DAFTAR ISI
Pendahuluan .............................................................................................................. 2
Aturan Dasar di Laboratorium .................................................................................... 4
Peralatan Keselamatan .............................................................................................. 6
Pemahaman dan Penanganan Bahan Kimia ............................................................. 7
Penanganan Peralatan Gelas dan Peralatan Lainnya ............................................. 12
Penanganan Kecelakaan ......................................................................................... 13
Ketentuan Pembuangan Limbah Bahan Kimia......................................................... 18
1
PENDAHULUAN
Safety induction merupakan pendekatan dan
pengarahan tentang keselamatan dan kesehatan kerja
(K3) serta ketertiban proyek kepada pekerja baru, tamu
dan kepada pekerja yang akan melakukan kegiatan
pekerjaan dengan potensi risiko bahaya tinggi. Dalam hal
ini, objek ditujukan kepada mahasiswa maupun peneliti
dilingkungan laboratorium kimia FMIPA UNIMED. Safety
induction wajib dilakukan kepada seseorang yang akan
memasuki tempat kerja sesuai dengan Undang-undang
Nomor 1 tahun 1970 pada Bab V tentang pembinaan
pada pasal 9 ayat 1 dan 2.
Tujuan safety induction adalah untuk (1) memberitahukan bahaya-bahaya
yang terdapat selama pekerjaan/kunjungan sehingga diketahui tindakan
pengendalian terhadap bahaya tersebut dan (2) mengingatkan unsur-unsur K3 di
lingkungan kerja sebelum memulai kegiatan. Adanya pemahaman potensi bahaya,
diharapkan setiap pihak yang mendapat safety induction sadar dan mampu
memitigasi atau melakukan tindakan pengendalian bahaya tersebut. Safety
induction kini juga banyak disampaikan dalam format tayangan video,
menggunakan alat peraga, atau metode yang cenderung lebih mementingkan
visual atau memberikan contoh langsung.
Kesehatan dan keselamatan pengguna laboratorium di dalam laboratorium
merupakan tanggung jawab utama dari pengguna laboratorium itu sendiri.
Pastikan saudara mengikuti pengarahan dan pelatihan keselamatan laboratorium
dan telah memahami buku panduan ini dengan baik serta mengetahui dan mampu
mengoperasikan piranti percobaan sesuai dengan prosedur operasinya sebelum
memulai percobaan. Safety induction wajib dipahami oleh seluruh civitas
akademika jurusan kimia UNIMED mulai dari dosen, laboran, mahasiswa hingga
peneliti maupun pengunjung.
2
Membudayakan penerapan K3 dilingkungan jurusan
kimia FMIPA UNIMED dilakukan atas dasar
kesadaran / awarness, bukan rasa takut.
Satuan Tugas Keselamatan laboratorium jurusan kimia FMIPA UNIMED bertanggung
jawab untuk merumuskan dan menegakkan peraturan K3. Peraturan keselamatan ini
berlaku setiap saat. Anggota Satuan Tugas Keselamatan laboratorium kimia jurusan
kimia FMIPA UNIMED adalah :
Nama Posisi Telepon
Nora Susanti, M.Sc., 081263935974
Apt Kepala Laboratorium Kimia
Dr. Junifa Layla 081397203530
Sihombing, M.Sc. Koordinator Lab Kimia Dasar 081375169141
Dr. Herlinawati, M.Si 085262736484
Koordinator lab Kimia Analitik 082274239349
Moondra Zubir, PhD Koordinator Lab Kimia Fisika 081226026580
Freddy TM Panggabean, 081289704718
M.Pd Koordinator Lab Biokimia 08126392101
Siti Rahmah, M.Sc 085261246033
Koordinator Lab Kimia Anorganik 081376472474
M. Nizam, S.Si Laboran Analitik dan Penelitain
Laboran Lab Dasar dan Organik
Minda Shafina Syafei, S.Si Laboran Lab Biokimia dan
Anorganik
Serimawarni, S.Si Laboran Kimia Fisika
Afriska Ramadhani,S.Si
3
ATURAN DASAR DI LABORATORIUM
1. Bersikap waspada dan bertanggung jawab ketika bekerja di laboratorium
2. Ruang laboratorium harus bersih dan tidak licin
3. Peralatan pelindung harus dipakai selama berada di laboratorium
4. Bagi pria maupun wanita, rambut wajib diikat agar terhindar dari hal-hal tidak
diinginkan dan kontaminasi terhadap bahan-bahan yang ada di laboratorium.
Bagi wanita yang memakai hijab, wajib memasukkan hijab kedalam baju
laboratorium
5. Dilarang untuk makan, minum, berlarian, bersenda gurau dan merokok
didalam laboratorium
6. Dilarang meletakkan tas dan barang lainnya dilantai atau ditempat berjalan
7. Jangan pernah bekerja sendirian didalam laboratorium
8. Ikuti semua peraturan tertulis dan tidak tertulis dengan baik. Jika anda tidak
mengerti suatu peraturan atau suatu prosedur, BERTANYALAH KEPADA
DOSEN /ASISTEN SEBELUM MELANJUTKAN AKTIVITAS
9. Selalu memantau jalannya praktikum/percobaan. DILARANG
MENGGANGGU ORANG LAIN!
10. Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapian pada daerah kerja
11. Perhatikan kategori bahaya dan resiko pada bahan kimia. PAHAMI DAN
SIAPKAN DIRI UNTUK BEKERJA DI LABORATORIUM DENGAN SEBAIK-
BAIKNYA
12. Jangan pernah mengembalikan bahan kimia yang tidak terpakai ke dalam
botol penyimpanan
13. Selalu memberi label pada tempat penyimpanan bahan kimia yang digunakan
14. Jauhkan tangan dari wajah, mata, mulut, dan tubuh ketika menggunakan
bahan kimia atau peralatan laboratorium.
15. Jangan pernah menggunakan peralatan gelas yang pecah, retak, atau kotor
16. Pegang bagian label pada telapak tangan saat kita memegang botol reagen
dan hindarilah pecahan kaca dari alat dan bahan yang terbuat dari kaca
17. Silahkan laporkan semua kecelakaan (bahan tumpah, peralatan rusak, dll)
atau luka (teriris, terbakar, dll) kepada dosen / asisten atau satuan tugas
keselamatan
18. Jangan pernah meninggalkan daerah laboratorium atau menyentuh benda
sambil (gagang pintu, pena, telepon, dll) mengenakan sarung tangan
19. Membuang limbah pada wadah limbah yang telah tersedia
20. Teguran dan peringatan (serta tindakan yang diperlukan) akan diberikan bila
terjadi pelanggaran terhadap peraturan ini.
4
Setelah bekerja
1. Melepas semua kabel dan alat listrik lainnya (misal steker dan sambungan
kabel) yang penyambungannya hanya bersifat sementara
2. Mengembalikan alat dan membersihkan alat-alat serta tempat kerja
3. Membuang limbah penelitian/percobaan pada tempat yang disediakan
4. Pastikan tempat kerja dan laboratorium dalam keadaan aman sebelum
meninggalkan ruangan laboratorium
5. Cuci tangan dengan air dan sabun sebelum meninggalkan laboratorium
5
PERALATAN KESELAMATAN
Alat Pelindung Diri (APD)
Jas laboratorium Celana panjang
Masker Kaca mata / goggles
Sarung tangan Sepatu tertutup
6
PEMAHAMAN DAN PENANGANAN BAHAN KIMIA
Penanganan Bahan Kimia
Melakukan inventraris bahan secara berkala
Menyimpan bahan kimia sepadan secara bersamaan
Menyimpan bahan kimia sesuai sifat dan karakteristiknya masing-masing
Tempat penyimpanan bahan kimia harus dalam kondisi bersih, kering serta
jauh dari sumber panas maupun sengatan sinar matahari
Perhatikan kategori bahaya dan resiko pada bahan kimia
Menyiapkan dan memahami MSDS (Material Safety Data Sheet)
Jangan pernah memindahkan bahan kimia atau material lainnya dari daerah
laboratorium
Hindari kontak langsung bahan kimia dengan kulit. Selalu gunakan pinset atau
pipet untuk mengambil bahan kimia. Ketika melakukan pengamatan, jaga
jarak minimal 30 cm dari spesimen
Jangan memakan atau mencium bahan kimia
7
Simbol Bahan Kimia
Berbahaya
Explosive Oxidizing
Bahan kimia yang mudah meledak Bahan kimia yang bersifat mudah
karena benturan, pemanasan, pukulan, menguap dan mudah terbakar
gesekan, reaksi dengan bahan kimia melalui oksidasi. Contoh : hidrogen
lain, atau karena adanya sumber peroksida, kalium perklorat, kalium
percikan api. Bahkan dapat terjadi permanganat, asam nitrat pekat
meski dalam kondisi tanpa oksigen.
Contoh : TNT, NH4NO3, dan
nitroselulosa.
Flammable Toxic
Bahan tersebut besifat mudah Bahan tersebut adalah bahan
beracun. Keracunan yang bisa
terbakar. Bahan mudah diakibatkan bahan kimia tersebut bisa
bersifat akut dan kronis, bahkan bisa
terbakar dibagi menjadi 2 jenis yaitu hingga menyebabkan kematian pada
konsentrasi tinggi. Contoh: arsen
Extremely Flammable (amat sangat triklorida dan merkuri klorida.
mudah terbakar) dan Highly
Flammable (sangat mudah terbakar).
8
Irritant Corrosive
Bahan tersebut dapat menyebabkan Bahan kimia ini bersifat korosif dan
iritasi. Terbagi menjadi 2 kode yaitu dapat merusak jaringan hidup
Xn dan Xi. Kode Xn adanya risiko sehingga mampu mengiritasi kulit
kesehatan jika bahan masuk melalui hingga gatal-gatal. Hindari bahan ini
pernafasan (inhalasi), mulut dari kontak langsung dengan kulit.
(ingestion), dan kontak kulit, contoh Contoh : asam klorida, natrium
: peridin. Sedangkan kode Xi hidroksida >2%, asam sulfat, formic
adanya risiko inflamasi jika bahan acid.
kontak langsung dengan kulit dan
selaput lendir, contoh : ammonia dan
benzyl klorida.
Dangerous for Environmental Radioaktif
Bahan tersebut berbahaya bagi Menandakan adanya pancaran
radiasi secara spontan akibat
lingkungan. Melepasnya langsung ke kandungan dari suatu bahan kimia
atau campuran dari bahan-bahan
lingkungan (tanah, udara, perairan, lainnya. Radiasi ini dapat
menyebabkan perubahan struktur
atau mikroorganisme) dapat DNA, sel, atau kromosom dalam
jangka waktu bulanan atau tahunan.
menyebabkan kerusakan ekosistem. Contoh : tritium dan uranium.
Contoh : tetraklorometan, tributil timah
klorida, dan petroleum bensin.
9
Menandakan material atau bahan Bahan kimia dalam kategori ini
kimia yang bereaksi cukup sensitif berwujud padat dan mudah
dengan air. Oleh karena itu, dalam terbakar. Karakteristik zat kimia ini
penyimpanan dan penggunaannya, adalah dapat bereaksi sendiri akibat
keadaan harus dipastikan kering. ketidakstabilannya terhadap panas
Contoh : potassium phosphide, Contoh : magnesium, sulfur, picric acid
calcium carbide
Menandakan cairan yang mudah Menandakan bahan kimia berwujud
terbakar. Sehingga harus dijauhkan gas yang mudah terbakar apabila
dari sumber api atau loncatan bunga terkena percikan api maupun panas.
api. Contoh : aseton, benzena, petrol. Contoh : LPG, hidrogen, asetilen.
Pemanasan Bahan Kimia
Dilarang menggunakan pemanas sendiri
Jaga supaya rambut, pakaian, dan tangan berada pada jarak aman dari pemanas
setiap saat. Penggunaan pemanas hanya dibolehkan ketika berada dalam
pengawasan dosen
Jangan pernah melihat ke dalam wadah yang sedang dipanaskan
Jangan meninggalkan bahan kimia yang sedang dipanaskan
Dilarang meletakkan peralatan yang panas langsung diatas meja laboratorium.
Selalu gunakan tatakan
Biarkan peralatan yang panas untuk waktu yang lama sampai dingin sebelum
menyentuh peralatan tersebut.
10
Material Safety Data Sheet
(MSDS)
Material Safety Data Sheet (MSDS) atau Lembar Data Keselamatan Bahan
merupakan dokumen yang berisi informasi-informasi tentang potensi bahaya
(kesehatan, kebakaran, reaktifitas dan lingkungan) dan cara bekerja yang aman
dengan produk kimia
MSDS untuk bahan kimia dapat ditemukan secara online pada website produsen
produk atau dari berbagai halaman situs online seperti :
https://chemicalsafety.com/sds-search/
Sebelum memasuki laboratorium, anda harus menyiapkan MSDS bahan yang
akan digunakan. Sesuaikan nama kimia pada wadah dengan nama bahan yang
ada di MSDS, ketahui bahayanya, pahami petunjuk penanganan dan
penyimpanan yang aman, serta pahami apa yang harus dilakukan dalam keadaan
darurat.
Arti kode dari MSDS dapat dilihat pada gambar berikut :
11
PENANGANAN PERALATAN GELAS DAN PERALATAN LAINNYA
Gunakan peralatan gelas yang sesuai dengan fungsinya
Perhatikan peralatan gelas sebelum pemakaian. Jangan pernah menggunakan
peralatan gelas yang pecah, retak, atau kotor
Jangan pernah menangani gelas pecah dengan tangan anda. Gunakan sapu
dan pengki untuk membersihkan pecahan gelas
Letakkan pecahan gelas di dalam wadah khusus untuk pembuangan.
Selalu gunakan label pada peralatan gelas yang berisi bahan kimia
Jika anda tidak mengerti cara menggunakan suatu peralatan, TANYAKAN
KEPADA DOSEN / ASISTEN
Jangan mencuci peralatan gelas yang panas di dalam air dingin. Peralatan
gelas mungkin pecah
Kembalikan peralatan yang digunakan dalam keadaan bersih dan kering
Lemari asam harus selalu digunakan ketika bekerja dengan pelarut yang
mudah terbakar atau gas beracun. Bukan sebagai tempat menyimpan bahan
kimia!
Jika berpindah tempat / ruangan, gunakan wadah (troli, ember, dll) untuk
memudahkan distribusi alat dan bahan
12
PENANGANAN KECELAKAAN
Kecelakaan di Laboratorium
Luka bakar
Kecelakaan merupakan suatu kejadian yang tidak diinginkan oleh siapapun yang
dapat mengakibatkan cedera pada manusia, kerusakan barang / fasilitas, gangguan
pekerjaan hingga pencemaran lingkungan. Penyebab kecelakaan dan timbulnya
penyakit akibat kecelakaan terdiri dari 5 faktor yaitu (1) Faktor fisik berhubungan
dengan iklim kerja, radiasi, pencahayaan; (2) Faktor kimia meliputi bahan kimia; (3)
Faktor biologi; (4) Faktor fisiologi berasal dari cara kerja, lingkungan kerja maupun
alat; dan (5) Faktor psikologi meliputi kelelahan dari manusia.
Kecelakaan dilaboratorium biasanya dapat terjadi karena tidak mengetahui dan
memahami sifat bahan kimia, proses/reaksi yang terjadi serta penggunaan dan
penanganan alat/bahan yang tidak tepat. Kecelakaan yang bersumber dari sumber
daya manusia itu sendiri dapat disebabkan karena tidak menggunakan alat pelindung
diri dan bersikap ceroboh selama melakukan penelitian. Beberapa jenis kecelakaan
dalam laboratorium seperi :
Lukar bakar
Luka benda tumpul
Iritasi mata
Keracunan, shock, hingga pingsan
Jika terjadi kecelakaan hal pertama yang dilakukan : segera lapor ke dosen /
asisten dan lakukan pertolongan pertama. Panggil dosen / asisten anda secepatnya
(dan sekencang-kencangnya) untuk menarik perhatian dosen anda.
Hal yang diperhatikan jika terjadi keadaan
darurat :
Jangan panik!
Tinggalkan ruangan melalui jalur evakuasi
13
Penanganan Kebakaran
Segitiga api merupakan elemen-elemen pendukung terjadinya kebakaran. Api
dapat terjadi jika ketiga unsur seperti bahan bakar (fuel), udara (oksigen) dan
sumber panas (heat) berada dalam suatu konsentrasi yang memenuhi syarat, maka
akan terjadi reaksi oksidasi atau dikenal sebagai proses pembakaran. Jika terdapat
api yang tidak terkontrol dan tidak dikehendaki maka akan menimbulkan kebakaran
yang dapat membuat kerugian baik harta benda maupun korban jiwa. Untuk
menangani kebakaran maka harus mengetahui langkah-langkah penangan
kebakaran.
Gunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
APAR atau Alat Pemadam Api Ringan merupakan alat yang digunakan untuk
memadamkan api atau mengendalikan kebakaran kecil. Umumnya, APAR
memiliki bentuk tabung yang mengandung bahan pemadam api yang bertekanan
tinggi. Posisi APAR harus mudah dilihat, mudah dicapai dan diambil serta
dilengkapi tanda pemasangan. APAR harus digantung pada dinding dengan
penguat sekang atau konstruksi lainnya tanpa dikunci atau diikat mati.
Langkah-langkah menggunakan APAR :
1. Cabut pin pengaman
2. Arahkan ke sumber api
3. Remas dan tekan pemicu untuk menyemprot
4. Arahkan kekanan dan kekiri agar merata ke sumber api
14
Jika pakaian anda terbakar, jangan panik dan jangan berlari! Bergulinglah di lantai
untuk memadamkan api. Jika memungkinkan, bungkus diri anda dengan bahan
tekstil yang sulit terbakar (misal, karpet, selimut, atau jubah)
Bunyikan tanda bahaya
Keluar dari gedung, berkumpul dititik kumpul (assembly point) dan tunggu
kedatangan aparat berwenang
Hubungi satuan tugas keamanan jurusan kimia atau pemadam kebakaran
setempat
Terhirup Bahan Kimia
Segera tutup wadahnya, buka jendela atau tingkatkan ventilasinya dan pindah ke
udara segar
Jika gejala semacam sakit kepala, iritasi hidung atau tenggorokan, pusing atau
mual-mual terus terasa, segera hubungi satuan tugas keselamatan
Periksa MSDS untuk mengetahui pengaruh kesehatan apa yang akan timbul
termasuk yang tidak timbul seketika
Tertelan Bahan Kimia
Segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat
Jangan paksa untuk memuntahkan, kecuali diminta oleh petugas medis
15
Terpapar Bahan Kimia di
Kulit / Pakaian
Segera bilas dengan air tidak kurang dari 15 menit. Untuk paparan yang banyak
harus digunakan safety shower
Ketika membilas secepatnya tanggalkan pakaian dan perhiasan yang
terkontaminasi
Hati-hati ketika melepas pakaian tanpa kancing, untuk mencegah kontaminasi
pada mata
Buang pakaian yang terkontaminasi atau cuci secara terpisah dari pakaian lain
Baca MSDS untuk mengetahui adanya akibat yang akan timbul kemudian
Terpapar Bahan Kimia di
Mata
Segera bilas mata dengan air selama minimal 20 menit. Jika tidak tersedia
pancuran mata, siramkan air ke mata
Lepas lensa kontak selama pembilasan
Segera periksakan ke petugas medis tanpa memandang parah atau tidak akibat
yang terlihat
16
Peralatan Pertolongan
Pertama
Pertolongan pertama bertujuan untuk memberikan perawatan darurat pada orang
yang mengalami cedera atau luka serta mencegah komplikasi lebih lanjut. Jika terjadi
kecelakaan, segera hubungi satuan tugas keselamatan laboratorium jurusan kimia
UNIMED agar diberi pertolongan pertama.
Kotak P3K harus tersedia dilingkungan laboratorium kimia UNIMED dan mudah
untuk dijangkau. Kotak P3K harus diperiksa secara berkala dan minimal terdapat
barang-barang seperti berikut :
Kasa steril (satuan) dalam berbagai ukuran
Kasa steril biasa (tidak mengandung obat) untuk luka kecil
Kapas
Cairan atau gel antiseptik
Sarung tangan lateks
Peniti
Pinset
Gunting
Perban penutup-mata steril
Perban segitiga (penyangga lengan)
Botol berisi tetes mata
Plester luka
Obat luar : salep levertran (untuk luka bakar), betadien, rivanol, merkurokrom
(obat merah)
Obat ringan : obat anti histamin, norit
17
KETENTUAN PEMBUANGAN LIMBAH BAHAN KIMIA
Penanganan Limbah Bahan
Kimia
Buang semua sisa bahan kimia dengan baik. Jangan pernah membuang bahan
kimia didalam wastafel. Wastafel hanya boleh digunakan untuk air
DILARANG membuang limbah bahan kimia secara langsung ke lingkungan
Pastikan tempat pembuangan bahan kimia dan larutan kimia kepada dosen anda
Jangan pernah mencampurkan limbah bahan kimia yang tidak sesuai. Limbah
sisa percobaan (misal : pelarut organik, limbah logam berat, larutan asam-basa
pekat, dan material padatan lain) harus dipisahkan dan dibuang sesuai dengan
sifatnya
Seluruh limbah kimia harus dalam keadaan stabil. Jika tidak stabil atau memiliki
konsentrasi tinggi, maka harus dinetralkan atau diencerkan terlebih dahulu
sebelum dibuang ke wadah limbah
Limbah padat harus dibungkus terlebih dahulu jika terdapat kemungkinan untuk
terkontaminasi
Limbah benda tajam (misalnya jarum, pipet, slide, silet, tabung darah) yang kontak
dengan bahan yang berinfeksi atau bahan biologis yang berbahaya harus dibuang
ke dalam wadah benda tajam
Sampah kering dan sampah basah ditampung dalam tempat yang terpisah
Saluran limbah cair harus kedap air, tertutup, serta dapat mengalir dengan
lancar dan tidak menimbulkan bau
Limbah
benda tajam
Limbah
padat
18
Tempat Penyimpanan
Limbah
Wadah limbah dapat berupa drum atau kontainer (disesuaikan dengan jenisnya )
yang memiliki kapasistas maksimum 25 L dan harus disimpan pada tempat yang
terlindungi dari panas dan hujan
Wadah limbah harus dalam kondisi yang baik, tidak bocor dan tidak berkarat
Wadah limbah hanya boleh dibuka pada saat memasukan limbah bahan
Penutup wadah harus tertutup kuat. Jika dikhawatirkan terjadi tekanan yang kuat
pada wadah, maka tutupnya boleh sedikit dilonggarkan
Jangan meletakkan wadah limbah didekat air atau wastafel
Wadah limbah harus diberikan label dengan warna yang mencolok sesuai
pengelompokannya. Pastikan label tidak rusak atau hilang untuk mencegah
terjadinya pencampuran jenis limbah karena faktor kelalaian
Hindari penyimpanan limbah bahan kimia terlalu banyak dalam wadah (maksimal
75%). Segera serahkan limbah kepada pihak ketiga secara berkala
Wadah bekas limbah dapat digunakan kembali jika limbah
yang dibuang memiliki sifat karakteristik yang sama dengan limbah sebelumnya.
Jika berbeda, maka wadah tersebut harus dicuci terlebih dahulu
19