The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Ketidaktahuan masyarakat akan tempat pengungsian ini juga diakibatkan dengan tidak adanya rute jalur evakuasi bencana Gempa banjir. Oleh karena itu perlu adanya sebuah rancangan atau perencanaan sebelumnya dalam hal mengurangi kerugian yang dapat terjadi.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ibrahimsuleman, 2022-11-28 04:28:10

BUKU PEDOMAN SOP MITIGASI GEMPA BUMI DAN BANJIR

Ketidaktahuan masyarakat akan tempat pengungsian ini juga diakibatkan dengan tidak adanya rute jalur evakuasi bencana Gempa banjir. Oleh karena itu perlu adanya sebuah rancangan atau perencanaan sebelumnya dalam hal mengurangi kerugian yang dapat terjadi.

Keywords: #SOP #EBOOKGEMPA #EBOOKSOPBANJIR

2 Wilayah Tengah Kepala Dusun 1. B
d
W

2. M
w
m
E

3. M
m
m
e


Berkoordinasi 1. Berkoordinasi dengan 1. Handphone

dengan pihak wilayah hulu tentang level 2. HT

Wilayah Hulu curah hujan, ketinggian air 3. Speaker dan

Menginformasikan dan longsoran terkini. Kentongan

warga untuk 2. Menginstruksikan pada 4. Tandu

melakukan warga untuk melakukan 5. Tenda

Evakuasi. EVAKUASI ke tempat yang 6. Kendaraan

Membantu sudah disediakan. Pengangkut

masyarakat 3. Berkoordinasi dengan pihak 7. Tempat

melakukan terkait untuk membantu Evakuasi

evakuasi. warga melakukan

EVAKUASI dan saling

mengingatkan bahwa

kondisi curah hujan dan

level ketinggian air pada

level 3 dan

menginformasikan pada

masyarakat agar

melakukan EVAKUASI ke

tempat yang aman.

4. Melapor tentang kondisi

evakuasi masyarakat

28


3 Wilayah Hilir Kepala Dusun 1. B
d
w

2. M
P
p
k
s

3. M
w
m
E

4. M
m
m
e


Berkoordinasi 1. Berkoordinasi dengan 1. Alat Ukur

dengan pihak pihak Perkebunan wilayah ketinggian air

wilayah hulu hulu tentang level curah 2. Alat

Melakukan hujan, ketinggian air dan Komunikasi

Pengecekan Alat longsoran terkini. 3. Handphone

pengukur 2. Mengecek ketinggian air 4. HT

ketinggian air di sungai di alat pengukur 5. Speaker dan

sungai ketinggian air Kentongan

Menginformasikan 3. Menginstruksikan pada 6. Tandu

warga untuk warga untuk melakukan 7. Tenda

melakukan EVAKUASI ke tempat 8. Kendaraan

Evakuasi. yang sudah disediakan. Pengangkut

Membantu 4. Berkoordinasi dengan 9. Tempat

masyarakat pihak tertentu untuk Evakuasi

melakukan membantu warga

evakuasi. melakukan EVAKUASI

dan saling mengingatkan

bahwa kondisi curah

hujan dan level ketinggian

air pada level 3 dan

menginformasikan pada

masyarakat agar

29


4 Pihak Desa Kepala Desa 1. B
d
w

2. M
p
h

3. M
w


melakukan EVAKUASI ke

tempat yang aman.

5. Menginstruksikan kepada

pengurus masjid untuk

menyebarluaskan

informasi status

EVAKUASI kepada warga

dengan speaker dan

kentongan dan melakukan

segera evakuasi ke

tempat yang aman.

6. Melaporkan kepada

Kades tentang kondisi

evakuasi masyarakat.

Berkoordinasi 1. Berkoordinasi dengan 1. Alat Ujur
curah hujan
dengan pihak pihak wilayah Hulu tentang
2. Handphone
wilayah hulu level curah hujan, 3. HT

Mengecek alat ketinggian air dan

pengukur curah longsoran terkini.

hujan di balai desa 2. Mencatat laporan

Menginformasikan informasi yang masuk dari

warga untuk wilayah hulu, tengah dan

hilir.

30


m
E
M
m
m
e


melakukan 3. Mengecek kondisi curah
Evakuasi.
Membantu hujan dan
masyarakat
melakukan membandingkan curah
evakuasi.
hujan hulu dan hilir pada

alat pengukur curah hujan

dibalai desa

4. Menginstruksikan pada

satuan tugas di tingkat

desa sekretaris desa dan

bendahara desa

membantu warga

melakukan EVAKUASI dan

saling mengingatkan

bahwa kondisi curah hujan

dan level ketinggian air

pada level 3 dan

menginformasikan pada

masyarakat agar

melakukan EVAKUASI ke

tempat yang aman.

5. Melaporkan bahwa warga

melakukan EVAKUASI

kepada:

31


5 Pihak Kecamatan Camat 1. Be
de
te
cu

2. M
m
m
ev

3. M
ko


a. Kecamatan

b. Kabupaten

erkoordinasi 1. Berkoordinasi dengan Handphone dan

engan pihak desa pihak desa tentang HT

entang kondisi evakuasi masyarakat

uaca terkini. (Lokasi, jumlah, Alat Evakuasi :

Membantu kebutuhan) a. Tandu

masyarakat 2. Menyiapkan dan b. Tenda

melakukan menerjunkan personil c. Kendaraan

vakuasi serta mengaktifkan pos Pengangkut

Melaporkan bencana selama 24 jam

ondisi terkini. serta bersama dengan

Pihak Kecamatan untuk

membantu melakukan

evakuasi dengan

menggunakan sarana dan

prasarana seperti

kendaraan, tandu, dll dan

menyiapkan bantuan untuk

selama proses

pengungsian.

3. Melaporkan kondisi terkini

(level curah hujan dan

32


6 Pihak Kabupaten SATKORLAK PBP 1. Be
de
Ke
te
cu

2. M
m
m
ev

3. M
ko


ketinggian air pada level 3)

serta tentang kondisi

pengungsi.

erkoordinasi 1. Berkoordinasi dengan Handphone dan
HT
engan pihak Kepala Desa tentang

ecamatan evakuasi masyarakat

entang kondisi (lokasi, jumlah, dan

uaca terkini. kebutuhan).

Membantu 2. Membantu melakukan

masyarakat evakuasi dengan

melakukan menggunakan sarana

vakuasi dan prasarana dan

Melaporkan prasarana seperti

ondisi terkini. kendaraan, tandu, dll dan

menyiapkan bantuan

untuk selama proses

pengungsian.

3. Melaporkan kondisi

terkini (level curah hujan

dan ketinggian air pada

level 3) serta tentang

kondisi pengungsi Desa

kepada Bupati.

33


C. PENERAPAN METODE PEMULIHAN TRAUMA (TRAUMA HEALING) TERHADAP
KORBAN BENCANA BANJIR
Tujuan dari trauma healing yaitu untuk membangun kembali mental dan psikis
para korban pasca bencana banjir yang terjadi. Trauma healing sebaiknya
diterapkan pada anak-anak dan lansia (Farida, 2009). Trauma healing dapat
dilakukan dengan mengajak anak-anak korban bencana banjir untuk melakukan
aktifitas kegiatan belajar sambil bermain, hal ini untuk mengurangi rasa trauma
pada anak-anak korban bencana tersebut. Selain itu, dengan pemberian trauma
healing bertujuan agar anak-anak dapat melupakan kejadian bencana banjir
tersebut sehingga akan membuat mereka lebih siap dikemudian hari (Muhammad.
2019).
1. TRAUMA HEALING OLEH TENAGA KESEHATAN KEPERAWATAN
Kegiatan pemeriksaan Kesehatan dan Senam Kesehatan Kegiatan ini
sangat diperlukan bagi para korban bencana. Kegiatan pemeriksaan
kesehatan dibarengin dengan kegiatan konseling. Selain trauma healing
berguna untuk memotivasi para orang tua, trauma healing juga bisa dilakukan
dengan kegiatan senam bersama. Manfaat senam bersama dapat dirasakan
secara langsung oleh para korban seperti menghilangkan kesedihan.
2. TRAUMA HEALING OLEH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT
Permainan Ular Tangga Dengan Tema Pengenalan Buah Dan Sayur
merupakan gambaran pelaksanaan trauma healing dengan permainan ular
tangga. Anak- anak korban bencana banjir turut serta dalam permainan ini.
Pengenalan zat gizi dalam sayur dan buah dikenalkan kepada anak-anak yang
pada bangku sekolah dasar. Informasi mengenaiSelain diajarkan mengenai
pendidikan gizi, anak-anak juga diajarkan mengenai tentang sampah. Setiap
kotak berisi tentang informasi-informasi mengenai sampah dan ditambahkan
gambar yang menarik yang disesuaikan dengan kalimat yang ada di dalam
kotaknya.
3. TRAUMA HEALING OLEH TENAGA DOKTER
Kegiatan konseling dapat menumbuhkan rasa kebersamaan diantara
para korban bencana. Konseling dapat menghilangkan rasa ketakutan dan
kecemasan. Hasil akhir dari konseling diharapkan para korban lebih rileks dan
tenang serta merubah pola pikir orang tua terhadap kejadian bencana yang
menimpa mereka.

34


Mengetahui hal tersebut, masyarakat korban bencana bukan saja anak-
anak, orang dewasa juga membutuhkan trauma healing. Pada kegiatan trauma
healing ini berfokus pada kesehatan fisik, mental, dan sosial serta intelektual.
Terapi bermain dengan kegiatan yang berfokus pada peningkatan kompetisi
pada diri anak seperti bermain kelereng, bermain balon, bermain karet,
bermain ular tangga bertujuan agar anak mampu mengeksplorasi dan
menguasai sesuatu serta membangun kepercayaan dengan menunjukkan
bahwa anak yang sedang melakukan kerja dan menunjukkan kemajuan.
(Pramardika, et al. 2020).

35


https://anyflip.com/szeih/jabm/

E-BOOK SOP
RS LAPANGAN

Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas umum sering mengalami
gangguan fungsional maupun struktural akibat bencana internal (mis.,
kebakaran, gedung runtuh, dan keracunan) maupun bencana eksternal (mis.,
kehadiran pasien/korban dalam jumlah yang besar pada waktu hampir
bersamaan) sehingga rumah sakitpun menjadi lumpuh (kolaps). Selain itu,
dalam situasi dan kondisi bencana ataupun kedaruratan, diperlukan upaya
penguatan rumah sakit agar dapat berfungsi kembali untuk memberikan
jaminan pelayanan rujukan bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan
spesialistik.

Salah satu bentuk upaya penguatan pelayanan rujukan adalah melalui
pendirian Rumah Sakit Lapangan (RS lapangan) yang diharapkan mampu
mengembalikan fungsi rumah sakit sebagai pusat rujukan korban pada
situasi bencana.
1. PENGORGANISASIAN

Untuk dapat menjalankan fungsi secara baik tentunya diperlukan
pengorganisasian yang dijabarkan ke dalam bentuk organisasi dengan tugas
dan fungsi masing-masing bagian yang jelas. Demikian pula, mekanisme
koordinasi antar-bagian juga tergambar dengan jelas sehingga tidak
menimbulkan kesan yang tumpang tindih di dalam operasionalisasinya.

36


Bagan Struktur Organisasi Rumah Sakit Lapangan
KEPALA RS LAPANGAN

KOOR. PELAYANAN KOOR PENUNJANG KOOR. PELAYANAN
MEDIK DAN MEDIK UMUM

KEPERAWATAN

PJ UNIT GAWAT KEPALA RS LAPANGAN PJ UNIT ADMINISTRASI
DARURAT PJ UNIT RADIOLOGI KEHUMASAN DAN
KOMUNIKASI
PJ UNIT BEDAH DAN
ANESTESI PJ UNIT REKAM MEDIK

PJ UNIT RAWAT PJ UNIT FARMASI PJ UNIT PENGELOLAAN
INTENSIF PJ UNIT STERILISASI AIR BERSIH DAN
LIMBAH
PJ UNIT RAWAT INAP
PJ UNIT LAUNDRY DAN
PJ UNIT RAWAT JALAN CLEANING

PJ UNIT GIZI PJ UNIT TRANSPORTASI

PJ UNIT GUDANG

PJ UNIT KEAMANAN

PJ UNIT PENCAHAYAAN
DAN INSTALASI LISTRIK

37


2. PENDIRIAN TENDA RUMAH SAKIT LAPANGAN
Pendirian Rumah Sakit Lapangan (RS lapangan) di daerah bencana dapat

dilakukan dengan memperhatikan sarana dan fasilitas pendukung yang dapat
dimanfaatkan untuk mendukung operasionalisasi RS lapangan seperti
bangunan, listrik, air, dan MCK atau dengan mendirikan tenda di ruang terbuka.

Tahapan dalam pendirian RS lapangan, antara lain:
a. Menetapkan tata letak (site plan) RS lapangan berdasarkan prioritas.
b. Menyiapkan lokasi atau lahan untuk pendirian tenda serta sarana dan

fasilitas pendukung yang akan digunakan.
c. Mempersiapkan sistem drainase untuk menghindari genangan air.
d. Membersihkan permukaan lokasi pendirian tenda dari benda tajam yang

dapat merusak tenda, dan apabila permukaan tanah tidak datar harus
diratakan dahulu.
e. Menyiapkan pembatas (pagar) sebagai pengaman dan menetapkan
satu pintu masuk dan satu pintu keluar untuk membatasi keluar masuk
orang yang tidak berkepentingan.
f. Mendirikan tenda berikut secara berurutan sesuai prioritas.

Persyaratan:
a. Tenda UGD didirikan di tempat terdepan untuk memudahkan evakuasi
dan mobilisasi pasien.
b. Diupayakan dilengkapi dengan alat pendingin ruangan.
c. Sterilisasi ruang UGD harus tetap terjaga.
d. Selain petugas, tidak diperbolehkan membawa benda tajam ke dalam
tenda karena dapat merusak tenda balon.

3. PENYEDIAAN PRASARANA RUMAH SAKIT LAPANGAN
Beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam menyediakan prasarana RS

lapangan.
a. Alat Kesehatan (Alkes)
Tata laksana penggunaan alat kesehatan, antara lain:
1) Alkes ditempatkan di dalam tenda sesuai dengan jenis pelayanan
yang akan dilaksanakan.
2) Semua alkes dirakit, dipasang, dan diuji-fungsikan untuk memastikan
kelayakannya.
3) Pencatatan dilakukan terhadap semua alat kesehatan yang telah
ditempatkan di semua tenda maupun perpindahan alat tersebut.
b. Prasarana Radio Komunikasi

38


Perlengkapan dan peralatan radio komunikasi terdiri dari:
1) Perangkat Rig, HT, baterei, power supply.
2) Antena, dilengkapi penangkal petir sederhana.
3) Perangkat Rig dan HT setidaknya dual band (VHF dan UHF).
4) Sebaiknya dipilih perangkat yang tahan cuaca (weatherproof).
c. Pembangkit Daya Listrik (Generator Set)
Persyaratan yang perlu diperhatikan untuk pembangkit listrik atau
generator set (genset), antara lain:
1) Penempatannya jauh dari tenda pelayanan.
2) Dilengkapi dengan unit jaringan listrik (panel, kabel, stopkontak,

saklar), dan grounding (sistem pembumian) pada titik-titik tertentu.
d. Prasarana Penerangan

Persyaratan untuk prasarana air bersih, antara lain:
1) Letak sumber air bersih berdekatan dengan lokasi pendirian RS

lapangan dan terhindar dari pencemaran.
2) Penyediaan air bersih dapat memanfaatkan pasokan air dari PDAM,

jika tidak memungkinkan dapat memanfaatkan sumber air bersih
yang ada, misalnya, air sumur, air sungai, dsb.
3) Untuk keperluan bedah, bila memungkinkan, air yang telah diolah
dapat disaring kembali dengan catridge filter dan didesinfeksi dengan
menggunakan ultra violet (UV).
4) Kebutuhan air minimal 100 liter/pasien/hari (ICRC).
5) Sanitarian atau penanggung jawab yang ditunjuk melakukan
pemeriksaan kualitas air secara berkala untuk mengukur kadar sisa
klor (bila menggunakan desinfektan kaporit), pH, dan kekeruhan
pada titik/tempat yang dicurigai rawan kontaminasi.
6) Apabila dalam pemeriksaan kualitas air, hasilnya tidak memenuhi
syarat dan terdapat parameter yang menyimpang, maka harus
dilakukan pengolahan.

39


4. AKTIVITAS PEMELIHARAAN YANG DILAKUKAN DI

KEGIATAN BARANG UMUM
Pembersihan Linen: dibersihkan dengan
deterjen Plastik: dibersihkan
dengan deterjen.

Inventarisasi Sesuaikan daftar barang keluar
Pengemasan dengan daftar barang kembali.
Pengepakan Susun laporan barang terpakai,
rusak, atau hilang.
Kembalikan barang umum ke
tempatnya semula (sesuai nomor
modul).

Masukkan ke boks. Kunci boks.
Tempel daftar inventarisasi
terbaru


RUMAH SAKIT LAPANGAN

TENDA INSTRUMEN

Setelah selesai operasional RS Sterilisasi terhadap alat operasi,

Lapangan dibersihkan dengan minor, mayor dll dengan

karbon bercampur air. merendamnya dalam cairan

vikron selama 30 menit.

Saat tenda digunakan Dibersihkan dengan lap kain

pembersihan dilakukan dengan

menggunakan kain lap basah.

Dicuci dengan deterjen.

Dikeringkan.

Sesuaikan daftar barang keluar Sesuaikan daftar barang keluar

dengan daftar barang kembali. dengan daftar barang kembali.

Susun laporan barang terpakai, Susun laporan barang terpakai,

rusak, atau hilang. rusak, atau hilang

Lipat tenda sesuai jenisnya. Kembalikan alkes ke tempatnya

Kembalikan tenda ke tempatnya semula (sesuai nomor modul).

semula (sesuai nomor modul). Untuk alkes berukuran kecil,

kembalikan ke tray semula.

Masukkan ke boks. Kunci boks. Masukkan ke boks. Kunci boks.

Tempel daftar inventarisasi Tempel daftar inventarisasi

terbaru. terbaru.

40


Penyimpanan Disimpan sesuai jenis barangnya.
Tempat penyimpanan tidak boleh
lembab. Lantai harus dialasi
dengan pallet/tatakan kayu


Disimpan sesuai jenis barangnya Disimpan sesuai jenis barangnya.

Tempat penyimpanan tidak boleh Tempat penyimpanan tidak boleh

lembab. Lantai harus dialasi lembab. Lantai harus dialasi

dengan pallet/tatakan kayu. dengan pallet/tatakan kayu.

41


5. KARTU INVENTARIS RUMASH SAKIT LAPANGAN

Kartu Inventaris Rumah Sakit Lapangan

Tenda : …………………………………..

Nama Kondisi
No Merk/type Jumlah Keterangan

Barang B RR RB

Koordinator Nama, Tempat, Tanggal, Bulan, Tahun
Penanggung Jawab

……………………………….. ……………………………….

Mengetahui
Kepala RS Lapangan

……………………………….

42


6. Obat-Obatan Pelayanan Kesehatan Dasar

OBAT-OBATAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR

ANTIBIOTIK OBAT INJEKSI

Amoksisilin tablet 500 mg Diazepam injeksi

Amoksisilin sirup 125 mg/5 ml Tramadol 100 mg injeksi

Kotrimoksasol tablet dewasa 480 mg Difenhidramin injeksi

Kotrimoksasol tablet pediatrik 120 mg Aminofilin injeksi

Kotrimoksasol sirup Ciprofloksasin tablet Deksametason injeksi

500 mg Metronidazol tablet 250 mg Vit K injeksi

Tetrasiklin tablet 500 mg Ranitidin injeksi

Doksisiklin tablet 100 mg Baralgin injeksi

Eritomisin tablet 500 mg Buscopan injeksi

Eritromisin sirup Furosemid injeksi

Metoklopramid injeksi

SIMPTOMATIK Adrenalin injeksi

Paracetamol tablet 500 mg Transamin injeksi

Paracetamol sirup 120 mg/5 ml Cyanocobalamin (Vit B12) injeksi

Asam Mefenamat tablet 500 mg Chlorpromazin injeksi

Chlorpheniramin Maleat tablet 4 mg

Dexamethason tablet 0,5 mg ANTIBIOTIK INJEKSI

Prednison tablet 5 mg Ceftriakson 1 gr injeksi

Antasid DOEN tablet Cefazolin 1 gr injeksi

Cimetidin tablet 200 mg Cefotaksim 1gr injeksi

Ranitidin tablet 150 mg Gentamisin injeksi

Dextromethorpan tablet 15 mg Kanamisin injeksi

Gliseril Guaiakolat tablet 20 mg

Efedrin tablet 15 mg VITAMIN DAN MINERAL

Ambroksol tablet 30 mg Vitamin C tablet

Salbutamol tablet 2 mg Vitamin B1 tablet

Vitamin B6 tablet

Vitamin B Kompleks tablet

OBAT ANTIHIPERTENSI Sulfas ferosus

Captopril tablet 12,5 mg, 25 mg Kalk tablet (kalsium)

Nifedipin tablet 10 mg Sirup Multivitamin anak

Furosemid tablet 40 mg

Hidrochlortiazid tablet OBAT CACING

Aminofilin tablet 200 mg Mebendazole tablet 100 mg

Diazepam tablet 2 mg Pirantel Pamoat 250 mg

Phenobarbital tablet 30 mg

Loratadin tablet 10 mg OBAT KULIT

Metoklopramid tablet 5 mg Salep Hidrokortison 2,5%

Domperidon tablet 10 mg Salep Betametason

Obat Batuk Hitam Salep Miconazol (anti-jamur)

Antalgin tablet 500 mg Salep Anti-Fungi DOEN

Papaverin tablet Salep 2-4

Ekstrak Belladona tablet Salep kulit oxytetracyclin 3%

Spasminal tablet Salep Silver Sulfadiazin (luka bakar)

Omeprazol tablet Salep kulit Kloramfenikol

Benzyl Benzoat (anti-skabies)

43


OBAT TELINGA Scabisid cream
Tetes Telinga Chloramphenicol Salisil Talk
(Erlamicetin)
OBAT REMATIK/ARTRITIS
OBAT MATA Piroksikam tablet 10 mg, 20 mg
Salep Mata Oksitetrasiklin Natrium diklofenak tablet 50 mg
Tetes mata Chloramphenicol Allopurinol tablet 100 mg
(Erlamicetin) Ibuprofen tablet 200 mg
Tetes mata Cendo Xitrol Meloxicam tablet 15 mg

ANTI MALARIA OBAT MIGRAIN
Primaquin tablet Ergotamin Caffein tablet
Artemisin tablet
Kina injeksi OBAT JANTUNG
Metronidazol inj 500 mg drip Digoksin tablet
ISDN tablet
Aspilet tablet

ANTI-DIARE
Loperamid tablet 2 mg
Neo diatab tablet
Kaotin sirup (Kaolin Pektin)

ANTI-JAMUR
Griseofulvin tablet
Ketoconazole tablet 200 mg
Nistatin tablet

CAIRAN INFUS
Ringer Laktat
NaCl 0,9%
Dextrose 5%
Dextrose 10%
Aseringe

OBAT LUAR
Povidon iodin
Rivanol
H202

44


7. KARTU STOK PENCATATAN DAN PENERIMAAN OBAT

KARTU STOK

JENIS OBAT : …………………………………………………………………

KEMASAN : …………………………………………………………………

ISI KEMASAN : …………………………………………………………………

SATUAN : …………………………………………………………………

SUMBER DANA : PUSAT / ASKES / PROGRAM / DAU PROVINSI DAU KAB /KOTA /
LAIN

TGL DOKUMEN DARI/KEPADA NO. KADALUARSA PENERIMAAN PENGELUARAN SISA PARAF
BATCH/NO. STOK
12 3 56 7 9
LOT 8

4

45


Baldatun Muhammad, Manajemen Relawan Tim Psikososial Pendamping Anak
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), skripsi tidak diterbitkan,
(Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2019).

Indryana Farida, Aktivitas Rumah Ceria Anak Yogya dalam Mengatasi Trauma Anak-
anak Korban Gempa Bumi di Pagergunung 2 Sitimulyo Piyungan Bantul
Yogyakarta, skripsi tidak diterbitkan, (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2009).

Nugroho A.C. 2007. Kajian Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Mengantisipasi
Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Nias Selatan. MPBI-UNESCO. 2-20 April
2007Parker (1992)

Pramardika, Dhito Dwi, dkk. 2020. Pengaruh Terapi Bermain Terhadap Trauma
Healing Pada Anak Korban Bencana Alam. Faletehan Health Journal Vol 7 No2.
Hh 85-91

Susanto and Putranto. (2016). Analisis Level Kesiapan Warga menghadapi Potensi
Bencana Longsor Kota Semarang, Unpublished

46


Buku Pedoman ini memberikan Penjelasan mengenai Standar Operasional Prosedur
Mata Kuliah Keperawatan Bencana yang terdiri dari SOP Mitigasi Bencana Gempa
Bumi, Bencana Banjir, dan Pembuatan Rumah Sakit Lapangan.
Kepada semua pihak dalam tim teaching mata kuliah Keperawatan Bencana yang
telah mendukung dan memberikan masukan dalam penyusunan buku ini diucapkan
terima kasih.
Harapan kita semua agar proses pembelajaran di Jurusan Keperawatan Universitas
Negeri Gorontalo dapat berjalan dengan lancar.

47


Click to View FlipBook Version