The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Etika bisnis memiliki relevansi yang tinggi dalam konteks bisnis modern karena membantu membangun dan memelihara
reputasi perusahaan, memberikan dasar untuk kepercayaan pelanggan, serta menciptakan lingkungan bisnis yang
bertanggung jawab. Perusahaan yang mengutamakan prinsip moral dan nilai-nilai etika cenderung mendapatkan dukungan lebih besar dari pelanggan, mitra bisnis, dan masyarakat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesuksesan jangka
panjang dan keberlanjutan perusahaan.
Etika bisnis juga menjadi dasar untuk inovasi berkelanjutan,
pemenuhan tuntutan pasar yang semakin sadar etika,
dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat secara
keseluruhan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by penamudamedia, 2024-01-12 03:12:52

Etika Bisnis (Relevansi Etika dalam Bisnis Modern)

Etika bisnis memiliki relevansi yang tinggi dalam konteks bisnis modern karena membantu membangun dan memelihara
reputasi perusahaan, memberikan dasar untuk kepercayaan pelanggan, serta menciptakan lingkungan bisnis yang
bertanggung jawab. Perusahaan yang mengutamakan prinsip moral dan nilai-nilai etika cenderung mendapatkan dukungan lebih besar dari pelanggan, mitra bisnis, dan masyarakat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesuksesan jangka
panjang dan keberlanjutan perusahaan.
Etika bisnis juga menjadi dasar untuk inovasi berkelanjutan,
pemenuhan tuntutan pasar yang semakin sadar etika,
dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat secara
keseluruhan

| 141 keseimbangan antara pertumbuhan finansial dan dampak positif pada lingkungan dan masyarakat. Ini termasuk upaya untuk mengurangi dampak lingkungan, mendukung pemberdayaan masyarakat lokal, dan memastikan keadilan dalam rantai pasok global. Strategi pengelolaan harta yang menghormati nilai-nilai spiritual menitikberatkan pada aspek-aspek seperti keberlanjutan, tanggung jawab sosial, dan keadilan. Bisnis dapat mengintegrasikan prinsip-prinsip spiritualitas dalam pengambilan keputusan finansial, seperti investasi pada proyek-proyek berkelanjutan atau pengembangan program kesejahteraan karyawan. Dampak positif pengelolaan harta yang etis pada reputasi bisnis melibatkan citra yang kuat sebagai organisasi yang peduli terhadap nilai-nilai sosial dan lingkungan. Bisnis yang dikenal sebagai pelaku bisnis yang bertanggung jawab dan etis lebih mungkin mendapatkan dukungan dari konsumen yang semakin sadar dan memilih produk atau layanan yang sejalan dengan nilai-nilai mereka. Bisnis dapat mencapai keberhasilan jangka panjang melalui etika pengelolaan harta dengan membangun fondasi bisnis yang kokoh dan berkelanjutan. Fokus pada dampak positif pada masyarakat dan lingkungan, bersama dengan pertumbuhan finansial yang berkelanjutan, membantu menciptakan nilai jangka panjang dan keberlanjutan yang diperlukan untuk kesuksesan bisnis dalam jangka waktu yang lebih panjang. Salah satu contoh bisnis yang sukses karena mengutamakan etika pengelolaan harta adalah Patagonia, sebuah perusahaan pakaian dan perlengkapan outdoor yang berbasis di Amerika Serikat. Patagonia dikenal karena komitmen kuatnya terhadap keberlanjutan dan etika dalam semua aspek operasionalnya. Perusahaan ini secara aktif mengambil


142 | Dr. Suhendi, S.Sos.,M.Sos., MM langkah-langkah untuk mengurangi dampak lingkungan, memastikan produksi yang adil, dan mendorong tanggung jawab sosial di seluruh rantai pasokannya. Patagonia mengimplementasikan prinsip-prinsip etis dalam pengelolaan kekayaan melalui beberapa inisiatif. Pertama, perusahaan ini secara terbuka membagikan informasi tentang jejak karbonnya dan menyatakan komitmennya untuk menggunakan bahan-bahan daur ulang dan ramah lingkungan. Selain itu, Patagonia membentuk program "Worn Wear" yang mendorong pelanggan untuk memperbarui produk mereka daripada membeli yang baru, mempromosikan konsep konsumsi yang berkelanjutan. Pentingnya tanggung jawab sosial juga tercermin dalam kebijakan Patagonia. Mereka menyuarakan dukungan untuk keadilan sosial dan memberikan waktu off berbayar kepada karyawan untuk berpartisipasi dalam kegiatan sukarela di masyarakat. Pendiri Patagonia, Yvon Chouinard, bahkan menulis buku berjudul "Let My People Go Surfing," di mana ia berbicara tentang nilai-nilai dan praktik bisnis yang mengutamakan etika, keberlanjutan, dan dampak positif pada masyarakat. B. Sikap Positif terhadap Harta dalam Bisnis Sikap positif terhadap harta dalam bisnis mencerminkan pandangan yang seimbang dan bertanggung jawab terhadap kekayaan dan sumber daya materi. Sikap ini tidak hanya melibatkan pencapaian kesuksesan finansial, tetapi juga menekankan pengelolaan harta yang etis dan berkelanjutan. Pemahaman bahwa keberhasilan finansial dapat dicapai melalui praktik bisnis yang bertanggung jawab, termasuk


| 143 pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan kontribusi positif terhadap lingkungan, adalah inti dari sikap positif terhadap harta dalam bisnis. Ini menciptakan paradigma di mana keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dengan keuntungan materi, tetapi juga dengan dampak positif yang dihasilkan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Keseimbangan Antara Kesejahteraan Materi dan Spiritual Keseimbangan antara kesejahteraan materi dan spiritual mencerminkan pentingnya harmoni dalam kehidupan manusia. Pertama-tama, aspek kesejahteraan materi berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik dan materi seperti makanan, tempat tinggal, dan keuangan yang stabil. Kesejahteraan materi memberikan landasan bagi kehidupan yang nyaman dan memberikan keamanan finansial, yang pada gilirannya dapat memengaruhi kestabilan emosional dan psikologis. Sementara itu, kesejahteraan spiritual menyoroti dimensi batiniah dan makna hidup. Ini mencakup pencarian nilainilai, makna, dan tujuan yang lebih tinggi dalam kehidupan. Kesejahteraan spiritual memberikan landasan bagi partumbuhan pribadi, kepuasan batiniah, dan hubungan yang lebih dalam dengan diri sendiri dan sesama. Pemenuhan aspek spiritual dapat memberikan pandangan yang lebih luas terhadap kehidupan, membantu individu mengatasi tantangan, dan mencapai tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi. Pentingnya mencapai keseimbangan antara kesejahteraan materi dan spiritual tercermin dalam keharmonisan hidup. Individu yang mencari keseimbangan ini cenderung memiliki tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi, mengatasi


144 | Dr. Suhendi, S.Sos.,M.Sos., MM stres dengan lebih baik, dan membangun hubungan yang lebih positif dengan orang lain. Keseimbangan ini menciptakan fondasi yang kokoh untuk hidup yang bermakna dan sehat secara keseluruhan. Etika Pemakaian Kekayaan dalam Bisnis Tanggung jawab bisnis dalam pemakaian kekayaan mencakup kesadaran akan dampak yang dihasilkan dari penggunaan sumber daya dan kekayaan perusahaan. Prinsipprinsip etika dalam penggunaan kekayaan untuk keberlanjutan menuntut agar bisnis mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam keputusan pengelolaan kekayaan. Bisnis dapat mengelola kekayaannya dengan memperhatikan keseimbangan dan etika dengan menerapkan kebijakan yang mendukung praktik-praktik berkelanjutan, seperti efisiensi energi, pengelolaan limbah yang bijaksana, dan dukungan terhadap inisiatif sosial dan lingkungan. Dampak positif etika pemakaian kekayaan pada hubungan bisnis dan lingkungan dapat dilihat dari reputasi yang baik, kepercayaan konsumen, dan kemitraan yang kokoh. Bisnis yang mengelola kekayaannya dengan etika menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan, yang pada gilirannya meningkatkan hubungan bisnis dengan pemasok, pelanggan, dan komunitas lokal. Membangun kemitraan bisnis yang berlandaskan etika pemakaian kekayaan melibatkan kerja sama yang saling menguntungkan, di mana nilainilai keberlanjutan dan tanggung jawab sosial menjadi landasan bersama. Selain itu, memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat melalui etika pemakaian kekayaan berarti berinvestasi dalam proyek-proyek sosial dan lingkungan yang mendukung keberlanjutan dan kesejahteraan umum. Ini bisa


| 145 mencakup program-program pendidikan, inisiatif pelestarian lingkungan, atau dukungan terhadap komunitas lokal. Dengan demikian, etika pemakaian kekayaan tidak hanya menciptakan keberlanjutan bisnis, tetapi juga memberikan manfaat positif yang berkelanjutan bagi masyarakat yang dilayani oleh perusahaan. C. Evaluasi 1. Apa yang dimaksud dengan artikulasi nilai spiritualitas dalam konteks sikap terhadap harta menurut perspektif Islam? 2. Bagaimana nilai-nilai spiritualitas seperti tawakal dan istighfar dapat diartikulasikan dalam sikap positif terhadap harta dan kekayaan? 3. Jelaskan bagaimana seseorang yang memiliki kesadaran akan kehadiran Tuhan dalam bisnisnya dapat mengartikulasikan nilai-nilai spiritualitas terhadap keberhasilan materi dalam kehidupan sehari-hari. 4. Mengapa tauhid, komitmen terhadap fair miskin, dan prinsip halal dan haram menjadi bagian integral dari artikulasi nilai spiritualitas dalam bisnis Islam? 5. Berikan contoh nyata implementasi nilai spiritualitas dalam sikap positif terhadap harta di lingkungan bisnis atau kehidupan sehari-hari.


146 | Dr. Suhendi, S.Sos.,M.Sos., MM Daftar Pustaka Ali, M. H. (2020). Penerapan etika bisnis dan strategi manajemen saat pandemi covid-19 bagi UMKM. Eco-Entrepreneur, 6(1), 34–42. Aviatri, P., & Nilasari, A. P. (2021). Analisis Penerapan Etika Bisnis terhadap Kelangsungan Usaha Perusahaan Dagang. ACCOUNTHINK: Journal of Accounting and Finance, 6(02). Avotra, A. A. R. N., Chenyun, Y., Yongmin, W., Lijuan, Z., & Nawaz, A. (2021). Conceptualizing the state of the art of corporate social responsibility (CSR) in green construction and its nexus to sustainable development. Frontiers in Environmental Science, 9, 541. Azizah, M., & Hariyanto, H. (2021). Implementasi etika bisnis Islam terhadap konsep green economics. Supremasi Hukum: Jurnal Kajian Ilmu Hukum, 10(2), 237–252. Butarbutar, B. (2019). Peranan Etika Bisnis dalam Bisnis. Jurnal Ilmu Manajemen Terapan, 1(2), 187–195. Carroll, A. B. (2021). Corporate social responsibility (CSR) and the COVID-19 pandemic: Organizational and managerial implications. Journal of Strategy and Management, 14(3), 315–330.


| 147 Faradannisa, M., & Supriyanto, A. (2022). Kepuasan Pelanggan Ditinjau dari Store Atmosphere, Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan dan Etika Bisnis Islam. Tawazun: Jurnal Ekonomi Syariah, 2(1), 76–94. Fatima, T., & Elbanna, S. (2023). Corporate social responsibility (CSR) implementation: A review and a research agenda towards an integrative framework. Journal of Business Ethics, 183(1), 105–121. Firnanda, A. A., & Fajreini, N. (2024). Pendekatan Etika dalam Pengambilan Keputusan oleh Nadhir Wakaf. Jurnal Publikasi Sistem Informasi Dan Manajemen Bisnis, 3(1), 181–191. Hardiati, N. (2021). Etika Bisnis Rasulullah SAW Sebagai Pelaku Usaha Sukses dalam Perspektif Maqashid Syariah. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 7(1), 513–518. Nursyamsiah, I., & Nopianti, N. (2021). Pengaruh Etika Bisnis Islam dan Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Usaha Rofi Collection Ciamis. Jurnal Ekonomi Rabbani, 1(1), 345745. Rizkia, R. (2023). Pengaruh Utilitarian Value dan Service Quality Terhadap Customer Satisfaction Untuk Meningkatkan Repurchase Intention. Universitas Putra Bangsa. Silviyah, N. M., & Lestari, N. D. (2022). Pengaruh Etika Bisnis Islam Dalam Meningkatkan UMKM. Al Iqtishod, 10(1), 96–112. Singh, K., & Misra, M. (2021). Linking corporate social responsibility (CSR) and organizational performance: The moderating effect of corporate reputation. European


148 | Dr. Suhendi, S.Sos.,M.Sos., MM Research on Management and Business Economics, 27(1), 100139. Surajiyo, S. (2023). TEORI-TEORI ETIKA DAN PRINSIP ETIKA BISNIS. SENADA (Seminar Nasional Manajemen, Desain Dan Aplikasi Bisnis Teknologi), 6, 259–265. Syafiq, A. (2019). Penerapan Etika Bisnis Terhadap Kepuasan Konsumen dalam pandangan Islam. El-Faqih: Jurnal Pemikiran Dan Hukum Islam, 5(1), 96–113. Syahputra, A. (2019). Etika Berbisnis Dalam Pandangan Islam. Jurnal At-Tijarah, 1(1). Vaddhano, N. (2023). Pemasaran Berbasis Big Data Dalam Revolusi Industri 4.0: Sebuah Perspektif Etika Bisnis. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(2), 910–920. Wardani, Y. M., & Ridlwan, A. A. (2022). Penerapan Etika Bisnis Islam dalam Membangun Loyalitas Pelanggan Pada PT. Tanjung Abadi. JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia), 12(1), 37–52. Weruin, U. U. (2019). Teori-Teori Etika Dan Sumbangan Pemikiran Para Filsuf Bagi Etika Bisnis. Jurnal Muara Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 3(2), 313–322.


| 149 Tentang Penulis Dr. Suhendi, S.Sos.,M.Sos., MM lahir di Bandung, 1 Januari 1984. Saat ini tinggal di Komplek Graha Bukit Raya 1 Blok F5 No. 11 Cilame, Ngamprah, Kab Bandung Barat. E-mail: [email protected]. Pernah mengenyam pendidikan di Program Pascasarjana S2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Program Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Universitas Pasundan Bandung. Founder & CEO POTENSI ini punya pengalaman dan kegiatan keseharian cukup beragam; penulis lepas di sejumlah media cetak dan online, penulis buku, aktivis sosial dan pemberdayaan masyarakat, praktisi bisnis dan pendidikan, konsultan/tenaga ahli pada BUMN, Kementerian dan Pemda/Pemkot. Dosen tetap jurusan Manajemen FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini juga namanya tercatat sebagai dosen tidak tetap di beberapa perguruan tinggi lainnya seperti; FEB Universitas Muhammadiyah Bandung dan FEB Universitas Terbuka (UT) dan perguruan tinggi lainnya. (*)


150 | Dr. Suhendi, S.Sos.,M.Sos., MM


Click to View FlipBook Version