The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by fadhika Kurniati, 2023-03-14 01:05:45

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN KSE

Pembelajaran KSE

Fadhika Kurniati, S.Pd CGP Angkatan 7_SMPN 2 Pungging Mojokerto Modul 2.2 KSE REFLEKSI DWI MINGGUAN


Peristiwa Assalamualaikum, Berjumpa lagi dengan saya dalam jurnal refleksi Dwi mingguan dengan modul 2.2 yaitu Pendidikan Sosial Emosional. Dalam modul ini di bahas apa itu KSE, pentingnya KSE, Tujuan dari KSE, Penerapan KSE bagi teman sejawat, murid dan komunitas, Teknik STOP, Mindfulness, Lima macam KSE, Implementasi KSE.


Pada modul 2.2 ini pada bagian mulai dari diri, dimana pada bagian ini saya diminta untuk merefleksikan KSE terkait perasaan yang saya rasakan ketika kecewa, sedih, kemalangan disertai dengan cara saya untuk kembali bangkit dan membangun harapan saya kembali sehingga menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Kemudian, pada bagian EK, saya menganalisis suatu permasalahan tentang kasus-kasus yang dialami Pak Eling dengan mengaitkannya pada 5 KSE yaitu kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, membangun hubungan relasi dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada ruang kolaborasi, saya secara berpasangan dengan Bu Yovi memberikan contoh secara langsung penerapan KSE secara eksplisit, terintegrasi dalam pembelajaran dan kurikulum serta berkolaborasi dengan PTK. Peristiwa


PPada bagian Demonstrasi Kontekstual tugasnya yaitu mengintegrasikan KSE ke dalam RPP dan menerapkannya saat di kelas kemudian refleksi dari penerapannya di bentuk dalam 4P yang akan di bagikan untuk saling di beri umpan balik oleh kawan-kawan yang lain. Pada tanggal 08 Maret 2023 Pukul 07.30 sd 10.00 WIB, saya mendapatkan Pendampingan Individu ke 3 oleh Ibu Pudji Lestari, S.Pd., M.MPd. di SMPN 2 Pungging. Pembahasan yang di diskusikan adalah seputar penerapan KSE pada RPP dan juga pada komunitas PTK di sekolah. Dalam diskusi tersebut, saya menceritakan kendala yang saya hadapi terkait penerapan KSE untuk PTK. Dengan melakukan model coaching, Bu Pudji terus menggali ide-ide saya terkait kendala tersebut. Akhirnya, muncul ide-ide baru yang semula tidak saya pikirkan misalnya, penerapan KSE dalam pembiasaan yang rutin di kelas (memodelkan), mengimbaskan kepada teman sejawat serumpun mata pelajaran di sekolah, berkolaborasi membuat RPP bersama dengan mengintegrasikan KSE di dalam nya (belajar). Peristiwa


lKemudian, Pada tanggal 12 Maret 2023 Loka Karya ke-3 terlaksanakan di SMPN 1 Sooko. Kelas 188 bergabung di kelas Mojokerto 3. Mulai pukul 08.00 SD 15.15.. Pada Loka Karya ke 3, merupakan kegiatan untuk mempraktekkan materi yang telah dipelajari dalam modul 2.2. Simulasi mengajar berdiferensiasi dilakukan oleh Bapak Sujono dalam materi IPA yang sangat menyenangkan dan banyak umaon balik yang saya dapatkan sebagai bekal saya mempraktekkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Dilanjutkan dengan simulasi mengajar oleh Ibu Durrotus Saniyah. Setelah itu penerapan teknik STOP dan Mindfulness. Dalam proses mindfulness ini, Ibu pengajar praktik memutarkan musik instrumental dengan monolog yang menyentuh hati dan pikiran. Kemudian kami merefleksikan apa yang kami rasakan dalam sebelum, sedang dan sesudah. Perasaan saya sebelum mindfulness terjadi adalah capek dan bosan karena memang waktu telah menunjukkan pukul 11.00. Dalam proses mindfulness, saya merasakan sempat hilang konsentrasi dikarenakan kegaduhan dari kelas sebelah. Sesudah mindfulness, saya tambah mengantuk karena suara musik instrumen nya mendayu-dayu. Mindfulness ini terjadi sebanyak 2 kali. Setelah Break, kegiatan dilanjutkan dengan penerapan KSE dalam kegiatan pembelajaran yang diwakili oleh Bu Nurul dari TK dan Bu Deasy dari SD. Kegiatan ini sangat menyenangkan hingga tak terasa Loka Karya diakhir dengan menuliskan refleksi dan foto bersama. Peristiwa


Perasaan saya ketika belajar tentang modul ini yaitu merasa tertantang dan penuh motivasi. Dari ketidaktahuan saya tentang apa itu KSE dan juga apa manfaat dan tujuan dari KSE hingga akhirnya saya paham bahwa KSE sangat penting untuk diterapkan dalam diri anak agar anak itu menjadi tangguh dan juga mencapai well being. Saya bersyukur masih dapat menata waktu saya dengan baik sehingga saya dapat menyelesaikan tagihan tugas tepat waktu. Ditambah lagi dengan adanya teman² baru yang saling mendukung, menguatkan dan menemani di setiap langkah perjalanan kami dalam pendidikan gurun penggerak. Setiap rukol yang terjadi sebanyak 3 kali, saya merasa bangga memiliki teman-teman yang hebat dan memliki karakter dan juga potensi yang berbeda-beda. Hal itu memacu diri saya untuk belajar dan terus belajar dan menguatkan motivasi intrinsik diri saya. Betapa senangnya hati ketika Loka Karya tiba. Banyak ilmu baru yang dapat membangun potensi saya dan juga belajar langsung dengan teman-teman yang biasanya hanya bertemu muka lewat ruang kolaborasi. Perasaan saya adalah LUAR BIASA. Perasaan


Pembelajaran yang saya dapatkan adalah pentingnya KSE untuk membentuk karakter murid agar menjadi pribadi yang well bening dan juga baik dalam akademiknya. Begitu juga manfaat KSE bagi guru dan PTK, yang dapat memberikan rasa tangguh pada diri sendiri dan meningkatkan motivasi intrinsik. Pembelajaran KSE ini perlu untuk diimbaskan dan diterapkan secara menyeluruh baik kepada murid, guru, PTK, di sekolah dan komunitas. Penerapannya dapat dilakukan melalui pembelajaran eksplisit dalam ekstrakurikuler dan korikuler, pengintegrasian dalam pembelajaran di kelas serta dalam kurikulum, dan berkolaborasi dengan PTK seperti melalui diskusi bersama, MGMP sekolah dll. Kelima KSE ini boleh diintegrasikan melalui RPP sesuai dengan kebutuhan saja. Boleh juga dengan cara diselang seling atau melalui pembelajaran eksplisit. Selain itu, saya juga belajar apa mindfulness dan manfaatnya bagi diri sendiri yaitu untuk fokus pada keadaan sekarang serta mau berdamai dengan keadaan yang ada. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah STOP dan POOCH. Pembelajaran


Penerapan KSE hendaknya dibterapakan dalam kehidupan sehari, terintegrasi dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, eksplisit dan melibatkan semua warga sekolah tentunya dengan orang tua. Dimana, peran orang tua penting dalam membentuk karakter seseorang sehingga pembelajaran tentang KSE ini penting juga untuk diimbaskan kepada orang tua. Sehingga semua komponen dapat saling mendukung dan bertanggung jawab terhadap perannya masingmasing. Sehingga tujuan dan manfaat dari KSE ini dapat dirasakan oleh semua pihak baik murid, guru, PTK, dan orang tua. Dimana tujuan pendidikan adalah untuk mengantarkan anak dalam kondisi selamat dan bahagia serta semua proses dan aktivitas haruslah berpihak pada murid. Betapa indahnya peradaban baru yang akan tumbuh dan berkembang dengan dilandasi oleh kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, membangun hubungan atau relasi serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Kesemua kompetensi sosial emosional telah mencerminkan dan menetapkan profil pelajar Pancasila di setiap kegiatan yang akan diterapkan. Semangat Ibu Bapak Guru. Mulai menanam dan menuntun murid menumbuhkan profil pelajar Pancasila di dalam diri mereka. Salam Pantang Mundur. Penerapan


Terima kasih!


Click to View FlipBook Version