The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Penelitian merupakan fondasi penting dalam pengembangan ilmu kebidanan, baik dalam konteks akademik maupun praktik pelayanan. Namun demikian, hingga saat ini buku-buku penelitian kebidanan yang ditulis dengan bahasa yang sederhana, disusun secara sistematis, serta mudah diikuti oleh pembaca, khususnya mahasiswa baik di level diploma, sarjana, master, doktor, bahkan praktisi kebidanan masih relatif terbatas. Tidak sedikit karya yang cenderung terlalu teoritis dan kurang memberikan contoh praktis yang relevan dengan konteks lapangan. Buku Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan ini hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut. Buku ini disusun dengan pendekatan yang terstruktur, menggunakan bahasa yang lugas, dan dilengkapi dengan contoh-contoh praktis yang diharapkan dapat membantu pembaca memahami proses penelitian secara lebih konkret. Setiap konsep dasar dijelaskan secara bertahap sehingga mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan. Yang lebih penting adalah setiap tahapan dijelaskan dari sudut pandang yang sangat reflektif . Melalui buku ini, penulis berupaya memberikan inspirasi, menghadirkan pemahaman yang kuat mengenai esensi penelitian kebidanan. Buku ini jauh dari kesan teori, tetapi sebagai alat refleksi dan penguatan praktik kebidanan yang berbasis bukti. Buku ini diharapkan dapat menjadi panduan awal yang bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, serta praktisi kebidanan dalam merancang, melaksanakan, dan menuliskan penelitian secara lebih percaya diri dan penuh semangat.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by penamudamedia, 2026-01-25 22:08:10

PRINSIP DASAR PENELITIAN KEBIDANAN

Penelitian merupakan fondasi penting dalam pengembangan ilmu kebidanan, baik dalam konteks akademik maupun praktik pelayanan. Namun demikian, hingga saat ini buku-buku penelitian kebidanan yang ditulis dengan bahasa yang sederhana, disusun secara sistematis, serta mudah diikuti oleh pembaca, khususnya mahasiswa baik di level diploma, sarjana, master, doktor, bahkan praktisi kebidanan masih relatif terbatas. Tidak sedikit karya yang cenderung terlalu teoritis dan kurang memberikan contoh praktis yang relevan dengan konteks lapangan. Buku Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan ini hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut. Buku ini disusun dengan pendekatan yang terstruktur, menggunakan bahasa yang lugas, dan dilengkapi dengan contoh-contoh praktis yang diharapkan dapat membantu pembaca memahami proses penelitian secara lebih konkret. Setiap konsep dasar dijelaskan secara bertahap sehingga mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan. Yang lebih penting adalah setiap tahapan dijelaskan dari sudut pandang yang sangat reflektif . Melalui buku ini, penulis berupaya memberikan inspirasi, menghadirkan pemahaman yang kuat mengenai esensi penelitian kebidanan. Buku ini jauh dari kesan teori, tetapi sebagai alat refleksi dan penguatan praktik kebidanan yang berbasis bukti. Buku ini diharapkan dapat menjadi panduan awal yang bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, serta praktisi kebidanan dalam merancang, melaksanakan, dan menuliskan penelitian secara lebih percaya diri dan penuh semangat.

Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan | i


Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan | iiiPrinsip DasarPenelitian KebidananPenulis :Dr. Fotarisman Zaluchu, SKM, MPH, MSiDr. Siti Nurmawan Sinaga, SKM, M.KesEditor : Lifde Clara Tambunan


iv | Prinsip Dasar Penelitian KebidananPrinsip Dasar Penelitian KebidananCopyright © PT Penamuda Media, 2026Penulis: Dr. Fotarisman Zaluchu, SKM, MPH, MSiDr. Siti Nurmawan Sinaga, SKM, M.KesEditor : Lifde Clara TambunanISBN: 978-634-2830-12-3Penyunting dan Penata Letak: Tim PT Penamuda MediaDesain Sampul: Tim PT Penamuda MediaPenerbit:PT Penamuda MediaRedaksi:Casa Sidoarum RT03 Ngentak, Sidoarum Godean Sleman YogyakartaWeb: www.penamudamedia.comE-mail: [email protected] Instagram: @penamudamediaWhatsApp: +6285700592256Cetakan Pertama, Januari 2026xii + 217 halaman; 15 x 23 cmHak cipta dilindungi undang-undangDilarang memperbanyak maupun mengedarkan buku dalam bentuk dandengan cara apapun tanpa izin tertulis dari penerbit maupun penulis


Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan | vKata PengantarPenelitian merupakan pilar utama dalam pengembangan ilmu kebidanan serta menjadi dasar penting bagi pengambilan keputusan dalam praktik pelayanan kesehatan ibu dan anak. Melalui penelitian, berbagai persoalan kebidanan dapat dipahami secara lebih mendalam, dianalisis secara sistematis, dan dicarikan solusi yang berbasis bukti ilmiah. Namun demikian, proses belajar dan memahami penelitian sering kali dipersepsikan sebagai sesuatu yang rumit, kaku, dan sulit diakses, terutama oleh mahasiswa dan praktisi kebidanan yang baru mulai berkenalan dengan dunia penelitian.Salah satu penyebab utama kondisi tersebut adalah masih terbatasnya buku-buku penelitian kebidanan yang ditulis dengan pendekatan sederhana, bahasa yang komunikatif, serta struktur penyajian yang runtut dan mudah diikuti. Banyak buku yang menekankan aspek metodologis secara sangat teoritis, namun kurang memberikan ilustrasi praktis yang relevan dengan konteks kebidanan. Akibatnya, pembaca kerap memahami konsep secara parsial, dan kemudian mengalami kesulitan ketika harus menerapkannya dalam penyusunan proposal, pelaksanaan penelitian lapangan, maupun penulisan laporan penelitian.Buku Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan ini disusun sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan tersebut. Buku ini dirancang tidak hanya sebagai sebuah bahan bacaan. Buku ini bahkan menjadi panduan praktis yang dapat menemani pembaca langkah demi langkah dalam memahami dan melaksanakan penelitian kebidanan. Setiap bab dalam buku ini kami susun secara sistematis, dimulai dari pengenalan konsep dasar penelitian, landasan filosofis dan metodologis, hingga penerapannya dalam konteks kebidanan yang nyata. Bahasa yang digunakan diupayakan tetap akademik, namun disederhanakan agar mudah dipahami tanpa mengurangi ketepatan makna ilmiah.Keunggulan buku ini terletak pada penyajian contoh-contoh praktis yang dekat dengan realitas kebidanan sehari-hari. Contoh tersebut diharapkan dapat membantu pembaca menjembatani


vi | Prinsip Dasar Penelitian Kebidanankesenjangan antara teori dan praktik, sehingga penelitian tidak lagi dipandang sebagai aktivitas yang terpisah dari pelayanan kebidanan, melainkan sebagai bagian integral dari upaya peningkatan mutu asuhan kebidanan. Dengan pendekatan ini, pembaca diharapkan mampu mengembangkan cara berpikir kritis, reflektif, dan sistematis dalam menghadapi berbagai permasalahan kebidanan.Lebih dari sekadar membahas teknik penelitian, buku ini juga mengajak pembaca untuk memahami penelitian sebagai proses pembelajaran yang bermakna. Penelitian kebidanan tidak hanya bertujuan memenuhi tuntutan akademik, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat praktik berbasis bukti, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan ibu, bayi, dan keluarga. Oleh karena itu, buku ini mendorong pembaca untuk melihat penelitian sebagai sarana pengembangan profesional dan bentuk tanggung jawab ilmiah dalam praktik kebidanan.Akhir kata, penulis berharap buku Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan ini dapat menjadi rujukan awal yang bermanfaat bagi mahasiswa kebidanan, dosen, peneliti pemula, serta praktisi kebidanan yang ingin mengembangkan kemampuan penelitiannya. Semoga buku ini tidak hanya mempermudah pemahaman konsep penelitian, tetapi juga menumbuhkan minat, kepercayaan diri, dan komitmen untuk menghasilkan penelitian kebidanan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.Medan, Januari 2026Penulis


Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan | viiDaftar Isi Kata Pengantar.......................................................................................vDaftar Isi................................................................................................ viiDaftar Gambar .......................................................................................xiBab 1 Riset Kebidanan, Sepenting Apa? ........................................11.1. Makna Riset dalam Kebidanan....................................................31.2. Peran Riset dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir...................................................................................61.3. Riset sebagai Imperatif Profesional..........................................81.4. Dari Rasa Ingin Tahu Menjadi Pertanyaan Penelitian... 101.5. Hubungan antara Teori dan Praktik...................................... 131.6. Tantangan dalam Melakukan Penelitian Kebidanan ..... 151.7. Dampak Luas Penelitian Kebidanan...................................... 171.8. Ringkasan, Refleksi dan Kesimpulan .................................... 20Bab 2 Landasan Filosofis dan Teoretis........................................232.1. Memahami Paradigma Penelitian........................................... 252.2. Positivisme: Ilmu Pengukuran ................................................. 282.3. Interpretivisme: Pengalaman Manusia Sebagai Kebenaran.......................................................................................... 302.4. Teori Kritis: Mempertanyakan Kekuasaan dan Ketidaksetaraan .............................................................................. 322.5. Perspektif Feminis dalam Penelitian Kebidanan ............ 342.6. Mengintegrasikan Paradigma dalam Penelitian Kebidanan .......................................................................................... 372.7. Peran Teori dalam Penelitian Kebidanan............................ 392.8. Refleksivitas dan Posisi Peneliti.............................................. 412.9. Ringkasan, Refleksi dan Kesimpulan .................................... 42


viii | Prinsip Dasar Penelitian KebidananBab 3 Mengidentifikasi dan Merumuskan Masalah Penelitian..............................................................................................463.1. Apa Itu Masalah Penelitian?...................................................... 483.2. Sumber Masalah Penelitian Kebidanan............................... 503.3. Karakteristik Masalah Penelitian yang Baik...................... 533.4. Dari Praktik ke Penelitian: Seni Bertanya........................... 553.5. Merumuskan Masalah Penelitian ........................................... 573.6. Menyelaraskan Masalah, Tujuan, dan Pertanyaan Penelitian............................................................................................ 593.7. Meninjau Literatur untuk Mendukung Masalah Penelitian............................................................................................ 613.8. Masalah Penelitian dalam Paradigma Kuantitatif dan Kualitatif ............................................................................................. 643.9. Pertimbangan Etika dalam Pemilihan Masalah Penelitian............................................................................................ 673.10. Ringkasan, Refleksi dan Kesimpulan .................................... 69Bab 4 Tinjauan Literatur .................................................................734.1. Tujuan Tinjauan Literatur.......................................................... 754.2. Apa yang Termasuk dalam “Literatur”................................. 774.3. Tahapan Melakukan Tinjauan Literatur.............................. 804.4. Menelusuri Literatur: Perangkat Digital dan Basis Data ....................................................................................................... 824.5. Membaca Secara Kritis: Melampaui Sekadar Deskripsi............................................................................................. 854.6. Mengorganisasi Tinjauan: Dari Tema Menjadi Argumen ............................................................................................. 874.7. Mensintesis Literatur ................................................................... 914.8. Mengidentifikasi Kesenjangan Pengetahuan .................... 934.9. Menulis Tinjauan Pustaka.......................................................... 954.10. Peran Alat Digital dalam Mensintesis Literatur............... 98


Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan | ix4.11. Dari Tinjauan Pustaka ke Kerangka Konseptual ...........1024.12. Ringkasan, Refleksi dan Kesimpulan ..................................104Bab 5 Desain Penelitian.................................................................1075.1. Desain Penelitian..........................................................................1095.2. Pengaruh Pandangan Filosofi terhadap Desain.............1115.3. Memilih Desain Penelitian .......................................................1135.4. Desain Penelitian Kuantitatif..................................................1155.5. Desain Penelitian Kualitatif.....................................................1175.6. Desain Metode Campuran........................................................1205.7. Koherensi antara Desain, Masalah, dan Pertanyaan Penelitian..........................................................................................1225.8. Pertimbangan Etika dalam Desain Penelitian ................1255.9. Kelayakan Praktis.........................................................................1275.10. Contoh: Mendesain Penelitian Kebidanan .......................1295.11. Ringkasan, Refleksi dan Kesimpulan ..................................132Bab 6 Sampling dan Pengumpulan Data...................................1366.1. Memahami Sampling..................................................................1386.2. Populasi, Sampel, dan Sampling Frame.............................1406.3. Pendekatan Sampling.................................................................1436.4. Menentukan Ukuran Sampel...................................................1486.5. Kriteria Inklusi dan Eksklusi...................................................1506.6. Rekrutmen Peserta......................................................................1536.7. Pengumpulan Data: Definisi dan Tujuan...........................1556.8. Instrumen Pengumpulan Data...............................................1606.9. Kerja Lapangan dan Refleksivitas Peneliti .......................1626.10. Manajemen Data...........................................................................1646.11. Pertimbangan Etis dalam Pengambilan Sampel dan Pengumpulan Data.......................................................................1666.12. Ringkasan, Refleksi dan Kesimpulan ..................................168


x | Prinsip Dasar Penelitian KebidananBab 7 Analisis Data dalam Penelitian Kebidanan..................1707.1. Tujuan Analisis Data ...................................................................1727.2. Persiapan Analisis Data.............................................................1747.3. Analisis Data Kuantitatif ...........................................................1767.4. Analisis Data Kualitatif ..............................................................1807.5. Langkah-langkah Analisis Tematik......................................1837.6. Refleksivitas dan Kredibilitas dalam Analisis Kualitatif ...........................................................................................1867.7. Analisis Metode Campuran (Mix-Method).......................1897.8. Penggunaan Perangkat Lunak untuk Analisis Data .....1917.9. Penyajian Data ...............................................................................1947.10. Dari Analisis ke Interpretasi...................................................1967.11. Kesalahan Umum dalam Analisis Data...............................1987.12. Ringkasan, Refleksi dan Kesimpulan ..................................200Daftar Referensi................................................................................204Glossarium..........................................................................................209Indeks...................................................................................................213Biografi Penulis .................................................................................216


Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan | xiDaftar GambarGambar 1. Tampak depan database PubMed (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/)...............................................82Gambar 2. Tampak wajah depan Mendeley..................................99Gambar 3. Tampak wajah depan Rayyan ....................................100Gambar 4. Tampak wajah depan NVivo.......................................101


xii | Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan


Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan | 1Bab 1Riset Kebidanan, Sepenting Apa?lmu kebidanan dapat dikatakan merupakan ilmu yang berada di jantung kehidupan manusia (Baston, 2020; Manuaba et al., 2012). Bidang keilmuan ini mempertemukan beragam ilmu pengetahuan dengan segala aspeknya, dengan belas kasih, serta pemahaman sosial. Setiap proses kelahiran, setiap perjalanan seorang ibu, dan setiap tarikan napas pertama seorang bayi bukan hanya momen personal yang mendalam, tetapi juga cerminan bagaimana sebuah masyarakat menghargai serta mendukung anggota yang paling rentan (Sinaga, 2025). Maka tindakan merawat ibu dan bayi bukan sekadar pengalaman manusiawi yang penuh makna, tetapi juga sebuah tanggung jawab profesional yang menuntut pengetahuan, empati, dan kemampuan berpikir kritis. Dalam konteks ini, ilmu kebidanan tidak hanya sekedar sebagai ilmu dan keterampilan untuk menolong persalinan saja, tetapi juga ilmu untuk menjaga kesehatan, I


2 | Prinsip Dasar Penelitian Kebidananmartabat, dan keadilan bagi setiap keluarga. Dengan demikian, untuk menegakkan nilai-nilai tersebut, maka setiap mereka yang menekuni ilmu kebidanan perlu mendasari praktiknya pada bukti ilmiah yang kuat seraya terus beradaptasi dengan perkembangan pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.Disinilah riset memegang peran sangat strategis dalam upaya mencapai tujuan ini. Riset menyediakan landasan ilmiah bagi terciptanya pelayanan yang aman, efektif, dan penuh empati. Melalui penelitian, seorang bidan dapat mengidentifikasi praktik terbaik dalam pelayanan klinis, mengevaluasi intervensi, dan menjawab berbagai tantangan kesehatan yang muncul. Praktik berbasis bukti memastikan bahwa setiap keputusan didasarkan pada data yang valid, bukan sekadar tradisi atau opini pribadi. Lebih dari itu, riset memberdayakan bidan untuk memperjuangkan kebijakan yang benar-benar mencerminkan pengalaman dan kebutuhan perempuan, sekaligus memperkuat kredibilitasserta posisi profesi bidan di dalam sistem kesehatan yang lebih luas.Namun, meskipun begitu penting, riset sering kali terasa jauh dari realitas praktik kebidanan sehari-hari. Banyak praktisi merasa bahwa riset adalah ranah akademisi atau lembaga penelitian, bukan milik mereka yang bekerja langsung dengan perempuan dan keluarga. Padahal, riset


Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan | 3tidak terbatas pada laboratorium atau universitas. Riset berawal dari rasa ingin tahu, pengamatan, dan refleksi. Setiap pertanyaan tentang mengapa sesuatu terjadi dalam praktik, setiap upaya menilai sebuah hasil, atau setiap niat untuk memperbaiki pelayanan semuanya merupakan bentuk pemikiran riset. Bab ini bertujuan untuk memberikan pemahaman agar melihat riset sebagai bagian dari jati diri profesionaldalam ilmu kebidanan dan bagi para bidan. Bahwa riset adalah sebuah proses belajar yang berkelanjutan, penyelidikan kritis, dan inovasi. Dengan mengintegrasikan riset ke dalam praktik sehari-hari, profesi kebidanan dapatmemperkuat kemampuan mereka untuk memberikan asuhan yang holistik dan berbasis bukti, yang menghargai baik sisi ilmiah maupun sisi kemanusiaan dari sebuah kelahiran.1.1. Makna Riset dalam KebidananPada hakikatnya, riset adalah proses sistematis untuk mengajukan pertanyaan dan mencari jawabannya melalui bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam kebidanan, pertanyaan-pertanyaan ini sering muncul dari realitas yang kompleks dalam merawat perempuan selama masa kehamilan, persalinan, hingga setelah melahirkan. Berbeda dengan penelitian laboratorium yang bersifat eksperimental dan terkontrol, riset kebidanan berhubungan dengan


4 | Prinsip Dasar Penelitian Kebidananpengalaman manusia yang sarat makna. Oleh karena itu penelitian kebidanan membutuhkan keseimbangan antara ketelitian klinis dan empati. Pertanyaan seperti mengapa sebagian perempuan menunda pemeriksaan kehamilan, atau apa saja faktor yang memengaruhi keberhasilan menyusui eksklusif, menunjukkan betapa pentingnya penelitian mendalam yang tidak hanya berhenti pada pengamatan permukaan (Darlington & Scott, 2002; Pope, 2002).Pertanyaan-pertanyaan riset tersebut tentu saja berakar pada kompleksitas konteks sosial, budaya, dan psikologis (WHO, 2020, 2021). Misalnya, keputusan seorang ibu untuk mencari layanan kesehatan seringkali dipengaruhi oleh norma budaya, harapan keluarga, akses terhadap fasilitas kesehatan, atau kondisi sosial-ekonomi. Sebagaimana halnya kesehatan mental pada masa nifas, kondisi ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor biologis, tetapi juga oleh dukungan emosional, tekanan sosial, dan peran gender (Thaddeus & Maine, 1994). Dengan menelaah berbagai pengaruh yang saling berhubungan ini, penelitian kebidanan mengakui bahwa hasil kesehatan tidak dapat dipahami sepenuhnya tanpa mempertimbangkan pengalaman hidup perempuan dan keluarganya. Ketika seorang bidan terlibat dalam penelitian, mereka berpindah dari sekadar penerima pengetahuan menjadi pencipta bukti ilmiah (Tesar et al., 2021). Melalui penyelidikan yang


Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan | 5sistematis, bidan menghasilkan pemahaman yang tidak hanya sah secara ilmiah, tetapi juga bermakna dalam konteks kehidupan nyata. Hal ini sangat penting dalam mengembangkan praktik yang sensitif terhadap budaya, meningkatkan kesehatan ibu dan bayi, serta mengurangi ketidaksetaraan kesehatan (Zaluchu, 2018). Dengan berpartisipasi dalam penelitian, bidan memastikan bahwa praktik asuhan didasarkan pada data empiris sekaligus pemahaman mendalam tentang realitas sosial yang membentuk pengalaman kesehatan perempuan.Pada akhirnya, riset dalam kebidanan sesungguhnya memiliki bobot etis yang sangat tinggi. Riset memberdayakan bidan untuk memperjuangkan kebijakan yang lebih baik, merancang intervensi yang efektif, dan mendampingi keluarga dengan cara yang berbasis bukti dan penuh empati. Dengan menjembatani ilmu klinis dan pengalaman manusia, penelitian kebidanan berkontribusi pada kemajuan berkelanjutan profesi ini serta pada kesejahteraan ibu, bayi, dan masyarakat. Riset menjadikan praktik kebidanan sebagai upaya yang selalu berkembang, dipandu oleh pengetahuan, dan mampu menghormati serta merespons kompleksitas kehidupan manusia.


6 | Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan1.2. Peran Riset dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru LahirLanskap kesehatan ibu dan bayi di seluruh dunia tetap penuh tantangan dan terus berubah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih melaporkan bahwa saat ini masih terdapat ribuan kematian ibu di seluruh dunia, dimanamayoritas terjadi di negara berpendapatan rendah dan menengah ke bawah (WHO, 2025b). Ironisnya, kematian ini sebagian besar sebenarnya dapat dicegah. Pada saat yang sama, laporan-laporan yang ada juga memperlihatkan bahwa jumlah kematian neonatal dan bayi lahir mati masih sangat tinggi. Jutaan bayi baru lahir meninggal setiap tahun akibat komplikasi prematuritas, infeksi, atau trauma terkait persalinan. Setiap angka bukan sekadar statistik. Di baliknya ada cerita tentang seorang ibu, sebuah keluarga, dan sebuah sistem yang gagal untuk memberikan pelayanan yang tepat waktu dan sesuai kebutuhan. Semua ini menunjukkan betapa mendesaknya menerapkan pengetahuan terbaik dalam praktik pelayanan kesehatan.Dalam konteks inilah riset menjadi penopang penting bagi bidan serta sistem kesehatan ibu-bayi untuk mengetahui “apa yang efektif” dan “apa yang tidak”, dan yang lebih penting lagi, “mengapa” sebuah peristiwa terjadi, sehingga dapat diambil tindakan yang tepat. Sebagai contoh, bukti dari model continuity of care yang dipimpin oleh bidan menunjukkan


Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan | 7penurunan nyata pada angka kelahiran prematur serta peningkatan kepuasan ibu. Demikian pula, riset mengenai praktik pencegahan infeksi pada persalinan rumah atau berbasis komunitas, serta intervensi edukatif untuk menyusui, memberikan panduan penting untuk menciptakan lingkungan asuhan yang lebih aman dan memberdayakan ibu serta keluarga. Secara sederhana, riset menolong menjembatani kesenjangan antara bukti dan praktik, serta bagaimana penerapan bukti tersebut secara langsung dapat memengaruhi kesehatan ibu dan bayi. Dengan mendasarkan praktik kebidanan pada penelitian yang kuat dan ketat, bidan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan individual, tetapi juga berkontribusi pada upaya kesehatan global seperti Sustainable Development Goal 3, yaitu kehidupan sehat dan kesejahteraan. Riset memastikan bahwa penyediaan layanan kesehatan selaras dengan dasar bukti ilmiah yang terus berkembang, sesuai budaya, relevan dengan konteks lokal, dan berorientasi pada keadilan. Sebagai contoh, inisiatif WHO “Ending Preventable Maternal Mortality” membangun strateginya berdasarkan intervensi yang berlandaskan bukti serta menekankan penghapusan ketimpangan dalam akses maupun hasil kesehatan (WHO, 2025a). Dengan demikian, riset memberdayakan bidan tidak hanya untuk memberikan pelayanan, tetapi juga berperan dalam membentuk sistem


8 | Prinsip Dasar Penelitian Kebidanankesehatan, memengaruhi kebijakan, dan memperjuangkan kondisi yang memastikan tidak ada ibu atau bayi yang tertinggal.1.3. Riset sebagai Imperatif ProfesionalRiset merupakan salah satu pilar dasar dalam profesionalisme kebidanan. Pada intinya, praktik kebidananprofesional dibangun dari integrasi antara bukti terbaik yang tersedia, keahlian klinis seorang bidan, serta nilai, kebutuhan, dan preferensi perempuan dan keluarganya. Tiga unsur ini yang dikenal sebagai evidence-based practice (EBP) menuntut lebih dari sekadar membaca artikel ilmiah atau mengikuti panduan praktik. EBP mengharuskan bidan untuk mengevaluasi bukti secara kritis, memahami relevansinya, menyesuaikannya dengan konteks, dan mengintegrasikannya secara tepat dalam proses pengambilan keputusan. Ketika riset menjadi bagian dari cara berpikir seorang bidan, pelayanan yang diberikan menjadi lebih konsisten, transparan, dan berlandaskan pengetahuan, bukan sekadar kebiasaan atau tradisi.Organisasi profesi kebidanan, baik global maupun nasional, menekankan bahwa bidan bukan hanya harus menggunakan bukti riset, tetapi juga berkontribusi dalam menghasilkan dan menyebarkannya. International Confederation of Midwive (ICM) menjelaskan bahwa bidan


Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan | 9mengembangkan dan berbagi pengetahuan kebidanan melalui berbagai proses, seperti telaah sejawat dan penelitian(ICM, 2025). Dalam Professional Framework for Midwifery(International Confederation of Midwive, 2025), ICM secara tegas menempatkan riset sebagai elemen kunci, dengan menegaskan bahwa pertumbuhan profesi bergantung pada penelitian berkualitas tinggi, baik di tingkat global maupun nasional. Dengan demikian, bidan sangat perlu menjaga standar disiplin mereka, memastikan bahwa praktik terus berkembang sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pemahaman sosial, sekaligus memperkuat kredibilitas dan identitas kebidanan sebagai sebuah profesi.Bagi mahasiswa magister dan bidan yang memegang peran kepemimpinan, keterlibatan dalam riset juga menjadi jalur pengembangan profesional dan kepemimpinan. Riset menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, penalaran etis, komunikasi tingkat lanjut, serta kemampuan memengaruhi kebijakan dan pendidikan dalam kesehatan ibu-bayi. Dengan cara ini, riset bukanlah tambahan opsional melainkan bagian yang tak terpisahkan dari identitas profesional seorang bidan. Tidak hanya menerapkan bukti, bidan yang berdaya melalui riset menjadi agen perubahan yaitu menghasilkan wawasan yang relevan secara kontekstual, membentuk kurikulum pendidikan, memengaruhi pedoman klinis, dan memperkuat sistem asuhan. Dengan demikian, riset tidak hanya


10 | Prinsip Dasar Penelitian Kebidananmeningkatkan praktik seorang bidan secara individual, tetapi juga memperkuat profesi secara kolektif dan pada akhirnya meningkatkan kesehatan perempuan, bayi, dan keluarga.1.4. Dari Rasa Ingin Tahu Menjadi Pertanyaan PenelitianSetiap perjalanan penelitian dimulai dengan rasa ingin tahu (Zaluchu, 2006). Rasa ingin tahu ini merupakan dorongan untuk bertanya, memahami, dan memperbaiki sesuatu yang sudah ada. Dalam kebidanan, rasa ingin tahu sering muncul langsung dari praktik klinis, ketika bidan mengamati pola tertentu, menghadapi tantangan, atau melihat hasil yang tidak terduga pada perempuan dan keluarga yang mereka layani. Seorang bidan yang bekerja di klinik pedesaan misalnya, mungkin memperhatikan bahwa meskipun angka keberhasilan menyusui dini cukup tinggi, tetapi banyak ibu kemudian menghentikan ASI eksklusif setelah hanya dua bulan saja. Alih-alih menerima hal ini sebagai sesuatu yang biasa, rasa ingin tahu mengubah pengamatan tersebut menjadi sebuah pertanyaan: “Mengapa hal ini terjadi?”. Momen ini menandai awal dari cara berpikir penelitian ketika praktik dan penyelidikan mulai saling berhubungan.


Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan | 11Namun, rasa ingin tahu perlu berkembang menjadi penyelidikan yang terstruktur. Dalam penelitian, proses ini terjadi melalui perumusan pertanyaan yang jelas, terfokus, dan dapat diteliti. Pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan memandu desain penelitian, pengumpulan data, dan interpretasi hasil. Bagi bidan yang meneliti, pertanyaanpertanyaan tersebut sering muncul dari realitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi, seperti: ✓ Hambatan apa saja yang dihadapi ibu dalam mempertahankan ASI eksklusif?✓ Bagaimana dukungan keluarga atau komunitas memengaruhi keberlanjutan menyusui?✓ Apakah pendidikan partisipatif dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian ibu?Dengan menyusun pengamatan sehari-hari menjadi pertanyaan yang sistematis, bidan dapat bergerak dari pengalaman sehari-hari menuju pemahaman berbasis bukti. Proses seperti ini akan membantu seorang bidan mulai mengidentifikasi bukan hanya masalah klinis, tetapi juga faktor sosial, perilaku, dan budaya yang berpengaruh pada hasil kesehatan ibu dan bayi. Merumuskan pertanyaan penelitian juga membutuhkan refleksi kritis tentang konteks


204 | Prinsip Dasar Penelitian KebidananDAFTAR REFERENSIAdams, K. Ann., & McGuire, E. K. . (2023). Research methods, statistics, and applications. SAGE Publications, Inc.Baston, H. (2020). Midwifery. Routledge.Beck, C. T. (2025). Using Grounded Theory Research Methods. Routledge.Benos, D. J., Fabres, J., Farmer, J., Gutierrez, J. P., Hennessy, K., Kosek, D., Lee, J. H., Olteanu, D., Russell, T., Shaikh, F., & Wang, K. (2005). Ethics and scientific publication. Advances in Physiology Education, 29(2), 59–74. https://doi.org/10.1152/advan.00056.2004Bernard, H. R. (2006). Research Methods in Anthropology (Fourth Ed). Altamira Press.Bowden, J., & Bassett, S. (2024). Health Promotion in Midwifery. Routledge.Browner, W. S. ., Newman, T. B. ., Cummings, S. R. ., Grady, Deborah., Huang, A. J. ., Kanaya, A. M. ., & Pletcher, Mark. (2023). Designing clinical research. Lippincott Williams & Wilkins.Cox, K. S., & Holcomb, Z. C. (2021). Interpreting Basic Statistics. Routledge.Crespi, C. M. (2025). Power and Sample Size in R. Chapman and Hall/CRC.Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2022). Research Design Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications, Inc.Darlington, Y., & Scott, D. (2002). Qualitative research in practice: stories from the field. Allen & Unwin.Emerald, E., & Carpenter, L. (2015). Vulnerability and Emotions in Research: Risks, Dilemmas, and Doubts. Qualitative Inquiry,


Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan | 20521(8), 741–750. https://doi.org/10.1177/1077800414566688Fabricant, P. D. (2024). Practical Clinical Research Design and Application. Springer Nature Switzerland.Gair, S. (2012). Feeling their stories: contemplating empathy, insider/outsider positionings, and enriching qualitative research. Qualitative Health Research, 22(1), 134–143. https://doi.org/10.1177/1049732311420580Green, J., & Thorogood, N. (2004). Qualitative Methods for Health Research. SAGE Publication.Hughes, J. A., & Sharrock, W. W. (2016). The Philosophy of Social Research. Routledge.ICM. (2025). International Confederation of Midwives. https://internationalmidwives.org/International Confederation of Midwive. (2025). Professional Framework for Midwifery.Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. SAGE Publications, Inc.Manuaba, I. A., Manuaba, I. A. C., Manuaba, I. B. G. F., & Manuaba, I. B. G. (2012). Buku Ajar Kesehatan Reproduksi Untuk Mahasiswa Bidan. EGC.McKenna, L., & Copnell, B. (2024). Fundamentals of Nursing and Midwifery Research. Routledge.Merriam, S. B., & Tisdell, E. J. (2016). Qualitative Research (4th ed.). Josey-Bass A Wiley Brand.Odeh, R. E., & Fox, M. (2020). Sample Size Choice. CRC Press.Pope, C. (2002). Qualitative methods in research on healthcare quality. Quality and Safety in Health Care, 11(2), 148–152. https://doi.org/10.1136/qhc.11.2.148Pope, C., & Mays, N. (2006). Qualitative research in health care. Blackwell Publishing Ltd.Reinharz, S. (1992). Feminist Method in Social Research. Oxford Univesity Press, Inc.


206 | Prinsip Dasar Penelitian KebidananRogers, W. A. (2006). Feminism and public health ethics. Journal of Medical Ethics, 32(6), 351–354. https://doi.org/10.1136/jme.2005.013466Seidman, I. (2006). Interviewing as Qualitative Research: A Guide for Researchers in Education and the Social Sciences. https://doi.org/10.1037/032390Silverman, D. (2013). Doing Qualitative Research. Statewide Agricultural Land Use Baseline 2015, 870. https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2Sinaga, S. N. (2025). Konteks Sosial Kesehatan Ibu dan Anak. CV Wawasan Ilmu.Singhal, S., & Kalra, B. S. (2021). Publication ethics: Role and responsibility of authors. Indian Journal of Gastroenterology, 40(1), 65–71. https://doi.org/10.1007/s12664-020-01129-5Slote, M. (2007). The Ethics of Care and Empathy. Routledge.Spratt, C., Walker, R., & Robinson, B. (2004). Module A5: Mixed research methods. In Prest. http://www.col.org/SiteCollectionDocuments/A5.pdfSteen, M. (2025). The Handbook of Midwifery Research. John Wiley & Sons.Tesar, M., Peters, M., & Jackson, L. (2021). The ethical academy? The university as an ethical system. Educational Philosophy and Theory, 53(5), 419–425. https://doi.org/10.1080/00131857.2021.1884977Thaddeus, S., & Maine, D. (1994). Too Far to Walk: Maternal Mortality in Context. Soc Sci Med, 38(8), 1091–1110.Tobergte, D. R., & Curtis, S. (2013). Introduction to Qualitative Research Methods. In Journal of Chemical Information and Modeling (Vol. 53, Issue 9). https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004Ulin, P. R., Robinson, E. T., & Tolley, E. E. (2005). Qualitative Methods in Public Health. Jossey-Bass.


Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan | 207UN-INSTRAW. (2006). Gender Research: A How-To Guide. http://www.iiav.nl/epublications/2007/gender_research_a_how_to_guide.pdfWatkins, M. (2020). A Step-by-Step Guide to Exploratory Factor Analysis with R and RStudio. Routledge.Watkins, M. W. (2021). A Step-by-Step Guide to Exploratory Factor Analysis with SPSS. Routledge.Webster, L., & Mertova, P. (2007). Using Narrative Inquiry as a Research Method. Routledge.WHO. (2019, August 8). Using qualitative research to strengthen guideline development. https://www.who.int/news/item/08-08-2019-using-qualitative-research-to-strengthen-guidelinedevelopmentWHO. (2020). Social determinants approach to maternal deaths. http://www.who.int/maternal_child_adolescent/epidemiology/maternal-death-surveillance/case-studies/india-socialdeterminants/en/WHO. (2021). Social determinants of health. https://www.who.int/health-topics/socialdeterminants-ofhealth#tab=tab_1WHO. (2025a). Ending preventable maternal mortality (EPMM). https://www.who.int/initiatives/ending-preventablematernal-mortalityWHO. (2025b). Maternal Health. https://www.who.int/healthtopics/maternal-health#tab=tab_1Wilson, P. K. (Ed.). (2018). Midwifery Theory and Practice. Routledge.Wu, S., Feng, X., & Sun, X. (2020). Development and evaluation of the health belief model scale for exercise. International Journal of Nursing Sciences, article in press, 1–8. https://doi.org/10.1016/j.ijnss.2020.07.006Zaluchu, F. (2006). Metodologi Penelitian Kesehatan. Cipta Pustaka Media.


208 | Prinsip Dasar Penelitian KebidananZaluchu, F. (2018). Gender Inequality, Behind Maternal Mortality in Nias Island, North Sumatra, Indonesia. University of Amsterdam.


Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan | 209GlossariumAksiologiCabang filsafat yang membahas nilai, kegunaan, dan tujuan ilmu pengetahuan, termasuk nilai etis dan manfaat praktis dari suatu penelitian.AsumsiAnggapan dasar yang diterima sebagai kebenaran sementara dan digunakan sebagai pijakan dalam merancang serta melaksanakan penelitian.BidanTenaga kesehatan profesional yang memiliki kompetensi dalam pelayanan kesehatan ibu, bayi, dan kesehatan reproduksi perempuan, serta berperan dalam upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.COPE (Committee on Publication Ethics)Organisasi internasional yang menyediakan pedoman etika publikasi ilmiah untuk editor, penulis, dan penerbit jurnal akademik.EmansipatorisPendekatan atau tujuan penelitian yang bertujuan membebaskan individu atau kelompok dari ketidakadilan, penindasan, dan relasi kuasa yang timpang.EmpirikBerdasarkan pengalaman nyata, pengamatan, atau data yang diperoleh langsung dari lapangan melalui metode penelitian yang sistematis.EpistemologiCabang filsafat yang membahas hakikat pengetahuan, sumber pengetahuan, cara memperoleh pengetahuan, serta kriteria kebenaran ilmiah.EtisSesuai dengan prinsip moral dan norma yang berlaku, khususnya


210 | Prinsip Dasar Penelitian Kebidananterkait dengan perlindungan hak, martabat, dan kesejahteraan subjek penelitian.Etika PenelitianPrinsip dan aturan yang mengatur pelaksanaan penelitian agar menghormati hak asasi manusia, menjamin keadilan, serta mencegah kerugian bagi partisipan.FeminisPerspektif atau pendekatan yang menekankan pengalaman perempuan, kesetaraan gender, serta kritik terhadap struktur sosial yang bersifat patriarkal.Ilmu KebidananBidang ilmu kesehatan yang mempelajari kehamilan, persalinan, nifas, kesehatan bayi baru lahir, serta kesehatan reproduksi perempuan secara holistik.Informan PenelitianIndividu yang memberikan informasi mendalam berdasarkan pengalaman, pengetahuan, atau keterlibatannya dalam konteks penelitian kualitatif.InterpretivismeParadigma penelitian yang menekankan pemahaman makna subjektif, pengalaman, dan konstruksi sosial dari perspektif partisipan.Kesenjangan Penelitian (Research Gap)Area atau aspek yang belum atau kurang dikaji dalam penelitian sebelumnya sehingga memerlukan kajian lebih lanjut.KonklusiPernyataan akhir yang merangkum temuan utama penelitian dan menjawab tujuan atau pertanyaan penelitian.Landasan Filosofis PenelitianKerangka pemikiran yang mencakup ontologi, epistemologi, dan aksiologi sebagai dasar dalam menentukan pendekatan dan metode penelitian.MetodologiPendekatan sistematis yang menjelaskan desain, metode, teknik pengumpulan data, dan analisis yang digunakan dalam penelitian.


Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan | 211Objektivitas PenelitianUpaya peneliti untuk menjaga netralitas dan meminimalkan bias dalam proses pengumpulan, analisis, dan interpretasi data.ObservasiTeknik pengumpulan data melalui pengamatan langsung terhadap perilaku, peristiwa, atau fenomena yang diteliti.OntologiCabang filsafat yang membahas hakikat realitas atau keberadaan objek yang menjadi fokus penelitian.Paradigma PenelitianKerangka berpikir yang memandu peneliti dalam memahami realitas, menentukan metode, dan menafsirkan hasil penelitian.PartisipatorisPendekatan penelitian yang melibatkan subjek penelitian secara aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penelitian.PositivismeParadigma penelitian yang menekankan pengukuran objektif, fakta empiris, dan penggunaan metode kuantitatif untuk menemukan hukum umum.Prioritas MasalahProses penentuan masalah utama yang paling penting dan mendesak untuk diteliti berdasarkan dampak dan urgensinya.ReflektivitasKesadaran kritis peneliti terhadap posisi, nilai, dan pengaruh dirinya dalam proses dan hasil penelitian.Responden PenelitianIndividu yang memberikan jawaban atau data melalui instrumenpenelitian seperti kuesioner atau survei, umumnya dalam penelitian kuantitatif.SignifikanMenunjukkan adanya makna penting atau pengaruh yang berarti, baik secara statistik maupun substantif dalam konteks penelitian.


212 | Prinsip Dasar Penelitian KebidananSubjektivitas PenelitianPengaruh pandangan, pengalaman, dan nilai peneliti dalam proses penelitian, terutama dalam penelitian kualitatif.Teori KritisPendekatan teoretis yang bertujuan mengkritisi dan mengubah struktur sosial yang tidak adil melalui analisis relasi kuasa dan ideologi.Tinjauan KepustakaanKajian sistematis terhadap literatur ilmiah yang relevan untuk membangun dasar teoritis dan konteks penelitian.Variabel PenelitianKarakteristik atau atribut yang dapat diukur dan bervariasi, serta menjadi fokus analisis dalam penelitian kuantitatif.


Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan | 213Indeksaction research, 17, 19analisis data, 19, 48, 54, 55, 58, 59, 64, 67, 68, 69, 70, 71, 72, 73, 74, 76, 77Analisis data kualitatif, 70Analisis data kuantitatif, 69aspek etis, 77asumsi, 14, 15, 18, 20, 21, 24, 27, 32, 37, 42, 43, 45, 46, 64, 68, 71, 72, 77berbasis bukti, 7, 8, 10, 11, 13, 14, 24, 27, 28, 32, 33, 39, 43, 44, 47, 52, 53, 57, 61, 67, 69, 70, 72, 74, 75berpikir kritis, 7, 9, 12, 13, 32, 40, 43, 74, 77bukti ilmiah, 7, 8, 9, 23, 43, 56data mentah, 67, 69, 70, 72, 77desain penelitian, 10, 34, 36, 43, 45, 46, 51, 53, 54, 55, 59empiris, 8, 14, 15, 20, 25, 26, 29, 30, 38, 44, 60, 85epistemologi, 15, 21, 46feminist inquiry, 17filosofis, 14, 15, 19, 20, 21, 45, 46, 57, 59hak, 11, 12, 17, 18, 28, 29, 52, 65, 84holistik, 7, 11, 12, 21, 27, 33, 46, 49, 52, 71, 74hubungan statistik, 68, 75, 77Immersion, 68informan, 24, 29informed consent, 11, 51, 60inovasi, 7, 10, 11, 30instrumen, 21, 33, 48, 49, 52, 61, 63, 74, 85interpretasi, 10, 14, 20, 28, 36, 42, 43, 45, 50, 53, 62, 63, 64, 67, 68, 69, 70, 71, 72, 73, 75, 76, 77interpretatif, 19, 67, 68, 70, 72, 76, 77interpretivisme, 14, 16, 17, 19, 20, 21intervensi, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 16, 20, 22, 26, 27, 32, 33, 34, 37, 38, 42, 46, 47, 48, 52, 56, 57, 61, 62, 69, 73, 74, 76joint displays, 73, 75kelompok rentan, 55kesehatan global, 9, 12, 13, 23koheren, 14, 19, 20, 28, 30, 34, 37, 38, 39, 44, 45, 72, 73, 75


214 | Prinsip Dasar Penelitian Kebidanankomite etik, 11, 51konklusif, 23konseptual, 15, 25, 27, 33, 37, 38, 39, 40, 42, 43, 59, 70, 71, 75konsisten, 9, 14, 21, 22, 23, 38, 39, 63, 64, 68, 72konteks sosial, 8, 24, 37, 46, 47, 57, 67, 75kredibilitas, 7, 9, 20, 21, 26, 30, 38, 46, 48, 50, 56, 57, 59, 64, 65, 68, 72, 73, 76kuasi-eksperimental, 46, 48, 50, 52label, 68, 71landasan ilmiah, 7metode kualitatif, 15, 62, 71metode kuantitatif, 15, 50, 61, 62, 70metodologis, 12, 14, 18, 20, 21, 23, 24, 26, 27, 28, 30, 33, 34, 39, 45, 46, 47, 50, 51, 53, 55, 57, 59, 60, 61, 64, 65, 66, 70, 71, 72, 73, 77narasi, 17, 18, 21, 34, 36, 38, 39, 52, 64, 67, 70, 72, 73, 75, 77non-probability, 57, 58numerik, 28, 47, 48, 49, 59, 62, 67, 68, 69, 70, 72, 73, 74, 75observasi, 14, 15, 22, 23, 26, 29, 30, 51, 52, 55, 62, 63, 65, 67, 68, 72ontologi, 15, 21paradigma, 14, 15, 16, 19, 20, 21, 27, 28, 30, 32, 46, 58, 67paradigma feminis, 14partisipatoris, 14, 15, 17penalaran, 9, 68pengalaman klinis, 23, 25, 30positivisme, 14, 16, 19, 20, 21praktik kebidanan, 7, 8, 9, 11, 15, 44, 49, 52, 53, 54, 55, 57, 68, 73, 75, 77probability, 57, 58profesional kebidanan, 76protokol, 12, 17, 24, 62, 63, 64, 76reflektif, 11, 12, 16, 17, 20, 21, 30, 32, 43, 53, 63, 64, 67, 70, 72, 73, 76, 77rekam medis, 55responden, 24, 29sampel, 27, 34, 36, 38, 39, 48, 49, 51, 55, 56, 57, 58, 59, 60, 65, 66, 69, 73, 74sampling, 33, 55, 56, 57, 58, 60, 82sistematis, 7, 8, 10, 16, 19, 22, 23, 25, 26, 34, 35, 36, 41, 43, 45, 47, 53, 60, 61, 62, 63, 67, 68, 69, 70, 74, 77


Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan | 215studi epidemiologis, 21survei, 15, 36, 39, 46, 49, 50, 55, 57, 59, 61, 65, 67, 68, 73, 74, 85telaah sejawat, 9, 33, 35teori, 10, 11, 12, 13, 14, 17, 18, 19, 20, 21, 23, 25, 27, 29, 30, 32, 33, 34, 37, 38, 40, 42, 43, 47, 48, 53, 58, 67, 68, 69, 75, 76, 77transcription, 68triangulasi, 73, 77uji klinis, 21ukuran sampel, 59validitas, 43, 45, 48, 49, 50, 51, 56, 57, 59, 61, 62, 65, 67, 68, 72variabel, 19, 25, 28, 37, 42, 43, 47, 48, 50, 59, 61, 63, 64, 67, 68, 69, 77verifikasi, 77wawancara, 15, 19, 20, 29, 36, 49, 51, 55, 57, 61, 62, 63, 64, 65, 67, 68, 72, 73, 74


216 | Prinsip Dasar Penelitian KebidananBiografi PenulisDr. Fotarisman Zaluchu, SKM, MPH, MSimenyelesaikan pendidikan S1 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara pada tahun 1997. Penulis kemudian melanjutkan pendidikan di University of Leeds dalam bidang International Health dan menyelesaikan pendidikan PhD dari University of Amsterdam pada tahun 2018. Saat ini penulis adalah dosen tetap di Program Studi Antropologi Sosial FISIP, Universitas Sumatera Utara. Karya-karya tulisannya banyak berkaitan dengan aspek gender, kesehatan ibu dan anak serta aspek budaya. Penulis dapat dihubungi di email: [email protected]. Siti Nurmawan Sinaga, SKM, MKes,menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Universitas Sumatera Utara pada tahun 1996. Lalu melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat dan lulus pada tahun 2003. Pendidikan doktor dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat juga diperoleh dari Universitas Sumatera Utara pada tahun 2022. Selain menjadi Ketua STIKes Mitra Husada Medan, penulis saat ini menjadi Wakil Ketua II (Bidang Pendidikan) Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia periode 2019-2024, dan Bendara APTISI Wilayah I Sumatera Utara periode 2016-2026. Penulis telah banyak berpartisipasi baik sebagai peserta maupun pembicara di dalam berbagai forum ilmiah level nasional maupun internasional. Penulis dapat dihubungi di email: [email protected]


Prinsip Dasar Penelitian Kebidanan | 217


Click to View FlipBook Version