The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tonya.abigail.174, 2021-12-02 04:20:32

Cerita Pendek

Cerita Pendek

Halusinasi

Malvino Aiciysan

"Sejak saat itu Ben dan Kevin mengurangi bermain game
dan tidur secara teratur."

Pramenulis

Topik : Kurang tidur (Petualangan)
Tujuan : Untuk memberi tahu kurang tidur itu tidak sehat
Pembaca : Semua umur
Ide : Seorang remaja laki-laki bernama Ben kurang tidur
karena dia kecanduan bermain game bersama temannya
yang bernama Kevin. Suatu hari, saat bermain game
tembak-tembakan bersama Kevin, mereka berdua kalah
terus sampai-sampai emosinya tidak bisa dikontrol. Mereka
berhalusinasi masuk ke dalam game itu, kemudian mereka
mencari cara untuk keluar dari dalam game itu melewati
banyak rintangan.

Draf
Awal : Seorang remaja laki-laki bernama Ben kurang tidur karena
dia kecanduan bermain game bersama temannya yang bernama
Kevin.
Permulaan konflik : Suatu hari, saat bermain game tembak-
tembakan bersama Kevin, mereka berdua kalah terus sampai-sampai
emosinya tidak bisa dikontrol. Mereka berhalusinasi masuk ke
dalam game itu.
Klimaks : Ben dan Kevin akhirnya sadar mereka berada di dalam
game yang tadi mereka mainkan dan mereka berdua panik. Setelah
tenang, mereka akhirnya mencari cara untuk keluar dari dalam game
dan mereka harus melewati banyak monster.
Antiklimaks : Setelah menembak banyak monster mereka akhirnya
akan melawan monster yang paling kuat. Jika mereka dapat
mengalahkannya, maka Ben dan Kevin akan dapat keluar.
Penyelesaian: Akhirnya mereka bekerja sama untuk mengalahkan
monster terkuat. Setelah beberapa kali percobaan, akhirnya mereka
keluar dan sadar bahwa salah satu efek kurang tidur
adalah berhalusinasi.

Halusinasi
Oleh : Malvino Aiciysan

Ada seorang anak yang bernama Ben dan Kevin yang sangat
menyukai game sampai kurang tidur. Mereka memiliki banyak game
yang sudah diselesaikan, tetapi ada satu game tembak-tembakan yang
sangat susah dimainkan. Mereka sudah bermain satu harian, tetapi
kalah terus. Mereka sampai emosi. Lalu, Ben dan Kevin berhalusinasi
dan masuk ke dalam game sampai mereka tidak sadarkan diri. Lalu,
ketika sadar mereka bingung mengapa mereka berpindah ke gudang
yang penuh dengan senjata. Ben menyadari bahwa dia dan Kevin
berada di dalam game tembak-tembakan.
Setelah mereka berdua sadar, mereka pun menenangkan diri. Ben
berkata, “Vin, kita harus segera keluar dari tempat ini. Di sini
berbahaya.”
Jawab Kevin, “Iya, Ben. Saya sependapat denganmu. Tapi ada banyak
monster di sini. Apa yang harus kita lakukan?”
“Kita harus dengan cepat menembaki monster yang mulai mendekat.”
“Awaass, ada monster di sebelah kanan kamu, Ben. Aku akan
menembaknya.”
“Fiuhhhhh, terima kasih, Vin.”

Mereka berhasil menembaki monster yang ada di sekitar mereka.
Namun, saat mereka hampir berhasil keluar dari game tersebut,
mereka harus mengalahkan monster yang paling kuat.
Monster itu memiliki badan yang besar, kulit yang berwarna
hitam, memegang pedang besi yang sangat besar. Bahkan saat
Kevin melihatnya, dia ketakutan. Tetapi, Ben tidak takut karena
dia ingin keluar dari dalam game itu.
Ben berkata, “Vin, sebelum kita melawan dia, ayo Kita mencari
senjata.”
Kevin menjawab, “Iya, Ben kita harus mencari senjata terlebih
dahulu, Bagaimana kalo ke gudang yang penuh dengan senjata
itu?”
“Saya setuju dengan kamu, Vin.”
Ben dan Kevin pergi ke gudang senjata dan mengambil senjata
setelah itu mereka berjalan ke tempat monster yang terkuat itu,
tetapi saat ingin melawannya ternyata dia mempunyai monster-
monster kecil yang sangat mudah ditembak tetapi mereka datang
dalam jumlah yang banyak, setelah 30 menit berlalu mereka
akhirnya menembak semuanya

“Vin, ayo Kita langsung saja menyerang ke monster terkuat itu.”
‘Iya, Ben.”
Mereka pun menyerang monster itu Ben memakai bahan peledak
sedangkan Kevin memakai senjata biasa setelah memakai banyak
waktu akhirnya monster itu mati lalu mereka berhenti
berhalusinasi.
Setelah keluar mereka pun bingung. Ben dan Kevin langsung tidur
lalu besoknya saat mereka berkonsultasi ke dokter
Dokter berkata, “Mungkin itu efek sering bermain game dan
kurang tidur yaitu berhalusinasi.”
Sejak saat itu Ben dan Kevin mengurangi bermain game dan tidur
secara teratur.

Ada dua anak yang kurang tidur dikarenakan
terlalu banyak bermain game. Suatu hari,
mereka berhalusinasi dan masuk ke dalam
game tersebut. Dalam game itu, banyak
tantangan-tantangan yang mereka harus lewati.
Akankah mereka berhasil untuk melewati
berbagai rintangan? Atau akankah mereka
terjebak dalam permainan itu selamanya?


Click to View FlipBook Version