The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Standar laporan keuangan dalam kegiatan usaha

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by muchlis, 2021-01-16 08:32:06

Standar Laporan Keuangan

Standar laporan keuangan dalam kegiatan usaha

Keywords: e book produk kreatif kewirausahaan

STANDAR LAPORAN KEUANGAN

LAPORAN KEUANGAN – Pencatatan aktivitas keuangan adalah hal wajib yang harus
dilakukan oleh mereka yang mempunyai usaha. Bukan hanya perusahaan besar saja,
usaha berskala kecil juga harus mempunyai catatan keuangan karena ini sangat penting
terhadap masa depan usahanya.

Bayangkan jika sebuah usaha tidak mempunyai informasi/catatan tentang arus kas,
pengeluaran, hutang dan lain-lain. Sudah pasti akan terjadi ketidakseimbangan dan
kerancuan terhadap pemasukan dan pengeluaran. Kalau sudah begini, tinggal tunggu
waktu saja untuk gulung tikar.

Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan catatan tentang informasi keuangan perusahaan pada
suatu waktu akutansi, yang dipakai untuk menggambarkan kondisi atau kinerja
perusahaan tersebut.

Atau bisa juga diartikan dengan catatan informasi keuangan yang disusun rapi oleh
perusahaan untuk mengevaluasi kinerja perusahaannya, yang berguna untuk memenuhi
pihak-pihak yang memakainya.

Namun, laporan keuangan tidak memberikan semua informasi yang dibutuhkan untuk
menentukan kebijakan ekonomi karena hanya menggambarkan secara umum pengaruh
keuangan dan kejadian masa lalu serta tidak ada kewajiban untuk menyediakan informasi
non financial.

Laporan keuangan yang lengkap akan berisi:

• Neraca
• Laporan laba rugi komprehensif
• Laporan perubahan ekuitas
• Laporan perubahan posisi keuangan
• Catatan dan laporan lain dan penjelasan yang berhubungan dengan laporan keuangan

Pengertian Laporan Keuangan Menurut Para Ahli

1. Mahmud M. Hanafi dan Abdul Halim

Menurut mereka laporan keuangan merupakan laporan yang diharapkan mampu
memberikan informasi perusahaan dan digabungkan dengan informasi lain, misalnya
industri, konidisi ekonomi

2. Ikatan Akuntan Indonesia

Laporan keuangan adalah susunan yang menyajikan posisi keuangan dan kinerja
keuangan dalam sebuah entitas. Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk memberikan
informasi tentang posisi keuangan (financial positition), kinerja keuangan (financial
performance) dan arus kas (cash flow).

Untuk mencapai tujuan ini, dalam laporan keuangan harus berisi elemen yang terdiri dari
aset, kewajiban, beban, networth, pendapatan dan perubahan ekuitas serta arus kas.

3. Munawir (2010:5)

Menurut Munawir laporan keuangan pada umumnya terdiri dari neraca dan perhitungan
laba rugi serta perubahan ekuitas. Neraca menggambarkan jumlah aset, kewajiban dan

1

ekuitas dari suatu perusahaan pada peroide tertentu. Sedangkan laba rugi menunjukan
hasil-hasil dan beban perusahaan yang telah dicapai.

4. Harahap (2009:105)

Menurut dia, laporan keuangan menggambarkan keadaan keuangan dan hasil usaha
perusahaan pada jangka waktu tertentu.

5. Gitman (2012:44)

Laporan tahunan yang dimiliki perusahaan dan harus diberikan kepada pemegang saham,
merangkum dan mendokumentasikan kegiatan keuangan selama satu tahun terakhir.

Tujuan Laporan Keuangan

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009:3), laporan keuangan memiliki tujuan untuk
menyediakan informasi yang berhubungan dengan keuangan, kinerja dan perubahan
posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pemakai untuk mengambil
keputusan ekonomi.

Pendapat lain, yaitu menurut Fahmi (2011:28) tujuan dari laporan keuangan adalah
memberikan informasi keuangan yang melingkupi perubahan dari unsur-unsur laporan
keuangan yang diberikan kepada pihak lain yang berkepentingan dalam menilai kinerja
keuangan perusahaan.

Para pemakai akan menggunakan hasil laporan keuangan untuk menganalisa,
meramalkan, membandingkan dan mengukur dampak dari keputusan ekonominya yang
telah diambil.

Dari dua pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa :

1. Informasi laporan keuangan sangat dibutuhkan oleh para pemakai untuk
mengevaluasi dan membandingkan dampak dari kebijakan ekonomi yang
sebelumnya telah diambil.

2. Laporan keuangan sangat diperlukan untuk meramal dan menilai apakah di masa
sekarang dan yang akan datang perusahaan menghasilkan keuntungan yang
sama atau malah lebih.

3. Informasi perubahan posisi keuangan juga bermanfaat untuk menilai aktivitas
investasi, pendanaan dan operasi perusahaan pada selama peroide tertentu.

Sedangkan menurut Prinsip Akuntansi Indonesia (1984), tujuan dari laporan keuangan
terbagi menjadi dua pokok, yaitu tujuan umum dan tujuan kualitatif. Tujuan umum dari
laporan keuangan adalah untuk menggambarkan tentang informasi apa yang akan
dihasilkan oleh akuntansi keuangan.

Di dalam tujuan tersebut tidak disebutkan secara detail siapa yang dituju oleh informasi
keuangan, namun secara implisit dapat disimpulkan bahwa yang dituju adalah pihak
investor dan kreditor.

Menurut PAI, tujuan umum laporan keuangan terdiri dari lima tujuan, yaitu:

1. Memberikan informasi yang bisa dipercaya perihal aktiva dan kewajiban serta
kapital atau modal perusahaan.

2. Memberikan laporan yang bisa dipercaya tentang perubahan aktiva netto
perusahaan yang muncul akibat kegiatan usaha untuk memperoleh laba.

3. Memberikan sebuah informasi kepada pemakai laporan untuk memperkirakan
potensi keuntungan perusahaan.

4. Memberikan sebuah informasi penting lainnya seperti aktivitas pendanaan
investasi.

2

5. Memberikan informasi lebih dalam kepada pemakai laporan yang masih ada
kaitannya dengan keuangan, misalnya tentang kebijakan keuangan yang dianut
oleh perusahaan.

Sedangkan tujuan kulaitatif merupakan syarat yang harus di penuhi supaya mampu
mencapai tujuan laporan keuangan itu sendiri. Syarat-syarat tersebut adalah :

1. Relevan
2. Dapat dimengerti
3. Daya uji
4. Netral
5. Tepat waktu
6. Daya banding
7. Lengkap

Jenis-jenis Laporan Keuangan

Secara umum macam-macam laporan keuangan terdiri dari :

1. Neraca

Laporan neraca atau daftar neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi aktiva,
kewajiban/hutang dan modal pada periode waktu tertentu. Neraca dapat disusun setiap
saat. Neraca memiliki isi atau komponen yang terdiri atas:

a). Harta/Aktiva/Asset

Harta merupakan asset yang dimuliki sebuah perusahaan yang mempunyai peran dalam
operasi perusahaan contohnya kas, aktiva tetap, aktiva tak berwujud, persedian dan lain-
lain. Menurut beberapa ahli, asset memilki arti yang berbeda-beda. Berikut penjelasannya.

Menurut Accounting Principal Board (APB) Statement (1970:132), mengemukakan bahwa
asset perusahaan termasuk didalamnya pembebanan yang tertunda yang dinilai dan
diakui sesuai prinsip akuntansi yang berlaku.

Financial Accounting Standart Board (FASB) (1985) berpendapat, asset adalah
kemungkinan keuntungan yang didapat oleh suatu perusahaan sebagai akibat dari
kegiatan transaksi pada masa lalu.

Dari dua definisi di atas bisa disimpulkan bahwa seesuatu dianggap asset jika di waktu
yang akan datang mampu memberikan net cash inflow yang postif terhaap perusahaan.

Macam-macam aktiva

Secara umum aktiva bisa diklasifiaksikan menjadi dua macam:

1. Aktiva tetap berwujud (fixed Assets)

Merupakan semua barang yang dimiliki suatu peusahaan untuk tujuan operasional dan
dipakai secara aktif serta memiliki masa kegunaan jangka panjang.

Aktiva tetap berwujud yang mempunyai masa yang pendek harus didepresiasi selama
masa kegunaannya dan dicatat dalam neraca sebesar nilai bukunya (harga perolehan
dikurangi dengan akumulasi depresiasin).

Yang termasuk ke dalam jenis aktiva ini adalah bangunan, mesin, alat-alat pabrik, alat-alat
transportasi, alat-alat kantor, mebel, alat kerja bengkel, aktiva sumber alam.

Sedangkan aktiva tetap berwujud yang memilki masa kegunaan tak tebatas dimasukan ke
dalam neraca sebear harga perolehan.

3

2. Aktiva tetap tak berwujud (intangible assets)

Yang termasuk jenis ini antara lain, hak-hak istimewa yang dijamin oleh undang-undang,
perjanjian-perjanjian dan kontrak.

b). Kewajiban/Utang (Liabilities)

Accounting Principal Board (APB) mendefinisikan utang sebagai kewajiban ekonomis dari
perusahaan yang diakui dan nilai sesuai prinsip akuntansi. Saldo kredit yang ditunda juga
termasuk ke dalam kewajiban perusahaan.

Sedangkan Financial Accounting Standart Board (FASB) mendefinisikan utang dengan :

;Kemungkinan pengeluaran kekayaan ekonomis suatu perusahaan di masa mendatang
yang muncul akibat suatu transaksi yang sudah terjadi;

Kewajiban tersebut bisa berupa harta maupun jasa tergantung dari perjanjian yang telah
disepakati dengan pihak lain.

Dari kedua definisi diatas, utang atau kewajiban memilki tiga sifat utama, yakni :

1. Utang itu benar ada/real.
2. Utang itu tidak bisa dihindarkan.
3. Utang yang mewajibkan perusahaan telah terjadi.

Berdasarkan jangka waktunya, utang dapat dibagi menjadi dua, yaitu utang jangka
pendek (Current liabilities) dan utang jangka panjang (long term liabilities).

Utang jangka panjang menurut Harnanto merupakan semua kewajiban yang
pelunasannya melebihi batas waktu satu tahun. Contoh hutang jangka panjang adalah
obligasi, hutang bank dan hutang hipotek.

c). Pemilik Modal (Owner Equity)

Modal adalah hak yang tersisa atas aktiva satu perusahaan setelah dikurangi hutangnya.
Nilai modal sendiri berbeda tergantung pada jenis peusahaan.

Jika jenisnya adalah perseorangan maka nilai modalnya merupakan modal pemiliknya
sendiri, dan jika bentuknya perseroan maka nilai modal terdiri dari modal setor dan modal
pendapatan.

2. Laporan Laba-Rugi

Menurut Committee on Terminology laba didefinisikan sebagai jumlah yang di dapat dari
pengurangan harga pokok produksi, biaya operasional lain dan kerugian dari penghasilan
operasi.

Sedangkan menurut Accounting Principal Board (APB) statement laba rugi adalah
kelebihan penghasilan yang didapat selama suatu perdiode tertentu.

Dari kedua pendapat di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa laba rugi merupakan selisih,
baik positif maupun negatif yang diperoleh dari kegiatan operasional dan non-operasional
selama periode waktu tertentu.

Laporan laba rugi memiliki isi atau atau komponen yang terdiri atas:

a). Pendapatan/hasil/revenue

Pendapatan adalah hasil dari penjualan jasa kepada perusahaan atau penerima jasa.
Harahap mendefinisikan, penghasilan akan dikatakan sebagai pendapatan pada waktu

4

kapan kegiatan utama yang perlu untuk menciptakan dan menjual barang dan jasa itu
sudah selesai.

b). Biaya (Expense)

Menurut FASB, biaya merupakan arus keluar aktiva, pemakaian aktiva atau timbulnya
kewajiban dan atau kombinasi dari keduanya dalam jangka waktu tertentu. Keadaan
tersebut disebabkan oleh delivery barang, biaya jasa atau kegiatan operasional
perusahaan lainnya.

Biaya dapat digolongkan menjadi:

• Biaya yang dihubungkan dengan penghasilan pada waktu tertentu.
• Biaya yang dihubungkan dengan periode waktu tertentu yang tidak terkait dengan

penghasilan.
• Biaya yang karena alasan praktis tidak bisa dikaitkan dengan periode manapun.

3. Laporan Laba Perubahan Modal (Insidentil Gains & Insidentil Loses)

FASB mengartikan Gains sebagai naiknya tingkat nilai Equity dari transaksi yang bersifat
insidentil dan bukan aktivitas utama entity dan dari transaksi atau kejadian lainnya yang
berpengaruh terhadap entity selama satu periode terntentu kecuali yang berasal dari
hasil/investasi pemilik.

Sedangkan Loses merupakan turunnya nilai Equity dari transaksi yang bersifat insidentil
dan bukan aktivitas utama entity dan dari transaksi atau kejadian lainnya yang
berpengaruh terhadap entity selama satu periode terntentu kecuali yang berasal dari
hasil/investasi pemilik.

4. Laporan Arus Kas/Pos Luar Biasa (Exraordinary item)

Adalah transaksi yang berpengauh terhadap materil yang tidak diperkirakan terjadi
berulang kali dan juga tidak dianggap sebagai hal yang berualang dalam proses
operasional dari suatu perusahaan.

Adapaun kriteria Pos luar biasa menurut PAI adalah:

• Bersifat tidak biasa, yang berarti mempunyai tingkat ketidaknoramalan yang tinggi
dan tiak ada hubungannya dengan aktivitas perusahaan sehari-har.

• Jarang terjadi atau tidak diharapkan terjadi pada masa yang akan datang.

Sedangkan Michael A. Diamond (1993:23) mengemukakan :

“)The four main financial statement are the balance sheet, the income stattement, the
retained earnings statement, and the statement of cash flows.”

Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

Pengertian karakter kualitatif laporan keuangan adalah ciri khas informasi laporan
keuangan yang berguan bagi pemakai laporan. Untuk menghasilkan informasi laporan
yang berkualitas, para pemakai laporan diharuskan memahami karakteristik kualitatif
laporan keuangan. Apa saja karakteristik tersebut?

Berikut ini 4 karakteristik kualitatif laporan keuangan:

1. Relevan

Untuk bisa dikatakan relevan, laporan keuangan harus memiliki informasi yang dapat
mempengaruhi pemakai untuk membantu mereka mengevaluasi aktivitas masa lalu atau

5

masa kini dan bisa memprediksi masa yang akan datang serta menegaskan hasil dari
evaluasi masa lalu.
Syarat-syarat informasi laporan keuangan yang relevan:

1. Mempunyai manfaat umpan balik, laporan keuangan memungkinkan pengguna
untuk mengoreksi kebijakan mereka di masa lalu.

2. Mempunyai manfaat prediktif, laporan keuangan bisa membantu pemakai untuk
meramalkan masa yang akan datang berdasarkan data di masa lalu.

3. Tepat waktu, informasi disajikan secara tepat waktu sehingga berpengaruh dan
berguna dalam pengambilan keputusan.

4. Lengkap, informasi keuangan harus disajikan selengkap mungkin mencakup
semua hal yang bisa mempengaruhi pengambilan keputusan.

2. Andal
Tidak hanya relevan, informasi laporan keuangan juga harus bebas dari engertian yang
menyesatkan dan kesalahan material. Juga menyajikan data secara jujur dan bisa
diverifikasi.
karakteristik informasi yang andal :

1. Penyajian jujur, informasi disajikan secara jujur baik transaksi atau kejadian
lainnya.

2. Dapat diverifikasi, laporan keuangan harus bisa diuji dan jika pengujian dilakukan
oleh pihak berbeda maka hasilnya tak jauh berbeda.

3. Netralis, artinya laporan keuangan tidak memihak pihak-pihak tertentu.
3. Dapat dibandingkan
Pemakai harus bisa membandingkan laporan keuangan entitas antar waktu/periode untuk
meneliti kecenderungan posisi dan kinerja keuangan serta perubahannya secara relatif.
Perbandingan dapat dilakukan secara internal maupun ekternal. Secara internal bisa
dilakukan jika suatu entitas memakai kebijakan akuntansi yang sama tiap tahunnya.
Supaya informasi yang diberikan bisa dibandingkan, maka penyajian laporan keuangan
minimal harus dilakukan dua periode atau dua tahun anggaran.
4. Dapat dipahami
Pelaporan keuangan harus bisa dipahami dan diinterpresentasikan oleh penerima. Oleh
karena itu, semua informasi-informasi harus disajikan sejelas mungkin. Tidak hanya jelas,
dalam pennyajiannya juga harus menggunakan format/bentuk dan istilah yang dimengerti
oleh penerima.

6


Click to View FlipBook Version