2 KATA PENGHANTAR Segala puji, syukur, hormat, dan kemuliaan penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas hikmat, bimbingan serta anugerah yang diberikanNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Modul Penuntun Praktikum Fisika Umum berbasis Cased Method dan Team-based Project. Modul Praktikum Fisika Umum ini disusun untuk memenuhi tugas KKNI mata kuliah Fisika Umum. Modul Praktikum Fisika Umum ini memuat acara-acara praktikum dasar di bidang fisika dan praktikum berbasis case method dan team-based project. Penerapan case method dan team-based project pada praktikum Fisika Umum diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan kreatifitas mahasiswa dalam menjawab perkembangan zaman. Selain itu, penerapan kedua metode tersebut merupakan implikasi dari pelaksannaan pencapaian Indeks Kinerja Utama (IKU) 7 program kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Kesempatan ini juga penulis menyampaikan terima kasih yang dalam kepada semua pihak yang telah membantu terselesainya modul praktikum ini. Kritik dan saran yang membagun sangat penulis harapkan, demi perbaikan modul pratikum ini. Semoga modul praktikum ini dapat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan terutama bagi mahasiswa. Medan, 22 Maret 2023 Penulis
3 TATA TERTIB DAN ATURAN PRAKTIKUM 1. Memasuki laboratorium sesuai jadwal pratikum yang sudah di tetapkan 2. Mengenakan pakaian sopan (jas lab, bersepatu, celana panjang/rok panjang, dan baju berkerah) 3. Mengumpulkan laporan 1 minggu setelah melakukan kegiatan praktikum 4. Melakukan kegiatan praktikum dengan tenang dan serius 5. Mengembalikan alat dalam kondisi bersih dan rapi 6. Dilarang makan dan minum pada saat di dalam Laboratorium 7. Dilarang merubah/mengganti alat praktikum tanpa seizin asisten laboratorium atau laborant 8. Dilarang melakukan praktikum diluar jam praktikum tanpa didampingi asisten laboratorium atau pembimbing praktikum 9. Tidak diperbolehkan melakukan manipulasi data sehingga tidak sesuai dengan hasil praktikum 10. Apabila terjadi kecelakaan, segera melapor kepada asisten laboratorium. 11. Kerusakan terhadap alat yang digunakan akibat kelalaian dan kecerobohan praktikan, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pratikan. Pratikan wajib mengganti alat yang rusak. 12. Sebelum meninggalkan laboratorium, praktikan dianjurkan untuk membersihkan laboratorium
4 DAFTAR ISI KATA PENGHANTAR ....................................................................................................................................................2 TATA TERTIB DAN ATURAN PRAKTIKUM..............................................................................................................3 DAFTAR ISI......................................................................................................................................................................4 BAB I.................................................................................................................................................................................5 MENGIDENTIFIKASI GERAK LURUS BERATURAN ...............................................................................................5 BAB II................................................................................................................................................................................9 MEMBUAT PEMBANGKIT ENERGI BEBAS DENGAN KELUARAN MAGNRT BOHLAM LAMPU 12 VOLT..9 BAB III ............................................................................................................................................................................12 GETARAN DAN GELOMBANG ..................................................................................................................................12 BAB IV............................................................................................................................................................................15 SIFAT BAYANGAN YANG TERBENTUK PADA CERMIN CEKUNG DAN CERMINCEMBUNG......................15 BAB V .............................................................................................................................................................................18 GRAK LURUS BERATURAN.......................................................................................................................................18 BAB VI............................................................................................................................................................................21 TERMODINAMIKA.......................................................................................................................................................21
5 BAB I MENGIDENTIFIKASI GERAK LURUS BERATURAN 1. TUJUAN Mengetahui gerak lurus beraturan 2. DASAR TEORI Gerak Lurus Beraturan adalah gerak suatu benda pada lintasan yang lurus di mana pada setiap selang waktu yang sama, benda tersebut menempuh jarak yang sama (gerak suatu benda pada lintasan yang lurus dengan kelajuan tetap). Pada gerak lurus beraturan, benda menempuh jarak yang sama dalam selang waktu yang sama pula. Sebagai contoh, mobil yang melaju menempuh jarak 2 meter dalam waktu 1 detik, maka satu detik berikutnya menempuh jarak dua meter lagi, begitu seterusnya. Dengan kata lain, perbandingan jarak dengan selang waktu selalu konstan atau kecepatannya konstan. 3. MASALAH ATAU KASUS YANG DITEMUKAN Coba kamu perhatikan benda-benda di sekitarmu! Adakah yang diam? Adakah yang bergerak? Batu-batu di pinggir jalan diam terhadap jalan kecuali Jika ditendang oleh kaki maka benda tadi akan bergerak, rumah-rumah di sekitar kita diam terhadap pohon-pohon pada sekelilingnya, seseorang berlari pagi di taman, dikatakan orang tersebut bergerak terhadap jalan, batu-batu, rumah-rumah, juga pohon-pohon yang dilewatinya, dan masih
6 banyak lagi. Jadi apakah yang disebut gerak itu? Pernahkan kamu memperhatikan kereta api yang bergerak diatas relnya? Apakah lintasannya berbelok-belok? Bahwasannya lintasan kereta api adalah garis lurus, karena kereta apai bergerak pada lintasan yang lurus, maka kereta api mengalami gerak lurus. Jika masinis kereta api menjalankan kereta api dengan kelajuan yang sama, kereta api akan menempuh jarak yang sama. Benda yang bergerak dengan kecepatan tetap. Gerak apa yang sesuai dengan permasalahan diatas? 4. ALAT DAN BAHAN NO Nama Alat dan Bahan Jumlah Gambar 1. Katrol gantung tunggal 1 buah 2. Stop watch 1 buah 3. Penggaris 1 buah
7 4. Beban gantung 100gram 2 buah 5. Statif dan klem 1 buah 6. Benang kasur 1 buah 7. Plastisin 1 buah 8. Beban tambahan 1 buah
8 5. CARA KERJA 1) Rakitlah alat dan bahan. 2) Usahakan agar beban tambahan m tertinggal di ring pembatas bila M1 turun dan M2naik 3) Tandai ketinggian beban tambahan (m) mula-mula sama tinggi dengan titik A 4) Ukur panjang BC 5) Biarkan sistem bergerak m + M1 turun dan M2 naik. Catat waktu yang diperlukan M1untuk bergerak dari B ke C 6) Ulangi percobaan sampai 5 kali dengan jarak BC yang berbeda-beda (tinggi A tetap, Btetap, C berubah) 7) Catat datanya pada tabel di bawah ini 6. DATA HASIL 7. PEMBAHASAN Dengan beban yang sama beratnya, semakin dekat jaraknya, semakin cepat pula waktuyang diperlukan 8. KESIMPULAN Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak suatu benda yang lintasannya berupa garis lurus dengan kecepatan tetap. Dengan beban yang sama beratnya, makin dekat jaraknya makin cepat pula waktu yang diperlukan.Jadi dari praktikum diatas juga dapat disimpulkan bahwa gerak adalah perubahan posisi atau kedudukan terhadap titik acuan tertentu. gerak juga bisa dikatakan sebagai perubahan kedudukan suatu benda pada selangwaktu tertentu. Dari permasalahan diatas yaitu:Jika masinis kereta api menjalankan kereta api dengan kelajuan yang sama, kereta api akan menempuh jarak yang sama. Benda yang bergerakdengan kecepatan tetap dikatakan melakukan gerak lurus beraturan, jadi syarat benda bergerak lurus beraturan apabila gerak benda menempuh lintasan lurus dan kelajuanbenda tidak berubah.
9 BAB II MEMBUAT PEMBANGKIT ENERGI BEBAS DENGAN KELUARAN MAGNET BOHLAM LAMPU 12 VOLT 1. TUJUAN Mahasiswa dapat mengetahui cara kerja generator menghasilkan listrik Mahasiswa dapat mengetahui cara membuat pembangkit energi menggunakan bohlam dengan tegangan yang berbeda 2. DASAR TEORI Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang sangat terkait dengan kehidupan sehari- hari. Fisika mempelajari perilaku dan struktur benda. Fisika mengamati kejadian di sekitar kita, antara lain gerak, aliran (cairan atau gas), panas, suara, cahaya, listrik, dan magnet.Medan magnet di sekitar kawat berarus listrik ditemukan secara tidak sengaja oleh Hans Christian Oersted (1770-1851), ketika akan memberikan kuliah bagi mahasiswa. Oersted menemukan bahwa di sekitar kawat berarus listrik magnet jarum kompas akan bergerak (menyimpang). Penyimpangan magnet jarum kompas akan makin besar jika kuat arus listrik yang mengalir melalui kawat diperbesar. Arah penyimpangan jarum kompas bergantung arah arus listrik yang mengalir dalam kawat. Gejala itu terjadi jika kawat dialiri arus listrik. Jika kawat tidak dialiri arus listrik, medan magnet tidak terjadi sehingga magnet jarum kompas tidak bereaksi. Perubahan arah arus listrik ternyata juga memengaruhi perubahan arah penyimpangan jarum kompas. Perubahan jarum kompas menunjukkan perubahan arah medan magnet. Jika arah arus listrik mengalir sejajar dengan jarum kompas dari kutub selatan menuju kutub utara, kutub utara jarum kompas menyimpang berlawanan dengan arah putaran jarum jam. Jika arah arus listrik mengalir sejajar dengan jarum kompas dari kutub utara menuju kutub selatan, kutub utara jarum kompas menyimpang searah dengan arah putaran jarum jam. Konsep induksi elektromagnet ditemukan secara eksperimen oleh Michael Faraday dan di rumuskan secara lengkap oleh Joseph Henry. Hukum induksi elektromagnet sendiri kemudian dikenal sebagai Hukum Faraday-Henry. Dari kedua prinsip dasar listrik magnet di atas dan dengan mempertimbangkan konsep simetri yang
10 berlaku dalam hukum alam, James Clerk Maxwell mengajukan suatu usulan. Usulan yang dikemukakan Maxwell , yaitu bahwa jika medan magnet yang berubah terhadap waktu dapat menghasilkan medan listrik maka hal sebaliknya boleh jadi dapat terjadi . Dengan demikian Maxwell mengusulkan bahwa medan listrik yang berubah terhadap waktu dapat menghasilkan (menginduksi) medan magnet. Usulan Maxwell ini kemudian menjadi hokum ketiga yang menghubungkan antara kelistrikan dan kemagnetan,dan gaya magnet ditumukan oleh Lorentz sehingga dinamakan gaya Lorentz.Gaya Lorentz menunjukkan arah dan besar gaya magnetik suatu penghantar arus listrik yang berada dalam medan magnet akan mengalami gaya yang disebut gaya magnet atau gaya Lorentz. Kesimpulannya bahwa antara listrik dan magnet sangat erat kaitannya. Medan listrik tidak hanya dihasilkan oleh muatan listrik melainkan juga dapat dihasilkan oleh perubahan medan magnet. Listrik merupakan sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik. Listrik, dapat juga diartikan sebagai kondisi dari partikel subatomik tertentu, seperti elektron dan proton, yang menyebabkan penarikan dan penolakan gayadi antaranya. Listrik juga bisa diartikan sebagai sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif. 3. ALAT DAN BAHAN Alat 1. Lem tembak 2. Solder Bahan : 1. Lempengan CD 2. Paku 3. Dinamo 4. Spinner 5. Besi berani bulat (magnet) 6. Lampu pijar 7. Kawat
11 4. LANGKAH KERJA 1. Ambil lempengan kaset CD, lalu lem paku pada sisi depam CD sebanyak 16 buah. 2. Lem spinner besar pada sisi lain CD dan tepat di tengah-tengah CD. 3. Ambil dinamo dan hubungkan dengan kabel. 4. Letakkan CD pada dinamamo dengan sisi paku mengarah ke atas. 5. Sambungkan kabel dinamo dengan lampu pijar dengan solder. 6. Ambil besi berani bulat dan dekatkan pada CD. Bagian sisi besi yg tolak menolakpada CD akan menghidupkan lampu pijar. 5. KASUS DAN SOLUSI 1. Kasus : Apakah dinamo dalam kehidupan sehari-hari berpengaruh untuk perputaran benda (motor senter atau motor speaker)? Dalam percobaan ini hanya bisa menghasilkan 12 volt, lalu yang menjadi kasus bagaimana jika tegangan dari bohlam lampu dinaikan misal menjadi 15 volt. Apakah dengan dinamo dan gaya magnet yang sama CD dapat berputar dan menghasilkan energi yang akan membuat lampu menyala? 2. Solusi Magnet yang membuat CD berputar, lalu lampu 12 volt bisa menyala karena adanya dinamo. Sehingga energinya berasal dari pergerakan CD yang berputar. Seperti halnya dinamo sepeda merupakan generator mini yang berfungsi mrnyalakan lampu sepeda. Demikian pula hasil percobaan yang kami lakukan sumber energi listrik yang kami gunakan adalah dinamo yang akan menghasikan nyala bohlam lampu 12 volt. Dari percobaan yang dilakukan membuat pembangkit energi bebas dengan keluaran magnet bohlam lampu 12 volt. Agar dapat menghasilkan 15 volt maka tidak bolehdengan ukuran bahan dan alat yang sama dengan percobaan yang menggunakan 12 volt. Maka dinamonya harus diperbesar dan gaya magnetnya juga harus lebih besar agar bohlam lampu 15 volt dapat menghasilkan energi dan lampunya menyala.
12 BAB III GETARAN DAN GELOMBANG 1. TUJUAN Untuk mengetahui pengaruh kerapatan massa terhadap frekuensi resonansi senar gitar. 2. DASAR TEORI Gelombang adalah gejala dari perambatan usikan (gangguan) di dalam suatu medium. Pada peristiwa rambatan tersebut tidak disertai dengan perpindahan tempat yang permanen dari materi – materi medium. Rambatan dari usikan (gangguan) itu merupakan rambatan energi. Gelombang dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian : a) Gelombang Elektromagnetik Yang termasuk gelombang elektromagnetik di antaranya: cahaya, gelombang radio, gelombang tv, gelombang radar, sinar infra merah, sinarultraviolet, sinarX dan sinar gamma. b) Gelombang Mekanik Sedangkan yang termasuk gelombang mekanik adalah : gelombang bunyi, gelombang pada tali, gelombang permukaan air. Gelombang menurut arah getarnya dibagi dalam dua bagian, yaitu: a) Gelombang Tranversal Gelombang tranversal adalah gelombang yang arah getarnya tegak lurus arah perambatannya. Sehingga bentuk dari gelombang tranversal terdapat bukit dan lembah gelombang, contoh: gelombang pada tali dan gelombang permukaan air. Terdapat tiga hal penting yang mendukung terbentuknya gelombang tranversal yaitu:
13 1. Adanya gaya tali yang menimbulkan perpindahan pada waktu pulsa melewatinya. 2. Tali harus bersifat elastik. 3. Tali harus mempunyai kelembaran, sehingga akan menghasilkan getaran harmonis yang sederhana b) Gelombang Longitudinal Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getarnya berimpit atau searah dengan arah rambat gelombang Suatu gelombang longitudinal tidak menyatakan suatu deretan bukit atau lembah gelombang, tetapi suatu deretan rapatan dan renggangan. Rapatan dan renggangan gelombang longitudinal dapat dilihat pada sebuah kawat spiral yang dibentangkan mendatar. contoh: gelombang pada pegas dan gelombang bunyi. 3. KASUS Di kehidupan sehari-hari sering kita temui peristiwa resonansi seperti pada gitar. Gitar adalah salah satu alat music yang memiliki tabung resonansi, jika senar tersebut digetarkan dengan cara dipetik, maka udara di dalam ruang resonansinya akan ikut bergetar. Inilah yang menyebabkan suara senar gitar itu terdengar keras dan merdu. Pada tiap senar yang terdapat pada gitar memiliki perbedaan frekuensi, ini terjadi karena perbedaan kerapatan massa dari senar gitar tersebut. "Bagaimana pengaruh kerapatan massa terhadap frekuensi resonansi dari senar gitar?" 4. ALAT DAN BAHAN 1) WA-9611 Sonometer 2) WA-9613 Drive/Detector Coils 3) Function Generator 4) Dual Trace Oscilloscope 5) Beban Kg 6) Dua buah Bridge
14 7) Neraca Ohaus tiga lengan 8) Mistar 9) Tali Gitar 1, 2 dan 3 5. PROSEDUR KERJA Berikut adalah prosedur kerja yang dilakukan pada penelitian ini : 1) Mempersiapkan alat yang akan dipakai pada percobaan. 2) Mengukur panjang tali gitar dan mengukur massa dari masing-masing tali gitar yang akan digunakan 3) Menyusun sonometer. 4) Memulai dengan jarak antara kedua bridge sejauh 60 cm. Menggunakan tali gitar I yang telah disediakan. Menggantungkan beban dengan mussa I Kg pada tensionius level yang ke tiga. Kemudian mensejajarkan tensionitus (membuat tensionius dalam keadaan horizontal) dengan cara memutar tali adjustment knop. Menempatkan drive coils kirakira 50 mm dari salah satu bridge yang telah terpasang.dan menempatkan juga detector disekitar bridge yang keduanya 5) Mulai menentukan pada posisi berapa terjadi resonansi dan mencatat hasil yang diperoleh. 6) Secara perlahan-lahan mengatur pembesaran frekuensi sinyal ke drive coils dan mengamati pertambahan sinyal detector pada layar oscilloscope. 7) Dilanjutkan dengan menggeser posisi detector sepanjang dawai secara perlahan-lahan dan mengamati sinyal pada layar oscilloscope serta mencatat posisi-posisi simpul dan perut. 8) Untuk tali gitar yang kedua dan ketiga, prosedur kerjanya sama seprti yang di atas.
15 BAB IV SIFAT BAYANGAN YANG TERBENTUK PADA CERMIN CEKUNG DAN CERMINCEMBUNG 1. TUJUAN Menentukan sifat bayangan yang terbentuk pada cermin cekung dan cermin cembung 2. DASAR TEORI Cahaya merupakan salah satu contoh gelombang elektromagnetik, yang gelombang yang tidak memerlukan medium sebagai media perambatannya. Benda yang dapat memancarkan cahaya dinamakan sumber cahaya. Ada dua macam sumber cahaya, yaitu sumber cahaya alami dan sumber cahaya buatan. Sumber cahaya alami merupakan sumber cahaya yang menghasilkan cahaya secara alamiah dan setiap saat, contohnya matahari dan bintang. Sumber cahaya buatan merupakan sumber cahaya yang memancarkan cahaya karena dibuat oleh manusia, dan tidak tersedia setiap saat, contohnya lampu senter, lampu neon, dan lilin. Sebagaimana salah satu bentuk gelombang, cahaya memiliki sifat-sifat gelombang, diantaranya cahaya merambat lurus, cahaya dapat dipantulkan dan dapat dibiaskan. Tidak semua benda dapat menghalangi cahaya. Benda-benda bening bahkan dapat ditembus cahaya. Misalnya, kaca jendela rumah kita. Pantulan sinar matahari dapat masuk ke ruang tamu rumah kita sehingga ruang tamu tersebut menjadi terang, walaupun ketika itu lampu tidak dinyalakan. Benda-benda bening ini biasanya dinamakan benda transparans. Ada benda lain yang dapat meneruskan sebagian cahaya yang datang dan menyebarkan sebagian cahaya yang lainnya. Benda seperti ini dinamakan benda transluens atau benda tembus cahaya. Sifat cahaya lainnya yaitu cahaya dapat dipantulkan. Ketika cahaya mengenai permukaan yang datar dan licin, cahaya akan dipantulkan secara teratur, atau dinamakan pemantulan teratur. Misalnya, ketika cahaya mengenai sebuah cermin. Seseorang dapat
16 melihat bayangannya melalui sebuah cermin karena cahaya dipantulkan oleh cermin Cermin terbuat dari kaca yang salah satu permukaannya dilapisi dengan lembaran tipis aluminium atau perak. Cahaya yang mengenai cermin akan dipantulkan. Ada tiga jenis cermin, yaitu cermin datar,cekung, dan cembung. Cermin Datar Jenis cermin yang sering kamu gunakan untuk bercermin setiap pagi adalah sebuah cermin datar. Cermin datar adalah sepotong kaca datar yang dilapisi dengan bahan yang bersifat memantulkan cahaya pada salah satu permukaannya, bayangan tegak dan tidak terbalik, bagian kanan benda menjadi bagian kiri bayangan, dan bayangan mirip dengan benda asli. Cermin cekung adalah cermin yang bidang pantulnya melengkung kedalam seperti sendok bagian dalam. Cermin cekung bersifat mengumpulkan cahaya yang jatuh padanya (konvergen). Cermin cekung dapat membentuk bayangan nyata sebuah benda jika jarak benda cukup jauh dari cermin, dan sifat bayangan yang terbentuk adalah terbalik, nyata, dan diperkecil. Jika letaknya dekat dengan cermin, maka sifat bayangan yang terbentuk adalah tegak, semu (maya), dan diperbesar. Cermin cekung biasa digunakan sebagai reflector (benda yang memantulkan cahaya). Cennin cembung (konveks) adalah cermin yang bidang pantulnya melengkung ke luar, Cermin tersebut mempunyai sifat menyebarkan cahaya yang jatuh padanya (divergen). Cermin cembung sering digunakan pada kaca spion mobil atau sepeda motor untuk melihat kendaraan lain yang ada di belakang mobil tanpa menoleh ke belakang. Cermin cembung menghasilkan bayangan maya. tegak, dan diperkecil. 3. MASALAH ATAU KASUS YANG DITEMUKAN Mengapa jika kita melihat diri kita di sendok stainlees steel bayangan kita menjadi terbalik. 4. ALAT DAN BAHAN 1. Sendok stainlees steel 2. Penggaris 3. Pensil atau pulpen
17 5. PROSEDUR KERJA 1. Peganglah sendok dengan satu tangan secara vertikal dengan bagian belakang kepala sendok berjarak 30 cm dari wajah mu 2. Perhatikan bayangan wajah mu dalam sendok itu a) Bagaimana ukuran bayangan itu? b) Tegak atau terbalikkah bayangan wajah mu pada sendok itu? c) Apa sifat bayangan yang dapat kamu amati? 3. Baliklah sendok tersebut sehingga bagian dalam kepala sendok berjarak 30 cm dari wajahmu a) Bagaimana ukuran bayangan itu? b) Tegak atau terbalikkah bayangan wajah mu pada sendok c) Apa sifat bayangan yang dapat kamu amati?
18 BAB V GRAK LURUS BERATURAN 1. TUJUAN Untuk mengetahui konsep dasar jarak, kecepatan, percepatan, dan waktu. Untuk mengetahui hasil transformasi data ke dalam bentuk besaran jarak, kecepatan,percepatan, dan waktu. Untuk mengetahui hubungan antara jarak dan waktu Untuk mengetahui hubungan antara percepatan dan waktu Untuk mengetahui hubungan antara kelajuan dan waktu 2. DASAR TEORI DAN KASUS Teori ini dilakukan agar kita dapat mengetahui besar jarak dan perpindahan suatu materi, dapat menentukan besar kecepatan rata-rata dan kelajuan rata-rata yang dicapai suatu materi, dapat menganalisis grafik hubungan antara posisi dan waktu, serta dapat memahami karakteristik benda yang bergerak lurus beraturan. Sebuah benda dikatakan bergerak jika posisi benda tersebut mengalami pergerakan atau perubahan terhadap benda laiinya disekelilingnya. Jadi gerak adalah perubahan kedudukan atau posisi sebuah benda terhadap suatu titik acuan tertentu. Berdasarkan bentuk lintasanya gerak dibedakan menjadi dua, yaitu: 1. Gerak lurus, yaitu gerak yang lintasannya berupa garis lurus. 2. Gerak lengkung,yaitu gerak yang lintasanya berupa garis lengkung/tidak lurus. Dan tentunya dalam melakukan praktikum ini, kita mengaitkan dengan teori-teori yang ada yang diambil dari beberapa referensi. Suatu benda dikatakan bergerak apabila kedudukannya berubah terhadap suatu titik acuan tertentu. Perubahan letak benda dapat dilihat dengan membandingkan letak benda tersebut terhadap suatu titik acuannya. Apabila titik-titik yang
19 dilalui oleh suatu benda dihubungkan dengan garis, maka garis itu disebut lintasan. Jika lintasan tersebut berbentuk garis lurus, maka gerak benda disebut gerak lurus. Hasil dari percobaan ini, setiap kecepatan pada kegiatan satu sudah pasti berbeda dari tiap lintasan, karena semakin panjang lintasan (x) dan waktu yang diperlukan menandakan bahwa kecepatan yang dihasilkan semakin besar. Begitupun sebaliknya, jika semakin pendek lintasan (x) dan waktu yang diperlukan besar menandakan bahwa kecepatan yang dihasilkan semakin kecil. Hal ini menunjukkan bahwa kecepatan benda berbanding lurus dengan jarak yang dilaluli benda dan berbanding terbalik dengan waktu tempuh benda. Gerak lurus beraturan yang disingkat dengan GLB merupakan nama dari suatu gerak benda yang memiliki kecepatan beraturan. Tentu kita sudah bisa mengerti bahwa kecepatan beraturan adalah kecepatan yang besar dan arahnya tetap sehingga lintasannya pasti berupa garis lurus. 3. LANGKAH KERJA PROYEK 1. Identifikasi gerakan triker yang munkin sering kita lihat atau pengalaman sendiri 2. Rancanglah Proyek kerja dengan metode yang valid 3. Kerjakan proyek secara tim dengan bantuan dosen dalam membenahi tim proyek 4. Amati dan catatlah pada pergerakan power supley yang dinyalakan 5. Laporan hasil projek,dapat dimuat pada laporan praktikum atau artikel penelitian 6. Lakukan evaluasi untuk mendapatkan hasil yang maksimal 4. ALAT DAN BAHAN 1. Precesion metal rail 2. Trolly 3. Katrol 4. Stopwatch 5. Pita Kertas
20 6. Benang Ringan 7. Penggaris Panjang 8. Power supply 9. Beban 10. Kabel penghubung 5. PROSEDUR KERJA 1. alat percobaan di susun sesuai rangkaian 2. kedudukan trolley dan kertas pita diatur sehingga gesekan kertas pita terhadap tracker trimer sekecil mungkin 3. Gerakan triker trimer di atur agar penggetaran dapat di atur agar penggetar dapat menumbuk kertas carbon yang terletak di bawah nya dengan baik 4. power suplay di nyalakan, kemudian trolley di lepaskan sehingga pada pita kertas terdapat jejak titik. 5. di ukur secara berturut 6. di hitung selisih hasil pengukuran berturut turut pada percobaan. 7. di buat data dari hasil pengamatan dan hubungan grafik.
21 BAB VI TERMODINAMIKA 1. TUJUAN Ingin mengetahui dan menganalisis apakah panas, dingin, dan hangat termasuk suhu Ingin mengetahui dan menganalisis proses kesetimbagan termal 2. DASAR TEORI Termodinamika adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara energi dan kerja dari suatu sistem. Termodinamika hanya mempelajari besaran-besaran yang berskala besar (makroskopis) dari sistem yang dapat diamati dan diukur dalam eksperimen. Termodinamika juga dapat diartikansebagai ilmu yang menjelaskan kaitan antara besaran fisis tertentu yang menggambarkan sikap zatdi bawah pengaruh kalor. Termodinamika merupakan ilmu yang berlandaskan pada hasil-hasil eksperimen. Termodinamika didasarkan pada empat konsepsi empiris, yaitu: hukum ke nol, pertama (yang berkaitan dengan kerja suatu sistem), kedua, dan ketiga Termodinamika. Termodinamika merupakan ranting Fisika yang mempelajari hubungan antara kalor dan kerja. Adadua pendapat mengenai pemanfaatan Termodinamika. Versi pertama datang dari Fisikawan dan Kimiawan. Mereka lebih condong menggunakan Termodinamika untuk meramalkan dan menghubungkan berbagai sifat zat di bawah pengaruh kalor dan mengembangkan data termodinamis. Versi kedua berasal dari para Insinyur (Engineer). Mereka lebih condong menggunakan data termodinamis dan gagasan dasar ketetapan energi serta produksi entropi untuk menganalisis perilaku sistem yang kompleks. Secara umum Termodinamika dapat dimanfaatkan untuk: 1. Menjelaskan kerja beberapa sistem termodinamis. 2. Menjelaskan mengapa suatu sistem termodinamis tidak bekerja sesuai dengan yang
22 diharapkan. 3. Menjelaskan mengapa suatu sistem termodinamis sama sekali tidak mungkin dapat bekerja. 4. Landasan teoritis para Insinyur perencana dalam mendisain suatu sistem termodinamis; misalnya: motor bakar, pompa termal, motor roket, pusat pembangkit tenaga listrik, turbingas, mesin pendingin, kabel transmisi superkonduktor, LASER daya tinggi, dan mesin pemanas surya. Termodinamika memusatkan perhatiannya pada faham mengenai: 1. Ketetapan energi. 2. Ketetapan entropi, dalam arti, proses yang menghasilkan entropi mungkin dapat terjadi, namun proses yang menghapuskan entropi mustahil terjadi. 3. Entropi yang dapat digunakan untuk menentukan jumlah daya berguna maksimum yang dapat diperoleh dari berbagai sumber energi untuk melakukan kerja. Pada sistem di mana terjadi proses perubahan wujud atau pertukaran energi, termodinamika klasik tidak berhubungan dengan kinetika reaksi (kecepatan suatu proses reaksi berlangsung). Karena alasan ini, penggunaan istilah "termodinamika" biasanya merujuk pada termodinamika setimbang. Dengan hubungan ini, konsep utama dalam termodinamika adalah proses kuasistatik, yang diidealkan, proses "super pelan". Proses termodinamika bergantung-waktu dipelajari dalam termodinamika tak-setimbang. Karena termodinamika tidak berhubungan dengan konsep waktu, telah diusulkan bahwatermodinamika setimbang seharusnya dinamakan termostatik. Hukum termodinamika kebenarannya sangat umum, dan hukum-hukum ini tidak bergantung kepada rincian dari interaksiatau sistem yang diteliti. Ini berarti mereka dapat diterapkan ke sistem di mana seseorang tidak tahu apa pun kecual perimbangan transfer energi dan wujud di antara mereka dan lingkungan. Contohnya termasuk perkiraan Einstein tentang emisi spontan dalam abad ke-20 dan riset sekarang ini tentang termodinamika benda hitam.
23 Hukum termodinamika terbagi menjadi 3, yaitu: 1. Hukum ke-nol termodinamika mengungkapkan bahwa jika dua buah sistem setimbang termal dengan sistem ketiga maka keduanya juga setimbang termal satu dengan yang lain. Hukum ini dikenal pula sebagai hukum kesetimbangan termal. 2. Hukum Termodinamika I, atau Hukum Kekekalan Energi, menyatakan bahwa energi tidak dapat dibuat atau dihancurkan, di dalam sistem. Hukum Termodinamika I (Kekekalan Energi) terdiri dari: Isobarik (Tekanan tetap atau konstan), Isokhorik (Volume tetap atau konstan), Isotermik (Suhu tetap atau konstan) dan Adiabatik (sistem diisolasi agar tidak ada kalor yang keluar maupun masuk atau tidak terjadi pertukaran kalor) Hukum Termodinamika II, menyatakan bahwa entropi dari setiap sistem yang terisolasi cenderung meningkat. Sehingga, kalor mengalir spontan dari benda panas ke benda dingin. 3. KASUS 1. Apakah panas, dingin, dan hangat termaksuk suhu ? 2. Bagaimana proses kesetimbangan termal ? 4. ALAT DAN BAHAN A. ALAT Kompor Termometer Panci Gelas kaca B. BAHAN Es batu
24 Air 5. PROSEDUR KERJA a. Uji suhu (apasi nama yang pas untuk rumusan no 1) Cara kerja: 1) Tiga kelas kaca 2) Gelas pertaman di isi dengan air dingin (es batu), kedua di isi dengan air panas yang mendidih .ukur suhu es batu dan air panas 3) Campurlah es batu dengan air panas tersebut dalam suatu wadah dengan volume air yangdi sesuaikan 4) Ukur suhu campuran air tersebut dan amati apa yang terjadi. b. Kesetimbangan termal Cara Kerja: 1) Siapkan panci, kemudian masukkan es batu secukupnya. 2) Ukurlah suhu es batu tersebut menggunakan termometer celcius. 3) Panaskan es batu yang ada di panci tersebut dengan nyala api yang tidak terlalu besar. 4) Ukur suhu setelah dipanas