LARUTAN
ELEKTROLIT DAN
NON ELEKTROLIT
KELAS X SMA
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT 1
DISUSUN OLEH : NITA RIYANI
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya haturkan kepada Allah SWT atas berkat,
rahmat dan karunia- Nya saya dapat menyelesaikan Handout untuk
kelas X SMA dengan kajian materi tentang “Larutan Elektrolit dan
Non Elektrolit”. Tujuan pembuatan Handout ini adalah untuk
menambah pengetahuan siswa mengenai daya hantar arus listrik
larutan elektrolit dan non elektrolit. Dengan adanya Handout ini,
diharapkan agar siswa yang membacanya bisa mendapatkan
pemahaman yang lebih baik mengenai nutrisi makanan, struktur,
fungsi, proses serta kelainan pada sistem pencernaan manusia dan
proses pencernaan pada hewan ruminansia. Setelah mempelajari
materi ini, maka siswa diharapkan bisa melakukan berbagai aktifitas
agar bisa terhindar dari kelainan yang terjadi pada sistem
penceraan manusia. Dengan keterbatasan dalam Handout ini, saya
mengharapkan saran dan kritik demi kesempurnaan Handout.
Semoga Handout ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca dan
penulis khususnya.
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Kundur , Juni 2021
Nita Riyani
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
KI, KD, INDIKATOR
PETA KONSEP
MATERI BAHAN AJAR
RINGKASAN
DAFTAR PUSTAKA
Masa Depan Adalah Milik Mereka Yang Mempersiapkan Hari 3
Ini.
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
KI, KD, INDIKATOR
KOMPETENSI INTI
KI-1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam
berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan
anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan
KI 3 lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan
kawasan internasional”.
: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan
faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara
efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai
kaidah keilmuan
Kegagalan Adalah Guru Terbaikmu 4
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
KOMPETENSI DASAR
3.9 Menganalisis sifat larutan berdasarkan daya hantar
listriknya
4.9 Membedakan daya hantar listrik berbagai larutan
melalui perancangan dan pelaksanaan percobaan
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
3.8.1 Mengidentifikasi sifat larutan elektrolit dan non elektrolit dalam
berbagai larutan berdasarkan hasil pengamatan
3.8.2 Mengelompokkan larutan ke dalam elektrolit dan non elektrolit
berdasarkan sifat daya hantar listriknya
3.8.3 Menganalisis penyebab kemampuan elektrolit menghantarkan arus
listrik
3.8.4 Mendeskripsikan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa
ion dan senyawa kovalen polar
3.8.5 Menganalisis fungsi larutan elektrolit bagi tubuh manusia
3.8.6 Merancang percobaan uji larutan elektrolit dan non elektrolit
berdasarkan daya hantar listrik
3.8.7 Melakukan percobaan uji larutan elektrolit dan non elektrolit
berdasarkan daya hantar listrik
3.8.8 Menyajikan dan menyimpulkan hasil percobaan uji larutan
elektrolit dan non elektrolit berdasarkan daya hantar listrik
Orang Yang Berhenti Belajar Akan Menjadi Pemilik Masa Lalu 5
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
peta konsep
Bersemangatlah Dalam Mempelajari Sesuatu Yang Bermanfaat 6
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
LARUTAN
Larutan termasuk ke dalam campuran homogen yang komponennya terdiri
atas zat terlarut dan pelarut. Pelarut yang biasa digunakan adalah air, sedangkan
zat terlarut terdiri dari berbagai senyawa baik senyawa ion maupun senyawa
kovalen . Contoh senyawa ion yaitu KCl, NaOH, NaCl. Contoh senyawa kovalen
yaitu C6H12O6, NH3, HCl, dan C2H5OH.
Teori Ion Svante
Menurut Svante August Arrhenius (1859 – 1927), zat elektrolit dalam
larutannya akan terurai menjadi partikel-partikel yang berupa atom atau gugus
atom yang bermuatan listrik yang dinamakan ion. Ion yang bermuatan positif
disebut kation, dan ion yang bermuatan negatif dinamakan anion. Peristiwa
terurainya suatu elektrolit menjadi ion-ionnya disebut proses ionisasi. Ion-ion
zat elektrolit tersebut selalu bergerak bebas dan ion-ion inilah yang sebenarnya
menghantarkan arus listrik melalui larutannya. Sedangkan zat nonelektrolit
ketika dilarutkan dalam air tidak terurai menjadi ion-ion, tetapi tetap dalam
bentuk molekul yang tidak bermuatan listrik. Hal inilah yang menyebabkan
larutan nonelektrolit tidak dapat menghantarkan listrik.
Tidak Ada Kata Tua Untuk Belajar 7
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
larutan elektrolit
Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena zat elektrolit
dalam larutannya terurai menjadi ion-ion bermuatan listrik dan ion-ion tersebut
selalu bergerak bebas. Larutan elektrolit dapat dikelompokkan menjadi dua
yaitu: Larutan Elektrolit Kuat dan larutan Elektrolit Lemah. Pembagian ini
berdasarkan kuat-lemahnya daya hantar listrik.
A. Larutan elektrolit kuat, yaitu larutan elektrolit yang mengalami ionisasi
sempurna. Indikator pengamatan: lampu menyala terang dan timbul
gelembung gas pada elektrode. Contoh: larutan H2SO4, larutan NaOH,
larutan NaCl dan HCl.
B. Larutan elektrolit lemah, yaitu larutan elektrolit yang mengalami
sedikit ionisasi (terion tidak sempurna). Indikator pengamatan: lampu
tidak menyala atau menyala redup dan timbul gelembung gas pada
elektrode. Contoh: larutan CH3COOH larutan NH4OH dan larutan NH3.
larutan non elektrolit
Larutan nonelektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik karena zat
nonelektrolit dalam larutannya tidak terurai menjadi ion-ion, tetapi tetap dalam
bentuk molekul yang tidak bermuatan listrik. Zat elektrolit adalah zat yang
dalam bentuk larutannya dapat menghantarkan arus listrik karena telah
terionisasi menjadi ion-ion bermuatan listrik.
Kita Belajar dari Kegagalan Bukan Kesuksesan
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT 8
Zat nonelektrolit adalah zat yang dalam bentuk larutannya tidak dapat
menghantarkan arus listrik karena tidak terionisasi menjadi ion-ion, tetapi tetap
dalam bentuk molekul. contoh larutan non elektrolit adalah larutan gula C12H22O12
dan larutan urea CO(NH2)2. Perbedaan antara elektrolit kuat dan elektrolit lemah
dapat dilihat pada tabel berikut:
NO ELEKTROLIT KUAT ELEKTROLIT LEMAH
1 Dalam air terionisasi semua Dalam air terionisasi sebagian
( = 1) (0 < < 1)
2 Dalam larutan, tidak terdapat Dalam larutan masih terdapat
molekul zat terlarut molekul zat terlarut
3 Ion dalam larutan berjumlah Ion dalam larutan berjumlah sedikit
banyak
4 Mempunyai daya hantar listrik kuat Mempunyai daya hantar listrik
Lemah
ikatan ion
NaCl merupakan senyawa ion. Jika kristal NaCl dilarutkan dalam air, maka
ikatan antara ion positif Na+ dan ion negatif Cl– terputus dan ion-ion itu
berinteraksi dengan molekul air. Ion-ion ini dikelilingi oleh molekul air.
Peristiwa ini disebut hidrasi. Dalam keadaan terhidrasi, ion-ion bebas
bergerak di seluruh bagian larutan.
Lakukan Yang Terbaik Disetiap kesempatan 9
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
NaCl(s) + H2O Na+(aq) + Cl–(aq)
Apabila NaCl dilelehkan pada temperatur 800oC, ion Na+ dan Cl– akan
dapat bergerak bebas sehingga lelehan NaCl akan merupakan penghantar listrik
yang baik. NaCl padat (kristal) tidak menghantarkan listrik karena ion-ionnya
terikat kuat.
ikatan kovalen
HCl merupakan senyawa kovalen polar. Air juga merupakan molekul polar
yang mempunyai kutub positif dan negatif. Ketika HCl dilarutkan ke dalam air,
terjadilah pembentukan ion, yaitu ion H+ dan ion Cl–. Reaksi ionisasinya:
Beberapa senyawa kovalen polar dapat terionisasi tapi tidak sempurna,
hanya sedikit ion yang dihasilkan pada saat pelarutan maka larutan bersifat
elektrolit lemah. Contoh HNO2 dan CH3COOH.
Lebih Baik Berserah Dari Pada menyerah 10
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
Senyawa-senyawa kovalen baik kovalen polar maupun nonpolar dalam
keadaan murni tidak dapat menghantarkan arus listrik. Tetapi senyawa kovalen
polar dapat menghantarkan arus listrik jika dilarutkan dalam pelarut yang sesuai.
Hal ini disebabkan senyawa kovalen polar dalam pelarut yang sesuai mampu
membentuk ion-ion. Dalam bentuk padatan (solid), tidak dapat menghantarkan
listrik karena terdiri dari molekul – molekul netral yang tidak bermuatan.
Sedangkan dalam bentuk lelehan (liquid) juga tidak dapat menghantarkan arus
listrik karena juga terdiri dari molekul – molekul netral walaupun dapat bergerak.
Tetapi berbeda jika dalam larutan (aq) molekul – molekulnya dapat terhidrolisis
menjadi ion – ion yang dapat bergerak bebas.
Tetaplah percaya Bahwa Sifat Pantang Menyerah Itu Tak Akan Kalah
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT 11