i
MODUL PENGAYAAN
BIOTEKNOLOGI PROSES PEMBUATAN TEMPE BERBASIS KEARIFAN LOKAL
Penyusun
Melati Astria Jayanti
PENDIDIKAN BIOLOGI PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2020
i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahuwata’ala berkat rahmat dan karunia-Nya
sehingga penyusunan “Modul Pengayaan Proses Pembuatan Tempe berbasis kearifan lokal”
yang penyusun laksanakan di Dusun Bakungan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta
dapat terlaksana. Modul pengayaan ini khusus diberikan kepada peserta didik SMA/MA kelas
XII semester 2 yang telah tuntas mempelajari materi Bioteknologi. Modul ini dibuat untuk
memperdalam dan menambah pengetahuan siswa tentang penerapan bioteknologi dalam
kehidupan sehari-hari.
Modul ini dikemas berdasarkan hasil pengamatan proses pembuatan tempe berbasis
kearifan lokal di Dusun Bakungan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta dan literatur
sebagai pelengkap. Modul ini disusun secara sistematis dan komprehensif sehingga dapat
dengan mudah dipahami oleh siswa. Modul ini dilengkapi dengan petunjuk penggunaan,
Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, peta konsep, materi, rangkuman, kegiatan siswa, tes
formatif, kunci jawaban, dan glosarium yang membantu siswa dalam belajar secara mandiri.
Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Bapak Prof. Dr. I Gusti Suryadarma, M.S.
dan Ibu Dr. Ir. Suhartini, M.S. sebagai dosen pengampu mata kuliah Penerapan Budaya
Potensi Lokal yang telah membimbing dan mengarahkan dalam penyusunan modul
pengayaan ini. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penyusun harapkan untuk
perbaikan kedepannya. Semoga modul ini bermanfaat khususnya dalam pembelajaran
Biologi.
Yogyakarta, 9 Oktober 2020
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
MODUL PENGAYAAN.......................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR............................................................................................................................. ii
DAFTAR ISI........................................................................................................................................ iii
PETUNJUK BAGI PESERTA DIDIK........................................................................................................ iv
KOMPETENSI ..................................................................................................................................... v
PETA KONSEP ................................................................................................................................... vi
BIOTEKNOLOGI.................................................................................................................................. 1
EVALUASI .......................................................................................................................................... 4
UMPAN BALIK ................................................................................................................................... 4
BIOTEKNOLOGI PROSES PEMBUATAN TEMPE BERBASIS KEARIFAN LOKAL ......................................... 5
KEGIATAN PENUGASAN................................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................................ 14
GLOSARIUM .................................................................................................................................... 15
KUNCI JAWABAN ............................................................................................................................. 16
iii
PETUNJUK BAGI PESERTA DIDIK
Modul pengayaan ini disusun agar dapat digunakan sebagai bahan ajar secara mandiri.
Belajar menggunakan modul pengayaan ini dapat dilakukan di dalam maupun di luar jam
pelajaran. Dalam modul ini, ada bagian materi yang tidak dijelaskan secara rinci dan bukan
merupakan merupakan satu-satunya bahan belajar. Peserta didik dapat mencari materi dari
sumber-sumber lain agar dapat lebih memahami materi bioteknologi. Modul ini hanya
memberikan materi-materi tertentu dan tidak mencakup materi secara keseluruhan dari
kompetensi dasar.
Modul ini dapat digunakan dengan optimal dengan memperhatikan langkah-langkah
yang perlu diikuti selama proses belajar.
1. Baca dan pahami benar-benar tujuan yang ada dalam modul ini, agar mengetahui
hasil akhir yang didapat.
2. Bacalah Peta Konsep untuk memudahkan dalam memahami garis besar dari
materi yang terdapat dalam modul ini.
3. Baca dan pahami uraian materi yang disampaikan yang disampaikan serta lakukan
kegiatan belajar serta evaluasi.
4. Modul ini menyediakan Glosarium, berisi tentang pengertian dari istilah-istilah
biologi yang terdapat dalam materi ini.
5. Mintalah bantuan kepada guru atau teman-teman yang lain apabila anda kesulitan
dalam memahami materi dan mengerjakan tugas dari modul ini.
6. Periksalah hasil evaluasi tersebut melalui kunci jawaban yang tersedia. Bila dalam
tes anda meraih lebih dari KKM 70, maka anda dapat memulai mempelajari materi
berikutnya.
7. Apabila masih ada jawaban yang belum tepat dan belum mencapai KKM 70,
pelajarilah kembali materi yang bersangkutan.
8. Urutan kegiatan ini harus anda patuhi, agar lebih cepat berhasil mempelajari
modul ini.
iv
KOMPETENSI
Modul Pengayaan Bioteknologi Proses Pembuatan Tempe Berbasis Kearifan Lokal di Dusun
Bakungan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta ini berisi tentang hasil observasi
penyusun dari warga setempat dan dari beberapa literatur untuk melengkapi penyusunan
modul ini. Modul pengayaan ini disusun dalam bentuk self contained, sebagai pengembangan
bahan ajar dalam materi bioteknologi. Modul pengayaan ini digunakan untuk pembelajaran
pengayaan siswa SMA/MA kelas XII semester 2 yang telah mencapai standar kriteria
ketuntasan minimal (KKM) materi bioteknologi.
Kompetensi Inti
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingin tahu tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
Kompetensi Dasar
3.10. Menganalisis prinsip-prinsip Bioteknologi dan penerapannya sebagai upaya
peningkatan kesejahteraan manusia
Tujuan Pembelajaran
1. Menjelaskan konsep dasar bioteknologi
2. Membedakan bioteknologi konvensional dan modern
3. Memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari produk bioteknologi konvensional
dan modern
4. Menganalisis dampak bioteknologi bagi kehidupan manusia (proses pembuatan
tempe)
v
PETA KONSEP
Bioteknologi
Sejarah Pengertian Jenis-jenis Dampak
Bioteknologi Bioteknologi Bioteknologi Bioteknologi
Bioteknologi Bioteknologi Dampak Negatif
Konvensional Modern Bioteknologi
Contoh Dampak Positif
Bioteknologi Bioteknologi
Bidang Pangan
Rekayasa Bioteknologi
Contoh Genetika Bidang
Bioteknologi
Bidang Pertanian Bioteknologi Kedokteran
Bidang
Contoh Bioteknologi
Bioteknologi Peternakan Bahan Bakar
Masa Depan
Bidang Bioteknologi
Peternakan Pengolahan
Contoh Limbah
Bioteknologi
Bidang Kesehatan
dan Pengobatan
vi
BIOTEKNOLOGI
Bioteknologi terdiri dari dua kata, yaitu: biologis, yang berarti kehidupan dan
teknologi, dan dalam lingkup ilmu terapan. Dengan demikian, sehingga secara istilah
bioteknologi merupakan ilmu atau teknologi terapan yang menggunakan makhluk hidup
sebagai komponen penting dalam produksi produk atau barang atau jasa yang bermanfaat
bagi kehidupan manusia.
Seperti itulah pengertian paling mendasar dari arti kata. Namun, belajar bioteknologi
itu harus mengerti berbagai macam jenis, fungsi, dan terapannya, di modul ini kita akan sama-
sama belajar semua dalam lingkup materi Bioteknologi.
Ada 2 macam jenis bioteknologi yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.
1. Bioteknologi Konvensional
Pengertian bioteknologi konvensional atau bioteknologi tradisional yaitu suatu
penerapan bioteknologi yang sudah digunakan sejak ilmu pengetahuan belum
berkembang pesat, bioteknologi konvensional terbatas pada peran organisme melalui
fermentasi dalam skala kecil dan proses pembuatannya masih sangat sederhana.
Ada beberapa contoh penerapan bioteknologi konvensional, dalam kehidupan sehari-
hari dapat ditemui dalam pembuatan makanan atau bahan pangan seperti tape, anggur,
tauco, oncom, kecap, tempe, dan banyak lainnya. Nanti akan ada penjelasan proses
pembuatan tempe di bawah ini setelah materi Bioteknologi sebagai salah satu contoh
dari aplikasi dalam penerapan bioteknologi.
2. Bioteknologi Modern
Pengertian bioteknologi modern meliputi sejumlah teknik yang melibatkan manipulasi
gen, sel, dan jaringan hidup secara sengaja dengan cara yang dapat diprediksi dan
dikendalikan. Tujuannya untuk mengubah organisme atau menghasilkan jaringan
modern. Contoh bioteknologi modern seperti bayi tabung, produksi hormon
pertumbuhan manusia, antibiotik, vaksin malaria, hewan transgenik, tanaman tahan
hama, dan kalau anda pernah dengar, yaitu domba Dolly.
Manfaat bioteknologi dalam kehidupan manusia antara lain:
1. Menghasilkan obat-obatan yang lebih efektif dan murah. Salah satu contohnya
pembuatan hormon insulin dari isolasi gen Bekteri E. coli.
2. Menghasilkan antibiotik untuk membunuh penyakit yang berbahaya.
3. Mengurangi pencemaran lingkungan, beberapa bakteri yang dapat membantu daur
ulang.
4. Meningkatkan hasil produksi pertanian dari tanaman transgenik karena tanaman ini
memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim dan tidak mudah
diserang oleh hama.
5. Meningkatkan nilai gizi dari produk makanan dan minuman.
6. Menciptakan sumber makanan baru, misalnya air kelapa menjadi nata de coco.
7. Dapat membuat makanan lebih tahan lama, misalnya asinan.
1
8. Biaya yang diperlukan lebih murah
Kelebihan dan Kekurangan Bioteknologi Modern
1. Di bidang pertanian dan peternakan, bioteknologi modern dapat menciptakan bibit
unggul yang akan memberikan produk bermutu tinggi secara kualitas dan kuantitas ,
meningkatnya sifat resistensi tanaman terhadap hama dan penyakit tanaman.
2. Di bidang Lingkungan dan pelestarian, bioteknologi modern dapat mengatasi masalah
pelestarian spesies langka dan hampir punah. Dengan teknologi transplantasi nukleus,
hewan / tumbuhan langka bisa dilestarikan.
3. Di bidang kesehatan, mampu menciptakan produk obat untuk penyakit. Seperti penyakit
kelainan genetis dengan terapi gen, hormon insulin, antibiotik, antibodi monoklonal, dan
vaksin.
4. Di bidang industri, Bioteknologi modern dapat menciptakan pemberantas hama secara
biologis (seperti Bacillus thuringensis) dan tanaman tahan hama yang dalam tubuhnya
disisipkan gen bakteri.
5. Di bidang pertambangan, bioteknologi modern dapat digunakan untuk pengolahan biji
besi membantu manusia mengatasi masalah sumber daya energi.
Kerugian dan Dampak Bioteknologi Modern
1. Ada masyarakat yang menganggap bahwa menyisipkan gen makluk hidup ke makhluk
hidup lain bertentangan dengan nilai budaya dan melanggar hukum alam.
2. Penyisipan gen babi ke dalam buah semangka bisa membawa konsekuensi bagi penganut
agama tertentu.
3. Menimbulkan kesenjangan antara negara/ perusahaan yang memanfaatkan bioteknologi
dengan yang belum memanfaatkan bioteknologi.
4. Pelepasan organisme transgenik ke alam dapat merusak keseimbangan alam dan
kelestarian organisme.
5. Dapat menyebabkan pencemaran biologi, karena jika makhluk hidup transgenik lepas ke
alam bebas dan kawin dengan makhluk normal bisa menghasilkan keturunan yang
mutan.
Tabel. Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Bioteknologi Modern
Bioteknologi Konvensional Bioteknologi Modern
Sudah ada sejak ribuan tahun lalu Baru diperkenalkan pada tahun 1917
Menggunakan teknologi ala kadarnya Sudah menggunakan teknologi rekayasa
genetika
Menggunakan peralatan sederhana Menggunakan peralatan canggih dan rumit
Pengaruh jangka panjang biasanya sudah Belum diketahui karena masih diperlukan
diketahui sampel penelitian
Memerlukan waktu yang relatif lama Waktunya relatif cepat
2
Perbaikan genetik tidak terarah Perbaikan genetik sangat terarah
Tidak mampu membuat sifat organisme Bisa membuat organisme yang sifat baruya
baru tidak ada pada sifat alaminya
Tidak mampu mengatasi masalah Bisa mengatasi kendala ketidaksesuaian
kesesuaian genetik genetik
Tidak bisa diproduksi dalam jumlah banyak Bisa dipproduksi secara massal
Tidak menggunakan dasar prinsip ilmiah Menggunakan dasar-dasar ilmiah
Prinsip Dasar Bioteknologi
Prinsip dasar bioteknologi merupakan rangkaian proses dalam tingkatan bioteknologi itu
sendiri. Proses tersebut yaitu:
1. Fermentasi (fermentation)
2. Seleksi dan persilangan (selection and cross breed)
3. Analisis genetik (genetic analysis)
4. Kultur jaringan (tissue culture)
5. Rekombinasi DNA (DNA recombination)
6. Analisis DNA (DNA analysis.
RANGKUMAN
1. Bioteknologi merupakan suatu bentuk interaksi antara biologi dengan teknologi yang
mencakup semua jenis produksi melalui proses transformasi biologis.
2. Bioteknologi dalam arti konvensional adalah teknologi yang menggunakan bahan hayati
atau sejenisnya guna menghasilkan barang atau jasa dalam skala industri sebagai
pemenuhan kebutuhan manusia.
3. Bioteknologi dalam arti modern adalah teknologi yang menggunakan bahan hayati yang
telah direkayasa secara invitro guna menghasilkan barang atau jasa dalam skala industri
sebagai pemenuhan kebutuhan manusia.
4. Perkembangan bioteknologi pada keilmuan baru meliputi: penelitian tentang enzim,
rekayasa genetika, kultur jaringan, pengindraan molekuler, rancang bangun alat mikroba,
bayi tabung, tanaman transgenik, dan hibridoma.
5. Peran bioteknologi dalam bidang sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat
(salingtemas) hakikatnya adalah peran rekayasa mikroorganisme dalam bidang bahan
makanan, kesehatan, pertanian, lingkungan, dan industri.
3
EVALUASI
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan “Bioteknologi”!
2. Jelaskan perbedaan bioteknologi konvensional dan modern dapat dijawab dalam
bentuk uraian atau tabel!
3. Sebutkan contoh dari bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern! Minimal
3.
4. Sebutkan manfaan bioteknologi dalam kehidupan sehari hari! Minimal 3.
5. Sebutkan prinsip dasar bioteknologi! Minimal 2.
UMPAN BALIK
1. Setelah melakukan pembelajaran dan pemahaman tentang bioteknologi dan dapat
menjawab soal latihan dengan nilai KKM 70 maka bisa melanjutkan ke materi pengayaan
proses pembuatan tempe.
2. Pada materi pengayaan proses pembuatan tempe bertujuan untuk menambah
pengetahuan mengenai penerapan dari materi bioteknologi.
3. Tetapi jika belum bisa mendapatkan nilai KKM 70 maka harus belajar terus dengan
memahami materinya.
4
BIOTEKNOLOGI PROSES PEMBUATAN TEMPE BERBASIS KEARIFAN
LOKAL
DI DUSUN BAKUNGAN WEDOMARTANI NGEMPLAK SLEMAN YOGYAKARTA DAN BESERTA
SUMBER LITERATUR PELENGKAP
Proses pembuatan tempe merupakan proses penanaman mikroba dari jenis kapang
pada media kedelai sehingga terjadi fermentasi. Fermentasi dapat berlangsung dengan lancar
apabila didukung oleh beberapa persyaratan sebagai berikut:
Langka Proses Penjelasan dan fungsi Gambar
h ke- Gambar: kedelai yang masih kotor
Persiapan Bahan Baku: kedelai Gambar: Pembersihan dan pencucian
kedelai
1. Pembersih Berguna untuk
an dan memisahkan kotoran dan
Pencucian kedelai yang cacat. Adapun
pemisahan tersebut dapat
dilakukan melalui:
1. Pemisahan bahan-
bahan yang mudah
terbang/ringan/mengamb
ang, misalnya kulit kedelai,
batang, serta ranting-
rantingnya dapat
dilakukan dengan cara
ditampi.
2. Pemisahan kerikil dan
tanah kering dapat
dilakukan dengan cara
dipilih dan disisihkan
sedikit demi sedikit.
3. Tanah kering akan
hancur dan larut dalam air
serte terbuang pada saat
dibilas.
4. kerikil akan turun ke
dasar wadah atau
mengumpul sehingga lebih
mudah dipisahkan.
5. kedelai cacat fisik akan
mengapung dan mudah
terbawa atau terbuang
saat dipisahkan.
5
2. Perendam Perendaman bertujuan
an agar kedelai menyerap air
dan mengembang atau
mekar sehingga memiliki
kondisi segar seperti
sesudah dipanen.
Perendaman dilakukan di
dalam wadah platik atau
bak, ditambah air
sebanyak tiga kali volume
kedelai. Perendaman
minimal 3 jam agar kedelai
cukup mengembang atau
dapat selama semalaman.
Tahap Pengolahan: Proses penanaman jamur tempe jenis kapang pada kedelai sehingga
terjadi fermentasi.
3. bahan Pembersihan dan
baku pencucian Kedelai yang
berupa akan diolah ada sekitar 7
Kedelai KG. Pada bahan pangan
terkandung unsur yang
akan difermentasi: zat
tepung, gula, dan protein.
Fermensai akan
berlangsung dengan baik
jika pada kondisi yang ideal
pH cukup 4-5, suhu 28-
300C, kondisi kedelai harus
sudah cukup lunak direbus
dua kali direndam 3 kali.
6
4. Perebusan Kedelai basah siap pakai
1 dan direbus hingga matang
perendam (lunak). Kemudian kedelai
an direndam dengan air
rebusannya bertujuan
untuk menurunkan derajat
keasaman kedelai
sehingga dapat dilapukkan
ata ditumbuhi ragi tempe
atau kapang (pH 4-5).
Kedelai dibiarkan
terendam selama 24 jam.
5. Pengupasa Kedelai segera diangkat
n- dari air perendaman dan
pencucian dikupas dengan cara
diinjak-injak (berdasarkan
kearifan lokal yang penulis
jumpai di dusun tersebut)
atau dengan mesin Gambar. Kedelai yang belum dipecah
pengupas kedelai. Air
bekas perendaman dapat
digunakan sebagai air
minum ternak ataupun
sebagai air penyiraman
tanaman. Kemudian
kedelai yang telah dikupas Gambar. Kedelai yang telah dikupas
selanjutnya dicuci sambil
dipisahkan kulitnya
dengan cara: tempatkan
kedelain kupas dalam bak
plastik, tambahkan air
bersih hingga kedelai
terendam sempurna,
aduk-aduk dan remas-
remas agar kulit ari
terlepas dari kedelai dan
mengapung sementara
keping-keping biji kedelai Gambar. Kulit ari dikupas dengan cara
turu ke dasar wadah, tuang diinjak injak menggunakan cara yang
dengan hati-hati air tradisional dan turun-temurun
perendam bagian atas agar
7
kulit yang mengapung
dapat ikut terbuang,
lakukan kegiatan ini
berulang kali hingga
kedelai tidak berbau asam
lagi dan kulit kedelai yang
tertinggal seminimal
mungkin, kulit kedelai
sengaja disisakan dalam Gambar. Alat pengupas kulit ari
kedelai
jumlah minimal agar dapat
memacu pertumbuhan
(menyuburkan)kapang
tempe.
Gambar. Setelah dihilangkan kulit
arinya. Kedelai dicuci dan dibersihkan
6. Perebusan Perebusan 2 berfungsi
2 atau untuk membunuh mikroba
pengukusa yang awalnya berperan
n sampai dalam penurunan derajat
pendingin keasaman kedelai agar
an tidak mengganggu
aktivitas mikroba tempe.
Perebusan dilakukan
dengan cara sebagai
kedelai Gambar. Memasukkan kedelai ke
berikut:
dimasukkan ke dalam dalam panci untuk perebusan ke 2
bejana (panci), lalu
ditambah air hingga
kedelai terendam
8
sempurna, dan dipanaskan
hingga mendidih selama 5
menit, dapat ditambahkan
pewarna kuning sesuai
kebutuhan agar tempe
tidak bewarna pucat.
Selanjutnya kedelai
diangkat dan segera
ditiriskan agar cepat
dingin.
Namun untuk perebusan Gambar. Kedelai di rebus untuk yang
ke 2
kedua di dusun yang
Gambar. Kedelai dikukus
penulis observasi
dilakukan pengukusan. Hal
tersebut tergantung pada
struktur kedelai apakah
sudah cukup lunak maka
cukup dilakukan dengan
pengukusan seperti yang
dilakukan di dusun
tersebut. Di dusun
tersebut tidak
menggunakan pewarna
kuning karena warna
sudah cukup.
Gambar. Mendinginkan kedelai
dengan cara dihamparkan di atas meja
7. Persiapan Pada umumnya bahan
bahan campuran digunakan
tambahan untuk menurunkan biaya
dan produksi atau
pencampu meningkatkan
ran keuntungan. Bahan
campuran yang
menguntungkan
(meningkatkan cita rasa
atau kelezatan) yaitu
ampas kelapa yang masih
9
segar. Umumnya bahan Gambar. Ragi tempe yang digunakan
pencampur ini digunakan Gambar. Penaburan ragi tempe pada
kedelai
sebanyak 10-20 % dari
Gambar. Penaburan ragi kedelai
berat kedelai yang seujung sendok dari observasi
digunakan. Bahan pelunak
kedelai dan menyuburkan
pertumbuhan jamur
tempe dapat ditambah
enzim papain, yakni di
buah pepaya yang masih
mentah. Itulah sebabnya
tempe yang dicampur
dengan pepaya mentah
menjadi lebih lunak dan
memiliki jamur yang lebih
banyak. Bahan pelunak
pepaya mentah yang
digunakan kurang lebih
10% dari berat kedelai
yang akan dilunakkan.
Bahan pelunak tidak harus
ada dalam proses
pembuatan tempe.
Dalam proses pembuatan
tempe bahan tambahan
yang ditaburkan adalah
ampas kelapa dan pepaya
menta. Ampas kelapa
segera dicuci dan
kemudian diperas kuat
agar air ikut terbuang.
Pepaya mentah dikupas
dihilangkan bijinya,
dagingnya diparut
ditimbang digunakan
sesuai dengan kebutuhan.
Kedua bahan dicampur
dikukus hingga matang
dan didinginkan. Ragi
tempe dengan kualitas dan
dosis yang tepat akan
menghasilkan kualitas
tempe yang stabil. Ragi
tempe sebanyak 50 gram
untuk memfermentasi 1 kg
kedelai hingga menjadi 1,5
kg tempe dalam waktu 30
10
jam (kondisi kedelai
memenuhi syarat untuk
fermentasi). Setelah
kedelai rebus dingin siap
dan bahan pencampur siap
pencampuran dapat
segera dilakukan,
tuangkan kedelai rebus
dingin di atas meja atau
wadah, taburkan ragi
sedikit demi sedikit sambil
diaduk aduk hingga
tercampur rata. Taburkan
ampas kelapa dan pepaya
tersebut sedikit demi
sedikit sambil diaduk-aduk
hingga merata dan
menjadi adonan tempe
yang siap dikemas dan
difermentasi. Jika dalam
observasi penulis di dusun
tersebut tidak diberi bahan
campuran dan untuk 7 kg
kedelai menggunakan ragi
tempe sebanyak ujung
sendok tanpa takaran
timbangan dosisnya.
8. Pencetaka Pencetakan dapat
n dilakukan dengan berbagai
cara sebagai berikut,
dengan dibungkus daun,
merupakan cara
tradisional yang paling
banyak dilakukan,
membungkus tempe Gambar. Adonan tempe siap di
dengan daun sama halnya bungkus
menyimpannya dalam
ruang gelap (salah satu
syarat ruang fermentasi),
mengingat sifat daun yang
tidak tembus pandanh, di
samping itu aerasi
(sirkulasi udara) tetap
dapat berlangsung melalui
celah-celah pembungkus
yang ada. Daun pisang
disiapkan selebar tiga kali
11
ukuran tempe nantinya.
Adonan tempe sebanyak
2-3 sendok makan
dituangkan dibagian
tengah daun pisang,
dibentuk segiempat.
Selanjutnya sisa daun pada
sisi memanjang
ditangkupkan hingga
menutup adonan tempe,
bungkusan diikat dengan
tali dari pelepah pisang
ataupun karet agar tidak
lepas.
Gambar. Adonan tempe yang telah
dibungkus dengan daun pisang
9. Fermentas Setelah dicetak adonan
i atau tempe disimpan selama 30
pemeram jam di tempat aman (ruang
an khusus untuk fermentasi),
beberapa hal yang perlu
diperhatikan agar
fermentasi berjalan
dengan sempurna dan
tempe jadi tepat pada
waktunya suhu ideal 300C
dengan menggunakan AC,
kipas angin jika ruangan
kurang dingin atau lampu
berkekuatan tinggi atau
perapian jika suhu ruang
kurang tinggi. Selama
proses fermentasi
diusahakan agar tidak ada
gangguan antara lain
getaran atau gerakan yang
menyebabkan perubahan
bentuk tempe.
12
Gambar bagan proses pembuatan tempe tanpa campuran (tempe murni)
KEDELAI Dibersihkan Direndam (1 Direbus dan
malam) direndam
Didinginkan Dikukus (1 jam) Dicuci Dikupas kulit
arinya
Dicampurkan, Dicetak atau Difermentasikan TEMPE
dengan ragi dibungkus (1 malam)
tempe
KEGIATAN PENUGASAN
Setelah anda mempelajari proses pembuatan tempe berbasasis kearifan lokal cobalah anda
membuat tempe secara mandiri atau bersama teman-teman dengan menggunakan bahan
baku kedelai 1 kg. Setelah melakukan percobaan pembuatan tempe periksalah apakah tempe
yang anda buat berhasil, dengan membandingkan tempe pada umumnya atau gagal. Berilah
analisis jika berhasil atau gagal dan penyebabnya jika berhasil atau gagal. Buatlah hasil analisis
selengkap mungkin berdasarkan kreatifitasmu (bebas) misalnya dalam bentuk uraian,
diagram, dan atau point-point. Selamat mencoba.
13
DAFTAR PUSTAKA
https://www.quipper.com/id/blog/mapel/biologi/pengertian-bioteknologi/
Yusuf, Maulana. 2019. Proses Pembuatan Tempe. Bekasi: Loka Aksara.
14
GLOSARIUM
A
Antibodi monoclonal : Antibodi monospesifik yang dapat mengikat satu epitop saja
F
Fermentasi : Produksi energi dalam sel dengan keadaan anaerobik
G
Genom : Keseluruhan informasi genetik yang dimiliki suatu sel atau organisme
I
Inang : Organisme yang menampung parasit
Imunitas : Kemampuan untuk melawan infeksi oleh patogen
Isolasi : Proses pemisahan dan pemindahan dari lingkungan alam sekitar
M
Mikroorganisme : Makhluk hidup yang sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan
mikroskop
O
Organisme : Makhluk hidup terdiri banyak komponen yang saling terikat dan
bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama
R
Revolusi : Perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat
S
Sel : Bagian terkecil dari tubuh makhluk hidup baik secara struktural
maupun fungsional
T
Transplantasi inti : Pemindahan inti dari satu sel ke sel lainnya
15
KUNCI JAWABAN
1. Bioteknologi terdiri dari dua kata, yaitu: biologis, yang berarti kehidupan dan
teknologi, dan dalam lingkup ilmu terapan. Dengan demikian, sehingga secara istilah
bioteknologi merupakan ilmu atau teknologi terapan yang menggunakan makhluk
hidup sebagai komponen penting dalam produksi produk atau barang atau jasa yang
bermanfaat bagi kehidupan manusia.
2. Bioteknologi dalam arti konvensional adalah teknologi yang menggunakan bahan
hayati atau sejenisnya guna menghasilkan barang atau jasa dalam skala industri
sebagai pemenuhan kebutuhan manusia. Sedangkan Bioteknologi dalam arti modern
adalah teknologi yang menggunakan bahan hayati yang telah direkayasa secara invitro
guna menghasilkan barang atau jasa dalam skala industri sebagai pemenuhan
kebutuhan manusia.
Bioteknologi Konvensional Bioteknologi Modern
Sudah ada sejak ribuan tahun lalu Baru diperkenalkan pada tahun 1917
Menggunakan teknologi ala kadarnya Sudah menggunakan teknologi rekayasa
genetika
Menggunakan peralatan sederhana Menggunakan peralatan canggih dan
rumit
Pengaruh jangka panjang biasanya sudah Belum diketahui karena masih diperlukan
diketahui sampel penelitian
Memerlukan waktu yang relatif lama Waktunya relatif cepat
Perbaikan genetik tidak terarah Perbaikan genetik sangat terarah
Tidak mampu membuat sifat organisme Bisa membuat organisme yang sifat
baru baruya tidak ada pada sifat alaminya
Tidak mampu mengatasi masalah Bisa mengatasi kendala ketidaksesuaian
kesesuaian genetik genetik
Tidak bisa diproduksi dalam jumlah Bisa dipproduksi secara massal
banyak
Tidak menggunakan dasar prinsip ilmiah Menggunakan dasar-dasar ilmiah
3. Contok produk dari bioteknologi konvensional adalah tape, anggur, tauco, oncom,
kecap, tempe, dan banyak lainnya. Sedangkan Contoh bioteknologi modern seperti
bayi tabung, produksi hormon pertumbuhan manusia, antibiotik, vaksin malaria,
hewan transgenik, tanaman tahan hama, dan kalau anda pernah dengar, yaitu domba
Dolly.
4. Manfaat bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari:
1. Menghasilkan obat-obatan yang lebih efektif dan murah. Salah satu contohnya
pembuatan hormon insulin dari isolasi gen Bekteri E. coli.
2. Menghasilkan antibiotik untuk membunuh penyakit yang berbahaya.
3. Mengurangi pencemaran lingkungan, beberapa bakteri yang dapat membantu
daur ulang.
16
4. Meningkatkan hasil produksi pertanian dari tanaman transgenik karena tanaman
ini memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim dan tidak
mudah diserang oleh hama.
5. Meningkatkan nilai gizi dari produk makanan dan minuman.
6. Menciptakan sumber makanan baru, misalnya air kelapa menjadi nata de coco.
7. Dapat membuat makanan lebih tahan lama, misalnya asinan.
8. Biaya yang diperlukan lebih murah.
5. Prinsip dasar bioteknologi merupakan rangkaian proses dalam tingkatan bioteknologi
itu sendiri. Proses tersebut yaitu:
1. Fermentasi (fermentation)
2. Seleksi dan persilangan (selection and cross breed)
3. Analisis genetik (genetic analysis)
4. Kultur jaringan (tissue culture)
5. Rekombinasi DNA (DNA recombination)
6. Analisis DNA (DNA analysis.
17