KIMIA ANORGANIK : KIMIA UNSUR
HIDROGEN
Kelompok 1
Dedeh Khusaemah 2282190021
Manarul Hidayatullah 2282190062
Siti Jamilah Noor Azizah 2282190017
JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2021
Daftar Isi
Daftar Isi ............................................................................................................... i
Ciri-Ciri Umum Unsur Hidrogen ...................................................................... 1
Sumber, Ekstraksi Dan Pemakaian ................................................................ 2
Sifat-Sifat Fisika ................................................................................................ 3
Sifat Kimia Hidrogen .......................................................................................... 5
Karakteristik Unsur Hidrogen ......................................................................... 6
Isotop Hidrogen ................................................................................................... 7
Pembuatan Dan Penggunaan Unsur Hidrogen ............................................. 8
Kestabilan Unsur Hidrogen ............................................................................... 11
Informasi Tambahan Unsur Hidrogen .......................................................... 13
Daftar Pustaka ..................................................................................................... 19
~ i ~
Hidrogen
Dari total massa unsur alam semesta. Kebanyakan
1
bintang dibentuk oleh hidrogen dalam keadaan plasma.
Senyawa hidrogen relatif langka dan jarang dijumpai secara
H
alami di Bumi, dan biasanya dihasilkan secara industri dari
hydrogen
berbagai senyawa hidrokarbon seperti metana. Hidrogen ini
juga dapat dihasilkan dari air melalui proses elektrolisis, namun proses ini secara
komersial lebih mahal daripada produksi hidrogen dari gas alam.
A. Ciri-Ciri Umum Unsur Hidrogen
Hidrogen (bahasa Latin = hydrogenium, dari bahasa Yunani hydro = air dan
genes = membentuk), atau kadang disebut zat air, adalah unsur kimia pada tabel
periodik yang memiliki simbol H dan nomor atom 1. Pada suhu dan tekanan standar,
hidrogen tidak berwarna, tidak berbau, bersifat non-logam, bervalensi tunggal, dan
merupakan gas diatomik yang sangat mudah terbakar. Dengan massa atom 1,00794
amu, hidrogen adalah unsur teringan di dunia.
Dalam sistem periodik, hidrogen memiliki nomor atom satu dan terletak pada
golongan 1A karena mempunyai 1 elektron. Tetapi kecendrungannya sama dengan
VIIA, yaitu menerima 1 elektron, dan tidak seperti golongan 1A lainnya yang
cenderung melepas 1 elektron. Selain itu, elektron hidrogen dapat ditarik oleh atom
+
lain sehingga menjadi ion H . Karena itu hidrogen tidak dapat dimasukkan baik dalam
golongan 1A maupun dalam golongan VII A.
~ 1 ~
Hidrogen dalam keadaan bebas berupa molekul gas diatomik (H 2) dengan titik
didih dan titik beku yang sangat rendah karena gaya london antar molekul sangat
kecil akibatnya cukup sulit hidrogen dalam bentuk gas yang mudah untuk
dimanfaatkan dalam bidang industri.
Hidrogen yang terdapat di alam ada tiga isotop, yaitu hidrogen, deuterium dan
tritium, dengan perbandingan:
H : D : T = 10.000.000 : 2.000 : 1
Air yang terbentuk dari deuterium atau D 2O disebut air berat dengan
perbandingan.
H 2O : D 2O = 5.000 : 1
Artinya, dalam 5.000 liter air tedapat sekitar 1 liter air berat. Tritium (T) bersifat
radioaktif dengan waktu paro 12,3 tahun dan dapat dibuat dengan reaksi inti.
Hidrogen yang terdapat di alam mengandung 0,0156 % deuterium sedangkan
tritium dialam hanya dalam jumlah yang sangat kecil.
B. Sumber, Ekstraksi Dan Pemakaian
Hidrogen disiapkan secara komersial dengan mereaksikan uap super panas
dengan metana atau karbon. Di laboratorium, hidrogen dapat diproduksi dengan aksi
asam pada logam seperti seng atau magnesium, atau dengan elektrolisis air.
Cara memproduksi hidrogen secara laboratorium yaitu:
1. Mereaksikan logam dengan asam, contoh :
Fe + H 2SO 4 → FeSO 4 + H 2
2. Mereaksikan kalsium hidrida dengan air
CaH 2 + 2H 2O → CaOH 2 + 2H 2
3. Dengan elektrolisis air
2H 2O → 2H 2 + O 2
~ 2 ~
Penggunaan Hidrogen
2. Sintesis amonia
Amonia secara industri disintesis secara langsung dengan melewatkan
campuran gas nitrogen dan hidrogen di bawah tekanan melalui lapisan katalis
pada suhu yang sesuai. Sebuah metode yang penting untuk membuat bahan
baku seperti pupuk nitrogen, akrilonitril, melamin.
3. Industri metalurgi
4. Industri minyak bumi
5. Sebagai bahan bakar roket
6. Sintesis metanol
7. hidrokarbon Bahan bakar alternative
C.Sifat-Sifat Fisika Hidrogen
Atom hidrogen (H) terdiri dari inti, satu muatan positif dan satu elektron
tunggal serta memiliki nomor atom 1 dan berat atom 1,00797. Berat molekul
sekitar 14 kali lebih ringan dari udara, dan berdifusi lebih cepat dibandingkan
gas lainnya. Hidrogen yang didinginkan dapat mengembun menjadi cair pada -
253°C dan menjadi padat pada 259°C.
Unsur hidrogen terdapat sebagai molekul diatomik H 2 (dihidrogen) pada
suhu dan tekanan standar. H 2 merupakan gas tak berwarna, tak berbau, dan tak
berasa, hampir tidak larut dalam air dan dikenal sebagai gas paling ringan.
~ 3 ~
Adapun sifat-sifat fisika dari hidrogen dapat ditunjukkan dalam tabel dibawah
ini :
Tabel 1. Sifat-sifat Fisika Hidrogen (Singh, 2015).
Sifat Fisika Hidrogen
Warna Tidak berwarna
Bau Tidak berbau
Titik lebur (°C) -259
Titik didih (°C) -253
0
3
Densitas (g) pada 1 C dan 1 atm (kg/m ) 0,08987
3
Densitas (s) pada -259 °C (kg/m ) 858
3
Densitas (l) pada -253 °C (kg/m ) 708
Kapasitas panas kJ/kg K 14,4
Temperatur kritis (°C) -240
Tekanan kritis (atm) 12,8
3
Densitas kritis (kg/m ) 31,2
Viskositas pada -25 °C (Cp) 0,00892
Kalor evaporasi pada -2530C (kJ/kg) 447
Kalor lebur pada -2590C (kJ/kg) 58
~ 4 ~
D. Sifat Kimia Hidrogen
Hidrogen adalah atom yang sederhana namun memiliki energi ionisasi sekitar
1.314 kJ/mol dan kekuatan ikatan H-H dalam molekul diatomik adalah sekitar 435
+
kJ/mol. Hal tersebut yang menyebabkan pembentukan ion H membutuhkan energi
yang cukup.
Atom hidrogen sangat reaktif secara kimia, sehingga sebagian besar hidrogen
di alam terikat atom oksigen atau karbon dan sangat sedikit berada dalam bentuk
unsur bebas. Hidrogen relatif tidak aktif pada temperatur kamar kecuali diberi
energi aktivasi, sehingga dibutuhkan suhu yang sangat tinggi untuk memisahkan
hidrogen molekuler menjadi atom hidrogen.
Tabel 2. Sifat-sifat Kimia Hidrogen
Sifat Kimia Hidrogen
Energi ionisasi 1 1312 kJ/mol
Afinitas elektron 72,7711 kJ/mol
Panas atomisasi 218 kJ/mol
Panas penguapan 0,904 kJ/mol H 2
Jumlah kulit 1
Keelektronegatifan 2,18 (skala Pauli)
1
Konfigurasi elektron 1s
~ 5 ~
Hidrogen dapat bereaksi dengan logam dan non logam menghasilkan hidridanya.
Hidorgen dapat terbakar di udara atau bereaksi dengan oksigen membentuk air sambil
mengeluarkan ledakan.
2H 2 (g) + F 2 (g) → 2 H 2O (g)
Hidrogen dapat bereaksi dengan halogen, dengan laju reaksi berkurang dari atas
ke bawah dalam satu golongan. Reaksi hidrogen dengan fluorin menghasilkan hidrogen
fluorida.
H 2 (g) + F 2 (g) → 2 HF (g)
Reaksi hidrogen dengan nitrogen pada suhu dan tekanan tinggi, dan dengan
bantuan katalis akan membenuk amonia.
3H 2 (g) + N 2 (g) ⇌ 2 NH 3 (g)
Hidrogen akan mereduksi ikatan rangkap dua dan tiga membentuk ikatan tunggal
dengan adanya katalis (biasanya bubuk palladium atau platina). Contohnya, etena C 2H 4
direduksi menjadi etana C 2H 6.
H 2C=CH 2 (g) + H 2 (g) → H 3C-CH 3 (g)
E. Karakteristik Dan Sifat-Sifat Unsur Hidrogen
Hidrogen adalah unsur paling sederhana (hanya mengandung satu proton dan
satu elektron) serta keberdaannya paling melimpah di alam semesta. Di bumi
kelimpahannya sekitar 75% dari massa semua materi yang terdapat di alam semesta
tersusun atas unsui hidrogen. Unsur hidrogen dalam wujud gas dikenal sebagai gas
hidrogen. Gas hidrogen jarang terdapat di atmotsfer bumi, karena massa atomnya
yang sangat ringan oleh karena itu gas-gas tersebut tidak terpengaruh gaya
gravitasi bumi dan terlepas dari atmosfer bumi menuju ruang angkasa. Hal itulah
~ 6 ~
yang menyebabkan kebanyakan unsur hidrogen di bumi berada dalam bentuk
senyawa, misalnya air (H 2O) yang merupaka senyawa paling umum mengandung unsur
hidrogen.
Unsur hidrogen memiliki ciri-ciri tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak
o
berasa. Pada suhu 0 C gas hidrogen mmpunyai massa jenis sebesar 0,08988 g/l
sehingga membuatnya menjadi unsur yang paling ringan. Hidrogen memiliki titik
o
o
leleh 259,1 C dan titik didihny -252,9 C. Karena titik diidhnya rendah, unsur
hidrogen selalu dalam bentuk gas. Dalam bentuk gas, unsur hydrogen berbentuk
molekul dwiatom (H 2). Hidrogen tidak terlalu reaktif, namun terbakar diudara
membentuk air dan bereaksi dengan oksigen dan halogen yang disertai dengan
ledakan pada kondisi tertentu. Pada temperature tinggi, gas H 2 akan mereduksi
banyak oksida, baik menjadi oksida yang lebih rendah ataupun menjadi logamnya.
F.Isotop Hidrogen
Terdapat beberapa jenis unsur hydrogen yang memiliki jumlah proton dan
elektron yang sama tetapi jumlah neutronnya berbeda. Kelompok unsur tersebut
disebut dengan isotop. Terdapat tiga isotope hidrogen yaitu isotop hydrogen yang
mempunyai satu proton, satu elektron, dan tidak mempunyai neutron disebut
1
protium ( H). Isotop hidrogen yang mempunyai satu proton, satu elektron, dan satu
2
neutron disebut deuterium ( H). Dan isotop yang mempunyai satu proton, satu
2
1
3
elektron, dan dua neutron disebut tritium ( H). Untuk H dan H ditemukan oleh
3
Harold Urey dkk pada tahun 1932, sedangkan H dipreparasi dari deuterium pada
tahun 1934. Bentuk nomal unsurnya adalah molekul diatomik, misalnya ialah H 2, D 2,
T 2, HD, HT, dan DT.
~ 7 ~
Sifat-sifat kimia ketiga isotop hidrogen pada hakikatnya sama kecuali dalam
hal-hal laju dan tetapan kesetimbangan reaksi. Adapun sifat fisika isotop dan
senyawa yang mengandung isotop hidrogen ini cukup berbeda, karena massa
deuterium dan tritium masing-masing sekitar dua kali dan tiga kali massa hidrogen.
Beberapa sifat isotop hidrogen dan air yaitu sebagai berikut :
Senyawa H 2 D 2 T 2 H 2O D 2O T 2O
Titik beku*) 13,96 18,73 20,62 0,00 3,81 4,48
Titik didih*) 20,39 23,67 25,04 100,00 101,42 101,51
o
ρ (g.cm-3, 25 C) 0,9970 1,1044 1,2138
o
Temp. ρ maks ( C) 3,98 11,23 13,40
Sebanyak 0,0156% dari seluruh hidrogen di alam adalah deuterium. Adapun
tritium di alam semesta terdapat dalam jumlah yang sangat kecil kira-kira sebanyak
17
1 per 10 , dan bersifat radioaktif yang memancarkan sinar- dengan waktu paruh
12, 4 tahun. Tritium terbentuk secara terus-menerus di lapisan atas atmosfer pada
reaksi inti yang direduksi oleh sinar kosmik. Sedangkan deuterium sebagai D 2O (air
berat) dapat dipisahkan dari air dengan cara distilasi bertingkat atau elektrolisis.
D 2O disediakan dalam jumlah ton untuk pemakaiannya sebagai moderator dalam
reaktor nuklir.
G.Pembuatan Dan Penggunaan Unsur Hidrogen
Hidrogen terdapat pada lebih banyak senyawa dibandingkan dengan unsur-
unsur lainnya, namun tidak semua senyawa tersebut dapat digunakan sebagai bahan
awl dalam pembuatan gas H 2. Senyawa yang paling banyak digunakan ialah senyawa
yang paling banyak jumlahnya yaitu air (H 2O). H 2O dapat menjadi H 2 yaitu dengan
~ 8 ~
cara menurunkan bilangan oksidasi H dari +1 menjadi 0. Hal ini dapat dilakukan
dengan menggunakan karbon sebagai bahan pereduksi, seperti karbon monoksida
atau metana.
Kebanyakan senyawa termasuk H 2O tidak dapat diuraikan menjadi unsur-unsur
penyusunnya jika hanya dipanaskan pada temperature sedang. Walaupun dipanaskan
o
pada temperature 2000 C, kurang dari 1% H 2O yang terurai menjadi H 2 dan O 2.
Terdapat suatu teknik yang telah lama digunakan oleh para ahli kimia jika peruraian
tidak memungkinkan bila dilakukan secara termal ataupun dengang metode lain yaitu
dengan cara elektrolisis. Elektrolisis sendiri yaitu peruraian dengan menggunakan
arus listrik. Berikut skema peralatan elektrolisis air.
Dalam teknik tersebut, arus listrik dialirkan melalui larutan elektrolit encer,
+
misalnya larutan H 2SO 4 encer. Ion H yang dihasilkan oleh peruraian asam sulfat
tersebut ditarik ke elektroda negative (katoda), dan menangkap elektron untuk
membentuk atom H. Selanjutnya atom-atom H saling bergabung membentuk molekul
~ 9 ~
2-
H 2, sebagai gas yang keluar dari larutan. Walaupun ion SO 4 ditarik ke elektroda
positif (anoda), ion-ion ini tidak mengalami oksidasi karena ada spesies lain yang
+
lebih mudah dioksidasi, yaitu H 2O. Oksidasi molekul H 2O menghasilkan ion H ,
+
menggantikan ion H yang tereduksi pada katoda, dan membebaskan gas O 2. Dengan
demikian reaksi bersihnya adalah pembentukan gas H 2 dan O 2 dari molekul air:
2H 2O (l) → 2H 2 (g) + O 2 (g)
Gas hidrogen banyak digunakan sebagai bahan bakar dalam obor pemotong dan
pengelas logam, dan untuk mengisi balon udara karena kerapatannya yang lebih
ringan dari udara. H 2 juga digunakan dalam jumlah besar dalam sintesis NH 3, HCl,
dan CH 3OH, dan dalam hidrogenasi minyak menjadi lemak. H 2 merupakan bahan
pereduksi yang baik untuk menghasilkan logam dari oksidanya, misalnya untuk
memperoleh besi dari oksida besi :
Fe 2O 3 (s) + 3H 2 (g) → 2Fe (s) + 3H 2O (g)
Dalam bentuk cair, hidrogen dimanfaakan sebagai bahan bakar roket, dan
untuk mendapatkan temperature rendah. Di masa mendatang, hidrogen diharapkan
dapat menggantikan bensin sebagai bahan bakar untuk transportasi. Bahan bakar
hydrogen memiliki beberapa kelebihan dibandingkan bahan bakar minyak
diantaranya energi yang dihasilkan dari pembakaran gas hidrogen sangat besar
sehingga mampu mendorong roket ke ruang angkasa. Namun gas hidrogen sangat
sedikit ditemukan di atmosfer bumi. Oleh karena itu, gas hidrogen harus diperoleh
dengan cara mengonversi senyawa-senyawa yang mengandung unsur hidrogen
seperti air dan hidrokarbon.
~ 10 ~
H. Kestabilan Unsur Hidrogen
Untuk menghasilkan sebuah molekul yang stabil , unsur hidrogen selalu
membentuk dua atom hidrogen atau atom hidrogen dengan atom lainnya yang saling
berikatan secara kovalen. Unsur yang dapat berikatan dengan hidrogen adalah unsur
non logam, sebagai contoh H 2, H 2O, HCl (gas) atau CH 4 dan juga beberapa unsur non
logam.
Suatu atom hidrogen akan mencapai kestabilan dalam tiga cara yang berbeda
yaitu :
1. Dengan membentuk pasangan elektron kovalen dengan atom yang lain
Unsur non logam dapat berikatan dengan hidrogen, contohnya H 2, H 2O, HCl (g),
atau CH 4 dan beberapa unsur logam lainnya.
+
2. Dengan melepas satu elektron untuk membentuk H
+
H memiliki ukuran yang sangat kecil, hal ini menyebabkan hidrogen memiliki
kekuatan polarisasi yang sangat tinggi. Oleh sebabitu hidrogen dapat
mendistorsikan awan elektronnya pada atom lain. Proton selalu dihubungkan
dengan atom atau molekul lainnya. Sebagai contoh, dalam larutan HCl dan H 2SO 4,
+
+
+
proton berada sebagai ion H 3O , H 9O 4 (H(H 2O) n ).
-
3. Dengan menarik satu elektron untuk membentuk H
-
Salah satu padatan kristal, yaitu LiH mengandung ion H yang bergabung dengan
-
ion logam elektropositif tinggi. Akan tetapi ion H tidak umum.
~ 11 ~
~ 12 ~
~ 12 ~
Informasi Tambahan
(Dedeh Khusaemah)
Kemampuan Hidrogen Peroksida Dalam Menurunkan Bakteri
Pseudomonas aeruginosa Pada Limbah Jarum Suntik
Saat ini, jumlah limbah medis yang bersumber dari fasilitas pelayanan kesehatan
diperkirakan semakin lama semakin meningkat. Hal itu disebabkan karena meningkatnya
jumlah rumah sakit, puskesmas, balai kesehatan maupun laboratorium medis. Salah satu
limbah rumah sakit yaitu limbah jarum suntik. Limbah jarum suntik dapat berpotensi
menjadi sumber penyebaran penyakit baik bagi para petugas, pasien, pengunjung
maupun masyarakat di sekitar lingkungan rumah sakit.
Berdasarkan penelitian, pada limbah jarum suntik positif adanya bakteri
Pseudomonas aeruginosa. Bakteri Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri pathogen
oportunistik dan sangat adaptif dan juga merupakan bakteri utama yang terdapat di
rumah sakit. Bakteri ini dapat bertahan di segala kondisi lingkungan dan mampu
bertahan selama lebih dari 40 hari di lingkungan. Bakteri ini menyebabkan beberapa
penyakit infeksi yaitu dermatitis, otitis eksterna, folikulitis, infeksi pada mata, dan
infeksi pada luka bakar. Selain dapat menyebabkan infeksi kulit, mata atau telinga,
bakteri Pseudomonas aeruginosa juga dapat menyebabkan infeksi pada saluran napas
bagian bawah, saluran kemih, dan organ lain. Oleh sebab itu, pengelolaan limbah medis
maupun non medis rumah sakit sangat diperlukan untuk kenyamanan dan kebersihan
rumah sakit serta untuk memutuskan rantai penyebaran penyakit yang berasal dari
bakteri atau virus yang terdapat di rumah sakit.
~ 13 ~
~ 13 ~
Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa desinfektan hidrogen peroksida mampu
menurunkan jumlah koloni bakteri Pseudomonas aeruginosa. Hidrogen peroksida
merupakan larutan tidak berwarna, dan larut dalam air. Hidrogen peroksida memiliki
spektrum yang luas untuk melawan virus, bakteri, ragi, dan spora bakteri. Hidrogen
peroksida menghasilkan sebuah radikal bebas hidroksil (*OH) yang dapat menyerang
komponen sel penting, termasuk lipid, protein, bahkan DNA bakteri. Selain itu juga
dapat mengalami penguraian menjadi O2, dimana O2 inilah yang akan membunuh bakteri
anaerob termasuk bakteri Pseudomonas aeruginosa yang dapat tumbuh secara aerob
dan anaerob.
Dengan menggunakan desinfektan hidrogen peroksida, efektifitas penurunan
bakterinya yaitu 95,4% pada dosis 1,5% dengan waktu kontak 10 menit. Dosis tersebut
mampu menurunkan jumlah koloni bakteri Pseudomonas aeruginosa, walaupun belum
semuanya hilang. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan variasi dosis dan lama
waktu kontak desinfektan Hidrogen peroksida, guna memaksimalkan dalam
menghilangkan bakteri Pseudomonas aeruginosa yang terdapat pada limbah jarum
suntik.
~ 14 ~
(Siti Jamilah Noor Azizah)
Pemanfaatan Hidrogen dari HHO Generator sebagai Penghemat
Bahan Bakar pada Prime Mover Generator
Seiring dengan berjalannya waktu, dengan semakin banyaknya kendaraan maka akan
membuat bahan bakar fosil menjadi semakin terbatas. Peningkatan permintaan bahan
bakar ini mengakibatkan harga bahan bakar ikut meninggi. Hal ini tentunya menjadi
beban bagi para konsumen. Berhemat menjadi salah satu solusi dalam penggunaan bahan
bakar fosil yang kian menipis. Salah satu upaya penghematan bahan bakar yaitu dengan
menambahkan perangkat penghemat, Generator HHO, yang merupakan teknologi yang
memanfaatkan proses elektrolisis air menjadi HHO Gas..
Generator Hidrogen atau yang lebih dikenal sebagai HHO bekerja dengan prinsip
elektrolisis air untuk menghasilkan gas hidrogen. Proses elektrolisis air merupakan
salah satu cara untuk memisahkan atom hidrogen dan atom oksigen dalam air. Prinsip
kerja dari alat HHO Generator ini sangat sederhana yaitu hanya dengan menambahkan
gas HHO. Alat yang disebut elektroliser ini menghasilkan HHO, yaitu gas yang sangat
mudah terbakar. Kemudian HHO ini dimasukkan ke intake manifold pada genset. Dengan
adanya campuran BBM dan HHO akan memungkinkan pembakaran menjadi lebih
sempurna sehingga BBM menjadi efisien. Hidrogen dapat dimanfaatkan sebagai energi
alternatif, selain sebagai bahan bakar, hidrogen tidak menimbulkan polusi, tidak
berwarna, dan tidak berbau. Penggunaan HHO Generator yang menghasilkan gas
hidrogen akan dapat menurunkan konsumsi bahan bakar.
Dari hasil penelitian, didapat bahwa gas hidrogen yang dihasilkan dari proses
elektrolisis air didalam generator HHO mengakibatkan peningkatan panas, hasil
pembakaran bahan bakar ini lebih menghemat bahan bakar sekitar 32,6%-33,16% per-
jam pemakaian, dimana tegangan yang dihasilkan oleh generator set dengan
menggunakan atau tanpa HHO generator relatif stabil.
~ 15 ~
Manarul Hidayatullah
PROHILILA(PRODUKSI HIDROGEN DARI LIMBAH LABORATORIUM) SEBAGAI
MEDIATOR ENERGI PEMBANGKIT LISTRIK DENGAN METODE FUEL CELL)
Tujuan dari penelitian ini antara lain:
1. Memanfaatkan limbah cairan di Laboratorium Terpadu FMIPA Universitas
Islam Indonesia sebagai Pembangkit Listrik
2. Memberikan solusi penghematan listrik yang ekonomis dan terjangkau
3. Mengurangi pencemaran lingkungan oleh limbah cairan
4. Membantu pemerintah dalam mengatasi krisis listrik yang ada di Indonesia
Mengingat banyaknya jenis limbah lab FMIPA UII yang berbahaya, termasuk juga
limbah cair dari laboratorium yang bersifat toksik yang memiliki unsur logam berat
sehingga mencemari lingkungan serta bepengaruh pada kesehatan manusia. Maka
diperlukan upaya untuk pengatasan serta memberikan inovasi baru dari limbah cair
kimia. Salah satunya dilakukan pengelolaan menggunakan teknik fuel cell yang
merupakan energi masa depan yaitu sistem elektrokimia yang dapat mengubah
energi kimia dari hidrogen dan oksigen yang langsung menjadi energi listrik.
Adapun Proses kerja fuel cell ini melalui reaksi sebagai berikut:
Anoda : H2 →2H+ + 2e
Katoda : ½ O2 + 2e-→O2
Redoks Total : H2 + ½ O2 →H2O
+
Fuel masuk anoda, kemudian oleh katalis dioksidasi menghasilkan elektron dan H .
+
H langsung bergerak menuju katoda melalui eletrolit sedangkan elektron melakukan
work pada load kemudian menuju katoda. Disisi lain, udara yang masuk katoda
+
2-
direduksi katalis menghasilkan ion O 2. O bereaksi dengan H membentuk H2O
yang mengalir disel . Sel yang disuplai dengan hydrogen dan oksigen, maka akan
~ 16 ~
menghasilkan listrik. Adapun langkah-langkah Strategis Proses Pengolahan limbah cair
laboratorium menjadi energi listrik:
1. Pengumpulan limbah cair
Proses pengumpulan limbah berlangsung setiap hari, ketika berlangsungnya
praktikum mahassiswa di laboratorium FMIPA UII, kemudian setiap bulan sekali
ada mengumpulan dari setiap lab untuk dikumpulkan dalam satu tempat yang akan
siap untuk proses berikutnya.
1. Netralisasi
proses penetralan untuk menetralkan limbah cair laboratorium agar tidak toksik.
Proses penetralan limbah cair ini dapat menggunakan arang aktif Arang aktif adalah
suatu bentuk karbon yang mempunyai sifat absorptive terhadap larutan ataupun uap
sehingga bahan tersebut dapat berfungsi sebagai penjernihan larutan, penghisap
gas/racun dan penghilang warna. Arang aktif telah digunakan secara luas di dalam
industri kimia, makanan, dan farmasi seperti untuk pembuatan minyak makan, obat
sakit perut, penjernihan air minum, pembuatan gula pasir, masker dan lain-lain
(Sudrajat, 1985).
2. Elektrolisis
Elektrolisis ini merupakan pemecahan limbah cair yang sudah dinetralkan
menggunakan elektroda platina. Limbah cair yang sudah dinetralkan mengandung
molekul air akan dipecah menjadi senyawa H2 dan O2 dimana dalam setiap
pemecahan yang menghasilkan H2 akan dihasilkan pula energi listrik sebesar 1.23
Volt. Semakin banyak kolam elektrolisis yang dibuat akan semain banyak dan cepat
juga pemecahan molekul air. Sehingga energi listrik yang dihasilkan juga semakin
banyak.
~ 17 ~
4. Mengalirkan ke sumber listrik
Limbah cair laboratorium dari praktikum dapat menghasilkan 30-35 Liter/ bulan.
Dari data tersebut dapat dihasilkan 3.33 kg H2 dan dikonversikan menjadi 112870
watt per jamnya. Hasil konversi ini didapat melalui reaksi berikut :
Redoks Total : H2 + ½ O2 →H2O
Satu molekul H2O dapat menghasilkan 1666.67 mol H2O yang setara dengan 3.33
kg H2 . satu kg H2 dapat menghasilkan 33,9 kWh energi listrik atau sama dengan
33.900 watt per jam.
Keuntungannya pembakaran lebih konvensional yang berbasis teknologi dan tidak
memancarkan emisi pada saat operasi, merupakan green house gases mengatasi polusi
udara. Pemanfaatan limbah laboratorium dengan metode fuel cel ini bertujuan agar
pencemaran lingkungan oleh zat kimia dapat diminimalkan dan dapat mengubahnya
menjadi daya energi listrik. Limbah cair laboratorium mengandung banyak zat-zat kimia
yang tidak diketahui dan berbahaya karena bersifat toksik/ racun. Mengingat tidak
semua praktikan membuang limbah hasil praktikumnya pada tempat yang dibedakan
antara yang asam dan basa. Oleh karena itu, diperlukan proses penetralan untuk
menetralkan limbah cair laboratorium agar tidak toksik.
Rekomendasi atau saran untuk penelitian kali ini antara lain:
1. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk meningkatkan daya yang dapat dihasilkan
dari limbah cair, sehingga dapat dimanfaatkan dalam daya yang besar.
2. penelitian lebih lanjut untuk menggunakan limbah lain, sehingga metode fuell cell
dapat meminimalkan efek negative dari pencemaran limbah.
3. Perlu dilakukan inovasi dari desain alat agar dapat dibuat lebih sederhana dan
efisien.
Adapun macam teknologi pengolahan air limbah industri yang dibangun harus dapat
dioperasikan dan dipelihara oleh perusahaan setempat. Berbagai teknik pengolahan air
buangan untuk menyisihkan bahan polutannya telah dicoba dan dikembangkan selama ini.
~ 18 ~
Daftar Pustaka
Cobb, Allan B. 2019. Hidrogen dan Karbon. Bandung : Pakar Raya PT.
Fitri, Zarlaida. 2019. Kimia Unsur Golongan Utama. Banda Aceh : Syiah Kuala
University Press.
M. Saleh Al Amin, Nita Nurdiana, Emidiana. 2019. Pemanfaatan Hydrogen dari
HHO Generator sebagai Penghemat Bahan Bakar pada Prime Mover
Generator. Prosing Seminar Nasional II Hasil Litbangyasa Insudtri. Vol.
2, No. 2. http://ejournal.kemperin.go.id/pmbp/article/view/5691
Riza, D.U., Nur Endah W., Budiyono. 2020. Kemampuan Hidrogen Peroksida dan
Formaldehida Dalam Menurunkan Bakteri Pseudomonas aeruginosa Pada
Limbah Jarum Suntik di RS X Kota Semarang. Fakultas Kesehatan
Masyarakat. Universitas Diponegoro. https://ejournal.undip.ac.id/
index.php/mkmi.
Shalahuddin, dkk. 2014. Prohilila (Produksi Hidrogen Dari Limbah
Laboratorium) Sebagai Mediator Energi Pembangkit Listrik Dengan
Metode Fuel Cell. http://journal,uii.ac.id/a52dfada-9cab-46a1-a467-
e5a87b6c75ee.
Suyanta. 2014. Buku Ajar Kimia Unsur. Yogyakarta : UGM Press.
~ 19 ~