KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR 141 menyediakan waktu khusus untuk kolaborasi, mendukung pelatihan, dan mendorong komunikasi terbuka antarpendidik. ➢ Membangun Budaya Kolaborasi Budaya kolaborasi tidak terbentuk secara instan. Berikut adalah langkah-langkah strategis untuk menciptakan lingkungan yang mendukung: 1. Pemimpin yang Mendukung: Kepala sekolah atau pemimpin pendidikan harus memberikan dukungan eksplisit untuk kolaborasi, termasuk menyediakan sumber daya dan waktu. 2. Penghargaan dan Pengakuan: Mengapresiasi kontribusi rekan sejawat dalam kolaborasi mendorong keterlibatan lebih lanjut. 3. Pelatihan dan Fasilitasi: Workshop atau pelatihan dapat membantu pendidik mengembangkan keterampilan kolaborasi, seperti komunikasi efektif dan pemecahan konflik. 4. Teknologi sebagai Pendukung: Platform digital memungkinkan kolaborasi lintas lokasi, berbagi dokumen, dan komunikasi yang lebih mudah. Kolaborasi dan pembelajaran dari rekan sejawat adalah inti dari pengembangan profesional dalam pendidikan. Melalui kerja sama yang produktif, pendidik dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa sekaligus meningkatkan kualitas pengajaran mereka sendiri. Dengan mengatasi tantangan yang ada dan membangun budaya kolaborasi, institusi pendidikan dapat menjadi tempat di mana inovasi dan pembelajaran terus berkembang.
142 KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR 10.4 Pemanfaatan Teknologi dalam Pengembangan Keterampilan Di era digital ini, teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan. Salah satu area di mana teknologi menunjukkan dampak yang signifikan adalah dalam pengembangan keterampilan. Teknologi tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga katalisator yang mampu mempercepat proses pembelajaran dan penguasaan keterampilan. Gambar 8. Pemanfaatan teknologi dalam pengembangan keterampilan Pada bab ini akan membahas bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara efektif untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman. 1. Pembelajaran Berbasis Simulasi Teknologi simulasi memungkinkan peserta didik untuk berlatih keterampilan dalam lingkungan virtual yang menyerupai dunia nyata. Contohnya adalah penggunaan simulator
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR 143 penerbangan untuk melatih pilot, atau perangkat lunak simulasi medis untuk melatih dokter dan perawat. Dengan simulasi, peserta didik dapat belajar dari kesalahan tanpa risiko nyata, sehingga mempercepat proses penguasaan keterampilan. 2. Akses ke Sumber Belajar Global Internet membuka akses ke berbagai sumber belajar global, seperti kursus daring, tutorial video, dan komunitas pembelajaran. Platform seperti Coursera, edX, dan Khan Academy memungkinkan individu untuk mempelajari keterampilan baru, mulai dari pemrograman hingga seni digital. Teknologi ini memungkinkan pembelajaran menjadi lebih fleksibel, adaptif, dan personal. 3. Gamifikasi dalam Pembelajaran Gamifikasi adalah penggunaan elemen permainan dalam proses pembelajaran. Teknologi memungkinkan pengembangan aplikasi dan perangkat lunak yang mengintegrasikan elemen seperti poin, level, dan tantangan untuk meningkatkan motivasi belajar. Contohnya adalah aplikasi Duolingo, yang membantu pengguna belajar bahasa asing dengan cara yang interaktif dan menyenangkan. Dengan gamifikasi, keterampilan dapat dikembangkan melalui pengalaman belajar yang lebih engaging dan memotivasi. 4. Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Buatan (AI) Kecerdasan buatan telah merevolusi cara kita belajar dan mengembangkan keterampilan. Sistem pembelajaran berbasis AI, seperti tutor virtual, dapat memberikan umpan balik yang dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan individu. Misalnya, algoritma pembelajaran dapat mengidentifikasi kelemahan dalam pemahaman siswa dan menyediakan materi yang relevan untuk meningkatkan kemampuan mereka.
144 KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR 5. Penggunaan Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) Teknologi AR dan VR menawarkan pengalaman belajar yang imersif dan interaktif. Dalam bidang teknik, AR dapat digunakan untuk memvisualisasikan komponen mesin secara 3D, sementara dalam pendidikan seni, VR memungkinkan siswa untuk "mengunjungi" museum seni dunia tanpa meninggalkan ruang kelas. Teknologi ini membantu mengembangkan keterampilan dengan cara yang praktis dan mendalam. 6. Kolaborasi Digital Teknologi memungkinkan kolaborasi lintas batas melalui platform digital seperti Google Workspace, Microsoft Teams, dan Slack. Dalam pengembangan keterampilan kerja tim dan komunikasi, platform ini memberikan ruang untuk berbagi ide, mengelola proyek, dan berkolaborasi secara real-time. Kemampuan ini sangat relevan dalam dunia kerja yang semakin terhubung secara global. 7. Penggunaan Analitik Data untuk Evaluasi Keterampilan Teknologi analitik data memungkinkan pendidik dan peserta didik untuk memantau perkembangan keterampilan secara lebih terukur. Platform pembelajaran dapat melacak kinerja siswa, menganalisis pola belajar, dan memberikan laporan yang membantu dalam proses evaluasi dan perbaikan. Dengan demikian, pendekatan ini memastikan pengembangan keterampilan menjadi lebih efektif dan efisien. 8. Pembelajaran Mandiri dengan Teknologi Mobile Perangkat mobile seperti smartphone dan tablet memberikan peluang besar untuk pembelajaran mandiri. Aplikasi pembelajaran, podcast, dan e-book memudahkan individu untuk belajar kapan saja dan di mana saja. Teknologi mobile juga
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR 145 mendukung pengembangan keterampilan dengan menyediakan alat bantu belajar yang mudah diakses. ➢ Tantangan dan Peluang Meskipun teknologi menawarkan banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Tidak semua individu memiliki akses yang sama terhadap teknologi, yang menciptakan kesenjangan digital. Selain itu, teknologi harus digunakan secara bijak agar tidak mengurangi aspek humanis dalam pembelajaran. Namun, peluang yang ditawarkan oleh teknologi sangat besar. Dengan pemanfaatan yang tepat, teknologi dapat menjadi alat yang luar biasa untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Oleh karena itu, pendidik dan pembuat kebijakan harus bekerja sama untuk memastikan teknologi digunakan secara inklusif dan efektif. Teknologi telah membuka jalan baru dalam pengembangan keterampilan, menjadikannya lebih mudah diakses, personal, dan efektif. Dengan memanfaatkan teknologi seperti simulasi, AI, AR/VR, dan analitik data, individu dapat mengembangkan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja dan kehidupan. Namun, diperlukan pendekatan yang bijak dan inklusif untuk memastikan manfaat teknologi dapat dirasakan oleh semua kalangan.
146 KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR DAFTAR PUSTAKA ABBAS, Abbas; HIDAYAT, Muhammad Yusuf. Faktor-faktor kesulitan belajar fisika pada peserta didik kelas IPA sekolah menengah atas. JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 2018, 6.1: 45-50. ABIDIN, Rahmat Zainal. Penilaian Formatif dan Penilaian Sumatif. Journal of Udharta Pasuruan, 2016. ALAMSYAH, Teuku; IBRAHIM, Ridwan; IDHAM, Muhammad. Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Guru Bahasa Indonesia Peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan. Jurnal Bahasa dan Sastra, 2022, 16.2: 70-81. ANDRIYANI, Mia. Keterampilan Dasar Mengajar Yang Harus Dikuasai Oleh Guru Untuk Meningkatkan Kreativitas & Efektivitas Dalam Proses Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komputer, 2022, 1.1: 1-4. ANI, Yubali. Penilaian autentik dalam kurikulum 2013. In: Seminar Nasional Implementasi Kurikulum. 2013. p. 742-749. CAHYANTI, Triana Wuri. Meningkatkan Keterampilan Berbicara Mahasiswa Menggunakan Video Refleksi Diri dalam Kompetisi Pidato. Dharma Pendidikan, 2020, 15.2: 1-9. EKOWATI, Anny Cahyani Dyah. MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI DENGAN QUIZWHIZZER: BERMAIN SAMBIL BELAJAR. Journal for Energetic Youngsters, 2023, 1.2: 140-147.
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR 147 ERWINSYAH, Alfian. Manajemen kelas dalam meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar. TADBIR: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2017, 5.2: 87-105. FEBRIANTI, Indri, et al. Pengaruh Penggunaan Teknologi Informasi Dalam Manajemen Perencanaan Pendidikan Untuk Meningkatkan Efisiensi Pendidikan. Academy of Education Journal, 2023, 14.2: 506-522. FERIYANSYAH, Feriyansyah; MAHARANI, Septiana Dwiputri. Pragmatisme Pendidikan Kewargaan Digital Dalam Kepungan Algoritma Suatu Refleksi Aksiologi. Jurnal Civic Hukum, 2023, 8.1. HASIBUAN, Ahmad Tarmizi, et al. Penerapan Prinsip Dan Praktik Demokrasi Integrasi Kurikulum Terpadu Student Centering Di Kota Medan. Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 2021, 4.1: 102-116. INAH, Ety Nur. Peran komunikasi dalam interaksi guru dan siswa. Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan, 2015, 8.2: 150-167. JUHJI, Juhji. Peran urgen guru dalam pendidikan. Studia Didaktika: Jurnal Ilmiah Bidang Pendidikan, 2016, 10.01: 51-62. KINANTI, Lutfia Putri; SUDIRMAN, Sudirman. Analisis kelayakan isi materi dari komponen materi pendukung pembelajaran dalam buku teks mata pelajaran sosiologi kelas xi sma negeri di kota bandung. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 2017, 7.1. LABOBAR, Julianus; MALATUNY, Yakob Godlif. ARTIFICIAL INTELLIGENCE: Tantangan Dalam Pembelajaran Kewarganegaraan. Civics Education and Social Science Journal (CESSJ), 2024, 6.1: 39-50.
148 KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR LESTARI, Santi. Pengaruh Refleksi Diri dalam Mengembangkan Kompetensi Profesional Peserta Didik. JPT: Jurnal Pendidikan Tematik, 2024, 5.3: 299-304. MAHRUS, Mahrus. Manajemen kurikulum dan pembelajaran dalam sistem pendidikan nasional. JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management, 2021, 3.1: 41-80. MEA, Firmina. Peningkatan efektivitas pembelajaran melalui kreativitas dan inovasi guru dalam menciptakan kelas yang dinamis. Inculco Journal of Christian Education, 2024, 4.3: 252-275. MERTA, I. Wayan; LESTARI, Nur; SETIADI, Dadi. Teknik penyusunan instrumen higher order thinking skills (HOTS) bagi guru-guru SMP rayon 7 Mataram. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 2019, 2.1. MUIS, Andi Abdul. Prinsip-prinsip belajar dan pembelajaran. Istiqra: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 2013, 1.1. MULYATININGSIH, Endang. Analisis Model-Model Pendidikan Karakter Untuk Usia Anak-Anak, Remaja Dan Dewasa. Yogyakarta: UNY, dari http://staff. uny. ac. id/sites/default/files/penelitian/Dra-EndangMulyatiningsih,-M. Pd./13B_Analisis-ModelPendidikan-karakter. pdf, diakses pada, 2011, 8. NABILLAH, Tasya; ABADI, Agung Prasetyo. Faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa. Prosiding Sesiomadika, 2020, 2.1c. NADA, Ella Izzatin; ALKHAWA, Nida. Meningkatkan Kesiapan Guru dalam Era Kurikulum Merdeka: Strategi dan Implementasi Penilaian Autentik Terintegrasi Ketrampilan Abad 21. 2024.
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR 149 NUGRAHA, Ikmanda; WIDODO, Ari; RIANDI, Riandi. Refleksi diri dan pengetahuan pedagogi konten guru biologi SMP melalui analisis rekaman video pembelajaran. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education), 2020, 8.1: 10- 26. NURMALASARI, Neneng. Pendekatan dalam pengelolaan kelas. Jurnal Pendidikan Islam Al-Ilmi, 2019, 2.1. PANGALO, Esterika Geofany. Pembelajaran Mobile Learning Untuk Siswa Sma. Jurnal Teknologi Pendidikan: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pembelajaran, 2020, 5.1: 38-56. PRANAYOGA, Beni Nur. Implementasi Metode Diskusi dan Presentasi Dalam Upaya Meningkatkan Partisipasi Aktif Siswa Pada Mta Pelajaran Kopling Kelas XI SMK Muhammadiyah 4 Klaten Tengah. Skripsi: UNY, 2013. PURBA, Romirio Torang; PUTRI, Amelia Paramitha Dewi. Pengaruh Penguatan Positif Terhadap Sikap Perhatian Murid Kelas Satu Sekolah Dasar. Aletheia Christian Educators Journal, 2023, 4.2: 53-60. PURWASIH, Ratni; ANITA, Ika Wahyu; AFRILIANTO, M. Workshop dan Pelatihan Pembelajaran Lesson Studi Bagi Guru. Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, 2020, 3.1: 17-24. RAHMAT, Riki Fajri, et al. Pengembangan media pembelajaran berbasis mobile learning pada mata pelajaran simulasi digital. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 2019, 6.2: 116-126. RAHMAWATI, Anisa; KRISTANTO, T. M. A.; PITRIHADI, Raden Edi Haryanto Padwi. Upaya Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Game Tournament
150 KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR Kelas VIII. In: PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROFESI GURU. 2024. p. 2239-2248. RETNANINGSIH, Duwi. Tantangan dan strategi guru di era revolusi industri 4.0 dalam meningkatkan kualitas pendidikan. In: Prosiding Seminar Nasional: Kebijakan Dan Pengembangan Pendidikan Di Era Revolusi Industri. 2019. p. 23-30. RISKA, Meri, et al. Urgensial Filsafat, Kode Etik dan Profesionalisme Guru di Kalimantan Tengah. SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 2023, 1.1: 39-51. ROIYANITA, Azarinatur; BAHTIAR, Reza Syehma. Kajian Literatur Peran Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Peserta Didik Untuk Belajar Aktif Dan Mandiri Di Tingkat Sekolah Dasar. Elementa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2023, 5.1. RURISFIAN, Andi; RAMLY, Ramly; SULTAN, Sultan. Level Berpikir Pertanyaan Guru pada Pembelajaran Bahasa Indonesia. Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2019, 1.2: 111-119. RUSDARTI, Rusdarti; SLAMET, Achmad; PRAJANTI, Sucihatiningsih Dian Wisika. Pengembangan keprofesian berkelanjutan dalam pembuatan publikasi ilmiah melalui workshop dan pendampingan bagi guru SMA Kota Semarang. Rekayasa: Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran, 2018, 16.1: 85-94. SAGALA, Syaiful. Silabus sebagai landasan pelaksanaan dan pengembangan pembelajaran bagi guru yang profesional. Jurnal Tabularasa, 2008,5.1:11-22. SARI, Silvia Eka; SAFITRI, Sani. Jenis-Jenis Metode Pembelajaran Yang Diterapkan Pada Siswa Sekolah
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR 151 Dasar Kelas V. Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar, 2022, 7.2: 130-142. SHEILAWATI, Azzahra Bunga; HASANAH, Enung. Strategi Pembelajaran untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMP. Jurnal Inovasi Dan Manajemen Pendidikan, 2022, 2.2: 81-86. SHOLIHAH, Dyahsih Alin; SHANTI, Widha Nur. Diposisi berpikir kritis matematis dalam pembelajaran menggunakan metode socrates. Jurnal Karya Pendidikan Matematika, 2017, 4.2: 1-9. SIHOTANG, Hotmaulina; SIMORANGKIR, Sahat T. Buku pedoman praktik microteaching. 2020. SITEPU, Ekalias Noka. Media Pembelajaran Berbasis Digital. Prosiding Pendidikan Dasar, 2022, 1.1: 242-248. SULISTIANINGSIH, A. S.; KUSTONO, Djoko. Potensi Penggunaan Teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) dalam Pembelajaran Sejarah Arsitektur di Era Pandemi Covid-19. Jupiter (Jurnal Pendidikan Teknik Elektro), 2022, 7.1: 10-18. SUPRIYADI, Supriyadi, et al. Penyusunan instrumen asesmen diagnostik untuk persiapan kurikulum merdeka. Journal of Community Empowerment, 2022, 2.2: 67-73. SURYADI, Ahmad. Memahami ragam strategi pembelajaran. CV Jejak (Jejak Publisher), 2022. TAQIYUDDIN, Taqiyuddin; SUPARDI, Supardi; LUBNA, Lubna. Evaluasi formatif dan sumatif dalam pembelajaran pendidikan agama islam. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 2024, 9.3: 1936-1942. WARDHANI, Sri. Teknik pengembangan instrumen penilaian hasil belajar matematika di SMP/MTs. Yogyakarta: P4TK Matematika, 2010.
152 KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR WATI, Amalia Ratna Zakiah; TRIHANTOYO, Syunu. Strategi pengelolaan kelas unggulan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. JDMP (Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan), 2020, 5.1: 46-57. YUBERTI, Yuberti. Dinamika Teknologi Pendidikan. 2016. ZUBAIDAH, Siti. Berpikir Kritis: kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran sains. In: Seminar Nasional Sains. 2010. p. 1-14.
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR 153 PROFIL PENULIS Mamberuman Marthen Inggamer., S.Pd., M.Pd Penulis lahir di Biak, Kabupaten Biak Numfor tanggal 20 Juni 1992. Setelah mengenyam pendidikan 12 tahun dan selesai di tahun 2010. Penulis meyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Cenderawasih, dan melanjutkan pada Program Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Cenderawasih. Selain itu, pada saat kuliah penulis aktif dalam berorganisasi intra kampus maupun ekstra kampus. Riwayat pekerjaan menjadi dosen tetap di FKIP Universitas Cenderawasih , dan berhomebase di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah dasar FKIP Universitas Cenderawasih.
154 KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR Baharuddi Hasan, S.Pd., M.Pd., AIFMO-P Penulis lahir di Bade, Kabupaten Mappi tanggal 20 Desember 1994. Menyelesaikan pendidikan S1 pada Jurusan Penjaskesrek FKIP UNCEN dan melanjutkan S2 pada program Pascasarjana Magister Pendidikan Olahraga di Universitas Cenderawasih. Selain itu, pada saat kuliah penulis aktif dalam berorganisasi baik intra kampus maupun ekstra kampus. Penulis juga aktif mengikuti pelatihan dan sertifikasi untuk pengembangan diri. Pelatihan yang pernah diikuti antara lain Pelatihan Doping Control Officer (DCO) Lembaga Anti Doping Indonesia tingkat Asia dan bertugas pada Asian Games dan Asian Para games, Pelatihan Ahli Ilmu Faal Massage Olahraga (AIFMO) dan Pelatihan Pelatih Fisik Level I Nasional. Riwayat pekerjaan penulis sebagai Pelatih Badminton di Sekolah Khusus Olahraga Papua (2017-2020) dan saat ini sebagai dosen tetap pada Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Universitas Cenderawasih.
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR 155