The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Wardatul Lailiyah, 2024-02-17 07:38:53

Salinan dari BOOKLET P5 KELAS 8 2024_20240217_193434_0000

Salinan dari BOOKLET P5 kelas 8D
Kelompok 4

KebhinekaanGlobal ☆Angelica Arthamevia ☆Fitri Oktavian R ☆Early Saskia F ☆Wardatul lailiyah


Rumah Adat Osing (Banyuwangi ) Dikenal dengan atap berbentuk tanduk kerbau dan tiga tingkatan, yakni cerocogan, baresan, dan tikel balung. jenis-jenis atap ini dahulunya dijadikan penanda strata sosial di masyarakat Suku Osing. Cerocogan merupakan atap bagi masyarakat kurang mampu, baresan merupakan atap bagi masyarakat ekonomi menengah, dan tikel balung merupakan atap bagi masyarakat ekonomi tinggi. Namun, sekarang sebagian besar rumah penduduk telah menggunakan gabungan dari ketiga jenis atap tersebut Rumah adat joglo sinom merupakan jenis rumah adat yang ada di Jawa Timur. Berbeda dengan rumah adat joglo, rumah adat joglo sinom memiliki konsep teras keliling dan disetiap sisinya dibuat tinggi dan bertingkat. Menurut istilah Bawean, daun pohan sama saja dengan dheun. Rumah dhurung dari Jawa Timur ini berfungsi sebagai tempat istirahat masyarakat selepas bekerja di sawah atau ladang. Rumah adat Dhurung Rumah Adat Joglo Sinom Rumah Adat Tengger adalah rumah adat yang dibangun oleh suku Tengger yang berada di daerah lereng Gunung Bromo dusun Cemoro Lawang desa Ngadisari kecamatan Sukapura. Rumah adat orang Tengger merupakan rumah adat adat yang struktur dan kontruksinya dari kayu. Rumah adat Tengger


Rumah Adat Madura Tanean Lanjhang Taneyan Lanjhang adalah permukiman tradisional masyarakat Madurayang berupa kumpulan rumah yang terdiri atas beberapa keluarga danmasih terikat dalam satu hubungan darah. Pada umumnya TaneyanLanjhang berbentuk persegi panjang. Rumah Adat Joglo Joglo adalah rumah adat dari – Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan hal apapun termasuk dalam segi budaya. Misalnya, jika kita lihat dari rumah adatnya saja, bisa dibilang jika Indonesia memiliki rumah adat yang begitu beragam. Hal ini karena di setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki rumah adatnya masing-masing. Rumah adat yang berbeda di setiap daerah juga bisa menjadi salah satu pembeda serta identitas tertentu bagi daerah tersebut. Rumah adat yang satu ini memiliki bentuk yang unik dibandingkan dengan rumah adat lainnya. Rumah adat limasan lambang sari memiliki bentuk limas atau persegi panjang, atapnya juga berbentuk seperti balok penyambung. Pondasi rumah adat ini berbentuk umpak atau tiang bangunan terbuat dari batu, dengan purus di tengah tiang bagian bawah untuk mengunci tiang bangunan. Rumah Adat Limasan Lambang Sari Rumah Adat Limas Trajumas Lawakan Rumah Limas Trajumas Lawakan adalah hasil perkembangan dari model rumah Limasan Trajumas. Bedanya, pada Trajumas Lawakan terdapat emperan yang mengelilingi bangunan. Kemiringan dari emperan nya pun berbeda dengan atap pokoknya. Termasuk di bagian tengah yang diberi tiang, sehingga terbentuk dua rongrongan di bagian dalam.


Karapan sapi merupakan perlombaan pacuan sapi dengan menarik kereta kayu pada lintasan berjarak sekitar 100 meter. Awalnya karapan sapi adalah perlombaan antarpetani yang mengadu ketangkasan dalam mengendalikan sapi dan membajak sawah. Namun hingga saat ini, karapan sapi masih digelar sebagai perlombaan. Karapan Sapi (Madura) Istilah Nekeran dari permainan ini adalah permainan gundu. Pemenang permainan nekeran bisa dilihat dari siapa yang paling banyak memiliki kelereng. Untuk memainkannya sangat murah, butiran gundu saling dilemparkan. Masing- masing beradu ketangkasan melempar kelereng, hingga pundi-pundi kelereng keluar dari garis. Mereka yang menghasilkan banyak kelereng atau neker adalah pemenangnya. Permainan nekeran masih menjadi favorit anak laki-laki di Jawa Timur. Nekeran (Jawa Timur) Ongsrotan (Gresik) Ongsrotan merupakan salah satu permainan khas Gresik yang jarang dimainkan. Dulu, permainan ini banyak dimainkan di kawasan Kota Lama Gresik dan sudah dikenal sejak era 1960-an. Permainan ongsrotan biasa dimainkan saat malam hari dan malam bulan purnama. Atau dikenal permainan padhang bulan di mana bulan mengalami fase sempurna dan cahayanya terang benderang atau disebut padang bulan. Alat yang digunakan ongsrotan yakni pecahan lempengan ubin atau genting. Kemudian, anak-anak membuat garis pembatas permainan di tanah.


Patil Lele (Jawa Timur) Permainan ini harus dilakukan hati-hati, karena lemparannya bisa saja mengenai anggota tubuh Minasan. Tetapi tetap saja ini adalah salah satu permainan favorit anak-anak kala itu. Patil lele biasanya dimainkan menggunakan peralatan dua buah batang kayu yang panjang dan pendek. Beberapa pemain terbagi dalam duakelompok, penjaga dan pengukit. Dengan batang kayu yangpendek ini diletakkan pada lubang yang dibuat kemudian dilentingkan sejauh mungkin menggunakan batang kayu yang panjang. Loncat Karet (Jawa Timur) Minasan akan beradu ketangkasan melompati tali yang sudah diukur ketinggiannya di permainan ini. Selain menyenangkan, permainan ini juga bisa menjadi sarana olahraga. Tali yang digunakan terbuat dari jalinan karet gelang yang banyak terdapat di sekitar kita. Cara bermainnya bisa dilakukan perorangan atau kelompok, jika hanya bermain seorang diri biasanya anak akan mengikatkan tali pada tiang atau apa pun yang memungkinkan lalu melompatinya. Jika bermain secara berkelompok biasanya melibatkan minimal tiga anak, dua anak akan memegang ujung tali; satu di bagian kiri, satu lagi di bagian kanan, sementara anak yang lainnya mendapat giliran untuk melompati tali. Tali direntangkan dengan ketinggian bergradasi, dari paling rendah hingga Jamuran (Gresik) Jamuran merupakan permainan tradisional anak-anak atau dolanan bocah kreasi dari Sunan Giri yang merupakan salah satu anggota Wali Songo. Permainan jamuran adalah permainan yang dihiasi dengan canda gurau dan tawa anak-anak yang bermain. Hal ini menjadi salah satu alasan permainan jamuran patut untuk dicoba. Tidak hanya karena kemudahannya, tetapi juga karena permainan ini mengutamakan keceriaan dan kegembiraan anak. Permainan ini tidak membebani anak untuk menang atau kalah. Dari sini kita bisa lihat bahwa permainan jamuran dapat membantu anak untuk mengembangkan kecerdasan majemuk, keterampilan motorik, kepekaan, dan kemampuan berekspresi dengan irama, memahami dan mengendalikan diri sendiri, serta memahami dan menggunakan lingkung


Museum Trowulan Museum Trowulan adalah museum arkeologi yang terletak di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Museum ini dibangun untuk menyimpan berbagai artefak dan temuan arkeologi yang ditemukan di sekitar Trowulan. Tempat ini adalah salah satu lokasi bersejarah terpenting di Indonesia yang berkaitan dengan sejarah kerajaan Majapahit. Kebanyakan dari koleksi museum ini berasal dari masa kerajaan Majapahit, akan tetapi koleksinya juga mencakup berbagai era sejarah di Jawa Timur, seperti masa kerajaan Kahuripan, Kediri dan, Singasari. Museum ini terletak di tepi barat kolam Segaran. Sejarah Museum Trowulan berkaitan erat dengan sejarah situs arkeologi Trowulan. Reruntuhan kota kuno di Trowulan ditemukan pada abad ke-19. Sir Thomas Stamford Raffles, gubernur jenderal Jawa antara tahun 1811 sampai tahun 1816 melaporkan keberadaan reruntuhan candi yang tersebar pada kawasan seluas beberapa mil. Saat itu kawasan ini ditumbuhi hutan jati yang lebat sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan survei yang lebih terperinci. Keperluan mendesak untuk mencegah penjarahan dan pencurian artefak dari situs Trowulan adalah alasan utama dibangunnya semacam gudang penyimpanan sederhana yang akhirnya berkembang menjadi Museum Trowulan. Museum ini didirikan oleh Henri Maclaine Pont, seorang arsitek Belanda sekaligus seorang arkeolog, serta berkat peran Bupati Mojokerto, Kanjeng Adipati Ario Kromodjojo Adinegoro. Museum baru secara resmi dibuka pada tahun 1987. Bangunan museum ini mencakup lahan seluas 57.625 meter persegi, bangunan ini menampung koleksi Museum Trowulan lama serta berbagai arca batu yang sebelumnya disimpan di Museum Mojokerto.


Patung Budha Tidur Patung yang menggambarkan detik-detik wafatnya Buddha Gautama berumur 29 tahun. Bagian fondasinya berhiaskan relief dengan berbagai cerita yang menarik. Patung Buddha tidur raksasa ini berada di dalam Maha Vihara Mojopahit di Desa Bejijong, Trowulan, Mojopahit. Yaitu di sebelah selatan gedung Sasono Bhakti yang menjadi tempat sembahyang umat Buddha. Sejarah pembangunan patung Buddha tidur tak lepas dari pembangunan Maha Vihara Mojopahit. Keduanya sama-sama diprakarsai Bhikkhu Viriyanadi Maha Tera. Hanya saja vihara dibangun lebih dulu.atung Buddha tidur dibangun tahun 1993 melibatkan pematung dari Solo, Jateng, serta pematung dari Desa Bejijong dan Desa/Kecamatan Trowulan.patung Buddha tidur di Maha Vihara Mojopahit dicat dengan warna emas,emas adalah warna paling bagus yang sengaja dipilih untuk menghormati Buddha Gautama.


Candi Banjang Ratu Gapura Bajang Ratu atau dikenal dengan nama Candi Bajang Ratu adalah sebuah gapura /candi peninggalan Majapahit yang berada di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Bangunan ini diperkirakan dibangun pada abad ke-14 dan adalah salah satu gapura besar pada zaman keemasan Majapahit. Menurut catatan BPPP Mjokerto, candi/gapura ini berfungsi sebagai pintu masuk bagi bangunan suci untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara yang dalam negarakertagama disebut "kembali ke dunia Wisnu" tahun 1250 Saka (sekitar tahun 1328 m) . Namun sebenarnya sebelum wafatnya Jayanegara candi ini dipergunakan sebagai pintu belakang kerajaan. Dugaan ini didukung adanya relief "Sri Tanjung" dan sayap gapura yang melambangkan penglepasan dan sampai sekarang di daerah Trowulan sudah menjadi suatu kebudayaan jika melayat orang meninggal diharuskan lewat pintu belakang. Dengan demikian, Candi Bajang Ratu diduga dibangun sebagai pintu masuk ke sebuah bangunan suci untuk memperingati wafatnya Jayanegara, yang di dalam Pararaton dan Negarakertagama disebut kembali ke dunia Wisnu pada 1328.


Candi Tikus Candi Tikus merupakan salah satu candi yang populer di Trowulan, Mojokerto. Candi Tikus adalah sebuah peninggalan dari kerajaan yang bercorak hindu yang terletak di Kompleks Trowulan, tepatnya di dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Sempat terkubur dalam tanah. Lalu ditemukan kembali pada 1914.Nama 'tikus' hanya sebutan yang digunakan masyarakat setempat. Konon, tempat candi tersebut ditemukan merupakan sarang tikus. Candi ini dibangun antara abad 13 sampai 14. Miniatur menara merupakan ciri arsitektur pada masa itu. Candi Tikus diyakini sebagai sebuah petirtaan atau pemandian para bangsawan atau keluarga Kerajaan Majapahit. Terbuat dari bata merah, situs petirtaan ini berada 3,5 meter di bawah tanah. Sebagian pakar berpendapat bahwa candi ini merupakan petirtaan (tempat pemandian keluarga raja), tetapi sebagian pakar yang lain berpendapat bahwa bangunan tersebut merupakan tempat penampungan dan penyaluran air untuk keperluan penduduk Trowulan.


Click to View FlipBook Version