40
BUKU PANDUAN PRAKTIKUM
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SD
LABORATURIUM PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA 2020
Alamat Laboratorium: Komp. Lab Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman
Jl. Bnageris Kampus Bangeris Samarinda
Phone. (0541) 749 276 – 749 360
2 39
KATA PENGANTAR <<Contoh 9 : CONTOH HALAMAN DAFTAR PUSTAKA>>
Salam Sejahtera. DAFTAR PUSTAKA
Segala puja dan Puji hanya milik Tuhan Yang Maha Esa Departemen PU. (1987). Petunjuk Perencanaan Beton Bertulang Dan
yang memberikan berkahnya kepada kita semua sehingga buku Struktur Dinding Bertulang Untuk Rumah dan Gedung . Depar-
praktikum Pembelajaran Matematika di SD ini dapat temen PU., Bandung.
terselesaikan. Nawi,Edward.G (1990). Beton Bertulang Suatu Pendekatan Da-
sar.PT.Eresco,Bandung.
Buku ini digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan Polman, S. (1983). Issues in education today. Journal of Community
praktikum mata kuliah pembelajaran matematika di SD. Pelaksa- Studies. Vol 6(10), pp2-4.
naan dan materi yang diberikan diharapkan dapat bermanfaat Rusli, H. (1991). Kewajiban-kewajiban Perusahaan di Indonesia. Hu-
pada pengembangan keterampilan praktikan. perindo, Jakarta.
Buku panduan praktikum ini tentunya masih terdapat
kekurangan , oleh karena itu, penyususn dengan kerendahan hati
menerima kritik dan saran yang demi perbaikan kedepannya.
Semoga buku panduan ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa
PGSD FKIP UNMUL.
Samarinda, Februari 2020
Tim Penyusun
38 DAFTAR ISI 3
<<Contoh 8 : CONTOH HALAMAN DENGAN JUDUL BAB>> Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
<<JUDUL KEGIATAN>> Tata tertib mengikuti Praktikum iii
TIM Praktikum iv
A. Tujuan Kegiatan Praktikum 1 Pengenalan Alat Peraga Geometri 1
B. Dasar Teori Praktikum 2 Pengenalan Alat Perga Aritmatika 5
C. Alat dan Bahan Praktikum 3 Pengenalan Alat Peraga Statistika 14
D. Prosedur Kerja Praktikum 4 Pembuatan Alat Peraga 24
E. Hasil Pengamatan Sistematika Laporan Praktikum 47
F. Pembahasan
G. Kesimpulan
4 37
TATA TERTIB MENGIKUTI PRAKTIKUM <<Contoh 5: CONTOH HALAMAN PENGANTAR>>
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SD TAHUN 2020 KATA PENGANTAR
KETENTUAN UMUM Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
1. Mahasiswa program studi PGSD FKIP Universitas Mulawarman. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
2. Mahasiswa yang mengambil mata kuliah pembelajaran matemat- aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
ika di SD aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
3. Berpakaian rapi dan sopan, tidak menggunakan: aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
a. Jeans Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
b. Pakaian press body aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
c. Kaos aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
d. Sandal aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Ketentuan Khusus aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
1. Membawa alat tulis aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
2. Membawa alat dan bahan yang diperlukan saat praktikum (tidak
Samarinda, ___________
diperkenankan meminjam antar-praktikan)
3. Menyerahkan laporan praktikum dan kartu kehadiran sebelum Penulis
masuk ruangan.
4. Bagi praktikan yang terlambat dianggap mengikuti praktikum
25% dari total penilaian hasil praktikum.
5. Bagi praktikan yang tidak hadir harap membawa surat ket-
erangan dari pihak yang berwenang (orang tua, dokter, keluarga
yang dituakan).
6. Praktikum susulan akan diberikan jika praktikan memberitahukan
ketidakhadirannya selambat-lambatnya satu hari sebelum prak-
tikum berlangsung.
7. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi asisten praktikum
yang bersangkutan.
36 5
<<Contoh 4 : CONTOH JUDUL HALAMAN PERSETUJUAN ASIS- TIM PRAKTIKUM 2020
TEN>> PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SD
HALAMAN PERSETUJUAN Penangung Jawab : Iksam, S.Pd., M.Pd
Laporan Praktikum Pembelajaran Matematika di SD dengan judul Dosen Pembina : Fara Virgianita Pangadongan, M.Pd
“...........................” yang disusun oleh:
Sukriadi, M.Pd
Nama : Ketua Pelaksana : Fara Virgianita Pangadongan, M.Pd
NIM :
Kelas : Anggota : 1. ……………………………………..
Kelompok :
2. …………………………………….
Telah diperiksa dan dikonsultasikan kepada asisten maka dinyatakan STANDAR KOMPETENSI dan KOMPETENSI DASAR
diterima
Standar Kompetensi:
Samarinda, .......................... 2018 Memahami cara penggunaan dan pembautan alat peraga matematika
di SD
Mengetahui, Asisten Praktikum,
Dosen Penangung Jawab Kompetensi Dasar :
1. Menjelaskan jenis-jenis alat peraga matematika di SD
Dra. Hj. Tri Wahyuningsih, M.Si Fara Virgianita P., M.Pd 2. Menjelaskan cara penggunaan alat peraga matematika di SD
NIP. 19630128 198703 2 002 3. Menjelaskan cara pembuatan alat peraga matematika di SD
6 35
PRAKTIKUM I <<Contoh 3 : CONTOH JUDUL HALAMAN PENGESAHAN>>
ALAT PERAGA GEOMETRI HALAMAN PENGESAHAN
A. Tinjauan Materi Laporan Praktikum Pembelajaran Matematika di SD ini disusun sebagai
1. Pengertian Geometri tugas akhir menyelesaikan praktikum dan salah satu syarat lulus mata
Geometri (Yunani Kuno: γεωμετρία, geo-"bumi",-metron kuliah Pembelajaran Matematika di SD
"pengukuran") adalah cabang matematika yang bersangkutan
dengan pertanyaan bentuk, ukuran, posisi relatif gambar, Samarinda, .......................... 2018
dan sifat ruang. Menurut Wright (2002: 181), Geometri adalah Menyetujui,
ilmu yang mempelajari tentang sifat-sifat, pengukuran-
pengukuran, dan hubungan-hubungan titik, garis, bidang dan Dosen Pengampuh Mata Kuliah Ketua Laboratorium,
bangun ruang. Sedangkan menurut Marhijanto (1999: 136), ge-
ometri adalah cabang matematika yang mempelajari tentang Dra. Hj. Tri Wahyuningsih, M.Si Drs. Nicodemus Sere, M.Pd
ilmu ukur. NIP. 19630128 198703 2 002 NIP. 19570705 198403 1 005
Berdasarkan pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa
geometri adalah cabang ilmu matematika yang mempelajari ten-
tang sifat dan hubungan titik, garis, bidang dan bangun ruang
serta pengukurannya.
Geometri terdiri dari :
a. Geometri bidang yaitu mempelajari tentang garis, kurva,
sudut, dan polygon dalam bidang.
b. Geometri bangun ruang yaitu mempelajari tentang kerucut,
bola silinder, dan kurva polihedra dalam ruang tiga dimensi
c. Geometri diferensial yaitu aplikasi kalkulus dalam geometri
untuk mempelajari sifat-sifat lokal dari kurva
d. Geometri deskriptif yaitu teknik matematika yang digunakan
untuk mendeskripsikan hubungan geometris dari permukaan
tiga dimensi pada suatu permukaan bidang
e. Geometri analitik yaitu aplikasi metode aljabar pada geome-
tri dimana garis-garis dan kurva-kurva dinyatakan dalam
persamaan aljabar
2. Alat Peraga Geometri
Alat peraga merupakan sesuatu yang digunakan oleh guru
untuk menjelaskan objek langsung matematika agar siswa mudah
memahami materi secara baik dan utuh. Dengan kata lain alat
peraga matematika berfungsi untuk mencapai tujuan pembelaja-
34 7
ran yang telah ditetapkan sebelumnya. Alat peraga matematika
<<Contoh 2 : CONTOH JUDUL HALAMAN DALAM>> mempunya peranan yang sangat penting dalam pembelajaran
LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM baik untuk menerangkan suatu konsep atau fakta matematika
maupun dalam meningkatkan motivasi siswa dalam belajar ma-
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SD tematika.
Percobaan Alat peraga dalam pembelajaran matematika berguna untuk
(1) mewujudkan situasi belajar yang fleksibel dan efektif dan (2)
Disusun Oleh: jembatan untuk membuat siswa dalam berfikir secara abstrak yang
<<NAMA PRAKTIKAN>> merupakan sifat dari objek langsung matematika. sehingga krite-
rianya penggunaan alat peraga adalah:
<<NIM>>
<<KELAS>> Pengajaran dengan menggunakan alat peraga harus terin-
tegrasi dengan content dan tujuan pembelajaran
LABORATORIUM PGSD a. Alat peraga yang digunakan dalam pembelajaran dibuat se-
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
menarik mungkin untuk membuat siswa lebih termotivasi da-
UNIVERSITAS MULAWARMAN lam pembelajaran
SAMARINDA b. Alat peraga digunakan dalam pembelajaran untuk memper-
cepat siswa dalam memahami materi matematika yang di-
<< Tahun Pembuatan >> jelaskan oleh guru.
c. Pembuatan alat peraga harus disesuaikan dengan tinggi badan
dan kekuatan fisik siswa
d. Desain alat peraga fleksibel sehingga dapat dimanipulasi un-
tuk digunakan secara berkelompok maupun secara individu.
Alat peraga sebagai media untuk membuat siswa memahami
materi secara tepat dan cepat mempunyai kelebihan sebagai beri-
kut:
a. Siswa dan guru akan lebih termotivasi dalam pembelajaran.
b. Konsep matematika yang berbentuk abstrak yang dengan
penggunaan alat peraga yang tepat, konsep tersebut akan ter-
lihat sangat konkret bagi siswa.
c. Alat peraga dapat menjadi jembatan untuk menghubungkan
antara konsep matematika yang abstrak dengan benda-benda
nyata di sekitar siswa sehingga mudah untuk melihat kaitan
antara keduanya yang memicu pemahaman yang mendalam.
d. Penyajian konsep matematika yang abstrak menjadi lebih
kongkret akan menjadi objek penelitian bagi penelti dan
bahkan dapat saja memicu kreatifitas dan melahirkan ide baru
tentang konsep tersebut.
8 33
Jenis-jenis alat peraga yang disesuaikan dengan tujuan pembelaja- <<Contoh 1 : CONTOH JUDUL HALAMAN LUAR DAN DALAM>>
ran:
LAPORAN AKHIR
a. Alat peraga model yang bertujuan untuk memvisualkan atau PRAKTIKUM<< SESUAI JENIS PRAKTIKUM>>
mengkonkritkan suatu konsep.
Disusun Oleh: <<NIM>>
b. Alat peraga jembatan yang bertujuan untuk memfasilitasi <<NAMA PRAKTIKAN>>
kearah konsep yang benar. Alat peraga skill yang berfungsi
untuk melatih pemahaman fakta, konsep atau prinsip Alat ASISTEN : <<Kode ass>>
peraga demonstrasi yang bertujuan mendemonstrasikan kon- <<NAMA ASISTEN>> <<Kode ass>>
sep, operasi dan atau prinsip matematika. <<NAMA ASISTEN>>
c. Alat peraga aplikasi yang bertujuan untuk memperlihatkan LABORATORIUM PGSD
kepada siswa bagaimana mengaplikasikan suatu konsep. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
d. Alat peraga sumber yang berfungsi sebagai sumber pemecahan UNIVERSITAS MULAWARMAN
masalah SAMARINDA
B. Tujuan << Tahun Pembuatan >>
Tujuan dari praktikum ini adalah:
1. Menentukan jenis alat peraga geometri
2. Menentukan kegunaan alat peraga geometri
3. Menentukan cara penggunaan alat peraga geometri.
C. Alat dan Bahan
1. Bahan: Beras
2. Alat:
a. Alat tulis
b. Meqip atau KIT Matematika, yaitu alat peraga:
1) Penentuan Luas Bangun Datar
2) Penentuan Luas Permukaan Bangun Ruang
3) Penentuan Volume Bangun Ruang
4) Rangka Bangun Ruang
5) Penentuan Waktu dan sudut yang dibentuk oleh Jam
6) Penentuan Kecepatan
7) Penentua Berat Benda
D. Kriteria Kerja
1. Praktikum bersifat individu
2. Pada pekerjaan anda tidak diperkenankan menggunakan pensil
kecuali sketsa gambar, dilarang menggunakan tipe-X
3. Penilaian akan disesuaikan dengan bobot masing-masing soal
praktikum
4. Dilarang bekerjasama.
32 9
f. Bagian Isi. Bagian ini merupakan isi laporan. Oleh karena itu hala-
BAHAN PRAKTIKUM
man ditulis dengan angka biasa: 1, 2, 3, 4, 5. Khusus pada halaman
judul bab, nomor halaman tidak ditulis. Pada halaman lain nomor 1. Nama alat peraga:
halaman ditulis di sudut kanan atas, 1.5 cm dari atas, 2.5 cm dari ……………………………………………………………………
kanan. Tiap bab selalu diawali dengan judul bab yang ditulis di
tengah (centre). Sekitar 3 cm dari atas ditulis "BAB n", dimana n 2. Tuliskan kegunaan alat peraga tersebut
adalah nomor bab dan ditulis dengan huruf biasa : 1, 2, 3, 4, 5. ……………………………………………………………………………
Dua spasi di bawahnya ditulis judul bab dengan huruf kapital se- ……………………………………………………………………………
mua. (Lihat contohnya pada Lampiran) ……………………………………………………………………………
g. Bagian Pelengkap. Penomoran halaman pada bagian ini merupa- ……………………………………………………………………………
kan sambungan dari penomoran pada bagian isi. ……………………………………………………………………………
h. Halaman Daftar Pustaka. Daftar pustaka ditulis pada halaman pal- ……………………………………………………………………………
ing belakang laporan (lihat Contoh). Mahasiswa diharuskan mengi- ……………………………………………………………………………
kuti aturan tata cara menulis, merujuk dan mengutip daftar pustaka
pada buku panduan penulisan skripsi
3. Tuliskan cara penggunaan alat tersebut
Instruksi: Perjelas cara penggunaannya dengan gambar (buka dalam
bentuk foto)
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
…………………………………………………...................................
10 31
……………………………………………………………………………… FORMAT PENULISAN LAPORAN
…………………………………………………………………………… PRAKTIKUM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SD
……………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………… Format Kertas dan Jenis Huruf
…………………………………………………………………………… Kertas berukuran kuarto. Hanya satu muka yang boleh ditulis
……………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………… tiap lembar kertas. Margin kiri dan atas ukuran 4 cm, sedangkan
…………………………………………………………………………… untuk bagian dari bawah dan kanan 3 cm. Ketikan harus berspasi
…....……………………………………………................................... ganda.
4. Buatlah lembar kerja yang dapat menuntun siswa menggunakan alat Laporan ditulis dengan tulisan tangan menggunakan pulpen
peraga tersebut. biru. Huruf miring digunakan untuk menunjukkan istilah asing dan
untuk menuliskan judul buku atau majalah. Huruf tebal digunakan
untuk menegaskan istilah tertentu dan bisa untuk judul bab atau
subbab.
Penjilidan softcover harus sesuai dengan ketentuan dan warna
cover yang telah ditentukan (Hijau Muda).
Aturan Penulisan Laporan
a. Bagian Pembukaan. Setiap halaman pada bagian ini diberi nomor
dengan angka romawi kecil: i, ii, iii, iv, dst. dan ditulis di bawah
tengah 1.5 cm dari bawah. Khusus pada halaman judul nomor ini
tidak ditulis.
b. Halaman Judul (Cover). Halaman judul terdiri halaman judul luar
dan halaman judul dalam. Format tulisan adalah Times New Ro-
man font 14. Halaman judul luar adalah cover yang digunakan
pada laporan akhir (Contoh 1). Halamn judul dalam dibuat per
pertemuan setiap praktikum. (Contoh 2)
c. Lembar Persetujuan Asisten. Persetujuan final draft softcover dan
hardcover harus diperoleh dari Asisten dengan format seperti Con-
toh 3
d. Prakata. Tulis judul ‘KATA PENGANTAR’ di bagian atas tengah,
aturan lain sama dengan aturan penulisan bagian isi. Pengantar tid-
ak lebih dari 2 halaman dengan spasi tunggal. Lihat Contoh 4.
e. Halaman Daftar. Bagian ini terdiri dari Daftar Isi, Daftar Tabel,
Daftar Gambar, dan Daftar Notasi, (Contoh 5 s/d Contoh 8). Dari
halaman sampul hingga tepat sebelum isi bab 1 beri nomor hala-
man romawi kecil: i, ii, iii, iv, dan seterusnya.
30 11
PRAKTIKUM II
…………………………………………………………………………… PENGENALAN ALAT PERAGA ARITMATIKA
…………………………………………………………………………… A. Tinjauan Materi
…………………………………………………………………………… 1. Definisi Aritmatika
…………………………………………………………………………… Aritmatika atau aritmetika (dari kata bahasa Yunani αριθμός
…………………………………………………………………………… = angka) atau dulu disebut Ilmu Hitung merupakan cabang ter-
…………………………………………………………………………… tua (atau pendahulu) matematika yang mempelajari operasi da-
…………………………………………………………………………… sar bilangan. Oleh orang awam, kata "aritmatika" sering diang-
………………………………………………….................................... gap sebagai sinonim dari Teori Bilangan, tetapi bidang ini ada-
lah bidang Aritmatika tingkat Lanjut yang berbeda dengan Arit-
4. Buatlah lembar kerja yang dapat menuntun siswa menggunakan matika Dasar.
alat peraga tersebut. (Pada Laporan Cukup dilampirkan dibagian Aritmatika adalah ilmu hitung dasar yang merupakan bagi-
belkang setiap laporan di akhir praktikum) an dari matematika. Operasi dasar aritmatika adalah penjumla-
han, pengurangan, perkalian dan pembagian, Walaupun operasi
-operasi lain yang lebih canggih (seperti persentase, akar kuad-
rat, pemangkatan, dan logaritma) kadang juga dimasukkan ke
dalam kategori ini. Perhitungan dalam aritmatika dilakukan
menurut suatu urutan operasi yang menentukan operasi arit-
matika yang mana lebih dulu dilakukan.
a. Penjumlahan (+) adalah salah satu operasi aritmatika dasar.
Penjumlahan merupakan penambahan dua bilangan men-
jadi suatu bilangan yang merupakan Jumlah. Penambahan
lebih dari dua bilangan dapat dipandang sebagai operasi
Penambahan berulang, prosedur ini dikenal sebagai Pen-
jumlahan Total (summation), yang mencakup juga penam-
bahan dari barisan bilangan tak hingga banyaknya
(infinite).
b. Pengurangan (-) adalah lawan dari operasi penjumlahan.
Pengurangan mencari ‘perbedaan’ antara dua bilangan A
dan B (A-B), hasilnya adalah Selisih dari dua bilangan A dan
B tersebut. Bila Selisih bernilai positif maka nilai A lebih be-
sar daripada B, bila Selisih sama dengan nol maka nilai A
sama dengan nilai B dan terakhir bila Selisih bernilai negatif
maka nilai A lebih kecil daripada nilai B.
c. Perkalian (*) pada intinya adalah penjumlahan yang beru-
lang-ulang. Perkalian dua bilangan menghasilkan Hasil Kali
(product), sebagai contoh
4*3 = 4+4+4 = 12.
12 29
d. Pembagian (/) adalah lawan dari perkalian. Pembagian dua
BAHAN PRAKTIKUM
bilangan A dan B (A/B) akan menghasilkan Hasil Bagi
(quotient). Sembarang pembagian dengan bilangan nol (0) 1. Nama alat peraga:
tidak didefinisikan. Selanjutnya bila nilai Hasil Bagi lebih ……………………………………………………………………
dari satu, berarti nilai A lebih besar daripada nilai B, bilai
Hasil Bagi sama dengan satu, maka berarti nilai A sama 2. Tuliskan kegunaan alat peraga tersebut
dengan nilai B, dan terakhir bila Hasil Baginya kurang dari ……………………………………………………………………………
satu maka nilai A kurang dari nilai B. ……………………………………………………………………………
Aritmatika yang dipelajari untuk anak Sekolah Dasar berupa ……………………………………………………………………………
bilangan yang berkisar antara bilangan puluhan, ratusan, dan ……………………………………………………………………………
ribuan. Anak Sekolah Dasar dalam mempelajarinya berdasarkan ……………………………………………………………………………
tingkatan kelas yang ditempuh, untuk kelas 1 Sekolah Dasar han- ……………………………………………………………………………
ya berkisar bilangan puluhan, untuk anak kelas 2 sampai ……………………………………………………………………………
bilangan ratusan, dan untuk anak kelas 3 sampai bilangan ribu-
an.bMelalui belajar mental aritmatika seorang anak akan mem- 3. Tuliskan cara pembuatan alat peraga tersebut
peroleh banyak manfaat diantaranya : ……………………………………………………………………………
a. Meningkatkan kemampuan berhitung lebih cepat diatas ra- ……………………………………………………………………………
ta-rata anak. ……………………………………………………………………………
b. Kemampuan mencongak lebih cepat dan tepat. ……………………………………………………………………………
c. Menyeimbangkan penggunaan otak kiri dan kanan serta ……………………………………………………………………………
mengoptimalkannya untuk mencapai tingkat berfikir yang ……………………………………………………………………………
analisis dan logika berfikir yang benar. ……………………………………………………………………………
d. Terlatihnya daya fikir dan konsentrasi, membantu anak un-
tuk menguasi mata pelajaran yang lainnya. 3. Tuliskan cara penggunaan alat tersebut
e. Menumbuhkembangkan imajinasi sehingga kreatifitas anak Instruksi: Perjelas cara penggunaannya dengan gambar (buka dalam
berkembang. bentuk foto)
f. Membiasakan diri dengan angka-angka, membuat anak tid- ……………………………………………………………………………
ak lagi alergi pada pelajaran eksakta.
B. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah:
1. Menentukan jenis alat peraga aritmatika
2. Menentukan kegunaan alat peraga aritmatika
3. Menentukan cara penggunaan alat peraga aritmatika.
C. Alat dan Bahan
1. Bahan: Terlampir
2. Alat:
a. Alat tulis
b. Meqip
28 13
c. Kit Matematika
B. Tujuan B. Kriteria Kerja
Tujuan dari praktikum ini adalah: 1. Praktikum bersifat individu
1. Membuat alat peraga 2. Pada pekerjaan anda tidak diperkenankan menggunakan pensil
2. Menentukan cara pembuatan alat peraga kecuali sketsa gambar, dilarang menggunakan tipe-X
3. Menentukan kegunaan alat peraga tersebut 3. Penilaian akan disesuaikan dengan bobot masing-masing soal
4. Menentukan cara penggunaan alat peraga Statistika. praktikum
4. Dilarang bekerjasama.
C. Alat dan Bahan
Disesuaikan dengan alat peraga yang akan dibuat
D. Kriteria Kerja
1. Pembuatan alat peraga bersifat kelompok, tetapi laporan bersi-
fat individu
2. Pada pekerjaan anda tidak diperkenankan menggunakan pensil
kecuali sketsa gambar, dilarang menggunakan tipe-X
3. Penilaian akan disesuaikan dengan bobot masing-masing soal
praktikum.
14 27
dalam belajar matematika, oleh karena itu guru dituntut untuk
BAHAN PRAKTIKUM memiliki kreatifitas dalam pembelajaran matematika. Alat
peraga dapat membatu guru untuk menyampaikan ide atau
1. Nama alat peraga: gagasannya dalam pembelajaran matematika agar siswa lebih
…………………………………………………………………… aktif dan tidak bosan.
f. Meningkatkan Motivasi belajar siswa
2. Tuliskan kegunaan alat peraga tersebut
…………………………………………………………………………… Untuk menumbuhkan minat siswa terhadap matematika,
…………………………………………………………………………… pembelajaran matematika di sekolah dalam penyajiannya harus
…………………………………………………………………………… diupayakan dengan cara yang lebih menarik bagi siswa. Ma-
…………………………………………………………………………… tematika sebenarnya memiliki banyak sisi yang menarik. Na-
…………………………………………………………………………… mun, seringkali hal tersebut tidak dihadirkan dalam proses
…………………………………………………………………………… pembelajaran matematika. Akibatnya siswa mengenal ma-
…………………………………………………………………………… tematika tidak secara utuh. Matematika hanya dikenal oleh
siswa sebagai kumpulan rumus, angka, dan simbol belaka.
3. Tuliskan cara penggunaan alat tersebut Pembelajaran matematika di sekolah tidak dapat dilepaskan
Instruksi: Perjelas cara penggunaannya dengan gambar (buka dalam dari pendekatan yang digunakan oleh guru. Dan pendekatan tersebut
bentuk foto) biasanya dipengaruhi oleh pemahaman guru tentang sifat matematika,
…………………………………………………………………………… bukan oleh apa yang diyakini paling baik untuk proses pembelajaran
…………………………………………………………………………… matematika di kelas. Guru yang memandang matematika sebagai
…………………………………………………………………………… produk yang sudah jadi akan mengarahkan proses pembelajaran siswa
…………………………………………………………………………… untuk menerima pengetahuan yang sudah jadi. Guru akan cenderung
…………………………………………………………………………… mengisi pikiran siswa dengan sesuatu yang sudah jadi. Sementara, guru
…………………………………………………………………………… yang memandang bahwa matematika merupakan suatu proses akan
…………………………………………………………………………… lebih menekankan aspek proses daripada aspek produk dalam pem-
…………………………………………………………………………… belajaran matematika. (Marpaung, 1998).
………………………………………………….................
26 15
siswa sendiri. Contohnya : dalam metode eliminasi, apabila
disajikan dalam alat peraga maka tiap langkah yang harus dil- ……………………………………………………………………………
akukan tidak dihapal oleh siswa tetapi dipahami, mereka mem- ……………………………………………………………………………
bangun konsep sendiri dan mereka tahu alasan melakukan tiap ……………………………………………………………………………
langkah tersebut. ……………………………………………………………………………
c. Membantu siswa bekerja secara sistematis sesuai dengan ……………………………………………………………………………
hirarki dalam pembelajaran matematika ……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
Dalam matematika terdapat materi prasyarat yang diper- ……………………………………………………………………………
lukan untuk dapat menginjak ke materi selanjutnya. Hirarki …………………………………………………...................................
belajar menurut Gagne harus disusun dari atas ke bawah atau
up down (Orton,1987). Dimulai dengan menempatkan ke- 4. Buatlah lembar kerja yang dapat menuntun siswa menggunakan alat
mampuan, pengetahuan, ataupun keterampilan yang menjadi peraga tersebut. (Pada Laporan Cukup dilampirkan dibagian bel-
salah satu tujuan dalam proses pembelajaran di puncak dari kang setiap laporan di akhir praktikum)
hirarki belajar tersebut, diikuti kemampuan, keterampilan, atau
pengetahuan prasyarat (prerequisite) yang harus mereka kuasai
lebih dahulu agar mereka berhasil mempelajari keterampilan
atau pengetahuan diatasnya. Hirarki matematika bersifat ketat
dan kaku artinya dalam pemecahan masalah membutuhkan
aturan, prinsip dan konsep-konsep terdefinisi sebagai prasya-
ratnya, yang membutuhkan konsep konkret sebagai prasyarat
berikutnya lagi. Jadi diperlukan media agar dapat menuntun
untuk terbiasa dalam belajar matematika yang tatanannya ber-
sifat siatematis dan cenderung kaku.
d. Membantu siswa dalam mengaplikasikan matematika dalam
kehidupan sehari-hari
Dapat dirasakan oleh siswa bahwa aplikasi matematika itu
kurang nyata, bahkan siswa hanya menganggap bahwa ma-
tematika adalah kumpulan angka dan simbol-simbol. Oleh ka-
rena itu diperlukan media agar matematika dapat diaplikasikan
ke dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu siswa juga
dapat dengan mudah dalam mempelajari konsep-konsep dalam
matematika.
e. Membantu siswa belajar matematika dengan fokus
Matematika memang tidah mudah dipahami, serta hirarkinya
yang kaku sehingga membuat siswa menjadi kesulitan dalam
mempelajari matematika. Maka dari itu siswa harus fokus keti-
ka guru sedang menerangkan materi matematika, sedangkan
kebanyakan guru menggunakan metode ceramah dalam pem-
belajarannya. Akibatnya siswa menjadi cepat lelah dan bosan
16 25
PRAKTIKUM III c. Memudahkan pemahaman
PENGENALAN ALAT PERAGA STATISTIKA
A. Tinjauan Materi Sebuah media harus mampu membantu siswa untuk me-
1. Definisi Statistika mahami suatu materi matematika. Menurut E. T. Ruseffendi
Statistika adalah ilmu yang mempelajari cara pengumpulan persyaratan media pembelajaran matematika, diantaranya ada-
data, cara penyajian data dan cara pengolahan data untuk di- lah : dapat memperjelas konsep matematika dan bukan se-
tarik suatu kesimpulan. Istilah 'statistika' (bahasa baliknya (mempersulit pemahaman matematika).
d. Mudah-murah dibuat
Inggris: statistics) berbeda dengan 'statistik' (statistic). Statistika
merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik Menurut Rumampuk (1988:19) bahwa prinsip-prinsip pem-
adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritme statistika ilihan media diantaranya harus mempertimbangkan biaya pen-
pada suatu data atau statistic dapat diartikan sebagai suatu bial- gadaan, ketersediaan bahan media, mutu media, dan ling-
nagan real yang menyatakan sebuah karakteristik dari sampel. kungan fisik tempat siswa belajar.
e. Mudah digunakan
Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu,
baik ilmu-ilmu alam (misalnya astronomi dan biologi maupun Sebuah media haruslah mudah untuk digunakan dan tidak
ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di berbahaya. Hal ini agar siswa dapat menggunakan media ter-
bidang bisnis, ekonomi, dan industri. Statistika juga digunakan sebut sebagai mana fungsi dan tujuan dari media tersebut.
dalam pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus f. Fisibel
pendudukmerupakan salah satu prosedur yang paling dikenal.
Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah Fisibel adalah terlaksana atau terwujud. Jadi media itu ha-
prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebe- rus mampu mewujudkan atau mengaplikasikan tujuan dari
lum pemilihan umum), serta hitung cepat (perhitungan cepat media itu sendiri yakni sesuai dengan konsep pada suatu mate-
hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika ri.
dapat pula diterapkan dalam pengenalan po- Fungsi Media dalam Pembelajaran Matematika
la maupun kecerdasan buatan a. Objek matematika itu abstrak sehingga memerlukan
2. Pengumpulan Data peragaan
Ada beberapa cara pengumpulan data yang dapat dilakukan Dengan alat pembelajaran matematika, materi matematika
untuk memperoleh data yang diinginkan, yaitu: yang abstrak disajikan kedalam pendekatan yang lebih konkret,
a. Observasi ada visualisasinya, serta manfaat dalam mempelajari materi
b. Wawancara tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Sementara menurut Mur-
c. Tes wani (1999), untukmembelajarkan matematika secara benar
d. Angket pada siswa mutlak harus menggunakan alat peraga untuk
e. Dokumentasi memudahkan siswa mengenal konsep‑konsep matematika.
3. Penyajian Data b. Membantu siswa dalam memahami materi matematika
Ada beberapa cara penyajian data yang dapat dilakukan un- Materi dari matematika bersifat abstrak, hal ini menjadi-
tuk mempermudah memahami dan mengolah data, yaitu: kan materi matematika tidak mudah dipahami oleh ke-
a. Tabel banyakan siswa. Maka dari itu dengan alat pembelajaran ma-
b. Diagram: Batang, Garis, LIngkaran, Gambar, dll tematika siswa diharuskan berpartisipasi lebih aktif, mereka tid-
ak hanya melihat, mendengar, dan memperhatikan saja, tetapi
mereka juga harus melakukan/latihan, sehingga pembelajaran
minds on dan hands on bisa tercapai, konsep dibangun oleh
24 17
4. Pengolahan Data
Dari uraian-uraian di atas jelaslah bahwa pengertian alat
peraga pendidikan adalah merupakan segala sesuatu yang Ada dua macam statistika, yaitu statistika
dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan dapat merang- deskriptif dan statistika inferensial. Statistika deskriptif berkenaan
sang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dengan deskripsi data, misalnya dari menghitung rata-rata dan
dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa. varians dari data mentah; mendeksripsikan menggunakan tabel-
tabel atau grafik sehingga data mentah lebih mudah “dibaca”
2. Syarat media pembelajaran matematika dan lebih bermakna. Sedangkan statistika inferensial lebih dari
Menurut E. T. Ruseffendi beberapa persyaratan media pem- itu, misalnya melakukan pengujian hipotesis,
melakukan prediksi observasi masa depan, atau membuat mod-
belajaran, diantaranya adalah : el regresi.
a. Tahan lama (dibuat dari bahan-bahan yang cukup kuat), a. Statistika deskriptif berkenaan dengan bagaimana data dapat
b. Bentuk dan warnanya menarik,
c. Sederhana dan mudah dikelola (tidak rumit), digambarkan dideskripsikan) atau disimpulkan, baik secara
d. Ukurannya sesuai (seimbang) dengan ukuran fisik anak, numerik (misalnya menghitung rata-rata dan deviasi standar)
e. Dapat menyajikan konsep matematika, baik dalam bentuk atau secara grafis (dalam bentuk tabel atau grafik), untuk
mendapatkan gambaran sekilas mengenai data tersebut, se-
real, gambar atau diagram, hingga lebih mudah dibaca dan bermakna.
f. Sesuai dengan konsep pada matematika, b. Statistika inferensial berkenaan dengan permodelan data dan
g. Dapat memperjelas konsep matematika dan bukan se- melakukan pengambilan keputusan berdasarkan analisis da-
ta, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan esti-
baliknya (mempersulit pemahaman matematika), masi pengamatan masa mendatang (estimasi atau prediksi),
h. Peragaan itu agar menjadi dasar bagi tumbuhnya konsep membuat permodelan hubungan
(korelasi, regresi, ANOVA, deret waktu), dan sebagainya
berpikir abstrak bagi siswa, 5. Beberapa Statistik Sampel Elementer
i. Bila kita mengharapkan agar siswa itu aktif (sendiri atau a. Rumus Rataan Hitung (Mean)
Rata-rata hitung dihitung dengan cara membagi jumlah nilai
berkelompok) alat peraga itu dapat dimanipulasikan, yaitu data dengan banyaknya data. Rata-rata hitung bisa juga dise-
dapat diraba, dipegang, dipindahkan, dimainkan, but mean.
dipasangkan, dicopot (diambil dari sussunannya), dan 1) Rumus Rataan Hitung dari Data Tunggal
j. Bila mungkin alat peraga tersebut dapat berfaedah banyak.
Syarat media pembelajaran Matematika antara lain adalah:
a. Dapat meragakan konsep
Media yang baik adalah media yang mampu me-
ragakan konsep yang abstrak ke konkret. Menurut Rumam-
puk (1988:19) bahwa prinsip-prinsip pemilihan media adalah
harus diketahui dengan jelas media itu dipilih untuk tujuan
apa sehingga sesuai dengan konsep.
b. Dapat menjelaskan aturan
Media itu harus menjelaskan aturan-aturan dan cara
pemakaian nya agar dapat digunakan sebagaimana
fungsinya.
18 23
2) Rumus Rataan Hitung Untuk Data yang Disajikan Dalam Distribusi
PRAKTIKUM IV
Frekuensi PEMBUATAN ALAT PERAGA
Dengan : fixi = frekuensi untuk nilai xi yang bersesuaian A. Tinjauan Materi
xi = data ke-i 1. Definisi Alat Peraga
c) Rumus Rataan Hitung Gabungan a. Sudjana, 2009, Pengertian Alat Peraga Pendidikan adalah
suatu alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga dengan
b. Rumus Modus tujuan membantu guru agar proses belajar mengajar siswa
1) Data yang belum dikelompokkan lebih efektif dan efisien.
Modus dari data yang belum dikelompokkan adalah ukuran b. Faizal, 20010, mendefinisikan Alat Peraga Pendidi-
yang memiliki frekuensi tertinggi. Modus dilambangkan mo. kan sebagai instrument audio maupun visual yang
2) Data yang telah dikelompokkan digunakan untuk membantu proses pembelajaran menjadi
Rumus Modus dari data yang telah dikelompokkan dihitung lebih menarik dan membangkitkan minat siswa dalam men-
dengan rumus: dalami suatu materi.
c. Wijaya dan Rusyan, 1994 yang dimaksud Alat Peraga Pen-
Dengan : Mo = Modus didikan adalah media pendidikan berperan sebagai perang-
L = Tepi bawah kelas yang memiliki frekuensi tertinggi (kelas modus) sang belajar dan dapat menumbuhkan motivasi belajar se-
i = Interval kelas hingga siswa tidak menjadi bosan dalam meraih tujuan-
b1 = Frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat tujuan belajar.
sebelumnya d. Nasution, 1985 alat peraga pendidikan adalah alat pemban-
b2 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat tu dalam mengajar agar efektif”.
sesudahnya e. Suhardi, 1978 Pengertian alat peraga pendidikan atau Au-
dio-Visual Aids (AVA) adalah media yang pengajarannya
berhubungan dengan indera pendengaran (
f. Sumad, 1972, mengemukakan bahwa alat peraga atau
AVA adalah alat untuk memberikan pelajaran atau yang
dapat diamati melalui panca indera. Alat peraga merupakan
salah satu dari media pendidikan adalah alat untuk mem-
bantu proses belajar mengajar agar proses komunikasi dapat
berhasil dengan baik dan efektif.
g. Amir Hamzah, 1981 bahwa Alat Peraga Pendidikan adalah
adalah alat-alat yang dapat dilihat dan didengar untuk
membuat cara berkomunikasi menjadi efektif”. Sedangkan
yang dimaksud dengan alat peraga menurut Nasution
(1985: 95) adalah “alat bantu dalam mengajar lebih efektif”.
22 19
c. Rumus Median (Nilai Tengah)
)
…………………………………………………………………………… 1) Data yang belum dikelompokkan
…………………………………………………………………………… Untuk mencari median, data harus dikelompokan terlebih da-
…………………………………………………………………………… hulu dari yang terkecil sampai yang terbesar.
……………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………… 2) Data yang Dikelompokkan
……………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………… Dengan : Qj = Kuartil ke-j
…………………………………………………………………………… j = 1, 2, 3
………………………………………………….................................. i = Interval kelas
…………………………………………………………………………… Lj = Tepi bawah kelas Qj
fk = Frekuensi kumulatif sebelum kelas Qj
4. Buatlah lembar kerja yang dapat menuntun siswa menggunakan alat f = Frekuensi kelas Qj
peraga tersebut. (Pada Laporan Cukup dilampirkan dibagian bel- n = Banyak data
kang setiap laporan di akhir praktikum) d. Rumus Jangkauan ( J )
Selisih antara nilai data terbesar dengan nilai data terkecil.
e. Rumus Simpangan Quartil (Qd)
20 21
f. Rumus Simpangan baku ( S ) BAHAN PRAKTIKUM
g. Rumus Simpangan rata – rata (SR)
h. Rumus Ragam (R) 1. Nama alat peraga:
……………………………………………………………………
B. Tujuan 2. Tuliskan kegunaan alat peraga tersebut
Tujuan dari praktikum ini adalah: ……………………………………………………………………………
1. Menentukan jenis alat peraga Statistika ……………………………………………………………………………
2. Menentukan kegunaan alat peraga Statistika ……………………………………………………………………………
3. Menentukan cara penggunaan alat peraga Statistika. ……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
C. Alat dan Bahan ……………………………………………………………………………
1. Bahan: Terlampir ……………………………………………………………………………
2. Alat:
a. Alat tulis 3. Tuliskan cara penggunaan alat tersebut
b. Meqip Instruksi: Perjelas cara penggunaannya dengan gambar (buka dalam
c. Kit Matematika bentuk foto)
……………………………………………………………………………
B. Kriteria Kerja ……………………………………………………………………………
1. Praktikum bersifat individu ……………………………………………………………………………
2. Pada pekerjaan anda tidak diperkenankan menggunakan pensil ……………………………………………………………………………
kecuali sketsa gambar, dilarang menggunakan tipe-X ……………………………………………………………………………
3. Penilaian akan disesuaikan dengan bobot masing-masing soal ……………………………………………………………………………
praktikum ……………………………………………………………………………
4. Dilarang bekerjasama. ……………………………………………………………………………
………………………………………………….................