PETA KONSEP
3.3 MENGANALISIS kegiatan ekonomi:
PERAN PELAKU produksi
distribusi
EKONOMI DALAM konsumsi
KEGIATAN EKONOMI
Pelaku Ekonomi:
pelaku ekonomi
peran pelaku ekonomi
model diagram interaksi antar
pelaku ekonomi
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah membantu saya
untuk dapat menyelesaikan E-Book ini. E-Book ini dibuat untuk
menyelesaikan tugas Mata Kuliah Ekonomi Digital yang
Diampu Oleh Dr. Gimin, M.Pd.
E-Book ini berisikan tentang informasi mengenai materi
pembelajaran peran pelaku ekonomi dalam kegiatan ekonomi
Diharapkan E-Book ini dapat memberikan informasi serta
manfaat bagi kita dalam proses pembelajaran dan pengajaran
nantinya.
Kami menyadari bahwa e-book ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak
yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini. Semoga e-book ini dapat
bermanfaat bagi pembaca sebagai pengembangan wawasan
dan peningkatan ilmu.
Pekanbaru, 9 Maret 2022
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................ 1
DAFTAR ISI ..................................................................................................................... 2
KEGIATAN EKONOMI.....................................................................................................3
I. Produksi .......................................................................................................................3
II. Distribusi ....................................................................................................................12
III. Konsumsi ..................................................................................................................16
PELAKU EKONOMI........................................................................................................21
DIAGRAM INTERAKSI ANTAR PELAKU EKONOMI..................................................24
PERAN PELAKU EKONOMI
DALAM KEGIATAN EKONOMI
KEGIATAN EKONOMI
Kegiatan ekonomi tidak mungkin berjalan dengan sendirinya tanpa adanya
para pelaku yang menjalankannya. Dimana para pelau kegiatan ekonommi
tersebut memiliki peranannya masing-masing dalam kegiatan ekonomi.
Pelaku Ekonomi adalah seorang individu, kelompok, atau lembaga yang
terlibat dalam kegiatan perekonomian baik konsumsi, distribusi, maupun
produksi. Secara Umum, Pelaku Ekonomi dibagi menjadi lima kelompok
besar, yaitu Rumah Tangga Keluarga, Masyarakat, Perusahaan, Pemerintah,
dan Negara. Setiap pelaku ekonomi tersebut memiliki peran tersendiri dalam
kegiatan konsumsi, distribusi, dan Produksi.
I. Produksi
A. Pengertian Produksi
Kata konsumsi berasal dari kata consumptio yang berarti menggerogoti
hingga habis atau menghabiskan. Dengan begitu makan dan minum dapat
dikategorikan sebagai kegiatan konsumsi. Namun kegiatan konsumsi
bukanlah hanya mencakup makan dan minum saja, tetapi juga berkenaan
dengan kebutuhan pakaian, tempat tinggal, transportasi dan masih banyak
lagi karena kebutuhan manusia cenderung bertambah dan beragam.
Jadi, setiap tindakan manusia dalam memanfaatkan barang dan jasa untuk
memenuhi kebutuhannya termasuk dalam kegiatan konsumsi. Namun
demikian, kita harus berhati-hati dalam menentukan apakah suatu kegiatan
dalam menggunakan suatu benda tersebut termasuk kedalam lingkup
konsumsi atau tidak.
1
Produksi merupakan kegiatan menciptakan atau menambah nilai dan
manfaat suatu barang. dan atau jasa. Produksi adalah transformasi
dari faktor-faktor produksi menjadi produk atau hasil produksi.
• Input adalah segala sesuatu yang akan diolah
• Proses merupakan kegiatan yang mengubah atau mengolah input
• Output adalah hasil dari proses pengolahan bisa berupa barang atau
jasa
Perilaku Konsumen adalah perilaku konsumen yang ditunjukan
melalui pencairan, pembelian,penggunaan,pengevaluasian, dan
penentuan produk atau jasa yang mereka harapkan dapat memuaskan
kebutuhan mereka. (Schiffman & Kanuk, 1991).
Perilaku konsumen seperti didefinisikan oleh Schiffman & Kanuk,
(2000), adalah “proses yang dilalui oleh seseorang dalam mencari,
membeli, menggunakan, mengevaluasi,dan bertindak pasca konsumsi
produk, jasa maupun ide yang diharapkan bisa memenuhi
kebutuhannya”.
B. Faktor-Faktor Produksi
Tentunya dalam mencapai tujuan itu kegiatan produksi membutuhkan
faktor-faktor produksi untuk menghasilkan produk baik barang atau
jasa. Faktor produksi terdiri dari:
a. Faktor produksi asli, meliputi sumber daya alam dan sumber daya
manusia.
1) Sumber daya alam
2) Sumber daya manusia 2
b. Faktor produksi turunan, meliputi modal dan kewirausahaan.
1) Modal atau capital yaitu semua alat yang dipergunakan sebagai
penunjang proses produksi.
2) Kewirausahaan atau Entreprenuer yaitu kemampuan pengusaha untuk
mengolah faktor-faktor produksi, sehingga dapat melakukan kegiatan
produksi secara efektif dan efisien.
C. Teori Perilaku Produsen
Menurut bahasa, perilaku berarti kelakuan, perbuatan, sikap, dan
tingkah.Sedangkan menurut sosiologi perilaku manusia adalah
sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh
adat, sikap, emosi, etika dan kekuasaan.Perilaku produsen adalah
kegiatan pengaturan produksi sehingga produk yang dihasilkan bermutu
tinggi sehingga bisa di terima di masyarakat. Adapun permasalahan
seorang produsen adalah bagaimana dengan modal yang terbatas bisa
menciptakan barang dengan kualitas dan kuantitas yang cukup.
Teori perilaku produsen adalah teori yang membahas tentang
bagaimana produsen mendayagunakan sumber daya yang ada agar
diperoleh keuntungan optimal. Sedangkan perilaku produsen adalah
kegiatan pengaturan produksi sehingga produk yang dihasilkan bermutu
tinggi sehingga bisa diterima masyarakat dan menghasilkan laba. Di
3
dunia ini pasti ada orang yang baik dan jahat begitu pun dengan
perilaku produsen ada yang baik ada juga buruk. Produsen yang baik itu
produsen yang melakukan kegiatan produksi dengan jujur tidak
mengganti barang-barangnya dengan yang tidak semestinya. Sedangkan
produsen yang tidak baik itu produsen yang melakukan kegiatan
produksi secara tidak jujur banyak mengganti bahan-bahan untuk
produksinya dengan tidak semestinya. Produsen muslim tidak boleh
berbuat madharat bagi dirinya maupun masyarakat dengan hasil produk
yang dibuatnya.
Perilaku produsen dalam kegiatan produksi adalah sebagai berikut:
a. Perencanan
Seorang produsen harus mempunyai rencana-rencana tentang tujuan
dan apa yang sedang atau akan dicapai. Perencanaan yang baik harus
memenuhi persyaratan berikut ini:
1. faktual dan realistik: artinya apa yang dirumuskan sesuai fakta dan
wajar untuk dicapai dalam kondisi tertentu yang dihadapi perusahaan.
2. Logis dan rasional: artinya apa yang dirumuskan dapat diterima oleh
akal sehingga perencanaan dapat dijalankan.
3. Fleksibel: artinya perencanaan yang baik adalah yang tidak kaku yaitu
dapat beradaptasi dengan perubahan di masa yang akan dateng.
4. Komitmen: artinya perencanaan harus melahirkan komitmen
terhadap seluruh isi perusahaan (karyawan dan pimpinan) untuk
bersama-sama berupaya mewujudkan tujuan perusahaan.
5. Komprehensif: artinya perencanaan harus menyeluruh dan
mengakomodasi aspek-aspek yang terkait langsung terhadap
perusahaan.
4
b. Pengorganisasian
Produsen harus dapat mengatur keseluruhan sumber daya yang dimiliki
oleh perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam
pengorganisasian ini, rencana dilakukan dalam sebuah pembagian kerja
yang terdapat kejelasan tentang bagaimana tujuan dan rencana akan
dilaksanakan, dikoordinasikan dan dikomunikasikan.
c. Pengarahan
Langkah berikutnya yang harus dilakukan produsen adalah bagaimana
keseluruhan rencana yang telah diorganisir tersebut dapat
diimplementasikan. Agar rencana terwujud, produsen wajib mengarahkan
dan membimbing anak buahnya.
d. Pengendalian
Produsen harus melakukan kontrol terhadap apa yang telah dilakukan.
Hal ini terkait dengan pencapaian tujuan perusahaan. Karena, walaupun
rencana yang sudah ada dapat diatur dan digerakkan dengan jitu tetapi
belum menjamin bahwa tujuan akan tercapai dengan sendirinya. Untuk
itu perlu dilakukan pengendalian (kontrol) dan pengawasan dari produsen
atau pengusaha (pinpinan) yang bersangkutan.
D. Teori Biaya Produksi
Secara umum ada 3 jenis biaya produksi dalam pencatatan akuntansi
perusahaan.
1. Biaya bahan baku
Biaya bahan baku atau direct material adalah biaya yang dikeluarkan
perusahaan untuk membeli dan mengolah bahan baku hingga menjadi
barang jadi. Sebagai contoh perusahaan garmen. Perusahaan
mengeluarkan biaya untuk pembelian bahan baku berupa kain untuk
kemudian diolah menjadi barang jadi. Semua biaya itulah yang disebut
sebagai biaya bahan baku.
5
2. Biaya tenaga kerja
Biaya tenaga kerja adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk
membayar upah tenaga kerja. Biaya ini juga biasa disebut direct labour.
Namun demikian, direct labour dari biaya produksi adalah hanya
menghitung tenaga kerja yang berkaitan langsung denganprosesproduksi.
3. Biaya overhead
Biaya overhead adalah biaya yang dikeluarkan untuk mendukung proses
produksi. Biaya overhead ini tidak berkaitan langsung dengan proses
produksi, namun membantu kelancaran proses produksi. Beberapa
contoh biaya overhead dalam biaya produksi adalah biaya pembelian ATK,
biaya tenaga keamanan, biaya listrik, biaya sewa, dan sebagainya.
Cara Menghitung Biaya Produksi
Perhitungan production cost nantinya akan dijadikan sebagai acuan untuk
mengetahui nilai dari harga pokok produksi. Ada beberapa tahapan yang
perlu dilakukan dalam memperhitungkan biaya produksi ini. Sebagai
ilustrasi perhitungan produksi, berikut disajikan data pengeluaran PT
Dirgantara selama satu bulan. PT dirgantara merupakan perusahaan yang
bergerak dalam bidang produksi baju kaos dengan total output sebesar
5.000 unit selama satu bulan. Produk baju kaos dari PT. dirgantara ini
dipasarkan melalui 3 toko besar dan e-commerce. Berikut adalah data
laporan pengeluaran PT dirgantara selama satu bulan.
Persediaan bahan baku Rp30.000.000
Bahan baku setengah jadi Rp40.000.000
Barang jadi siap dijual Rp80.000.000
Pembelian persediaan bahan baku Rp50.000.000
Biaya pengiriman Rp5.000.000
Biaya pemeliharaan mesin Rp5.000.000
6
Gaji tenaga kerja langsung Rp30.000.000
Sisa penggunaan bahan baku serta sisa bahan setengah jadi
Rp30.000.000
Sisa bahan setengah jadi Rp5.000.000
Baju kaos yang siap dijual Rp30.000.000
Setelah diketahui data pengeluarannya, selanjutnya bisa dilakukan
perhitungan biaya produksi. Berikut adalah tahapan yang dilakukan
untuk memperhitungkan biaya produksi tersebut.
Tahap 1:
Bahan baku yang digunakan = saldo awal bahan baku + pembelian
bahan baku – saldo akhir bahan = Rp30.000.000 +
(Rp50.000.000+Rp5.000.000) – Rp30.000.000 = Rp55.000.000
Tahap 2:
Biaya Produksi = bahan baku + tenaga kerja langsung + biaya overhead
pabrik= Rp55.000.000 + Rp30.000.000 + 5000.000 = Rp.90.000.000 Biaya
produksi per unit = biaya produksi : total unit = Rp.90.000.000 : 5.000 =
18.000
Tahap 3:
Harga Pokok Produksi = total biaya produksi + saldo awal persediaan –
saldo akhir= Rp90.000.000 + Rp40.000.000 – Rp5.000.000 =
Rp125.000.000 Tahap 4: Harga Pokok Penjualan = Harga pokok produksi
+ persediaan barang awal – persediaan akhir = Rp90.000.000 +
Rp.80.000.000 – Rp.50.000.000 = Rp140.000.000.
A. Penerimaan Produsen (Revenue)
Penerimaan produsen (revenue) adalah penerimaan yang diperoleh dari
hasil penjualan outputnya.
Secara matematis konsep revenue (Fungsi penerimaan) antara lain :
7
Penerimaan Produsen (Revenue)
a. Total Revenue (Penerimaan Total = TR) yaitu penerimaan produsen
sebagai hasil penjualan seluruh outputnya. Total Revenue adalah jumlah
output (Quantity) kali harga jual (Price)
TR = Px Q dan TR= f(Q)
b. Average Revenue (Penerimaan rata-rata = AR) yaitu penerimaan
produsen per unit output. Jadi AR adalah harga jual per unit output
AR= TR atau AR= P
O
c. Marginal Revenue (Penerimaan Marjinal = MR) yaitu kenaikan
penerimaan total (TR) sebagai akibat bertambahnya satu unit output
MR = ΔQ atau MR = TR1
ΔTR
d. Penerimaan Total Maksimum (TR Maksimum) yaitu besarnya
penerimaan total pada unit yang maksimum
MR = 0 atau TR1 = 0
F. Laba Maksimum
a. Keuntungan / kerugian (π)
Laba adalah perbedaan antara TR dengan TC.
Jika TR>TC maka laba
Jika TR<TC maka rugi
π = TR-TC
A. Laba Maksimum
a. Keuntungan / kerugian (π)
Laba adalah perbedaan antara TR dengan TC.
Jika TR>TC maka laba
Jika TR<TC maka rugi
π = TR-TC
8
b. Titik impas / titik pulang pokok / tidak laba dan tidak rugi (Break Even
Point = BEP)
Laba normal diperoleh apabila TR sama dengan TC, sedangkan laba murni
diperoleh apabila TR lebih besar dari TC.
TR = TC
c. Keuntungan maksimum atau laba maksimum dan Kerugian minimum
MR= MC atau TR1= TC1
Contoh soal:
Sebuah pabrik makanan ringan dengan merek ”Yummi” mempunyai biaya
tetap (FC) = Rp1.000.000,00; biaya untuk membuat sebuah makanan
ringan Rp 500,00;/unit, apabila makanan ringan tersebut dijual dengan
harga Rp1.000,00, maka carilah:
a. Hitunglah biaya total (TC) pada saat jumlah produksi sebanyak 500 unit
b. Pada saat kapan pabrik mencapai BEP
c. Untung atau rugikah apabila memproduksi 9.000 pack
Jawab:
a. FC = Rp1.000.000,00
VC = Rp500/unit
TC = FC+ VC
TC = Rp1.000.000,00 + Rp500,00X500
TC = Rp1.000.000,00 + Rp250.000,00
TC= Rp 1.250.000,00
b. BEP saat TR=TC
1.000Q = 1.000.000 + 500Q
1000Q -500Q = 1.000.000
500Q = 1.000.000
Q = 2.000 pack
Pabrik akan mengalami BEP pada saat Q = 2.000 unit
Pada biaya total (TC) = 1.000.000 + 500(2.000)
(TC) = 2.000.000
9
c. Pada saat memproduksi Q = 9.000 pack
TR = P x Q
TR = 1.000 x 9.000
TR = 9.000.000
TC = 1.000.000 + 500Q
TC = 1.000.000 + 500 (9.000)
II. Distribusi
A. Pengertian Distribusi
Distribusi adalah menyalurkan barang/jasa hasil produksi kepada
konsumen. Sistem distribusi klasik adalah melalui transaksi langsung
antara produsen dan konsumen, atau melalui transaksi yang dilakukan di
pasar (pasar nyata yaitu tempat untuk pertemuan penjual dan pembeli).
Tujuan Distribusi
a. Membantu menyalurkan barang dan jasa hasil produksi dari produsen
ke konsumen
b. Mempermudah konsumen untuk mendapatkan barang kebutuhannya
c. Membantu produsen untuk menjualkan barangnya
d. Membantu meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat
Fungsi distribusi
a. Fungsi Pokok Distribusi
Yang dimaksud dengan fungsi pokok adalah tugas-tugas yang mau tidak
mau harus dilaksanakan. Dalam hal ini fungsi pokok distribusi meliputi:
1) Pengangkutan ( Transportasi)
Pada umumnya tempat kegiatan produksi berbeda dengan tempat
tinggal konsumen, perbedaan tempat ini harus diatasi dengan kegiatan
pengangkutan. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan
semakin majunya teknologi, kebutuhan manusia semakin banyak. Hal ini
mengakibatkan barang yang disalurkan semakin besar, sehingga
membutuhkan alat transportasi (pengangkutan).
10
2) Penjualan ( Selling)
Di dalam pemasaran barang, selalu ada kegiatan menjual yang
dilakukan oleh produsen. Pengalihan hak dari tangan produsen
kepada konsumen dapat dilakukan dengan penjualan. Dengan adanya
kegiatan ini maka konsumen dapat menggunakan barang tersebut.
3) Pembelian ( Buying)
Setiap ada penjualan berarti ada pula kegiatan pembelian. Jika
penjualan barang dilakukan oleh produsen, maka pembelian dilakukan
oleh orang yang membutuhkan barang tersebut.
4) Penyimpanan ( Stooring)
Sebelum barang-barang disalurkan pada konsumen biasanya
disimpan terlebih dahulu. Dalam menjamin kesinambungan,
keselamatan dan keutuhan barang-barang, perlu adanya
penyimpanan (pergudangan). Contoh, Anda bisa lihat mengapa
orangtua kita ada yang membuat lumbung padi
5) Pembakuan Standar Kualitas Barang
Dalam setiap transaksi jual-beli, banyak penjual maupun pembeli
selalu menghendaki adanya ketentuan mutu, jenis dan ukuran barang
yang akan diperjualbelikan. Oleh karena itu perlu adanya pembakuan
standar baik jenis, ukuran, maupun kualitas barang yang akan
diperjualbelikan tersebut. Pembakuan (standardisasi) barang ini
dimaksudkan agar barang yang akan dipasarkan atau disalurkan
sesuai dengan harapan.
6) Penanggung Resiko
Pada saat kegiatan distribusi, maka seorang distributor tentunya akan
menanggung resiko. Pada jaman sekarang untuk menanggung resiko
yang muncul bisa dilakukan kerjasama dengan lembaga/perusahaan
asuransi.
11
B. Fungsi Tambahan Distribusi
1. Menyeleksi
Kegiatan ini biasanya diperlukan untuk distribusi hasil pertanian dan
produksi yang dikumpulkan dari beberapa pengusaha. Misalnya produksi
tembakau perlu diseleksi berdasarkan mutu/standar yang biasa berlaku,
produksi buah-buahan diseleksi berdasarkan ukuran besarnya.
2. Mengepak/Mengemas
Untuk menghindari adanya kerusakan atau hilang dalam pendistribusian,
maka barang harus dikemas dengan baik. Misalnya buah-buahan atau
sayuran, baju, TV.
3. Memberi Informasi
Untuk memberikan kepuasan yang maksimal kepada konsumen,
produsen perlu memberi informasi secukupnya kepada perwakilan
daerah atau kepada konsumen yang dianggap perlu informasi. Informasi
yang paling tepat bisa melalui iklan.
C. Faktor yang Mempengaruhi Distribusi
a. Pasar
Saluran distribusi dipengaruhi oleh pola pembelian konsumen, yaitu
jumlah konsumen, letak geografis konsumen, jumlah pesanan dan
kebiasaan dalam pembelian
b. Produk
Produk berkaitan dengan objek fisik barang bersangkut-paut dengan nilai
unit, besar dan berat barang, mudah rusaknya barang, standar barang
dan pengemasan.
12
b. Produk
Produk berkaitan dengan objek fisik barang bersangkut-paut dengan nilai
unit, besar dan berat barang, mudah rusaknya barang, standar barang dan
pengemasan.
c. Produsen
Pertimbangan yang diperlukan di sini adalah sumber dana, pengalaman
dan kemampuan manajemen serta pengawasan dan pelayanan yang
diberikan.
d. Perantara
Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan antara lain pelayanan
perantara, keuangan perantara, sikap perantara terhadap kebijaksanaan
produsen, volume penjualan, dan ongkos penyaluran barang.
A. Mata Rantai Distribusi
Distribusi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut.
a.Distribusi langsung, artinya menyalurkan barang dari produsen langsung
kepada konsumen tanpa melewati perantara. Contohnya seorang penjual
martabak memproduksi sendiri dan langsung menjual dagangannya
kepada pembeli (konsumen).
b.Distribusi tidak langsung, artinya menyalurkan barang dari produsen
kepada konsumen melalui perantara. Misalnya melalui pedagang besar
(grosir), pedagang kecil (retailer), agen, makelar, komisioner, eksportir,
importir, dan penyalur-penyalur yang lainnya.
13
III. Konsumsi
A. Pengertian Konsumsi
Konsumsi adalah kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai guna
suatu barang dan jasa. Konsumen adalah orang atau pihak yang
melakukan kegiatan konsumsi tersebut.
Benda yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan disebut
benda konsumsi. Benda konsumsi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia
b. dapat habis jika digunakan secara terus-menerus
c. habisnya nilai barang
B. Tujuan Konsumsi
Tujuan konsumsi ada empat yaitu:
a. mengurangi nilai guna barang atau jasa secara bertahap.
b. menghabiskan nilai guna barang sekaligus.
c. memuaskan kebutuhan secara fisik.
d. memuaskan kebutuhan rohani.
C. Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi
a. Faktor internal
1. Pendapatan
Orang yang berpendapatan tinggi menggunakan pendapatannya untuk
memenuhi kebutuhan primer, sekunder, tersier, bahkan sisanya
ditabung. Adapun orang yang berpendapatan rendah menghabiskan
pendapatannya untuk mengkonsumsi barang kebutuhan pokok.
14
2. Usia dan jenis kelamin
Usia seseorang memengaruhi tingkat konsumsi. Semakin dewasa
seseorang, tingkat konsumsinya semakin tinggi.
3. Pola hidup
Pola hidup seseorang berpengaruh terhadap tingkat konsumsinya. Jika
biasa dengan hidup boros maka pengeluaran konsumsinya relatip besar.
sebaliknya jika biasa dengan hidup hemat maka tingkat konsumsinya
cenderung kecil.
4. Selera untuk
Banyak orang yang mengesampingkan pendapatannya
mendapatkan barang atau jasa agar mengikuti seleranya.
b. Faktor Eksternal
1) Kebudayaan
Tiap suku bangsa mempunyai adat istiadat yang berbeda. Perbedaan
tersebut berpengaruh terhadap jenis barang dan jasa yang dibutuhkan.
2) Lingkungan.
Lingkungan tempat tinggal mempengaruhi konsumsi. Kebutuhan orang
yang tinggal di daerah beriklim dingin akan berbeda dengan yang tinggal
di daerah beriklim panas.
3) Harga
Jika harga barang naik, sedangkan pendapatan tetap maka tingkat
konsumsi akan turun. Sebaliknya, jika harga barang turun, sedangkan
pendapatan tetap maka tingkat konsumsi naik.
15
D. Teori Perilaku Konsumen
Pada dasarnya konsumen berperilaku ingin memanfaatkan uang yang
dimilikinya seekonomis mungkin, akan tetapi kebanyakan konsumen
tidak akan berhasil. Faktor penyebabnya, antara lain, sebagai berikut:
• Pengetahuan konsumen tentang kualitas barang terbatas.
• Adanya persaingan dari para konsumen.
• Kecenderungan konsumen bersifat masa bodoh terhadap situasi harga
di pasar.
• Adanya tradisi yang kuat, sehingga memengaruhi tingkah laku
konsumen.
Teori perilaku konsumen dibagi menjadi dua pendekatan yaitu:
a. Pendekatan Kardinal
Pendekatan kardinal disebut sebagai pendekatan marginal utility, bertitik
tolak pada anggapan bahwa kepuasan (utility) setiap konsumen bisa
diukur dengan uang atau dengan satuan lain, sehingga konsumen selalu
berusaha mencapai kepuasan total yang maksimum. Apabila
menggunakan teori nilai guna kardinal atau utilitas kardinal dapat
dijelaskan bahwa kepuasan absolut/mutlak yang diperoleh konsumen
dari mengkonsumsi suatu produk. Maka, manfaat atau kenikmatan yang
diperoleh seorang konsumen dapat dinyatakan secara kuantitatif, bisa
dengan angka, uang atau menggunakan satuan lainnya.
Dalam teori nilai guna (utilitas) kardinal, dapat dibedakan di antara
dua pengertian, yaitu sebagai berikut:
1) Nilai Guna Total atau Total Utility
Nilai guna total atau total utility artinya jumlah seluruh kepuasan yang
diperoleh dari mengonsumsi sejumlah barang tertentu.
16
2) Nilai Guna Marginal (Marginal Utility)
Nilai guna marjinal atau marginal utility artinya pertambahan (atau
pengurangan) kepuasan sebagai akibat perubahan penggunaan satu
unit barang tertentu. Atau dengan kata lain marginal utility adalah
tambahan kepuasan karena bertambahnya mengonsumsi satu unit
barang. Marginal utility dapat dihitung dengan rumus.
Syarat untuk memaksimumkan nilai guna (utility) atau kepuasan
maksimum konsumen dapat dirumuskan berikut
Adapun untuk memaksimumkan nilai guna (utility) atas anggaran
pendapatan yang dimiliki konsumen untuk memaksimumkan konsumsi
barang X dan barang Y dapat dirumuskan:
b. Pendekatan Ordinal
Pendekatan ordinal menganggap bahwa utilitas konsumen tidak dapat
diukur, hanya cukup diketahui tingkatan tinggi rendahnya uitilitas yang
diperoleh.
17
1) Konsep Kurva Indiferen (indifferent Curve)
Kurva indiferensi adalah kurva yang menunjukkan kombinasi konsumen
antara dua macam barang, yang memberikan tingkat kepuasan sama
bagi konsumen.
Penggunaan kurva indiferen didasarkan pada empat asumsi berikut:
• Konsumen mempunyai pola preferensi akan barang-barang konsumsi
yang dinyatakan dalam bentuk peta indiferensi
• Konsumen mempunyai pendapatan tertentu
• Konsumen berusaha mendapat kepuasan maksimum dari barang-
barang yang dikonsumsinya
• Kurva indeferen yang semakin jauh titik 0 menggambarkan tingkat
kepuasan yang semakin tinggi
2) Garis Anggaran (Budget Line)
Adanya keterbatasan pada pendapatan akan membatasi pengeluaran
konsumen untuk mengonsumsi sejumlah barang. Hal ini digambarkan
dalam garis anggaran (budget line), yaitu garis yang menunjukkan
berbagai kombinasi dari dua macam barang yang berbeda oleh
konsumen dengan pendapatan yang sama.
18
PELAKU EKONOMI
Dalam ilmu ekonomi, kegiatan-kegiatan ekonomi dilakukan atau
dijalankan oleh empat pelaku utama sebagai berikut:
1. Rumah angga Konsumen
Konsumsi adalah kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai guna
suatu barang dan jasa.Makan nasi adalah merupakan kegiatan konsumsi
karena menghabiskan nilai guna nasi, memakai baju juga merupakan
kegiatan konsumsi karena mengurangi nilai guna baju. Kedua contoh di
atas merupakan contoh sederhana dari kegiatan konsumsi. Contoh yang
lain tentang kegiatan konsumsi adalah membaca buku, menonton
televisi, memotong kuku, bermain sepak bola, berobat ke
dokter,menelpon, naik sepeda motor, dan sebagainya. Peran utama
rumah tangga konsumen antara lain melakukan kegiatan konsumsi.
Rumah tangga yang dimaksudkan adalah rumah tangga konsumsi yaitu
baik individu maupun kelompok yang bertujuan untuk memakai atau
menggunakan barang atau jasa.Kelompok rumah tangga melakukan
kegiatan pokok sebagai berikut :
1. Menerima penghasilan dari para produsen/perusahaan yang berupa
sewa, upah dan gaji, bunga, dan laba.
2. Menerima penghasilan dari lembaga keuangan berupa bunga atas
simpanan-simpanan mereka.
3. Menjalankan penghasilan tersebut di pasar barang (sebagai
konsumen).
19
2. Rumah Tangga Produsen
Perusahaan atau rumah tangga perusahaan adalah setiap bentuk usaha
yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan
terusmenerus dan di dirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam
wilayah negara Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan dan
laba. Kelompok perusahaan atau produsen melakukan kegiatan -
kegiatan pokok sebagai berikut :
1. Memproduksi dan menjual barang-barang atau jasa - jasa,yakni
sebagai pemasok (supplier) di pasar barang.
2. Menyewa atau menggunakan faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh
rumah tangga konsumsi untuk proses produksi.
3. Menentukan pembelian barang-barang modal dan stok barang yang
lain.
4. Meminta kredit dari lembaga keuangan untuk membiayai investasi
mereka atau pengembangan usaha mereka.
5. Membayar pajak atas penjualan barang hasil produksinya.
4. Pemerintah
Indonesia yang menganut sistem demokrasi ekonimi, pemerintah
memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi yang ditujukan
untuk menentukan kebijakan-kebijakan di bidang ekonomi.Kebijakan
pemerintah tersebut dalam rangka memakmurkan rakyat sebagaimana
yang tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945. Adapun kebijakan
pemerintah di bidang ekonomi antara lain sebagai berikut :
1. Kebijakan fiskal, adalah kebijakan pemerintah yang berhubungan
dengan pendapatan dan pengeluaran negara, atau yang berhubungan
dengan anggaran pendapatan dan belanja negara.
2. Kebijakan moneter, adalah kebijakan pemerintah untuk mengatur
jumlah peredaran uang dan menjamin kestabilan nilai uang, agar tidak
terjadi inflasi.
20
3. Kebijakan keuangan internasional, yaitu tindakan yang diambil
pemerintah di bidang keuangan dalam hubungannya dengan dunia
internasional, baik perdagangan internasional maupun kerja sama
ekonomi internasional.
Kegiatan ekonomi yang dilakukan pemerintah antara lain adalah :
1. Menarik pajak langsung dan tidak langsung.
2. Membelanjakan penerimaan negara untuk membeli barang-barang
kebutuhan pemerintah.
3. Meminjam uang dari luar negeri. Menyewa tenaga kerja, dan
4. Menyediakan kebutuhan uang kartal bagi masyarakat.
4. Masyarakat Luar Negeri
Suatu negara tidak akan dapat mencukupi kebutuhan dengan
memproduksi barang sendiri, tanpa adanya bantuan atau hubungan
dengan negara lain. Untuk mencukupi kebutuhan ekonomi tersebut
diperlukan peranan masyarakat luar negeri, sehingga kegiatan
ekonominya juga sangat dipengaruhi oleh dunia internasional. Jadi
kegiatanekonomi yang dilakukan oleh masyarakat luar negeri adalah
kegiatan ekonomi internasional, meliputi segala kegiatan mengenai
hubungan ekonomi antarnegara, baik mengenai perdagangan
internasional maupun lalu lintas pembayaran internasional, serta kerja
sama ekonomi regional dan internasional. Berikut ini adalah kegiatan
ekonomi yang dilakukan oleh kelompok masyarakat luar negeri.
1. Menyediakan kebutuhan barang impor.
2. Membeli barang-barang hasil ekspor.
3. Menyediakan kredit dan pemerintah dan swasta dalam negeri
4. Masuk ke dalam pasar uang dalam negeri sebagai penyalur uang
(devisa) dari luar negeri, peminta kredit, dan uang kartal rupiah untuk
kebutuhan cabang-cabang perusahaan mereka di Indonesia.
5. Sebagai penghubung pasar uang dalam negeri dengan pasar uang
luar negeri.
21
DIAGRAM INTERAKSI ANTAR PELAKU EKONOMI
1. Diagram Interaksi Pelaku Ekonomi (Cilculair Flow Diagram) pada
Perekonomian Terbuka.
Perekonomian terbuka merupakan gambaran nyata dari pola kegiatan
ekonomi modern saat ini, kenapa demikian ? sebab perekonomian
terbuka melibatkan para pelaku ekonomi sebuah negara dengan pelaku
ekonomi negara lain.Dalam perekonomian terbuka terdapat 4 pelaku
ekonomi, yaitu rumah tangga, pemerintah, perusahaan dan masyarakat
luar negeri. Peran perekonomian luar negeri sangat besar bagi
perekonomian dalam negeri dalam rangka menjalin kerjasama dibidang
ekonomi maupun hubungan diplomatik. Hubungan kerja sama tersebut
dapat berupa perdagangan, investasi dan sebagainya yang tercermin
dalam kegiatan ekspor dan impor. Diagram perekonomian terbuka bisa
digambarkan sebagai berikut:
22
Dapat dilihat, diagram perekonomian terbuka mempnyai 4 pelaku
ekonomi yakni rumah tangga, perusahaan, pemerintah dan masyarakat
luar negeri. Dalam perekonomian, ke empat pelaku ini mempunyai
hubungan interaksi yang bertujuan untuk memenuhi keperluan masing-
masing. Hubungan tersebut diantaranya sebagai berikut:
a) Rumah Tangga
1) Hubungan dengan perusahaan
Dalam perekonomian, rumah tangga membeli barang atau jasa yang
dihasilkan oleh perusahaan untuk dikonsumsi.
Rumah tangga mendapatkan penghasilan berupa gaji, bunga, sewa dan
sebagainya dari perusahaan atas balas jasa dari penawaran faktor
produksi.
2) Hubungan dengan pemerintah
Rumah tangga menerima pendapatan berupa gaji, bunga dan
sebagainya.
Rumah tangga mendapatkan fasilitas publik dari pemerintah sebagai
timbal balik dari pembayaran pajak.
Rumah tangga berkewajiban membayar pajak kepada pemerintah.
3) Hubungan dengan masyarakat luar negeri
Rumah tangga mengekspor sumber daya ke luar negeri.
Rumah tangga memenuhi kebutuhan akan barang atau jasa yang tidak
diproduksi didalam negeri dengan cara mengimpornya dari luar negeri.
b) Pemerintah
1) Hubungan dengan rumah tangga
Pemerintah mendapatkan setoran pajak dari rumah tangga yang
digunakan untuk kebutuhan operasional, pembangaunan, fasilitas publik
dan sebagainya.
2) Hubungan dengan perusahaan
Pemerintah menerima setoran pajak dari perusahaan.
23
Pemerintah membeli dan memakai produk yang dihasilkan oleh
perusahaan baik berupa barang maupun jasa.
3) Hubungan dengan masyarakat luar negeri hasil
Pemerintah menetapkan kebijakan dalam ekspor dan impor.
Pemerintah mendapatkan penerimaan berupa devisa dari
mengekspor barang dan jasa.
Pemerintah menerima pajak dari masyarakat luar negeri.
c) Perusahaan
1) Hubungan dengan rumah tangga
Perusahaan menghasilkan barang dan jasa yang dapat dikonsumsi oleh
rumah tangga.
Perusahaan memberikan sejumlah keuntungan dan penghasilan atas
balas jasa berupa gaji, sewa, upah, bunga dan sebagainya.
2) Hubungan dengan pemerintah
Perusahaan menjual hasil produksinya baik berupa barang atau jasa
kepada pemerintah.
Perusahaan berkewajiban untuk membayar pajak kepada pemerintah.
3) Hubungan denga masyarakat luar negeri
Perusahaan melakukan kegiatan ekspor dan impor barang dan jasa dari
dan ke luar negeri.
d) Masyarakat luar negeri
1) Hubungan dengan rumah tangga
Masyarakat luar negeri menyediakan barang atau jasa untuk memenuhi
kebutuhan rumah tangga (dalam negeri) dan juga sebaliknya.
2) Hubungan dengan perusahaan
24
Masyarakat luar negeri mengekspor barang dan jasa ke perusahaan
begitu juga sebaliknya.
2. Diagram Interaksi Pelaku Ekonomi (Cilculair Flow Diagram) pada
Perekonomian Tertutup.
Selanjutnya kita akan membahas diagram interaksi pelaku ekonomi
pada perekonomian tertutup, Diagram interaksi pelaku ekonomi pada
perekonomian tertutup terdiri dari dua bagian sektor, yaitu kegiatan
ekonomi dua sektor serta kegiatan ekonomi tiga sektor.
a) Kegiatan Ekonomi Dua Sektor
Dalam kegiatan ekonomi dua sektor ini, yang terlibat didalamnya hanya
dua pelaku ekonomi, yang pertama adalah rumah tangga dan yang
kedua perusahaan. Dalam sektor ini kita bisa melihat hubungan interaksi
atau timbal balik antara kedua pelaku ekonomi tersebut. Jika kita lihat
dalam diagram interaksi (circulair flow diagram) maka akan tampak
sebagai berikut:
25
Perhatikan arus pertama (1) pada diagram diatas, kita tahu bahwa
rumah tangga adalah pemilik faktor produksi oleh sebab itu rumah
tangga melakukan penawaran fakor produksi seperti tenaga kerja,
tanah, modal dan sebagainya kepada perusahaan sebagai modal
perusahaan untuk menjalankan kegiatan produksi.
Pada arus kedua (2), perusahaan mengalirkan arus uang berupa gaji,
sewa, laba, bunga dan sebagainya kepada rumah tangga sebagai balas
jasa atas penggunaan faktor produksi rumah tangga oleh perusahaan.
Selanjutnya pada arus ketiga (3), pendapatan yang sebelumnya dimiliki
rumah tangga akan mengalir kembali ke perusahaan. Hal ini akan terus
berlangsung selama rumah tangga mempunyai pendapatan dan
perusahaan masih berproduksi.
Dan yang terakhir pada arus keempat (4), dari perusahaan akan
mengalir barang atau jasa kepada rumah tangga sebagai pemenuh
kebutuhannya. Arus barang tersebut bisa disalurkan melalui perantara
seperti pedagang dan sebagainya atau disalurkan langsung oleh
perusahaan.
b) Kegiatan Ekonomi Tiga Sektor
Bila sebelumnya dalam kegiatan ekonomi dua sektor yang terlibat hanya
dua pelaku ekonomi, dalam kegiatan ekonomi tiga sektor yang terlibat
ada tiga pelaku ekonomi yaitu rumah tangga, pemerintah dan
perusahaan. berikut gambaran diagram interaksinya:
26
Sebenarnya tidak berbeda jauh dengan kegiatan ekonomi dua sektor,
hanya saja terdapat peran pemerintah disini. Kita lihat pada arus satu (1)
rumah tangga membeli barang dan jasa dari perusahaan melalui
product market (pasar barang) dengan begitu perusahaan akan
menerima uang dari penjualan barang dan jasa tersebut. Dalam arus ini,
rumah tangga berperan sebagai konsumen sedangkan perusahaan
berperan sebagai penjual. Perusahaan menetapkan harga barang atau
jasa berdasarkan biaya produksi, sedangkan di product market (pasar
barang) penetapan harga ditentukan oleh permintaan rumah tangga dan
penawaran perusahaan.
Arus dua (2) pada diagram menunjukan bahwa pendapatan rumah
tangga yang digunakan untuk membeli barang dan jasa dari perusahaan
didapatkan dari penjualan fakor produksi yang dimilikinya kepada
perusahaan. Disini perusahaan berperan sebagai pembeli sedangkan
rumah tangga berperan sebagai penjual. Dan harga faktor produksi
ditentukan oleh penawaran rumah tangga dan permintaan perusahaan.
Selanjutnya pemerintah menggunakan pendapatan dari hasil pajak
untuk digunakan membeli barang dan jasa dari pasar faktor produksi,
pasar barang dan perusahaan untuk memberikan fasilitas dan
pelayanan kepada masyarakat umum.
Dengan adanya interaksi antar pelaku ekonomi, perputaran barang dan
jasa, uang, dan faktor produksi dapat berlangsung dengan baik sehingga
kebutuhan dari masing-masing pelaku ekonomi dapat terpenuhi.
27
Manfaat Diagram Interaksi Antar Pelaku Ekonomi
Dari diagram interaksi antar pelaku ekonomi dapat diperoleh berbagai
manfaat, baik bagi pemerintah maupun bagi masyarakat. Manfaat
diagram interaksi antar pelaku ekonomi bagi pemerintah adalah sebagai
berikut.
Sebagai alat bantu untuk membuat pola pembangunan nasional.
Sebagai sarana untuk mengetahui hak dan kewajiban pemerintah
kepada masyarakat.
Sebagai alat bantu untuk mengukur dan mengontrol arus peredaran
uang.
Sebagai media untuk menentukan struktur ekonomi nasional.
Sebagai alat bantu untuk mengatur dan mengontrol arus barang dan
jasa serta faktor-faktor produksi yang terjadi di masyarakat.
Sebagai alat bantu untuk mengatur dan mengontrol arus barang dan
jasa dan faktor-faktor produksi dari dan ke luar negeri.
Sebagai alat bantu untuk mengatur distribusi pendapatan nasional.
Sebagai alat bantu untuk membuat APBN (Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara).
Sedangkan Manfaat diagram interaksi antar pelaku ekonomi bagi
masyarakat (rumah tangga) adalah sebagai berikut.
Sebagai media untuk mengetahui arus barang dan jasa serta faktor-
faktor produksi yang terjadi dalam kehidupan.
Sebagai media untuk mengetahui hak dan kewajiban masyarakat
dalam kegiatan ekonomi bila dihubungkan dengan peran
perusahaan, pemerintah, dan masyarakat luar negeri.
Sebagai sarana untuk memperluas wawasan.
Sebagai alat bantu untuk mengetahui jenis pekerjaan yang bisa
dilakukan oleh masyarakat (misalnya, menjadi eksportir atau
importir).
28
DAFTAR PUSTAKA
https://www.markijar.com/2017/12/diagram-interaksi-antar-pelaku-
ekonomi.html
https://kesimankertalangu.id/assets/files/modul-pelaku-ekonomi-
dalam-sistem-perekonomian-indonesia-77-2021-04-22.pdf
29