri atas tiga lapisan, seperti
pembuluh arteri. Dari susunan dalam embali luar adalah endotel, otot polos
dan jaringan embali, serta jaringan ikat fibrosa. Pembuluh balik banyak
mengandung karbon dioksida (CO2) kecuali vena pulmonalis yang membawa
darah dari paru-paru ke jatung mengandung oksigen (O2)

3. Pembuluh Kapiler
Pembuluh darah kapiler merupakan pembuluh yang menghubungkan ujung
pembuluh nadi terkecil dengan ujung pembuluh balik. Meskipun diameter
sebuah kapiler benar-benar kecil, kuantitas kapiler yang timbul berasal
dari sebuah arteriol tergolong besar supaya keseluruhan daerah sayatan
melintang yang tersedia untuk aliran darah meningkat. Pada orang dewasa
34

kurang lebih terdapat 90.000 km kapiler. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat
emba dibawah ini.

35

III. Sistem Peredaran Darah
36

Sistem peredaran darah manusia terbagi menjadi dua, yaitu peredaran darah
besar dan peredaran kecil. Karena di dalam tubuh manusia memiliki dua
peredaran darah, maka peredaran darah manusia disebut dengan peredaran
darah ganda
a) Peredaran Darah Besar

Secara singkat, urutan peredaran darah besar dimulai dari jantung ke
seluruh tubuh dan embali ke jantung. Tujuan dari siklus peredaran darah
besar adalah untuk memompa darah bersih dari jantung yang kaya oksigen
ke seluruh tubuh untuk mengedarkan oksigen yang digunakan untuk
metabolisme. Darah dari jantung akan dialirkan ke seluruh tubuh melalui
pembuluh arteri (pembuluh balik). Kemudian setelah oksigen diserap oleh
sel tubuh darah menjadi kotor dan dipompa embali ke jantung.
Urutana peredaran darah besar:
1. Darah bersih masuk dari serambi kiri ke bilik kiri
2. Darah bersih dari bilik kiri jantung dipompa ke seluruh tubuh melalui aorta
3. Darah kotor dari seluruh tubuh masuk melalui vena cava ke serambi kanan
4. Darah kotor masuk dari serambi kanan ke bilik kanan
5. Darah dari bilik kanan kemudian akan masuk pada sistem peredaran darah kecil

b) Peredaran Darah Kecil
Lintasan yang dilalui darah pada sistem peredaran darah kecil secara
singkat meliputi jantung ke paru – paru kemudian embali ke jantung.
Tujuan dari peredaran darah kecil adalah memompa darah kotor menuju
ke paru – paru. Darah dari jantung dipompa ke paru – paru, selanjutnya
darah kotor dalam paru – paru akan menyerap oksigen dan membuang

37

karbon dioksida melalui pertukaran gas di alveolus. Oksigen (O2) yang
dihirup dari udara bebas akan diikat hemoglobin di eritrosit/sel darah
merah. Sedangkan karbondioksida (CO2) akan masuk ke paru – paru untuk
dikeluarkan saat menghembuskan nafas. Sehingga, darah yang berasal dari
paru – paru adalah darah bersih (mengandung banyak oksigen). Darah yang
kaya oksigen akan dibawa ke jantung.
Lintasan aliran darah pada peredaran darah kecil:

38

1. Darah kotor masuk dari serambi kanan ke bilik kanan
2. Darah kotor dari bilik kanan jantung dipompa ke paru – paru melalui

arteri pulmonalis
3. Darah bersih dari paru – paru masuk ke serambi kiri melalui vena pulmonalis
4. Darah bersih masuk dari serambi kiri akan diteruskan ke biliki kiri
5. Darah dari bilik kiri kemudian akan masuk pada sistem peredaran darah besar

39

RANGKUMAN
1. Sistem peredaran darah pada manusia melibatkan jantung dan pembuluh darah.
2. Jantung berfungsi untuk memompa darah. Jantung terdiri atas 4 ruangan,

yaitu serambi (atrium) kiri dan serambi (atrium) kanan serta bilik
(ventrikel) kiri dan bilik (ventrikel) kanan.
3. Pembuluh darah dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu pembuluh nadi
(arteri), pembuluh balik (vena), dan kapiler.
4. Peredaran darah pada manusia terdiri atas peredaran darah kecil
(peredaran darah pulmonari) dan peredaran darah besar (peredaran darah
sistemik). Sistem peredaran darah kecil dimulai darah dari jantung
mengalir paru-paru, kemudian kembali ke jantung. Sementara peredaran
darah besar, darah yang berasal dari jantung menuju seluruh tubuh,
kemudian kembali lagi ke jantung.
5. Kelainan fungsi pada sistem peredaran darah diantaranya ada anemia,
hipertensi, leukimia, dan hemofilia.

40

PENUGASAN MANDIRI

1. Coba Perhatikan gambar di bawah ini!

Gambar di atas menunjukan peredaran darah besar dan darah kecil!
a. Tuliskan nama bagian-bagian dari sistem peredarandarah di
atas berdasarkan nomor urutnya!
b. Jelaskan peredaran darah kecil dan peredaran darah besar!
c. Apakah yang membedakan antara peredaran darah besar dan
peredaran kecil! Tampilkan dalam bentuk tabel!

2. Umumnya saat terluka, kita tidak akan mengalami pendarahan karena
darah akan membeku dan dapat menutup luka. Namun, pada kasus tertentu,
seseorang dapat mengalami pendaharan, darah tidak membeku dan tidak
dapat menutup luka.
a. Penyakit apakah yang diderita orang tersebut?
b. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
c. Uraikalah penyebab penyakit tersebut!
41

LATIHAN SOAL FORMATIF
1. Coba perhatikan gambar berikut

Fungsi tepat dari bagian jantung yang ditunjuk pada huruf X dan Y adalah…

Fungsi X Fungsi Y

a. Menerima darah dari seluruh Memompa darah ke seluruh tubuh

tubuh
b. Menerima darah dari seluruh Menerima darah dari paru-paru

tubuh
c. Menerima darah dari paru-paru Memompa darah ke seluruh tubuh

d. Menerima darah dari seluruh Memompa darah ke paru-paru

tubuh
e. Menerima darah dari paru-paru Memompa darah ke paru-paru

2. Perhatikan kerja jantung dan pembuluh darah di bawah!

1. Darah dari serambi kiri mengalir ke bilik kiri melalui katup bikuspidalis

2. Darah dari serambi kanan mengalir ke bilik kanan melalui katup trikuspidalis

3. Bilik berkontraksi, darah masuk ke dalam arteria dialirkan ke

seluruh tubuh, kecuali paru – paru

4. Vena cava membawa darah yang banyak mengandung CO2 ke

serambi kanan Urutan peredaran darah besar adalah ….

a. 1 → 3 → 4 → 2

42

b. 1 → 3 → 2 → 4
c. 2 → 3 → 4 → 1
d. 4 → 2 → 3 → 1

43

e. 4 → 3 → 1 → 3
3. Pembuluh darah yang banyak mengandung O2 adalah ….

a. Vena paru-paru, vena, aorta dan arteri paru-paru
b. Vena paru-paru, vena, aorta
c. Vena paru-paru dan aorta
d. Vena dan arteri paru-paru
e. Arteri paru-paru
4. Hasil uji laboratorium darah seorang anak menunjukkan jumlah sel darah
putihnya jauh diatas normal, sedangkan sel darah merahnya jauh dibawah
normal. Untuk pengobatannya dokter menyarankan agar anak tersebut
menjalani kemoterapi. Berdasarkan diagnosa tersebut, bisa disimpulkan
bahwa penyakit anak tersebut...
a. Penyakit anemia akut diperlukan adanya tindakan kemoterapi untuk pasien
b. Siklemia adalah penyakit yang disebabkan tidak seimbangnya

komponen darah
c. Hemofilia termasuk kedalam penyakit yang penanganannya harus

dilakukan kemoterapi
d. Leukimia adalah kanker darah yang pengobatannya dengan metode

kemoterapi
e. Thalasemia adalah penyakit bawaan yang sangat

berbahaya dengan penanganan yang teliti
5. Dalam suatu kasus, Pak Anto memiliki riwayat tekanan darah tinggi

(hipertensi) sehingga ketika di periksa tekanan darah menunjukkan hasil
tekanan darah diatas 120/80 mmHg. Beberapa tahun kemudian Pak Anto
terkena serangan stroke secara tiba-tiba. Keterkaitan antara hipertensi
dengan stroke yang dialami Pak Anto adalah….

a. Hipertensi mengakibatkan tekanan darah menjadi tidak stabil
b. Hipertensi dapat menyebabkan perubahan tekanan di dalam pembuluh darah
c. Hipertensi dapat menyebabkan suplay oksigen di dalam pembuluh

44

darah berkurang
d. Hipertensi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah di otak
e. Hipertensi dapat menyebabkan aliran darah ke jantung menjadi cepat

45

KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN

Nomo Kunci Pembahasa
r Jawaban n
Soal
1 C X (atrium kiri) = Menerima darah dari paru-paru
2 A
Y (ventrikel kiri) = Memompa darah ke seluruh tubuh
3 C
4 D 1. Darah dari serambi kiri mengalir ke bilik kiri melalui
5 D
katup bikuspidalis

3. Bilik berkontraksi, darah masuk ke dalam arteria

dialirkan ke seluruh tubuh, kecuali paru – paru

4. Vena cava membawa darah yang banyak mengandung

CO2 ke serambi kanan

2. Darah dari serambi kanan mengalir ke bilik kanan
melalui

katup trikuspidalis
Pembuluh kaya oksigen: Vena pulmonalis dan aorta

Pembuluh kaya karbon dioksida: Arteri pulmonalis dan
vena
Leukimia adalah penyakit yang jumlah sel darah putihnya
jauh

diatas normal, sedangkan sel darah merahnya jauh

dibawah normal dan pengobatannya dengan metode

kemoterapi
Hipertensi bisa menyebabkan pembuluh darah

menyempit, bocor, pecah, atau tersumbat. Hal ini dapat

mengganggu aliran darah yang membawa oksigen dan

nutrisi ke otak. Jika hal ini terjadi, sel-sel dan jaringan

otak pun akan mati dan

menyebabkan terjadinya stroke

46

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3
ALAT PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pemebelajaran 3 ini diharapkan peserta didik mampu:
5. Mengidentifikasi gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem sirkulasi manusia
6. Menganalisis gejala dan penyebab gangguan fungsi yang dapat terjadi
pada sistem sirkulasi manusia
7. Menjelaskan teknologi yang berkaitan dengan kesehatan jantung

B. Uraian Materi
Dalam kehidupan sehari-hari, tubuh kita yang selalu bekerja tiada henti dapat
mengalami kelainan atau penyakit. Misalnya saja, kelainan dan penyakit yang
terjadi pada sistem peredaran darah tubuh. Di bawah ini dapat kalian simak
beberapa contoh kelainan dan penyakit yang terjadi pada sistem peredaran darah
manusia
I. PENYAKIT PADA SISTEM PEREDARAN DARAH

Jika sistem peredaran darah mengalami gangguan, maka akan berdampak pada
fungsi tubuh secara menyeluruh. Fungsi utama dari sistem sirkulasi adalah
untuk memasok oksigen, hormon, dan nutrisi penting lainnya ke sel-sel tubuh
dan jaringan. Kelainan dan penyakit pada sistem sirkulasi manusia antara lain:
a) Penyakit dan Kelainan pada Darah

1) Anemia Bulan Sabit
Anemia bulan sabit atau sickle cell anemia adalah penyaki yang ditandai
dengan eritrosit yang berbentuk bulan sabit. Penyakit ini menyebabkan
daya ikat eritrosit terhadap oksigen berkurang. Selain itu, eritrosit
bentuk bulan sabit tersebut menyumbat pembuluh darah sehingga
terjadi hemolisis (pecahnya pembuluh darah)

47

48


Click to View FlipBook Version