The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by amarros11, 2022-12-16 21:16:21

Ebookflip Amarros Afiq M K4421008

UAS AMARROS AFIQ M

TUGAS UJIAN AKHIR SEMESTER

SUKU KURDI

di Negara Turki

AMARROS AFIQ MUHAMMAD
K4421008 / A


TURK I


Suku Kurdi merupakan suatu kelompok etnis di Turki selain SEJARAH
etnis Arab dan etnis minoritas Turkoman serta Assirya. Suku SUKU KURDI
Kurdi adalah suatu kelompok etnis Indo-Eropa (Indo European
tribes) yang mayoritas menganut agama Islam Sunni dan
tinggal di Wilayah Turki bagian Utara. Wilayah orang-orang
Kurdi meliputi beberapa Negara seperti Iran, Irak, dan Suriah.
Suku Kurdi berasal dari bangsa Medes yang masuk ke Parsi
dari tahun 614 sampai 550 sebelum Masehi.


SEJARAH
SUKU KURDI


Suku Kurdi sebagai kelompok etnis memiliki bahasa sendiri yang digunakan SEJARAH
dalam kehidupan sehari-hari yakni Kurmanji dan Sorani/kurdi. Suku Kurdi SUKU KURDI
merupakan etnis yang relatif tua, tetapi kesadaran terhadap wilayah
sebagai tempat mereka tinggal baru muncul belakangan dan terlambat
sebagai konsekuensi atas kultur tradisional nomaden, yang hidup berpindah-
pindah sambil ternak dan bertani. Pasca Perang Dunia I, ketika Negara-
negara mulai menetapkan garis perbatasan, barulah kesadaran wilayah suku
Kurdi muncul, terutama karena terdesak dan terpaksa meninggalkan pola
hidup tradisionalnya, serta mulai hidup menetap


Orang-orang Kurdi sendiri baru memperjuangkan nasib suku bangsa mereka SEJARAH
pada Abad XIX. Tepatnya pada 1880, ketika pecah pemberontakan yang dipimpin SUKU KURDI
oleh tokoh Kurdi, Syaikh Ubaidullah, di Propinsi Hakari yang berada di bawah
kekuasaan Dinasti Utsmaniah (Ottoman Empire) Turki. Cita-cita dan perjuangan
bangsa Kurdi adalah untuk mendapatkan tanah air mereka sejak awal Abad XIX.
Perjanjian Sevres 1920 (Sevres adalah sebuah kota di Prancis), kemudian
Perjanjian Lausanne 1923 nyatanya tidak pernah terealisasikan

Meski gagal mendirikan negara, suku Kurdi terus mencari dukungan internasional
untuk membuat negara. Usaha mereka tetap saja gagal, apalagi tiga negara lain
yakni Suriah, Iran, dan Irak juga menganggap mereka sebagai ancaman. Orang-
orang Kurdi mempunyai sebuah cita-cita untuk mendirikan wilayah Suku Kurdi
yang otonom, tempat mereka dapat mengatur diri mereka sendiri serta
mempertahankan identitas dan sistem sosial budaya mereka.


Sevres


PERJUANGAN
POLITIK KURDI


PERJUANGAN Suku Kurdi dianggap sebagai etnis terbesar di dunia yang tidak memiliki
POLITIK KURDI kewarganegaraan dan tersebar di beberapa negara yakni Turki, Irak, Iran dan
Suriah. Suku Kurdi mencita-citakan negara Kurdistan yang merdeka dan
demokratis karena mereka sering diabaikan oleh pemerintah di negara
tersebut. Setelah Perang Dunia I dan kekalahan Kaisar Ottoman, sekutu Barat
yang menang dalam Perjanjian Sevres tahun 1920 membuat ketentuan tentang
pembentukan negara Kurdi yang dikenal sebagai Kurdistan. Kurdi menjadikan
perjanjian ini sebagai awal perjuangan mereka. Namun kenyataannya
keputusan tersebut tidak terealisasikan. Perjanjian tersebut ditentang oleh
seorang jenderal militer Turki Mustafa Kemal Attaturk dan memutuskan
berperang melawan suku Kurdi.


PERJUANGAN Konflik yang terjadi antara suku Kurdi dengan pemerintah Turki disebabkan oleh
POLITIK KURDI permasalahan politik, ekonomi dan budaya. Secara politik, suku Kurdi menuntut
status otonom di wilayah Kurdistan di Turki seperti yang tertera dalam Perjanjian
Sevres, namun tuntutan tersebut tidak dipenuhi oleh pemerintah Turki. Secara
ekonomi, wilayah kurdi di Turki bagian tenggara yang merupakan penghasil minyak
dan gas terbesar yang berada diantara perbatasan Irak Mosul dan Kirkuk. Serta
dikhawatirkan keinginan suku Kurdi yang ingin mendirikan sebuah Negara otonom
Kurdistan mengganggu stabilitas pemerintahan Turki. Dalam hal budaya, suku Kurdi
dilarang menggunakan bahasa kurdi, dilarang menggunakan identitas suku Kurdi dan
dilarang merayakan tahun baru Kurdi. Karena hal tersebut, suku Kurdi merasa
kecewa dan terus memperjuangkan cita-cita mereka dengan melakukan
pemberontakan.


PERJUANGAN Awal pemberontakan suku Kurdi terjadi pada tahun 1925 yang
POLITIK KURDI dipimpin oleh Sheikh Said. Pemberontakan ini terjadi karena mereka
menentang rezim baru pemerintah Turki setelah kemerdekaannya.
Pemberontakan ini bermula di Diyarbakır, Muş, Elazığ dan Erzincan,
danmenyebar ke Dersim, Mardin, Urfa, Siirt, Bitlis, Van, Hakkari dan
Erzurum. pemberontakan Sheikh Said adalah pemberontakan
nasionalis, mobilisasi, propaganda, dan agama. Sheikh Said
memprovokasi masyarakat Kurdi dengan slogan ”The Religion Was
Being Lost”. Terdapat sekitar 15000 pejuang yang berpartisipasi
dalam pemberontakan ini.


PERJUANGAN Pada tahun 1926, pemberontakan Kurdi kembali meletus di Lereng
POLITIK KURDI Gunung Ararat, yang memakan waktu empat tahun dan dapat
dipandang sebagai kelanjutan langsung dari pemberontakan Sheikh
Said, namun pemberontakan ini tidak begitu meluas. Pasca
pemberontakan itu pemerintah melalui para pejabat militer dan
pengadilan-pengadilan kemerdekaan memperlakukan orang-orang
Kurdi secara sangat kejam. Banyak dari para pemimpin mereka yang
dihukum mati dan sejumlah besar orang Kurdi, yang berjumlah lebih
dari 20.000 orang, dideportasi dari tenggara dan dipaksa untuk
tinggal dibagian barat egara Turki. Sejak saat itu eksistensi identitas
Kurdi yang tersendiri secara resmi ditolak


PERJUANGAN Pemberontakan besar-besaran yang dilakukan suku Kurdi
POLITIK KURDI pada tahun 1925 hingga 1937 berakhir dengan kegagalan.
Banyak orang Kurdi yang akhirnya dibantai atau dideportasi
oleh rezim Turki. Walaupun pemberontakan ini mengalami
kegagalan karena kuatnya pemerintahan Kemal Attaturk,
suku Kurdi tidak pernah menyerah dalam memperjuangkan
cita-citanya.


GERAKAN
PEM BER O N TA K A N

KURDI


Setelah berakhirnya rezim Kemal Attaturk,
gerakan politik suku Kurdi kembali menguat pada
tahun 1984. Hal ini ditandai dengan munculnya
beberapa kelompok militan Kurdi yang kerap
melancarkan aksi terorisme. Partai Pekerja
Kurdistan atau Partiya Karkeran Kurdistan
merupakan wadah bagi suku Kurdi untuk
menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan hak-
hak mereka. PKK didirikan pada tahun 1974 oleh
sekelompok pelajar Kurdi yang dipimpin oleh
Abdullah Ocalan. PKK menargetkan para pemimpin
suku Kurdi dan bertempur dengan saingan lain
kelompok ekstremis sayap kiri dan kanan sampai
kudeta militer tahun 1980.


Kudeta militer 1980 mendorong PKK ke tahap baru.

Abdullah Ocalan meninggalkan Turki dan mendirikan

kamp pelatihan PKK di lembah Bekaa, di bawah kendali

Suriah. Tahun 1986 PKK meningkatkan serangannya di

Turki tenggara dengan menjadikan para pejabat negara,

pasukan keamanan, guru, dan anggota keluarga penjaga

desa sebagai target serangan. Awal tahun 1991 PKK

meningkatkan wilayah operasinya dan menargetkan

kota-kota besar di wilayah barat Turki dengan serangan

bom. PKK kemudian membentuk aliansi dengan Partai /

Front Pembebasan Rakyat Revolusioner (Devrimci Halk

Kurtulus Partisi/Cephesi atau DHKP/C) dan kelompok

teroris sayap kiri militan lainnya yang beroperasi di

Turki. kurun waktu 1996 – 1999 PKK

Dala metode suicide attack. Konflik yang

mterjadi antara PKK dengan Turki dikabarkan masih

mbeernlagnggusnuankganhingga saat ini.


PKK telah dimasukkan kedalam daftar kelompok teroris internasional. Pada Februari
2008, terjadi serangan besar-besaran militer Turki terhadap suku Kurdi ke basis milisi
Kurdi di Pegunungan Qandil dan menewaskan ratusan jiwa dari kelompok Kurdi. Amerika
Serikat dikabarkan ikut terlibat dalam serangan ini. Serangan militer yang dibungkus
dengan slogan memerangi teroris memang didukung oleh ASdan Uni Eropa.


PERJUANGAN DI
NEGARA SEKITAR


DI IRAK

Wilayah bagian Irak yang didiami oleh mayoritas suku Kurdi adalah Irak Utara. Setelah revolusi,
pemerintah Irak berusaha untuk menyatukan suku Kurdi kedalam pemerintahan, namun kelompok
ekstrim suku Kurdi menolak untuk bergabung sehingga menyebabkan terjadinya peperangan.
Perjuangan suku Kurdi dimulai pada tahun 1923 dengan melakukan kampanye yang bertujuan untuk
mendapatkan otonomi bagi wilayah Kurdistan Irak agar mendapat hidup dengan penuh kehormatan,
kedamaian, keamanan, dan kebebasan. Perjuangan ini terorganisir dibawah Partai Demokratik Kurdi
(Kurdish Democratic Party). Partai ini dipimpin oleh Mustafa Barzani.


DI IRAK

Selain Partai Demokratik Kurdi, suku Kurdi juga memiliki partai lain yakni Partai/Persatuan
Patriotik Kurdistan (Patriotic Union of Kurdistan). Partai ini didirikan pada tahun 1975 dan
dipimpin oleh Jalal Talabani dan rekannya yang sebelumnya menjadi anggota di KDP. PUK
melakukan pemberontakan dan berhasil menguasai sejumlah kota penting di Irak. Namun
kesenangan tersebut hanya bertahan sebentar. Tentara Irak mengambil sikap dengan
menghancurkan pemberontakan yang membuat jutaan orang Kurdi melarikan diri.


DI IRAN

Suku Kurdi yang berada di Iran berjumlah sekitar lima hingga sebelas juta dan sebagian
besar bermukim di provinsi barat laut Kermanshah, Ilam, dan Azerbaijan Barat. Dalam
perjuangannya, orang Kurdi membentuk partai politik. Tahun 1942 berdiri Partai Komunis
Kurdi Iran (Komala) di Mahabad. Partai ini merupakan partai pertama yang didirkan oleh
Kurdi Iran. Tahun 1945, didirikan Partai Demokratik Kurdi Iran (KDPI) yang
menggabungkan semua gerakan suku Kurdi.


DI IRAN

Suku Kurdi di Iran hidup di bawah rezim Reza Shah Pahlavi, yang berusaha keras untuk menekan
identitas Kurdi untuk mencapai otonomi di Iran. Akibatnya, Kurdi Iran mendukung revolusi Iran yang
menggulingkan Shah pada tahun 1979. Para pejuang Kurdi mengambil sikap untuk bergabung dengan
pendukung Ayatullah Komeini. Setelah kekuasaan Reza Shah Pahlavi runtuh, suku Kurdi mengajukan
tiga tuntutan yakni otonomi wilayah Kurdistan, menghapuskan segala bentuk diskriminasi dan
pembagian yang adil dari hasil tambang minyak. Namun, rezim Islam yang masih muda, mengadopsi
rencana keras yang sama untuk menekan aspirasi Kurdi Iran. Hal ini semakin mendorong terjadinya
pemberontakan bersenjata massal


RESPON
PEMERINTAH TURKI

TERHADAP SUKU KURDI


ANCAMAN INTEGRITAS

Bagi pemerintah Turki sendiri, terutama kalangan militer,
kehadiran PKK dianggap menciptakan ketidakstabilan,
memperlemah kondisi ekonomi, politik dan integritas
wilayah Turki. PKK dianggap sebagai pencipta teror
dengan aksi-aksi terorismenya. Pihak militer kerap kali
menghubungkan aksi terorisme, penculikan, perusakan
dan kerusuhan dengan gerakan pembebasan Kurdi,
sehingga militer mempunyai legitimasi untuk
menghantam atau menghancurkan basis-basis
pergerakan Kurdi.


PENEKANAN IDENTITAS

Setelah Perjanjian Sevres, segala bentuk pengungkapan
diri bagi kaum kurdi yang menunjukkan identitas etnis
yang unik akan direpresi. Pada awal periode Republik
Turki tahun 1926, di bawah pemerintahan Mustafa
Kemal Attaturk, penggunaan bahasa Kurdi dilarang di
depan publik. Pemerintah Turki melarang penyampaian
pendidikan dan penyebaran informasi baik dalam bentuk
media cetak maupun media elektronik dalam bahasa
Kurdi.


PEMBATASAN

Penekanan dan pengekangan terhadap identitas Kurdi
inilah yang mengakibatkan munculnya konflik antara
pemerintah dan etnis Kurdi. Etnis Kurdi Turki tidak
dapat menikmati hak politik dan budaya secara luas,
termasuk pernyataan-pernyataan resmi dari penerapan
otonomi akan hak-hak atas politik, bahasa dan hak
budaya. Kurdi tidak punya hak berpolitik (untuk
beberapa lama), tidak punya akses pendidikan, dan
informasi. Bahkan sebelum 1991, bahasa Kurdi yang
tersebar secara luas dianggap ilegal.


RESPON DUNIA
TERHADAP SUKU KURDI


1 PERJANJIAN SKYESS-PICOTT

Dengan runtuhnya kerajaan Ottoman, terbentuklah perjanjian Skyess-Picott yang
disahkan oleh Prancis dan Inggris. Perjanjian ini membagi daerah Mesopotamia (ex-
Ottoman) menjadi beberapa negara yaitu Irak, Iran, Turki, Suriah dan beberapa
negara Timur Tengah lainnya. Konsekuesi dari perjanjian ini adalah terpecahnya
Suku Kurdi ke beberapa negara tersebut, yang kemudian memunculkan
pemberontakan Suku Kurdi menuntut untuk memiliki negara sendiri.
Pemberontakan pertama dilakukan oleh Syaikh Mahmud Barzani terhadap rezim
kolonial Inggris. Pengaruhnya adalah pemberian otonomi bagi Kurdistan, tercantum
dalam Bab III pasal 62 Perjanjian Sevres 1920. Perjanjian antara Sekutu dan Turki
tersebut memberikan jaminan otonom kepada Kurdistan, namun perjanjian tersebut
batal direalisasikan dengan alasan wilayah Kurdistan dikelilingi sumber daya
alam yang melimpah.


2 KAMPANYE ANFAL

Peristiwa “Kampanye Anfal” yaitu sebuah kampanye pemusnahan Suku

Kurdi yang dilakukan oleh Saddam Hussein menewaskan hampir 20.000

jiwa dan dianggap sebagai peristiwa genosida mendapat kecaman dari

berbagai negara dan dunia Internasional.12 Beberapa contohnya yaitu

Senat Amerika Serikat yang mendesak Presiden Ronald Reagen untuk

segara menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Irak. Kecaman lainnya juga

ditunjukkan pada sidang Parlemen Eropa di Staburg Elsa-Lothringen,

Jerma mengut uk keras t indakan Irak dan menghimbau

n anggot anya mengenakan Selain it u, siskaanpksi

dunitutunkjukkan oleh JekpeapnagdaIyrankg. memutuskan t egas tidakpasokan

bahan apapun yang dapat dijadikan senjata kimia olehmIreankg. irim


3 HADIAH DARI AMERIKA

Pada saat invasi Amerika Serikat ke Irak pada 2003 Kurdi Irak membuka wilayah
mereka sebagai pangkalan militer Amerika. Lalu Amerika “menghadiahi” Kurdi Irak
dengan otonomi khusus konstitusional. Wilayah Kurdi Irak dinyatakan sebagai wilayah
otonomi khusus yang diakui oleh konstitusi dengan berbagai kekuasaan ist imewa:
memiliki pasukan sendiri, kebijakan luar negeri t anpa bat as dan ot orit as
kewarganegaraan. Pernyataan ini tertulis pada Pasal 4 dan 113 Konstitusi Irak.

Amerika juga memberikan beberapa bantuan lain pada Kurdi Irak, seperti keuangan,
persenjataan, dll. Pada tahun 1972 Amerika bersama dengan Israel memberi dukungan
pada Kurdi Irak untuk memberontok pemerintahan Irak dengan cara memberikan
informasi intelijen, uang sebesar 50.000 USD setiap bulannya, dan berbagai dukungan
politik. Tetapi, konsekuensinya adalah . Jika Kurdi Irak menang, maka konsesi minyak
di wilayah Kirkuk akan diberikan kepada Amerika.


4 PERIZINAN WILAYAH

Dunia Internasional mendesak Turki untuk

mengizinkan wilayah perbatasannya dilalui petempur

Kurdi dari berbagai negara untuk masuk ke

gelanggang Kobani yang dikepung oleh ISIS. Amerika

dan Rusia juga membantu Kurdi (Rojava) di Suriah

dengan menyuplai senjata untuk menghadapi ISIS.


5 SEKUTU PENTING

Adanya serangan Turki dan penarikan pasukan oleh AS pada t ahun 2019
t elah menuai krit ik dari komunit as int ernasional karena pasukan Kurdi
adalah sekutu penting dalam koalisi melawan kelompok yang
menamakan diri mereka Negara Islam (ISIS) di Suriah. Tet api,
pemerintah AS menjatuhkan sanksi terhadap dua kementerian Turki dan
tiga pejabat senior pemerintah Turki sebagai respons atas serangan
militer negara itu ke bagian utara Suriah. Menteri Keuangan AS, Steven
Mnuchin, mengatakan sanksi-sanksi yang diberikan "sangat kuat" dan
punya dampak berat terhadap ekonomi Turki.


6 PENYERUAN DAMAI

Adanya serangan dari Negara Turki juga mendapat beberapa respon
lainnya dari dunia Internasional, yaitu : Dewan Urusan Luar Negeri Uni
Eropa meminta Turki untuk menarik pasukannya dari Suriah utara,
mengatakan bahwa serangan tersebut sangat merusak stabilitas dan
keamanan seluruh kawasan. Negara-negara Uni Eropa juga berkomitmen
untuk menangguhkan ekspor senjata ke Turki tapi tidak jadi
menerapkan embargo senjata di seluruh UE; Ankara meng takan akan

a
meninjau ulang kerjasamanya dengan UE karena sikap organisasi
t ersebut yang bias dan melanggar hukum. Lalu Sekret aris Jenderal PBB
Antonio Guterres menyerukan agar pertempuran segera dihentikan.


THANK YOU!


Click to View FlipBook Version