The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MATERI AJAR_LEMBAGA JASA KEUANGAN_ANANDA RONI S SUWARDI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nanda.ronie, 2021-06-11 03:29:20

MODUL LEMBAGA JASA KEUANGAN

MATERI AJAR_LEMBAGA JASA KEUANGAN_ANANDA RONI S SUWARDI

Keywords: LKB-LKBB

LEMBAGA JASA KEUANGAN
DALAM PEREKONOMIAN

MODUL LEMBAGA JASA KEUANGAN DALAM
PEREKONOMIAN

BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING
UNTUK KELAS X

SMA NEGERI 1 PARIGI

DISUSUN OLEH
ANANDA RONI S SUWARDI, S.Pd.

i ARI WAWAN DARMAWAN, S.Pd.

NIP. 19860915 201101 1 002

Kata Pengantar

Puji dan syukur penyusun sampaikan kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa yang
telah memberikan kelancaran dalam penyusunan materi ajar materi Lembaga Jasa
Keuangan dalam Perekonomian.

Materi ajar ini disusun sebagai salah satu kelengkapan dokumen rancangan
pembelajaran dalam kegiatan PPG angkatan dua tahun 2021. Materi ajar ini terdiri dari
dua sub-bab materi mengenai Lembaga Jasa Keuangan dalam Perekonomian yang
diajarkan di sekolah menengah atas. Kedua sub-bab materi tersebut adalah Lembaga
Keuangan Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank.

Penyusun menyadari bahwa dalam menyusun materi ajar ini masih banyak
kekurangan dan kesalahan karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang
penyusun miliki, oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran untuk
menyempurnakan penyusunan yang akan datang. Akhir kata, semoga setiap kebaikan
yang telah tersampaikan untuk penyusun selama penyusunan materi ajar ini dibalas
dengan kebaikan yang lebih oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa. Amin.

Parigi, 05 Juni 2021
Penyusun

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...............................................................................i

DAFTAR ISI ...............................................................................ii

DAFTAR TABEL ...............................................................................iii

DAFTAR GAMBAR ...............................................................................iv

A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang ..........................................................1

2. Deskripsi Singkat ..........................................................1

3. Relevansi ........................................................1

4. Petunjuk Belajar ..........................................................1

B. INTI

1. Capaian Pembelajaran ..........................................................3

2. Sub Capaian Pembelajaran ..........................................................4

3. Uraian Materi ..........................................................4

a. Perbankan ...........................5

b. Pasar Modal ..............................22

c. Perasuransian .......................................16

d. Dana Pensiun .......................................20

e. Lembaga Pembiayaan .......................................12

f. Pegadaian .......................................18

4. Rangkuman ..........................................................25
5. Tugas Terstruktur ..........................................................26
6. Forum Diskusi ..........................................................27

C. PENUTUP ........................................................ 28
.........................................................31
1. Tes Sumatif ..........................................................32
2. Kunci Jawaban ..........................................................33
3. Daftar Pustaka
4. Glosarium

iii

A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Buku-buku yang digunakan dalam proses pembelajaran di kelas khususnya
materi lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank sekarang ini
mafhum dan lazimnya menggunakan tata bahasa baku. Contoh-contoh yang
digunakan belum tentu mengangkat permasalahan lingkungan sekitar siswa. Hal ini
tentu saja membuka kemungkinan dapat membawa siswa ke dalam pengetahuan
yang kurang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari atau hanya bersifat
sebagai hafalan.

Berkaitan dengan hal tersebut guru dituntut untuk mampu mengaitkan fakta
di lingkungan menjadi sumber belajar dan kemudian dikemas sedemikian rupa agar
dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk mendukung proses belajar di kelas.

Modul sebagai bahan ajar dapat digunakan secara mandiri karena sesuai
dengan kecepatan masing-masing individu. Penerapan modul dapat
mengkondisikan kegiatan pembelajaran lebih terencana dengan baik, mandiri,
tuntas dan dengan hasil (output) yang jelas.

2. Deskripsi Singkat

Modul ini akan mengulas beberapa pemasalahan mengenai materi
lembaga jasa keuangan dalam perekonomian. Adapun permasalahannya yaitu
tentang pemahaman lembaga keuangan bank, produk produk perbankan, lembaga
keuangan bukan bank, produk produk lembaga keuangan bukan bank. Dari
permasalahan-permasalahan tersebut penulis ingin memecahkan masalah tersebut
dengan menyusun materi ajar yang terdiri dari topik topik yang berkaitan dengan
lembaga keuangan bank, lembaga keuangan bukan bank, berikut produk dan jenis
jenisnya. Topik yang pertama akan membahas tentang pengertian, fungsi, jenis
dan produk lembaga keuangan bank. Topik yang kedua menjelaskan mengenai
pengertian, fungsi, dan jenis-jenis lembaga keuangan bukan bank.

Didalam modul ini disajikan peta konsep materi yang akan dipelajari, tabel
perbandingan, tugas mandiri dari topik yang aktual tentang lembaga keuangan.
Sehingga diharapkan mampu menggugah perhatian dan minat para siswa untuk
menggali materi lebih dalam.

3. Relevansi

Sebagai guru sebaiknya sangat diharapkan untuk memahami dengan
baik materi dalam modul ini. Guru akan berperan penting yaitu menjadi sumber
ilmu pengetahuan khususnya tentang materi Lembaga Jasa Keuangan dalam
Perekonomian. Guru juga yang harus menjadi fasilitator dalam kegiatan
pembelajaran, guru harus berusaha menciptakan situasi belajar yang baik sehingga

1i

para siswa dapat belajar dengan nyaman. Meskipun guru merupakan seorang
fasilitator di kelas yang memiliki integritas baik, guru juga merupakan pendidik
yang diupayakan matang dalam penguasaan materi.

4. Petunjuk Belajar
Agar sukses dalam mempelajari modul ini, simak petunjuk pembelajaran sebagai
berikut :
1. Bacalah capaian pembelajaran dan sub capaian pembelajaran di materi ajar ini
dengan cermat.
2. Bacalah materi ajar ini dengan seksama
3. Catatlah hal-hal yang anda anggap penting dari materi ajar ini
4. Anda dapat menambah informasi mengenai materi yang dibahas dari sumber
referensi lainnya yang relevan.
5. Kerjakan soal latihannya
6. Jika sudah lengkap mengerjakan soal latihan, cobalah buka kunci jawaban yang
ada pada bagian akhir dari modul ini. Hitunglah skor yang kalian peroleh
7. Jika skor masih di bawah 70, cobalah baca kembali materinya, usahakan jangan
mengerjakan ulang soal yang salah sebelum kalian membaca ulang materinya
8. Jika skor kalian sudah minimal tujuh puluh, kalian bisa melanjutkan ke
pembelajaran berikutnya.

Cocokkanlah jawaban kalian dengan kunci jawaban latihan soal/evaluasi yang
terdapat di bagian akhir kegiatan pembelajaran dan akhir evaluasi. Hitunglah
jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat
penguasaan kalian terhadap materi.

Nilai = Jumlah Skor Perolehan Nilai X 100%
Jumlah Skor Maksimum

Konversi tingkat penguasaan:
90 – 100% = baik sekali
80 – 89 = baik
70 – 79 = cukup
< 70 % = kurang

2

B. INTI

1. Capaian Pembelajaran

Setelah mempelajari modul ini, guru dan pembaca diharapkan mampu memahami
materi lembaga jasa keuangan dalam perekonomian dengan pendekatan materi
yang mengacu pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTs). Sementara capaian
pembelajaran berdasarkan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang harus dicapai
sebagai berikut :

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4

KI 3: Memahami, menerapkan, dan KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan faktual, dalam ranah konkret dan ranah abstrak
konseptual, prosedural, dan terkait dengan pengembangan dari yang
metakognitif berdasarkan rasa ingin dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
tahunya tentang ilmu pengetahuan, bertindak secara efektif dan kreatif,
teknologi, seni, budaya, dan serta mampu menggunakan metode
humaniora dengan wawasan sesuai kaidah keilmuan
kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah

Tabel 2.1

3

Kompetensi Dasar Indikator
3.5 Mendeskripsikan a. Peserta didik mampu menganalisis materi
lembaga jasa keuangan
dalam perekonomian. perbankan
b. Peserta didik mampu menganalisis materi

pasar modal
c. Peserta didik mampu menganalisis materi

perasuransian
d. Peserta didik mampu menganalisis materi

dana pensiun
e. Peserta didik mampu menganalisis materi

lembaga pembiayaan
f. Peserta didik mampu menganalisis materi

pegadaian

4.5 Menyajikan tugas, Menyajikan tugas, produk, dan peran lembaga jasa
produk, dan peran keuangan dalam perekonomian Indonesia melalui
lembaga jasa keuangan media lisan dan tulisan
dalam perekonomian
Indonesia. Tabel 2.2

2. Sub capaian Pembelajaran

Sub capaian pembelajaran untuk peserta didik diharapkan mampu menguasai
ruang lingkup materi lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank
dengan rincian sebagai berikut:
a. Peserta didik mampu menganalisis materi perbankan
b. Peserta didik mampu menganalisis materi pasar modal
c. Peserta didik mampu menganalisis materi perasuransian
d. Peserta didik mampu menganalisis materi dana pensiun
e. Peserta didik mampu menganalisis materi lembaga pembiayaan
f. Peserta didik mampu menganalisis materi pegadaian

3. Uraian Materi
Arus peredaran uang dalam perekonomian Indonesia difasilitasi oleh

hadirnya lembaga keuangan. Lembaga keuangan merupakan perantara pemilik
modal atau investor dan perusahaan atau individu yang membutuhkan pendanaan.
Investor akan mengumpulkan uang dalam bentuk deposito atau tabungan dalam
hal ini maka risiko yang dimiliki investor atas kepemilikan uang tersebut beralih
pada lembaga keuangan, kemudian uang tersebut akan disalurkan kepada pihak
lain yang membutuhkan. Lembaga keuangan di Indonesia dapat dibedakan
menjadi dua kelompok, yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan
bukan bank.

4

Lembaga keuangan bank sudah lahir sebelum masa kemerdekaan, perannya
sangat vital dalam menjalankan roda perekonomian. Bank adalah lembaga
keuangan yang menghimpun dana deposito dan memberikan kredit pinjaman.
Seperti kita ketahui bahwa lembaga keuangan bank dan bukan bank memegang
peranan penting dalam perekonomian suatu negara. Bagaimana peran bank umum
dalam menjalankan fungsi dan tugasnya untuk menjalankan roda perekonomian di
Indonesia, berikut pembahasannya.

LKBB Lembaga Jasa Bank
Keuangan Dalam
Pasar Modal Perekonomian Pengertian
Perasuransian Fungsi
Dana Pensiun Jenis-jenis
Lembaga Pembiayaan Prinsip
Pegadaian Produk

Bagan 1: Peta Konsep Materi

1. Pengertian Bank

Sebelum memulai materi ini silakan simak cuplikan artikel dibawah ini dengan
seksama.

Gambar 2.1 Kegiatan Bank Umum
5

Kebutuhan dana masyarakat menjelang hari raya Idul Fitri 1440 H diproyeksi
bakal melonjak. Untuk memenuhi kebutuhan, PT BPD Jawa Barat dan Banten
Tbk (Bank BJB) mempersiapkan likuiditas selama periode Ramadan dan Idul
Fitri. jumlah dana likuiditas yang disiapkan perbankan mencapai Rp 9,17 triliun
akan didistribusikan ke seluruh jaringan kantor bank BJB di seluruh Indonesia.
Jumlah dana tersebut telah disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan selama
Ramadan dan Idul Fitri 1440 H yang dikeluarkan untuk kebutuhan operasional.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB M.As’adi Budiman
mengatakan distribusi dana likuiditas selama Ramadan dan Idul Fitri ini
dilakukan guna menunjang kebutuhan uang masyarakat yang diprediksi
mengalami kenaikan dari segi volume transaksi maupun pengambilan uang
tunai. Distribusi likuiditas dilakukan secara bertahap dan berfokus pada kota
tujuan mudik.

Untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan uang selama lebaran ini, BJB
telah mempersiapkan dana likuiditas yang disebarkan di seluruh jaringan kantor
Bank BJB. Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan semaksimal
mungkin dana yang siap dicairkan untuk memenuhi kebutuhan lebaran,” kata

Adi, dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Jumat (24/5) lalu.

..................

Sumber : https://keuangan.kontan.co.id/news/bjb-siapkan-operasional-selama-
libur-lebaran

Cuplikan artikel diatas menunjukkan kegiatan yang ada di suatu bank. Anda

tentu sudah tidak asing dengan kegiatan tersebut. Dalam perekonomian yang

makin maju, bank mempunyai peranan penting. Bank berperan dalam

penyimpanan uang, penyaluran dana, maupun membantu memperlancar transaksi

bisnis yang lain. Anda dan keluarga tentu sudah merasakan manfaat bank dalam

kehidupan sehari hari. Misalnya untuk persiapan masa depan, jauh jauh hari ayah

dan ibu sudah mempersiapkan dalam bentuk tabungan di bank. Bayangkan kalau

uang dalam jumlah besar disimpan di rumah barangkali keluarga tidak akan

merasa aman dan nyaman karena khawatir dengan keamanan rumahnya.

Menurut UU No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang

perbankan, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat

dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk

kredit dan atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat

banyak. Dari UU tersebut juga dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan

meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana, menyalurkan dana, dan

memberikan jasa bank lainnya. Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana

merupakan kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya

6

kegiatan pendukung. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana
dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito.

2. Fungsi Bank
Berdasarkan pasal 3 UU No 10 Tahun 1998 tentang Perbankan “Fungsi utama
Perbankan Indonesia adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat”.
Selain itu bank berfungsi juga sebagai perantara lalu lintas moneter.

1) Sebagai penghimpun dana dari masyarakat, antara lain dalam bentuk:

a) Tabungan biasa yang bisa diambil setiap saat;

b) Deposito (tabungan berjangka) yang hanya bisa diambilsetelah jangka
waktu tertentu;

c) Giro atau rekening koran, yaitu simpanan yang bisa diambil hanya dengan
menggunakan cek atau bilyet giro; Kegiatan menghimpun dana dari
masyarakat disebut kredit pasif.

2) Sebagai penyalur dana kepada masyarakat dalam bentuk:

a) Kredit produktif, yaitu pinjaman yang diberikan untuk tujuan produksi,
seperti membuka usaha bengkel dan mendirikan perusahaan.

b) Kredit konsumtif, yaitu pinjaman yang diberikan untuk tujuan konsumsi,
seperti membeli perabot. Dana yang disalurkan bank kepada masyarakat
berasal dari tabungan atau simpanan masyarakat dan dari dana bank
sendiri. Kegiatan bank menyalurkan dana kepada masyarakat disebut
kredit aktif.

3) Sebagai perantara lalu lintas moneter Dalam hal ini, bank memberikan jasa
pelayanan di bidang keuangan, seperti: jasa, pengiriman uang, melakukan
inkaso dan diskonto.

3. Jenis Bank Berdasarkan Fungsinya

a) Bank Umum

Bank Umum atau bank perdagangan bukan saja dapat meminjamkan atau
menginvestasikan berbagai jenis tabungan yang diperolehnya, tetapi juga
dapat memberikan pinjaman. Bank umum merupakan lembaga keuangan yang
paling penting dan berpengaruh dalam kegiatan ekonomi. Bank umum adalah

7

bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau
berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam
lalu lintas 37 pembayaran. Defenisi bank umum menurut Undang-undang
Nomor 10 Tahun 1998 badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat
dalam bentuk simpanan dan juga menyalurkannya kepada masyarakat dalam
bentuk kredit atau juga bentuk-bentuk lainnya dalam rangka untuk
meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Sifat jasa yang diberikan adalah
umum, artinya dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Bank
umum sering disebut bank komersil. Dalam bank umum terdapat beberapa
keistimewaan, yaitu kesanggupan bank umum untuk menciptakan tabungan
yang dapat diambil sewaktu-waktu dengan cek, atau kartu ATM, mampu untuk
menciptakan atau menghapuskan daya beli yang ada di dalam perekonomian,
serta corak kegiatannya dengan memberikan pinjaman jangka pendek. Selain
keistimewaan, bank umum memiliki beberapa fungsi pokok berikut ini;
1) Menghimpun dana dari tabungan masyarakat.
2) Memberikan pinjaman (kredit).
3) Menyediakan mekanisme pembayaran.
4) Menciptakan uang giral.
5) Menyediakan fasilitas untuk memperlancar perdagangan luar negeri.
6) Menyediakan jasa trusty, seperti pengelolaan pensiun, dan rencana

pembagian laba, sebagai wali amanah serta sebagai perantara pemindahan
dan registrasi bagi perusahaan.
7) Menyediakan jasa-jasa keuangan dan lainnya seperti pialang, inkaso, dan
sebagainya

8

Berikut dapat disimpulkan perbedaan bank umum dengan bank BPR

No Bank Umum Bank BPR

1 Memberikan jasa dalam lalu Tidak memberikan jasa dalam lalu

lintas pembayaran lintas pembayaran

2 Menghimpun dana dari Umumnya tidak diperbolehkan

masyarakat dalam bentuk menghimpun dana dalam bentuk

tabungan, deposito,dan giro giro, menjalankan usaha

perasuransian, dan mengikuti

kliring, khusus untuk melakukan

transaksi valuta asing, tidak

semua BPR bisa melakukannya,

kecuali yang sudah mendapat izin

money changer dari Bank

Indonesia

3 Contohnya bank mandiri, Contohnya BPR diantaranya BPR

BNI,BRI,BCA Karyajatnika sadaya, BPR eka

bumi artha, BPR Sri Artha Lestari

Tabel 2.3 Perbedaan Bank Umum dan Bank BPR

4. Produk Bank Umum
Berikut ini akan dijelaskan produk-produk bank umum.

a. Produk bank umum konvensional dalam bentuk simpanan di bank antara lain
sebagai berikut (Kasmir: 2014):

1) Giro, simpanan nasabah dibank yang dapat diambil setiap saat yang dapat
digunakan sebagai alat pembayaran. Untuk kelancaran penggunaan uang
oleh nasabah, bank mengeluarkan cek atau bilyet giro. Jadi pengambilan
uang oleh nasabah atau pembayaran utang cukup dilakukan dengan
menulis cek atau bilyet giro.

2) Deposito Berjangka, simpanan nasabah dibank yang pengambilanya
hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Jangka waktu bias 1
bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun atau 2 tahun. Jika nasabah membutuhkan
dana tersebut sebelum jatuh tempo, maka bunga yang sudah menjadi
haknya hilang.

9

3) Sertifikat Deposito, merupakan deposito berjangka yang bukti
simpanannya dapat diperdagangkan.

4) Tabungan, simpanan nasabah dibank yang penarikan dananya dapat
dilakukan setiap saat sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Bahkan
ada tabungan yang dapat diambil melalui ATM (Anjungan Tunai Mandiri)
selama 24 jam.

b. Ikut serta memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran
uang. Jasa ini dapat berbentuk sebagai berikut.

1. Lalu lintas pembayaran dalam negeri seperti inkaso dan transfer.

2. Lalu lintas pembayaran luar negeri dalam bentuk L/C (letter of credit)
yang merupakan surat jaminan bank untuk transaksi ekspor – impor.

c. Pemberian kredit

d. Jasa-jasa perbankan lainnya lainnya sebagai berikut (Kasmir: 2014):

1. Travelers Cheque adalah jual beli cek perjalanan.

2. Bank Note adalah jual beli uang kertas.

3. Credit Card adalah kartu yang dibuat oleh bank dan dapat digunakan
sebagai alat pembayaran pengganti uang tunai atau cek. Kartu ini dapat
digunakan sebagai alat bayar di berbagai tempat yang menyediakan
fasilitas pelayanan kartu kredit, seperti supermarket, hotel, restoran,
bandara dan tempat-tempat hiburan..

4. Jual beli valuta asing adalah bank ikut serta melakukan jual beli valuta
asing dengan kurs (nilai tukar) yang berlaku.

5. Pembayaran listrik, telepon, gaji dan pajak.

6. Menyediakan safe deposite box.

b. Bank PerKreditan Rakyat

Menurut Undang-undang No. 7 tahun 1992 Bank PerKreditan Rakyat adalah
bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan
Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas
pembayaran. Selanjutnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang mempunyai

10

fungsi sebagai badan usaha yang menghimpun dan menyalurkan dana kepada
masyarakat, harus mampu menunjang modernisasi pedesaan dan memberikan
layanan jasa perbankan bagi golongan ekonomi lemah/ pengusaha kecil.
Sebagian besar pelayanan BPR diberikan kepada masyarakat yang bermodal
kecil, yang sebagian berada pada sektor informal, sehingga perbaikan kinerja,
baik keuangan, manajemen, administrasi harus ditingkatkan kualitasnya.
Perbedaan utama antara bank umum dengan BPR terletak pada pemberian jasa
lalu lintas pembayaran. Bank Umum dapat memberikan jasa lalu lintas
pembayaran karena bank umum diperbolehkan menerima simpanan masyarakat
dalam bentuk rekening giro, yang 40 penarikannya dapat dilakukan dengan
menggunakan cek atau alat pembayaran lalu lintas giral lainnya dan ikut serta
dalam kegiatan kliring. Terkait dengan hal ini, bank umum dapat menciptakan
uang giral sehingga bank umum juga disebut Bank Pencipta Uang Giral
(BPUG). Sementara itu, BPR tidak diperkenankan menerima simpanan
masyarakat dalam bentuk rekening giro dan juga tidak dapat ikut serta kegiatan
kliring sehingga disebut bank yang tidak memberikan jasa lalu lintas
pembayaran.

1) Ruang Lingkup dan Kegiatan Usaha Bank Perkreditan Rakyat Ruang lingkup
kegiatan BPR lebih sempit dibandingkan dengan bank umum. Berikut adalah
kegiatan-kegiatan utama BPR:

a) Menghimpun Dana Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No 7
/1992 Pasal 13, dana masyarakat yang boleh dihimpun oleh BPR adalah
simpanan, deposito berjangka, tabungan dana tau bentuk lainnya yang
dipersamakan dengan itu. Dalam praktiknya, BPR umumnya
memprioritaskan dana dalam bentuk simpanan tabungan dan deposito.

b) Menyalurkan Dana Kegiatan menyalurkan dana yang utama adalah
memberikan kredit. Ada tiga kategori kredit utama yang disalurkan BP,
yaitu kredit modal kerja, kredit investasi dan kredit konsumsi. Kredit
modal kerja dan investasi ini diberikan berkaitan dengan pengembangan
usaha. Sedangkan konsumsi berkaitan dengan kegiatan konsumsi,
misalnya untuk membangun dan memperbaiki rumah anggota
masyarakat di pedesaan. BPR juga diizinkan menyediakan pembaiayaan
dan penempatan dana berdasarkan prinsip syariah, sesuai dengan

11

ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia. Untuk mengoptimalkan dana
yang tersedia, Bank Indonesia mengizinkan BPR untuk menempatkan
dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito
berjangka, sertifikat deposito, dana tau tabungan pada bank lain.

5. Lembaga Keuangan Bukan Bank

Sumber : https://jurnalmanajemen.com/lembaga-keuangan-bukan-bank/
a. Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank

Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah badan usaha yang
melakukan kegiatan di bidang keuangan, secara langsung ataupun tidak
langsung, menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali
kepada masyarakat untuk kegiatan produktif. Lembaga keuangan atau
disebut juga dengan lembaga pembiayaan, memiliki aktivitas utama yaitu
membantu dalam pembiayaan, khususnya skala ritel. Sebagai sebuah
lembaga pembiayaan, perusahaan pembiayaan pun mengalami beberapa
resiko usaha, terutama resiko gagal tagih (default risk) dan resiko likuiditas
(liquidity risk). Resiko gagal tagih terjadi bila nasabah peminjam tidak
mampu membayar hutangnya, resiko likuiditas adalah disebabkan asset
finansial yang dimilki perusahaan finansial realatif sulit dijual di pasar
sekunder. Itulah satu manfaat positif dari perusahaan pembiayaan adalah
keberanian membiayai pinjaman beresiko tinggi, karena seingkali tanpa

12

agunan, dan seleksi nasabah kurang ketat. Sebagai kompensasi untuk resiko
yang lebih tinggi, perusahaan pembiayaan umumnya menetapkan bunga atau
marjin yang lebih tinggi dibandingkan dengan bank
b. Fungsi Lembaga Keuangan Bukan Bank
Ada beberapa fungsi Lembaga Keuangan Bukan Bank yaitu:
1) Untuk memberikan pembiayaan dalam bentuk pinjaman jangka panjang

dan menengah.
2) Untuk penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan.
3) Untuk merangsang penyertaan modal swasta dan memperluas sumber-

sumber pembiayaan bagi kegiatan dunia usaha
4) Sebagai penggerak, perantara atau penanggung setiap pengeluaran dan

penukaran saham-saham, surat-surat utang, obligasi dan surat berharga
lainnya.
5) Sebagai salah satu lembaga penunjang pasar uang dan pasar modal

c. Jenis-jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank
1) Lembaga Pembiayaan Sewa Guna Usaha (Leasing)

Sumber : https://www.bisnisjasa.id/2018/10/list-
nama-perusahaan-leasing-di-indonesia.html
Pengertian sewa guna usaha menurut Menteri Keuangan No.
1169/KMK.01/1991 adalah “kegiatan pembiayaan dalam bentuk
penyediaan barang modal, baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi

13

(finance lease) maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lease)
untuk digunakan oleh lessee selama jangka waktu tertentu berdasarkan
pembayaran secara berkala. Finance lease adalah kegiatan sewa guna usaha
dimana lessee (nasabah) pada akhir masa kontrak mempunyai hak opsi
untuk membeli objek sewa guna usaha berdasarkan nilai sisa yang
disepakati. Sebaliknya operating lease tidak mempunyai hak opsi untuk
membeli objek sewa guna usaha.Leasing adalah kegiatan pembiayaan
dalam bentuk penyediaan barang modal, baik secara sewa guna usaha
dengan hak opsi (finance lease) maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi
(operating lease) untuk digunakan oleh lessee (nasabah) selama jangka
waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala.
Perusahaan pembiayaan
Perusahaan pembiayaan merupakan lembaga pembiayaan yang dibentuk
untuk melaksanakan leasing, pembiayaan konsumen, anjak piutang serta
usaha kartu kredit.

1. Leasing adalah bentuk aktivitas usaha dalam bentuk barang modal yang
dilakukan melalui hak opsi ataupun tanpa hak opsi dalam kurun waktu
sesuai kesepakatan. Obyek transaksi menjadi hak milik lembaga
pembiayaan selama berlakunya perjanjian leasing.

2. Pembiayaan konsumen merupakan aktivitas pembiayaan dengan
menyediakan barang sesuai kebutuhan (elektronik, kendaraan bermotor,
dan rumah) bagi konsumen dengan cara dicicil.

3. Factoring atau anjak piutang merupakan kegiatan pembiayaan berupa
pembelian piutang dagang sebuah perusahaan dalam jangka pendek
(termasuk kepengurusan piutang tersebut). Anjak piutang ini bisa
dilakukan baik menggunakan jaminan atau tidak.

4. Usaha kartu kredit adalah aktivitas pembiayaan pembelian barang atau
jasa memakai kartu kredit. Penyediaan kartu kredit ini mengikuti
peraturan dari Bank Indonesia.

14

Perusahaan Modal Ventura (Venture Capital Company)
Perusahaan modal ventura berfokus pada penyertaan modal suatu
perusahaan (investee company) dalam kurun waktu sesuai kesepakatan tanpa
agunan. Risiko kegagalan bukan pada debitur melainkan berada di tangan
pihak perusahaan modal ventura.
Aktivitas perusahaan modal ventura ini termasuk equity
participation (penyertaan saham), quasi equity participation (pembelian
obligasi konversi), dan revenue sharing (profit atau pembagian hasil usaha).

Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur

Dibentuk guna menyediakan dana bagi proyek-proyek infrastruktur,

aktivitas perusahaan ini meliputi direct lending (memberi pinjaman

langsung untuk pembiayaan infrastruktur), refinancing proyek infrastruktur,

dan subordinated loans (pinjaman subordinasi). Selain itu perusahaan

pembiayaan infrastruktur dapat melaksanakan credit

enhancement (mendukung kredit) seperti menjamin pembiayaan

infrastruktur, advisory services (jasa konsultasi), equity

investment (investasi modal), pencarian swap market pembiayaan

infrastruktur, serta aktivitas penyediaan fasilitas lain seputar pembiayaan

infrastruktur dengan izin dari menteri.

Fungsi Lembaga Pembiayaan
Setelah memahami pengertian lembaga pembiayaan, lalu apa fungsi lembaga
pembiayaan sebagai lembaga keuangan? Selain berperan penting
mendukung perekonomian di tanah air, lembaga pembiayaan dapat
membantu penyerapan tenaga kerja yang tinggi. Fungsinya meliputi:
1. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat sejahtera melalui fasilitas

penyediaan dana yang imbal hasilnya tetap menguntungkan pelaku
usaha.
2. Melindungi masyarakat bawah dari jeratan rentenir yang menyediakan
pinjaman dengan bunga tinggi.
3. Lembaga pembiayaan juga dapat mengembangkan infrastruktur dalam
bentuk dana talangan ataupun dana proyek. Pasalnya, tidak semua
pengusaha infrastruktur mempunyai cukup modal untuk membiayai
proyek yang besar nilainya.

15

Contoh Lembaga Pembiayaan

Agar dapat memahami lebih jauh tentang aktivitas lembaga pembiayaan,
berikut ini adalah beberapa contoh perusahaan-perusahaan lembaga
pembiayaan.

1. Perusahaan leasing yang terdaftar di OJK seperti Adira Finance, Otto
Summit, BA Finance, dan Amanah Finance.

2. Perusahaan Anjak piutang seperti SG Finance, Aditama Finance, dan
PT IFS Capital Indonesia.

3. Perusahaan pembiayaan konsumen seperti PT Adira Quantum
Multifinance.

4. Perusahaan penerbit kartu kredit seperti bank Mandiri, bank BCA,
atau CIMB Niaga.

5. Perusahaan modal ventura seperti Fenox Venture Capital,
CyberAgent Venture,dan 500 startups.

6. Perusahaan pembiayaan infrastruktur seperti PT Sarana Multi
Infrastruktur (Persero) (PT SMI) yang merupakan BUMN.

2) Pasar Modal (Bursa Efek)

Pasar modal adalah kegiatan yang seluruh aktivitasnya berkaitan dengan
penawaran dan permintaan efek (surat berharga), baik yang berasal dari
perusahaan publik yang memiliki keterkaitan dengan efek maupun lembaga
profesi yang berkaitan dengan efek. Pasar modal juga dikenal dengan
sebutan bursa efek. Dalam pasar modal barang yang diperdagangkan adalah
surat-surat berharga. Adapun jenis surat berharga yang diperjualbelikan
dalam pasar modal atau yang sering disebut instrument pasar modal yaitu
saham (stocks), obligasi (bonds). Mengingat semakin besarnya minat
masyarakat berinvestasi di pasar modal, maka perlu di lakukan pembahasan
tersendiri mengenai pasar modal. Uraian lebih rinci tentang pasar modal
dapat kita lihat pada sub bab D mengenai pasar modal.

3) Asuransi

Di Indonesia pengertian asuransi menurut Undang-Undang No. 2 Tahun
1992 tentang Usaha Asuransi adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih,
di mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan
menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada

16

tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang
diharapkan atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin
akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti,
atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal
atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan. Uang pertanggungan
yang dibayar nasabah disebut premi.

Beberapa jenis asuransi yang banyak digunakan di Indonesia antara lain:

1. Asuransi Kesehatan

Produk asuransi jenis ini secara khusus memberikan manfaat kepada
pemegang polis atas jaminan biaya kesehatan atau perawatan ketika
terjadi kecelakaan atau jatuh sakit. Asuransi kesehatan menjamin
ketersediaan dana yang dibutuhkan untuk membiayai kebutuhan
kesehatan Anda dan keluarga selaku pemegang polis.

Kejadian sakit atau kecelakaan bukanlah kejadian yang direncanakan
dan sama sekali tidak ada orang yang ingin hal itu terjadi. Namun kita
tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi dan bagaimana dampaknya
kepada kita. Hal inilah yang menjadi perhatian para penyedia layanan
jasa asuransi untuk membantu Anda dalam memberikan jaminan
kesehatan seperti contohnya biaya rawat inap dan biaya operasi.

2. Asuransi Jiwa

Asuransi ini diperuntukkan bagi orang yang menanggung kerugian
finansial tidak terduga yang disebabkan oleh risiko kematian atau risiko
hidup terlalu lama. Penggunaan asuransi jiwa akan memberikan manfaat
kepada masyarakat pemegang polis untuk mengganti program JPS
(Jaring Pengaman Sosial) pemerintah, karena turut membantu menjaga
stabilitas masyarakat, dan menjadi salah satu sumber keuangan. Bisnis
ini juga memberikan manfaat dengan membuka lowongan pekerjaan.
3. Asuransi Jaminan Hari Tua
Asuransi jenis ini tujuannya memberikan kepastian pendapatan
pemegang polis ketika telah menjalani masa pensiun, dan juga kepada
keluarganya apabila tertanggung meninggal dunia. Asuransi ini juga
membantu penggunanya mewujudkan impian setelah memasuki masa

17

tua, karena dananya bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan di
masa mendatang.
4. Asuransi Pendidikan
Dikenal sebagai alternatif tabungan pendidikan bagi anak yang
direncanakan akan menjalani masa sekolah di tingkat SD hingga
Perguruan Tinggi. Asuransi pendidikan terbagi menjadi dua jenis, yaitu
proteksi dan investasi.
5. Asuransi Properti
Dapat dikatakan asuransi jenis ini kurang populer di kalangan
masyarakat Indonesia. Asuransi properti merupakan salah satu jenis
asuransi yang memberikan jaminan kepada para pemegang polisnya
untuk menjaminkan rumah atau bisnis yang menjadi sub-jenis asuransi
properti. Aset penting seperti rumah, kantor, atau gedung sekarang ini
dinilai perlu mendapatkan proteksi lebih. Dengan mendaftarkan asuransi
untuk aset berharga, maka Anda akan mendapat jaminan dari pihak
asuransi bila terjadi musibah yang mengakibatkan rusak atau hilangnya
aset berharga tersebut. Ganti rugi yang dialami bila terdaftar menjadi
pemegang polis akan ditutup oleh pihak asuransi.

6. Asuransi Kendaraan Bermotor
Salah satu jenis asuransi yang memberikan jaminan perlindungan dari
kerugian atau kerusakan kendaraan bermotor bagi para pemegang polis.
Kerugian atau kerusakan yang ditanggung oleh pihak penyedia jasa
asuransi kendaraan bermotor.

4) Pegadaian

Pegadaian adalah suatu lembaga keuangan yang memberikan pinjaman
kepada nasabah dengan jaminan barang atau surat-surat berharga. Menurut
(Kasmir: 2014) Pegadaian memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1). Terdapat barang-barang berharga yang digadaikan,

2). Nilai jumlah pinjaman tergantung nilai barang yang digadaikan,

3). Barang yang digadaikan dapat ditebus kembali.

Tujuan utama usaha pegadaian adalah untuk mengatasi/membantu agar

18

masyarakat yang sedang membutuhkan uang segera mendapatkan pinjaman

secara cepat dan terhindar dari rentenir. Perusahaan pegadaian yang

bergerak di Indonesia adalah Perum Pegadaian.

Jenis-Jenis Pegadaian

Berikut Ini Merupakan Jenis-Jenis Pegadaian.

1. Pegadaian konvensional

Jenis pegadaian ini merupakan suatu lembaga pemerintah yang
memberikan uang pinjaman terhadap nasabah atas dasar hukum gadai.
Pegadaian konvensional ini sudah tersebar ke semua pedesaan. Namun
jenis pegadaian ini masih menggunakan sebuah sistem pencatatan manual,
dengan menggunakan sistem bunga dan tarif jasa simpannya yang cukup
besar.

2. Pegadaian Syariah

Jenis pegadaian ini adalah sebuah lembaga keuangan / devisi dari bentuk
pegadaian dengan memberikan uang pinjaman sesuai dengan sebuah
prinsip-prinsip syariat Islam. Banyak sekali keuntungan pada pegadaian
syariah ini, yaitu antara lain menggunakan sebuah sistem bagi hasil yang
sesuai syariat dan prinsip-prinsip islam, tarif jasa simpan uang tidak terlalu
besar, dan pada biaya administrasinya sangat kecil. Tapi, pegadaian syariah
ini dalam pencatatan yang masih manual.

3. Tugas, Tujuan Dan Fungsi Pegadaian

Sebagai lembaga keuangan non bank milik pemerintahan yang berhak
memberikan pinjaman kredit kepada masyarakat atas dasar hukum gadai
yang bertujuan agar masyarakat tidak dirugikan oleh lembaga keuangan
non formal yang cenderung memanfaatkan kebutuhan dana mendesak dari
masyarakat, maka pada dasarnya lembaga pegadaian (Perum Pegadaian)
tersebut mempunyai tugas, tujuan serta fungsi-fungsi pokok sebagai
berikut.

Fungsi Pegadaian

1) Sebagai pengelola penyaluran dana pinjaman yang berdasarkan atas dasar
hukum gadai dengan cara yang mudah, cepat dan aman.

2) Untuk mengelola semua bentuk keuangan, kepegawaian, perlengkapan,
pendidikan dan, pelatihan.

3) Untuk menciptakan & mengembangkan suatu usaha-usaha yang
menguntungkan bagi pegadaian itu sendiri dan masyarakat pada umumnya.

4) Untuk mengelola sebuah organisasi dan tata cara dalam pelaksanaan
pegadaian.

5) Untuk pengembangan dan pengawasan dalam sebuah pengelolaan
pegadaian.

19

Tujuan Pegadaian
1) Untuk melaksanakan dan menunjang sebuah kebijaksanaan dan program

pemerintah dibidang ekonomi dan dibidang pembangunan nasional yang
melalui penyaluran pinjaman atas dasar hukum gadai
2) Untuk mencegah timbulnya praktik ijon, pegadaian gelap, riba, dan
pinjaman tidak wajar lain sebagainya.
3) Agar menyediakan dana dengan cara yang sederhana pada masyarakat
luas, terutama bagi kalangan menengah bawah, untuk konsumsi dan
produksi.
Pegadaian banyak sekali manfaat terutama bagi masyarakat kalangan bawah
5) Dana Pensiun

Penulis Muhammad Idris | Editor Muhammad Idris JAKARTA,
KOMPAS.com - Di masa tua di mana saat orang tak lagi bisa bekerja
dengan baik, dana pensiun adalah sangat dibutuhkan untuk menunjang
kebutuhan hidup. Mengingat manfaat dana pensiun yang begitu besar,
sehingga perlu dipersiapkan jauh-jauh hari. Pengertian dana pensiun
dikutip dari keterangan resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dana
pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program
manfaat pensiun, termasuk dana pensiun yang menyelenggarakan
seluruh atau sebagian usahanya dengan prinsip syariah.
Fungsi dana pensiun adalah memberikan jaminan di usia pensiun atau
saat usia tak lagi produktif untuk bekerja. Peserta dana pensiun dapat
memperoleh hak berupa manfaat pensiun yang besarnya bergantung pada

20

besarnya iuran, masa kerja, serta hasil pengembangkan dana tersebut.
Berikut jenis dana pensiun:
Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) adalah dana pensiun yang dibentuk
oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri,
untuk menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti atau Program
Pensiun Iuran Pasti, bagi kepentingan sebagian atau seluruh
karyawannya sebagai peserta, dan yang menimbulkan kewajiban
terhadap Pemberi Kerja.
Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) adalah Dana Pensiun yang
dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk
menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti bagi perorangan, baik
karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari Dana Pensiun
pemberi kerja bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa yang
bersangkutan.
Dana Pensiun Berdasarkan Keuntungan, adalah Dana Pensiun Pemberi
Kerja yang menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti, dengan
iuran hanya dari pemberi kerja yang didasarkan pada rumus yang
dikaitkan dengan keuntungan pemberi kerja. Beberapa lembaga yang
menyelenggarakan dana pensiun dan bersifat wajib sesuai dengan UU
antara lain BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja swasta, PT Taspen
(Persero) untuk pensiunan ASN, dan PT Asabri (Persero) untuk para
purnawirawan TNI-Polri. Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan
email Baca juga: Mengenal Apa Itu Giro, Cek, dan Bilyet Giro Selain
ketiga pengelola dana pensiun tersebut, beberapa instansi atau
perusahaan juga memberikan manfaat pensiun lain yang dikelola sendiri
maupun lewat lembaga dana pensiun lainnya atau yang biasa disebut
Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK). DPPK sendiri biasanya tak
diwajibkan dan bersifat sukarela. Hal yang sama juga berlaku untuk
kepesertaan di DPLK. Proses pendaftaran DPLK termasuk mudah, yaitu
tinggal datang ke bank atau perusahaan asuransi jiwa yang diinginkan,
lalu melakukan pendaftaran. OJK menyebutkan, terdapat 2 manfaat
dana pensiun antara lain sebagai penyambung hidup di masa tua atau

21

sebagai bekal pensiun, dan kedua dana pensiun adalah sebagai
pengeluaran untuk modal usaha di masa pensiun.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2021/03/25/090728326/penge
rtian-dana-pensiun-manfaat-fungsi-dan-jenisnya.

Menurut UU No. 11 Tahun 1992, dana pensiun adalah badan hukum
yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat
pensiun. Kegiatan dana pensiun adalah memungut dana dari iuran yang
dipotong dari pendapatan/gaji pengawai setiap bulan selama seseorang
masih aktif bekerja. Iuran tersebut dibayarkan kembali bila Kegiatan siswa
pegawai sudah tidak bekerja lagi (pensiun). 45 Tujuan diberikannya dana
pensiun bagi karyawan antara lain untuk memberikan penghargaan kepada
para karyawan yang telah mengabdi di perusahaan tersebut, meningkatkan
motivasi karyawan, serta meningkatkan citra perusahaan di mata
masyarakat dan pemerintah. Selain itu dengan adanya dana pensiun, para
pegawai yang sudah tidak bekerja lagi tetap dapat menikmati hasil yang
diperoleh selama bekerja.

6) Pasar Modal

a) Pengertian Pasar Modal

Pasar modal adalah bagian dari lembaga keuangan . semakin tingginya
minat masyarakat berinvestasi di pasar modal, berarti performance
pasar modal semakin besar. Pengertian pasar modal secara umum
merupakan suatu tempat bertemunya para penjual dan pembeli
melakukan transaksi dalam rangka memperoleh modal. Perusahaan
dalam pasar modal merupakan perusahaan yang membutuhkan modal
(emiten), sehingga mereka berusaha untuk menjual efek-efek di pasar
modal. Sedangkan pembeli (investor) adalah pihak yang ingin membeli
modal di perusahaan yang menurut mereka menguntungkan. Pasar
modal dikenal dengan nama bursa efek dan di Indonesia dewasa ini ada
dua buah bursa efek, yaitu bursa efek Jakarta, dan bursa efek Surabaya.
Pasar Modal menyediakan berbagai alternatif investasi bagi para
investor selain alternatif investasi lainnya seperti: menabung di Bank,

22

membeli emas, asuransi, tanah dan bangunan, dan sebagainya. Pasar
Modal bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan
perusahaan ataupun institusi pemerintah melalui perdagangan
instrumen keuangan jangka panjang seperti; Obligasi, Saham dan
lainnya..

b) Peran Pasar Modal dalam Perekonomian

Fungsi utama pasar modal adalah meningkatkan efisensi alokasi sumber
daya keuangan yang diharapkan akan meningkatkan efisiensi sumber
daya ekonomi. Namun ada penekanan perbedaan fungsinya diantara
negara berkembang dengan negara maju. Bagi negara maju, fungsi
pasar modal lebih ditekankan pada efisiensi alokasi sumber daya
keuangan. Sedangkan bagi negara berkembang, dimensi
pembangunannya juga tidak dapat diabaikan. Karena itu fungsi pasar
modal juga sebagai alat mobilisasi dana, baik dalam perekonomian
domestic maupu yang berasal dari luar negeri.

c) Pelaku Pasar Modal

Pasar modal tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya jika tidak ada
pelaku-pelaku di dalamnya, di pasar modal akan bertemu dua pihak,
yaitu pihak yang memiliki modal untuk dipinjamkan atau
diinvestasikan (disebut pemodal/investor) dan pihak yang ingin
meminjam modal (disebut emiten). Sesuai ketentuan pasar modal, dua
pihak tersebut tidak bisa bertemu secara langsung untuk membuat
transaksi, tetapi harus melibatkan beberapa pihak lain sesuai peraturan
pasar modal.

1) Emiten

Emiten adalah pihak yang ingin meminjamkan modal. Modal
dipinjamkan emiten dengan cara melakukan emisi, yaitu
menawarkan efek (surat berharga) untuk dijual atau
diperdagangkan. Tujuan melakukan emisi, antara lain: untuk
perluasan usaha, untu menyeimbangkan struktur modal, agar
seimbang antar modal sendiri dan modal asing, untuk mengadakan
pengalihan pemegang saham..

23

2) Investor
Pemodal atau Investor adalah pihak yang memiliki modal untuk
dipinjamkan atau diinvestasikan. Modal dipinjamkan oleh pemodal
dengan cara membeli surat surat berharga yang ditawarkan oleh
emiten. Dengan demikian berarti pemodal telah meminjamkan
uangnya kepada emiten.Tujuan utama para investor dalam pasar
modal antara lain :
a) Memperoleh deviden. Ditujukan kepada keuntungan yang akan
diperolehnya berupa bunga yang dibayar oleh emiten dalam
bentuk deviden.
b) Kepemilikan perusahaan. Semakin banyak saham yang dimiliki
maka semakin besar pengusahaan (menguasai) perusahaan.
c) Berdagang. Saham dijual kembali pada saat harga tinggi,
pengharapannya adalah pada saham yang benar-benar dapat
menaikkan keuntungannya dari jual beli sahamnya.48
Misalnya, pemodal bisa menjual kembali surat berharga yang
telah dibelinya dengan tujuan mendapat capital gain, yaitu
keuntungan berupa selisih dari harga jual dikurangi harga beli.
Misal: ketika membeli saham harga per lembar hanya Rp300,-,
ketika dijual harga per lembar Rp350,-. Berarti capital gain-nya
sebesar Rp50,- per lembar. Bayangkan berapa keuntungannya
bila yang dijual adalah 30.000 lembar.

24

4. Rangkuman

a. Lembaga keuangan bank adalah lembaga keuangan yang mempunyai kewenangan
untuk meminjamkan uang, mengeluarkan uang kertas, atau membantu menyimpan
uang masyarakat.

b. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang mempunyai fungsi sebagai badan usaha yang
menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat, harus mampu menunjang
modernisasi pedesaan dan memberikan layanan jasa perbankan bagi golongan
ekonomi lemah / pengusaha kecil.

c. Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di
bidang keuangan, secara langsung ataupun tidak langsung, menghimpun dana dari
masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat untuk kegiatan produkti.

d. Beberapa fungsi Lembaga Keuangan Bukan Bank yaitu:
1) Untuk memberikan pembiayaan dalam bentuk pinjaman jangka panjang dan
menengah,
2) Untuk penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan,
3) Untuk merangsang penyertaan modal swasta dan memperluas sumber-sumber
pembiayaan bagi kegiatan dunia usaha,
4) Sebagai penggerak, perantara atau penanggung setiap pengeluaran dan
penukaran saham-saham, surat-surat utang, obligasi dan surat berharga lainnya,
dan
5) Sebagai salah satu lembaga penunjang pasar uang dan pasar modal

e. Adapun prinsip dari kegiatan LKBB yaitu:
1) Jenis pembiayaan pembangunan,
2) Jenis investasi terutama melakukan usaha sebagai perantara dalam menerbitkan
surat berharga dan menjamin serta menanggung terjualnya surat berharga
(underwriter), dan
3) Jenis lainnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang
tertentu seperti memberikan pinjaman kepada masyarakat golongan
berpenghasilan menengah untuk memiliki bank.

f) Lembaga keuangan bukan bank terdiri dari lembaga pembiayaan (leasing, modal
venture), asuransi, dana pensiun, pegadaian, koperasi simpan pinjam, Pasar Modal.

g) Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrument keuangan

25

jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang maupun modal
sendiri.
h) Fungsi pasar modal adalah sebagai sarana penambah modal bagi usaha, sebagai
sarana pemerataan pendapatan, sebagai sarana peningkatan kapasitas produksi,
sebagai sarana penciptaan Lapangan kerja, sebagai sarana peningkatan pendapatan
Negara, sebagai indikator perekonomian negara
i) Instrumen pasar modal yaitu saham, obligasi, reksadana, dan derivatif (bukti right,
waran, kontrak berjangka indeks.
5. Tugas Terstruktur
1. Bacalah kembali modul ini dengan teliti dan cermat kemudian buatlah laporan
dalam bentuk intisari materi dari setiap sub materi ini yang disertai dengan peta
konsepnya (mind map)!
2. Bacalah artikel dibawah ini!

26

Sumber : https://jakartakita.com/2015/11/29/ini-dia-daftar-bank-yang-punya-layanan-
tabungan-simpel/

a. Berdasarkan artikel tersebut, jelaskan produk apa yang ditawarkan oleh perbankan!
b. Analisislah perbedaan bank bank yang disebutkan dalam artikel diatas!
c. Bagaimana pendapat kamu mengenai manfaat lembaga keuangan bank bagi pelajar!
6. Forum Diskusi

a. Identifikasilah karakteristik lembaga pembiayaan dan perbankan!
b. Simpulkanlah hasil identifikasi anda mengenai perbedaan karakteristik lembaga

pembiayaan dan perbankan dengan cara berdiskusi dengan teman!

27

C. PENUTUP

1. Tes Sumatif

1. Berikut ini jenis lembaga keuangan bank dan bukan bank:
1. Bank sentral
2. BPR
3. Taspen
4. Pegadaian
5. OJK
Dari lembaga-lembaga diatas yang merupakan lembaga keuangan bukan bank
adalah ...
a. 1 dan 2
b. 2 dan 3
c. 3 dan 4
d. 2 dan 4
e. 1 dan 4

2. Perusahaan yang memperlihatkan jaminan atau pertanggung jawaban kepada
nasabah atau yang tertanggung untuk resiko kerugian, sesuai dengan surat perjanjian
apabila terjadi sesuatu disebut perusahaan .........
a. Taspen
b. Pegadaian
c. Asuransi
d. Bursa efek
e. Koperasi

3. Kegiatan di pasar modal dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak, antara
lain….
1. Dapat menanam modal dibeberapa perusahaan secara bersama-sama
2. Diperoleh dana yang lebih besar
3. Jika ada kenaikan harga saham pemegangnya akan mendapat capital gain
4. Menjadi salah satu pendorong kemajuan pembangaunan
5. Dalam keadaan perusahaan utung maupun rugi pemegang obligasi tetap
memperoleh bunga

28

Yang termasuk manfaat pasar modal bagi investor adalah ....
a. (1), (2) dan (3)
b. (1), (2) dan (4)
c. (1), (3) dan (5)
d. (2), (4) dan (5)
e. (3), (4) dan (5)

4. Pemberian dana yang diberikan sebagai penghargaan kepada para karyawan yang
telah mengabdi di perusahaan tersebut, meningkatkan motivasi karyawan, serta
meningkatkan citra perusahaan di mata masyarakat dan pemerintah, adalah tujuan
dari ….
a. Koperasi Simpan Pinjam
b. Pegadaian
c. Asuransi
d. Dana Pensiun
e. Pasar Modal

5. Masyarakat yang kelebihan dana biasanya akan memilih cara untuk mengelola
keuangannya sehingga akan menjadi produktif. Banyak hal yang biasa dilakukan
oleh kelompok masyarakat ini, misalnya dengan cara membeli surat surat berharga
yang ditawarkan oleh emiten, Golongan masyarakat ini termasuk kedalam …
a. Emiten
b. Investor
c. Akuntan
d. Wali amanat
e. Konsultan Hukum

6. Bank yang tidak diperbolehkan memberikan jasa dalam lalu lintas sistem
pembayaran adalah...
a. Bank umum
b. BPR
c. Bank campuran
d. Bank asing
e. Bank koperasi

29

7. Pensiun yang diberikan kepada karyawan sebelum memasuki usia pensiun adalah...

a. Ditunda

b. Dipercepat

c. Normal

d. Cacat

e. Pemberi kerja

8. Pasar modal memiliki banyak instrument dalam menjalankan fungsinya berikut

yang bukan termasuk Instrumen Pasar Modal …

a. Saham dan Obligasi

b. Saham dan Waran

c. Rights dan Reksadana

d. Deposito dan Tabungan

e. Obligasi dan Indeks Berjangka

9. Berikut ini adalah lembaga Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank

1) Asuransi 4) Bank Sentral Asia

2) Koperasi 5) Bank Rakyat Indonesia

3) Pegadaian
Yang termasuk Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah …

a. 1, 2 dan 3

b. 1, 3 dan 4

c. 2, 4 dan 5

d. 3, 4 dan 5

10. Surat utang jangka menengah dan panjang yang dapat dipindahtangankan berisi

janji dari pihak yang menerbitkan untuk melunasi pokok utang dan membayar

imbalan berupa bunga pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli
obligasi tersebut …

a. Right

b. Saham

c. Warran

d. Obligasi

e. Reksadana

30

5.Kunci Jawaban Tes Sumatif
1. C
2. C
3. C
4. D
5. B
6. B
7. B
8. D
9. A
10. D

Refleksi
Guru sebagai tenaga profesional perlu melakukan refleksi setelah melaksanakan
tugas. Tugas guru sebagaimana disebutkan pada pasal 1 ayat (1) UU No. 14 tahun 2005
tentang Guru dan Dosen berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan (pasal 4 UU
14/2005). Mutu pendidikan dapat diukur dengan penilaian pendidikan salah satunya yang
dilakukan guru, guru dapat mengukur keberhasilannya melalui hasil belajar peserta didik.
Guru yang bijaksana dalam mengatasi permasalahan pembelajaran, maka guru tersebut
akan merasa perlu melakukan refleksi setelah melakukan pembelajaran di kelas. Refleksi
diri penting dilakukan oleh guru karena dengan melakukan hal tersebut, guru bisa
melakukan perbaikan dalam pelaksanaan tugas maupun pembelajaran berikutnya. Salah
satu kompetensi penting yang perlu dimiliki guru adalah kemampuan mengelola
pembelajaran. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran meliputi merencanakan,
melaksanakan serta mengevaluasi pembelajaran. Guru perlu melatih peserta didik dengan
pembelajaran berbasis HOTS serta evaluasi pembelajaran yang berbasis HOTS pula. Guru
perlu melatih literasi sains peserta didik agar wawasan sains nya lebih luas dan mendalam
sehingga bermanfaat dalam kehidupannya.
Pada modul ini para siswa sekalian telah mempelajari tentang lembaga jasa
keuangan dalam perekonomian. Materi yang telah kalian pahami maupun yang belum
dipahami silakan diberi centang (√ ) pada kolom dibawah ini.

31

No. Pernyataan Pemahaman
Paham Tidak
1 Materi perbankan
2 Pasar modal Paham
3 Perasuransian ...... ......
4 Dana pensiun ...... ......
5 Lembaga pembiayaan ...... ......
6 Pegadaian ...... ......
...... ......
...... ......

6.Daftar Pustaka
https://www.bisnisjasa.id/2018/10/list-nama-perusahaan-leasing-di-indonesia.html
https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-pegadaian/
https://jakartakita.com/2015/11/29/ini-dia-daftar-bank-yang-punya-layanan-tabungan-
simpel/
https://keuangan.kontan.co.id/news/bjb-siapkan-operasional-selama-libur-lebaran
Dr.Fitrawaty, M.Si. (2019). Modul 4 Uang dan Lembaga Keuangan. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kinanti Geminastiti (2014) Ekonomi Peminatan Ilmu Ilmu Sosial untuk SMA/MA Kelas
X. Bandung: Yrama Widya
Sari Dwi Astuti (2016) Ekonomi Peminatan Ilmu Ilmu Sosial untuk SMA/MA Kelas X.
Surakarta: CV Mediatama
Sutarno, Sudarno (2016). Ekonomi Kelompok Peminatan Ilmu Ilmu Sosial untuk
SMA/MA Kelas X. Solo: Wangsa Jatra Lestari

32

Glosarium

1. Lembaga keuangan adalah lembaga yang kegiatan utamanya mengumpulkan dan
menyalurkan dana dari pihak yang memiliki dana (unit surplus) kepada pihak yang
membutuhkan dana (unit defisit)

2. Unit surplus adalah pihak yang memiliki dana untuk jangka waktu pendek ( ≤ 1 tahun)
atau jangka panjang (≥ 1 tahun) belum menggunakan uangnya. Mereka berada di empat
unit ekonomi yaitu rumah tangga, perusahaan, pemerintah dan luar negeri.

3. Unit defisit adalah Unit rumah tangga yang menggunakan dana-dananya untuk kegiatan
konsumsi atau kegiatan yang diharapkan dapat memberi manfaat pada saat ini dana atau
pada saat yang akan datang

4. Transformasi asset adalah lembaga keuangan mengubah kewajibannya yang diperoleh
akibat menawarkan produknya menjadi aktiva produktif. Misalnya lembaga keuangan
menerima tabungan, deposito atau yang lainnya dari masyarakat, dan harus membayar
bunga kepada masyarakat.

5. Lembaga keuangan depositori adalah lembaga keuangan yang diperbolehkan
mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk deposito.

6. Lembaga keuangan non depositori adalah lembaga yang tidak diperbolehkan
mengumpulkan deposito, sehingga disebut lembaga keuangan bukan bank.

7. Lembaga keuangan mikro adala sasaran utama pelayanannya adalah usaha kecil, di
Indonesia yang termasuk lembaga keuangan mikro adalah BPR, koperasi simpan
pinjam, dan pegadaian

8. Lembaga keuangan formal adalah lembaga yang beroperasi berdasarkan kekuatan
hukumsehingga untuk melakukan transaksi prosedurnya sangat ketat dan formal

9. Lembaga keuangan informal adalah lemabaga yang beroperasi tanpa kekuatan hokum
formal, misalnya arisan, ijon, rentenir

10. Bank adalah lembaga keuangan yang menghimpun dana deposito dan memberikan
kredit pinjaman

11. Tabungan adalah simpana biasa yang bisa diambil setiap saat
12. Deposito (tabungan berjangka) adalah simpanan yang hanya bisa diambil setelah

jangka waktu tertentu
13. Giro atau rekening koran, yaitu simpanan yang bisa diambil hanya dengan

menggunakan cek atau bilyet giro

33

14. Kredit produktif, yaitu pinjaman yang diberikan untuk tujuan produksi, seperti
membuka usaha bengkel dan mendirikan perusahaan

15. Kredit konsumtif, yaitu pinjaman yang diberikan untuk tujuan konsumsi, seperti
membeli perabot

16. Bank Umum adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam
bentuk simpanan dan juga menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau
juga bentuk-bentuk lainnya dalam rangka untuk meningkatkan taraf hidup rakyat
banyak

17. Sertifikat Deposito, merupakan deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat
diperdagangkan

18. L/C (letter of credit) merupakan surat jaminan bank untuk transaksi ekspor – impor
19. Travelers Cheque adalah jual beli cek perjalanan
20. Bank Note adalah jual beli uang kertas
21. Credit Card adalah kartu yang dibuat oleh bank dan dapat digunakan sebagai alat

pembayaran pengganti uang tunai atau cek
22. Bank PerKreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara

konvensional atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya tidak
memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran
23. Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di
bidang keuangan, secara langsung ataupun tidak langsung, menghimpun dana dari
masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat untuk kegiatan produktif
24. Perusahaan pembiayaan penjualan adalah lemabaga yang memberikan kredit kepada
para konsumen yang ingin membeli produk-produk sebuah perusahaan tertentu.
25. Perusahaan pembiayaan konsumen adalah perusahaan yang membantu nasabah yang
ingin membeli barang-barang atu mungkin juga rumah, memperbaiki rumah dan
membiayai kembali (refinance) utang-utang skala kecil.
26. Pembiayaan Usaha adalah perusahaan yang memberikan pinjaman dalam bentuk
kredit kepada perusahaan atau membeli piutang perusahaan dengan harga diskon
27. Sewa guna adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal, baik
secara sewa guna usaha dengan hak opsi (finance lease) maupun sewa guna usaha tanpa
hak opsi (operating lease) untuk digunakan oleh lessee selama jangka waktu tertentu
berdasarkan pembayaran secara berkala.
28. Pasar modal adalah kegiatan yang seluruh aktivitasnya berkaitan dengan penawaran
dan permintaan efek (surat berharga), baik yang berasal dari perusahaan publik yang

34

memiliki keterkaitan dengan efek maupun lembaga profesi yang berkaitan dengan efek.
Pasar modal juga dikenal dengan sebutan bursa efek.
29. Usaha Asuransi adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, di mana pihak
penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi,
untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau
kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum kepada pihak
ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang
tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal
atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan
30. Pegadaian adalah suatu lembaga keuangan yang memberikan pinjaman kepada nasabah
dengan jaminan barang atau surat-surat berharga
31. Koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang usahanya bergerak di bidang simpan
pinjam
32. Dana pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang
menjanjikan manfaat pensiun.
33. Emiten adalah merupakan perusahaan yang membutuhkan modal
34. Investor adalah pihak yang memiliki modal untuk dipinjamkan atau diinvestasikan
35. Profesi penunjang pasar modal merupakan profesi atau pekerjaan yang ikut
menunjang kelancaran pasar modal
36. Akuntan adalah profesi yang bertugas melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan
suatu perusahaan, apakah sudah sesuai dengan Prinsip Akuntansi Indonesia dan
ketentuan Bapepam
37. Konsultan hukum adalah profesi yang bertugas memeriksa aspek-aspek hukum emiten
dan memberikan legal opinion (pendapat hukum) mengenai keadaan dan keabsahan
usaha emiten, seperti anggaran dasar, izin usaha, bukti pemilikan harta kekayaan,
perjanjian/ perikatan dengan pihak ketiga, dan lain-lain
38. Penilai adalah profesi yang bertugas melakukan penilaian terhadap aktiva (harta)
menurut nilai yang wajar kepada emiten yang akan go public (menjual sahamnya) dan
kepada emiten yang melakukan proses akuisisi
39. Notaris adalah profesi yang bertugas membantu para pelaku pasar modal dalam
menyusun anggaran dasar dan kontrak-kontrak penting
40. Lembaga Penunjang adalah institusi penunjang yang turut serta mendukung
pengoperasian Pasar Modal dan bertugas dan berfungsi melakukan pelayanan kepada

35

pegawai dan masyarakat umum, untuk mempermudah baik emiten maupun investor

dalam melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pasar modal

41. Penjamin emisi Merupakan lembaga yang menjamin terjualnya saham atau obligasi

sampai batas waktu tertentu dan dapat memperoleh dana yang diinginkan emiten

42. Biro Administrasi Efek adalah perseroan yang dapat menyelenggarakan kegiatan

usaha berdasarkan kontrak dengan Emiten untuk pencatatan pemilikan Efek dan

pembagian hak yang berkaitan dengan Efek

43. Wali Amanat adalah pihak yang mewakili kepentingan pemegang Efek bersifat utang

atau sukuk untuk melakukan penuntutan baik di dalam maupun di luar pengadilan, yang

berkaitan dengan kepentingan pemegang efek bersifat utang atau sukuk tersebut tanpa

surat kuasa khusus.

44. Broker juga disebut pialang, bertugas menerima order jual dan beli investor untuk

menawarkannya ke bursa efek

45. Dealer atau pedagang efek berfungsi sebagai perantara pembeli dan penjual sekuritas,

dengan membeli dan menjual sekuritas pada tingkat harga yang telah ditentukan

46. Guarantor atau Pemeringkat efek adalah pihak yang bertugas memberikan pendapat

secara objektif, jujur, dan tidak memihak mengenai risiko suatu efek

47. Perusahaan sekuritas atau perusahaan efek adalah perusahaan yang telah

memperoleh izin usaha dalam satu atau beberapa kegiatan berikut:penjamin emisi,

perantara perdagangan efek, manajer investasi, penasihat investasi

48. Pengelola Dana adalah lembaga yang kegiatannya mengelola sekuritas yang akan

menguntungkan investor

49. Saham adalah sertifikat yang menunjukkan bukti kepemilikan atau tanda penyertaan

seseorang atau badan usaha atas suatu perusahaan tertentu

50. Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari

keuntungan yang dihasilkan perusahaan

51. Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk

dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder

52. Capital Loss Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana

investor menjual saham lebih rendah dari harga beli

53. Obligasi adalah surat utang jangka menengah dan panjang yang dapat

dipindahtangankan berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk melunasi pokok utang

dan membayar imbalan berupa bunga pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak

pembeli obligasi tersebut

36

54. Corporate Bonds: obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan, baik yangberbentuk badan
usahamilik negara (BUMN), atau badan usaha swasta

55. Government Bonds: obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat
56. Municipal Bonds: obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membiayai

proyek-proyek yang berkaitan dengan kepentingan publik (public utility)
57. Zero Coupon Bonds: obligasi yang tidak melakukan pembayaran bunga secara

periodik.Namun, bunga dan pokok dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo
58. Coupon Bonds: obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan secara periodik sesuai

dengan ketentuan penerbitnya
59. Fixed Coupon Bonds: obligasi dengan tingkat kupon bunga yang telah ditetapkan

sebelum masa penawaran di pasar perdana dan akan dibayarkan secara periodik
60. Floating Coupon Bonds: obligasi dengan tingkat kupon bunga yang ditentukan sebelum

jangka waktu tersebut, berdasarkan suatu acuan (benchmark) tertentu seperti average
time deposit (ATD) yaitu rata-rata tertimbang tingkat suku bunga deposito dari bank
pemerintah dan swasta
61. Convertible Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk
mengkonversikan obligasi tersebut ke dalam sejumlah saham milik penerbitnya
62. Exchangeable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk
menukar saham perusahaan ke dalam sejumlah saham perusahaan afiliasi milik
penerbitnya
63. Callable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk membeli kembali
obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut
64. Putable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada investor yang mengharuskan
emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi
tersebut
65. Secured Bonds: obligasi yang dijamin dengan kekayaan tertentu dari penerbitnya atau
dengan jaminan lain dari pihak ketiga
66. Guaranteed Bonds: Obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin denan
penangguangan dari pihak ketiga
67. Mortgage Bonds: obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin dengan agunan
hipotik atas properti atau asset tetap
68. Collateral Trust Bonds: obligasi yang dijamin dengan efek yang dimiliki penerbit dalam
portofolionya, misalnya saham-saham anak perusahaan yang dimilikinya

37

69. Unsecured Bonds: obligasi yang tidak dijaminkan dengan kekayaan tertentu tetapi
dijamin dengan kekayaan penerbitnya secara umum

70. Konvensional Bonds : obligasi yang diperhitungan dengan menggunakan sistem kupon
bunga

71. Syariah Bonds : obligasi yang perhitungan imbal hasil dengan menggunakan
perhitungan bagi hasil

72. Reksadana merupakan alternative investasi bagi pemodal kecil dan pemodal yang tidak
memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka

73. Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Funds) : hanya melakukan investasi pada
Efek bersifat Utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun

74. Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Funds) : melakukan investasi
sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk Efek bersifat Utang

75. Reksa Dana Saham (Equity Funds) :Reksa dana yang melakukan investasi
sekurangkurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk Efek bersifat Ekuitas

76. Reksa Dana Campuran : Reksa Dana jenis ini melakukan investasi dalam Efek bersifat
Ekuitas dan Efek bersifat Utang

77. Derivatif: terdiri dari efek yang diturunkan dari instrumen efek lain yang disebut
underlying

78. Bukti Right didefinisikan sebagai hak memesan efek terlebih dahulu pada harga yang
telah ditetapkan selama periode tertentu

79. Waran merupakan suatu pilihan (option), dimana pemilik waran mepunyai pilihan
untuk menukarkan atau tidak warannya pada saat jatuh tempo

80. Kontrak Berjangka atau Futures adalah kontrak untuk membeli atau menjual suatu
underlying (dapat berupa indeks, saham, obligasi, dll) di masa mendatang

38


Click to View FlipBook Version