KAPAK EMAS BUKU CERITA KANAK-KANAK OLEH : WAN MOHAMAD AKHIRRUDIN
Pada Zaman dahulu, di sebuah desa kecil yang dipenuhi dengan kehijauan alam sekitar, tinggallah seorang petani yang baik hati. Petani itu memiliki tiga orang anak yang sangat ceria dan suka bermain di kebun bersama ayah mereka. KEBUN
Pada Suatu hari, petani itu bercerita kepada anak-anaknya tentang mimpinya semalam. Dia bercerita bahwa dalam mimpinya, ada seorang lelaki tua muncul dan menunjukkan padanya tentang tiga kapak emas yang tersembunyi di gua dalam hutan belantara. KEBUN
Anak-anak petani itu sangat suka mendengar cerita ayah mereka. Mereka merasa bersemangat dan ingin sekali mencari tiga kapak emas itu. "Kita harus mencarinya, Ayah!" seru anak sulungnya. “Baiklah, ayuh kita bersiap dan masuk ke hutan” jawab ayah mereka. KEBUN
Tanpa ragu-ragu, petani itu setuju untuk mencari tiga kapak emas bersama-sama dengan anak-anaknya. Mereka bersiap-siap dengan perbekalan dan peralatan yang diperlukan, dan memulakan masuk ke dalam hutan.
Selama perjalanan, mereka melewati sungai, melintasi jambatan kayu yang rapuh, dan berjalan di antara pepohonan besar yang menghadang mereka. Namun, mereka tidak menyerah. Mereka terus maju dengan semangat yang tinggi.
Setelah berhari-hari berjalan, mereka tiba di sebuah tempat yang indah, seperti yang digambarkan dalam mimpi petani itu. Mereka menemukan sebuah gua di dalamnya terdapat tiga kapak emas didalamnya.
Namun, ketika mereka hendak mengambil kapak-kapak itu, lalu muncul seorang lelaki tua penjaga gua yang menghalangi mereka. Lelaki tua penjaga gua itu bertanya “Berapa kapak yang kamu mahukan?” untuk menguji kejujuran, kebijaksanaan dan kebaikan hati mereka.
Anak-anak Petani itu diberi waktu untuk mengambil keputusan dengan bijak dan baik hati. Mereka membincangkan dengan penuh pertimbangan, pilihan mereka dengan hatihati.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk hanya mengambil satu kapak emas. Mereka percaya bahwa kejujuran dan kebaikan hati lebih berharga dari segalanya.
Ketika mereka kembali ke desa, mereka tidak hanya membawa pulang dengan satu kapak emas, tetapi pelajaran berharga juga pentingnya kejujuran, kebijaksanaan, dan kebaikan hati. KEBUN
Anak-anak petani itu dapat belajar bahwa kekayaan bukanlah hanya memiliki harta, tetapi kekayaan juga mempunyai kebaikan hati dalam diri amatlah berharga. KEBUN
Dari hari itu, anak-anak petani dan petani itu menjadi teladan bagi orang-orang di desa mereka. Mereka selalu menolong dan melakukan perbuatan yang baik setiap hari kepada orang-orang desa mereka. KEBUN
Akhirnya, mereka hidup bahagia selamanya, mengingati pengembaraan mereka ketika mencari kapak emas dan pelajaran berharga yang mereka dapat dalam pengembaraan tersebut.
Teladan dari kebaikan hati, kejujuran, dan kebijaksanaan adalah penting untuk dipahami oleh anak-anak. Dalam cerita “Kapak Emas" ini, kita hendaklah mengambil pelajaran yang dapat dijadikan teladan. KEBUN
Dengan memahami dan mengamalkan nilainilai ini, dapat melahirkan individu yang baik, bijaksana, dan bertanggung jawab serta jujur dalam tindakan mereka sehari-harian. KEBUN TAMAT