Modul P5 | Bangunlah Jiwa Dan Raganya | Stop Bullying | Yuni D. P. Padji Mamo,S.Pd 1 MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA FASE B / KELAS IV SD KRISTEN CITRA BANGSA MANDIRI 2023
Modul P5 | Bangunlah Jiwa Dan Raganya | Stop Bullying | Yuni D. P. Padji Mamo,S.Pd 2 TEMA “BANGUNLAH JIWA DAN RAGANYA” “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” Matius 7 : 12
Modul P5 | Bangunlah Jiwa Dan Raganya | Stop Bullying | Yuni D. P. Padji Mamo,S.Pd 3 A. INFORMASI UMUM IDENTITAS MODUL Penyusun : Yuni D. P. Padji Mamo, S.Pd Instansi : SD Kristen Citra Bangsa Mandiri Tahun Penyusun : 2023 Fase/Kelas : B/ IV Semester : II Alokasi Waktu : 23 JP B. LATAR BELAKANG PROJEK Profil pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berprilaku sesuai dengan nilai - nilai Pancasila. Sila ketiga Pancasila mengandung nilai persatuan bangsa,n ilai ini mengandung makna pengakuan atas Bhineka Tunggal Ika (berbeda – beda tapi tetap satu) yang harus diintegrasikan dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan, baik kegiatan di lingkungan masyarakat,rumah dan sekolah Tema yang diangkat dalam projek merupakan salah satu dari tujuh tema untuk SD yang sesuai dengan naskah Profil Pelajar Panacasila yaitu tema “Bangunlah jiwa dan raganya” dengan topik “Stop Bullying” Bully atau Bullying adalah seseorang yang secara langsung/ tidak lansung melakukan agresi baik fisik, verbal atau psikologis kepada orang lain dengan tujuan menunjukkan kekuatan pada orang lain. Dilingkungan sekolah, khususnya di Sekolah Dasar sering kali terjadi perilaku bullying baik yang disadari maupun tidak disadari oleh peserta didik atau kelompok. C. TUJUAN ALUR PROJEK Pelajar Pancasila menyadari bahwa semua manusia setara dihadapan Tuhan. Akhlak mulianya bukan hanya tercermin dalam rasa sayangnya pada diri sendiri tetapi juga dalam budi luhurnya kepada sesama manusia. Untuk itu Tema yang diangkat dalam projek ini yaitu “Bagunlah jiwa dan raganya” dengan topik “Stop Bullying’ Melalui projek dengan tema “Bangunlah jiwa dan raganya” dan topik “Stop Bullying” peserta didik diharapkan menjadi Pelajar Pancasila yang menghormati, menghargai, dan saling mengasihi akan keragaman suku,agama, karakter, dan tidak memberikan label negatif kepada orang lain dan senantiasa berempati, peduli,murah hati, welas asih kepada orang lain, dan menolong orang lain yang lemah atau tertindas mencarikan solusi terbaik untuk korban bullying dan sadar bahwa segala sesuatu yang dilakukan memiliki dampak baik ataupun buruk Pada akhir projek ini, peserta didik diharapkan dapat mengintegrasikan dua dimensi Profil Pelajar Pancasila yaitu (1) beriman dan bertakwa pada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, khususnya elemen akhlak kepada manusia dengan sub elemen mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan dan (2) berkotong royong, khususnya elemen kolaborasi dengan sub elemen saling ketergantungan positif
D. DIMENSI DAN ELEMEN PROFIL PELAJAR PAN Dimensi Elemen Sub-el Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berahlak mulia Akhlak kepada manusia Mengutamakan pe orang lain dan me perbedaan Bergotong royong Kolaborasi Saling bergantung E. RUBRIK UTAMA PROJEK PROFIL Dimensi Beriman, bertakwa kepaada Tu Elemen Sub-elemen Mulai Berkembang (MB) Akhlak Kepada Manusia Mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan Mengenali hal – hal yang sama dan berbeda yang dimiliki diri dan temannya dalam berbagai hal. Membiasakan mendengarkan pendapat temannya, baik itu sama ataupun berbeda dengan pendapatnya dan mengekspresikannya secara wajar
Modul P5 | Bangunlah Jiwa Dan Raganya | Stop Bullying | Yuni D. P. Padji Mamo,S.Pd 4 NCASILA lemen Target Pencapaian di Fase B Aktivitas terkait ersamaan dengan enghargai Peserta didik terbiasa mengidentifikasi hal – hal yang sama dan berbeda yang dimiliki diri dan temannya dalam berbagai hal serta memberikan respons secara positif terhadap keragaman karakteristik tersebut gan positif Peserta didik menyadari bahwa setiap orang membutuhkan orang lain dalam memenuhi kebutuhannya dan perlunya saling membantu dalam mencapai tujuan bersama (kelompok) han Yang Maha Esa dan berahlak mulia Sedang Berkembang (SB) Berkembang Sesuai Harapan (BSH) Sangat Berkembang (SB) Mengenal hal – hal yang sama dan berbeda yang dimiliki diri dan temannya dalam berbagai hal, serta memberikan respons secara positif Terbiasa mengidentifikasi hal – hal yang sama dan berbeda yang dimiliki diri dab temannya dalam berbagai hal serta memberikan respons secara positif Mengidentifikasi kesamaan dengan orang lain sebagai perekat hubungan sosial dan mewujudkannya dalam aktivitas kelompok. Mulai mengenal berbagai kemungkinan interpretasi dan cara pandang yang berbeda Ketika dihadapkan dengan dilemma
Dimensi Bergo Elemen Sub-elemen Mulai Berkembang (MB) Kolaborasi Saling ketergantungan positif Mengenali dan menyampaikan kebutuhan – kebutuhan diri sendiri dan orang lain
Modul P5 | Bangunlah Jiwa Dan Raganya | Stop Bullying | Yuni D. P. Padji Mamo,S.Pd 5 otong Royong Sedang Berkembang (SB) Berkembang Sesuai Harapan (BSH) Sangat Berkembang (SB) Mengenali kebutuhan – kebutuhan diri sendiri yang memerlukan orang lain dalam pemenuhannya Menyadari bahwa setiap orang membutuhkan orang lain dalam memenuhi kebutuhannya dan perlu saling membantu Menyadari bahwa meskipun setiap orang memiliki otonominya masing – masing, setiap orang membutuhkan orang lain dalam memenuhi kebutuhannya
F. ALUR TAHAPAN PROJEK Secara umum alur tahapan projek dengan tema “Bangunlah jiwa dan R Stop Bullying Pre Test Projek Tahap Aksi Mendorong perserta didik untuk mencari tahu dan merancang solusi permasalahan bullying Tahap Refleksi mengevalusi, mengintrospeksi diri dan menciptakan rasa kesadaran menghargai sesama Post Test Projek
Modul P5 | Bangunlah Jiwa Dan Raganya | Stop Bullying | Yuni D. P. Padji Mamo,S.Pd 6 Raganya” sebagai berikut: g Tahap Pengenalan mengenali dan membangun pemahaman peserta didik terhadap pengertian , jenis – jenis dan dampak bullying Tahap Kontekstual mendorong peserta didik untuk menguhubungkan antara apa yang telah di pelajari (materi bullying) dengan pengamatan/pengalaman yang terjadi
Alur tahapan Projek ‘Stop Bullying” Tahap Pengenalan (mengenali dan membangun pemahaman peserta didik terhadap pengertian , jenis – je Aktivitas Pelaksanaan Nonton bareng Peserta didik menyanyikan lagu “hati hati gunakan tanganmu Peserta didik menonton film pendek tentang bullying https:/ Peserrta didik menjawab pertanyaan pemantik : • Siapa tokoh dalam film tersebut ? • Bagaimana watak dari tokoh – tokoh tersebut ? • Apa yang dilakukan oleh teman-teman Rino? • Apa yang dirasakan oleh Rino ? Peserta didik menarik kesimpulan bersama tentang pengertia Peserta didik menonton bersama film pendek (2) https://yo Guru memberikan pertanyaan sebagai apresepsi untuk masuk • Apa yang membuat Rino sedih film 1? • Apa yang membuat Bobon sedih film 2? Peserta didik mengidentifikasi jenis – jenis bullying dari 2 fi Peserta didik menonton video tentang korban bully Peserta didik memberikan pendapat terkait artikel tersebut Tahap Kontekstual (mendorong peserta didik untuk menguhubungkan antara apa yang telah di pelajari (m Aktivitas Pelaksanaan Detektif cilik Peserta didik mendengarkan instruksi sebagai Detektif cilik Setiap peserta didik mendapatkan misi rahasia (lampiran 2) Peserta didik mengidentifikasi jenis-jenis bullying yang terja Peserta didik melaporkan hasil temuan
Modul P5 | Bangunlah Jiwa Dan Raganya | Stop Bullying | Yuni D. P. Padji Mamo,S.Pd 7 enis , dan dampak bullying) Alokasi waktu Ket. u” • Peserta didik diperbolehkan membawa snack saat nobar • Tiket masuk untuk menentukan posisi duduk anak – anak • Guru menyiapkan video film pendek tentang bullying //youtu.be/K3mAWQti0gU an bullying utu.be/gacNh-sVO30 k dalam materi jenis – jenis bullying : ilm pendek tersebut materi bullying) dengan pengamatan/pengalaman yang terjadi) Alokasi waktu Ket. • Misi rahasia berupa lembar pengamatan • Dilakukan saat jam istirahat • Membawa papan ujian adi dilingkungan sekolah
Tahap Aksi (Mendorong perserta didik untuk mencari tahu dan merancang solusi permasalahan b Aktivitas Pelaksanaan Super hero peserta didik mencari solusi permasalahan bullying Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok Peserta didik berdiskusi untuk mencari tahu dan merancang Peserta didik berkerja sama dalam kelompok untuk menghas Peserta didik menulis rancangan solusi permasalahan bullyin Peserta didik menyebarluaskan solusi permasalahan bullying Tahap Refleksi (Mengevalusi, mengintrospeksi diri dan menciptakan rasa kesadaran menghargai sesam Aktivitas Pelaksanaan Dari Hati untu Hati yang Lain Peserta didik duduk secara melingkar Menyanyikan lagu “hati – hati gunakan tanganmu” Peserta didik menutup mata dengan iringan instrument (saat Saat teduh, guru memberikan beberapa pertanyaan refleksi : • Pernakah kamu membully teman ? baik itu secara fis • Coba kamu banyangkan bagaimana perasaannya ? se • Apakah kamu senang kalua orang lain berbuat seper • Selama kegiatan projek, apakah kamu sudah berkerj • Apakah kata – kata atau tindakanmu menyakiti hati t Peserta didik menulis isi hati/ungkapan hati disebuah kertas dimading kelas (sebagai hasil refleksi) Menyanyikan lagu “kau temanku, ku temanmu”
Modul P5 | Bangunlah Jiwa Dan Raganya | Stop Bullying | Yuni D. P. Padji Mamo,S.Pd 8 ullying) Alokasi waktu Ket. • Lembar rancangan solusi (lampiran 3) solusi permasalahn bullying silkan solusi permasalahan bullying ng g ma) Alokasi waktu Ket. • Menyiapkan kertas refleksi berbentuk telapak tangan teduh) sik ataupun secara verbal .. edih bukan ? rti itu kepada kamu ? a sama dengan baik ? temanmu ? yang sudah disiapkan dan ditempelkan
G. ASESSMEN Asessmen formatif Dimensi Beriman,bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhl No Nama Peserta didik (1) Mengenali hal – hal ya sama dan berbeda yan dimiliki diri dan teman dalam berbagai hal. mendengarkan pendap temannya, baik itu sam ataupun berbeda deng pendapatnya dan mengekspresikanny secara wajar 1 2 3 4 dst
Modul P5 | Bangunlah Jiwa Dan Raganya | Stop Bullying | Yuni D. P. Padji Mamo,S.Pd 9 ak mulia (Tahap Kontekstual ) Penilaian (2) (3) (4) ang ng nnya . pat ma gan a Mengenal hal – hal yang sama dan berbeda yang dimiliki diri dan temannya dalam berbagai hal, serta memberikan respons secara positif Terbiasa mengidentifikasi hal – hal yang sama dan berbeda yang dimiliki diri dab temannya dalam berbagai hal serta memberikan respons secara positif Mengidentifikasi kesamaan dengan orang lain sebagai perekat hubungan sosial dan mewujudkannya dalam aktivitas kelompok. Mulai mengenal berbagai kemungkinan interpretasi dan cara pandang yang berbeda Ketika dihadapkan dengan dilemma
Asessmen formatif Dimensi Bergotong royong (Tahap Aksi) No Nama Peserta didik (1) Mengenali dan menyampaikan kebutuh – kebutuhan diri sendir dan orang lain 1 2 3 4 dst
Modul P5 | Bangunlah Jiwa Dan Raganya | Stop Bullying | Yuni D. P. Padji Mamo,S.Pd 10 Penilaian (2) (3) (4) han ri Mengenali kebutuhan – kebutuhan diri sendiri yang memerlukan orang lain dalam pemenuhannya Menyadari bahwa setiap orang membutuhkan orang lain dalam memenuhi kebutuhannya dan perlu saling membantu Menyadari bahwa meskipun setiap orang memiliki otonominya masing – masing, setiap orang membutuhkan orang lain dalam memenuhi kebutuhannya
Modul P5 | Bangunlah Jiwa Dan Raganya | Stop Bullying | Yuni D. P. Padji Mamo,S.Pd 11 H. Daftar Pustaka https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/jenis-jenis-bullying-di-sekolah http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/195707121984032- EHAN/Presentation1_bullying_%5BCompatibility_Mode%5D.pdf https://youtube.com/watch?v=XqQnpCU7iEM https://www.youtube.com/watch?v=AIgYXJhrt7A&t=16s
Modul P5 | Bangunlah Jiwa Dan Raganya | Stop Bullying | Yuni D. P. Padji Mamo,S.Pd 12 Lampiran 1 Lembar Pengamatan Detektif Cilik Tema Bangunlah Jiwa dan Raganya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Hai, Detektif cilik SD Kristen Citra Bangsa Mandiri, tolong selesaikan Misi Projek “Stop Bullying” ini secara Rahasia ya… apakah dilingkungan sekolah ada pelaku – pelaku bullying, kalau ada silahkan isi pada tabel dibawah ini ! No Tanggal Kejadian Jenis Bullying Verbal Fisik
Modul P5 | Bangunlah Jiwa Dan Raganya | Stop Bullying | Yuni D. P. Padji Mamo,S.Pd 13 Lampiran 2 Rancangan Solusi Permasalahan Bullying Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SD Kristen Citra Bangsa Mandiri Tema : Bangunlah Jiwa dan Raganya Kelas : Topik : Stop Bullying Semester : II Apa yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya bullying ? Nama Kelompok : Anggota Kelompok :
Modul P5 | Bangunlah Jiwa Dan Raganya | Stop Bullying | Yuni D. P. Padji Mamo,S.Pd 14 Pre Test Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Sekolah Dasar Kristen Citra Bangsa Mandiri Tema : Bangunlah Jiwa dan Raganya Nilai Topik : Stop “Bullying” Nama : Kelas : Hari/tanggal : 1. Apa yang kamu ketahui tentang Bullying ? 2. Sebutkan beberapa jenis Bullying ! 3. Sebutkan dampak dari Bullying ! Prost Test Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Sekolah Dasar Kristen Citra Bangsa Mandiri Tema : Bangunlah Jiwa dan Raganya Nilai Topik : Stop “Bullying” Nama : Kelas : Hari/tanggal : 1. Apa yang kamu ketahui tentang Bullying ? 2. Sebutkan beberapa jenis Bullying ! 3. Sebutkan dampak dari Bullying !
Modul P5 | Bangunlah Jiwa Dan Raganya | Stop Bullying | Yuni D. P. Padji Mamo,S.Pd 15 Perlengkapan Projek No kegiatan Perlengkapan Jumlah 1 Pre test dan Post Test Kerta HVS 135 lembar 2 Tahap pengenalan Proyektor 1 Spiker Aktif 1 3 Tahap Kontekstual Kertas HVS 405 lembar 4 Tahap Aksi Spidol 2 warna Kertas HVS 90 Lembar 5 Tahap Releksi Proyektor Spiker Kertas karton 5 Lembar Origami 5 pak
Modul P5 | Bangunlah Jiwa Dan Raganya | Stop Bullying | Yuni D. P. Padji Mamo,S.Pd 16 Lampiran 3 BAHAN AJAR GURU BULLYING A. Pengertian Bullying Bullying atau perundungan adalah sebagai perbuatan yang dapat membahayakan anak lain, menyebarkan rumor yang merugikan korban, melakukan penyerangan secara fisik atau verbal, hingga mengucilkan anak dari sebuah kelompok secara sengaja. B. Jenis – jenis Bullying 1. Verbal Bullying/perundungan Verbal Jenis bullying verbal sering kali tanpa sadar dilakukan. Banyak pelaku pelaku perundungan verbal ini berdalih bahwa mereka hanya sedang melontarkan lelucon atau bercanda saja dan melabeli korban baperan jika merasa tersinggung dengan kalimat atau perkataan tidak menyenangkan yang mereka ucapkan. Perundungan verbal atau verbal bullying biasanya berupa kalimat kasar atau ejekan yang ditujukan pada seseorang. Dampak verbal bullying adalah anak atau siswa menjadi takut berbicara atau mengemukakan pendapat. Korban perundungan verbal/ verbal bullyingmemiliki ketakutan ketika harus tampil di muka umum karena trauma pada tanggapan atau ucapan buruk yang pernah diterimanya. Meskipun sering diremehkan, ternyata perundungan verbal memiliki efeknya jangka panjang dan sangat membekas pada korbannya. 2. Physical Bullying/perundungan fisik Ciri-ciri anak yang menjadi pelaku perundungan fisik diantaranya adalah bersifat emosional/temperamental dan kurang berempati dengan lingkungan sekitarnya. Sedangkan anak atau siswa yang menjadi korban yang menjadi korban sering menunjukkan ketakutan berlebih saat harus bertemu dengan pelakunya. Korban juga biasanya malas pergi ke sekolah, meminta pindah sekolah, atau menangis ketakutan saat teringat peristiwa bullying yang dialaminya. Penindasan fisik ternyata tidak hanya berupa pukulan atau aksi yang meninggalkan bekas atau luka pada tubuh korbannya. Bullying fisik juga juga dapat berupa penghadangan di tengah jalan, menggertak dengan membawa rombongan, atau melempari dengan benda-benda kecil. Orang tua dan juga guru harus waspada ketika siswa terlihat ‘ringan tangan’ pada temannya atau orang di sekitarnya. Atau jangan sampai orang tua atau guru memberikan contoh yang membuat siswa menjadi pelaku bullying. 3. Social Bullying/Perundungan sosial Contoh bullying sosial antara lain pengucilan atau intimidasi tidak langsung yang dilakukan secara berkelompok terhadap seseorang. Hal ini banyak sekali dicontohkan dalam film-film remaja untuk membuat mereka menyadari bahaya social bullying. Korban perundungan sosial (social bullying) biasanya akan mengalami kesulitan dalam berteman dan sering menyendiri. Hal ini dapat terjadi karena korban mungkin pernah melakukan tindakan yang tidak disukai teman-temannya, memiliki kelebihan yang menonjol sehingga menyebabkan pelaku merasa iri, atau memang memiliki kesulitan berinteraksi dengan orang lain sejak kecil. Guru Pintar tidak boleh membiarkan perundungan sosial terjadi sampai berlarut-larut karena bisa berdampak pada masa dewasa korban. Korban akan menjadi terbiasa menutup diri dan rentan mengalami depresi.
Modul P5 | Bangunlah Jiwa Dan Raganya | Stop Bullying | Yuni D. P. Padji Mamo,S.Pd 17 4. Cyber Bullying/Perundungan dunia maya Cyber bullying meskipun tergolong baru karena baru muncul sejak sosial media dan internet marak di kalangan masyarakat, namun sering sekali terjadi di sekitar kita. Munculnya hater yang sering kali memberikan komentar-komentar pedas pada laman media sosial merupakan salah satu contoh dari perundungan dunia maya. Bentuk-bentuk lain bullying siber misalnya status atau unggahan gambar bernada negatif yang ditujukan pada seseorang dan obrolan via aplikasi chat yang mengintimidasi korban. Jika siswa menunjukkan ekspresi yang sedih atau marah saat membaca atau melihat komentar-komentar tidak menyenangkan pada gadget mereka, Guru Pintar harus segera mengambil tindakan. Guru Pintar dapat bekerja sama dengan orang tua supaya selalu memantau gadget yang dipegang oleh siswa. Harapannya, jika ada indikasi perundungan di dunia maya akan segera dapat diatasi. C. Peran – Peran dalam Bullying 1. Bully Siswa yang dikategorikan sebagai pemimpin, berinisiatif dan aktif terlibat dalam perilaku bullying 2. Asisten Bully Terlibat aktif dalam perilaku bullying, namun ia cenderung bergantung atau mengikuti perintah Bully 3. Rinfocer Mereka yang ada Ketika kejadian bullying terjadi, ikut menyaksikan, menertawakan korban, memprovokasi bully, mengajak siswa lain untuk menonton dan sebagainya 4. Defender Orang – orang yang berusa membela dan membantu korban, sering kali akhrinya mereka jadi korban juga 5. Outsider Orang-orang yang tahu hal itu terjadi, namun tidak melakukan hal apapun seolah-olah tidak peduli