Aplikasi Mandiri Cash Management 2.0 (MCM 2.0) Mandiri Cash Management 2.0 (MCM 2.0) Application Tanggal / Date : (1) Aplikasi Baru / New Application (2) Perubahan/ Penambahan Data* (3) Changes/ Additions Data Paket Layanan / Service Package (4) Token / Token Device (8) Layanan Khusus / Special Service (5) Kode Payroll / Payroll Code (9) Rekening / Account (6) Penutupan MCM 2.0 / Termination MCM 2.0 (10) Administrator Sistem / System Administrator (7) Company ID * (11) : *) Untuk nasabah yang sudah menggunakan Mandiri Cash Management / for existing user only Data Perusahaan / Company Data Nama Perusahaan (12) : Company name Alamat (13) : Address NPWP (14) : Tax ID Pejabat yang Berwenang (15) : Authorized Person No. Telepon (16) : No. Fax Phone Number Fax Number Registrasi Administrator System / System Administrator Registration* Administrator Sistem 1 (17) (wajib) System Administrator 1 Nomor Telepon (18) Telephone Number Alamat Email (wajib diisi) (19) Email Address Administrator Sistem 2 (21) (wajib) System Administrator 2 Nomor Telepon (22) Telephone Number Alamat Email (wajib diisi) (23) Email Address Administrator Sistem 3 (25) (optional) System Administrator 3 Nomor Telepon (26) Telephone Number Alamat Email (wajib diisi) (27) Email Address Administrator Sistem 4 (29) (optional) System Administrator 4 Nomor Telepon (30) Telephone Number Alamat Email (wajib diisi) (31) Email Address *PIC dan alamat email sysadmin harus berbeda. Minimal terdapat 2 (dua) sysadmin Layanan Umum MCM 2.0 / MCM 2.0 General Service Layanan Umum MCM 2.0/ MCM 2.0 General Service (33) Fitur/ Features: Informasi Rekening / Inquiry Transfer Tunggal / Single Entry (Inhouse, SKN, RTGS, Domestic Online Transfer, TT) Pembayaran Massal / Multiple Transfer by File Upload (Inhouse, SKN, RTGS, TT) Pembayaran Tagihan / Bill Payment (inhouse) Pembayaran Gaji / Payroll (Inhouse, SKN, RTGS) Pembayaran Pajak / Tax Payment Pengaturan Likuiditas / Liquidity Management (inhouse) Gratis Biaya Administrasi / Free Administration Fee* * Syarat dan ketentuan berlaku/ Term & condition applied Peran Tanda Tangan (24) Role Signature Maker Approver Peran Tanda Tangan (28) Role Signature Maker Maker Approver Lampiran 1 Approver Peran Tanda Tangan (32) Role Signature Tanda Tangan (20) Signature Maker Approver Peran Role
Payroll Code Jumlah Payroll Code (34) Tambah* Hapus* Add Delete Khusus nasabah Priority Payroll (inhouse payroll pukul 00.00 WIB) * Beri tanda pada kolom/ Tick mark in the column Layanan Khusus/ Special Services Mandiri Auto Debet* (36) MARS* (Mandiri Advanced Remittance System) (38) Mandiri eFuel (37) Lainnya/ others*(39) ……………………….. * Form aplikasi atau perjanjian tambahan akan disertakan untuk setiap layanan yang dipilih Application form or additional agreements will be included for each selected service Registrasi Rekening Perusahaan / Company Account Registration No. 1 an. an. an. an. an. an. an. an. *Beri tanda pada kolom/ Tick mark in the column Registrasi Rekening Pihak Ketiga /Third Party Account Registration No. 1 an. an. an. an. an. * Beri tanda pada kolom/ Tick mark in the column Pendaftaran rekening pihak ketiga disertakan dengan Surat Kuasa Pemilik Rekening Register an account supplied by third parties Account Owner Power of Attorney Token / Token Hapus* Delete Hapus* Delete * Beri tanda pada kolom/ Tick mark in the column **berlaku untuk penghapusan token applicable for token removal Biaya Token/ Token Fee* Harap dibebankan ke rekening (47) : Please charge to account Nama pemilik rekening (48) : Account Owner * Gratis sampai dengan 4 Token/ Free up to 4 Tokens * Jika Pemilik rekening merupakan pihak ketiga, wajib menyertakan Surat Kuasa Pemilik Rekening Tambahan Token/ Additional Tokens @ Rp. 100.000,- If the account owner is a third party, Letter of Authorization for Own Account required Number of payroll code Account number for payroll No. Rekening Payroll (35) Debet Credit 2 3 4 Account Number Account Name Add Delete Inquiry Additional accounts can be attached to the records of the account name of the account name the same as the parent account No Nomor Rekening (42) Tambah* 5 Nomor Token ** (46) Token Number Tambah* Add Add Jumlah Hard Token (44) Number of hard tokens Jumlah Soft Token (45) Number of soft tokens Nama Rekening (43) Tambah * Hapus* Inquiry* Debet * Kredit* 5 6 7 8 rekening tambahan dapat dilampirkan dengan catatan nama rekening nama rekening sama dengan rekening induk Debet Credit 2 3 4 Account Number Account Name Add Delete Inquiry No Nomor Rekening (40) Nama Rekening (41) Tambah * Hapus* Inquiry* Debet * Kredit* *Payroll code diperlukan untuk melakukan pembayaran gaji yang di eksekusi pada pukul 00.00 WIB (Priority Payroll). Satu (1) payroll code hanya dapat berlaku untuk 1 kali transaksi dalam 1 hari.
Pernyataan / Declaration Dengan ini kami menyatakan bahwa : We hereby declare that: 1. 2. Bank reserves the right to check the data that we provide. 3. 4. 5 6 Tanda Tangan (49) Signature Nama Nama Name Name Jabatan Jabatan Position Position TTD sesuai dengan AD/ ART atau yang diberi kuasa/ TTD sesuai dengan AD/ ART atau yang diberi kuasa/ In connection with the granting authority, as mentioned above, the Customer hereby certify that the following: a. Customer is responsible for establishing and monitoring the administration of the Mandiri Cash Management services, and all the risks that occur due to abuse of authority by the endorsee in connection with the implementation of the Mandiri Cash Management service entirely the responsibility of the Customer. b. Customer hereby relieve the Bank from any claims and / or claims and / or punitive damages that may arise in connection with Customer's negligence and / or endorsee negligence in connection with the implementation of the Mandiri Cash Management service. Materai Rp. 6000,- dan Cap Perusahaan Materai Rp. 6000,- dan Cap Perusahaan Menyetujui dan tunduk pada syarat dan ketentuan yang berlaku pada Bank termasuk namun tidak terbatas pada Syarat dan Ketentuan Umum Mandiri Cash Management maupun ketentuan layanan khusus (jika ada), yang merupakan bagian dan menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Aplikasi Mandiri Cash Management. Approve and subject to the terms and conditions applicable to the Bank including but not limited to the General Terms and Conditions Mandiri Cash Management and provision of special services (if any), which is part and become an integral part of the Mandiri Cash Management Application. Dengan ini memberikan kuasa kepada pihak-pihak sebagaimana tersebut diatas sebagai administrator, untuk selanjutnya secara bersama-sama disebut sebagai Adminstrator perusahaan yang untuk dan atas nama nasabah melakukan hal-hal sebagai berikut: a. Menerima, mengadministrasikan, memberikan instruksi, serta melakukan pengurusan/koordinasi dengan Bank sehubungan dengan pembuatan dan penggunaan User ID, Password Sysadmin yang akan digunakan Nasabah sebagai alat pengaman layanan Mandiri Cash Management. b. Melakukan penatausahaan fasilitas Mandiri Cash Management sesuai dengan kebijakan/ketentuan yang berlaku di Bank Mandiri dan Nasabah. Hereby authorize the parties mentioned above as an administrator, hereinafter jointly referred to as the Administrator for the company and on behalf of customers do the following: a. Receive, administer, give instructions, and perform maintenance / coordination with the Bank in connection with the registration and use of User ID, Password Sysadmin to be used as a safety device Customer Self Service Cash Management. b. Self-administer cash management facilities in accordance with the policies / regulations of the Bank Mandiri and the Customer. Sehubungan dengan pemberian kuasa sebagaimana tersebut di atas, Nasabah dengan ini menyatakan hal-hal sebagai berikut: a. Nasabah bertanggung jawab untuk menetapkan dan melakukan monitoring atas proses penatausahaan layanan Mandiri Cash Management, dan seluruh resiko yang terjadi karena penyalahgunaan wewenang oleh Penerima Kuasa sehubungan dengan pelaksanaan layanan Mandiri Cash Management sepenuhnya menjadi tanggung jawab Nasabah. b. Dengan ini Nasabah membebaskan Bank dari segala tuntutan dan/atau gugatan dan/atau ganti rugi yang mungkin timbul sehubungan dengan kelalaian Nasabah dan/atau kelalaian Penerima Kuasa sehubungan dengan pelaksanaan layanan Mandiri Cash Management. Data yang tercantum pada formulir ini maupun dokumen pendukungnya adalah lengkap, benar dan sah serta sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang berlaku saat ini. Data contained in this form and supporting documents is complete, true and lawful and in accordance with the Articles of Association and Bylaws of the current. Bank berhak melakukan pengecekan terhadap data yang kami berikan. Bank telah memberikan penjelasan yang cukup mengenai karakteristik layanan Mandiri Cash Management yang akan kami gunakan dan kami telah membaca, mengerti serta memahami segala konsekuensi penggunaan produk dan jasa dimaksud termasuk manfaat, risiko, dan biaya–biaya yang melekat. Bank has provided an adequate explanation of the characteristics of Mandiri Cash Management services which we will use and we have read, understood and understand the consequences of the use of products and services referred to include the benefits, risks and costs inherent.
Hal. 1 of 6 Lampiran 3 SYARAT DAN KETENTUAN UMUM MANDIRI CASH MANAGEMENT 2.0 Syarat dan Ketentuan Umum Mandiri Cash Management 2.0 ini (“Ketentuan Umum”) merupakan bagian dan menjadi satu kesatuan dengan Aplikasi Mandiri Cash Management 2.0. Pasal 1 : Definisi Kecuali ditentukan lain dalam Ketentuan Umum maka yang dimaksud dengan : 1. Administrator Sistem adalah pihak yang ditunjuk oleh Nasabah untuk melakukan administrasi atas kelengkapan, penatausahaan dan tata cara penggunaan layanan MCM 2.0 termasuk melakukan perubahan data, pendaftaran rekening, penambahan Token, perubahan Paket Layanan, maupun perubahan/penambahan lainnya yang terkait dengan layanan MCM 2.0. 2. Bank adalah PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. yang didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia berkedudukan hukum di Jakarta Selatan dan berkantor pusat di Plaza Mandiri, Jalan Jendral Gatot Subroto Kavling 36-38, Jakarta 12190. 3. Buku Panduan adalah media informasi yang memuat petunjuk teknis dan tata cara pelaksanaan transaksi dalam layanan MCM 2.0. 4. Company ID adalah identitas khusus yang diberikan oleh Bank kepada Nasabah yang akan digunakan untuk mengakses layanan MCM 2.0. 5. Hari Kerja adalah hari dimana Bank melakukan kegiatan operasional dan Bank Indonesia menjalankan kegiatan kliring antar bank. 6. Kuasa Pendaftaran adalah kuasa sesuai format Bank yang ditandatangani oleh pihak ketiga sebagai syarat pendaftaran Rekening Bank milik pihak ketiga tersebut pada layanan MCM 2.0 Nasabah. 7. MCM 2.0 kependekan dari Mandiri Cash Management 2.0 adalah suatu sistem elektronik beserta layananlayanan di dalamnya yang disediakan Bank kepada Nasabah berdasarkan Ketentuan Umum. 8. Nasabah adalah subyek hukum non perorangan yang berbentuk Badan Hukum atau bukan Badan Hukum yang terdaftar dalam layanan MCM 2.0. 9. Paket Layanan adalah kumpulan jenis layanan yang disediakan Bank berdasarkan kebutuhan Nasabah dimana Bank sewaktu-waktu dapat mengubah/menambah jenis layanan didalamnya. 10. Password adalah angka, huruf atau kombinasi di antaranya, yang merupakan kunci yang bersifat rahasia dan harus dicantumkan/diinput oleh Nasabah pada saat menggunakan layanan MCM 2.0. 11. Rekening Bank adalah Rekening Giro, Tabungan atau rekening lain yang dapat didaftarkan pada layanan MCM 2.0 sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku di Bank.. 12. Real Time Gross Settlement (RTGS) adalah sistem Transfer Dana elektronik melalui Bank Indonesia yang penyelesaian setiap transaksinya dilakukan dalam waktu seketika. 13. Sistem Kliring Nasional (SKN) adalah sistem Transfer Dana elektronik melalui Bank Indonesia dengan mempertukarkan data keuangan elektronik antar peserta kliring yang perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu. 14. Situs MCM 2.0 adalah situs layanan MCM 2.0 yang beralamat di https://mcm2.bankmandiri.co.id/ maupun perubahannya yang akan diberitahukan kemudian oleh Bank. 15. Token adalah alat pengaman baik berbentuk fisik (hard token), maupun aplikasi (soft token) yang berfungsi menghasilkan kode rahasia yang digunakan sebagai tanda persetujuan pada level otoriser di pihak Nasabah yang akan menghasilkan deretan angka tertentu (challenge response number) untuk melaksanakan suatu transaksi. 16. Transfer Dana adalah rangkaian kegiatan yang dimulai dengan perintah dari pengirim asal yang bertujuan memindahkan sejumlah dana kepada penerima yang disebutkan dalam perintah transfer dana sampai dengan diterimanya dana oleh penerima. 17. User ID adalah identitas yang dimiliki oleh Nasabah yang harus dicantumkan/diinput dalam setiap penggunaan layanan MCM 2.0. 18. Cut off time adalah batas maksimal waktu untuk melakukan transaksi. 19. Bukti Penerimaan Negara atau BPN adalah dokumen yang diterbitkan oleh Bank atas transaksi penerimaan negara yang mencantumkan teraan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan Nomor Transaksi Bank (NTB) serta elemen lainnya yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang kedudukannya disamakan dengan surat setoran. 20. Data Pembayaran Pajak adalah data yang berisi informasi mengenai rincian dan jumlah pembayaran pajak dalam format yang telah ditentukan oleh Bank. 21. Dana Pembayaran Pajak adalah sejumlah dana yang wajib disediakan oleh Nasabah di dalam Rekening Bank untuk melakukan pembayaran pajak. 22. Hari Pembayaran Pajak adalah hari dan tanggal yang ditentukan oleh Nasabah bagi Bank untuk mulai melaksanakan proses pembayaran pajak 23. Hari Terakhir Pembayaran Pajak adalah batas hari terakhir yang ditetapkan oleh pemerintah untuk dilakukannya pembayaran pajak terkait. 24. Kode Billing adalah nomor identifikasi Nasabah yang diperoleh Nasabah dari sistem/ unit yang ditetapkan Kementerian Keuangan untuk dicantumkan dalam pelaksanaan Mandiri E-Tax.
Hal. 2 of 6 Lampiran 3 SYARAT DAN KETENTUAN UMUM MANDIRI CASH MANAGEMENT 2.0 25. Mandiri E-Tax adalah fasilitas pembayaran sistem elektronik pembayaran pajak beserta dengan layananlayanan di dalamnya yang disediakan Bank kepada Nasabah berdasarkan Ketentuan Khusus. 26. Nomor Transaksi Penerimaan Negara yang selanjutnya disingkat NTPN adalah nomor tanda bukti pembayaran/penyetoran ke kas Negara yang tertera pada BPN dan diterbitkan oleh sistem settlement yang dikelola Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan. Pasal 2 : Penggunaan Layanan 1. Nasabah tunduk pada ketentuan mengenai pengoperasian dan penggunaan MCM 2.0 sebagaimana tercantum dalam Ketentuan Umum serta Buku Panduan. 2. Nasabah wajib merahasiakan dan tidak akan memperlihatkan maupun menggandakan informasi/data di dalam MCM 2.0, sistem, maupun Buku Panduan untuk keperluan pihak lain. 3. Nasabah wajib menandatangani suatu ketentuan khusus apabila akan menggunakan suatu jenis layanan khusus/tertentu yang merupakan bagian dan menjadi satu-kesatuan dengan Ketentuan Umum ini. 4. Nasabah hanya dapat mengakses jenis layanan yang tersedia dalam MCM 2.0 sesuai dengan Paket Layanan yang dipilih oleh Nasabah. 5. Bank atas pertimbangan sendiri, mempunyai hak untuk menerima atau menolak permohonan Nasabah atas suatu Paket Layanan, tanpa ada kewajiban Bank untuk memberitahukan alasannya. Pasal 3 : Pendaftaran Rekening 1. Nasabah bertanggung jawab untuk memastikan kebenaran, keabsahan, kelengkapan dan kejelasan dokumendokumen untuk pendaftaran layanan MCM 2.0, dan dengan ini Nasabah membebaskan Bank dari segala gugatan, tuntutan dan atau ganti rugi dari pihak manapun sehubungan dengan ketidakbenaran informasi, data, keterangan, kewenangan dan atau kuasa yang diberikan oleh Nasabah. 2. Nasabah telah memiliki Rekening Bank dan wajib melakukan pendaftaran Rekening Bank dalam layanan MCM 2.0. 3. Rekening yang didaftarkan oleh Nasabah akan diadministrasikan oleh Bank dalam satu Company ID nasabah tersebut. Nasabah dapat menggunakan 1 (satu) Company ID untuk 1 (satu) group perusahaan. 4. Nasabah berwenang untuk menetapkan, menunjuk dan melakukan perubahan serta penghapusan pendaftaran rekening di MCM 2.0 sesuai aturan internal Nasabah. Sehubungan hal ini Nasabah sepenuhnya bertanggung jawab atas penetapan, penunjukan, perubahan atau penghapusan dalam proses pendaftaran layanan MCM 2.0 dimaksud. 5. Apabila Nasabah akan mendaftarkan Rekening Bank bukan atas nama Nasabah maka wajib memenuhi kelengkapan Kuasa Pendaftaran. 6. Jenis pendaftaran layanan MCM 2.0 oleh Nasabah, mencakup antara lain : a. Administrator Sistem terkait kewenangan untuk pembuatan User ID pihak internal Nasabah dan memberikan media pengaman kode rahasia kepada Nasabah. b. Proses administrasi (blokir, reset, enable, disable) User ID dan Password pada internal Nasabah c. Limit akses dan limit persetujuan yang melekat sesuai dengan peran masing-masing pihak internal Nasabah serta alur proses dan persetujuan transaksi. d. Rekening yang didaftarkan dan kewenangan akses rekening dari masing-masing pihak internal Nasabah. e. Menu transaksi yang diberikan kepada Nasabah disesuaikan dengan jenis Paket Layanan, dan atau setting menu yang dilakukan oleh Administrator Sistem. 7. Nasabah wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada Bank nama pejabat atau pegawai Nasabah yang akan bertindak sebagai Administrator Sistem dan setiap kali terjadi perubahannya. Perubahan Administrator Sistem harus dinformasikan kepada Bank dengan disertai dengan identitas diri. Bank tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul sebagai akibat dari keterlambatan pemberitahuan dimaksud. Pasal 4 : Jenis Layanan 1. Layanan Transfer Dana mencakup Transfer Dana dalam dan antar bank, Transfer Dana ke luar negeri, pembayaran massal dan pembayaran gaji, dengan ketentuan : a. Transfer Dana dalam Bank dilaksanakan dengan pemindahbukuan antar rekening di Bank dengan.tanggal transaksi ditentukan Nasabah sesuai pengaturan maksimum hari serta jenis valuta oleh Bank. b. Transfer Dana bank domestik dilaksanakan dengan sarana SKN, RTGS, dan Domestic Online Transfer. Pelaksanaan transaksi antar bank (SKN dan RTGS), akan diproses mengikuti ketentuan Bank Indonesia. Pelaksanaan transaksi Domestic Online Transfer, akan diproses mengikuti ketentuan Bank Indonesia atau ketentuan lainnya yang mengikat. c. Transfer Dana Internasional pelaksanaannya tunduk pada ketentuan dari bank koresponden dan Bank Indonesia maupun ketentuan internasional/SWIFT. Bank berhak untuk membatasi valuta dan jumlah dana yang dikirimkan. Jika instruksi pembayaran dan atau pemindahan dana elektronik dalam valuta yang
Hal. 3 of 6 Lampiran 3 SYARAT DAN KETENTUAN UMUM MANDIRI CASH MANAGEMENT 2.0 berbeda dengan valuta dalam Rekening Bank yang terdaftar, maka kurs yang digunakan adalah kurs di Bank saat transaksi tereksekusi. Nasabah dengan ini membebaskan Bank dari tanggung jawab dan kerugian sebagai akibat perubahan kurs valuta dari transaksi-transaksi yang masih dalam proses Transfer Dana. d. Layanan Pembayaran Gaji/Benefit i. Pembayaran Gaji terdapat 2 layanan, yaitu : a.Payroll : merupakan pembayaran gaji yang dijalankan dengan tujuan ke bank mandiri dan dieksekusi pada pukul 00.00. Batas maksimal (cut off time) transaksi adalah pukul 14.00 WIB pada H-1 saat transaksi akan dijalankan. b. Multi service payroll : merupakan payroll yang dijalankan dengan tujuan ke bank mandiri dan bank lain dengan waktu eksekusi yang fleksible. ii. Nasabah bertanggung jawab atas kelengkapan dan kebenaran data dan informasi pada daftar gaji, yang diunggah (upload) melalui sistem MCM 2.0. iii. Transaksi pembayaran gaji untuk rekening di dalam Bank dapat dilakukan pada hari yang sama walaupun tanggal penggajian adalah hari libur. Namun untuk transaksi antar bank (SKN dan RTGS), akan diproses mengikuti ketentuan Bank Indonesia. e. Layanan Pembayaran Massal i. Jenis transaksi yang dapat dilakukan dengan layanan pembayaran massal dapat terdiri dari transaksi Transfer Dana dalam bank dan Transfer Dana antar bank (SKN dan RTGS). ii. Transaksi akan diproses sesuai dengan ketentuan proses setiap jenis transaksi. 2. Layanan Pembayaran Tagihan a. Tagihan yang dapat dibayar oleh Nasabah adalah tagihan dari penerbit tagihan (biller) yang telah mengadakan kerjasama dengan Bank. b. Nasabah wajib memasukan nomor identifikasi yang diperoleh dari penerbit tagihan untuk melaksanakan pembayaran yang hanya dapat dilakukan dengan valuta yang sama dengan Rekening Bank yang terdaftar. c. Khusus Pembayaran Penerimaan Negara melalui Menu Pembayaran Tagihan, sebagai berikut: a. Pembayaran Penerimaan Negara melalui Menu Pembayaran Tagihan dapat dilakukan apabila sudah mendapatkan Kode Billing dengan tipe pembayaran: i. Penerimaan negara terkait Impor dan Ekspor yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ii. Penerimaan negara pajak yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak iii. Penerimaan negara bukan pajak yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Anggaran b. Pelaksanaan pembayaran penerimaan Negara melalui Menu Pembayaran Tagihan mengikuti ketentuan yang berlaku. 3. Layanan Manajemen Likuiditas a. Layanan manajemen likuiditas antara lain terdiri dari Cash Pooling, Range Balance dan Cash Distribution yang seluruhnya mewajibkan adanya rekening utama dan rekening sub. b. Semua rekening yang akan digunakan dalam layanan management likuiditas wajib terdaftar pada MCM 2.0 berdasarkan tata cara pendaftaran yang berlaku pada Bank. c. Kepemilikan rekening utama dan rekening sub merupakan pihak-pihak yang mempunyai hubungan kelompok atau group usaha atau hubungan lain yang disetujui Bank. d. Dalam hal pemilik rekening utama dan rekening sub merupakan subyek hukum yang berbeda, maka hal tersebut merupakan hubungan hukum tersendiri yang merupakan tanggung jawab Nasabah. Bank dibebaskan dari klaim atau tuntutan akibat adanya kelalaian dan atau kekeliruan yang dilakukan oleh Nasabah sehubungan dengan layanan manajemen likuiditas yang dipilih Nasabah. 4. Pembayaran Pajak melalui Menu MPN Payment dan Menu Pembayaran Tagihan a. Nasabah memasukkan Data Pembayaran Pajak untuk memperoleh Kode Billing dari Direktorat Jenderal Pajak. b. Batas Akhir Pengiriman Data dan Dana Pembayaran Pajak adalah pukul 12.00 WIB pada Hari Pembayaran Pajak. Khusus pada Hari Terakhir Pembayaran Pajak, batas akhir Pengiriman Data dan Dana Pembayaran Pajak adalah pukul 10.00 WIB. c. Seluruh Data dan Dana Pembayaran Pajak yang diterima oleh Bank melewati ketentuan yang diatur dalam Ayat 2 Huruf b pasal ini, akan dilakukan oleh Bank pada hari kerja berikutnya. d. Bank tidak melakukan verifikasi atas kecocokan maupun kebenaran Data Pembayaran Pajak Nasabah dan dengan ini Nasabah membebaskan Bank dari klaim dan tuntutan apapun yang disebabkan oleh kesalahan dan/atau kelalaian Nasabah. e. Pencetakan atas dokumen terkait dilakukan oleh Nasabah, kecuali ditentukan lain oleh Bank. f. Nasabah dapat melakukan pemeriksaan NTPN ke sistem Direktorat Jenderal Perbendaharaan paling lambat 1 (satu) hari setelah pelaksanaan transaksi. g. Dengan memperhatikan ketentuan pada Huruf f pasal ini, Nasabah setuju bahwa hal-hal sehubungan dengan penerbitan NTPN (termasuk dalam hal terjadi keterlambatan), merupakan sepenuhnya kewenangan dan tanggung jawab Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Nasabah setuju serta menyatakan bahwa hal-hal mengenai penerbitan NTPN adalah diluar kekuasaan Bank.
Hal. 4 of 6 Lampiran 3 SYARAT DAN KETENTUAN UMUM MANDIRI CASH MANAGEMENT 2.0 h. Dalam hal terjadi keterlambatan pembayaran pajak dikarenakan kelalaian dan/atau kekeliruan Nasabah, maka hal tersebut menjadi tanggung jawab Nasabah dan Bank dengan ini dibebaskan dari tuntutan dan klaim apapun. i. Pelaksanaan pembayaran pajak ini tunduk dan mengikuti ketentuan yang berlaku di Bank dan peraturan di bidang perpajakan. Pasal 5 : Keamanan 1. Nasabah wajib untuk mengganti Password yang diberikan Bank melalui Situs MCM 2.0 pada kesempatan pertama Administrator Sistem mengakses Situs MCM 2.0. 2. Nasabah tidak diperkenankan untuk menyerahkan pengoperasian peralatan MCM 2.0 atau mengalihkan hak dan kewajiban kepada pihak lain yang tidak berhak, serta bertanggung jawab penuh atas keamanan peralatan MCM 2.0 termasuk penggunaan User ID, Password dan Token. 3. Nasabah dapat menunjuk pejabat/pegawai dari internal Nasabah untuk mengoperasikan MCM 2.0 berdasarkan fungsi dan tingkatan tertentu sesuai Paket Layanan. Masing-masing tingkatan/level akan mendapatkan User ID dan Password yang harus dijaga kerahasiaanya. 4. User ID dan Password merupakan identifikasi dari Nasabah, yang berfungsi sebagai alat pengaman terdiri atas : a. User ID dan Password Administrator Sistem yang diberikan oleh Bank sebanyak 1 pasang, yaitu 1 Administrator Sistem yang berfungsi sebagai maker dan 1 Administrator Sistem yang berfungsi sebagai approver. b. User ID dan Password pihak internal Nasabah, yang dibuatkan/dihasilkan dari User ID dan Password Administrator Sistem. 5. Proses administrasi dari User ID dan Password, mencakup perubahan, penutupan, reset Password, pengaktifan dari User ID dan Password dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Proses administrasi dari User ID dan Password Administrator Sistem yang diberikan oleh Bank, dilakukan oleh Bank b. Proses administrasi dari User ID dan Password pihak internal Nasabah, dilakukan oleh Nasabah. 6. Dalam hal Nasabah mengetahui atau menduga User ID dan Password telah diketahui oleh orang lain yang tidak berwenang, maka Nasabah wajib segera melakukan perubahan Password. Apabila karena suatu sebab Nasabah tidak dapat melakukan perubahan Password maka Nasabah wajib memberitahukan kepada Bank. Sebelum diterimanya pemberitahuan secara tertulis oleh Pejabat Bank yang berwenang, maka segala instruksi, transaksi dan komunikasi berdasarkan penggunaan User ID dan Password oleh pihak yang tidak berwenang sepenuhnya menjadi tanggung jawab Nasabah. 7. Hal-hal terkait Token untuk diperhatikan : a. Token adalah milik Bank sebagai alat pengaman untuk persetujuan suatu transaksi. Token diberikan/diserahterimakan oleh Bank kepada Nasabah atau pihak internal Nasabah yang berwenang sesuai ketentuan yang berlaku pada Nasabah b. Nasabah wajib segera menyerahkan kepada Bank apabila diminta oleh Bank atau terdapat pengakhiran layanan MCM 2.0 sesuai Ketentuan Umum. c. Bank memberikan hak penggunaan Token kepada Nasabah sejak Layanan MCM 2.0 didaftarkan Bank sampai dengan pengakhiran Layanan MCM 2.0. Administrasi penunjukan dan perubahan pemegang Token pada pihak internal Nasabah beserta pengamanan dan akibatnya, menjadi tanggung jawab Nasabah. d. Apabila terjadi kerusakan atapun kehilangan Token, maka maka Nasabah wajib memberitahukan kepada Bank dan membuat berita acara kehilangan yang ditandatangani oleh pihak yang berwenang. Selama pemberitahuan belum diterima oleh Bank, maka Bank tidak akan bertanggung jawab atas setiap transaksi yang dilakukan dengan menggunakan Token yang hilang tersebut. 8. Untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikan, maka Nasabah wajib untuk : a. melakukan pembaharuan secara berkala anti virus versi terbaru, b. melakukan pengggantian Password Administrator Sistem, Token c. merahasiakan User ID Administrator Sistem, Password Administrator Sistem, Token, yang terbaru atau masih berlaku. d. melakukan log off jika telah selesai menggunakan layanan MCM 2.0. e. tidak melakukan akses MCM 2.0 di tempat-tempat umum, seperti warung internet, café, restaurat, mall. 9. Nasabah wajib melakukan pengamanan terhadap alur proses transaksi sehubungan dengan pelaksanaan Layanan MCM 2.0, termasuk tetapi tidak terbatas atas hal-hal sebagai berikut : a. Nasabah wajib memiliki prosedur internal untuk penetapan kewenangan Administrator Sistem maupun pihak internal Nasabah pada Layanan MCM 2.0. b. Nasabah wajib memiliki dan menetapkan prosedur internal termasuk memisahkan kewenangan masingmasing pengguna untuk mencegah resiko penyalahgunaan User ID, Password dan Token.
Hal. 5 of 6 Lampiran 3 SYARAT DAN KETENTUAN UMUM MANDIRI CASH MANAGEMENT 2.0 Pasal 6 : Instruksi Nasabah 1. Penggunaan User ID dan Password mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan instruksi tertulis yang ditandatangani oleh Nasabah, karenanya Nasabah setuju penggunaan User ID dan Password dalam setiap transaksi MCM 2.0 juga merupakan pemberian kuasa dari Nasabah kepada Bank untuk melaksanakan transaksi termasuk namun tidak terbatas untuk melakukan pendebetan rekening Nasabah baik dalam pelaksanaan transaksi yang diinstruksikan maupun untuk pembayaran biaya transaksi. 2. Bank menerima dan menjalankan setiap instruksi dari Nasabah sebagai intruksi yang sah berdasarkan penggunaan User ID dan Password dan untuk itu Bank tidak mempunyai kewajiban untuk meneliti atau menyelidiki keabsahan atau kewenangan pengguna User ID dan Password atau menilai maupun membuktikan ketepatan maupun kelengkapan instruksi dimaksud. 3. Untuk setiap pelaksanaan transaksi, Nasabah wajib memastikan ketepatan dan kelengkapan instruksi transaksi (termasuk memastikan bahwa semua data yang diperlukan untuk transaksi telah diisi secara lengkap dan benar). Bank tidak bertanggung jawab terhadap segala dampak apapun yang mungkin timbul yang diakibatkan kelalaian, ketidaklengkapan, ketidakjelasan, atau ketidaktepatan instruksi/data dari Nasabah. 4. Tanggal transaksi yang dianggap sah oleh Bank adalah tanggal dimana instruksi dari Nasabah telah diterima oleh Bank, dengan ketentuan bahwa instruksi tersebut diterima oleh Bank pada Hari Kerja sebelum cut off time sesuai dengan kebijakan yang berlaku di Bank. Apabila instruksi Nasabah diterima oleh Bank setelah cut off time, maka tanggal transaksi yang dianggap sah adalah tanggal transaksi pada Hari Kerja berikutnya. 5. Nasabah dengan ini membebaskan Bank dari tanggung jawab dan risiko berkaitan dengan adanya perintah yang tidak dilaksanakan, dilaksanakan tidak tepat waktu, kegagalan atau penundaan pelaksanaan instruksi Nasabah, biaya-biaya yang timbul baik langsung maupun tidak langsung, hilangnya keuntungan Nasabah maupun kewajiban lainnya berkaitan dengan layanan MCM 2.0 ini, antara lain disebabkan karena tidak tersedianya dana yang cukup di Rekening Bank, dana belum efektif dikuasai Bank, nominal transaksi melebihi limit transaksi, diakhiri atau dihentikannya layanan MCM 2.0 baik oleh Bank maupun Nasabah, penyalahgunaan MCM 2.0 termasuk akibat dari kelalaian atau kesalahan Nasabah sendiri atau pejabat atau petugas dari internal Nasabah. 6. Dalam hal terjadi gangguan terhadap layanan MCM 2.0 yang mengakibatkan tidak dapat digunakannya layanan MCM 2.0 tersebut atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka Nasabah dapat menggunakan mekanisme transaksi perbankan secara konvensional/manual (non electronic) melalui kantor cabang Bank. Pasal 7 : Data dan Bukti Transaksi 1. Nasabah menyetujui keabsahan bukti instruksi dan komunikasi yang di transmisi secara elektronik , termasuk dokumen dalam bentuk catatan komputer atau bukti transaksi Bank, tape/cartridge, print out komputer, salinan atau bentuk penyimpanan informasi yang lain yang terdapat pada Bank, dan semua alat atau dokumen tersebut adalah merupakan satu-satunya alat bukti yang sah atas setiap transaksi-transaksi yang dilakukan oleh Nasabah melalui layanan MCM 2.0. 2. Jika terjadi perbedaan data/informasi yang tercantum dalam data transaksi pada MCM 2.0 dengan data/informasi/catatan yang ada pada atau dimiliki oleh Nasabah, maka yang menjadi acuan dan dianggap benar adalah semua catatan yang ada dalam sistem Bank. Pasal 8 : Biaya dan Kurs Mata Uang 1. Nasabah dikenakan biaya administrasi, Token dan transaksi atas layanan MCM 2.0 sesuai Paket Layanan yang besarnya ditentukan oleh Bank. Besarnya biaya sewaktu-waktu dapat berubah dengan pemberitahuan kepada Nasabah melalui sarana/media yang dianggap baik oleh Bank termasuk tetapi tidak terbatas melalui Situs MCM 2.0. 2. Dengan ini Nasabah memberikan kuasa kepada Bank untuk melakukan pendebetan biaya sesuai ayat 1 pasal ini pada Rekening Bank atau rekening lain yang ditetapkan Nasabah. 3. Nilai tukar valuta asing dan tingkat suku bunga pada layanan MCM 2.0 adalah nilai tukar valuta asing dan suku bunga yang berlaku di Bank pada Hari Kerja saat instruksi Nasabah dilaksanakan oleh Bank. Pasal 9 : Kuasa 1. Kuasa-kuasa didalam Ketentuan Umum ini merupakan bagian dan menjadi satu kesatuan dengan Ketentuan ini dan karenanya kuasa tersebut tidak dapat ditarik kembali dan juga tidak akan berakhir sampai dengan penghentian atau pengakhiran layanan MCM 2.0. 2. Ketentuan Umum ini berlaku sepenuhnya sebagai bukti yang sempurna mengenai pemberian kuasa tersebut di atas, sehingga tidak diperlukan lagi surat kuasa lain dari Nasabah kepada Bank. Pasal 10 : Pernyataan dan Jaminan (untuk nasabah berbentuk badan) 1. Nasabah merupakan suatu badan usaha baik berbadan hukum maupun non badan hukum yang didirikan secara sah berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia. 2. Nasabah memiliki semua wewenang, otoritas institusi dan semua hak yang diperlukan untuk menandatangani, memberikan dan melaksanakan kewajiban-kewajibannya yang diatur dalam Ketentuan Umum ini. Setiap penandatanganan, pemberian dan pelaksanaan Ketentuan Umum ini telah diotorisasi dengan semestinya oleh Nasabah dengan semua tindakan institusi yang diperlukan untuk itu.
Hal. 6 of 6 Lampiran 3 SYARAT DAN KETENTUAN UMUM MANDIRI CASH MANAGEMENT 2.0 Pasal 11 : Pembebasan Tanggung Jawab Nasabah membebaskan Bank dari segala tuntutan apapun, dalam hal ini Bank tidak dapat melaksanakan perintah dari Nasabah baik sebagian maupun seluruhnya karena kejadian-kejadian atau sebab-sebab di luar kekuasaan atau kemampuan Bank termasuk namun tidak terbatas pada segala gangguan virus komputer atau sejenisnya atau komponen membahayakan yang dapat mengganggu layanan MCM 2.0, web browser, sistem atau transmisi yang tidak berfungsi, gangguan listrik, gangguan telekomunikasi, kebijakan pemerintah, serta kejadian-kejadian atau sebab-sebab lain di luar kekuasaan atau kemampuan Bank. Pasal 12 : Pengakhiran/Penghentian Layanan MCM 2.0 1. Layanan MCM 2.0 dapat diakhiri secara permanen atau sementara dalam hal : a. Nasabah mengajukan permohonan tertulis pengakhiran layanan MCM 2.0 kepada Bank, permohonan akan efektif dijalankan Bank apabila telah diterima Bank paling lambat 14 (empat belas) Hari Kerja sebelum tanggal pengakhiran yang diminta. b. Rekening Bank yang terdaftar dalam MCM 2.0 telah ditutup. c. Untuk kepentingan Nasabah, dalam hal terdapat indikasi dan atau dugaan sengketa internal Nasabah ataupun karena hal-hal lain yang menurut pertimbangan Bank dapat menimbulkan kerugian bagi Nasabah, sampai adanya bukti penyelesaian sengketa yang dapat diterima oleh Bank. d. Bank berdasarkan pertimbangannya sendiri mengetahui atau mempunyai alasan untuk menduga bahwa penipuan atau aksi kejahatan atau kegiatan lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan telah atau akan dilakukan terkait layanan MCM 2.0 yang sedang digunakan Nasabah. e. Bank melakukan suatu keperluan pembaharuan, pemeliharaan atau untuk tujuan lain dalam rangka perbaikan layanan kepada Nasabah.. f. Terdapat ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang melarang dilakukannya transaksi dengan menggunakan Layanan MCM 2.0 atau layanan sejenisnya. 2. Apabila berdasarkan peraturan internal bank, ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan atau menurut pertimbangan Bank suatu instruksi dari Nasabah mengakibatkan Bank mengalami suatu tanggung jawab, tuntutan, pengaduan dan atau kerugian baik secara langsung maupun tidak langsung dari pihak manapun, maka Bank berhak untuk menolak, membatalkan dan atau melakukan pemberhentian sementara atau permanen atas layanan MCM 2.0 dengan pemberitahuan kepada Nasabah. Pasal 13 : Ketentuan Lain-lain 1. Bank sewaktu-waktu dapat melakukan perubahan atau penyesuaian sistem pendukung MCM 2.0, termasuk hardware dan software-nya. Dalam hal demikian Nasabah bersedia dan setuju untuk melakukan penyesuaian yang memungkinkan tetap dapat diaksesnya Layanan MCM 2.0. 2. Bank dapat mengubah Ketentuan Umum ini setiap saat dengan melakukan pemberitahuan kepada Nasabah dalam bentuk dan melalui sarana apapun yang dianggap baik oleh Bank dan mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan Ketentuan Umum. 3. Ketentuan Umum dibuat, ditafsirkan dan dilaksanakan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia. Mengenai Ketentuan Umum dan segala akibatnya serta pelaksanaaannya maka Nasabah dan Bank memilih domisili hukum yang tetap dan sah di wilayah Kantor Panitera Pengadilan Negeri tempat Bank pemberi Layanan MCM 2.0 berada, demikian dengan tidak mengurangi hak Bank untuk melakukan penuntutan-penuntutan terhadap Nasabah di pengadilan-pengadilan manapun juga yang dipandang perlu oleh Bank dan Nasabah dengan ini melepaskan haknya untuk mengajukan eksepsi mengenai kekuasaan relatif terhadap pengadilan yang dipilih oleh Bank. 4. Ketentuan Umum ini dibuat dan ditandatangani dalam dua bahasa yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Dalam hal terdapat perbedaan penafsiran atas bahasa, maka yang berlaku adalah penafsiran atas ketentuan dalam Bahasa Indonesia. Demikian Ketentuan Umum ini setelah dibaca atau dibacakan dengan bahasa yang dipahami oleh calon/ Nasabah oleh Petugas Bank dan isi/maksudnya telah dimengerti dan disetujui, kemudian calon/ Nasabah menandatanganinya pada tempat dan tanggal tersebut dibawah ini. ......................................,................................. (materai Rp. 6.000,-) ........................................................... ............................................................