E-MODUL Berorientasi Keterampilan Proses Sains Nur Nazhifah Adyputri - Universitas Negeri Makassar PERUBAHAN LINGKUNGAN X SMA/ MA
Perubahan Lingkungan ii KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan E-Modul (modul elektronik) yang berjudul “Perubahan Lingkungan”. EModul ini disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran yang mengacu pada kerangka dasar dan struktur Kurikulum Merdeka SMA/MA, serta berorientasi pada keterampilan proses sains. Proses pembelajaran berdasarkan Kurikulum Merdeka SMA/MA. E-Modul ini membahas materi Perubahan Lingkungan yang disusun ke dalam 2 (dua) bagian. Topik 1 (satu) membahasan mengenai perubahan lingkungan, dan topik 2 (dua) membahas mengenai mengatasi masalah perubahan lingkungan. E-Modul ini diperuntukkan bagi peserta didik yang berisikan kegiatan yang mengacu kepada tujuan pembelajaran yang telah disusun dan E-Modul ini berisikan kegiatan yang beorientasi pada indikator keterampilan proses sains (KPS), seperti mengamati (observasi), mengelompokkan (klasifikasi), menafsirkan (interpretasi), dan meramalkan (mengajukan pertanyaan). Selain itu, E-Modul ini dilengkapi dengan link video pembelajaran dan informasi serta fakta terkait keadaan perubahan lingkunagn untuk memperluas pengetahuan peserta didik. Semoga E-Modul ini dapat bermanfaat dan memperlancar proses pembelajaran Biologi bagi siswa/(i) SMA/MA khususnya pada Materi Perubahan Lingkungan Kelas X. saran bagi pembaca/pengguna E-Modul ini sangat diharapkan demi perbaikan penulisan E-Modul kedepannya. Makassar, September 2023 Penulis
Perubahan Lingkungan iii Bacalah petunjuk penggunaan secara seksama/ Pahami tujuan pembelajaran yang tertera dalam EModul. Diskusikan dengan teman Anda dalam menjawab penugasan dal E-Modul. Jika HP Anda belum memiliki fasilitas QR, silahkan terlebih dahulu mengunduh aplikasi QR Code untuk mengakses video/artikel/penugasan. Penilaian dalam pembelajaran ini meliputi aspek sikap, kemandirian belajar, keaktifan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kognitif. Apabila Anda mengalami kesulitan dalam menjawab penugasan, mintalah petunjuk pada guru. Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menggunakan E-Modul ini adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. PETUNJUK PENGGUNAAN
Perubahan Lingkungan iv KOMPETENSI CAPAIAN PEMBELAJARAN Pada akhir fase E, peserta didik memiliki kemampuan untuk responsif terhadap isu-isu global dan berperan aktif dalam memberikan penyelesaian masalah. Kemampuan tersebut antara lain mengamati, mempertanyakan dan memprediksi, merencanakan dan melakukan penelitian, memproses dan menganalisis data dan informasi, mengevaluasi dan merefleksi, serta mengkomunikasikan dalam bentuk projek sederhana atau simulasi visual menggunakan aplikasi teknologi yang tersedia terkait dengan energi alternatif, pemanasan global, pencemaran lingkungan, nano teknologi, bioteknologi, kimia dalam kehidupan sehari-hari, pemanfaatan limbah dan bahan alam, pandemiakibat infeksi virus. Semua upaya tersebutdiarahkan pada pencapaiantujuan pembangunan yang berkelanjutan (SDGs). Melalui keterampilan proses juga dibangunsikap ilmiah dan profil pelajar pancasila. Kompetensi adalah mencakup Capaian Pembelajaran dan Tujuan Pembelajaran. TUJUAN PEMBELAJARAN Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab perubahan lingkungan Menganalisis dampak-dampak perubahan lingkungan Menganalisis perubahan lingkungan Memecahkan permasalahan lingkungan
Perubahan Lingkungan vi PETA KONSEP Gangguan keseimbangan lingkungan Keseimbangan komponennya Daya dukung lingkungan Udara Keseimbangan Lingkungan Ditentukan oleh Menimbulkan Apabila tidak terpenuhi Salah satu penyebab Pencemaran Lingkungan Disebabkan oleh Dibagi menjadi pemcemaran Limbah Ditangani dengan Daur ulang Tanah Tanah Suara
Perubahan Lingkungan 1 TOPIK 1 PERUBAHAN LINGKUNGAN Menurut UU. No. 32. tahun 2000 lingkungan merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang memengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan peri kehidupan, kesejahteraan manusia serta makhluk lain. Perubahan lingkungan dapat mengarah kepada perbaikan lingkungan atau kerusakan lingkungan. Perbaikan lingkungan mengarah pada keseimbangan lingkungan. sekarang ini menjadi hal yang sangat sulit untuk mengembalikan lingkungan kepada keseimbangan lingkungan. Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa kerusakan lingkungan dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor alam dan faktor manusia. faktor alam tidak dapat dicegah terjadinya, sedangkan faktor manusia dapat dikurangi dan dikendalikan. Lingkungan hidup adalah lingkungan fisik yang mendukung keberlangsungan kehidupan dan melibatkan proses-proses aliran energi serta perputaran materi. Dalam konteks ini, keseimbangan lingkungan dapat terjaga secara alami jika komponen-komponen yang terlibat dalam interaksi berperan sesuai dengan kondisi keseimbangan, sambil menjaga kelangsungan aliran energi dan siklus biogeokimia. Gambar 1: Perubahan Lingkungan Sumber: Canva.com
Penebangan hutan Penambangan ilegal Pembangunan permukiman Praktek pertanian intensif Keseimbangan lingkungan dapat terganggu ketika terjadi perubahan, seperti berkurangnya fungsi komponen atau bahkan hilangnya beberapa komponen yang dapat memutus rantai makanan dalam ekosistem tersebut. Pembangunan yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia seringkali berdampak pada perubahan lingkungan. Perubahan ini dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang dalam beberapa kasus, sudah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Perubahan lingkungan akibat pencemaran telah menjadi isu penting di tingkat lokal, nasional, dan global. Perubahan lingkungan yang merusak lingkungan dapat disebabkan oleh faktor alam maupun faktor manusia. Faktor manusia mencakup penggunaan sumber daya alam untuk memenuhi berbagai kebutuhan, yang seringkali menghasilkan limbah yang tidak terpakai. Pembuangan limbah yang tidak sesuai dapat mencemari air, udara, dan tanah, yang seiring berjalannya waktu, dapat merusak lingkungan. Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran tersebar luas dan dapat berdampak negatif pada kesehatan manusia serta menyebabkan bencana alam. Beberapa aktivitas manusia yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan meliputi: 1. 2. 3. 4. Di sisi lain, perubahan lingkungan yang disebabkan oleh faktor alam adalah proses alamiah yang terjadi seiring waktu. Faktor alam seperti bencana alam, seperti letusan gunung, tsunami, tanah longsor, banjir, dan kebakaran hutan, dapat memengaruhi kondisi lingkungan secara signifikan. Kesadaran tentang perubahan lingkungan, baik yang disebabkan oleh manusia maupun faktor alam, penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi lingkungan kita. Perubahan Lingkungan 2 BIO NEWS Pada bulan Juli 2023 BMKG mengungkapkan, terjadi anomali suhu rata-rata yang mencapai peringkat ke-4 tertinggi sejak tahun 1981, menunjukkan intensifikasi dari perubahan iklim global. Sumber. liputan6.com
Berdasarkan link video diatas, jawablah pertanyaan berikut esuai dengan pemahaman Anda! Berdasarkan peristiwa pada video isu lingkungan diatas, menurut Anda komponen lingkungan apa saja yang dapat mengalami kerusakan? Serta perkirakan dampak apa saja yang dapat ditimbulkan dari peristiwa tersebut? Jawaban: ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ISU LINGKUNGAN Berikut adalah contoh gambar kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh manusia. Perubahan Lingkungan 3 Yuk Nonton! Gambar 2: Kerusakan lingkungan oleh manusia Sumber: Canva.com
Pencemaran adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Menurunnya kualitas lingkungan terlihat dari melemahnya fungsi atau menjadi kurang dan tidak sesuai lagi dengan kegunaannya, berkurangnya pertumbuhan serta menurunnya kemampuan reproduksi. Pada akhirnya ada kemungkinan terjadinya kematian pada organisme hidup dalam lingkungan tersebut. Segala sesuatu yang dapat menimbulkan pencemaran disebut dengan polutan atau bahan pencemar. Syarat-syarat suatu zat dapat disebut polutan adalah jika keberadaannya dapat merugikan makhluk hidup karena jumlahnya melebihi batas normal, berada pada waktu yang tidak tepat atau berada pada tempat yang tidak tepat. berdasarkan tempat terjadinya, pencemaran dibedakan menjadi pencemaran air, pencemaran udara, dan pencemaran tanah. Perubahan Lingkungan 4 PENCEMARAN LINGKUNGAN PENCEMARAN AIR Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat masuknya organisme atau zat tertentu yang menyebabkan menurunnya kualitas air tersebut. Danau, sungai, lautan, dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air hujan dan air limbah bahkan berpotensi sebagai objek wisata. Air merupakan kebutuhan vital bagi seluruh makhluk hidup, termasuk manusia. Sebelum air dapat dikonsumsi, air harus memenuhi syarat fisik, kimia maupun biologis. Gambar 2: Pencemaran air di Pantai Losari Sumber: darilaut.id Penyebab Pencemaran Air Pembuangan limbah industri ke peraian Pembuangan limbah rumah tangga (domestik) ke sungai Penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan Terjadinya erosi pembawa partikel tanah ke perairan Penggunaan racun dan bahan peledak untuk menangkap ikan Tumpahan minyak atau ledakan sumur minyak lepas pantai
Pencemaran udara adalah masuknya atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan. Udara dimana di dalamnya terkandung sejumlah oksigen, merupakan komponen esensial bagi kehidupan, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya. Udara merupakan campuran dari gas, yang terdiri dari sekitar 78 % Nitrogen, 20 % Oksigen; 0,93 % Argon;0,03 % Karbon Dioksida (CO2) dan sisanya terdiri dari Neon (Ne), Helium (He), Metana (CH4) dan Hidrogen (H2). Udara dikatakan "Normal" dan dapat mendukung kehidupan manusia apabila komposisinya seperti tersebut diatas dan seimbang. Sedangkan apabila terjadi penambahan gas-gas lain yang menimbulkan gangguan serta perubahan komposisi tersebut, maka dikatakan udara sudah tercemar/terpolusi. Adapun beberapa jenis bahan yang dapat mencemari udara yakni Karbon monoksida (CO), Nitrogen dioksida (NO2), Sulfur Dioksida (SO2), Karbon dioksida (CO2), Ozon (O3), Benda Partikulat (PM), Timah (Pb) dan HydroCarbon (HC). Akibat aktivitas perubahan manusia, udara seringkali menurun kualitasnya. Perubahan kualitas ini dapat berupa perubahan sifat-sifat fisis maupun sifat-sifat kimiawi. Perubahan kimiawi, dapat berupa pengurangan maupun penambahan salah satu komponen kimia yang terkandung dalam udara, yang lazim dikenal sebagai pencemaran udara. Kualitas udara yang dipergunakan untuk kehidupan tergantung dari lingkungannya. Kemungkinan di suatu tempat dijumpai debu yang bertebaran dimana-mana dan berbahaya bagi kesehatan. Demikian juga suatu kota yang terpolusi oleh asap kendaraan bermotor atau angkutan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Pencemaran udara dapat diklasifikasikan kedalam 2 macam, yaitu pencemaran primer dan pencemaran sekunder. Perubahan Lingkungan 5 Diklasifikasikan menjadi Pencemaran Primer pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara, diantaranya kendaraan bermotor dan aktivitas mesin pembakaran pada pabrik-pabrik penghasil sulfur monoksida (SO) dan karbon monoksida (CO) akibat dari proses pembakaran yang tidak lengkap. Pencemaran sekunder pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemarpencemar pirmer di atmosfer.Contohnya gabungan sulfur dioksida (SO2), sulfur monoksida (SO) dan uap air (H2O) akan menghasilkan asid sulfuric. reaksi antara pencemar primer menghasilkan peroksi asetil nitrat. CFC berasal dari kebocoran mesin pendingin ruangan, kulkas, Ac mobil. Gambar 3: Polusi udara dari kendaraan Sumber: Canva.com PENCEMARAN UDARA Gambar 4: Polusi udara dari kebakaran hutan Sumber: Canva.com
Perubahan Lingkungan 6 Berdasarkan materi yang telah dipelajari, amatilah lingkungan sekitar Anda! Kerusakan lingkungan yang ada di lingkungan sekitar Anda? Apakah Anda memiliki kesan bahwa lingkungan di sekitar Anda lebih tercemar atau rusak daripada beberapa tahun lalu? Apa penyebab lingkungan tersebut mengalami kerusakan? Komponen lingkungan apa saja yang mengalami kerusakan? 1. 2. 3. 4. Jawaban: ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... .............................................................................................................................. ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... AYO MENGAMATI!
UPAYA PELESTARIAN Perubahan Lingkungan 7 TOPIK 2 MENGATASI MASALAH LINGKUNGAN Gambar 5: Pemanas Air Tenaga Sumber: Canva.com Konservasi sumber daya alam hayati perlindungan tempat hidup satwa melalui taman nasional Konservasi tanah: reboisasi, pembuatan sengkedan, dan rotasi tanaman Konservasi hutan: peraturan penebangan hutan Konservasi air: pembuatan waduk Konservasi energi: pemanfaatan sumber energi alternatif Etika lingkungan merupakan suatu upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan agar tercipta keseimbangan antara perkembangan peradaban manusia dengan pemeliharaan lingkungan. Usaha tersebut dilakukan dengan konservasi, pengolahan dan daur ulang limbah, serta penggunaan bahan kimia berbahaya sesuai dosis dan peruntukannya. Konservasi adalah usaha untuk melindungi, mengatur, dan memperbaharui sumber daya alam. Beberapa contoh konservasi lingkungan antar lain: Gambar 6: Pembangkit Listrik Tenaga Angin Sumber: Canva.com Tindakan Preventif Penanggulangan Secara Administratif Pabrik tidak boleh menghasilkan produk yang dapat mencemari lingkungan. Misalnya, pabrik pembuat lemari es. AC dan sprayer dapat menyebabkan penipisan dan berlubangnya lapisan ozon di stratosfer Industri harus memiliki unit-unit pengolahan limbah (padat, cair, dan gas) sehingga limbah yang dibuang ke lingkungan sudah terbebas dari zat-zat yang membahayakan lingkungan. Pembuangan sampah dari pabrik harus dilakukan ke tempat-tempat tertentu yang jauh dari permukiman. 1. Penanggulangan secara administratif terhadap pencemaran lingkungan merupakan tugas pemerintah, yaitu dengan membuat peraturan-peraturan atau undang-undang. Beberapa peraturan yang telah dikeluarkan, antara lain sebagai berikut:
BIO NEWS Sebelum dilakukan pembangunan pabrik atau proyek-proyek industri, Pemerintah mengeluarkan buku mutu lingkungan, artinya standar untuk menentukan mutu suatu lingkungan. Untuk lingkungan air ditentukan baku mutu air sedangkan untuk lingkungan udara ditentukan baku mutu udara. Dalam buku mutu air, antara lain tercantum batasan kadar bahan pencemar logam berat, misalnya fosfor dan merkuri. Didalam buku mutu udara, antar lain tercantum batasan kadar bahan pencemar, misalnya gas CO2 dan CO. Pemerintah akan memberikan sanksi kepada pabrik yang menghasilkan limbah dengan bahan pencemar yang melebihi standar baku mutu. 2. Penanggulangan secara teknologi Penanggulangan pencemaran lingkungan secara teknologi, misalnya menggunakan peralatan untuk mengolah sampah dengan suhu yang sangat tinggi sehingga tidak membuang asap. Tempat tersebut dinamakan insenator. 3. Penanggulangan secara edukatif Penangkalan pencemaran secara edukatif dilakukan melalui jalur pendidikan baik formal maupun non formal. MElalui pendidikan formal, di sekolah dimasukkan pengetahuan tentang lingkungan hidup kedalam mata pelajaran yang terkait, misalnya IPA dan Pendidikan Agama. Melalui jalur jalur pelestarian lingkungan dan pencegahan serta penanggulangan pencemaran lingkungan Perubahan Lingkungan 8 Gambar 7: Insenator pengolahan limbah Sumber: insenarator.wordpress.com Gambar 9: Edukasi Membuang sampah pada tempatnya Sumber: Perpusssdnkapasari1sby.blogspot.com Gambar 8: PERMEN LH 5 2019 Sumber: jdih.maritim.go.id Polusi Udara Jakarta Memburuk, 11 Perusahaan Terkena sanksi Administratif: Yuk Nonton!
Pencemaran lingkungan di Indonesia telah menimbulkan banyak kerugian baik terhadap kesehatan masyarakat, pariwisata, pertanian, kerusakan ekosistem hingga hilangnya keanekaragaman hayati. Pencemaran lingkungan disebabkan oleh banyak sumber antara lain limbah industri, limbah domestik, residu agrokimia hingga emisi kendaraan bermotor yang umumnya berupa llogam berat. Beberapa kelompok logam berat. Beberapa kelompok logam berat seperti Merkuri (Hg), Timbal (Pb) dan Tembaga (Cu) berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Oleh karena itu, banyak lahan yang telah tercemar libah-limbah beracun yang perlu penanganan. Perubahan Lingkungan 9 AYO MEmbaca! ISU LINGKUNGAN Tanaman Hiperakumulator sebagai Solusi Pembersihan Lahan dari Limbah Beracun di Indonesia Salah satu alternatif yang ekonomis dan mudah untuk merehabilitasi lahan adalah menggunakan teknologi fitoremediasi menggunakan tanaman hiperakumulator. Tanaman hiperakumulator yang banyak ditemukan di Indonesia dan dapat dijadikan sebagai sarana untuk membersihkan lahan diantaranya yaitu kangkung, tanaman kaso, talas liar dan eceng gondok Gambar 10: Tanaman Hiperakumulator Sumber: https://www.beritasatu.com Sumber: https://www.beritasatu.com/nasional/633057/tanaman-hiperakumulatorsolusi-bersihkan-pencemaran-lahan Berdasarkan bacaan isu lingkungan diatas, jawablah pertanyaan berikut ini sesuai pemahaman Anda! Jelaskan menurut pemahaman Anda apakah yang dimaksud dengan upaya pelestarian lingkungan? 1. Jawaban: ......................................................................................................................................... ......................................................................................................................................... 2.Dari bacaan diatas, identifikasikan bagaiman cara tanaman hiperakumulator melakukan remediasi lahan tercemar! Jawaban: ......................................................................................................................................... .........................................................................................................................................
LIMBAH Jenis-Jenis Limbah Limbah adalah bahan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik (rumah tangga) yang kehadirannya dapat berdampak negatif bagi lingkungan. Berdasarkan sifatnya bahan pencemar dapat dikategorikan ke dalam 2 (dua) macam yaitu bahan pencemar yang tidak dapat terdegradasi (biodegradable) yang tidak dapat terdegradasi (biodegradable). Biodegradable adalah limbah yang dapat diuraikan atau didekomposisi, baik secara alamiah yang dilakukan oleh dekomposer (bakteri dan jamur) atau yang disengaja oleh manusia contohnya limbah rumah tangga, kotoran, daun dan ranting. Sedangkan nonbiodegradable adalah limbah yang tidak dapat diuraikan secara alamiah oleh dekomposer. Keberadaan limbah jenis ini sangat membahayakan. Contohnya Timbal (Pb), merkuri dan plastik. Untuk menanggulanginya diperlukan upaya seperti proses daur ulang menjadi produk yang bermanfaat. Perubahan Lingkungan 10 Kaca dan Keramik, adalah bahan kaca dan keramik yang diproduksi oleh perusahaan untuk kebutuhan sehari-hari. Cara mengelolanya yang benar di sini adalah harus membuangnya dengan benar supaya bisa di daur ulang Sampah plastik, adalah segala wadah, botol, dan tas yang ditemukan di perusahaan dan rumah. Plastik tidak dapat terurai secara hayati, dan sebagian besar tidak dapat di daur ulang dengan mencampur sampah plastik dengan sampah biasa. Dan kurangi penggunaannya Berdasarkan sifatnya limbah digolongkan menjadi 5, yaitu: 1.Limbah Cair Limbah cair mengacu pada semua lemak, minyak, lumpur, air pencuci, limbah detergen, dan air kotor yang telah dibuang. Mereka berbahaya dan beracun bagi lingkungan kita dan ditemukan di industri maupun rumah tangga. Air limbah, demikian sering disebut, adalah segala limbah yang ada dalam bentuk cair. 2. Limbah Padat Limbah adalah semua sisa sampah padat, lumpur, dan yang ditemukan di rumah tangga Anda dan lokasi industri dan komersial. Lima jenis utama sampah padat adalah: BIO NEWS E-waste merupakan istilah untuk barangbarang elektronik yang sudah tidak terpakai dan dibuang begitu saja, baik itu karena rusak atau sudah ketinggalan jaman. Misalnya handphone, laptop, komputer, dan barang gadget lainnya. (Sumber: zerowaste.id) Baca selengkapnya di:
Sampah kertas, adalah limbah dari semua surat kabar, bahan kemasan, kardus, dan produk kertas lainnya. Kertas dapat di daur ulang. Penting untuk bisa memisahkan dari sampah kotor lainnya yang bisa membuatnya rusak Logam dan kaleng, mudah ditemukan di sekitar kita karena kaleng dan logam di rumah dipakai untuk wadah makanan dan bahan rumah tangga dibuat dari keduanya. Sebagian besar logam dapat di daur ulang, jadi bisa memisahkan dari sampah lain dan membawanya ke tempat daur ulang Perubahan Lingkungan 11 E-waste merupakan limbah dari peralatan listrik dan elektronik seperti komputer, telepon, dan peralatan rumah tangga. Limbah elektronik umumnya mengandung komponen beracun, misalnya PCB dan berbagai logam Limbah medis berasal dari sistem perawatan kesehatan manusia dan hewan dan biasanya terdiri dari obat-obatan, bahan kimia, farmasi, perban, peralatan medis bekas, cairan tubuh dan bagian tubuh. Limbah medis dapat menular dan beracun dan mengandung mikroorganisme berbahaya Limbah radioktif mengandung bahan radioaktif. Pengelolaan limbah radioaktif berbeda secara signifikan dan limbah lainnya 3.Limbah Organik Sampah organik mengacu pada limbah daging kebun, dan makanan busuk. Jenis sampah ini banyak ditemukan di rumah. Seiring waktu, mereka terurai dan berubah menjadi kotoran oleh mikroorganisme 4. Limbah Daur Ulang Semua barang yang dibuang seperti logam, furnitur, sampah organik yang dapat di daur ulang termasuk dalam kategori ini. 5.Limbah Berbahaya Limbah berbahaya mencakup bahan yang mudah terbakar, korosif, beracun, dan reaktif. Singkatnya, mereka adalah limbah yang menimbulkan ancaman signifikan atau potensial bagi lingkungan kita. Jenis limbah berbahaya khusus meliputi: Gambar 11: limbah cair industri Sumber: canva.com Gambar 12: limbah padat Sumber: canva.com Gambar 13: limbah organik Sumber: canva.com Gambar 14: limbah daur ulang Sumber: canva.com Gambar 15: limbah berbahaya Sumber: canva.com
Alat tulis Beberapa jenis limbah Tempat pembuangan sampah 1. 2. 3. Alat dan Bahan Langkah Kegiatan Hasil Pengamatan NO Nama Limbah Jenis Limbah Pemanfaatan Kembali Daur Ulang Tanpa Daur Ulang 1 2 3 4 5 Perubahan Lingkungan 12 Dari konsep yang Anda dapatkan sebelumnya mengenai limbah dan pengolahannya, selanjutnya lakukanlah percobaan berikut! Amati limbah disekitar lingkungan rumah Anda atau sekolah Anda selama 10 menit Ambil beberapa sampah dengan jenis berbeda Identifikasi cara penanggulangan sampah tersebut dengan mengisi tabel berikut 1. 2. 3. Tabel Hasil Pengamatan 1
Perubahan Lingkungan 13 Setelah mengisi tabel hasil pengamatan 1, selanjutnya Anda mengidentifikasi cara penanggulangan sampah tersebut! Jawaban: ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... .............................................................................................................................. ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... Tabel Hasil Pengamatan 2
Limbah B3 Perubahan Lingkungan 14 Ban karet bekas dapat dijadikan tempat sampah, ember, meja, atau kursi Serbuk gergaji kayu dapat digunakan sebagai media tanam jamur Kulit jagung dapat dijadikan bunga hiasan 1.Pemanfaatan Limbah Organik Limbah organik merupakan sisa bahan hidup seperti sampah daun, kertas, kulit, kotoran hewan, dll. Karena tersusun atas bahan-bahan organik limbah jenis ini dapat mudah diuraikan oleh organisme pengurai. Meskipun begitu, sebenarnya limbah-limbah organik masih dapat dimanfaatkan kembali (reuse) baik dengan cara di daur ulang (recycle) maupun tanpa di daur ulang. a.Dengan daur ulang. Limbah-limbah organik tertentu, seperti sampah sayuran, sampah daun atau sampah ranting dapat dimanfaatkan kembali dengan cara di daur ulang menjadi kertas pembungkus, kertas tisu, kertas koran, dan kertas tulis. b.Tanpa daur ulang. Tidak semua limbah organik padat harus di daur ulang terlebih dahulu sebelum dapat digunakan kembali. Beberapa limbah antara lain: 2. Pemanfaatan Limbah Anorganik Limbah anorganik merupakan limbah yang berasal dari bahan-bahan tak hidup atau bahan sintesis seperti minyak bumi, sisa-sisa bahan kimia, kaleng minuman, kasa dan besi. sama halnya seperti limbah organik pada limbah organik pun dapat dimanfaatkan kembali dengan cara di daur ulang atau tanpa di daur ulang. a.Dengan daur ulang. Beberapa limbah organik seperti kaleng, aluminium, baja, pecahan botol, toples, kaca, serta botol gelas dapat dilebur dan diolah kembali. b.Tanpa daur ulang. Beberapa limbah organik dapat dimanfaatkan kembali tanpa melalui proses daur ulang yaitu dengan dijadikan barang-barang yang terkadang memiliki harga jual tinggi. Contohnya botol dan gelas plastik bekas kemasan air mineral dijadikan mainan anak-anak, pot tanaman, atau hiasan begitupun dengan pecahan kaca yang dapat dijadikan hiasan dinding atau lukisan. Limbah bahan berbahaya dan beracun atau yang disingkatkan dengan B3, sebagai sisa atau limbah yang dihasilkan dari proses produksi dengan kandungan bahan berbahaya dan beracun karena memiliki jumlah dan konsentrasi toxicity, reactivity, flammability dan corrostivity yang mampu mencemari dan merusak lingkungan, serta membahayakan kesehatan manusia karena keberadaannya yang mengancam ekosistem di sekitar, limbah B3 harus ditangani dengan tepat agar tidak merusak dan membahayakan. Kurang tepat jika beranggapan limbah B3 dapat ditimbun dibuang, atau dibakar begitu saja. Pengelolaan limbah B3 membutuhkan penanganan khusus dibandingkan limbah yang lain agar bisa mengurangi bahkan menghilangkan kadar racun di dalamnya. PEMANFAATAN LIMBAH
Metode Pengolahan Limbah B3 Perubahan Lingkungan 15 Menyisihkan komponen, meliputi stripping, dialisa, adsorpst, electrodialisa, kirstalisasi, leachinng, solvent extraction, dan reverse osmosis Memisahkan antara padatan dengan cairan, meliputi thickening sedimentasi, koagulasi, sentrifugasi, dan klarifikasi Membersihkan gas meliputi wer scrubbing, elektrostatik presipitator, adsorpsi korban aktif, dan penyaringan Stabilisasi atau solidifikasi sebuah proses yang memungkinkan terjadinya perubahan sifat kimia dan bentuk fisik melalui tambahan senyawa pereaksi atau bahan peningkat tertentu yang bisa digunakan untuk membatasi dan memperkecil pelarutan, daya racun limbah. Proses ini biasanya ditemukan pada bahan seperti termoplastik kapur (CaOH2), serta semen. Vitoremediasi, merupakan penggunaan tumbuhan dalam proses akumulasi serta absorpsi berbagai bahan beracun dan berbahaya dari tanah Bioremediasi ialah penggunaan jenis mikroorganisme dan bakteri sebagai bahan untuk mengurangi atau mendegradasi limbah B3. Secara Fisik Secara Kimia Secara Biologi ETIKA LINGKUNGAN Mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan pembangunan manusia seutuhnya Mengendalikan pamanfaatan sumber daya secara bijaksana agar seluruh sumber daya alam digunakan oleh kepentingan orang banyak seproduktif mungkin dan menekan pemborosan seminimal mungkin Mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan hidup, pengembangan SDA senantiasa harus disertai dengan usaha memelihara kelestarian lingkungan Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang Etika lingkungan adalah berbagai prinsip moral lingkungan yang merupakan petunjuk atau arah perilaku praktis manusia dalam mengusahakan terwujudnya moral lingkungan. dengan adanya etika lingkungan, manusia tidak hanya mengimbangi hal dengan kewajibannya terhadap lingkungan tetapi juga membatasi tingkah laku dan upaya mengendalikan berbagai kegiatan agar tetap berada dalam batas kelentingan lingkungan. Kelentingan lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk berusaha pulih karena gangguan, asalkan gangguan ini masih dapat diterima. Jika gangguan melebihi batas maka lingkungan akan kehilangan kelentingannya. Manusia harus memanfaatkan sumber daya alam secara tepat, agar lingkungan tetap lestari. Pengolahan lingkungan hidup merupakan pengelolaan terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemuliaan, dan pengembangan lingkungan hidup. Agar tujuan tersebut dapat tercapai maka perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut:
DAFTAR PUSTAKA Perubahan Lingkungan 16
Perubahan Lingkungan 16 GLOSARIUM Word Definition Abiotik Biotik Komponen ekosistem dari benda mati Komponen ekosistem dari benda hidup Biodegradable Biogeokimia CFC Degradasi Dekomposer Emisi E-waste Hiperakumulator Korosif Mikroorganisme Limbah dari bahan berbahaya dan beracun, misalnya merkuri, timbal. Perpindahan unsur-unsur kimia melalui makhluk hidup dan lingkungan abiotik Chloro Fluoro Carbon, atau sering disebut gas freon yang berasal dari kebocoran mesin pendingin ruangan, kulkas, AC mobil. Kemunduran, kemerosotan, penurunan, dan lain sebagainya Organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati Sisa hasil pembakaran bahan bakar dalam mesin atau kendaraan Sampah atau limbah yang berasal dari peralatan elektornik Tanaman yang dapat menyerap logam berat sekitar 1% dari berat keringnya Bahan yang menyebabkan pengikisan Makhluk hidup sederhana yang terbentuk dari satu atau beberapa sel yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop
Perubahan Lingkungan 17 GLOSARIUM Word Definition Nonbiodegradable Organik Limbah yang tidak dapat diuraikan secara alamiah oleh dekomposer Berkaitan denga zat yang berasal dari makhluk hidup (hewan/tumbuhan, seperti minyak dan batu bara Organisme Radioaktif Recycle Reduce Segala jenis makhluk hidup (tumbuhan, hewaan, dsb); susunan yang bersistem dari berbagai bagian jasad hidup untuk suatu tujuan tertentu Berkenaan atau menunjukkan radioaktif Mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat Reuse Menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama Mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah