The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by blackdelta579, 2022-12-20 17:23:30

LAPORAN OJT 2

LAPORAN OJT 2

Keywords: LAPORAN

b. Pengelolaan Keuangan

Penggunaan keuangan yang ada di sekolah hendaknya harus

dikelola secara efisien supaya semua kegiatan yang membutuhkan

uang dapat dilakukan. Untuk itu kepala madrasah dituntut harus mampu

mengelola keuangan sekolah secara transparan, akuntabel, efektif, dan

efisien.

4. Supervisi Akademik

Salah satu dimensi kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan

Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/

Madrasah adalah dimensi kompetensi supervisi. Supervisi yang harus

dilakukan Kepala Sekolah/Madrasah adalah supervisi akademik. Supervisi

akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan

kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan

pembelajaran.

Supervisi akademik penting dilakukan oleh seorang Kepala

Sekolah/Madrasah agar mampu menyusun program, melaksanakan, dan

melakukan tindak lanjut supervisi akademik di sekolah tempat tugas

karena Kepala Sekolah /

Madrasah adalah orang yang paling bertanggung jawab atas

keberhasilan pembelajaran di sekolah.

Pelaksanaan supervisi akademik yang

baik akan menghasilkan output yang baik pula. Pembelajaran yang

dilaksanakan dengan baik akan berdampak pada peningkatan prestasi

peserta didik.

Untuk itu seorang Kepala Sekolah/Madrasah harus mampu menyusun

program supervisi akademik. Program tersebut akan digunakan sebagai

pedoman pelaksanan supervisi akademik yang dapat

membantu guru dalam merencanakan pembelajaran (silabus dan RPP).

Selain itu, program supervisi akademik juga dapat mengembangkan

kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran secara efektif. Dari hasil

pelaksanaan supervisi akademik, Kepala

Sekolah/Madrasah juga harus mampu melaksanakan tindak lanjut seba

43


gai umpan balik yang sangat berguna untuk peningkatan kualitas baik bagi
peserta didik, guru, maupun dirinya yang pada akhirnya dapat
meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahnya.
B. Praktek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dan Rahmatan Lil Alamin
1. Pelaksanaan P5PPRA
a. Uraian Pelaksanaan Tugas
Profil Pelajar Pancasila tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024.
Profil Pelajar Pancasila memiliki enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada
Tuhan YME, berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong,
mandiri, bernalar kritis, dan kreatif, seperti dikutip dari laman Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Praktek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil
Alamin adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan
memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk
menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar
Dalam melaksanakan Praktek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil
Pelajar Rahmatan lil Alamin satuan pendidikan menjalankan prinsip sebagai
berikut:
1)Holistik, berarti perancangan kegiatan secara utuh dalam sebuah tema dan
melihat keterhubungan dari berbagai hal untuk memahaminya secara
mendalam.
2) Kontekstual, berarti upaya mendasarkan kegiatan pembelajaran pada
pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian.
3) Berpusat pada peserta didik, berarti skenario pembelajaran mendorong
peserta didik untuk menjadi subjek pembelajaran, yang aktif mengelola proses
belajarnya secara mandiri, termasuk memiliki kesempatan memilih dan
mengusulkan topik projek sesuai minatnya.
4) Eksploratif, berarti semangat untuk membuka ruang yang lebar bagi proses
pengembangan diri dan inkuiri, baik terstruktur maupun bebas.
5) Kebersamaan, berarti seluruh kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif oleh
warga madrasah dengan gotong royong dan saling bekerjasama.

44


6) Keberagaman, berarti seluruh kegiatan di madrasah dilaksanakan dengan
tetap menghargai perbedaan, kreatifitas, inovasi dan kearifan lokal secara
inklusif dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
7) Kemandirian, berarti seluruh kegiatan di madrasah merupakan prakarsa
dari, oleh dan untuk warga madrasah.
8) Kebermanfaatan berarti, seluruh kegiatan di madrasah harus berdampak
positif bagi peserta didik, madrasah dan masyarakat.
9) Religiusitas, berarti seluruh kegiatan di madrasah dilakukan dalam konteks
pengabdian kepada Allah Swt

45


Untuk melaksanakan kegiatan projek ini, maka diperlukan langkah-langkah
alur perencanaan sebagaimana berikut ini:
1) Membentuk Tim Fasilitator Projek
2) Mengidentifikasi Tingkat Kesiapan Madrasah
3) Merancang Dimensi Tema Dan Alokasi Waktu
4) Menyusun Modul Projek
5) Merancang Strategi Pelaporan
b. Langkah-Langkah Pelaksanaan Praktik

Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah.
1) Rencana Pelaksanaan

Praktek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dan Rahmatan Lil Alamin
ditikberatkan pada peningkatan kompetensi guru dan siswa dalam
rangka memberi ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan
potensi diri serta menciptakan suasana pembelajaran yang
menyenangkan bagi peserta didik.
2) Program Kegiatan
Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk Gelar Karya untuk menampilkan
karya peserta didik
Langkah – langkah pelaksanaan praktik akan dimulai dari :
1) Berkoordinasi dengan kepala madrasah dan warga madrasah terkait
dengan rencana pelaksanaan kegiatan ini, dan selanjutnya diadakan
sosialisasi kepada warga sekolah melalui rapat koordinasi
2) Pada tahap persiapan ini pula, telah dibentuk kepanitiaan dan ditetapkan
waka bidang kesiswaan bertindak selaku ketua panitia.
3) Gelar Karyan yang akan diselenggarakan mengambil tema Kearifan
lokal dengan tujuan
a) Peserta didik mampu memahami keragaman tradisi, budaya dan

kearifan lokal yang beragam yang menjadi kekayaan budaya bangsa.
b) Peserta didik mampu membangun rasa ingin tahu melaui pendekatan

inkuiri dan eksplorasi budaya dan kearifan lokal serta beperan untuk
menjaga kelestariaannya.
c) Peserta didik mampu mempelajari bagaimana dan mengapa
masyarakat lokal/daerah berkembang seperti yang ada

46


d) Peserta didik mmpu mempelajari konsep dan nilai di balik kesenian
dan tradisi lokal kemudian merefleksikan nilai-nilai yang dapat
diterapkan dalam kehidupannya.

4) Membuat Jadwal Pelaksanan
c. Data dan Analisis Data Hasil Praktek

a) Persiapan Dan Pelaksanaan
Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan maka disepakati akan
dilaksanakan kegiatan dalam bentuk Gelar Karya, dimana kegiatan
ini akan dilaksanakan oleh seluruh siswa. Pada pelaksanaan, siswa
di bimbing wali kelas mengadakan kegiatan gelar karya berbagai
hasil karya inovatif siswa seperti Batik Eco Print dan penampilan
pentas seni karawitan.

b) Monitoring Dan Evaluasi
1) Gelar Karya Pelaksanaan P2P5RA dilaksanakan di halaman

tempat magang 1 MTsN 4 Bojonegoro., dengan di hadiri oleh Bapak
Kepala Kantor Kemmenterian Agama Kabupaten Bojonegoro,
Bapak Kasubag TU, Bapak Kasi Pendma, Bapak Pengawas
Madrasah, Bapak Ketua Komite, Perwakilan Orang Tua Wali Murid.
Dalam Kegiatan Gelar Karya tersebut peserta didik menampilkan
seluruh karya inovatif dan unjuk bakat peserta didik

2) Kegiatan gelar karya ini mampu melatih peserta didik untuk
mengekspor seluruh potensi yang ada pada dirinya, dan melatih
kemandirian siswa.

3) Seluruh warga sekolah menyambut dengan antusias
pelaksanaan gelar karya ini.

2. Evaluasi Diri Madrasah
a. Uraian Pelaksanaan Tugas
Sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bahwa,
setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan

47


penjaminan mutu pendidikan dalam rangka untuk memenuhi delapan Standar
Nasional Pendidikan (SNP).
Pemenuhan dan penjaminan mutu pendidikan ini merupakan tanggung jawab
bersama pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, dan satuan pendidikan.
Penjaminan mutu pendidikan pada satuan pendidikan tidak dapat berjalan
dengan baik tanpa adanya perubahan budaya mutu pada seluruh warga di
sekolah/madrasah.
Evaluasi Diri Madrasah (EDM) adalah suatu proses penilaian mutu
penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan oleh pemangku kepentingan
ditingkat madrasah berdasarkan indikator-indikator kunci yang mengacu pada
8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). Melalui EDM, madrasah dapat
mengetahui aspek-aspek yang perlu ditingkatkan, serta kekuatan dan
kelemahan yang ada di madrasah dapat diidentifikasi. Hasil EDM
akan digunakan sebagai bahan untuk menetapkan jenis-jenis
program/kegiatan prioritas dalam penyusunan rencana peningkatan dan
pengembangan madrasah yang dituangkan dalam rencana kerja dan anggaran
madrasah (RKAM).
Untuk mengoptimalkan pelaksanaan dan pemanfaatan EDM ini diperlukan
kebersamaan dan kemauan kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan,
komite madrasah, siswa dan orang tua siswa untuk bersedia membuka diri atas
kekurangan yang masih ada di madrasah. Semangat kebersamaan seluruh
warga sekolah untuk mau mengeevaluasi diri demi kemajuan bersama adalah
kunci dari manfaat EDM.
Pada prinsipnya EDM adalah penilaian yang dilakukan oleh warga madrasah
itu sendiri dengan penuh kesadaran dan kejujuran yang akan digunakan oleh
madrasah itu sendiri untuk perbaikan mutu pendidikan. Dengan melakukan
EDM, madrasah akan memperoleh manfaat sebagai berikut:
1) Mengetahui tingkat pencapaian kinerja madrasah.
2) Mengetahui kekuatan, kelemahan dan tantangan yang dimilikinya

madrasah.
3) Mengetahui peluang untuk memperbaiki mutu pendidikan, menilai

keberhasilan dan melakukan penyesuaian program-program yang ada.
4) Mengetahui jenis kebutuhan yang diperlukan untuk perbaikan mutu.

48


5) Dapat mengidentifikasi program/kegiatan prioritas bagi peningkatan
kinerja madrasah.

6) Bahan penyusunan RKAM.
b. Langkah-Langkah Pelaksanaan Praktik
Penyusunan EDM meningikuti tahapan sebagai berikut:
1) Kepala madrasah membentuk TIM yang dituangkan dalam bentuk Surat

Keputusan Kepala Madrasah, dengan susunan keanggotaannya sebagai
berikut: Penanggung jawab: Kepala Madrasah, Ketua: salah satu wakil
kepala madrasah, Anggota: perwakilan guru, perwakilan komite
madrasah, perwakilan orang tua siswa diluar komite madrasah dan
perwakilan siswa (OSIS). Jika diperlukan, madrasah juga dapat melibatkan
tokoh masyarakat atau tokoh agama diluar komite madrasah.
2) Dilakukan sosialisasi/pelatihan kepada TIM tentang pentingnya EDM,
pemahaman indikator dalam instrumen EDM, cara pengisian instrumen
dan pemanfaatan hasil EDM.
3) TPM mengumpulkan data, informasi dan bukti fisik dari berbagai sumber
yang relevan untuk dasar penilaian indikator yang ada dalam Instrumen.
4) TPM mendiskusikan dan menetapkan level setiap indikator berdasarkan
data, informasi dan bukti fisik.
5) TIM dibantu oleh operator madrasah mengisi instrumen yang tersedia
secara online atau semi online berdasarkan data, informasi dan bukti fisik
yang dikumpulkan.
6) Kepala Madrasah menyetujui hasil isian EDM melalui form yang tersedia.
7) TPM mengirim hasil pengisian EDM yang sudah disetujui oleh Kepala
Madrasah.
8) Laporan hasil EDM secara online akan secara otomatis terkirim ke unit-
unit yang sudah ada dalam sistem, sedangkan EDM yang melalui semi
online akan diatur secara khusus.
c. Data Dan Analisis Data Hasil Praktik
Pengukuran terhadap kinerja madrasah dalam pemenuhan 8 SNP dapat
dilakukan dengan berbagai cara. Pendekatan yang akan digunakan untuk
mengukur kinerja mutu madrasah dalam EDM ini adalah indikator yang
terkait dengan budaya/kebiasaan (habit) yang dilakukan warga madrasah yang

49


diyakini dapat mencerminkan kinerja madrasah dalam pemenuhan 8 SNP.
Dengan mengukur indikator budaya tersebut, diharapkan madrasah
selanjutnya dapat menyusun program/kegiatan untuk melakukan perubahan
budaya mutu di madrasah untuk pemenuhan 8 SNP. Indikator yang dipilih
dalam EDM ini adalah indikator yang memiliki daya ungkit yang baik untuk
mengukur mutu dan mudah diukur.
Dalam EDM ini dilakukan pengukuran terhadap 5 (lima) aspek
budaya/kebiasaan di madrasah yang indikator-indikatornya mencerminkan
terhadap pemenuhan 8 SNP. Ada lima Aspek kebiasaan yang akan diukur
dalam EDM terhadap pencapaian kinerja mutu madrasah antara lain:
1) Pengembangan Kurikulum.
Pengembangan kurikulum pada dasarnya seluruh rangkaian yang dilakukan
oleh orang-orang yang mempunyai tanggung jawab pendidikan, dengan
tujuan dapat mengembangkan potensi peserta didik dan mencapai tujuan
pembelajaran. Diharapkan dengan diadakannya pengembangan kurikulum
dapat memberikan kontribusi pada seluruh pihak baik kepala madrasah, guru,
murid dan orang tua, dan masyarakat secara umumnya.
Selain itu pengembangan kurikulum diharapkan mampu mempengaruhi
terhadap ketercapaian Standar Isi (SI), Standar Proses (SPR), Standar
Kompetensi Lulusan (SKL), dan Standar Pengelolaan (SPL).
2) Pengembangan diri guru dan tenaga kependidikan.
Budaya untuk mengembangkan diri atas kompetensi seorang kepala
madrasah, guru dan tenaga kependidikan diyakini akan dapat meningkatkan
pemenuhan terhadap ketercapaian Standar Pendidik dan Tenaga
Kependidikan (PTK).
3) Penyiapan, pelaksanaan dan penilaian atas proses pembelajaran.
Penyiapan, pelaksanaan dan penilaian atas suatu proses pembelajaran sangat
berpengaruh terhadap mutu Pendidikan. Oleh karena itu, budaya guru untuk
melakukan ini diyakini akan meningkatkan ketercapaian terhadap Standar
Proses (SPR) dan Standar Penilaian (SPN).
4) Penyediaan sarana belajar untuk guru dan siswa.
Madrasah memiliki tanggung jawab terhadap penyediaan sarana belajar yang
pokok untuk menunjang proses pembelajaran. Oleh karena itu, perubahan

50


budaya agar madrasah menyediakan sarana pendukung proses pembelajaran
ini diyakini akan mempengaruhi terhadap ketercapaian Standar Sarana dan
Prasarana (SSP).
5) Pengelolaan anggaran yang berorientasi pada peningkatan mutu
Budaya menyusun perencanaan penggunaan dana yang efisien dan
berorientasi pada peningkatan mutu sangat penting dilakukan oleh madrasah.
Perubahan atas budaya ini diyakini akan mempengaruhi terhadap ketercapaian
Standar Pembiayaan (SB) dan sekaligus meningkatkan mutu madrasah.
Pada Penelitian ini calon kepala madrasah ditempat magang 1 di MTsN 4
Bojonegoro ingin mencoba membuat inovasi di bidang kurikulum dengan
membuat penelitian “ Desain Pengembangan Kurikulum Berbasis SKS”
adapun upaya yang dilakukan dengan melakukan penelitian di tempat Magang
2 yaitu di MTsN 2 Bojonegoro yang merupakan sekolah berbasis SKS. Selain
itu calon kepala madrasah juga membuat suatu karya inovatif dengan
membuat workshop penggunaan media pembelajaran berbasis Virtual Rality
dan Modul Ajar elektronik yang berfungsi untuk meningkatkan kompetensi
guru dan menumbuhkan semangat belajar siswa yang nantinya dapat
meningkatkan kompetensi lulusan untuk mempersiapkan diri menuju sekolah
berbasis SKS.
Dari inovasi di bidang kurikulum yang telah dilaksanakan, terdapat
peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran dan
terdapat peningkatan pula terhadap minat belajar siswa. Hal ini terbukti dari
terbentuknyak modul ajar elektronik dan peserta didik menjadi sangat antusias
dalam mengikuti pembelajaran dan mengalami peningkatan dibidang nilai
akademik.

51


Gambar 2.4
Penggunaan media pembelajaran berbasis Virtual Reality

3. Rencana PKB
a. Uraian Pelaksanaan Tugas
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru adalah pengembangan
kompetensi bagi guru sesuai dengan kebutuhan dan dilaksanakan secara
bertahap dan berkelanjutan. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan,
keterampilan, dan sikap profesional guru dalam mengemban tugas sebagai
pendidik. Sesuai dengan Peraturan Menteri Agama No. 38 tahun 2018 tentang
pengembangan keprofesian berkelanjutan guru.
Program madrasah dengan berbagai upaya perbaikan dan penyempurnaannya
dilakukan secara bertahap. Hal tersebut sebagai upaya untuk mewujudkan
pendidikan madrasah yang maju kualitasnya, mandiri, dan berkepribadian
mulia. Untuk mempercepat peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah,
maka diawali dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang
mengelola madrasah, yaitu kepala madrasah pada khususnya.
Kepala madrasah memiliki peran strategis dalam memacu madrasah bergerak
maju dengan meningkatkan pengembangan madrasah, membangun
lingkungan belajar yang inklusif dan aman, serta berkolaborasi dengan fokus
pada hasil belajar yang efektif dan holistik. Peran penting bagi kepala

52


madrasah perlu ditopang dengan kompetensi yang relevan untuk mencapai
hasil yang diinginkan.
Agar dapat melaksanakan tugas utamanya dengan baik, seorang kepala
madrasah perlu meningkatkan kompetensi dan kinerjanya secara bertahap,
berjenjang, dan berkelanjutan melalui Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (PKB)
Tujuan umum PKB adalah meningkatkan kualitas layanan pendidikan di
sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Tujuan khususnya
adalah :
1) Memfasilitasi guru untuk mencapai standar kompetensi yang telah
ditetapkan
2) Memfasiltasi guru untuk memutakhirkan kompetensi sehingga sesuai
dengan tuntutan zaman
3) Memotivasi guru untuk memiiliki komitmen dalam melaksanakan tugas
pokok dan fungsinya secara professional

b. Langkah-Langkah Pelaksanan Praktek
Langkah – langkah dalam pelaksanaan PKB Guru yaitu :
1) Rencana Pelaksanaan
Menyusun Kepanitiaan, berkoordinasi menentukan pemateri dan tempat
pelaksanaan serta jumlah peserta
2) Menentukan Program Kegiatan
Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk Bimtek yang meliputi :
a) Pelaksanaan PKB guru dengan menggunakan KKG-MGMP/MGBK
sebagai tempat pelaksanaannya. Tujuan penyelenggaraan PKB
KKG-MGMP/MGBK melalui KKM adalah untuk membangun
system PKB yang dekat dengan guru, guna membangun masyarakat
belajar.yang efektif, terarah dan berkelanjutan bagi guru.
b) Pelaksanaan PKB KKG-MGMP/MGBK melalui KKM
dikoordinasikan oleh ketua KKG-MGMP/MGBK bekerjasama
dengan ketua KKM.
c) Penyelenggara PKB membentuk tim pelaksana PKB dengan
melibatkan unsur KKM, pengawas, KKG, MGMP/MGBK dan seksi

53


Pendidikan Madrasah Kabupaten/Kota tempat KKG,
MGMP/MGBK berada.
d) Penyelenggara PKB memantau dan melaporkan pelaksanaan PKB
kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota melalui
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah.

Gambar 2.3
Materi Kegiatan Workshop

c. Data Dan Analisis Data
Setelah dilaksanakan kegiatan PKB dilaksanakan Pelaksanaan monitoring
dan evaluasi kegiatan PKB oleh koordinator PKB bekerja sama dengan
koordinator PKB tingkat sekolah, dari kegiatan monitoring dan evaluasi
didapatkan adanya peningkatan kualitas guru dalam memberikan
pelayanan disekolah. Guru lebih bersemangat dalam mengajar dan memiliki
pengalaman baru dalam menyampaikan materi kepada peserta didik, tidak
hanya itu administrasi guru juga menjadi semakin lengkap setelah
mengikuti kegiatan PKB.

54


C. Pelaksanaan Rencana Proyek Peningkatan Kompetensi
Rencana Proyek Peningkatan Kompetensi adalah penjabaran rencana
pengembangan sekolah secara operasional yang di dalamnya memuat proyek
kepemimpinan calon kepala madrasah dalam menjalankan program/kegiatan
untuk peningkatan kinerja sekolah. Rencana Proyek Peningkatan Kompetensi
disusun sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja calon kepala
sekolah, serta mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan
pencapaian students wellbeing.
Di jelaskan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tahun 2007
tentang standar Kompetensi Kepala Sekolah berikut :
a. Dimensi Kompetensi Kepribadian
1) Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan akhlak mulia, menjadi
teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah.
2) Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin.
3) Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala
sekolah.
4) Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi.
5) Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan
sebagai kepala sekolah.
6) Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan.

b. Dimensi Kompetensi Manajerial

1) Menyusun perencanaan sekolah untuk berbagai tingkatan

perencanaan.

2) Mengembangkan organisasi sekolah sesuai dengan kebutuhan.

3) Memimpin sekolah dalam rangka pendayagunaan sumber dayamanusia

sekolah secara optimal.

55


4) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah menuju organisasi
pembelajar yang efektif.

5) Menciptakan budaya dan iklim sekolahyang kondusif dan inovatif bagi
pembelajaran peserta didik.

6) Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber
daya manusia secara optimal.

7) Mengelola sarana dan prasarana sekolah dalam rangka pendayagunaan
secara optimal.

8) Mengelola hubungan sekolah dengan masyarakat dalam rangka
pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan
sekolah/madrasah.

9) Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik
baru, penempatan, dan pengembangan kapasitas peserta didik.

10) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran
sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional.

11) Mengelola keuangan sekolah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang
akuntabel, tranparan, dan efisien.

12) Mengelola ketatausahaan sekolah dalam mendukung pencapaian
tujuan sekolah.

13) Mengelola unit layanan khusus sekolah dalam mendukung kegiatan
pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah.

14) Mengelola informasi dalam mendukung penyusunan program dan
pengambilan keputusan.

15) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan
pembelajaran dan manajemen sekolah.

16) Melakukan monitoring,evaluasi,dan pelaporan pelaksanaan program
kegiatan sekolah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak
lanjutnya.

56


c. Dimensi Kompetensi Kewirausahaan

1) Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah.

2) Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah sebagai organisasi

pembelajar yang efektif.

3) Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas

pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah.

4) Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi

kendala yang dihadapi sekolah.

5) Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan sekolah

sebagai sumber belajar peserta didik.

d. Dimensi Kompetensi Supervisi

1) Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka

peningkatan profesionalisme guru.

2) Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan

pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.

3) Menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalamrangka

peningkatan profesionalisme guru.

e. Dimensi Kompetensi Sosial

1) Bekerjasama dengan partner untuk kepentingan sekolah.

2) Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

3) Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain.

Jenis kompetensi kepala sekolah memiliki lima unsur penting yang harus

diketahui dan dimiliki kepala sekolah sebagaimana yang telah dijelaskan.

Kompetensi kepala sekolah ini mencakup berbagai aspek sikap seorang

pemimpin dalam hal menjalankan tugas dan peran kepala sekolah sebagai

pendidik dan pengelola pendidikan. Dengan kompetensi-kompetensi tersebut

kepala sekolah dapat menjalankan kegiatan di lingkungan sekolah sesuai

dengan tujuan sekolah yang telah di tetapkan pemerintah, sehingga mutu

pendidikan sekolah tersebut mengalami peningkatan tidak kemunduran.

57


Dari kelima Kompetensi tersebut telah dipilih 1 (satu) dalam Upaya peningkatan

kompetensi berbasis Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK)

di sekolah lain (Sekolah magang 2). Penentuan kompetensi yang akan

ditingkatkan tersebut menggunakan 3 alternatif yaitu:

1) Kegiatan berdasarkan hasil AKPK yang paling lemah (nilai paling rendah)

2) Kegiatan berdasarkan hasil AKPK yang lemah

3) Kegiatan berdasarkan keunggulan sekolah magang tersebut

Berdasarkan Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian ( AKPK ) tujuan
dari analisis ini adalah : untuk mengidentifikasi bagian-bagian kompetensi yang
dikuasai calon kepala madrasah ( yang merupakan Kekuatan ) ditunjukkan melalui
pengetahuan dan pengalamannya. Selain itu juga untuk mengidentifikasi bagian-
bagian kompetensi yang belum dikuasai oleh calon kepala madrasah ( yang
merupakan Kelemahan ), sehingga pemerlukan pendalaman pengetahuan serta
pengalaman, sebagai bahan rujukan pengembangan tindak lanjut.

Tabel . Skor
Pencapaian hasil AKPK. 95,83
76,67
No Kompetensi 85,00
1. Kepribadian 87,00
2. Supervisi Akademik 95,00
3. Manajerial
4. Kewirausahaan
5. Sosial

58


C.Pelaksanaan Rencana Proyek Peningkatan Kompetensi
1. Supervisi Akademik Guru / Tendik
a. Uraian Pelaksanaan Tugas
Supervisi akademik merupakan serangkaian kegiatan membantu guru
mengembangkan kemampuannya dalam mengelola proses pembelajaran
sehingga dapat meningkatkan kompetensi

Berdasarkan pencapaian hasil AKPK di atas maka Kompetensi
Supervisi akademik merupakan kompetensi yang paling lemah dimiliki oleh
calon kepala madrasah, oleh karena itu untuk meningkatkan kompetensi
supervisi, maka calon kepala madrasah dirasa sangat perlu untuk belajar
tentang supervisi di sekolah magang 2 yakni di MTsN 2 Bojonegoro.

Menurut Sergiovanni (dalam Depdiknas, 2007: 10), ada tiga tujuan
supervisi akademik, yaitu:

1) Supervisi akademik dilakukan untuk membantu guru mengembangkan
kemampuan profesionalnya dalam memahami kehidupan kelas,
mengembangkan keterampilan mengajarnya dan menggunakan
kemampuannya melalui teknik-teknik tertentu.

2) Supervisi akademik dilakukan untuk memonitor kegiatan proses belajar
mengajar di sekolah. Kegiatan memonitor ini bisa dilakukan melalui
kunjungan kepala sekolah ke kelas kelas di saat guru sedang mengajar,
percakapan pribadi dengan guru, teman sejawatnya, maupun dengan
sebagian peserta didik.

3) Supervisi akademik dilakukan untuk mendorong guru menerapkan
kemampuannya dalam melaksanakan tugastugas mengajar, mendorong guru
mengembangkan kemampuannya sendiri, serta mendorong guru agar ia
memiliki perhatian yang sungguh-sungguh terhadap tugas dan tanggung
jawabnya.
b. Langkah-Langkah Pelaksanaan Praktek

Untuk mengetahui kegiatan supervisi yang dilaksanakan di MTsN 2
Bojenegoro, calon kepala madrasah melakukan wawancara dengan Kepala
Sekolah, kemudian merencanakan jadwal supervisi kepala sekolah serta
mengamati dokumen-dokumen supervisi yang dilaksanakan di MTsN 2
Bojonegoro, untuk dipelajari dan dijadikan bahan laporan hasil

59


pembelajaran Supervisi.
Kegiatan supervisi akademik yang dilaksanakan di MTsN 2

Bojonegoro meliputi :
1) Rencana Pelaksanaan Supervisi Akademik
Kepala MTsN 2 Bojonegoro merencanakan pelaksanaan program
supervisi kepada guru minimal sebanyak dua kali dalam setahun untuk
setiap orang guru di sekolah. Adapun supervisi ini dilaksanakan dengan
menitikberatkan pada proses pembelajaran
2) Pendekatan Supervisi Akademik
Pendekatan supervisi akademik kepada guru yang dilaksanakan oleh
kepala Sekolah menggunakan dua cara yaitu pendekatan langsung
artinya sebagai kepala sekolah berhadapan atau berhubungan melalui
tatap muka di kelas pada waktu observasi kunjungan kelas, sedangkan
pendekatan tak langsung dengan menggunakan media komunikasi dan
diskusi kasus.
3) Teknik Supervisi Akademik
Tekhnik supervisi akademik yang akan digunakan dalam melaksanakan
interaksi atau hubungan timbal balik antara kepala Sekolah dengan guru
yang akan di supervisinya adalah teknik supervisi individual.
4) Rencana Pelaksanaan Supervisi Akademik di MTsN 2 Bojonegoro,
rencana pelaksanaannya disesuaikan dalam program akademik
dirancang berdasarkan jadwal pelajaran proses pembelajaran guru
tatap muka di kelas, mulai hari senin sampai dengan sabtu.
5) Kesepakatan dengan guru tentang pelaksanaan Supervisi Akademik.
Kepala MTsN 2 Bojonegoro membuat kesepakatan dengan guru
yang akan dikunjungi untuk di supervisi akademik dalam
melaksanakan proses pembelajaran di kelas.

60


c. Data Dan Analisis Data Hasil Praktek
Hasil pelaksanaan supervisi yang dilaksanakn oleh kepala madrasah
di MTsN 2 Bojonegoro.

1) Pelaksanaan supervisi akademik di MTsN 2 Bojonegoro secara umum
sudah sangat baik. Kepala sekolah cukup memahami pengertian
supervisi akademik, mampu menjalankan tugas dan fungsinya
sebagaimana mestinya, baik dilihat dari penerapan pola supervisi,
penetapan waktu pelaksanaan supervisi, maupun fokus dari kegiatan
supervisi itu sendiri. Pelaksanaan supervisi akademik oleh Kepala
madrasah dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pengelolaan
KBM, dapat mengubah kesadaran guru untuk meningkatkan
kemampuan profesionalnya. Kepala madrasah juga telah mampu
melibatkan guru-guru senior sebagai pendamping dalam membantu
kegiatan supervisi akademik;

2) Aspek-aspek yang menjadi sasaran supervisi akademik oleh Kepala
sekolah di MTsN 2 Bojonegoro dilaksanakan oleh Kepala Madrasah
dari berbagai aspek, yaitu aspek perencanaan pembelajaranmeliputi:
program tahunan, program semester, silabus, Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP), kalender pendidikan, jadwal tatap muka,
agenda harian, daftar nilai, kriteria ketuntasan maksimal (KKM), dan
absensi siswa. Aspek pelaksanaan PBM, pengelolaan kelas mulai dari
kegiatan membuka, kegiatan inti, dan evaluasi pembelajaran.
Sedangkan aspek tindak lanjut kegiatan supervisi diarahkan pada
upaya perbaikan mutu hasil pembelajaran. Aspek yang paling
dominan disupervisi atau yang menjadi prioritasprogram supervisi
akademik adalah aspek pelaksanaan kegiatanbelajar mengajar;

3) Teknik yang dikembangkan oleh Kepala dalam melaksanakan
supervisi akademik di MTsN 2 Bojonegoro. Teknik-teknik supervisi
itu adalah teknik supervisi individual (kunjungan kelas, observasi
kelas, dan pertemuan individual), dan teknik supervisi kelompok
(pertemuan guru/rapat supervisi, kepanitiaan kepanitiaan atau tim
pengembang kurikulum). Dilihat dari pendekatannya, Kepala
madrasah dalam melakukan kegiatan supervisi menerapkan tiga

61


model pendekatan, yakni: menggunakan pendekatan kedinasan,
pendekatan sebagai mitra kerja, dan pendekatan cara kekeluargaan;
Tindak lanjut hasil supervisi.
Salah satu langkah penting dalam kegiatan supervisi akademik adalah
tindak lanjut hasil supervisi. Supervisi tanpa tindak lanjut tidak
memiliki dampak yang berarti dalam perbaikan proses pembelajaran.
Tindak lanjut supervisi akademik dapat berupa:
1) Melakukan Evaluasi Hasil Supervisi

Tindak lanjut hasil supervisi merupakan kegiatan yang sangat
strategis berkenaan dengan upaya peningkatan mutu proses dan
hasil belajar. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa tanpa
kegiatan tindak lanjut, supervisi yang dilakukan tidak memiliki
makna apa pun. Tindak lanjut hasil supervisi meliputi dua
kegiatan utama, yaitu melakukan evaluasi hasil supervisi dan
menindaklanjuti hasil supervisi. Evaluasi hasil supervisi
merupakan salah satu kegiatan mengolah, menganalisis,
menafsirkan, menyimpulkan dari instrumen-instrumen
pengumpulan data hasil observasi di kelas. Materi evaluasi
difokuskan dalam pencapaian rencana pelaksanaan supervisi, baik
menyangkut fokus supervisi, tujuan, sasaran, waktu pelaksanaan,
teknik supervisi, media, termasuk instrumen supervisi, serta
kriteria keberhasilannya. Hasil evaluasi selanjutnya digunakan
sebagai dasar untuk mengetahui ketercapaian rencana supervisi,
sekaligus mengetahui letak permasalahan yang dihadapi. Guna
memudahkan kepala sekolah melakukan evaluasi hasil supervisi.
Adapun evaluasi supervisi yang dilaksanakan oleh kepala
madrasah adalah masih ada beberapa guru yang kurang
memahami implementasi kurikulum merdeka. Oleh karena itu
dirsa perlu adanya program tindak lanjut.
2) Menindaklanjuti Hasil Supervisi Berdasarkan hasil analisis
evaluasi supervisi akademik, langkah selanjutnya adalah
menindaklanjuti hasil supervisi, yang meliputi:
a) Kepala madrasah menetapkan alternatif tindakan yang akan
ditempuh sesuai dengan kesulitan atau kelemahan yang

62


ditemukan ada pada guru, yaitu dengan mengadakan workshop
implementasi kurikulum merdeka
b) Kepala madrsah bersama tim pengembang akademik membuat
rencana dan kepanitian kegiatan workshop. tindakan yang
mencakup kapan, dimana, siapa yang terlibat, serta bagaimana
langkahlangkah tindakan tersebut dilakukan.
c) Program tindak lanjut yang telah direncanakan berupa
workshop dapat terselenggara dengan lancar dengan mengambil
nara sumber dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Setelah
pelaksanaan workshop, kepala madrasah mengadakan evaluasi
program. Pada kegiatan evaluasi didapati ada peningkatan yang
signifikan atas kompetensi guru sebelum dan sesudah
dilaksanakan kegiatan workshop. Guru menjadi semakin paham
akan implementasi kurikulum merdeka yang dilaksanakan di
madrasah. Dan mampu mengaplikasikannya beserta peserta didik.
2. Pelaksanaan PKG
a. Uraian Pelaksanaan Tugas
Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009 mendefinisikan Penilaian
Kinerja Guru adalah penilaian dari setiap butir kegiatan tugas utama guru
dalam rangka pembinaan karir, kepangkatan, dan jabatannya. Penilaian
ini dilakukan melalui pengamatan dan pemantauan. Pengamatan adalah
suatu proses pengumpulan data kinerja guru yang dilakukan melalui
pengamatan langsung terhadap cara kerja guru pada saat menyampaikan
materi pembelajaran atau pembimbingan di kelas kepada peserta didik.
Pengamatan terdiri dari sebelum pengamatan, selama pengamatan dan
setelah pengamatan. Pemantauan merupakan suatu proses pengumpulan
data kinerja guru yang dilakukan terhadap kegiatan guru selain
pelaksanaan pembelajaran/ pembimbingan. Pelaksanaan tugas utama guru
tidak dapat dipisahkan dari kemampuan seorang guru dalam penguasaan
pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam melaksanakan tugasnya
sebagai pendidik profesional. Hal tersebut merupakan wujud dari
kompetensi yang dibutuhkan sebagaimana telah diatur dalam Dalam
Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi
Akademik dan Kompetensi Guru, Penguasaan kompetensi guru sangat

63


menentukan tercapainya kualitas proses pembelajaran atau
pembimbingan peserta didik dan pelaksanaan tugas tambahan dan/atau
tugas lain yang relevan sesuai dengan fungsi sekolah/madrasah. PKG
dilakukan terhadap kompetensi guru sesuai dengan tugas pembelajaran,
pembimbingan, atau tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah.
Khusus untuk kegiatan pembelajaran atau pembimbingan, kompetensi
yang dijadikan dasar untuk penilaian kinerja guru adalah kompetensi
pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian, sebagaimana ditetapkan
dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007.
Keempat kompetensi ini telah dijabarkan menjadi kompetensi guru yang
harus dapat ditunjukkan dan diamati dalam berbagai kegiatan, tindakan
dan sikap guru dalam melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan.

b. Langkah-Langkah Pelaksanaan Praktik
Pelaksanaan PKG terdiri atas 4 (empat) tahapan yaitu persiapan,
pengumpulan fakta dan data, penilaian, dan pelaporan.

a) Persiapan Tahap persiapan meliputi:
1) Mempersiapkan dan menetapkan Penilai ,
2) Pengenalan Instrumen dan Mekanisme PKG,
3) Perencanaan PKG Tahunan
b) Pengumpulan fakta dan data Pengumpulan fakta dan data untuk PKG
dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu:
1) Pemantauan Pelaksanaan PKG
2) Pengamatan Pelaksanaan PKG
Pengamatan pelaksanaan PK Guru dapat dilakukan melalui tiga cara,
yaitu:
1) Pengamatan sebelum pelaksanaan PKG
2) Pengamatan selama pelaksanaan PKG
3) Pengamatan setelah pelaksanaan PKG
c) Penilaian Penilaian PKG merupakan proses pengukuran terhadap hasil
pelaksanaan PKG yang telah dilaksanakan. Penilaian PKG dilaksanakan
melalui beberapa tahapan, yaitu:

64


1) Mengklasifikasikan fakta dan data sesuai indikator kompetensi;

2) Membandingkan catatan fakta dan data;

3) Memberikan skor dan nilai; dan

4) Meminta persetujuan hasil PKG kepada guru yang dinilai.

d) Pelaporan Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini, yaitu melaksanakan
proses pelaporan hasil-hasil PK Guru secara daring (online) atau off-line.

c. Data dan Analisis Data Hasil Praktik
Penilaian kinerja guru akhir tahun (Penilaian Sumatif) dilakukan dengan
pengamatan dan atau pemantauan dengan tahapan sebagai berikut:

1. Sebelum Pengamatan dan atau Pemantauan
(a) Mengadakan pertemuan awal antara penilai kinerja guru dengan guru

yang akan dinilai. Penilai meminta guru yang akan dinilai menyiapkan
perangkat pembelajaran antara lain; program tahunan, program semester,
silabus, RPP,bahan ajar, lembar kerja siswa, instrumen penilaian, nilai
hasil belajar,analisis penilaian hasil belajar, program tindak lanjut
(remedial dan pengayaan) dan daftar nama peserta didik. Sedangkan bagi
guru BK/Konselor menyiapkan dokumen pelayanan BK berupa program
pelayanan BK, instrumen dan analisis assesmen, rencana pelaksanaan
layanan, instrumen dan analisis evaluasi proses dan hasil dan laporan
pelaksanaan program BK.
(b) Penilai melakukan penilaian terhadap semua dokumen perangkat
pembelajaran/pembimbingan dan diskusikan dengan guru berbagai hal
yang berkaitan dengan tugas pokok guru.
(c) Penilai mencatat semua hasil diskusi dalam format laporan dan evaluasi
per kompetensi bagi penilaian kinerja guru mata pelajaran dan guru
BK/Konselor) sebagai bukti penilaian kinerja.
(d) Peilai dan guru yang dinilai menyepakati jadwal pelaksanaan penilaian
kinerja guru.
2. Selama Pengamatan
a. Pengamatan terhadap guru mata pelajaran:
(1) Penilai memastikan bahwa guru yang akan dinilai membawa perangkat
administrasi pembelajaran.
(2) Penilaia melakukan pengamatan proses pembelajaran dan mencatat

65


semua kegiatan yang dilakukan oleh guru.
(3) Menggunakan instrumen penilaian kinerja guru pembelajaran.
(4) Untuk memperoleh data dan informasi tentang ketercapaian semua
indikator secara valid, reliabel, dan konsisten tentang hasil penilaian
kinerja gurumata pelajaran/kelas, pengamatan dapat dilakukan lebih dari
satu kali.
b. Pengamatan terhadap guru BK/Konselor
(1) Penilai memastikan guru BK /konselor membawa dokumen
layanan BK.
(2) Penilai melakukan pengamatan proses pelaksanaan layanan BK di dalam
dan atau diluar kelas dan mencatat semua kegiatan yang dilakukan oleh
guru BK.
(3) Menggunakan instrumen penilaian kinerja guru BK/Konselor.
(4) Untuk memperoleh data dan informasi tentang ketercapaian semua
indikator secara valid, reliabel, dan konsisten tentang hasil penilaian
kinerja guru BK, pengamatan dilakukan lebih dari satu kali.
3. Setelah Pengamatan
a. Melakukan pertemuan antara penilai dan guru yang dinilai untuk
mengklarifikasi beberapa aspek yang masih diragukan dan menyepakati
program tindak lanjut dari hasil pengamatan/pemantauan.
b. Mencatat semua hasil pertemuan pada format laporan dan evaluasi

penilaian kinerja guru.
c. Jika penilai merasa belum cukup bukti untuk menentukan skor/nilai

kinerja, maka penilai dapat melakukan pengamatan ulang. Sampaikan
kekurangannya kepada guru yang dinilai dan sepakati jadwal pelaksanaan
pengamatan ulang.

66


BAB III

PENUTUP

A. Simpulan
Berdasarkan hasil kajian Pada Kegiatan On The Job Training 2 ( OJT 2 )

dan pelaksanaan penelitian desain pengembangan kurikulum madrasah berbasis
SKS yang penulis laksanakan, maka dari kegiatan tersebut dapat disimpulkan
sebagai berikut:
1. Kegiatan Rencana Proyek Kepemimpinan dapat menumbuh kembangkan
pengetahuan, sikap dan keterampilan pada dimensi kepribadian, manajerial
supervise dan sosial sebagai calon kepala madrasah
2. Dengan terlaksananya kegiatan Rencana Proyek Kepemimpinan, dapat
meningkatkan kemampuan kami untuk melaksanakan penyusunan RTL sebagai
calon Kepala Madrasah
3. Kegiatan Pembimbingan Aplikasi Multi media pembelajaran melalui Rencana
Proyek kepemimpinan dapat meningkatkan kompetensi kepemimpinan calon
kepala sekolah dan kemampuan guru dalam penerapan multi media pembelajaran
dalam kegiatan Pembelajaran. Dari hasil analisis kemampuan guru siklus pertama
mencapai 92,81 dan siklus kedua meningkat menjadi 95,63. telah terjadi
peningkatan sebesar 2,82 %.
4. Peningkatan kompetensi berdasarkan AKPK dapat meningkatkan kompetensi
supervise akademik dan supervisi Manajerial calon kepala sekolah sehingga
diharapkan dapat menegembangan desain kurikulum berbasis SKS.
5. Pelaksanaan Pembimbingan Multi media pembelajaran dapat meningkatkan
prestasi peserta Didik

B. Saran
Berdasarkan kesimpulan hasil kajian dan pelaksanaan penelitian, maka

penulis dapat mengemukakan saran-saran sebagai berikut:
1. Kepada Calon Kepala Madrasah terus mengembangkan pengetahuan, sikap dan

keterampilannya terkait dimensi- dimensi yang harus dimiliki sebagai kepala
sekolah
2. Sebagai Calon Kepala Madrasah, hendaknya memiliki kemampuan dalam

67


proses penyusunan Laporan Tindak Lanjutdengan menggunakan referensi dan
melibatkan berbagai pihakdemi kesempurnaan laporan
3. Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru kedepannya
terus ditingkatkan agar dapat membantu guru-guru memecahakan persoalan-
persoalan yang dihadapi sehari-hari sesuai dengan tupoksinya sebagai guru
profesional serta untuk mewujudkan sekolah yang berbasis SKS
4. Untuk menciptaka proses pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, maka
perlu pelatihan penggunaan media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan
dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan prestasi peserta
didik

68


DAFTAR PUSTAKA

Amalia, Anna ,2022 penerapan e-learning dengan memanfaatkan multi
media pembelajaran kemendikbud pada pelajaran pendidikan
agama islam (jurusan pendidikan agama islam fakultas ilmu
tarbiyah dan keguruan universitas islam negeri syarif hidayatullah
jakarta )

Anwar, Muhammad Drs. 2017 Laporan penyusunan OJL. Program
penguatan Calon Kepala Sekolah Dinas Pendidikan Prov. Sulwesi
Selatan

Mutiarani, wahyu. 2015, Komepetensi Manajerial Kepala Sekolah.
https://core.ac.uk/download/pdf/33536429.pdf diakses (tanggal20
November 2022, pukul 06..35)

Merici, Anggela .2014 Jurnal Metode Tutor Sebaya google
https://media.neliti.com/media/publications/91084-ID-none.pdf.
diakses (Tanggal 23 November 2022 Pukul 23.10)

Nurhayati, Ai Sri dkk. Pedoman Pemanfaatan Multi media pembelajaran
“Strategi Pembelajaran Berbasis Tik Memanfaatkan
Rumah belajar”, Produksi Pusat Teknologi Informasi
Dan komunikasi Pendidikan Dan Kebudayaan Kemen terian
Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud)
https://docplayer.info/90939110-Pedoman-pemanfaatan-portal-
rumah-belajar.html diakses (tanggal 20 November 2022 pukul
07.00)

Santika, P.A. 2016. Kompetensi yang Harus Dimiliki Kepala Sekolah.
potmatik.blogspot.com/2022 Diakses pada (tanggal 17November
2022 pukul 23.00.)

Suyanto, Ph.d.Prof. dkk. 2013, Menjadi Guru Profesional, Strategi
meningkatkatkan kualifikasi dan kualitas guru di era global.
Penerbit ; esensi, Jakarta

69


Torang, Syamsir Dr. 2009. Metode Penelitian Organisasi Penerbit
Kretakupa Print. Makassar

Utomo, Dr. M.Pd. dkk (2022), Bahan Bacaan Pelatihan Calon kepala
Sekolah. Penerbit Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan
Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud RI
Standar Kompetensi Kepala Sekolah, Diakses melalui laman
goggle.https://dikdasmenpcmgarutkota.wordpress.com/ (Tanggal
19 November 2022. Pukul 15.05)
Peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun
2018 tentang Pendidikan dan Pelatihan (Pelatihan) Calon
Kepala Sekolah. http://lppks.kemdikbud.go.id/ Diakses melalui
laman googgle. (Tanggal 19 November 2022. Pukul 15.15)
Metode Belajar http://caksyeh.blogspot.com/2013/12/ html diakses
(tanggal 20 November 2022 pukul 13.05)

70


Lampiran 1

Berikut Identitas MTsN 4 Bojonegoro :

Nama : MTsN 4 Bojonegoro

NPSN : 40310154

Alamat : JL.AR Hakim 50A Ngraho

Desa/Kelurahan : Ngraho

Kecamatan/Kota (LN) : Kec. Ngraho

Kab.-Kota/Negara (LN) : Kab. Bojonegoro

Propinsi/Luar Negeri (LN) : Prov. Jawa Timur

Status Sekolah : NEGERI

Waktu Penyelenggaraan : 6 hari

Pendidikan : MTs

Naungan : Kementerian Agama

No. SK. Pendirian : 515A Tahun 1995

Tanggal SK. Pendirian : 1995-11-25

No. SK. Operasional : -515A Tahun 1995

Tanggal SK. Operasional : 1995-11-25
File SK Operasional : 61515-150238-486451-91631755-1664807577.pdf
Akreditasi :A
No. SK. Akreditasi : 164/BAP-S/M/SK/XI/2017
Tanggal SK. Akreditasi : 17-11-2017

71


Lampiran 2

TENAGA PENDIDIK DAN
Personal pada MTsN 4 Bojonegoro seluruhnya berjumlah 52 orang, m
Usaha), tertera pada tabel berikut

Tabel 1 Data Guru dan Tenaga K
MTsN 4 Bojoneg

NO Nama NIP / NUPTK

1 Drs. LUKMANUL HAKIM 196408281994031002 Bojo

2 Drs. M. ZAENI 196604081998031002 Bojo
3 INAYATIN SYAROFI, S.Pd 197502232002122001 Bojo
4 EVA KARTIKA NURFAIDAH S.Pd 197805102005012007 Boj
5 M. IRFAN ISBANDI, S.Pd 198011022005011003 Teg
6 AINUR ROFIQ, S.Pd 197103272005011003 Bojo
7 DRA SUKINEM 196411152006042006 Bojo
8 SETYOKO ESTHI CAHYONO S.Pd 198203182005011003 Bojo
9 ARY SUBAGJO, S.Pd 196710242007011024 Bojo
10 PITOYO, S.Pd.I 197008092005011005 Bojo
11 Dra. INZAROH 196608312007012010 Bojo
12 KUSDUMIATI, S.Pd 198105212009012011 Boj
13 LULUK ARI ASTUTI S.Pd.I 198112052007102007 Bojo
14 FARIDA SISWATI S.PD 198304142007102001 Bojo
15 ANNY NURJANNAH S.SI 197909062007102002 Bojo
16 INDARSIH S.PD 197007012007102001 Boj
17 JAMIATUN S.PD 197311232007102001 Bojo


N KEPENDIDIKAN MADRASAH
meliputi Tenaga Pendidik (Guru) dan Tenaga Kependidikan (Tata

Kependidikan
goro

Tempat, Tanggal Lahir Jabat
an
onegoro, 28 Agustus 1964
Kepala
onegoro, 08 April 1966 Madrasah
onegoro, 23 Februari 1975 Guru
onegoro, 10 Mei 1978 Guru
gal, 02 November 1980 Guru
onegoro, 27 Maret 1971 Guru
onegoro, 15 November 1964 Guru
onegoro, 18 Maret 1982 Guru
onegoro, 24 Oktober 1967 Guru
onegoro, 09 Agustus 1970 Guru
onegoro, 31 Agustus 1966 Guru
onegoro, 21 Mei 1981 Guru
onegoro, 05 Desember 1981 Guru
onegoro, 14 April 1983 Guru
onegoro, 06 September 1979 Guru
onegoro, 01 Juli 1970 Guru
onegoro, 23 November 1973 Guru
Guru

72


18 JAMILATUN S.Ag 197504042007102004 Bojo
19 YULI KRISTANTO S.Pd.I 198007252007101003 Boj
20 SITI MUSDALIPAH, S.Pd 198408102009122005 Bojo
21 MOCH.MAHZUM S.AG 196609162007011019 Bojo
22 ABDUL MUHID, S.Pd 197802232007101001 Bojo
23 ANIS NURUL LAILI, S.Pd.I. 198211192007102001 Bojo
24 SIHWAHYUNI S.Pd 197406162007102005 Boj
25 M. BURHAN S.Ag 197506252007101004 Boj
26 WIWIT PRASETIYOHADI, S.Pd 198109082011011002 Bojo
27 SURATIN SE 197805272009011006 Blor

28 IMAM FATHONI S.HI 198004102014121002 Bojo
29 ZAMRONI 197807102009101003 Boj

30 MUKHAMAD LASIMIANTO 198502092009101001 Bojo

31 MUSLIH 197411192007101001 Bojo

32 KASBI, S.Ag Boj
33 Drs. M. MUHTAROM Bojo
34 ISNANARIF SUPRAPTO,S.Pd Bojo
35 UMIYATI, S.Pd Bojo
36 IMAM MUSLIH,S.Si Bojo
37 FITROTUL UULA,S.Pd Bojo

38 LISNAWATI,S.Pd Bojo
39 INDAYANI,S.Pd Bojo
40 MUHAMMAD SYARIFUDIN,S.Pd Bojo
41 SITI SRI LESTARI,S.S Bojo
42 DWI ENDRIAWAN,S.Pd Bojo
43 SULFA DWI SETYORINI,S.Pd Bojo
44 ARIS SETIAWAN, S.Pd Gro
45 ARIF DWI RAHMANTO, S.Kom Nga
46 ULIL AF'IDAH ROMADLONI,S.Pd Bojo
47 DESI NUR KOLISOH,S.Pd Bojo


onegoro, 04 April 1975 Guru
onegoro, 25 Juli 1980
onegoro, 10 Agustus 1984 Guru
onegoro, 16 September 1966
onegoro, 23 Februari 1978 Guru
onegoro, 19 November 1982
onegoro, 16 Juni 1974 Guru
onegoro, 25 Juni 1975
onegoro, 08 September 1981 Guru
ra, 27 Mei 1978
Guru
onegoro, 10 April 1980
onegoro, 10 Juli 1978 Guru
Guru
onegoro, 09 Februari 1985
Guru
onegoro, 19 November 1974
Kaur Tata
onegoro, 02 Mei 1962 Usaha
onegoro, 12 Oktober 1957 Guru
onegoro, 09 Maret 1987
onegoro, 14 November 1978 Jafung
onegoro, 15 Juni 1983 PKAPBN
onegoro, 11 Juni 1993 Tenaga
Administrasi
onegoro, 24 Juni 1986 Tenaga
onegoro, 03 November 1982 Administrasi
onegoro, 09 April 1990 Guru
onegoro, 13 September 1975 Guru
onegoro, 27 Juni 1990
onegoro, 14 Februari 1992 Guru
obogan 20 April 1991
awi, 20 September 1992 Guru
onegoro, 18 Februari 1996
onegoro, 26 Desember 1994 Guru

73 Tenaga
Administrasi
Guru
Guru

Guru

Guru

Guru

Guru

Guru

Guru

Guru
Tenaga


48 M. TURMUDZI, S.Pd.I Bojo
49 SLAMET Bojo
50 RIDHA WAHYUNINGTYAS Bojo
51 FARIZAL ALWAN SUPRIYADI Bojo
52 SUPRIANTO Bojo


onegoro, 29 Maret 1983 Administrasi
onegoro, 28 Juni 1983
onegoro, 28 Juni 1998 Tenaga
onegoro, 21 Juni 1997 Administrasi
onegoro, 27 September 1992 Tenaga
Keamanan
Tenaga
Administrasi
Pustakawan

Tenaga
Kebersihan

74


Lampiran 3

SARANA PRASARANA MADRASAH
1. Ruang

No Nama Gedung/sarana Ukuran Jumlah
Pjg Lebar Ruang/Gedung

1 Aula 8 15 1
2 Gudang 9 18 1
3 Lab. IPA 9 15 1
4 Ruang PTSP 9 15 1
5 Lab. Komputer 9 15 1
6 Kopsis 9 15 1
7 Musholla 10 17 1
8 Ruang OSIS 89 1

75


9 Ruang Keterampilan 89 1
10 Perpustakaan 10 15 1
11 Ruang guru 86 2
12 Ruang kepsek 38 1
13 Ruang tu 34 1
14 UKS 89 1
15 Wc guru laki-laki 22 1
16 Wc guru perempuan 22 2
17 WC Siswa Perempuan 22 4
18 WC Siswa laki-laki 22 4
19 Lapangan volli -- 1
20 Lapangan bulu tangkis -- 1
21 Lapangan tennis -- 2
22 Kantin sekolah 6 3.5 7
23 Ruang ekstrakurkuler 44 4

2. Infrastuktur Jumlah Keterangan
1 Permanen
No. Jenis Infrastruktur 1 Permanen
1 Pagar depan 1 Permanen
2 Pagar samping 2 Permanen
3 Pagar belakang
4 Tiang bendera

76


5 Reservoir/tandon air 3 Permanen
6 Bak sampah 1 Permanen
7 Saluran premier 2 Permanen
8 Gudang 1 Tidak Permanen
9 Parkir Guru/ Karyawan 1 Permanen
10 Parkir Siswa 2 Permanen

3. Sanitasi Jumlah Keterangan
2 Permanen
No. Jenis Infrastruktur 10 Permanen
1 KM/WC Guru dan Karyawan
2 KM/WC Siswa

77


Lampiran 4

DOKUMENTASI FOTO

1. Kejuaraan Lomba

78


79


80


81


2. Kegiatan Workshop
82


83


84


Click to View FlipBook Version