The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

BAHAN AJAR UKIN_LENNY HARYATI_LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by lennyharyati8, 2022-12-28 02:08:26

BAHAN AJAR UKIN_LENNY HARYATI_LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT

BAHAN AJAR UKIN_LENNY HARYATI_LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT

BAHAN AJAR

MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN
NONELEKTROLIT

KELAS X SMA DNISEUGSEURNI O7LBEEHN: GKULU TENGAH

LENNY HARYATI, S.Pd

Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
3.8 Menganalisis sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya
3.8.1 Menyebutkan definisi larutan elektrolit dan non elektrolit
3.8.2 Mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan
nonelektrolit
3.8.3 Menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit
menghantarkan arus listrik
3.8.4 Menganalisis sifat elektrolit beberapa larutan yang ada di
lingkungan
3.8.5 Mengelompokkan larutan ke dalam elektrolit kuat, elektrolit
lemah, dan nonelektrolit berdasarkan daya hantar listriknya.
4.8 Membedakan daya hantar listrik berbagai larutan melalui
perancangan dan pelaksanaan percobaan 4.8.1 Merancang dan
melakukan percobaan untuk menyelidiki sifat elektrolit beberapa
larutan yang ada di lingkungan dan larutan yang ada di
laboratorium serta melaporkan hasil percobaan.
4.8.2 Membedakan daya hantar listrik berbagai larutan melalui
perancangan dan pelaksanaan percobaan

D. Tujuan Pembelajaran:
Melalui model pembelajaran Project Based Learning,pendekatan
Saintifik, dan metode eksperimen siswa secara disiplin,
Kerjasama,aktif dan bertanggung jawab dalam mendefinisikan
larutan elektrolit,mengidentifikasi sifat larutan elektrolit
berdasarkan daya hantar listrik, mengelompokkan larutan
elektrolit , merancang percobaan serta dapat menyimpulkan sifat
larutan berdasarkan hasil percobaan dengan benar

Petunjuk Penggunaan Bahan Ajar
a. Bacalah dengan seksama tujuan
pembelajaran dan indikator untuk
mengetahui apa yang akan diperoleh
setelah mempelajari materi ini.
b. Bahan ajar ini memuat informasi tentang
Larutan Elekttrolit dan nonelektrolit
c. Pelajari dengan seksama semua materi
yang disajikan secara berurutan, jika ada
informasi yang
kurang jelas atau mengalami kesulitan
dalam mempelajari setiap materi,
sebaiknya berkonsultasi pada
pengajar.
d. Pelajari contoh – contoh soal yang
disajikan dalam bahan ajar.

MATERI

LARUTAN ELEKTROLIT DAN
NONELEKTROLIT

Hai, kamu tahu nggak sih, berdasarkan daya hantar
listriknya, larutan bisa dibagi menjadi 2 jenis, yakni larutan
elektrolit dan non elektrolit. Terus, kamu tahu nggak
larutan apa saja yang termasuk larutan elektrolit? Lalu,
larutan apa saja yang termasuk larutan non elektrolit?
Kalau belum tahu, kita akan bahas di artikel ini. Simak ya!

Sebelumnya, kita membahas lebih lanjut, pastikan dulu
untuk memahami mengenai larutan ya. Nah larutan
merupakan campuran homogen atau tercampur baik
antara pelarut yang berupa air dan zat terlarutnya.

Kalau bingung, larutan bisa dipahami dari beberapa
contohnya. Salah satu larutan misalnya campuran air
dengan garam, air dengan gula atau campuran air dengan
urea.

Lalu apa yang dimaksud dengan larutan elektrolit dan non
elektrolit? Kamu bisa lihat gambar percobaan daya hantar
listrik dari beberapa larutan di bawah ini.

Gambar di atas merupakan hasil
pengujian daya hantar listrik terhadap

beberapa larutan:



Gelas A : Larutan nonelektrolit



Gelas B : Larutan elektrolit lemah



Gelas C : Larutan elektrolit kuat

Larutan Elektrolit
Larutan elektrolit adalah larutan yang
dapat menghantarkan arus listrik. Ketika
dialirkan arus listrik ke dalamnya, larutan
ini akan memberikan gejala berupa
menyalanya lampu pada alat uji atau
timbulnya gelembung gas dalam larutan.

Hasil percobaan ditunjukan oleh gambar (b)
dan (c) yang terlihat lampunya menyala dan
ada gelembung gas pada larutan. Maka,
kedua jenis larutan tersebut dapat kita
golongkan sebagai larutan elektrolit, ya!

Larutan elektrolit bisa menghantarkan
listrik karena terdapat ion-ion bebas yang
berasal dari zat terlarut yang terdisosiasi
menjadi ion-ionnya. Gejala pertama dalam
menentukan larutan elektrolit yakni berupa
menyalanya lampu pada alat uji atau
timbulnya gelembung gas dalam larutan.

Larutan Nonelektrolit
Selanjutnya, larutan nonelektrolit adalah
larutan yang tidak dapat menghantarkan
arus listrik, yang ditunjukan hasil
percobaan (a), di mana lampu alat uji mati
dan tidak dihasilkan gelembung gas dalam
larutan.

Larutan nonelektrolit ini tidak dapat
menghantarkan listrik, sebab tidak
terdapat ion-ion bebas dalam larutan,
karena zat terlarutnya tidak terdisosiasi.

Kalau dilihat dari hasil pengujian larutan pada tabel di atas,
kita bisa simpulkan bahwa larutan yang dapat
menghantarkan arus listrik, yaitu larutan amonia, larutan
HCl, larutan cuka, air aki, air laut, air kapur, dan larutan
H2S. Hal ini karena jenis larutan-larutan tersebut
memberikan nyala lampu dan gelembung gas.

Pada kondisi selanjutnya, meskipun beberapa larutan
tidak membuat lampu menyala namun menghasilkan
gelembung gas, maka larutan tersebut tetap tergolong
sebagai larutan elektrolit.

Adapun larutan yang tidak menghantarkan arus listrik,
yaitu larutan urea, larutan alkohol, dan larutan glukosa.
Hal ini karena pada pengujian, jenis larutan-larutan
tersebut tidak membuat lampu uji menyala dan tidak
menghasilkan gelembung gas pada larutannya.

Sekarang, coba deh perhatikan lagi data larutan yang
bersifat elektrolit. Ternyata, ada larutan elektrolit yang
memberikan gejala berupa menyalanya lampu pada alat uji
dan ada pula yang tidak. Tetapi, semuanya menimbulkan
gejala hantaran listrik berupa adanya gelembung gas.

Larutan elektrolit yang memberikan gejala berupa lampu
menyala dan membentuk gelembung gas disebut elektrolit
kuat. Contohnya yaitu HCl, air aki, air laut, dan air kapur.

Adapun elektrolit yang tidak memberikan gejala lampu
menyala tetapi menimbulkan gelembung gas termasuk
elektrolit lemah. Contohnya yaitu larutan amonia, larutan
cuka,dan larutan H2S.

Jadi, larutan elektrolit kuat adalah larutan yang baik dalam
menghantarkan listrik. Hal ini disebabkan karena zat
terlarut pada larutan elektrolit kuat terdisosiasi total atau
terurai sempurna di dalam air membentuk ion positif
(kation) dan ion negatif (anion).

Sehingga, ketika arus listrik yang merupakan arus elektron
dilewatkan ke dalam larutan elektrolit kuat, elektron
tersebut dapat dihantarkan melalui ion-ion dalam larutan
secara baik.

Sedangkan larutan elektrolit lemah adalah larutan yang
buruk dalam menghantarkan listrik. Hal ini disebabkan
karena zat terlarut pada larutan elektrolit lemah
terdisosiasi sebagian menjadi ion-ionnya, sehingga hanya
sedikit ion yang terbentuk. Akibatnya, elektron menjadi
sulit bergerak dan listrik menjadi tidak mengalir dengan
baik.

Daya Hantar Listrik dan Ikatan Kimia
Kemampuan menghantarkan listrik dari suatu
larutan bergantung pada zat terlarut. Jenis
ikatan kimia pada zat terlarut merupakan
faktor utama yang mempengaruhi daya
hantarnya. Ditinjau dari ikatan kimia, senyawa
kimia dapat dibedakan menjadi senyawa ionik
dan senyawa kovalen.

1. Senyawa ionik
Senyawa ionik adalah senyawa yang terdiri dari ion-ion
positif dan negatif yang bergabung oleh karena adanya
gaya tarik-menarik elektrostatis. Contoh senyawa ionik
antara lain NaCl, KBr, CuCl2, Ca(NO3)2, (NH4)2S, NaOH,
BaSO4, dan AgCl. Dalam bentuk padat (kristal), ion-ion
tersebut berada dalam posisi tetap pada kisi kristalnya
sehingga tidak dapat bergerak bebas. Oleh karena itu,
padatan senyawa ionik tidak dapat menghantarkan listrik.
Jika padatan tersebut dilelehkan atau dilarutkan dalam air,
maka ion-ion tersebut dapat terurai dari kisinya dan
bergerak bebas sehingga dapat menghantarkan arus
listrik. Ketika senyawa ionik dilarutkan dalam air, ion-ion
positif dan ion-ion negatif akan dikelilingi oleh molekul-
molekul air sehingga terjadi stabilisasi muatan oleh proses
pelarutan (solvasi) oleh air. Berikut beberapa contoh
persamaan reaksi yang dapat dituliskan dari proses
pelarutan beberapa senyawa ionik oleh air



Pada umumnya semua senyawa ionik yang mudah
larut dalam air, seperti NaCl, KBr, CuCl2, Ca(NO3)2,
(NH4)2S, dan NaOH adalah elektrolit kuat. Namun,
untuk senyawa ionik yang cenderung sukar larut
dalam air seperti CaC2O4, SrCO3, BaSO4 dan AgCl, daya
hantarannya akan cenderung lebih lemah.

2. Senyawa kovalen
Senyawa kovalen adalah senyawa yang terdiri dari
satuan-satuan diskrit yang disebut molekul-molekul,
yang terdiri dari beberapa atom nonlogam yang
berikatan kovalen. Senyawa kovalen ada yang bersifat
polar dan adapula yang nonpolar. Senyawa kovalen
polar ada yang dapat mengalami ionisasi bila
dilarutkan dalam air, sehingga membentuk ion-ion
bebas yang dapat menghantarkan listrik misalnya HCl,
H2SO4, H2C2O4, CH3COOH, dan NH3. Senyawa-senyawa
tersebut merupakan zat elektrolit. Berikut beberapa
contoh persamaan reaksi yang dapat dituliskan dari
proses pelarutan beberapa senyawa kovalen polar
terionisasi oleh air.

Namun, adapula senyawa kovalen
polar yang tidak dapat terionisasi,
misalnya aseton, sehingga tidak dapat
menghantarkan listrik. Semua senyawa
kovalen nonpolar, seperti Br2 dan CH4,
juga tidak dapat terionisasi. Jadi,
senyawa kovalen polar yang tidak
terionisasi dan senyawa kovalen
nonpolar merupakan zat non elektrolit.

KESIMPULAN
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT



Larutan yang dapat menghantarkan listrik disebut
larutan elektrolit, sedangkan larutna yang tidak dapat
menghantarkan arus listrik disebut larutan non
elektrolit.
Berdasarkan daya hantarnya larutan elektrolit
dibedakan menjadi larutan elektrolit kuat dan elektrolit
lemah.
Jika diuji dengan elektrolit, maka pada larutan elektrolit
kuat akan terlihat gejala yaitu lampu menyala terang
dan banyak gelembung gas. Sedangkan larutan
elektrolit lemah akan memperlihatkan gejala lampu
yang redup dan terdapat gelembung gas atau hanya
terdapat gelempbung gas tanpa nyala lampu. Larutan
non elektrolit mempunyai gelembung gas dan tidak
membuat lampu menyala.
Kekuatan elektrolit dapat diukur dengan menggunakan
derajat ionisasi (α). Jika
Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik
karena adanya ion-ion yang bergerak bebas.
Zat elektrolit kuat dalam air menggion secara
sempurna, sedangkan zat elektrolit lemah hanya
mengion sebagian.
Zat elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa
kovalen polar yang mengalami pengionan


Click to View FlipBook Version