The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by henitrisulistanti, 2022-08-28 06:49:34

Fortofolio Modul 1.1

Fortofolio Modul 1.1

GURU BERGERAK INDONESIA MAJU 1

FORTOFOLIO MODUL 1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK HENI TRISULISTANTI

GURU BERGERAK INDONESIA MAJU 2

Kata Pengantar

Puji dan syukur haturkan kepada Allah Swt, atas berkat rahmat dan
Hidayah-Nya sehingga saya mendapat menyelesaikan Fortofolio ini,
serta tak henti-hentinya Sholawat dan salam selalu tercurahkan
pada Nabi junjungan kita, Nabi Muhammad Saw, yang kita nanti-
nantikan syafatnya kelak di hari kiamat. Aamin

Fortofolio ini tersusun sebagai bentuk aspirasi kami selama
mengikuti Pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 4 Kota
Batam. Mudah-mudahan fortofolio ini dapat membantu dan menjadi
inspirasi bagi rekan guru untuk terus berkarya tanpa mengenal batas
usia.

Demikianlah kata pengantar ini disampaikan dan akhirnya saya
menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang
membantu secara langsung maupun tidak langsung dalam
penyusunan Fortofolio ini.

HENI TRISULISTANTI S,Pd,SD
SD Negeri 002 Sekupang

Calon Guru Penggerak Angkatan 4 Kota Batam

FORTOFOLIO MODUL 1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK HENI TRISULISTANTI

GURU BERGERAK INDONESIA MAJU 3

Paradigma Baru dan Visi Guru Penggerak

1.1.a.3 Mulai Dari Diri - Relfleksi Diri keluarga tidak berharap keberhasilan

Tentang Pemikiran Ki Hajar tujuan Pendidikan hanya tanggung

Dewantara (KHD) jawab sekolah saja, akan tetapi juga

Ki Hajar Dewantara merupakan salat menjadi tanggung jawab keluarga dan

satu tokoh pendidikan Indonesia yang masyarakat seperti yang diutarakan

merasakan pendidikan pada zaman oleh Ki Hajar Dewantara dikenal dengan

penjajahan Belanda tidak memihak Tri Sentra Pendidikan. Tri centra

kepada Pribumi, Beliau merasakan Pendidikan yaitu suatu pelaksanaan

bahwa rakyat hanya diperbudak oleh pendidikan yang dilakukan bersama-

penjajah. dari situlah akhirnya Ki Hajar sama oleh keluarga, sekolah dan

Dewantara terus dan terus berusaha masyarakat untuk membentuk manusia

agar pendidikan dapat dirasakan oleh yang unggul, berbudi pekerti dan

rakyat pribumi, dan akhirnya tercipta cerdas. Dimulai Pendidikan dari rumah

sebuah konsep Pendidikan menurut Ki sebagai pondasi pertama dan utama

Hajar Dewantara haruslah selanjutnya Pendidikan yang

memerdekakan kehidupan manusia. dilaksanakan di sekolah dan lingkungan

Pendidikan mesti disandarkan pada masyarakat yang kondusif.

penciptaan jiwa merdeka, cakap dan Potret pendidikan Indonesia sejak

berguna bagi masyarakat. zaman kolonial hingga kini

Dan dengan Semboyan Trilogi 1. Bagian mana yang paling

pendidikan memiliki arti yang menarik adalah Pendidikan yang

melibatkan seluruh pelaku pendidikan hanya diberikan kepada

atau guru dan peserta didik adalah: Tut masyarakat tertentu tujuan

wuri handayani, dari belakang seorang pendidikan yang dapat dilihat dari

guru harus bisa memberikan dorongan video ini pada zaman Kolonial

dan arahan. Ing madya mangun karsa mengajarkan baca tulis pada calon

pada saat di antara peserta didik, guru pegawai pemerintahan atau

harus menciptakan prakarsa dan ide. perusahaan

Ing ngarsa sung tulada, berarti ketika 2. Persamaan antara situasi

guru berada di depan, seorang guru Pendidikan jaman Kolonial dan

harus memberi teladan atau contoh situasi Pendidikan Indonesia saat ini

dengan tindakan yang baik. Jadi adalah bertujuan untuk

seorang guru bukan hanya memberikan mencerdaskan bangsa

bimbingan dalam pelajaran akan tetapi 3. Perbedaan antara situasi Pendidikan

juga mendorong dan mengajak siswa jaman Kolonial dan situasi

untuk menjadi insan yang utuh, Pendidikan Indonesia saat ini adalah

mandiri, dan bertanggungjawab. pada zaman kolonial pendidikan

sangat terbatas dalam segala hal,

Harapan sangat berbeda dengan zaman
Sebagai seorang pendidik, saya
berharap agar masyarakat atau pun sekarang yang semuanya sudah

serba teknologi. Pendidikan zaman

FORTOFOLIO MODUL 1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK HENI TRISULISTANTI

GURU BERGERAK INDONESIA MAJU 4

kolonial hanya bisa dinikmati pegawai pemerintahan atau
golongan lapisan atas sedangkan
zaman sekarang pendidikan perusahaan
diupayakan merata untuk seluruh
rakyat indoneisa 3. Persamaan antara situasi Pendidikan

1.1.a.4. Eksplorasi Konsep - Refleksi jaman Kolonial dan situasi
Diri Tentang Pemikiran Ki Hadjar
Dewantara Pendidikan Indonesia saat ini adalah

Potret pendidikan Indonesia sejak bertujuan untuk mencerdaskan
zaman kolonial hingga kini
Mengawali refleksi filosifis Pendidikan bangsa
Indonesia, Anda diminta untuk
menyimak video "Pendidikan Zaman 4. Perbedaan antara situasi Pendidikan
Kolonial" di bawah ini. Bapak/Ibu CGP
dapat melihat perjalanan Pendidikan jaman Kolonial dan situasi
Indonesia sebelum kemerdekaan dan
peran sekolah Taman Siswa sejak Pendidikan Indonesia saat ini adalah
pendiriannya di tahun 1922.
pada zaman kolonial pendidikan

sangat terbatas dalam segala hal,

sangat berbeda dengan zaman

sekarang yang semuanya sudah serba

teknologi. Pendidikan zaman kolonial

hanya bisa dinikmati golongan

lapisan atas sedangkan zaman

sekarang pendidikan diupayakan

merata untuk seluruh rakyat

indoneisa

Asas Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Ki Hadjar Dewantara (KHD)

membedakan kata Pendidikan dan

Pengajaran dalam memahami arti dan

tujuan Pendidikan. Menurut KHD,

pengajaran (onderwijs) adalah bagian

dari Pendidikan. Pengajaran

merupakan proses Pendidikan dalam

memberi ilmu atau berfaedah untuk

kecakapan hidup anak secara lahir

https://youtu.be/YBqW3vwIw-c dan batin. Sedangkan Pendidikan

(opvoeding) memberi tuntunan

Merefleksi diri terhadap perjalanan terhadap segala kekuatan kodrat yang

Pendidikan Indonesia sebelum dimiliki anak agar ia mampu

Kemerdekaan dan mencapai keselamatan dan

membandingkannya dengan kondisi kebahagiaan yang setinggi-tingginya

pendidikan saat ini pada konteks baik sebagai seorang manusia maupun

sekolah sebagai anggota masyarakat. Jadi

1. Bagian mana yang paling menarik menurut KHD (2009), “pendidikan dan

adalah Pendidikan yang hanya pengajaran merupakan usaha

diberikan kepada masyarakat persiapan dan persediaan untuk

tertentu segala kepentingan hidup manusia,

2. tujuan pendidikan yang dapat dilihat baik dalam hidup bermasyarakat

dari video ini pada zaman Kolonial maupun hidup berbudaya dalam arti

mengajarkan baca tulis pada calon yang seluas-luasnya”.

FORTOFOLIO MODUL 1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK HENI TRISULISTANTI

GURU BERGERAK INDONESIA MAJU 5

Pendidikan adalah tempat persemaian mendapatkan pengairan dan cahaya
benih-benih kebudayaan dalam
masyarakat. KHD memiliki keyakinan matahari serta ‘tangan dingin’ pak tani,
bahwa untuk menciptakan manusia
Indonesia yang beradab maka maka biji jagung itu mungkin tumbuh
pendidikan menjadi salah satu kunci
utama untuk mencapainya. Pendidikan namun tidak akan optimal.
dapat menjadi ruang berlatih dan
bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan Dalam proses ‘menuntun’ anak diberi
yang dapat diteruskan atau diwariskan.
kebebasan namun pendidik sebagai

‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan

arahan agar anak tidak kehilangan arah

dan membahayakan dirinya. Seorang

‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’

agar anak dapat menemukan

Dasar-Dasar Pendidikan kemerdekaannya dalam belajar.
Ki Hadjar menjelaskan bahwa tujuan
pendidikan yaitu: "menuntun segala KHD juga mengingatkan para pendidik
kodrat yang ada pada anak-anak, agar
mereka dapat mencapai keselamatan untuk tetap terbuka namun tetap
dan kebahagiaan yang setinggi-
tingginya baik sebagai manusia maupun waspada terhadap perubahan-
sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab
itu, pendidik itu hanya dapat perubahan yang terjadi, “waspadalah,
menuntun tumbuh atau hidupnya
kekuatan kodrat yang ada pada anak- carilah barang-barang yang bermanfaat
anak, agar dapat memperbaiki lakunya
(bukan dasarnya) hidup dan untuk kita, yang dapat menambah
tumbuhnya kekuatan kodrat anak”
kekayaan kita dalam hal kultur lahir

atau batin. Jangan hanya meniru.

Hendaknya barang baru tersebut

dilaraskan lebih dahulu”. KHD

menggunakan ‘barang-barang’ sebagai

simbol dari tersedianya hal-hal yang

dapat kita tiru, namun selalu menjadi

pertimbangan bahwa Indonesia juga

Dalam menuntun laku dan memiliki potensi-potensi kultural yang

pertumbuhan kodrat anak, KHD dapat dijadikan sebagai sumber belajar.

mengibaratkan peran pendidik seperti

seorang petani atau tukang kebun. Kodrat Alam dan Kodrat Zaman
KHD menjelaskan bahwa dasar
Anak-anak itu seperti biji tumbuhan Pendidikan anak berhubungan dengan
kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat
yang disemai dan ditanam oleh pak tani alam berkaitan dengan “sifat” dan
“bentuk” lingkungan di mana anak
atau pak tukang kebun di lahan yang berada, sedangkan kodrat zaman
berkaitan dengan “isi” dan “irama”
telah disediakan. Anak-anak itu

bagaikan bulir-bulir jagung yang

ditanam. Bila biji jagung ditempatkan di

tanah yang subur dengan mendapatkan

sinar matahari dan pengairan yang baik

maka meskipun biji jagung adalah bibit KHD mengelaborasi Pendidikan terkait

jagung yang kurang baik (kurang kodrat alam dan kodrat zaman sebagai

berkualitas) dapat tumbuh dengan baik berikut

karena perhatian dan perawatan dari “Dalam melakukan pembaharuan yang

pak tani. Demikian sebaliknya, terpadu, hendaknya selalu diingat

meskipun biji jagung itu disemai adalah bahwa segala kepentingan anak-anak

bibit berkualitas baik namun tumbuh di didik, baik mengenai hidup diri

lahan yang gersang dan tidak pribadinya maupun hidup

FORTOFOLIO MODUL 1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK HENI TRISULISTANTI

GURU BERGERAK INDONESIA MAJU 6

kemasyarakatannya, jangan sampai perpaduan harmonis antara cipta dan

meninggalkan segala kepentingan karsa demikian pula Bahagia.

yang berhubungan dengan kodrat Lebih lanjut KHD menjelaskan, keluarga

keadaan, baik pada alam maupun menjadi tempat yang utama dan paling

zaman. Sementara itu, segala bentuk, baik untuk melatih pendidikan sosial

isi dan wirama (yakni cara dan karakter baik bagi seorang anak.

mewujudkannya) hidup dan Keluarga merupakan tempat

penghidupannya seperti demikian, bersemainya pendidikan yang

hendaknya selalu disesuaikan dengan sempurna bagi anak untuk melatih

dasar-dasar dan asas-asas hidup kecerdasan budi-pekerti (pembentukan

kebangsaan yang bernilai dan tidak watak individual). Keluarga juga

bertentangan dengan sifat-sifat menjadi ruang untuk mempersiapkan

kemanusiaan” (Ki Hadjar Dewantara, hidup anak dalam bermasyarakat

2009, hal. 21) dibanding dengan pusat pendidikan

KHD hendak mengingatkan pendidik lainnya.

bahwa pendidikan anak sejatinya Alam keluarga menjadi ruang bagi anak

melihat kodrat diri anak dengan selalu untuk mendapatkan teladan, tuntunan,

berhubungan dengan kodrat zaman. pengajaran dari orang tua. Keluarga

Bila melihat dari kodrat zaman saat ini, juga dapat menjadi tempat untuk

pendidikan global menekankan pada berinteraksi sosial antara kakak dan

kemampuan anak untuk memiliki adik sehingga kemandirian dapat

Keterampilan Abad 21 dengan melihat tercipta karena anak-anak saling belajar

kodrat anak Indonesia sesungguhnya. antar satu dengan yang lain dalam

KHD mengingatkan juga bahwa menyelesaikan persoalan yang mereka

pengaruh dari luar tetap harus disaring hadapi. Oleh sebab itu, Peran orang tua

dengan tetap mengutamakan kearifan sebagai guru, penuntun dan pemberi

lokal budaya Indonesia. Oleh sebab itu, teladan menjadi sangat penting dalam

isi dan irama yang dimaksudkan oleh pertumbuhan karakter baik anak.

KHD adalah muatan atau konten

pengetahuan yang diadopsi sejatinya Dasar-Dasar Pendidikan
1. Arti dan Masksud Pendidikan
tidak bertentangan dengan nilai-nilai Kata ‘Pendidikan’ dan ‘Pengajaran’ itu
seringkali dipakai bersama-sama.
kemanusiaan. KHD menegaskan juga Sebenarnya gabungan kedua kata itu
dapat mengeruhkan pengertiannya yang
bahwa didiklah anak-anak dengan cara asli. Ketahuilah, pembaca yang
terhormat, bahwa sebenarnya yang
yang sesuai dengan tuntutan alam dan dinamakan ‘pengajaran’ (onderwijs) itu
merupakan salah satu bagian dari
zamannya sendiri. pendidikan. Maksudnya, pengajaran itu
tidak lain adalah pendidikan dengan
Budi Pekerti cara memberi ilmu atau berfaedah buat
hidup anak-anak, baik lahir maupun
Menurut KHD, budi pekerti, atau watak batin.
Sekarang saya akan menerangkan arti
atau karakter merupakan perpaduan dan maksud pendidikan (opvoeding)

antara gerak pikiran, perasaan dan

kehendak atau kemauan sehingga

menimbulkan tenaga. Budi pekerti juga

dapat diartikan sebagai perpaduan

antara Cipta (kognitif), Karsa (afektif)

sehingga menciptakan Karya

(psikomotor). Sedih merupakan

FORTOFOLIO MODUL 1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK HENI TRISULISTANTI

GURU BERGERAK INDONESIA MAJU 7

pada umumnya. Dengan sengaja saya dan hidup lahir dari anak-anak itu
karena kekuasaan kodrat. Kita kaum
memakai keterangan ‘pada umumnya’, pendidik hanya dapat menuntun
tumbuh atau hidupnya kekuatan-
karena dalam arti khususnya, kekuatan itu, agar dapat memperbaiki
lakunya (bukan dasarnya) hidup dan
pendidikan mempunyai beragam jenis tumbuhnya itu.
Uraian tersebut akan lebih jelas jika kita
pengertian. Bisa dikatakan bahwa tiap- ambil contoh perbandingannya dengan
hidup tumbuh-tumbuhan seorang
tiap aliran hidup, baik aliran agama petani (dalam hakikatnya sama
kewajibannya dengan seorang pendidik)
maupun aliran kemasyarakatan yang menanam padi misalnya, hanya
dapat menuntun tumbuhnya padi, ia
mempunyai maksud yang berbeda. dapat memperbaiki kondisi tanah,
memelihara tanaman padi, memberi
Tidak hanya maksud dan tujuannya pupuk dan air, membasmi ulat-ulat
atau jamur-jamur yang mengganggu
yang berbeda-beda, cara mendidiknya hidup tanaman padi dan lain
sebagainya. Meskipun pertumbuhan
juga tidak sama. Mengenai keadaan tanaman pada dapat diperbaiki, tetapi ia
tidak dapat mengganti kodrat-iradatnya
yang penting ini, saya kan menerangkan padi. Misalnya ia tak akan dapat
menjadikan padi yang ditanamnya itu
secara lebih luas. tumbuh sebagai jagung. Selain itu, ia
juga tidak dapat memelihara tanaman
Walaupun bermacam-macam maksud, padi tersebut seperti hanya cara
memelihara tanaman kedelai atau
tujuan, cara, bentuk, syarat-syarat dan tanaman lainnya. Memang benar, ia
dapat memperbaiki keadaan padi yang
alat-alat dalam soal pendidikan, ditanam, bahkan ia dapat juga
menghasilkan tanaman padi itu lebih
pendidikan yang berhubungan dengan besar daripada tanaman yang tidak
dipelihara, tetapi mengganti kodrat padi
aliran-aliran hidup yang beragam itu itu tetap mustahil. Demikianlah
pendidikan itu, walaupun hanya dapat
memiliki dasar-dasar atau garis-garis ‘menuntun’, akan tetapi faedahnya bagi
hidup tumbuhnya anak-anak sangatlah
yang sama. besar.
3. Perlukah Tuntunan Pendidikan
Menurut pengertian umum, itu?
Meskpun pendidikan itu hanya
berdasarkan apa yang dapat kita ‘tuntunan’ saja di dalam hidup
tumbuhnya anak-anak, tetapi perlu
saksikan dalam beragam jenis juga Pendidikan itu berhubungan
dengan kodrat keadaan dan keadaannya
pendidikan itu, pendidikan diartikan

sebagai ‘tuntunan dalam hidup

tumbuhnya anak-anak’. Maksud

Pendidikan yaitu: menuntun segala

kodrat yang ada pada anak-anak, agar

mereka dapat mencapai keselamatan

dan kebahagiaan yang setinggi-

tingginya baik sebagai manusia maupun

sebagai anggota masyarakat.

2. Hanya Tuntunan dalam Hidup

Pertama kali harus diingat, bahwa

pendidikan itu hanya suatu ‘tuntunan’

di dalam hidup tumbuhnya anak-anak

kita. Artinya, bahwa hidup tumbuhnya

anak itu terletak di luar kecakapan atau

kehendak kita kaum pendidik. Anak-

anak itu sebagai makhluk, manusia,

dan benda hidup, sehingga mereka

hidup dan tumbuh menurut kodratnya

sendiri. Seperti penjelasan sebelumnya,

bahwa ‘kekuatan kodrat yang ada pada

anak-anak itu’ tiada lain ialah segala

kekuatan yang ada dalam hidup batin

FORTOFOLIO MODUL 1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK HENI TRISULISTANTI

GURU BERGERAK INDONESIA MAJU 8

setiap anak. Andaikata anak tidak baik keadaan tanaman. Kalau tidak ada

dasarnya, tentu anak tersebut perlu pemeliharaan, sedangkan keadaan

mendapatkan tuntunan agar semakin tanahnya tidak baik, atau tempat

baik budi pekertinya. Anak yang dasar jatuhnya biji jagung itu tidak mendapat

jiwanya tidak baik dan juga tidak sinar matahari atau kekurangan air,

mendapat tuntunan pendidikan, tentu maka biji jagung itu (walaupun

akan mudah menjadi orang jahat. Anak dasarnya baik), tidak akan dapat

yang sudah baik dasarnya juga masih tumbuh baik karena pengaruh keadaan.

memerlukan tuntunan. Tidak saja Sebaliknya kalau sebutir jagung tidak

dengan tuntunan itu ia akan baik dasarnya, akan tetapi ditanam

mendapatkan kecerdasan yang lebih dengan pemeliharaan yang sebaik-

tinggi dan luas, akan tetapi dengan baiknya oleh bapak tani, maka biji itu

adanya tuntunan itu ia dapat terlepas akan dapat tumbuh lebih baik daripada

dari segala macam pengaruh jahat. biji lainnya yang juga tidak baik

Tidak sedikit anak-anak yang baik dasarnya.

dasarnya, tetapi karena pengaruh- 4. Dasar Jiwa Anak dan Kekuasaan

pengaruh keadaan yang buruk, Pendidikan

kemudian menjadi orang-orang jahat. Yang dimaksud dengan istilah ‘dasar-

Pengaruh-pengaruh yang dimaksudkan jiwa’ yaitu keadaan jiwa yang asli

itu ialah pengaruh yang muncul dari menurut kodratnya sendiri dan belum

beragam jenis keadaan anak. Anak yang dipengaruhi oleh keadaan di luar diri.

satu mungkin hidup dalam keluarga Dengan kata lain, keadaan jiwa yang

yang serba kekurangan, sehingga dibawa oleh anak ketika lahir di dunia.

ditemui beragam jenis kesukaran yang Mengenai dasar jiwa yang dimiliki anak-

menghambat kecerdasan budi anak. anak itu, terdapat tiga aliran yang

Bisa juga dalam keluarga itu tidak berhubungan dengan soal daya

ditemui kemiskinan keduniawian, akan Pendidikan. Pertama, yaitu anak yang

tetapi amat kekurangan budi luhur atau lahir di dunia itu diumpamakan seperti

kesucian, sehingga anak-anak mudah sehelai kertas yang belum ditulis,

terkena pengaruh-pengaruh yang jahat. sehingga kaum pendidik boleh mengisi

Menurut ilmu pendidikan, hubungan kertas yang kosong itu menurut

antara dasar dan keadaan itu terdapat kehendaknya. Artinya, si pendidikk

adanya ‘konvergensi’. Artinya, keduanya berkuasa sepenuhnya untuk

saling mempengaruhi, hingga garis membentuk watak atau budi seperti

dasar dan garis keadaan itu selalu tarik- yang diinginkan. Teori ini dinamakan

menarik dan akhirnya menjadi satu. teori rasa (lapisan lilin yang masih dapat

Mengenai perlu tidaknya tuntunan dicoret-coret oleh si pendidik). Namun,

dalam kehidupan manusia, sama aliran ini merupakan aliran lama yang

artinya dengan soal perlu tidaknya sekarang hampir tidak diakui

pemeliharaan pada tumbuh- kebenarannya di kalangan kaum

kembangnya tanaman. Misalnya, kalau cendikiawan. Kedua, ialah aliran

sebutir jagung yang baik dasarnya jatuh negative, yang berpendapat, bahwa

pada tanah yang baik, banyak air, dan anak itu lahir sebagai sehelai kertas

mendapatkan sinar matahari yang yang sudah ditulisi sepenuhnya,

cukup, maka pemeliharaan dari bapak sehingga pendidikan dari siapapun

tani tentu akan menambah baiknya tidak mungkin dapat mengubah

FORTOFOLIO MODUL 1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK HENI TRISULISTANTI

GURU BERGERAK INDONESIA MAJU 9

karakter anak. Pendidikan hanya dapat disebut ‘biologis’ yang tak dapat

mengawasi dan mengamati supaya berubah ialah bagian-bagian jiwa

pengaruh-pengaruh yang jahat tidak mengenai ‘perasaan’ yang berjenis-jenis

mendekati diri anak. Jadi, aliran negatif di dalam jiwa manusia. Misalnya, rasa

menganggap bahwa pendidikan hanya takut, ras malu, rasa kecewa, rasa iri,

dapat menolak pengaruh-pengaruh dari rasa egoisme, rasa sosial, rasa agama,

luar, sedangkan budi pekerti yang tidak rasa berani, dan sebagainya. Rasa-rasa

nampak ada di dalam jiwa anak tak itu tetap pada di dalam jiwa manusia,

akan diwujudkan. mulai anak masih kecil hingga menjadi

Ketiga, ialah aliran yang terkenal orang dewasa.

dengan nama convergentie-theorie. Seringkali anak yang penakut, sesudah

Teori ini mengajarkan, bahwa anak yang mendapatkan didikan yang baik akan

dilahirkan itu diumpamakan sehelai segera hilang rasa takut tersebut.

kertas yang sudah ditulisi penuh, tetapi Sebenarnya anak itu bukan berubah

semua tulisan-tulisan itu suram. Lebih menjadi orang yang berwatak

lanjut menurut aliran ini, pendidikan itu pemberani, hanya saja rasa takutnya itu

berkewajiban dan berkuasa menebalkan tidak nampak karena sudah

segala tulisan yang suram dan yang mendapatkan kecerdasan pikiran.

berisi baik, agar kelak nampak sebagai Akibatnya, anak tersebut mulai pandai

budi pekerti yang baik. Segala tulisan menimbang dan memikir sesuatu

yang mengandung arti jahat hendaknya sehingga dapat memperkuat

dibiarkan, agar jangan sampai menjadi kemauannya untuk tidak takut. Hal

tebal, bahkan makin suram. inilah yang dapat menutup rasa takut

5. Tabiat yang Dapat dan yang Tidak yang asli dimiliki anak tersebut. Karena

Dapat Berubah ketakuannya itu hanya ‘tertutup’ saja

Menurut convergentie-theorie, watak oleh pikirannya, maka anak tersebut

manusia itu dibagi menjadi dua bagian. terkadang diserang rasa takut dengan

Pertama, dinamakan bagian yang tiba-tiba. Keadaan ini terjadi jika

intelligible, yakni bagian yang pikirannya sedang tak bergerak. Kalau

berhubungan dengan kecerdasan pikirannya tak bergerak seberat saja,

angan-angan atau pikiran (intelek) serta maka ia seketika akan takut lagi menurt

dapat berubah menurut pengaruh dasar biologisnya sendiri.

pendidikan atau keadaan. Kedua, Demikian pula orang yang bertabiat

dinamakan bagian yang biologis, yakni pemalu, belas-kasihan, bengis, murka,

bagian yang berhubungan dengan dasar pemarah dan sebagainya, selama ia

hidup manusia (bios = hidup) dan yang sempat memikirkan segala keadaannya,

dikatakan tidak dapat berubah lagi maka ia dapat menahan nafsunya yang

selama hidup. Yang disebut intelligible asli. Namun, jika pikirannya tidak

yang dapat berubah karena pengaruh sempat bergerak (dalam keadaan yang

misalnya kelemahan pikiran, tiba-tiba datangnya), tentulah tabiat-

kebodohan, kurang baiknya tabiatnya yang asli itu akan muncul

pemandangan, kurang cepatnya dengan sendiri.

berpikir dan sebagainya. Dengan kata 6. Perlunya Menguasai Diri dalam

lain, keadaan pikiran, serta kecakapan Pendidikan Budi Pekerti

untuk menimbang-nimbang dan kuat- Watak bologis dan tidak dapat lenyap

lemahnya kemauan. Bagian yang dari jiwa manusia sangat banyak

FORTOFOLIO MODUL 1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK HENI TRISULISTANTI

GURU BERGERAK INDONESIA MAJU 10

contohnya. Kita juga dapat melihat demikian menurut pengajaran adat atau

dalam kehidupan setiap manusia. etika.

Misalnya, orang yang karena Kita sekarang sampai pada pembahasan

pendidikannya, keadaan dan pengaruh ‘budi pekerti’ atau ‘watak’ diartikan

lainnya, seharusnya berbudi dermawan. sebagai bulatnya jiwa manusia. Dalam

Namun demikian, jika ia memang bahasa asing, disebut sebagai ‘karakter’,

mempunyai dasar watak kikir atau pelit, yaitu jiwa yang berazaz hukum

maka ia kan selalu keliatan kikir, kebatinan. Orang yang mempunyai

walaupun orang tersebut tahu akan kecerdasan budi pekerti akan

kewajibannya sebagai dermawan senantiasa memikirkan dan merasakan

terhadap fakir miskin (ini pengaruh serta memakai ukuran, timbangan dan

pendidikannnya yang baik). Semasa ia dasar-dasar yang pasti dan tetap. Watak

tidak sempat berpikir, tentulah tabiat atau budi pekerti bersifat tetap dan pasti

kikir orang tersebut itu akan selalu pada setiap manusia, sehingga kita

kelihatan. Setidak-tidaknya dapat dengan mudah membedakan

kedermawanan orang itu akan berbeda orang yang satu dengan yang lainnya.

dengan orang yang memang berdasar Budi pekerti, watak, atau karakter

watak dermawan. merupakan hasil dari bersatunya gerak

Janganlah pendidik itu berputus asa pikiran, perasaan, dan kehendak atau

kerana menganggap tabiat-tabiat yang kemauan sehingga menimbulkan

biologis (hidup perasaan) itu tidak dapat tenaga. Perlu diketahui bahwa budi

dilenyapkan sama sekali. Memang berarti pikiran-perasaan-kemauan,

benar kecerdasan intelligible (hidup sedangkan pekerti artinya ‘tenaga’. Jadi

angan-angan) hanya dapat menutupi budi pekerti merupakan sifat jiwa

tabiat-tabiat perasaan yang tidak baik, manusia, mulai angan-angan hingga

akan tetapi harus diingat bahwa dengan menjelma sebagai tenaga.

menguasai diri (zelfbeheersching) secara Dengan adanya budi pekerti, setiap

tetap dan kuat, ia akan dapat manusia berdiri sebagai manusia,

melenyapkan atau mengalahkan tabiat- dengan dasar-dasar yang jahat dan

tabiat biologis yang tidak baik itu. Jadi, memang dapat dihilangkan, maupan

kalau kecerdasan budi yang dimiliki dalam arti neutraliseeren (menutup,

orang tersebut sungguh baik, yaitu mengurangi) tabiat-tabiat jahat yang

dapat mengadakan budi pekerti yang biologis atau yang tak dapat lenyap

baik dan kokoh sehingga dapat sama sekali karena sudah Bersatu

mewujudkan kepribadian dengan jiwa.

(persoonlikjkheid) dan karakter (jiwa 7. Jenis-Jenis Budi Pekerti

yang berazas hukum kebatinan), Setelah kita mengetahui bahwa budi

maka ia akan selalu dapat mengalahkan pekerti seseorang itu dapat

nafsu dan tabiat-tabiatnya yang asli dan mewujudkan sifat kebatinan seseorang

biologis tadi. dengan pasti dan tetap, kita juga harus

Oleh karena itu, menguasai diri mengetahui pula bahwa tida ada dua

(zelfbeheersching) merupakan tujuan budi pekerti orang yang sama. Jadi,

pendidikan dan maksud keadaban. sama keadaanya dengan roman muka

‘Beschaving is zelfbeheersching’ (adab manusia, tidak ada dua orang yang

itu berarti dapat menguasai diri), sama. Meskipun, orang dapat

membedakan budi pekerti manusia

FORTOFOLIO MODUL 1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK HENI TRISULISTANTI

GURU BERGERAK INDONESIA MAJU 11

menjadi beberapa macam atau jenis pekerti orang dengan melihat cara

(typen), sehingga orang dapat seseorang memandang dirinya sendiri

mempunyai ikhtisar tentang garis-garis sebagai pusat pemandangan, atau

atau sifat-sifat watak orang secara sebaliknya, sebagai sebagain saja dari

umum. alam yang besar ini (Adler, Kunkel). Ada

Pembagian budi pekerti menjadi pula yang mengadakan pembagian

beberapa jenis tesrbut berdasarkan introversen dan exroversen (Jung), yaitu

pada sifat angan-angan, sifat orang yang selalu memandang ke dalam

perasaaan, dan sifat kemauan batinnya sendiri, atau yang memandang

(analystis) kemudian, tiga sifat itu ke arah luar, dan demikianlah

digabungkan menjadi satu (synthetis); seterusnya.

sehingga mewujudkan suatu macam Dalam soal watak atau budi pekerti

atau tipe budi pekerti yang pasti. Salah manusia, jangan dilupakan bahwa tiap-

satu pembagian tipe budi pekerti yang tiap manusia mendapat pengaruh dari

terkenal disampaikan oleh almarhum yang menurunkan (eferlijkheidsleer).

Prof. Dr. Heymans, guru besar Jadi , sama pula dengan menurunnya

Universitas Groningen, yang sudah sifat-sifat jasmani dari tiap-tiap orang

mengadakan penyelidikan disertai (sifatnya roman muka, rambutnya,

percobaan dan ditetapkan adanya 8 warna kulitnya, pendek-tingginya

jenis budi pekerti orang. badan, dan lain-lain). Jangan dilupakan

Ada pula yang membagi budi pekerti juga bahwa seperti yang sudah

menjadi beberapa jenis berdasarkan diuraikan sebelumnya, pendidikan dan

hasrat seseorang. Jadi, bukan segala pengalaman tersebut

pembagian analytis, akan tetapi berpengaruh besar pada tumbuhnya

pembagian secara global dan etis (etis = budi pekerti.

menurut rasa adab). Adapun Prof. 8. Naluri Pendidikan

Spranger membagi budi pekerti menjadi Setelah ikhtisar arti, maksud, dan

6 jenis, yakni bersandar pada Hasrat tujuan pendidikan dijelaskan pada

orang pada: uraian sebelumnya, sekarang akan

1. Kekuasaan (machtsmensch), dijelaskan bagian-bagian khusus: untuk

2. Agama (religious mench), permulaan mengenai syarat-syarat dan

3. Keindahan (kunstmensch), alat-alat dalam pendidikan yang teratur.

4. Kegunaan atau faedah (nutsmensch Disebut ‘yang teratur’, sebab pendidikan

atau econimisch mensch), itu sebenarnya berlaku di tiap-tiap

5. Pengetahuan atau kenyataan keluarga dengan cara yang tidak

(wetenschaps) dan teratur. Berlakunya pendidikan dari

6. Menolong mendermakan atau tiap-tiap orang terhadap anak-anak

mengabdi (sociale mensch). terbawa oleh adanya paedagogis

Selain dua macam pembagian tersebut instinct, yakni keinginan dan kecakapan

terdapat pula teori-teori tentang jenis- tiap-tiap manusia untuk mendidik

jenis budi pekerti yang lain. Misalnya, anak-anaknya agar selamat dan

menghubungkan sifat jasmani bahagia. Naluri atau instinct

seseorang dengan watak orang tersebut disebabkan pula oleh adanya naluri

(Prof. Kretschner), seperti ilmu firasat yang pokok (oerinstinct), yang bertujuan

dari Imam Syafi’i. kemudian, terdapat agar terwujudnya keberlangsungan

pula pendapat yang mengukur budi-

FORTOFOLIO MODUL 1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK HENI TRISULISTANTI

GURU BERGERAK INDONESIA MAJU 12

keturunan (ngudhi-tuwuh), behoud van (lihat no.1 dan no.2 diatas). Pengukir

de sort). wajib mengetahui jenis kayu yang keras

Pendidikan yang dilakukan oleh setiap dan yang tidak keras, yang boleh

orang terhadap anak-anaknya, pada dipergunakan untuk ukiran yang halus

umumnya hanya berdasarkan pada atau yang kasar, begitu seterusnya.

cara-kebiasaan (taditie, sleur) dan Karena pendidikan itu ‘mengukir’

seringkali dipengaruhi oleh perasaan manusia, sementara manusia

yang berganti-ganti dari si pendidik. mempunyai hidup lahir dan batin, maka

Dengan kata lain, tidak dengan ilmu kemanusiaan itu ada dua macam,

‘keinsyafan’ dan tidak tetap. Jika yaitu Ilmu Jiwa (psychologie) dan Ilmu

terdapat keinsyafan, maka keinsyafan Hidup Jasmani (fysionlogie), seperti

itu hanya berdasar atas ‘perkiraan’ atau tersebut pada no.1 dan no.2. Seorang

‘rabaan’ belaka, yakni tida berdasarkan pengukir kayu yang hendak

pengetahuan. Andaikata ada dasar mewujudkan pekerjaan (ukiran-ukiran)

pengetahuan yang berasal dari yang baik, harus mengerti tentang

‘pengalaman’, sehingga hal ini berarti keindahan-keindahan ukiran. Bagi

kurang luar (eenzijdig). seorang pendidik sama halnya harus

9. Syarat-Syarat Pengetahuan mengerti tentang keindahan-keindahan

Pendidikan yang teratur yaitu batin dan lahir (etika dan estetika),

pendidikan yang berdasarkan pada karena manusia itu bersifat batin dan

pengetahuan, yang dinamakan “Ilmu lahir (lihat no.3 dan no.4)

Pendidikan”. Ilmu ini tidak berdiri Akhirnya, seorang pengukir kayu dapat

sendiri, akan tetapi masih berhubungan menghasilkan karya ukiran-ukiran yang

ilmu-ilmu lainnya, yang dinamakan bagus kalau ia mempunyai

ilmu syarat-syarat pendidikan pengetahuan tentang beragam jenis

(hulpwetenschappen), yang terbagi ukiran dari pengukir-pengukir lainya,

menjajdi 5 jenis, yaitu: baik zaman sekarang maupun zaman

1. Ilmu hidup batin manusia (ilmu jiwa, dahulu, di negerinya sendiri atau di

psychologie); negeri asing. Itulah ilmu ‘tambo

2. Ilmu hidup jasmani manusia pendidikan’ bagi kaum Pendidik.

(fysiologie); Dengan mengadakan perbandingan

3. Ilmu keadaan atau kesopanan (etika tersebut, maka kita tidak perlu

atau moral); memberikan keterangan sendiri secara

4. Ilmu keindahan atau ketertiban-lahir luas, karena setiap pembaca dapat

(estetika); membuat keterangan sendiri yang

5. Ilmu tambo Pendidikan (ikhtisar panjang, lebar dan terang.

cara-cara Pendidikan) 10. Peralatan Pendidikan

Untuk memahami perlunya mempunyai Yang dimaksud dengan ‘peralatan’

5 jenis pengetahuan tersebut, kita dapat adalah alat-alat pokok, yakni cara-cara

mengadakan perbandingan antara mendidik. Perlu diketahui bahwa cara-

keadaan seorang ‘juru didik’ dengan cara mendidik beragam banyaknya,

tukang pengukir kayu. Seorang akan tetapi pada dasarnya cara tersebut

pengukir kayu tentu wajib mempunyai dapat dibagi seperti berikut:

pengetahuan yang dalam dan luas 1. Memberi contoh (voorbeld);

tentang hakikat atau keadaan kayu. 2. Pembiasaan (pakulinan,

Maksudnya, ia harus tahu ilmu kayu gewoontervorming)

FORTOFOLIO MODUL 1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK HENI TRISULISTANTI

GURU BERGERAK INDONESIA MAJU 13

3. Pengajaran (wulang-wuruk, leering) Barangkali pembaca sudah pernah

4. Perintah, paksaan dan hukuman mendengar, bahwa dalam Taman Siswa

(regearing en tucht); diadakan kelompok Taman Anak, yang

5. Tindakan (laku, zelfberheersching, di HIS sama dengan Voorklas, Kelas 1, II

zelfdiscipline); dan III. Sementara, kelompok yang

6. Pengalaman lahir dan batin kedua dinamakan Lagere School (Taman

(nglakoni, ngrasa, beleving). Muda), yaitu mulai kelas 4 sampai 7 jika

Cara-cara tersebut tidak perlu menurut aturan HIS.

dilakukan semuanya, bahkan ada kaum Kedua kelompok tersebut mempunyai

pendidik yang tidak sepakat dengan ketua sendiri-sendiri,. Metode

salah satu cara. Misalnya, para pendidik pengajaran yang digunakan pada

dari pihak vrije opvoeding (Pendidikan keduanya juga berdea. Umpanyanya,

bebas), tidak suka memakai alat nomor pengajar di Taman Anak semunya

4 (perintah, paksaan, hukuman). adalah guru wanita (sontrang/mentrik).

Seringkali pendidik menggunakan salah Sebab, rasa batin anak kecil (kecintaan,

satu cara saja dan pada umumnya tasa takut, bangga, manja) masih

disesuaikan dengan keadaan-keadaan tertuju kepada Ibunya sehingga anak-

tertentu, misalnya disesuaikan dengan anak tersebut masih sehati dengan

umur anak-anak didik. pendidik wanita. Adapun pada HIS kelas

11. Hubungan dengan Umur yang tinggi, anak-anak kebanyakan

Untuk keperluan Pendidikan, umur sudah berlagak seperti laki-laki dewasa

anak didik dibagi menjadi 3 masa, dan suka bergaul dengan bapaknya.

masing-masing dari 7 atau 8 tahun (1 Oleh karena itu, mereka harus dididik

windu): a) waktu pertama (1-7 tahun) oleh guru laki-laki.

dinamakan masa kanak-kanak Selain itu, mata pelajaran di Taman

(kinderperiode); b) waktu kedua (7-14 Anak tersebut dikonsentrasikan pada

tahun), yakni masa pertumbuhan jiwa pelajaran Latihan panca indra. Sebab,

pikiran (intillectueele periode); dan c) mendidik anak kecil itu bukan atau

masa ketiga (14-21 tahun) dinamakan belum memberikan pengetahuan, akan

masa terbentuknya budi pekerti (sociale tetapi baru berusaha akan

periode). menyempurnakan rasa pikiran. Segala

Apabila alat-alat atau cara-cara tenaga dan tingkah laku lahir yang

Pendidikan di atas dihubungkan dengan mereka miliki sebenarnya besar

umur anak-anak, maka berikut dapat pengaruhnya bagi kehidupan batin

disajikan penggunaan cara sesuai mereka dan demikian pula sebaliknya.

dengan umur tersebut: Jalan perantaraan Pendidikan lahir ke

a) Masa kanak-kanak: cara no.1 dan dalam batinnya tesebut adalah melalui

no.2; paca indra. Maka dari itu, Latihan paca

b) Masa ke-2: cara no. 3 dan no. 4; indra adalah pekerjaan lahir untuk

c) Masa ke-3: cara no. 5 dan no.6. mendidik batin (pikiran, rasa, kemauan,

nafsu dan lain-lain)

Metode Montesori, Frobel dan Taman Di Eropa, metode pengajaran seperti itu
Anak
Permainan Anak Adalah Pendidikan juga diakui. Orang yang pertama

mendidik anak dnegna cara demikian

ialah sang pujangga pendidik, Dr.

Frobel. Selain itu, juga ada sang pujangg

FORTOFOLIO MODUL 1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK HENI TRISULISTANTI

GURU BERGERAK INDONESIA MAJU 14

wanita, yakni Dr. Maria Montessori di (Pemelihara) dengan segala alat-alat
yang bersifat mendidik si anak.
kota Roma (Italia). Metode Frobel dan Beberapa contoh dapat disebutkan,
misalnya permainan anak Jawa seperti:
Montessori in mempunyai perbedaan sumbar, gateng, dan unclang yang
mendidik anak agar saksama (titi
yang cukup besar, tetapi ini yang paritis), cekatan, menjernihkan
penglihatan dan lain-lain. Kemudian
dimiliki sebenarnya sama, yaitu mencari juga permainan seperti: dakon, cublak-
cubak suweng dan kubuk yang
jalan lahir untuk mendidik batin. mendidik anak tentang pengertian
perhitungan dan perkiraan (taksiran).
Mari kita Kembali ke pembahasan selain itu, permainan gobag, trembung,
raton, cu, geritan, obrog, panahan si,
tentang ‘Taman Anak’ di Yogyakarta. jamuran, jelungan, dan lain-lain.nya
yang bersifat olahraga yang tentunya
Dalam proses pembelajarannya, akan mendidik anak dalam hal:
kekuatan dan kesehatan badan,
ternyata tidak hanya kecekatan dan keberanian, ketajaman
dalam penglihatan dan lain-lain ada
mengkonsentrasikan pada pelajaran juga permaianan seperti: mengutas
bunga (ngronce), menyulam daun
(latihan) panca indra saja, tetapi pisang atau janur, atau membuat tikar,
dan pekerjaan anak lainna yang dapat
permainan anak juga dimasukkan pada menjadikan mereka memiliki sikanp
tertib dan teratur.
pembelajaran di sekolah sebagai kultur. Melihat kondisi anak kita sendiri seperti
yang dtelah dijelaskan diatas, sudah
Kita tidak dapat membandingkan barang tentu bahwa kita bangsa
Indonesia juga memiliki sejenis metode
metode Frobel, Montessori dan Taman Montessori dan metode Froble yaitu
Metode Kodrat Iradat (Natur dan
Siswa tentang pengaruh tenaga lahir Evolusi). Bisa juga dinamakan metode
Kaki Among Nini Among, yaitu metode
pada batin seperti berikut: Among Siswa.
Dengan demikian, sangat jelas bahwa
a. Montessori mementingkan pelajaran kita tidak perlu mengadakan barang
tiruan jika memang kitas dudah
panca indra, hingga ujung jari pun mempunyai barang tersebtu sendiri.
Sebagab, barang tiruan tidak akan
dihidupkan rasanya, menghadirkan dapat menyamai barang yang munri
seperti kepunyaan sendiri. Kain cap
beberapa alat untuk latihan panca meskipun indah rupanya, tetapi
derajatnya dibawah kain batik. Yang
indra dan semua itu bersifat boleh kita pakai sebagai alat
penghidupan yaitu barang-barang yang
pelajaran. Anak diberi kemerdekaan

dengan luas, tetapi permainan tidak

dipentingkan.

b. Frobel juga mendjaikan panca indra

sebagai konsentrasi

pembelajarannya, tetapi yang

diutamakan adlah permainan anak-

anak, kegembiraan anak, sehingga

pelajaran panca indra juga

diwujudkan mengjadi barang-

barang yang menyenangkan anak.

Namun, dalam proses

pembelajarannya anak masih

diperintah.

c. Taman Siswa bisa dikatakan memakai

kedua metode tersebut, akan tetapi

pelajaran paca indra dan permainan

aka itu tidak dipisah, yaitu dianggap

satu. Sebab, salam Taman Siswa

terdapat kepercayaan bahwa dalam

segala tingkah laku dan segala

kehidupan anak-anak tersebut

sudah diisi Sang Maha Among

FORTOFOLIO MODUL 1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK HENI TRISULISTANTI

GURU BERGERAK INDONESIA MAJU 15

tidak kita miliki. Namun, waspadalah, Bapak Iwan Syahril. Dengan menjawab
carilah barang-barang yang bermanfaat pertanyaan -pertanyaan berikut:
untuk kita, yang dapat menambah 1. Apakah intisari pemikiran KH
kekayaan kita dalam hal kultur lahir
atau batin. Jangan hanya meniru. Dewantara tentang pendidikan?
Hendaknya barang baru tersebut 2. Ceritakan proses pembelajaran yang
dilaraskan lebih dahulu. Maksdunya,
disesuaikan dengan rasa kita dan mencerminkan pemikiran KH
keadaan hidup kita. Inilah yang Dewantara?
dinamakan “menasionalisasikan”. 3. Apa yang akan lakukan agar proses
Penjelasan singkat tentang permainan pembelajaran yang mencerminkan
anak sebagai alat pendidikan dan juga pemikiran KHD dapat terwujud?
tentang asas-asasnya ‘Taman Anak’ dala 4. Dari konsep pemikiran KHD tersebut,
Taman Siswa yang disesuaikan dengan mana yang sudah Anda terapkan?
metode Montessori dan Frobel tersebut
bertujuan agar kaum pendidik dan ibu-
ibu dapat mengadakan metode sendiri
yang selaras dengan kehidupan bangsa
kita.

Kerangka pemikiran Ki Hajar Dewantara https://drive.google.com/file/d/1AGq5
Untuk memahami secara garis besar 7ijC7g8prJkZpV84nHFG6N-uz-CG/view
Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara
(KHD), Dalam video berikut, Bapak Iwan 1.1.a.5. Ruang Kolaborasi - Mendesain
Syahril menyampaikan intisari dan
interpretasi atas filosofi pendidikan Kerangka Pembelajaran sesuai dengan
nasional gagasan Ki Hajar Dewantara.
Pemikiran KHD
https://youtu.be/-o6z3u_zsYs
Ruang Kolaborasi memberikan ruang
Tanggapan Reflektif Kritis
Berikut merupakan link tanggapan perjumpaan bagi Anda untuk bekerja
reflektif- kritis, setelah menyimak video
tentang intisari dan interpretasi filosofi sama dalam mengembangkan sebuah
Pendidikan nasional gagasan Ki Hajar
Dewantara yang disampaikan oleh sebuah kerangka pembelajaran sesuai

dengan pemikiran KHD yang dapat

diimplementasikan pada konteks lokal

(budaya) daerah asal Anda. Desain

kerangka pembelajaran yang

kontekstual menjadi sebuah langkah

awal perubahan dan transformasi diri

untuk membuat perubahan yang

konkret di kelas dan sekolah Anda.

Anda bekerja dalam kelompok yang
terdiri dari 5 orang. Hasil desain
kerangka pembelajaran yang sesuai
dengan pemikiran KHDl akan
dipresentasikan di ruang diskusi virtual

FORTOFOLIO MODUL 1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK HENI TRISULISTANTI

GURU BERGERAK INDONESIA MAJU 16

untuk mendapatkan tanggapan dan KHD yaitu pendidikan dan pengajaran
pertanyaan dari rekan-rekan Anda dan merupakan usaha persiapan dan
Instruktur. persediaan untuk segala kepentingan
hidup manusia baik dalam hidup
Instruksi penugasan kelompok bermasyarakat maupun hidup
berbudaya. Oleh sebab itu, segala upaya
Anda bekerja dalam kelompok yang yang Anda lakukan saat ini adalah
persiapan pelajar Indonesia menjadi
terdiri dari 5 orang. masyarakat global yang sesuai dengan
nilai-nilai Pancasila dalam konteks lokal
Masing-masing kelompok Indonesia.

mendiskusikan tentang:

1. Apa hal-hal positif yang telah anda

pelajari dari pemikiran KHD yang

juga anda lihat pada budaya di

daerah Anda? Setelah melakukan diskusi kelompok

2. Sepakati satu hal positif dari tentang Mendesain Kerangka

pemikiran KHD yang akan Pembelajaran sesuai dengan Pemikiran

diterapkan di kelas/ sekolah Anda? KHD, maka hasil diskusi kami

Hasil kerangka pembelajaran sesuai presentasikan di room yang disediakan

dengan pemikiran KHD akan dalam LMS dalam bentuk PPT pada link

dipresentasikan di kegiatan ruang berikut:

kolaborasi sesi 2, kamudian dikirimkan

pada kegiatan 1.1.a.5.2. Ruang

Kolaborasi - Unggah Kerangka

Pembelajaran sesuai dengan Pemikiran

KHD.

Kerangka Filosofis ‘Merdeka Belajar’

mengacu pada 7 Profil Pelajar Pancasila,

yaitu: Beriman dan Bertaqwa kepada

Tuhan YME dan Berakhlak Mulia,

Kreatif, Gotong Royong,

Berkebhinekaan Global, Bernalar Kritis,

dan Mandiri. Anda mengembangkan https://docs.google.com/presentation/
d/1NS5cMEDIHECg1iSvJcKZxYLpAfRlu
kerangka filosofis ‘Merdeka Belajar’ UzDgr9lP-YGH_c/edit#slide=id.p1

dengan tujuan utama yaitu ‘Pelajar 1.1.6. Refleksi Terbimbing – Presentasi
Kerangka Filosofi “ Merdeka Belajar :
Indonesia merupakan pelajar sepanjang
1. apa pengetahuan dan pengalaman
hayat yang memiliki kompetensi global baru yang saya dapat setelah
mempelajari secara mendalam
dan berperilaku sesuai dengan nilai- pemikiran-pemikiran Ki Hadjar
Dewantara?
nilai Pancasila’. Pengetahuan dan pengalaman

Tujuan utama Pendidikan Nasional baru yang saya dapat setelah
Indonesia sejalan dengan pemikiran mempelajari secara mendalam materi
Pemikiran Ki Hajar Dewantara yang

FORTOFOLIO MODUL 1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK HENI TRISULISTANTI

GURU BERGERAK INDONESIA MAJU 17

paling berkenan bagi saya adalah ini diantaranya saya akan lebih
pendapat beliau bahwa Pendidikan banyak lagi belajar dan menggali

dan pengajaran merupakan bentuk pengetahuan tentang merdeka belajar
usaha persiapan dan persediaan sesuai pemikiran Ki Hajar Dewantara,

untuk segala kepentingan hidup membuat pembelajaran lebih menarik

manusia, baik dalam hidup untuk peserta didik, mengusaha
bermasyarakat maupun dalam hidup untuk mengaktualisasikan profil

berbudaya dalam arti seluas-luasnya. pelajar pancasila, berkolaborasi

Ki Hajar Dewantara menjelaskan dengan teman sejawat, melakukan

juga bahwa tujuan Pendidikan yaitu komunikasi dan umpan balik dalam
menuntun segala kodrat yang ada mengkontruksi pengetahuan
pada anak-anak, agar mereka dapat sehingga tercipta belajar yang

mencapat keselamatan dan bermakan
kebahagiaan yang setinggi-tingginya

baik sebagai manusia maupun 4. apa perubahan konkret yang akan
sebagai anggota masyarakat, selain saya lakukan setelah memahami

itu merubah pola pikir saya dalam pemikiran Ki Hadjar Dewantara?
paradigma merdeka Saya akan berusaha untuk berfokus
menerapkan Merdeka Belajar,
belajar.Mendorong tumbuh kembang
langkah-langkah yang akan saya
peserta didik secara keseluruhan, lakukan sebagai guru adalah :

belajar dalam berinovasi, berkreasi

mendesain pembelajaran yang
menyenangkan peserta didik. a. Menentukan tujuan pembelajaran

bersama dengan siswa sehingga

2. apa kekuatan saya dalam muncul pemahaman yang sama
menerapkan pengetahuan dan dalam proses pembelajaran

pengalaman baru ini? b. Saya memberikan kebebasan
Kekuatan saya dalam menerapkan kepada siswa untuk menemukan

pengetahuan dan pengalaman baru cara dalam belajar agar tujuan
yaitu memerdekakan peserta didik, pembelajaran bisa tercapai secara

membangun karakter mandiri
bertanggungjawab baik bagi pendidik c. setelah selesai proses pembelajaran

maupun peserta didik, dan saya bersama peserta didik akan
menerapkan prinsip-prinsip Ki Hajar melakukan refleksi untuk
Dewantara. Guru sebagai peran mengetahui kelebihan dan

pengelola yang memberikan peran kekurangan diri peserta didik . dan
dalam memberikan, menciptakan hasil refleksi tersebut menjadi acuan

suasana belajar terutama dalam dalam melaksanakan proses

menggali potensi peserta didik untuk pembelajaran berikutnya.

berinovasi dan meningkatkan

kualitas pembelajaran secara
mandiri.
1.1.a.7. Demonstrasi Kontekstual -
3. apa hal-hal yang perlu saya ubah dari Pemikiran Filosofis Ki Hadjar
Dewantara dalam Karya
diri saya agar dapat menerapkan Satu karya berupa infografis yang
pengetahuan dan pengalaman baru menggambarkan pengetahuan dan
pemahaman Anda mengenai pemikiran
ini? filosofis KHD dalam konteks sebagai
Hal-halyang perlu saya ubah dari diri guru, interaksi dengan murid dan warga
saya agar dapat menerapkan

pengetahuan dan pengalaman baru

FORTOFOLIO MODUL 1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK HENI TRISULISTANTI

GURU BERGERAK INDONESIA MAJU 18

sekolah. Karya itu merupakan sebuah dan sekolah lain yang sudah
perumpamaan yang Anda gunakan menerapkan.
sebagai wujud kontekstual pemahaman
Anda terhadap pemikiran-pemikiran Bapak dan Ibu Calon Guru Penggerak
KHD. (CGP)

Pada pertemuan pertama, Anda telah
menyimak video tentang konsep Filosofi
Pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Pada
kegiatan ini, Anda akan mendengarkan
langsung paparan konsep Filosofi
Pendidikan Ki Hadjar Dewantara oleh
Persatuan Perguruan Taman siswa.
Selain itu, akan ada kepala dari sekolah
lain yang sudah menerapkan Merdeka
Belajar yang akan berbagi praktik
baiknya. Diharapkan konferensi ini
dapat memberikan perspektif baru
terhadap konsep Pendidikan KHD yang
telah Anda miliki. Mengikuti kegiatan
Webinar, Anda dipersilakan untuk
masuk ke dalam ruang kelas sesuai
dengan jenjang pendidikan yang Anda
ampu (TK-SD, SMP, SMA, SMK)

1.1.a.8. Elaborasi Pemahaman - HENI TRISULISTANTI
Konferensi ‘Pemikiran Ki Hadjar
Dewantara’ oleh Perguruan Taman
Siswa dan sekolah lain yang sudah
menerapkan Merdeka Belajar

Mampu memahami ‘Pemikiran Ki Hadjar
Dewantara’ dalam Konferensi yang
difasilitasi oleh Perguruan Taman Siswa

FORTOFOLIO MODUL 1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK

GURU BERGERAK INDONESIA MAJU 19

1.1.a.9. Koneksi Antar Materi - modul 1.1. ini, saya mengerti filosofi
Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran pemikiran Ki Hajar Dewantara, bahwa
Ki Hadjar Dewantara
guru menghamba kepada peserta didik,
saya memiliki motivasi untuk

menerapkan nilai-nilai yang diajarkan

Ki Hajar Dewantara dan saya menjadi
bersemangat untuk melakukan

perubahan dalam pembelajaran

berikutnya dan untuk menciptakan

pembelajaran yang lebih
mengutamakan peserta didik saya akan
melindungi dengan kepala sekolah,

https://www.canva.com/design/DAEu teman sejawat, orang tua dengan tujuan
S3EadIk/0qHtbDtuLqjDGeiTewAZQA/w agar memiliki kenyamanan dalam
atch?utm_content=DAEuS3EadIk&utm
_campaign=designshare&utm_medium= pelaksanan pembelajaran untuk
link&utm_source=sharebutton menciptakan suasana belajar yang

menyenangkan dan nyaman bagi
peserta didik. Saya akan lebih tekun

dan ikhlas dalam mendidik. Saya juga

1, Apa yang saya percaya tentang akan berusaha untuk meningkatkan

murid dan pembelajaran di kelas kemampuan dalam menggunakan

sebelum saya belajar modul 1.1? teknologi

selama ini dalam PBM saya selalu 3. Apa yang bisa segera saya gunakan

mengutamakan ketuntasan belajar agar lebih baik agar kelas saya

peserta didik saja, berbagai cara saya Memikirkan pemikiran KHD?

melaksanakan dengan tujuan peserta Yang segera saya lakukan agar kelas

didik tuntaskan dengan nilai yang saya menerapkan filosofi Pemikiran Ki

memuaskan Saya merasa senang jika Hajar Dewantara dalam Pembelajaran

peserta aktif dalam proses belajar menerapkan 3 semoboyan KHD yaitu

meskipun kelas sering kali diulang Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya

dengan suara peserta ketika bermain Mangun Karsa, dan Tut wuri

mereka sudah selesai mengerjakan Handayani, dapat membantu Tugas kita
sebagai pendidik dalam memberikan
tugaSaya yakin bahwa peserta didik tuntunan, Arah, serta bimbingan agar

memiliki kemampuan yang hampir tujuan belajar merdeka dapat terwujud

sama, saya tidak membedakan peserta dengan baik

didik dalam memberikan tugas Untuk dapat mengimplementasikan

Saya tidak memahami peserta didik merdeka belajar yang menghasilkan
dalam proses belajar yang
profil “Pelajar Pancasila” membutuhkan
menyenangkan, bagi saya ketika peserta
didik mengikuti seluruh perintah dan proses dan waktu, hal tersebut bukan
hal yang mudah, sudah waktunya
tertib dalam pengumpulan serta selalu
berada dalam kegiatan pembelajaran untuk kita melakukan perubahan-
perubahan dalam proses pembelajaran
merupakan keberhasilan
dengan tujuan memberikan tuntunan
terbaik kepada peserta didik . Peserta
2. Apa yang berubah dari pikiran
didik diberi kebebasan untuk
atau perilaku saya setelah bereksplorasi, mencari dan
mempelajari modul ini?
mengembangkan potensi sesuai dengan
Yang berubah dari perilaku atau
pemikiran saya setelah mempelajari kodratnya masing-masing.

FORTOFOLIO MODUL 1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK HENI TRISULISTANTI

GURU BERGERAK INDONESIA MAJU 20

4. Yang bisa saya simpulkan dari praktik saya selama ini yang hanya
materi 1.1. menerapkan Trilogi KHD dan itu tidak
Sebagai guru atau pendidik harus
menghampa kepada peserta didik cukup untuk menjadikan peserta didik
dengan menerapkan pemikiran Ki Hajar menjadi manusiawi
Dewantara "Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Concept
Madya Mangun Karsa, dan Tut wuri
Handayani" peserta didik dapat Konsep utama yang terpenting menurut
mengembangkan potensi sesuai dengan saya dari Pemikiran KHD adalah
kodratnya secara maksimal
memberikan pendidikan yang seluas-
1.1.a.10 Aksi Nyata – Penerapan luasnya dengan prinsip Merdeka
Pemikiran Ki Hajar Dewantara di
Kelas dan Sekolah. Belajar.
Change
Aksi Nyata dalam penerapan pemikiran Setelah saya mempelajari Pemikiran
KHD di kelas dan sekolah, dituangkan
dalam video pada link berikut: KHD, sebagai pendidik saya berusaha
dan mulai melaksankan PBM dengan

menerapkan Pemikiran KHD yaitu
merdeka belajar dan belajar sambil

bermain ada tercipta PBM yang
bermakna badi peserta didik

https://youtu.be/55Eat2gmWrI Jurnal Refleksi Minggu 2
Jurnal Refleksi kali ini dibuat dalam

bentuk video yang bisa dilihat pada link
berikut:

Jurnal Refleksi Minggu 1

Pada Minggu 1 Jurnal Refleksi

menggunakan model C4 yaitu :
Conection

Materi Pemikiran KHD yang saya
dapatdi minggu pertama ini sangat

terkesan dann begitu terkait dengan
peran seorang pendidik yang mengikuti

CGP menurut saya materi tersebut
sangat luas dan bermakna
Challenge

Narasumber begitu gamblang

menjelaskan Pemikiran KHD dan saya https://youtu.be/InV1smTxMvs

merasakan adanya perbedaan dalam

FORTOFOLIO MODUL 1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK HENI TRISULISTANTI


Click to View FlipBook Version