2 Wilayah Tengah Kepala Dusun 1. B
d
W
2. M
w
m
E
3. M
m
m
e
Berkoordinasi 1. Berkoordinasi dengan 1. Handphone
dengan pihak wilayah hulu tentang level 2. HT
Wilayah Hulu curah hujan, ketinggian air 3. Speaker dan
Menginformasikan dan longsoran terkini. Kentongan
warga untuk 2. Menginstruksikan pada 4. Tandu
melakukan warga untuk melakukan 5. Tenda
Evakuasi. EVAKUASI ke tempat yang 6. Kendaraan
Membantu sudah disediakan. Pengangkut
masyarakat 3. Berkoordinasi dengan pihak 7. Tempat
melakukan terkait untuk membantu Evakuasi
evakuasi. warga melakukan
EVAKUASI dan saling
mengingatkan bahwa
kondisi curah hujan dan
level ketinggian air pada
level 3 dan
menginformasikan pada
masyarakat agar
melakukan EVAKUASI ke
tempat yang aman.
4. Melapor tentang kondisi
evakuasi masyarakat
28
3 Wilayah Hilir Kepala Dusun 1. B
d
w
2. M
P
p
k
s
3. M
w
m
E
4. M
m
m
e
Berkoordinasi 1. Berkoordinasi dengan 1. Alat Ukur
dengan pihak pihak Perkebunan wilayah ketinggian air
wilayah hulu hulu tentang level curah 2. Alat
Melakukan hujan, ketinggian air dan Komunikasi
Pengecekan Alat longsoran terkini. 3. Handphone
pengukur 2. Mengecek ketinggian air 4. HT
ketinggian air di sungai di alat pengukur 5. Speaker dan
sungai ketinggian air Kentongan
Menginformasikan 3. Menginstruksikan pada 6. Tandu
warga untuk warga untuk melakukan 7. Tenda
melakukan EVAKUASI ke tempat 8. Kendaraan
Evakuasi. yang sudah disediakan. Pengangkut
Membantu 4. Berkoordinasi dengan 9. Tempat
masyarakat pihak tertentu untuk Evakuasi
melakukan membantu warga
evakuasi. melakukan EVAKUASI
dan saling mengingatkan
bahwa kondisi curah
hujan dan level ketinggian
air pada level 3 dan
menginformasikan pada
masyarakat agar
29
4 Pihak Desa Kepala Desa 1. B
d
w
2. M
p
h
3. M
w
melakukan EVAKUASI ke
tempat yang aman.
5. Menginstruksikan kepada
pengurus masjid untuk
menyebarluaskan
informasi status
EVAKUASI kepada warga
dengan speaker dan
kentongan dan melakukan
segera evakuasi ke
tempat yang aman.
6. Melaporkan kepada
Kades tentang kondisi
evakuasi masyarakat.
Berkoordinasi 1. Berkoordinasi dengan 1. Alat Ujur
curah hujan
dengan pihak pihak wilayah Hulu tentang
2. Handphone
wilayah hulu level curah hujan, 3. HT
Mengecek alat ketinggian air dan
pengukur curah longsoran terkini.
hujan di balai desa 2. Mencatat laporan
Menginformasikan informasi yang masuk dari
warga untuk wilayah hulu, tengah dan
hilir.
30
m
E
M
m
m
e
melakukan 3. Mengecek kondisi curah
Evakuasi.
Membantu hujan dan
masyarakat
melakukan membandingkan curah
evakuasi.
hujan hulu dan hilir pada
alat pengukur curah hujan
dibalai desa
4. Menginstruksikan pada
satuan tugas di tingkat
desa sekretaris desa dan
bendahara desa
membantu warga
melakukan EVAKUASI dan
saling mengingatkan
bahwa kondisi curah hujan
dan level ketinggian air
pada level 3 dan
menginformasikan pada
masyarakat agar
melakukan EVAKUASI ke
tempat yang aman.
5. Melaporkan bahwa warga
melakukan EVAKUASI
kepada:
31
5 Pihak Kecamatan Camat 1. Be
de
te
cu
2. M
m
m
ev
3. M
ko
a. Kecamatan
b. Kabupaten
erkoordinasi 1. Berkoordinasi dengan Handphone dan
engan pihak desa pihak desa tentang HT
entang kondisi evakuasi masyarakat
uaca terkini. (Lokasi, jumlah, Alat Evakuasi :
Membantu kebutuhan) a. Tandu
masyarakat 2. Menyiapkan dan b. Tenda
melakukan menerjunkan personil c. Kendaraan
vakuasi serta mengaktifkan pos Pengangkut
Melaporkan bencana selama 24 jam
ondisi terkini. serta bersama dengan
Pihak Kecamatan untuk
membantu melakukan
evakuasi dengan
menggunakan sarana dan
prasarana seperti
kendaraan, tandu, dll dan
menyiapkan bantuan untuk
selama proses
pengungsian.
3. Melaporkan kondisi terkini
(level curah hujan dan
32
6 Pihak Kabupaten SATKORLAK PBP 1. Be
de
Ke
te
cu
2. M
m
m
ev
3. M
ko
ketinggian air pada level 3)
serta tentang kondisi
pengungsi.
erkoordinasi 1. Berkoordinasi dengan Handphone dan
HT
engan pihak Kepala Desa tentang
ecamatan evakuasi masyarakat
entang kondisi (lokasi, jumlah, dan
uaca terkini. kebutuhan).
Membantu 2. Membantu melakukan
masyarakat evakuasi dengan
melakukan menggunakan sarana
vakuasi dan prasarana dan
Melaporkan prasarana seperti
ondisi terkini. kendaraan, tandu, dll dan
menyiapkan bantuan
untuk selama proses
pengungsian.
3. Melaporkan kondisi
terkini (level curah hujan
dan ketinggian air pada
level 3) serta tentang
kondisi pengungsi Desa
kepada Bupati.
33
C. PENERAPAN METODE PEMULIHAN TRAUMA (TRAUMA HEALING) TERHADAP
KORBAN BENCANA BANJIR
Tujuan dari trauma healing yaitu untuk membangun kembali mental dan psikis
para korban pasca bencana banjir yang terjadi. Trauma healing sebaiknya
diterapkan pada anak-anak dan lansia (Farida, 2009). Trauma healing dapat
dilakukan dengan mengajak anak-anak korban bencana banjir untuk melakukan
aktifitas kegiatan belajar sambil bermain, hal ini untuk mengurangi rasa trauma
pada anak-anak korban bencana tersebut. Selain itu, dengan pemberian trauma
healing bertujuan agar anak-anak dapat melupakan kejadian bencana banjir
tersebut sehingga akan membuat mereka lebih siap dikemudian hari (Muhammad.
2019).
1. TRAUMA HEALING OLEH TENAGA KESEHATAN KEPERAWATAN
Kegiatan pemeriksaan Kesehatan dan Senam Kesehatan Kegiatan ini
sangat diperlukan bagi para korban bencana. Kegiatan pemeriksaan
kesehatan dibarengin dengan kegiatan konseling. Selain trauma healing
berguna untuk memotivasi para orang tua, trauma healing juga bisa dilakukan
dengan kegiatan senam bersama. Manfaat senam bersama dapat dirasakan
secara langsung oleh para korban seperti menghilangkan kesedihan.
2. TRAUMA HEALING OLEH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT
Permainan Ular Tangga Dengan Tema Pengenalan Buah Dan Sayur
merupakan gambaran pelaksanaan trauma healing dengan permainan ular
tangga. Anak- anak korban bencana banjir turut serta dalam permainan ini.
Pengenalan zat gizi dalam sayur dan buah dikenalkan kepada anak-anak yang
pada bangku sekolah dasar. Informasi mengenaiSelain diajarkan mengenai
pendidikan gizi, anak-anak juga diajarkan mengenai tentang sampah. Setiap
kotak berisi tentang informasi-informasi mengenai sampah dan ditambahkan
gambar yang menarik yang disesuaikan dengan kalimat yang ada di dalam
kotaknya.
3. TRAUMA HEALING OLEH TENAGA DOKTER
Kegiatan konseling dapat menumbuhkan rasa kebersamaan diantara
para korban bencana. Konseling dapat menghilangkan rasa ketakutan dan
kecemasan. Hasil akhir dari konseling diharapkan para korban lebih rileks dan
tenang serta merubah pola pikir orang tua terhadap kejadian bencana yang
menimpa mereka.
34
Mengetahui hal tersebut, masyarakat korban bencana bukan saja anak-
anak, orang dewasa juga membutuhkan trauma healing. Pada kegiatan trauma
healing ini berfokus pada kesehatan fisik, mental, dan sosial serta intelektual.
Terapi bermain dengan kegiatan yang berfokus pada peningkatan kompetisi
pada diri anak seperti bermain kelereng, bermain balon, bermain karet,
bermain ular tangga bertujuan agar anak mampu mengeksplorasi dan
menguasai sesuatu serta membangun kepercayaan dengan menunjukkan
bahwa anak yang sedang melakukan kerja dan menunjukkan kemajuan.
(Pramardika, et al. 2020).
35
https://anyflip.com/szeih/jabm/
E-BOOK SOP
RS LAPANGAN
Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas umum sering mengalami
gangguan fungsional maupun struktural akibat bencana internal (mis.,
kebakaran, gedung runtuh, dan keracunan) maupun bencana eksternal (mis.,
kehadiran pasien/korban dalam jumlah yang besar pada waktu hampir
bersamaan) sehingga rumah sakitpun menjadi lumpuh (kolaps). Selain itu,
dalam situasi dan kondisi bencana ataupun kedaruratan, diperlukan upaya
penguatan rumah sakit agar dapat berfungsi kembali untuk memberikan
jaminan pelayanan rujukan bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan
spesialistik.
Salah satu bentuk upaya penguatan pelayanan rujukan adalah melalui
pendirian Rumah Sakit Lapangan (RS lapangan) yang diharapkan mampu
mengembalikan fungsi rumah sakit sebagai pusat rujukan korban pada
situasi bencana.
1. PENGORGANISASIAN
Untuk dapat menjalankan fungsi secara baik tentunya diperlukan
pengorganisasian yang dijabarkan ke dalam bentuk organisasi dengan tugas
dan fungsi masing-masing bagian yang jelas. Demikian pula, mekanisme
koordinasi antar-bagian juga tergambar dengan jelas sehingga tidak
menimbulkan kesan yang tumpang tindih di dalam operasionalisasinya.
36
Bagan Struktur Organisasi Rumah Sakit Lapangan
KEPALA RS LAPANGAN
KOOR. PELAYANAN KOOR PENUNJANG KOOR. PELAYANAN
MEDIK DAN MEDIK UMUM
KEPERAWATAN
PJ UNIT GAWAT KEPALA RS LAPANGAN PJ UNIT ADMINISTRASI
DARURAT PJ UNIT RADIOLOGI KEHUMASAN DAN
KOMUNIKASI
PJ UNIT BEDAH DAN
ANESTESI PJ UNIT REKAM MEDIK
PJ UNIT RAWAT PJ UNIT FARMASI PJ UNIT PENGELOLAAN
INTENSIF PJ UNIT STERILISASI AIR BERSIH DAN
LIMBAH
PJ UNIT RAWAT INAP
PJ UNIT LAUNDRY DAN
PJ UNIT RAWAT JALAN CLEANING
PJ UNIT GIZI PJ UNIT TRANSPORTASI
PJ UNIT GUDANG
PJ UNIT KEAMANAN
PJ UNIT PENCAHAYAAN
DAN INSTALASI LISTRIK
37
2. PENDIRIAN TENDA RUMAH SAKIT LAPANGAN
Pendirian Rumah Sakit Lapangan (RS lapangan) di daerah bencana dapat
dilakukan dengan memperhatikan sarana dan fasilitas pendukung yang dapat
dimanfaatkan untuk mendukung operasionalisasi RS lapangan seperti
bangunan, listrik, air, dan MCK atau dengan mendirikan tenda di ruang terbuka.
Tahapan dalam pendirian RS lapangan, antara lain:
a. Menetapkan tata letak (site plan) RS lapangan berdasarkan prioritas.
b. Menyiapkan lokasi atau lahan untuk pendirian tenda serta sarana dan
fasilitas pendukung yang akan digunakan.
c. Mempersiapkan sistem drainase untuk menghindari genangan air.
d. Membersihkan permukaan lokasi pendirian tenda dari benda tajam yang
dapat merusak tenda, dan apabila permukaan tanah tidak datar harus
diratakan dahulu.
e. Menyiapkan pembatas (pagar) sebagai pengaman dan menetapkan
satu pintu masuk dan satu pintu keluar untuk membatasi keluar masuk
orang yang tidak berkepentingan.
f. Mendirikan tenda berikut secara berurutan sesuai prioritas.
Persyaratan:
a. Tenda UGD didirikan di tempat terdepan untuk memudahkan evakuasi
dan mobilisasi pasien.
b. Diupayakan dilengkapi dengan alat pendingin ruangan.
c. Sterilisasi ruang UGD harus tetap terjaga.
d. Selain petugas, tidak diperbolehkan membawa benda tajam ke dalam
tenda karena dapat merusak tenda balon.
3. PENYEDIAAN PRASARANA RUMAH SAKIT LAPANGAN
Beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam menyediakan prasarana RS
lapangan.
a. Alat Kesehatan (Alkes)
Tata laksana penggunaan alat kesehatan, antara lain:
1) Alkes ditempatkan di dalam tenda sesuai dengan jenis pelayanan
yang akan dilaksanakan.
2) Semua alkes dirakit, dipasang, dan diuji-fungsikan untuk memastikan
kelayakannya.
3) Pencatatan dilakukan terhadap semua alat kesehatan yang telah
ditempatkan di semua tenda maupun perpindahan alat tersebut.
b. Prasarana Radio Komunikasi
38
Perlengkapan dan peralatan radio komunikasi terdiri dari:
1) Perangkat Rig, HT, baterei, power supply.
2) Antena, dilengkapi penangkal petir sederhana.
3) Perangkat Rig dan HT setidaknya dual band (VHF dan UHF).
4) Sebaiknya dipilih perangkat yang tahan cuaca (weatherproof).
c. Pembangkit Daya Listrik (Generator Set)
Persyaratan yang perlu diperhatikan untuk pembangkit listrik atau
generator set (genset), antara lain:
1) Penempatannya jauh dari tenda pelayanan.
2) Dilengkapi dengan unit jaringan listrik (panel, kabel, stopkontak,
saklar), dan grounding (sistem pembumian) pada titik-titik tertentu.
d. Prasarana Penerangan
Persyaratan untuk prasarana air bersih, antara lain:
1) Letak sumber air bersih berdekatan dengan lokasi pendirian RS
lapangan dan terhindar dari pencemaran.
2) Penyediaan air bersih dapat memanfaatkan pasokan air dari PDAM,
jika tidak memungkinkan dapat memanfaatkan sumber air bersih
yang ada, misalnya, air sumur, air sungai, dsb.
3) Untuk keperluan bedah, bila memungkinkan, air yang telah diolah
dapat disaring kembali dengan catridge filter dan didesinfeksi dengan
menggunakan ultra violet (UV).
4) Kebutuhan air minimal 100 liter/pasien/hari (ICRC).
5) Sanitarian atau penanggung jawab yang ditunjuk melakukan
pemeriksaan kualitas air secara berkala untuk mengukur kadar sisa
klor (bila menggunakan desinfektan kaporit), pH, dan kekeruhan
pada titik/tempat yang dicurigai rawan kontaminasi.
6) Apabila dalam pemeriksaan kualitas air, hasilnya tidak memenuhi
syarat dan terdapat parameter yang menyimpang, maka harus
dilakukan pengolahan.
39
4. AKTIVITAS PEMELIHARAAN YANG DILAKUKAN DI
KEGIATAN BARANG UMUM
Pembersihan Linen: dibersihkan dengan
deterjen Plastik: dibersihkan
dengan deterjen.
Inventarisasi Sesuaikan daftar barang keluar
Pengemasan dengan daftar barang kembali.
Pengepakan Susun laporan barang terpakai,
rusak, atau hilang.
Kembalikan barang umum ke
tempatnya semula (sesuai nomor
modul).
Masukkan ke boks. Kunci boks.
Tempel daftar inventarisasi
terbaru
RUMAH SAKIT LAPANGAN
TENDA INSTRUMEN
Setelah selesai operasional RS Sterilisasi terhadap alat operasi,
Lapangan dibersihkan dengan minor, mayor dll dengan
karbon bercampur air. merendamnya dalam cairan
vikron selama 30 menit.
Saat tenda digunakan Dibersihkan dengan lap kain
pembersihan dilakukan dengan
menggunakan kain lap basah.
Dicuci dengan deterjen.
Dikeringkan.
Sesuaikan daftar barang keluar Sesuaikan daftar barang keluar
dengan daftar barang kembali. dengan daftar barang kembali.
Susun laporan barang terpakai, Susun laporan barang terpakai,
rusak, atau hilang. rusak, atau hilang
Lipat tenda sesuai jenisnya. Kembalikan alkes ke tempatnya
Kembalikan tenda ke tempatnya semula (sesuai nomor modul).
semula (sesuai nomor modul). Untuk alkes berukuran kecil,
kembalikan ke tray semula.
Masukkan ke boks. Kunci boks. Masukkan ke boks. Kunci boks.
Tempel daftar inventarisasi Tempel daftar inventarisasi
terbaru. terbaru.
40
Penyimpanan Disimpan sesuai jenis barangnya.
Tempat penyimpanan tidak boleh
lembab. Lantai harus dialasi
dengan pallet/tatakan kayu
Disimpan sesuai jenis barangnya Disimpan sesuai jenis barangnya.
Tempat penyimpanan tidak boleh Tempat penyimpanan tidak boleh
lembab. Lantai harus dialasi lembab. Lantai harus dialasi
dengan pallet/tatakan kayu. dengan pallet/tatakan kayu.
41
5. KARTU INVENTARIS RUMASH SAKIT LAPANGAN
Kartu Inventaris Rumah Sakit Lapangan
Tenda : …………………………………..
Nama Kondisi
No Merk/type Jumlah Keterangan
Barang B RR RB
Koordinator Nama, Tempat, Tanggal, Bulan, Tahun
Penanggung Jawab
……………………………….. ……………………………….
Mengetahui
Kepala RS Lapangan
……………………………….
42
6. Obat-Obatan Pelayanan Kesehatan Dasar
OBAT-OBATAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR
ANTIBIOTIK OBAT INJEKSI
Amoksisilin tablet 500 mg Diazepam injeksi
Amoksisilin sirup 125 mg/5 ml Tramadol 100 mg injeksi
Kotrimoksasol tablet dewasa 480 mg Difenhidramin injeksi
Kotrimoksasol tablet pediatrik 120 mg Aminofilin injeksi
Kotrimoksasol sirup Ciprofloksasin tablet Deksametason injeksi
500 mg Metronidazol tablet 250 mg Vit K injeksi
Tetrasiklin tablet 500 mg Ranitidin injeksi
Doksisiklin tablet 100 mg Baralgin injeksi
Eritomisin tablet 500 mg Buscopan injeksi
Eritromisin sirup Furosemid injeksi
Metoklopramid injeksi
SIMPTOMATIK Adrenalin injeksi
Paracetamol tablet 500 mg Transamin injeksi
Paracetamol sirup 120 mg/5 ml Cyanocobalamin (Vit B12) injeksi
Asam Mefenamat tablet 500 mg Chlorpromazin injeksi
Chlorpheniramin Maleat tablet 4 mg
Dexamethason tablet 0,5 mg ANTIBIOTIK INJEKSI
Prednison tablet 5 mg Ceftriakson 1 gr injeksi
Antasid DOEN tablet Cefazolin 1 gr injeksi
Cimetidin tablet 200 mg Cefotaksim 1gr injeksi
Ranitidin tablet 150 mg Gentamisin injeksi
Dextromethorpan tablet 15 mg Kanamisin injeksi
Gliseril Guaiakolat tablet 20 mg
Efedrin tablet 15 mg VITAMIN DAN MINERAL
Ambroksol tablet 30 mg Vitamin C tablet
Salbutamol tablet 2 mg Vitamin B1 tablet
Vitamin B6 tablet
Vitamin B Kompleks tablet
OBAT ANTIHIPERTENSI Sulfas ferosus
Captopril tablet 12,5 mg, 25 mg Kalk tablet (kalsium)
Nifedipin tablet 10 mg Sirup Multivitamin anak
Furosemid tablet 40 mg
Hidrochlortiazid tablet OBAT CACING
Aminofilin tablet 200 mg Mebendazole tablet 100 mg
Diazepam tablet 2 mg Pirantel Pamoat 250 mg
Phenobarbital tablet 30 mg
Loratadin tablet 10 mg OBAT KULIT
Metoklopramid tablet 5 mg Salep Hidrokortison 2,5%
Domperidon tablet 10 mg Salep Betametason
Obat Batuk Hitam Salep Miconazol (anti-jamur)
Antalgin tablet 500 mg Salep Anti-Fungi DOEN
Papaverin tablet Salep 2-4
Ekstrak Belladona tablet Salep kulit oxytetracyclin 3%
Spasminal tablet Salep Silver Sulfadiazin (luka bakar)
Omeprazol tablet Salep kulit Kloramfenikol
Benzyl Benzoat (anti-skabies)
43
OBAT TELINGA Scabisid cream
Tetes Telinga Chloramphenicol Salisil Talk
(Erlamicetin)
OBAT REMATIK/ARTRITIS
OBAT MATA Piroksikam tablet 10 mg, 20 mg
Salep Mata Oksitetrasiklin Natrium diklofenak tablet 50 mg
Tetes mata Chloramphenicol Allopurinol tablet 100 mg
(Erlamicetin) Ibuprofen tablet 200 mg
Tetes mata Cendo Xitrol Meloxicam tablet 15 mg
ANTI MALARIA OBAT MIGRAIN
Primaquin tablet Ergotamin Caffein tablet
Artemisin tablet
Kina injeksi OBAT JANTUNG
Metronidazol inj 500 mg drip Digoksin tablet
ISDN tablet
Aspilet tablet
ANTI-DIARE
Loperamid tablet 2 mg
Neo diatab tablet
Kaotin sirup (Kaolin Pektin)
ANTI-JAMUR
Griseofulvin tablet
Ketoconazole tablet 200 mg
Nistatin tablet
CAIRAN INFUS
Ringer Laktat
NaCl 0,9%
Dextrose 5%
Dextrose 10%
Aseringe
OBAT LUAR
Povidon iodin
Rivanol
H202
44
7. KARTU STOK PENCATATAN DAN PENERIMAAN OBAT
KARTU STOK
JENIS OBAT : …………………………………………………………………
KEMASAN : …………………………………………………………………
ISI KEMASAN : …………………………………………………………………
SATUAN : …………………………………………………………………
SUMBER DANA : PUSAT / ASKES / PROGRAM / DAU PROVINSI DAU KAB /KOTA /
LAIN
TGL DOKUMEN DARI/KEPADA NO. KADALUARSA PENERIMAAN PENGELUARAN SISA PARAF
BATCH/NO. STOK
12 3 56 7 9
LOT 8
4
45
Baldatun Muhammad, Manajemen Relawan Tim Psikososial Pendamping Anak
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), skripsi tidak diterbitkan,
(Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2019).
Indryana Farida, Aktivitas Rumah Ceria Anak Yogya dalam Mengatasi Trauma Anak-
anak Korban Gempa Bumi di Pagergunung 2 Sitimulyo Piyungan Bantul
Yogyakarta, skripsi tidak diterbitkan, (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2009).
Nugroho A.C. 2007. Kajian Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Mengantisipasi
Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Nias Selatan. MPBI-UNESCO. 2-20 April
2007Parker (1992)
Pramardika, Dhito Dwi, dkk. 2020. Pengaruh Terapi Bermain Terhadap Trauma
Healing Pada Anak Korban Bencana Alam. Faletehan Health Journal Vol 7 No2.
Hh 85-91
Susanto and Putranto. (2016). Analisis Level Kesiapan Warga menghadapi Potensi
Bencana Longsor Kota Semarang, Unpublished
46
Buku Pedoman ini memberikan Penjelasan mengenai Standar Operasional Prosedur
Mata Kuliah Keperawatan Bencana yang terdiri dari SOP Mitigasi Bencana Gempa
Bumi, Bencana Banjir, dan Pembuatan Rumah Sakit Lapangan.
Kepada semua pihak dalam tim teaching mata kuliah Keperawatan Bencana yang
telah mendukung dan memberikan masukan dalam penyusunan buku ini diucapkan
terima kasih.
Harapan kita semua agar proses pembelajaran di Jurusan Keperawatan Universitas
Negeri Gorontalo dapat berjalan dengan lancar.
47