The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Laporan kegiatan magang Kuntadi Harya Nurfandi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kuntadiharya.n, 2022-11-09 19:30:47

Laporan Magang Kuntadi Harya Nurfandi

Laporan kegiatan magang Kuntadi Harya Nurfandi

Keywords: magang

LAPORAN KEGIATAN MAGANG
“ CORPORATE UNIVERSITY BRI

YOGYAKARTA ”

Di susun oleh :
Kuntadi Harya Nurfandi

NIM : 190510073

Dosen Pembimbing :
Shadrina Hazmi , SE., M.Sc.

PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA
2022

0

HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN MAGANG

PROGRAM STUDI MANAJEMEN
LAPORAN KEGIATAN MAGANG DI CORPU BRI YOGYAKARTA

LEMBAR PENGESAHAN :

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan Rahmat-
Nya penulis dapat menyelesaikan Kerja Praktik di BRI Corporate University Yogyakarta
(Sendik) serta dapat menyusun laporan Kerja Praktik ini tepat pada waktunya. Laporan ini
dibuat dalam rangka untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kerja Praktik yang wajib
dilaksanakan oleh setiap mahasiswa, khususnya mahasiswa program studi Manajemen,
fakultas Ekonomi, Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Banyak hal berharga yang penulis
dapatkan dari pelaksanaan Kerja Praktik ini. Pengalaman yang bermanfaat ini diharapkan
dapat berguna bagi kami untuk dikemudian hari. Laporan ini tidak dapat terselesaikan tanpa
bantuan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu kami
tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada :
1. Kedua orang tua yang telah memberikan dukungan penuh kepada saya.
2. Ibu Shadrina Hazmi, SE., M.Sc.. Selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan saya ijin
sehubungan dengan kegiatan magang saya.
3. Bapak Wasyim Muhfajri selaku Supervisor Corpu BRI Yogyakarta yang telah membimbing
saya selama kegiatan magang.
4. Semua pihak yang telah memberikan dukungan dan semangat penuh dalam pelaksanaan
kegiatan magang saya.

Serta perhatian dari semua pihak yang membantu penulisan ini kami ucapkan terima
kasih. Semoga laporan ini dapat dipergunakan sebaik mungkin.

Yogyakarta, 20 Juni 2022

Penyusun

2

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN…………………………………………………………………1
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………….…...2
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………….….3
BAGIAN I KEADAAN DAN PERMASALAHAN……………………………………….….4
A. Keadaan……………………………………………………………………………….…...4
B. Permasalahan………………………………………………………………………………7
BAGIAN II AKTIVITAS SOLUTIF…………………………………………………….……8
BAGIAN III PERUBAHAN YANG DIHASILKAN…………………………………...…...13
BAGIAN IV EVALUASI DAN PELAJARAN BERHARGA……………………………....15
A. Evaluasi Hasil Magang…………………………………………………………………..15
B. Pembelajaran Berharga………………………………………………………………….15
BAGIAN V REKOMENDASI PERKEMBANGAN KEDEPAN…………………………..16
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………..17
LAMPIRAN…………………………………………………………………………………18

3

BAGIAN I

KEADAAN DAN PERMASALAHAN

A. Keadaan

PT. Bank Rakyat (Persero) merupakan sebuah bank milik negara Indonesia yang berfokus
kepada penyediaan layanan usaha mikro, kecil, dan menengah. BRI memiliki sekitar 61
Divisi. BRI sudah telah berdiri sejak 1895, oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja di Purwokerto,
Jawa Pusat. Pada tahun 1946, BRI merupakan bank milik pemerintah yang paling pertama
setelah kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 2003 pemerintah memutuskan untuk menjual
30% share nya dan membukanya menjadi bank publik, menamakannya secara resmi PT.
Bank Rakyat Indonesia (Persero). Core Values BRI adalah sebagai berikut: integrity, trust,
Innovation, professionalism, dan customer centric. Visi BRI adalah “Menjadi the Most
Valuable Bank di Asia Tenggara, dan home to the Best Talent”. Misi BRI Adalah sebagai
berikut: (https://bri.co.id/, 2021)

1. Provide the Best; memberikan pelayanan bank terbaik dengan prioritas melayani
usaha mikro, kecil, dan menengah untuk mendukung perekonomian masyarakat.

2. Provide Excellent Services; memberikan pelayanan yang baik kepada nasabah
melalui sumber daya manusia yang profesional dengan budaya yang berorientasi
pada kinerja, teknologi informasi yang handal dan siap menghadapi masa depan,
serta jaringan konvensional dan digital yang produktif dengan menganut prinsip
operasional dan keunggulan manajemen risiko.

3. Provide Optimal Advantages; menciptakan nilai dan manfaat yang optimal bagi
stakeholders dengan memperhatikan prinsip keuangan berkelanjutan dan
melakukan praktik yang baik dalam pengelolaan keuangan

BRI Corporate University merupakan salah satu dari 61 Divisi di bawah BRI. Divisi BRI
corporate University terbentuk pada tanggal 15 Desember tahun 2015 atas keputusan
manajemen puncak, sebelumnya divisi ini dipanggil “Divisi Pendidikan dan Pelatihan”.
Divisi ini terbentuk dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan BRI dalam bidang pekerja
dengan mempersiapkan mereka untuk lingkungan BRI, dan memastikan BRI memiliki SDM-
SDM yang tangguh. . BRI Corporate University merupakan salah satu unit kerja di bawah
Direktorat Human Capital BRI. Visi BRI corporate University adalah untuk menjadi pusat
kualitas tinggi, dan membantu proses pemenuhan visi, misi, dan strategi BRI.

4

Corporate University BRI terletak di Tj. Manding, Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak,
Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55584. Corporate University BRI
mendapatkan gelar “The Best Corporate University” pada tahun 2018. BRI Corporate
University mendapatkan pengakuan dari Corporate Learning Improvement Process (CLIP)
dari European Foundation for Management Development (EFMD) yang disampaikan pada
tahun 2020. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa BRI mengikuti Visi nya yaitu menjadi
“Menjadi the Most Valuable Bank di Asia Tenggara dan home to the best talent”

Di Corporate University BRI terdapat koperasi yang menyediakan jasa simpan
pinjam, Pengertian Koperasi Simpan Pinjam adalah lembaga keuangan bukan bank yang
berbentuk koperasi dengan kegiatan usaha menerima simpanan dan memberikan pinjaman
uang kepada para anggotanya dengan bunga yang serendah-rendahnya.
Koperasi simpan pinjam atau biasa disebut koperasi kredit merupakan suatu bentuk koperasi
yang berdiri sendiri dimana anggota-anggotanya adalah orang-orang atau badan-badan yang
tergabung dalam koperasi tersebut. Mereka yang tidak terdaftar sebagai anggota tidak bisa
menyimpan atau meminjam uang dari koperasi simpan pinjam, namun pada
praktiknya koperasi simpan pinjam mengalami perkembangan sehingga tak jarang koperasi
yang memberikan pinjaman kepada selain anggota.

Anggota koperasi memiliki kelebihan dibanding masyarakat lain yang hanya
meminjam uang di koperasi. Sebagai anggota, mereka berhak mendapat keuntungan yang
diperoleh koperasi dari perputaran uang yang dikelola. Mereka mendapat sisa hasil usaha
koperasi sebesar yang telah dijanjikan di awal kontrak sebagai anggota.

Selain mendapat keuntungan koperasi, anggota koperasi simpan pinjam juga berhak
mengikuti rapat anggota dan memberikan usul atas keputusan-keputusan yang akan diambil
oleh koperasi.

Secara umum, bidang usaha koperasi simpan pinjam atau koperasi kredit meliputi hal-hal
berikut ini.

1. Pengumpulan dana semaksimal mungkin berupa simpanan atau tabungan anggota.
2. Menyalurkan atau memberi bantuan pinjaman atau kredit kepada anggota untuk

keperluan yang mendesak
3. Tambahan modal usaha, biaya perluasan usaha, dan lain-lain bagi anggotanya.
4. Malayani pembelian atau penjualan barang secara kredit atau angusuran.

5

Peranan dan fungsi lembaga keuangan bukan bank yang berbentuk Koperasi Simpan Pinjam
terhadap anggotanya adalah sebagai berikut.

1. Peran dan Fungsi Simpanan
• Uang simpanan dan tabungan akan lebih aman, terjamin, dan produktif.
• Pengumpulan uang simpanan dan tabungan akan meningkat jumlahnya dan
menjadi investasi pada masa hari tua.
• Simpanan dan tabungan itu akan diterima kembali secara keseluruhan apabila
pada suatu saat berhenti sebagai anggota Koperasi Simpan Pinjam.
• Mendorong agar timbul hasrat untuk menyimpan atau menabung pada
koperasi.
• Pengumpulan dana simpanan dan tabungan menjadi investasi untuk membantu
usaha para anggota melalui penyaluran dana kredit.

2. Peran dan Fungsi Pinjaman
• Melalui penyaluran dana kredit itu akan dapat meningkatkan pendapatan para
anggota dan sekaligus mengentaskan kemiskinan.
• Pelayanan pemberian kredit sangat cepat dan mudah tanpa agunan atau
jaminan kredit.
• Pemberian kredit dengan bunga sangat rendah.
• Pada akhir tahun buku jasa bunga kredit itu dibagikan kepada para anggota
setelah dikurangi biaya operasional, dana cadang dan dana pengembangan
kredit, sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

6

B. Permasalahan
Permasalahan yang dialami BRI Corporate University (Corpu) yaitu keterlambatan

karyawan membayar cicilan pinjaman terhadap perusahaan. Kebanyakan karyawan dalam
mengembangkan usahanya berhutang untuk mendapatkan tambahan dana yang digunakan
sebagai modal kerja atau untuk investasi. Sumber utang dapat berasal dari institusi seperti
bank, koperasi simpan pinjam dan fintech, atau berasal dari perorangan seperti keluarga,
sahabat maupun pihak lainnya.

Berutang memang merupakan hal yang wajar dalam bisnis. Namun hal tersebut akan
menjadi tidak wajar apabila kita tidak mampu melunasi utang alias mengalami kemacetan
pembayaran cicilan pinjaman.

Pinjaman karyawan adalah salah satu kemudahan yang sering diberikan perusahaan
kepada para pekerja yang berstatus karyawan tetap. Pinjaman karyawan juga memiliki
manfaat bagi perusahaan, di antaranya adalah meningkatkan loyalitas dan retensi karyawan,
sebab mereka akan menganggap perusahaan sebagai tempat menggantungkan hidup.
Pinjaman karyawan juga bisa menjadi cara perusahaan mengikat pekerja agar tidak resign.

Karena adanya manfaat-manfaat tersebut, pinjaman karyawan juga saat ini telah
menjadi budaya di berbagai perusahaan di Indonesia. Selain kasbon, ada juga pinjaman
berjangka tanpa bunga, kredit perumahan, dan kredit kendaraan, untuk menunjang
kesejahteraan karyawan.

7

BAGIAN II

AKTIVITAS SOLUTIF

Menurut KBBI Kemendikbud (online), Aktivitas adalah suatu kegiatan, kegiatan atau
kerja yang dilakukan dalam tiap-tiap bagan perusahaan.

Sedangkan beberapa ahli juga telah mendefinisikan aktifitas, diantaranya:

Anton M. Mulyono mengungkapkan bahwa aktivitas merupakan kegiatan atau
keaktivan. Jadi segala sesuatu yang dilakukan atau kegiatan-kegiatan yang terjadi baik fisik
ataupun non-fisik adalah sebuah aktivitas.

Sedangkan menurut Sriyono, aktivitas merupakan segala kegiatan yang dilakukan
baik secara jasmani atau rohani.

Dari penjelasan tersebut maka bisa disimpulkan bahwa aktivitas merupakan kegiatan
seseorang yang dilaksanakan baik secara jasmani ataupun rohani atau kegiatan fisik atau
nonfisik.

Solutif adalah kemampuan untuk mengatasi sebuah permasalahan dengan
menggunakan sebuah solusi.

Sedangkan Aktivitas Solutif merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang
dengan mencari atau mengemukakan solusi-solusi yang tepat untuk suatu permasalahan yang
ada sehingga permasalahan tersebut dapat terpecahkan melalui solusi-solusi yang
dikemukakan.

Permasalahan di BRI Corporate University (Corpu) yaitu keterlambatan pembayaran
hutang pegawai ke perusahaan menjadi menghambat proses simpan pinjam kepada pegawai
yang lain, dan memperlambat arus kas keluar dan arus kas masuk sehingga masalah tersebut
perlu di selesaikan agar pegawai segera membayarkan hutangnya ke perusahaan, dan
perusahaan dapat memberikan pinjaman uang kepada pegawai yang lain.

Penyelesaian masalah ini dilakukan dengan cara Pemotongan Upah oleh Pengusaha
untuk pembayaran utang atau cicilan utang Pekerja/ Buruh dan dilakukan berdasarkan
kesepakatan tertulis atau perjanjian tertulis. Jumlah keseluruhan pemotongan Upah paling
banyak 50% (lima puluh persen) dari setiap pembayaran Upah yang diterima

8

Pekerja/Buruh.Oleh karena itu, pada dasarnya pengusaha dapat memperhitungkan utang
pekerja/buruh dengan upah pekerja/buruh tersebut. Tetapi, itu pun tidak boleh melebihi 50%
(lima puluh persen) dari setiap pembayaran upah yang diterima pekerja. Ini berarti peraturan
perundang-undangan memberikan perlindungan kepada pekerja agar pekerja tidak kehilangan
semua upah yang diterimanya dan untuk menjamin kehidupan yang layak bagi pekerja.

Salah satu fasilitas yang diberikan untuk penunjang kesejahteraan adalah pinjaman
karyawan. Beberapa perusahaan menawarkan dukungan keuangan secara langsung kepada
karyawan mereka. Biasanya pinjaman langsung ini berbentuk pinjaman berjangka, baik
dengan bunga rendah maupun tanpa bunga.

Bagi karyawan tentunya hal ini sangat memudahkan ketika sedang terdesak
membutuhkan dana. Namun, perusahaan perlu sangat hati-hati karena jangan sampai program
ini membuat karyawan tersebut ketergantungan.

Perusahaan harus memiliki persyaratan tertentu bagi karyawan yang ingin
mengajukan pinjaman, misalnya status karyawan apakah kontrak atau tetap, lama bekerja,
dan sistematika pembayaran yang memotong dari gaji karyawan tiap bulannya.

Fasilitas keuangan bagi karyawan dapat menunjukkan kepada karyawan bahwa
pemberi kerja peduli dengan kesejahteraan mereka. Berikut ini beberapa manfaat dari adanya
fasilitas keuangan bagi karyawan dan agar dapat dijadikan pedoman agar karyawan tepat
waktu jika membayar :

a) Meningkatkan Produktivitas dalam Bekerja
Karyawan yang diberikan fasilitas pinjaman, pasti akan menerimanya dengan

senang hati. Membantu karyawan melewati situasi keuangan yang sulit dapat
mengurangi tingkat stres yang dapat membantu pemberi kerja dengan meningkatkan
produktivitas secara keseluruhan. Ini juga dapat menyebabkan pengurangan
ketidakhadiran bagi mereka yang berurusan dengan situasi keuangan.
b) Meningkatkan Loyalitas Karyawan Terhadap Perusahaan

Karyawan akan lebih menyadari kalau perusahaan ternyata sangat
memperhatikannya. Hal ini dapat meningkatkan loyalitas dan retensi karyawan
terhadap perusahaan. Karyawan juga akan berpikir ulang bila akan resign dari
perusahaan karena belum tentu perusahaan lain akan memberikan fasilitas yang sama
seperti sekarang.
c) Mengurangi Biaya Karyawan

9

Karena karyawan sudah diberikan pinjaman, maka otomatis karyawan tersebut
sudah terikat dengan perusahaan. Dan tidak memerlukan banyak karyawan baru untuk
mengisi formasi karyawan. Sehingga dapat mengurangi biaya perekrutan karyawan.
d) Meningkatkan Kesehatan Keuangan Kedua Belah Pihak

Karyawan yang memiliki pinjaman, pasti memiliki urgensi dalam memenuhi
kebutuhan jangka pendek ataupun panjangnya. Dengan diberikannya pinjaman,
karyawan akan lebih konsisten dalam mengatur keuangannya, meski tentu akan lebih
mudah saat tidak ada pinjaman. Selain itu, pinjaman juga menyehatkan keuangan
perusahaan, karena uang yang harusnya hanya disimpan saja bisa diputar untuk
mendapat keuntungan berkat pinjaman ini (jika ada bunga). Apalagi jika hasil
keuntungan tersebut disalurkan ke program kesejahteraan karyawan lainnya.
e) Kontra Adanya Fasilitas Keuangan untuk Karyawan

Sementara itu, terdapat pula beberapa hal yang dianggap sebagai kontra dari
adanya fasilitas pinjaman perusahaan ke karyawan. Apalagi ini menyangkut uang
perusahaan, tentu harus dikelola dengan baik. Simak beberapa hal yang menjadi
kontra dalam pelaksanaan program ini.
f) Resiko Gagal Bayar

Perusahaan tidak bisa begitu saja berasumsi bahwa akan dapat langsung
memotong pembayaran pinjaman dari gaji karyawan. Apalagi jika karyawan yang
memiliki pinjaman keluar atau diberhentikan sebelum pinjaman dilunasi. Ini bisa
berarti risiko gagal bayar yang tinggi.
g) Perhitungan Pajak

Mungkin ada implikasi pajak yang harus dikelola, tergantung pada detail
persyaratan pinjaman dan bagaimana pinjaman tersebut dikelola.
h) Dapat Menimbulkan konflik

Jika tidak dikelola dengan baik, sangat mungkin program pinjaman ini justru
menimbulkan konflik. Ada risiko kebencian jika seorang karyawan tidak memenuhi
persyaratan kelayakan apa pun yang ditetapkan pemberi kerja.
i) Ketergantungan Pinjaman

Terlibat dalam kehidupan finansial seseorang dapat mengakibatkan perilaku
bermasalah yang memungkinkan perusahaan, bergantung pada kebutuhan akan
pinjaman, memperburuk masalah dalam beberapa situasi. Hal ini juga berlaku bagi
karyawan, karyawan jadi punya kebiasaan meminjam daripada menabung atau
berinvestasi dan jadi merugikan kedua belah pihak.

10

j) Pastikan Status Karyawan
Tentu saja jelas, syarat pertama dan utama adalah karyawan perusahaan yang

mengajukan pinjaman adalah karyawan dari perusahaan Anda. Biasanya perlu
diperhatikan apakah status karyawan sudah pegawai tetap. Secara langsung,
perusahaan bertanggung jawab atas kehidupan karyawan dengan memberikan
kompensasi berupa gaji dan benefit lain. Salah satunya berupa pinjaman yang bisa
diajukan karyawan.
k) Tentukan Batas Maksimal Pinjaman

Karyawan yang mengajukan pinjaman juga memiliki batas maksimal
pinjaman. Batasnya diterapkan mengacu pada posisi atau jabatan serta gaji yang
diterimanya setiap bulan sehingga tetap dapat dikembalikan tepat waktu tanpa harus
terlalu memberatkan karyawan yang melakukan pinjaman.
l) Tentukan Jangka Waktu Pinjaman

Setiap karyawan yang melakukan pinjaman juga harus memberikan
keterangan jelas berapa lama pengembalian pinjaman tersebut dilaksanakan. Misalnya
saja, dengan pinjaman sebesar Rp10.000.000 akan dikembalikan secara bertahap
selama 5 bulan. Maka setiap bulan gaji karyawan tersebut akan dipotong sebesar
Rp2.000.000 ditambah dengan bunga yang diberikan perusahaan.
m) Buatlah Surat Perjanjian Pinjaman

Dokumen khusus yang mencantumkan kesepakatan pinjaman antara
perusahaan dan karyawan ini bentuknya bisa berbeda setiap perusahaan. Intinya,
terdapat keterangan jelas mengenai jumlah pinjaman, jangka waktu pengembalian,
keterangan menyetujui aturan yang berlaku dan ditandatangani oleh kedua pihak.
SOP, aturan, peraturan pinjaman karyawan di perusahaan harus jelas tertera dalam
surat perjanjian pinjaman tersebut.
n) Perhatikan Kondisi Keuangan Perusahaan

Meski menjadi hal umum, pemberian pinjaman harus juga melihat kondisi
keuangan perusahaan. Jangan sampai perusahaan bisa memberikan bantuan untuk
karyawan namun justru membuat keuangan perusahaan menjadi tidak sehat. Dampak
yang timbul bisa masif dan sangat merugikan. Selalu cermati kondisi keuangan
perusahaan sebelum memberikan pinjaman.
o) Cek Track Record Karyawan

Meski setiap pekerja memiliki hak yang sama untuk mengakses pinjaman
yang disediakan karyawan, perusahaan tetap harus mencermati rekam jejak karyawan

11

dalam kegiatan perusahaan. Jangan sampai, karyawan yang pernah bermasalah
dengan pinjaman bisa dengan mudah mendapatkan pinjaman kembali tanpa ketentuan
tambahan sebagai konsekuensi atas masalah yang dibuatnya dahulu.

12

BAGIAN III

PERUBAHAN YANG TELAH DIHASILKAN

Magang adalah proses dimana mahasiswa melakukan kegiatan terjun langsung di
lapangan kerja untuk mengenal lebih dalam mengenai kondisi yang sesungguhnya dalam
lingkungan kerja. Dalam proses ini mahasiswa dituntut untuk melakukan rangkaian kegiatan
yang ada di dalam lingkungan kerja, proses pembelajaran juga harus diikuti seluruh karyawan
suatu perusahaan. Model pengelolaan pembelajaran para pekerja pada perusahaan perusahaan
Amerika Serikat seperti ini disebut sebagai corporate university (Corpu) . Corporate
university (Corpu) menempatkan metode pembelajaran yang cerdas dengan tetap menjaga
keselarasan antara organisasi dengan lingkungannya. Corpu menjembatani kesenjangan
antara disiplin ilmu manajemen dengan pembelajaran organisasi yang membutuhkan
kecepatan dan arah pembelajaran sesuai kebutuhan (Rademakers, 2014). Peran strategis
Kementerian Keuangan dalam pengelolaan keuangan negara perlu didukung dengan Sumber
Daya Manusia (SDM) yang handal, akuntabel, dan kompeten, serta dapat menyelesaikan
tugas dengan efektif dan efisien. Salah satu aspek kunci dalam mencetak SDM dengan
kriteria tersebut adalah dengan menyediakan pembelajaran yang bersifat link and match
dengan kebutuhan organisasi. Transformasi lembaga diklat menjadi Corpu harus sejalan
dengan strategi pengelolaan dan pengembangan organisasi sebagai pembelajar yang baik
guna mencapai tujuan bersama (Surjani, 2013). Terdapat perbedaan yang signifikan antara
BPPK sebagai training center dan sebagai corporate university. Perbedaan tersebut mendasari
urgensi transformasi Kemenkeu Corpu harus segera dilaksanakan demi menjawab beberapa
tantangan berikut ini. Antara lain :

1. Pengembangan SDM belum sejalan dengan strategic planning dan pencapaian
target kinerja organisasi;

2. Diperlukan proses bisnis pengembangan SDM yang lebih aplikatif, relevan,
mudah diakses, dan berdampak tinggi melalui penerapan Kementerian
Keuangan Corpu;

3. Dalam rangka menciptakan learning organization untuk menghasilkan agen
perubahan;

4. Knowledge yang ada di Kementerian Keuangan sangat banyak dan beragam
yang harus didokumentasikan agar dapat dimanfaatkan dengan optimal;

13

5. Perkembangan teknologi membawa konsekuensi model pembelajaran harus
mudah diakses kapan saja dan dimana saja.

Pengetahuan setiap individu didalam organisasi Atau perusahaan tentunya berbeda-
beda sehingga menyebabkan pengetahuan tidak berkembang secara merata di lingkungannya.
Knowledge Management (KM) menjadi salah satu solusi untuk membantu pengelolaan
pengetahuan setiap anggota organisasi atau perusahaan agar memiliki pengetahuan yang
sama dalam membantu mengembangkan organisasi dan Perusahaan (Darudianto dan
Setiawan, 2013). Produk Corpu akan lebih banyak dan bervariasi bukan hanya Diklat seperti
yang selama ini dikerjakan oleh training Center. Seluruh proses pembelajaran akan diarahkan
untuk memberikan dampak bagi visi, misi, dan sasaran kinerja Kementerian Keuangan.

14

BAGIAN IV
EVALUASI DAN PELAJARAN BERHARGA

A. EVALUASI HASIL MAGANG
Setelah pelaksanaan magang yang dilakukan selama satu bulan di Corpu BRI

Yogyakarta, maka didapatkan hasil evaluasi dari pelaksanaan magang sebagai berikut :
a. Masih banyak kekurangan dari saya sehingga mengacu saya untuk dapat
meningkatkan pengetahuan yang lebih luas lagi.
b. Banyak hal baru yang saya dapatkan selama kegiatan magang.
c. Komunikasi itu perlu untuk menjalin kebersamaan dan mengatasi setiap masalah yang
terjadi.
d. Belajar mengatasi setiap kendala yang terjadi pada pekerjaan

B. PELAJARAN BERHARGA
Banyak sekali pelajaran berharga yang saya dapatkan selama kegiatan magang di

Corporate University BRI Yogyakarta. Saya belajar tentang pekerjaan yang dilakukan oleh
setiap pegawai disana, mereka berkerja dengan sungguh- sungguh dan sepenuh hati menjalani
setiap pekerjaan yang telah menjadi tanggung jawabnya. Seperti halnya Bapak Andjar selaku
Head Of Campus yang berpengaruh besar kepada Corpu BRI dimana beliau memiliki etos
kerja yang tinggi, komunukatif, membangun kebersamaan, disiplin ilmu, dan menyelesaikan
setiap masalah dengan kebersamaan. Ada juga Bapak Wasyim selaku Supervisor yang cerdas
dalam menangani setiap kegiatan yang berlangsung, dan teman teman pegawai yang saling
mensuport satu sama lain agar kebersamaan dan keharmonisan di lingkungan kerja tetap
terjaga. Hal tersebut menyadarkan saya dengan masih banyaknya kekurangan pada diri saya
sehingga memotivasi saya untuk terus belajar menjadi yang lebih baik dengan menambah
pengetahuan dan pengalaman seputar dunia kerja.

15

BAGIAN V
REKOMENDASI PENGEMBANGAN KEDEPAN

Model pengelolaan pembelajaran para pekerja pada perusahaan perusahaan Amerika Serikat
seperti ini disebut sebagai corporate university (Corpu) . Corporate university (Corpu)
menempatkan metode pembelajaran yang cerdas dengan tetap menjaga keselarasan antara
organisasi dengan lingkungannya

1. Perseroan harus lebih mengoptimalkan keberadaan Corporate University sebagai unit
kerja pencitpa insan BRIlian dan SDM di bidang keuangan.

2. Corporate University harus memiliki peran krusial dalam mencetak sumber daya
manusia yang unggul, terutama top talents yang mampu mengambil peran
kepemimpinan di Bank BRI maupun di lingkungan BUMN lainnya. Hal ini seiring
dengan visi “Menjadi the Most Valuable Bank di Asia Tenggara, dan home to the
Best Talent”

3. Corporate University BRI menjalankan program dengan terus menyelaraskan
pembelajaran dengan bisnis, menjadi enabler kapabilitas para pegawai Bank BRI dan
melakukan inovasi digital pada proses pembelajaran. Invasi digital ini memampukan
para BRIlian untuk menjadi pembelajar tangguh yang dapat dilakukan di mana saja
dan kapan saja.

16

DAFTAR PUSTAKA

Kompas.com (2020) “BRI Corporate University Raih Akreditasi Global Buktikan
Kompetensi Karyawan BRI Berkelas Dunia.
Agung Yuniarto, Aida Vitayala Hubeis, dan Anggraini Sukmawati (2019). “FAKTOR-
FAKTOR KUNCI KESUKSESAN IMPLEMENTASI CORPORATE UNIVERSITY
DALAM RANGKA TRANSFORMASI BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
KEUANGAN”.
“Pengertian Aktivitas Belajar” https://gurupengajar.com/pengertian-aktivitas.html
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://kc.umn.ac.id/17221/4/BA
B_II.pdf&ved=2ahUKEwjU4O2ksbv4AhX6RmwGHcbkDzEQFnoECCwQAQ&usg=AOvV
aw0FUKmUQkEgiI7BdCv3bUz3
https://www.hukumonline.com/klinik/a/gaji-ditahan-karena-berutang-pada-perusahaan-
lt5163d1388c774
https://kukm.gunungkidulkab.go.id/berita-93/koperasi-simpan-pinjam-ksp.html

17

LAMPIRAN

18

19

20

21

22

23

24


Click to View FlipBook Version