The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by yuguustok789, 2021-08-17 15:53:46

modul kompas

materi pramuka siaga

Keywords: kompas

PANDUAN
KURSUS PEMBINA PRAMUKA
MAHIR TINGKAT LANJUTAN

GOLONGAN SIAGA

Oleh
Yudy Guspriyanto
Gudep SDN Banyubiru 05
Kwarran Banyubiru

KWANTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
TAHUN 2020

1

Daftar Isi

1. Sampul Judul ………………………………………………………………………… 1
2. Daftar Isi ……………………………………………………………………………… 2
3. Latar Belakang ………………………………………………………………………. 3
4. Arah Mata Angin …………………………………………………………………….. 4

4.1 Pengertian Arah Mata Angin ………….……………………………………….. 4
4.2 Nama-Nama Arah Mata Angin ………………………………………………… 4
4.3 Manfaat Arah Mata Angin ……………………………………………………… 6
5. Kompas ………………………………………………………………………………. 7
5.1 Pengertian Kompas …………………………………………………………….. 7
5.2 Sejarah Kompas ………………………………………………………………… 7
5.3 Jenis Kompas …………………………………………………………………… 8
5.4 Macam-Macam kompas ………………………………………………………... 8
5.5 Cara Penerapan Kompas ……………………………………… …………….. 9
5.6 Cara Menentukan Arah tanpa Menggunakan Kompas …………………...… 9
6. Kompas Bidik ………………..……………………………………………………….. 11
6.1 Pengertian Kompas Bidik ………………………………………………………. 11
6.2 Bagian-Bagian Kompas Bidik ………………………………………………….. 11
6.3 Cara Penerapan Kompas Bidik .………….……………………………………. 11
7. Lampiran ………………...……………………………………………………………. 14
7.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………. 14
7.2 Dokumentasi …………………………………………………………………….. 15
7.3 Daftar Pustaka …………………………………….…………………………….. 16

2

Latar Belakang

Salam Pramuka!!!
Bagaimana kabar kakak-kakak semua? Tentu baik saja kan. Nah, pada kali ini

kita akan membahas tentang arah mata angin dan kompas. Apakah kakak-kakak sudah
mengetahui arah mata angin itu apa? Apabila kakak-kakak belum mengetahuinya, ayo
kita ulas sampai habis ya penjelasannya. Apabila kakak-kakak sudah mengetahui arah
mata angin, yuk tambah lagi belajarnya mengenai arah mata angin dan kompas.

3

Arah Mata Angin

Pengertian Arah Mata Angin

Arah angin berasal dari arah asalnya. Misalnya, angin dari utara bertiup dari
utara ke selatan. Arah angin biasanya dijelaskan dalam arah mata angin. Arah mata
angin merupakan panduan yang digunakan dalam menentukan arah. Pada umumnya
arah mata angin digunakan dalam navigasi, kompas dan peta.

Nama-Nama Arah Mata Angin

Berikut ini terdapat nama-nama arah mata angin berserta keterangannya, yakni:

No Indonesia Singkatan Inggris Singkatan Sudut

1 Timur T East E 90

2 Timur Menenggara TM East Southeast ESE 112.5

3 Tenggara TG Southeast S 135

4 Selatan Menenggara TM South Southeast SSE 157.5

5 Selatan S South S 180

6 Selatan Barat Daya SBD South SSW 202.5
Southwest

7 Barat Daya BD Southwest SW 225

8 Barat Barat Daya BBD West Southwest WSW 247.5

9 Barat B West W 270

10 Barat Barat Laut BBL West Northwest WNW 292.5

11 BL Northwest NW 315
Barat Laut

12 Utara Barat Laut UBL North Northwest NNW 337.5

4

13 Utara U North N 0 atau
14 Utara Timur Laut UTL 360
15 Timur Laut TL North Northeast NNE 022.5
16 Timur Timur Laut TTL 45
Northeast NE 67.5

East Northeast ENE

Dan berikut ini adalah sejarah nama-nama arah mata angin di Indonesia:

 Tahukah Anda mengapa kita menyebut utara dengan kata utara dan selatan
untuk arah yang sebaliknya?

Utara berasal dari kata serupa di bahasa Sansekerta. Kita menjiplak saja, karena
memang tak ada salahnya. Tapi arah utara dulu juga disebut dengan kata 'laut'
karena di era Sriwijaya, dari Palembang ke utara berarti ke laut.Barat pun
berasal dari kata serupa di bahasa Sansekerta. Kita sudah nyaman dengan kata
serapan. Timur, anehnya diserap dari bahasa Melayu. Tak tahulah kenapa.
Selatan juga berasal dari bahasa Melayu, namun dari era setelah pusat Sriwijaya
berpindah ke Malaka. Dari Malaka, arah sebaliknya dari utara adalah menuju
Selat Malaka. Tidak aneh kalau arah ini lalu disebut selatan.

 Bagaimana dengan arah antaranya?

Timur laut dan barat laut adalah peninggalan era Sriwijaya Palembang lagi.
Antara timur dan utara sudah jelas asal-usulnya: timur+laut(utara). Begitupun
antara barat dan utara: barat+laut(utara).Meskipun demikian, ada juga alternatif
akar kalimat yang lain. Barat laut bisa merujuk arah yang harus dituju dari
Malaka untuk menuju lautan Samudera India. Sementara itu, usai lewat
Singapura dari arah Malaka, timur laut adalah arah yang harus dituju untuk
menuju Laut Cina Selatan.Untuk menjelaskan barat daya, kita harus kembali ke
Palembang di era Sriwijaya. Waktu itu, lawan kata laut (utara) adalah daya yang
berarti daratan yang ada di arah selatan. Jelas sudah, antara barat dan selatan
dirujuk dengan barat daya.

5

 Nama Mata Angin Di Indonesia

Seharusnya pun antara timur dan selatan kita sebut dengan timur daya, tapi
entah kenapa justru kita punya kata tenggara. Sampai di sini artikel Jennifer
Lindsay di Tempo tersebut tidak lagi memuaskan.Satu hipotesis yang ia ajukan
adalah tenggara berasal dari kata bahasa Jawa tengger, yang berarti luas. Tapi
ini kurang meyakinkan sih menurut saya.Tetapi saya tetap suka dengan
artikelnya yang membuat saya juga tahu bahwa asal-usul kata orientasi adalah
orient yang berarti timur.Ini karena dulu di zaman pertengahan, arah atas untuk
peta adalah arah timur. Orientasi, mencari arah, sama juga dengan mencari arah
timur.

Manfaat Arah Mata Angin

Arah mata angin memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, berikut
ini adalah beberapa manfaat dari arah mata angin.

 Arah mata angin memberikan pengetahuan kepada seseorang mengenai suatu
lokasi atau tempat yang akan di tuju, karena terdapat pedoman arah yang sudah
jelas.

 Membantu perjalanan seseorang dalam menentukan arah, terlebih ketika
menjelajah alam bebas supaya tidak tersesat.

 Khusus untuk umat yang beragama Islam, arah mata angin ini memiliki peran
yang besar, yakni sebagai penunjuk arah kiblat guna melaksanakan shalat.

 Para nelayan, kegunaan arah mata angin ini mampu di gunakan sebagai
pedoman untuk menentukan lokasi dan waktu dalam hendak berlayar secara
tepat agar memperoleh hasil tangkapan yang banyak.

 Dalam bidang dirgantara, adanya arah mata angin ini mampu membantu sang
pilot untuk mengarahkan pesawat menuju lokasi secara benar dan tepat.

 Arah mata angin ini juga bisa digunakan guna mendeteksi atau memprediksi
cuaca yang akan terjadi dalam waktu singkat ataupun waktu untuk beberapa
minggu kedepannya lagi.

6

Kompas

Pengertian Kompas

Kompas adalah salah satu alat bantu yang dapat dipergunakan untuk mencari
atau menentukan arah mata angin, dimana kompas sendiri ada yang berjenis kompas
magnetik adapula kompas dengan jenis gyrocompass.

Pramuka dan Petualang sudah tidak asing lagi dalam menggunakan kompas
ketika kegiatan lapangan maupun pendakian sedang dilaksanakan, namun ternyata
kompas juga digunakan oleh pilot dan nahoda untuk membaca arah mata angin yang
terdapat pada peta.

Seperti pada paragraf diatas, kompas tidak hanya terdiri dari 1 jenis, mulai dari
bahan kompas saja cukup berbeda, ada kompas yang menggunakan jarum, ada pula
kompas yang menggunakan cairan sebagai penunjuk arahnya.

Umumnya kompas terdiri dari 3 komponen, yaitu badan kompas, jarum magnet,
dan skala arah mata angin. Banyak sekali kegunaan kompas dalam berbagai macam
aktifitas yang menantang. dan inilah fungsi masing-masing bagian dalam kompas
tesebut. Badan kompas berfungsi sebagai pembungkus dan pelindung komponen
utama kompas. Jarum magnet dipasang sedemikian rupa agar bisa berputar bebas
secara horizontal. Skala penunjuk umumnya berupa lingkaran 360° dan arah mata
angin. Berikut ini adalah bagian-bagian yang terdapat dalam kompas:

1. Dial, adalah angka - angka yang terdapat pada bidang kompas.
2. Visir, adalah alat bidik yang merupakan indikator sasaran, berupa benang halus

dengan arah vertikal untuk membidik sasaran tembak.
3. Tutup Dial, Berbentuk garis dengan sudut 45 ̊ untuk mempermudah menentukan

arah mata angin lainya, jika salah satu arah mata angin telah di ketahui.
4. Gantungan Kompas, gunanya untuk pengait ketika kompas tidak di gunakan

serta dapat pula dipakai untuk meletakkan ibu jari saat membidik sasaran.
5. Kaca Pembesar, untuk melihat secara detail angka pada dial.

7

Dan berikut juga termasuk angka-angka yang ada di kompas berserta dengan
istilahnya:

 North = Utara =0 ̊  East = Timur = 90 ̊

 North East = Timur Laut = 45 ̊  South East = Tenggara = 135 ̊

 South = Selatan = 180 ̊  South West = Barat Daya= 225 ̊

 West = Barat = 270 ̊  North West = Barat Laut = 325 ̊

Sejarah Kompas

Sekitar tahun 1877, ada seseorang yang berkebangsaan Inggris bernama
William Thomson, telah membuat kompas yang dapat diterima oleh semua negara. Ia
memperbaiki kekurangan-kekurangan yang timbul dari penyimpangan magnetic, karena
meningkatnya penggunaan besi dalam kapal. Pada akhirnya, kompas pun semakin
berkembang dari masa ke masa dengan adanya 2 jenis kompas yakni kompas analog
dan digital, serta berbagai macam bentuk kompas, seperti kompas bidik, kompas silva,
dan kompas biasa.

Jenis-Jenis Kompas

1. Kompas Analog
Kompas analog adalah kompas yang biasa kita lihat dalam kehidupan sehari-
hari. Misalnya saja kompas yang dipakai ketika acara pramuka.

2. Kompas Digital
Kompas digital merupakan kompas yang telah menggunakan proses digitalisasi.
Dengan kata lain cara kerja kompas ini menggunakan komputerisasi.
Diciptakannya kompas digital bertujuan untuk melengkapi kebutuhan robotika
yang semakin canggih.

8

Macam-Macam Bentuk Kompas

Adapun banyak macam bentuk kompas, mulai dari kompas bidik hingga sampai
dengan kompas biasa, berikut macam bentuk kompas berserta penjelasannya adalah:

a. Kompas Bidik
Kompas bidik atau prisma fungsi utamanya untuk mempermudah menghitung
sudut sasaran bidik (tempat atau benda) secara langsung. Cara pemakaiannya
dengan membidikkan kompas ke sasaran secara langsung sekaligus membaca
sudut sasaran pada skala kompas. Besar sudut yang dibuat oleh arah bidikan
dan arah jarum (utara) itulah sudut sasarannya (bearing).

b. Kompas Silva
Kompas silva atau orienteering fungsi utamanya untuk mempermudah
perhitungan dan pembacaan pada peta secara langsung. Badan atau
pembungkus kompas silva selalu dibuat transparan untuk mempermudah
pembacaan peta yang diletakkan di bawahnya.

c. Kompas Biasa
Kompas biasa fungsi utamanya hanya sebagai penunjuk arah berdasarkan
prinsip gaya magnet. Jadi kompas biasa adalah kompas dasar. Ukuran kompas
biasa umumnya lebih kecil dari 2 jenis kompas yang lain. Untuk sekedar
penunjuk arah mata angin kompas biasa lebih dapat diandalkan karena lebih
praktis.

Cara Penerapan Kompas

1. Letakkan kompas di atas permukaan yang datar. setelah jarum kompas tidak
bergerak lagi, maka jarum tersebut menunjuk ke arah utara magnet.

2. Bidik sasaran melalui visir dengan kaca pembesar.
3. Miringkan sedikit letak kaca pembesar, kira-kira 50 di mana berfungsi untuk

membidik ke arah visir dan mengintai angka pada dial.
4. Apabila visir diragukan karena kurang jelas dilihat dari kaca pembesar, luruskan

saja garis yang terdapat pada tutup dial ke arah visir, searah dengan sasaran
bidik agar mudah dilihat melalui kaca pembesar.

9

Cara Menentukan Arah tanpa Menggunakan Kompas

a. Menggunakan silet atau jarum yang diletakan di atas permukaan air;
Dengan cara yang sangat sederhana, jarum maupun silet bisa digunakan untuk
mengetahui arah mata angin sebagai pengganti dari kompas. Cara ini bisa
digunakan kapan saja baik siang ataupun malam. Caranya sangat mudah, jarum
tusukkan pada gabus yang tipis (benda ringan yang bisa mengapung), kemudian
anda letakkan tusukan jarum pada gabus itu ke dalam wadah yang berisi air
sehingga terlihat mengapung di permukaan air. Biasanya ujung jarum ataupun
silet selalu mengarah ke utara atau selatan.

b. Berpatokan pada masjid;
Sebagian orang bila ingin membangun masjid untuk menentukan arah kiblat
dengan kompas biasanya mereka berpatokan. Seperti anda ketahui, Masjid
yang ada di Indonesia selalu menghadap ke arah kiblat (barat). Jadi ini juga
menjadi suatu alternatif yang bisa anda jadikan acuan bila tersesat di sebuah
desa sementara kita tidak tahu arah. Tapi kalau anda tersesat di hutan atau di
gunung cara ini tidak bisa diaplikasikan karena di hutan tidak ada masjid.

c. Melihat kuburan;
Khusus untuk kawasan Indonesia, kuburan Islam dan Kristen umumnya
menunjukkan arah utara selatan. Bila kita terjebak atau tersesat di suatu
pedesaan, biasanya dijumpai kuburan. Kuburan bisa dijadikan pedoman untuk
menetukan arah.

d. Melihat bayangan benda;
Saat tidak membawa kompas atau kompas tidak bisa digunakan karena rusak,
kita bisa menggunakan bayangan benda untuk menentukan arah. Bila kita
tersesat di pagi hari bayangan cenderung condong ke arah barat dan siang hari
menjelang sore bayangan benda cenderung condong ke arah timur. Caranya
cukup menancapkan benda tegak di permukaan tanah, kemudian lihat bayangan
bendanya.

e. Memanfaatkan pohon;
Dalam kondisi kita tersesat di sebuah hutan lebat yang penuh dengan
pepohonan besar kita bisa menggunakan tanda-tanda dari benda alam yang ada
di sekitar kita salah satunya pohon yang besar. Perhatikan pohon yang besar.
Rabalah setiap sisi dari batang pohon yang besar itu. Jika sisi pohon itu lebih
kering dan tidak berlumut berarti menunjukan arah barat atau sisi yang bila

10

diraba itu lebih hangat maka itu menunjukan arah barat. Dan sisi sebaliknya yaitu
batangnya berlumut berarti itu menunjukan arah timur. Jika kondisi tersesatnya
pada malam hari, untuk mengetahui mana arah barat dengan meraba suhu dari
batang pohon tersebut suhu yang batangnya lebih hangat biasanya menunjukan
arah barat. Atau ada cara lain yaitu anda bisa menggunakan daun pandan hutan
jika kebetulan menemukan pandan hutan di sekitar anda, batangnya yang
terlihat berkualitas baik biasanya menghadap ke arah timur
f. Melihat jam dan matahari;
Jika anda kebetulan memakai jam, terlebih dahulu lihat jam anda sebelum
melihat matahari karena matahari mengalami pergeseran waktu setiap jamnya.
g. Mengamati bintang orion;
Para petani pada zaman dahulu sering menggunakan rasi bintang orion atau
waluku untuk mulai menggarap sawah mereka. Rasi bintang orion ini mudah
dikenali yaitu adanya tiga bintang kembar yang berjajar. Rasi bintang ini bisa di
lihat di sebelah barat langit, makanya itu bintang orion bisa dijadikan petunjuk
arah barat atau sebagai petunjuk dalam menentukan arah barat
h. Mengamati rasi bintang pari atau layang-layang;
Pada setiap bintang yang paling terang dari rasi bintang ini, bisa menjadi
petunjuk arah mata angin. Rasi bintang ini terletak pada malam hari di langit arah
agak selatan berarti bisa menunjukan arah selatan dari mata angin.

11

Kompas Bidik

Pengertian Kompas Bidik

Kompas bidik atau disebut juga dengan kompas prisma merupakan kompas
yang memiliki fungsi mengetahui besar sudut suatu objek medan terhadap arah utara
magnetis bumi secara akurat. Kompas bidik dilengkapi dengan jarum visir yang
berfungsi sebagai titik bidik sejajar terhadap objek yang ada di lapangan. Lensa bidik
pada kompas ini juga memungkinkan kita dapat langsung membaca hasil bidikan.

Bagian-Bagian Kompas Bidik

Kompas bidik memiliki bagian-bagian sebagai berikut:

 Dial (permukaan tempat angka dan huruf). Pada dial terdapat satuan derajat
mulai dari 0° 360° dan huruf: N (north ), E (east) W, (west), S (south).

 Tutup dial dengan dua garis bersudut 45° (dapat di putar)
 Visir (lubang dengan kawat halus pembidik sasaran)
 Kaca pembesar (untuk melihat derajat kompas)
 Jarum penunjuk (selalu menunjuk utara magnet)
 Alat penggantung (tempat ibu jari untuk menopang kompas saat membidik).

Cara Penerapan Kompas Bidik

1. Letakkan Kompas di atas permukaan yang datar, setelah jarum Kompas tidak
bergerak maka jarum tersebut menunjuk arah utara magnet.

2. Bidik sasaran dengan menggunakan visir, melalui celah pada kaca pembesar,
setelah itu miringkan kaca pembesar kira-kira bersudut 50° dengan kaca dial.

3. Apabila visir diragukan karena kurang jelas terlihat dari kaca pembesar, luruskan
garis yang terdapat pada tutup dial ke arah visir, searah dengan sasaran bidik
agar mudah terlihat melalui kaca pembesar.

4. Apabila sasaran bidik 30°, maka bidiklah ke arah 30°. Sebelum menuju sasaran,
tetapkan terlebih dahulu titik sasaran sepanjang jalur 30°. Carilah sebuah benda
yang menonjol/tinggi diantara benda lain disekitarnya, sebab route ke 30° tidak
selalu datar atau kering, kadang-kadang berbencah-bencah. Ditempat itu kita
melambung (keluar dari route) dengan tidak kehilangan jalur menuju 30°.

12

5. Sebelum bergerak ke arah sasaran bidik, perlu ditetapkan terlebih dahulu
Sasaran Balik (Back Azimuth atau Back Reading) agar kita dapat kembali
kepangkalan apabila tersesat dalam perialanan.

6. Menentukan sasaran balik dengan rumus:
 Apabila sasaran kurang dari 180° = ditambah 180°. Contoh: 30° sasaran
baliknya adalah 30° + 180° = 210°.
 Apabila sasaran lebih dari 1800 = dikurang 180°. Contoh: 240° sasaran
baliknya adalah 240° - 180° = 60°.

13

Lampiran
Kesimpulan

Dapat diambil kesimpulannya bahwa arah mata angin merupakan panduan yang
digunakan dalam menentukan arah, dari garis besar arah mata angin yaitu terdiri dari
arah utara, timur laut, timur, timur tenggara, selatan, barat daya, barat, dan barat laut.
Adanya arah mata angin ini juga memiliki manfaat yang banyak terhadap kehidupan
manusia, misalnya membantu perjalanan seseorang dalam menentukan arah, sebagai
pedoman para nelayan untuk menentukan lokasi dan waktu dalam hendak berlayar
secara tepat, mampu membantu sang pilot untuk mengarahkan pesawat menuju lokasi
secara benar, dan lain-lain.

Sedangkan kompas adalah salah satu alat bantu yang dapat dipergunakan untuk
mengetahui, mencari atau menentukan arah mata angin pada suatu lokasi atau tempat.
Sekitar tahun 1877, ada seseorang yang berkebangsaan Inggris bernama William
Thomson, telah membuat kompas yang dapat diterima oleh semua negara. Kompas
terdiri dari 2 jenis kompas yakni kompas analog dan kompas digital. Kompas juga
memiliki beberapa macam bentuk yakni kompas bidik, kompas silva, dan kompas biasa.
Penjelasan dari salah satu kompas bidik atau prisma fungsi utamanya untuk
mempermudah menghitung sudut sasaran bidik (tempat atau benda) secara langsung.
Adapaun cara menentukan arah mata angin tanpa menggunakan kompas adalah
menggunakan silet atau jarum yang diletakan di atas permukaan air, berpatokan pada
masjid, melihat kuburan, melihat bayangan benda, memanfaatkan pohon, melihat jam
dan matahari, mengamati bintang orion, mengamatai rasi bintang pari atau mengamati
laying-layang.

14

Dokumentasi
 Arah Mata Angin

 Kompas

15

 Kompas Bidik

16

Daftar Pustaka

 http://sumberbacaanlengkap.blogspot.com/2018/11/materi-kompas-
pramuka_5.html

 https://www.latsanprada.com/2019/12/arah-mata-angin-geraka-pramuka.html
 https://id.wikipedia.org/wiki/Kompas

17


Click to View FlipBook Version